CAMPUR ADUK

Wednesday, March 7, 2018

ASIK-ASIK DI TAMAN

Sore yang indah di sebuah taman. Indro sedang asik makan es krim dan duduk dibawah pohon yang rindang selesai lari mengelilingi taman. Sambil matanya memandangin pemandangan yang indah. Dono pun melihat Indro yang sedang asik sendirian. Langsung Dono menghampiri Indro dan langsung duduk di sebelahnya.

"Lagi...nontonin cewek cantik daerah sini," kata Dono.

"Engak," saut Indro mengelak.

"Ngaku..aja.... kan gak di tangkep ini," kata Dono.

"Maksud mu polisi atau pacar!" kata Indro.

"Ya....itu sih sama aja. Pacar juga kaya polisikan.....jagain kita supaya tidak selingkuh sana sini," kata Dono.

"Iya...kaya...kamu yang selingkuhin Wulan dengan janda genit......mau kawin lagi," kata Indro menyindir.

"Jangan omongin itu......saya.....yang salah..tahu. Yang bener Wulan. Saya adalah pria yang gak setia....ternyata," kata Dono yang murung.

"Jangan lebay Dono. Saya tahu...sifat asli kamu yang sebenarnya. Kamu cuma iseng aja main di belakang Wulan. Padahal...kamu takut kehilangan Wulan. Dan sampai sekarang aja....curhatnya tentang Wulan. Gara-gara ketahuan selingkuh," kata Indro.

"Kok...tahu," saut Dono.

"Dari Kasino...menceritakan semua usaha kamu untuk meminta maaf agar Wulan mau menerima kamu lagi," kata Indro.

"Iya..itu bener. Ya....tetap saja saya di tolak sekian kalinya. Saya masih bingung untuk memulihkan hubungan saya dengan Wulan," kata Dono.

"Sabarin aja.................. Kan caranya sama ketika kamu mengejar Wulan menyatakan perasaan kamu padanya. Bahwa kamu suka dan cinta," kata Indro.

"Iya kamu bener.... Indro, tapi awalkan jalan mulus karena tidak ada noda keburukan. Kalau sekarang sih noda keburukan dari kesalahan selingkuh ini...yang susah......di maafin," kata Dono.

"Kamu kaya gak tahu cewek...aja..........Kita sungguh di tolak apalagi yang biasa-biasa aja!. Alasan yang pertama keinginan hati, yang ke dua materi, dan terakhir kejelasan hubungan yang lebih tepatnya pacaran atau menikah," kata Indro.

"Wah....bingung juga..ya," saut Dono.

Indro berajak dari duduknya dan membuang gelas es krimnya di sebuah tong sampah.  Setelah itu kembali duduk bersama Dono untuk melihat pemandangan yang indah di taman.

"Indro..benerkan kamu memandangin cewek daerah sini?" tanya Dono.

"Sudah tahu...masih..nanya... Kaya gak tahu mata lelaki," saut Indro.

"Saya...gak...tahu tuh," kata Dono.

"Ngeles.....aja............ Kaya bajai. Tuh...Wulan berdiri di belakang kamu," kata Indro.

"Haaaaaa.....beneran Wulan berdiri di belakang saya?" tanya Dono.

"Ya...iyalah.......ngapain saya bohong," kata Indro.

Dono yang mati ketakutan dengan keberadaan Wulan. Lalu mencoba menoleh kebelakang untuk memastikan omongan Indro.

"Haaaaaa.............gak ada," terkejut Dono.

"Kena ....batu saya bohongin. Ketahuan cinta mati sama Wulan," kata Indro.

"Dasar loe Indro bohongin saya," saut Dono.

"Bodok............," kata Indro.

Pelan-pelan Wulan menghampiri Dono dan Indro dan langsung berdiri di belakang Dono. Indro pun terkejut dengan ke datangan Wulan.

"Dono...Wulan.....dateng," kata Indro salah tingkah.

"Ah......kamu..mau bohongin saya lagi kan Indro," kata Dono.

"Kali..ini gak.............benerean Wulan berdiri di belakang kamu," kata Indro.

"Mana mungkin...Wulan. Biasanya jam segini...masih kuliah........," kata Dono.

"Beneran.......Dono. Tadi itu cuma mainan...sekarang ini sungguhan," saut Indro.

"Beneran........Wulan di belakang saya?" tanya Dono.

"Iya....," saut Indro.

Dono berdiri dari duduknya dan memutarbalik. Terlihat dengan jelas Wulan yang jutek abis.

"Dek......maafin.....saya....ya karena kehilafan saya sejenak," kata Dono menunduk kepala.

"Maafinnya entaran...... Anterin Wulan pulang ke rumah," katanya dengan tegas.

"Tetapi...saya gak bawa motor...Dek Wulan," kata Dono.

"Gak mau tahu.........yang penting anterin Wulan pulang," kata Dono.

"Dono...minjem aja sama dengan tukang ojek pangkalan aja. Cepetan sana....," saut Indro.

"Iya..bener juga.......," kata Dono.

"Dono hati-hati di jalan. Kayanya lampu kuning Dono......ada perubahan dari usaha kamu," kata Indro.

"Hus........," saut Dono.

Dono dan Wulan berjalan menuju tempat pangkalan ojek di pinggir gang. Sedang Indro beranjak dari duduknya dan melakukan lari keliling taman sekali lagi agar tubuhnya sehat dan bugar.

Tuesday, March 6, 2018

KETAHUAN SELINGKUH

Siang hari cerah Dono duduk di sebuah kafe kopi di pinggir jalan. Sambil menikmati secangkit kopi Dono menonton pertandingan sepak bola di Hp kesayangannya. Datang Kasino langsung menepuk pundak Dono dari belakang.

"Woy serius amat Dono...?" tanya Kasino.

Sontak Dono pun terkejut sekali, lalu menoleh kebelakang.

"Oh kamu Kasino," saut Dono.

Kasino langsung duduk di sebelah Dono.

"Ngomong-ngomong kamu sendirian Dono....biasanya kencan sama Wulan?" tanya Kasino.

"Ah..jangan Wulan.........," kata Dono cembetut.

"Kenapa Dono........jangan putus...sama Wulan ya?," tanya Kasino.

"Eee.....," saut Dono.

Lalu pelayan kafe kopi dateng menghampiri Kasino dan Dono.

"Pesan apa mas?" tanya pelayan kafe.

"Seperti biasanya....Bonbon..," kata Kasino.

"Kopi manis dan soto babat," kata Bonbon.

"Sip...itu, cepetan  ya...saya laper," kata Kasino.

"Ok...beres Mas Kasino," kata Bonbon.

Pelayan kafe kopi masuk ke dalam.

"Dono beneran di putusin?" tanya Kasino.

"Hampir di putusin Wulan...gara-gara saya ketahuan selingkuh sama Dewi," kata Dono.

"Wah.....pantes...manyun di sini. Beneran selingkuh sama Dewi ternyata. Dasar cowok gak setia," kata Kasino sedikit kesel.

"Kasino...kenapa nyolot sih ngomongnya?" tanya Dono.

"Dono........., Wulan cantik dan baik. Susah loe dapetin gadis seperti dia. Eh main api dibelakangnya. Apalagi dengan Dewi. Janda centil...itu. Suaminya yang pernah hidup bersamanya pun bingung menghadapi ke liaran dia," kata Kasino.

"Maksudnya .......Saipul..........," saut Dono.

"Ia........Saipul. Jadi gimana dengan pernyatan Wulan dengan hubungan kalian?" tanya Kasino.

"Wulan.......marah selama satu bulan ini. Saya sudah berkali-kali minta maaf...gak di maafin. Padahal sudah di bujuk dengan banyak hadiah. Tetep aja........di tolak," kata Dono.

"Dono.......sekali sudah mengoyak hati wanita karena perselingkuhan. Wanita tersebut akan jengkel kepada kamu Dono. Karena kamu di cap penghianat. Karena kamu menghilangkan kepercayaan. Wulan berusaha setia ...eh kamunya yang ga kuat dengan ujian.....dari wanita..yang lain," kata Kasino.

"Saya...menyesal sekali......., tapi ya..udahlah...saya terus berusaha minta maaf. Agar dapet kepercayaan lagi. Walau saya tahu untuk mendapat maaf dari Wulan mustahil," kata Dono.

"Ya...jelas.... Dono........ sakit hatinya gak ada obatnya," saut Kasino.

Pelayan kafe kopi pun dateng membawa pesan Kasino dan di taruh di meja.

"Silakan Mas Kasino," kata Bonbon.

"Iya...terima kasih....Bonbon.....dengan pelayan yang baik dan rapih," kata pujian dari Kasino.

"Sama-sama Mas," saut Bonbon.

Pelayan kafe kopi masuk ke dalam. Kasino segera menikmati soto yang enak.

"Kasino....saya boleh nanya gak!?" kata Dono.

"Nanya apa?" saut Kasino.

"Mana yang bener diantara para pemimpin agama dimuka bumi sekarang ini?" kata Dono.

"Oh..itu..jawabannya...gak ada jawabannya. Karena semua pemimpin agama menunjukkan kebenaran dari kebenaran masing-masing. Sampai-sampai karena fanatik menciptakan perang. Pada akhirnya kehancuran di mana-mana. Pada hal itu cuma keegoisan manusia di dasarkan pemahaman atau keyakinan mereka belajar agama saja," kata Kasino.

"Oh...begitu ya, saya jadi bingung. Bagaimana dengan kebenaran para pemimpin kita saat ini yang menjabat di Indonesia untuk mensejahterahkan bangsa?" tanya Dono.

"Oh itu......... Kalau itu sih jawabannya. Sesuai saja dengan Pancasila dan UUD 1945. Lalu kebijakan yang mereka ambil dan di laksanakan harus selaras dan bersinambungan. Istilah kata jangan melanggar peraturan atau menyalahgunakan fasilitas negara demi kepentingan individu atau kelompok. Yang tujuannya pencitraan saja. Pada akhirnya yang terlihat ada ego dan kesombongan dari pemimpin. Yang penting menunduk malu.............pada dasarnya. Para pemimpin yang memimpin negeri ini adalah rakyat jelatah. Mereka di percaya untuk membangun negeri bukan menghancurkannya demi ego. Yang lebih tepatnya memperkaya diri sendiri dan kaumnya," kata Kasino.

"Kaya.....sih belum..kelop...Kasino," saut Dono.

"Ya...itu cuma pandangan saya berdasarkan luasnya saja. Kalau di persempit jawaban dari kebenaran para pemimpin kita saat ini yang menjabat di Indonesia untuk mensejahterahkan bangsa....................belum lah..masih..banyak yang harus di perbaiki.......karena pada awalnya banyak melanggar peraturan di Era Soeharto samai Era Joko Widodo,"kata Kasino.

"Kalau...begitu...sih....susah....untuk jadi bagus," kata Dono.

"Ya..iya..lah. Pemimpin itu jadi contoh dan panutan untuk anak bangsa. Kalau pemimpin pinter ya...otomatis rakyatnya pinter. Kalau pemimpinnya bodoh.....ya...rakyatnya bodoh juga," kata Kasino.

"Kalau itu saya setuju. Kalau Pemimpinnya memberi contoh melanggar peraturan....ya...anak buahnya melanggar peraturan," kata Dono menambahkan.

"Ya...itulah....jawabannya............getahnya itulah. Aib malu yang dibuat oleh para pemimpin yang tidak berpikir dua kali. Yang meruntuhkan tatanan pemerintahan dengan ke egoan atau kesombongan. Apalagikan di publikasikan di seluruh media...... Tambah kacaunya," kata Kasino.

"Kalau begitu saya mau ke rumah Wulan aja deh.....membujuk Wulan memaafkan saya karena kehilafan saya," kata Dono.

"Ya....udah...semoga sukses Dono," saut Kasino.

Dono langsung meninggalkan Kasino lagi asik makan.

"Loh...Dono......bayar dulu....minuman kamu ini," teriak Kasino.

"Kasino...tolong...bayarin dulu.....................," teriak Dono.

"Iya...udah.......sana...urus Wulan......... Gara-gara cewek........lupa bayar kopi," gerutu Kasino.

"Terima kasih Kasino," teriak Dono.

"Ya.....," saut Kasino.

Dono bergegas pergi ke rumah Wulan. Sedangkan Kasino asik menikmati makan dan minumnya di kafe kopi pinggir jalan.

Thursday, February 22, 2018

PERI NILA

Bola energi berwarna emas terbang di langit malam seperti kunang-kunang. Saat itu Awin sedang berjalan dan melihat bola energi. Sontak Awin mengejarnya  dengan cepat bola energi sampai ke sebuah rumah tua. Dengan perlahan-lahan Awin masuk ke dalam rumah tua. Bola energi masuk ke dalam sebuah kotak. Awin langsung menutup kotak kecil tersebut.

"Saya bisa kaya dengan makluk di dalamnya," celoteh Awin.

Awin pun membawa kotak kecil di bawa keluar dari rumah tua. Tapi tiba-tiba ada seorang Bapak-Bapak memergokin Awin keluar dari rumah. 

"Kamu...maling...ya?" tanya Bapak-Bapak penjaga rumah.

"Sial...........kayanya kena...batu saya karena ulah saya yang sedikit nakal," gerutu Awin.

Awin diam di tempat. Bapak-Bapak penjaga rumah mendekati Awin. Lalu Awin berpikir pendek.

"Ah...bodok...ah.......yang penting saya kabur," gerutu Awin.

Awin berlari dengan sekuat tenaga.

"Wah....bener...maling," teriak Bapak-Bapak penjaga rumah.

Sontak Bapak-Bapak penjaga rumah mengejar Awin. Lalu Awin membelok di satu gang kecil dan masuk ke dalam rumah yang rimbun dengan pepohonan. 

" kayanya saya aman di sini," celoteh Awin dengan suara kecil.

Bapak-Bapak penjaga rumah mencari Awin kesana-kesini. Tapi hal hasil tidak menemukan Awin.

"Sembunyi ke mana anak itu...," gerutu Bapak-Bapak penjaga rumah.

Bapak-Bapak penjaga rumah langsung pergi ke jalan yang lain. Awin duduk diam sampai ketiduran. Hari pun berganti pagi Awin bangun.

"Loh...saya..ketiduran toh di sini sampai pagi," kata Awin.

Awin bergerak keluar dari taman dan menuju jalan utama. Terlihat orang sekitar sibuk dengan aktivitasnya. Awin dengan santai membawa kotak yang berisi bola energi sampai rumah. Selang berapa saat sampai di kontrakannya. Lalu Awin melihat Ibu pemilik kontrakan sudah setembai di depan pintu rumah kontrakan Awin. 

"Saya..lupa hari ini..........waktu untuk bayaran....uang kontrakan. Tapi saya....belum punya uang. Lebih baik kabur ah. Hidup di kota Jakarta kalau gak ada sanak famili...ya gelandangan deh," kata Awin.

Awin pun berbalik arah menuju  sebuah tempat yang sepi yang cukup jauh dari tempat kontrakannya. Selang berapa lama Awin melihat sebuah gubuk kecil. Dengan perlahan-lahan Awin menuju gubuk kecil di lahan yang tertutup. Tak di sangka dan di duga. Awin melihat ada orang di dalam gubuk. Awin dengan hati-hati mengintip dari balik gubuk.

"Haaaaaaa......mesummmmmmmmmmmmmmmm," kata terkejut Awin.

Awin lupa dan langsung menutup mulut dengan tangan kanan. 

"Siapa yang berteriak..itu...?" kata pria.

"Kacau...warga....," kata wanita.

Awin tetap diam di samping gubuk. Pria dan wanita keluar dari gubuk, lalu pergi dengan cepat meninggalkan tempat tersebut. Awin mendengarkan langkah mereka pergi. Makin lama makin menjauh pria dan wanita dari gubuk. Awin bangun dari persembunyiannya dan melihat pria dan wanita terlihat kacau.

"Bener-bener dunia sudah...rusak. Orang nikah gampang. Eh...malah main yang haram.....lebih banyak di lakukan orang berpikir pendek. Orang gila lebih banyak di dunia ini," gerutu Awin.

Awin langsung duduk di sebuah kursi tua. Lalu membuka kotak berisi bola energi. Tiba-tiba terlihat seekor makluk berwarna emas. Awin mencoba untuk memegang makhuk tersebut. Ternyata sang makluk terbangun dan mencoba untuk terbang. Dengan cepat Awin menangkapnya dengan tangan kanannya.

"Mau...lari kemana?," kata Awin.

"Lepaskan...saya...," kata makluk berwarna emas.

"Haaaaa.., kamu bisa bicara....?," tanya Awin.

"Ia...saya..bisa bicara....cepat lepaskan saya. Nanti saya kabulkan permintaan kamu," kata makluk berwarna emas.

"Beneran.......," kata Awin.

"Iya...," saut makluk berwarna emas.

Awin membuka  tangan kanannya. Makluk berwarna emas langsung duduk diam di tangan Awin.

"Cepat sebutkan permintaan kamu...., tapi cuma...satu.....saja. Karena saya banyak-banyak saya akan di hukum oleh para Dewa," kata makluk berwarna emas.

"Tunggu...dulu...Dewa...apa saya gak salah denger.......?," tanya Awin.

"Ia...Dewa....Saya ini peri. Wujudnya aja kaya kumbang berwarna emas," kata makluk berwarna emas.

"Kalau...begitu...nama kamu siapa?," tanya Awin.

"Peri.....Nila," katanya dengan tegas.

"Nila..toh. Nama saya Awin," katanya dengan lembut sekali.

"Ya..udah....Awin salam..kenal...cepat.......satu permintaan saja," kata Nila.

"Apa...ya.............?  oh...ini saja uang 1 Milyar aja deh," kata Awin.

"Hanya 1 Milyar aja. Sama dengan kontes dangdut yang lagi di perebutkan. Ah..urusan mudah buat kaum seperti...saya mengabulkannya," kata Nila.

Dengan kemampuan sihir Nila memunculkan uang 1 Milyar di dalam koper di atas kursi. Awin pun terkejut dengan kemampuan Nila. 

"Sekarang kamu buka koper itu!," perintah Nila.

"Baik," saut Awin.

Awin pun membuka koper dengan pelan-pelan. Telihat uang 1 Milyar.

"Waaw...kerennnn," kata Awin.

"Saya sudah mengabulkan permintaan  kamu..jadi saya pergi dulu," kata Nila.

"Ya......sampai jumpa lagi Nila," kata Awin.

"Males...bertemu dengan kamu lagi.....," gerutu Nila sambil terbang ke langit berubah menjadi bola energi.

Awin pun menutup kopernya.

"Sekarang...saya..mau ngapain dengan uang ini ya. Begini saja saya nikahin aja Zaskia.......teman kontrakan saya sekalian bayar kontrakan sama Ibu pemilik kontrakan supaya urusan beres. Setelah itu buat usaha kedai makanan," kata Awin.

Awin bergegas  dari gubuk di lahan yang tertutup. Selang berapa saat sampai di kontrakan. Awin segera menyelesaikan urusannya dengan Ibu pemilik kontrakan. Lalu melamar Zaskia. Selang satu minggu Awin dan Zaskia mengadakan pesta pernikahan dan seminggu berikutnya usaha kedai makan Awin di mulai.

Wednesday, February 21, 2018

MENGALAHKAN EGO

Waktu pun berlalu begitu cepat. Acara pengajian pun selesai dengan kebaikan. Awin keluar dari mesjid dengan berjalan kaki menuju rumahnya. Saat sendirian di tengah jalan sambil memandangin bintang di langit. Awin bertemu dengan temannya yang bernama Yitno. Langsung bersalaman keduanya tanda jalan silaturahmi keduanya baik. Lalu  keduanya pun melepaskan jabatan tangannya. Awin dan Yitno pun duduk di sebuah warung yang sudah tutup untuk berbincang.

"Ngomong-ngomong gimana urusan mu dengan Chika?" tanya Yitno.

"Oh.....Chika...sudah lama meninggal," jawab Awin dengan penuh kesenduhan.

"Inalilahi wainailahi rojiun............ saya sebagai teman turut bersedih....kamu kehilangan orang yang kamu sukai," kata Yitno.

"Iya.......saya tahu...umur keputusan Alloh SWT," kata Awin.

"Namanya umur siapa yang tahu? hanya Alloh SWT yang tahu. Jadi Chika meninggal di usia mudakan," kata Yitno.

"Iya.......umur 23 tahun........, di mana ia ingin menikah di usia muda. Tapi kehendak Alloh SWT yang menentukan jawabannya. Ia telah tutup usia," kata Awin.

"Yang sabar.......ya..Awin........ inilah bentuk ujian dalam menjalanin hidup. Apa yang kita inginkan belum tentu bisa kita dapatkan?," kata Yitno.

"Jelas........lah...semua itu. Saya bersabar untuk mencari karier yang baik untuk kelangsungan hidup. Eh.....orang saya sukai telah meninggal dunia. Rasa kehilangan inilah gak ada obatnya. Banyak gadis mencoba untuk masuk ke dalam hati ini  sebagai pengganti yang baik. Tetap tidak bisa," kata Awin.

"Mungkin kamu terlalu cinta," saut Yitno.

"Mungkin juga....tetapi sebenarnya saya sudah mengikhlaskan Chika dari dulu. Saya membuka diri sama seperti dulu ketika Chika masuk ke dalam hati saya. Yaitu mengalahkan ego saya," kata Awin.

"Bener juga......Awin. Kebanyakan gadis tidak bisa mengalahkan ego kamu. Tapi saya pun punya ego juga tetap saja kalah dengan orang yang saya sukai. Padahal kita adalah cowok yang setia. Seperti saya yang setia dengan istri saya bernama Mira dan di karunia buah hati yang cantik jelita bernama Putri," kata Yinto.

"Alhamdulilah........Alloh SWT selalu menyertai kamu Yitno...yang selalu mematuhi perintahnya dan menjauhi larangannya," kata Awin.

"Alhamdulilah hirobil alamin .....Alloh SWT beserta saya," kata Yitno.

Yitno dan Awin pun menghentikan pembicaraan karena hari makin larut sekali. Yitno terus menjauh dari Awin berjalan menuju rumahnya. Sedangkan Awin terus melangkah pasti menuju rumahnya.

KERASNYA PENDIRIAN

Malam begitu larut sekali. Awin duduk dengan santai selesai sholat isya. Lalu seorang Bapak-Bapak menyodorkan tangannya kehadapan Awin. Sontak Awin pun mengulurkan tangannya dan bersalaman. Tak lama melepaskan jabatan tangan.

"Oh ya Win udah ada pasangan ?" tanya Bapak Antok.

"Belum Pak," jawab Awin.

"Ngomong-ngomong umur berapa sekarang?" tanya Bapak Antok.

Awin berpikir sejenak ketika mendengar pertanyaan itu. Tetap saja Awin menjawab dengan tegas "Masuk 33 Pak."

"Oh gak berniat untuk menikah?" tanya kembali Bapak Antok.

"Menikah..........toh, kalau maunya gadisnya saya tolak Pak. Tapi Kalau mau saya baru saya tunjukan kepemimpinan saya yang baik," kata Awin lugas.

"Oh......begitu................ Jadi ke putusan seorang seorang kepemimpinan toh. Kalau gadisnya bener-bener suka..........sama kamu gimana........?" ujar Bapak Antok.

"Ya.........tetap saya tolak......Pak.........," tukas Awin.

"Tolak....juga.......walau gadis itu bener-bener mencintai mu secara terang-terangan dan sembunyi-sembunyi?," tanya Bapak Antok lagi.

"Tetap....di tolak. Karena saya belajar menjadi seorang pemimpin yang komitmen dengan keputusan yang saya buat dan tidak akan goyah walau bentuk ujian apapun?," pernyataan Awin yang tegas.

"Baik...lah...keputusan kamu. Padahal saya mau menawarkan anak saya," kata Bapak Antok.

"Saya...sudah mengerti dari awal pembicaraan. Bapak menawarkan Lisa anak semata wayang Bapak. Tapi tetap saya berpegang teguh dengan pendirian saya. Yaitu menolak keinginan dari seorang gadis, walaupun orang tuanya berniat baik menjodohkannya dengan saya," kata Awin.

"Ok.......kamu orang keras dengan pendirian kamu," kata Bapak Antok.

Bapak Antok beranjak dari tempat duduknya dan keluar dari mesjid. Awin pindah dari duduk dan bersandar di dinding mesjid. Lalu Andre mendekati Awin.

"Awin...benaran..menolak.....Lisa.........yang cantik jelita......?" tanya Andre.

"Beneran, walau pun sebenarnya saya tahu kalau Lisa menyukai saya," kata Awin.

"Awin kenapa menolak Lisa?" tanya Andre.

"Saya tidak suka," jawab Awin.

"Oh...begitu..... Ada alasan yang lain?" tanya kembali Andre.

"Saya suka bertindak sesuai keinginan saya. Walau gadis yang saya sukai menolak saya. Itu lebih baik dari pada gadis yang menyukai saya dan saya tidak punya perasaan sama sekali dengannya," kata Awin.

"Tapi jalan ini lebih mudah kalau gadisnya mau. Dari pada gadisnya yang menolak kamu," kata Andre.

"Tetap saja saya tidak punya  perasaan sama Lisa," kata Awin.

"Awin zaman now ini lebih baik mengalah untuk urusan gadis. Bukan keras kepala dengan prinsip," kata Andre.

"Terserah kalau di bilang begitu. Tapi namanya pemimpin sekali mengeluarkan keputusan susah untuk di mencabut keputusannya. Karena tujuannya untuk menjadi seorang pemimpin yang bijak dalam menjalankan hidup yang lebih baik," kata Awin.

"Kalau masalah kebijaksanaan saya.......lebih baik bersifat fleksibel......saja agar tidak extrim," kata Andre.

"Oh.....," saut Awin.

Awin dan Andre menghentikan pembicaraan. Duduk dengan santai dan khusuk di mesjid mendengarkan ceramah Ustat Andi yang baru di mulai.

Saturday, February 3, 2018

PUTRI YANG BAIK HATI

Tikus berlari dengan cepat di sebuh kerumunan orang. Telihat Putri di atas panggung yang megah. Memanjat pangung dengan cepat. Lalu sebuah mulut menerkam Tikus.  Dengan cepat Tikus menghindari terkaman dari mulut Kucing.

"Hampir saja," kata Tikus.

"Dasar....sial....... Kamu bisa menghindari serangan saya," kata Kucing.

Kucing menyerang Tikus dengan penuh agresipnya. Cakar yang tajam terus diarahkan oleh Kucing ke Tikus. Menghindar cepatlah Tikus serangan mematikan Kucing. Tikus pun berusaha menjauh dari Kucing. Berlari sekuat tenaga. Lagi-lagi Tikus di serang Kucing Hitam dengan cakar yang mematikan. Dengan tanggap Tikus menghindari serangan Kucing Hitam.

"Sial...saya di buru dua Kucing sekaligus," kata Tikus sambil berlari.

Tikus pun masuk sebuah lubang kecil di balik dinding.

"Akhirnya saya selamat," kata Tikus.

Dua Kucing terus mencoba mengorek-ngorek lubang dengan cakarnya. Tapi Tikus tidak bisa terjangkau oleh dua Kucing.  Lalu dua Kucing mencari cara untuk mencari Tikus. Kucing berlari dengan cepat ke area yang lain. Tikus yang tahu dua Kucing pergi melihat dari balik lubang dinding.

"Saya aman........dari makluk buas...," kata Tikus.

Tikus dengan cepat berlari menuju tuannya. Terlihat Putri sedang duduk di pangung yang megah menunggu giliran menyanyi. Tapi tiba-tiba Kucing Hitam tepat di hadapan Tikus.

"Mau ke mana lagi?," kata Kucing Hitam.

Tikus berusaha untuk mundur. Tetapi di belakangnya ada Kucing lagi.

"Mau lari ke mana lagi?" kata Kucing.

"Sial...saya tidak bisa lari.....," kata Tikus.

Putri pun melihat Tikus kesayangannya. Dengan cepat mengambil Tikus dengan tangannya. 

"Hay binatang lucu......," kata Putri.

Tikus merasa senang selamat dari dua Kucing. Tikus pun mulai merasa ada yang aneh dengan tubuhnya. Terus mengeliat-geliat. Putri melihat binatang piaraannya yang lucu terlihat sakit. Putri sangat khawatir sekali. 

"Saya...harus pergi...dari tuan saya....kayanya kutukan saya mulai berakhir," kata Tikus.

Tikus pun melompat dari tangan Putri jatuh ke lantai pangung yang megah. Tiba-tiba berubahlah Tikus menjadi sosok seorang pangeran yang gagah perkasa. Dua Kucing pun terbengong. Putri pun menjadi sok. Apalagi semua orang di pangung yang besar dan megah. Tikus pun mulai mendekati Putri.

"Saya berterima kasih kamu telah banyak menolong saya.......selama ini," kata Tikus.

"Jadi...kamu...ini....siapa sebenarnya?" tanya Putri.

"Saya adalah seorang pangeran dari kerajaan sihir yang di kutuk oleh penyihir jahat yang ingin mengambil kekuasaan di kerajaan saya," cerita Tikus.

"Bukan kamu ini Ridho kan........," kata Putri.

"Bukan saya bukan Ridho atau Risky," kata Tikus.

"Tapi tampang kamu...sama dengan Ridho dan Risky," kata Putri.

"Saya bernama Richat.....dari Dunia Cermin," katanya.

"Richat.....bukannya Tikus," kata Putri yang masih bingung.

"Saya akan membuktikannya," kata Richat.

Richat mengunakan kemampuan sihirnya membuat orang tidur dalam keadaan berdiri. Lalu Richat menghapus semua ingatan tentang Richat adalah seekor Tikus. Putri melihat kebolehan Richat dengan sihir hebatnya. Putri pun yakin dengan kehebatan Richat. Karena Putri sudah percaya kehebatan sihir Richat. Dengan cepat Richat membangun semua orang. 

"Kita lanjutkan nanti pembicaraan kita," kata Putri.

"Tapi saya ingin berterima kasih karena kamu adalah orang yang paling baik," kata pujian Richat.

"Saya...mau bernyanyi... Masalahnya saya masih kerja," kata Putri.

"Oh...begitu... saya duet dengan kamu...wahai Putri yang cantik," kata Richat.

"Terserah...kamu............," kata Putri.

Putri dan Richat bernyayi berdua di pangung yang megah diiringi dengan arasemen musik yang heboh. Dengan sedikit sihir semua di bikin lebih heboh oleh Richat. Semua orang terkagum-kagum dengan kehebatan sulap Richat. Putri pun senang dengan hubungan baik dengan pangeran. Richat bahagia karena berhasil kembali menjadi manusia dan terbebas dari kutukan penyihir jahat.  

KATA-KATA WULAN

Siang hari yang cukup panas di kota Jakarta. Dono sedang berjalan menuju rumah Mpok Tati. Selang berapa lama sampailah di rumah Mpok Tati di kontrakan kecilnya. Dono hendak mengetuk pintu rumah Mpok Tati. Tapi ternyata Mila anak Mpok Tati membuka pintu rumah. Dengan membawa sebuah bungkusan.

"Mas Dono.......disuruh Ibukan untuk mengantarkan pesanan kue ke rumah Wulan tetangga Mas Dono,"  kata Mila.

"Iya.......," jawab Dono.

Mila langsung menyerahkan bukusan berisi kue ke Dono. Dengan baik Dono menyambutnya.

"Oh...Mila... Mas boleh nanya gak tentang sesuatu masalah Wulan,"  kata Dono.

"Masalah tentang Wulan," saut Mila.

"Kamukan dekat dengan Wulan kan. Apa bener Wulan putus dengan pacarnya sekarang," kata Dono.

"Bener....Mas. Pernyataan Wulan pacarnya selingkuh. Wulan mendapatkan buktinya lewat teman-temannya," kata Mila.

"Oh...begitu," saut Dono dengan berpikir.

"Jangan-jangan Mas Dono...... Suka dengan Wulan," kata Mila.

"Suka bolehlah, tapi mencintainya nanti dulu......," kata Dono yang lugu.

"Siapa bilang cinta.............?" kata Mila.

"Jadi saya gak nyambung toh," kata Dono.

"Iya.....gak nyambung. Tapi itu urusan Mas Dono. Suka atau tidaknya. Cinta atau tidak cinta," kata Mila sedikit ribet.

"Loh suka dan cinta kan bedanya tipis... Kalau urusan hubungan pria dan wanita," kata Dono.

"Bedanya jauh Mas Dono. Dari sebuah kata dan makna pun jauhhhhh....banget," kata Mila.

"Ya..udah...kalau begitu saya mau mengantarkan kue ini," kata Dono.

"Ya...hati-hati di jalan," jawab Mila.

Mila langsung masuk ke dalam rumah. Dono pun berjalan menuju rumah Wulan dengan melewati gang kecil dan sempit. Selang berapa saat sampai di rumah Wulan. Dono pun mengetuk rumah Wulan di barengin dengan salam " Asalamualaikum." Dengan sabar Dono menunggu di teras depan rumah Wulan. Keluarlah sesosok gadis pujaan hatinya. Dono pun terbengong. Lagu cinta pun terngiyang-ngiyang di kepalanya. Wulan pun menjawab " Waalaikum salam." Dono pun kembali ke dunia kenyataan.

"Ada perlu apa Abang Dono ke sini?," tanya Wulan dengan ketus sekali.

"Saya..mau mengantarkan kue," kata Dono.

Dono pun memberikan kue Wulan. Dengan baik Wulan mengambil kue yang di bungkus rapih.

"Masuk....dulu," kata Wulan mempersilakan Dono.

"Ya....," jawab Dono.

Wulan dan Dono masuk ke dalam rumah. Tanpa basa-basi Dono duduk di sofa yang bagus baget. Sedangkan Wulan membawa kue masuk ke ruang tengah dan di taruh di atas meja makan. Wulan pun mengambil uang dari dompetnya. Bergerak Wulan dan duduk di sebelah Dono.

"Abang ini..uang bayaran kuenya," kata Wulan yang mulai lembut.

"Iya," saut sambil mengambi uang dari Wulan.

Dono pun memasukan uang ke dalam saku celananya. Tiba-tiba Wulan pun mulai lebih dekat duduknya dengan Dono. Sontak Dono hanya diam saja.

"Saya suka kamu," kata Wulan.

Dono lebih terkejut lagi dengan omongan Wulan. Hanya diam seribu bahasa Dono. Wulan pun langsung berubah menjauh dari Dono.

"Kalau begitu saya permisi dulu," kata Dono.

"Iya," jawab Wulan.

Dono pun keluar dari rumah Wulan. Dengan segera Wulan menutup pintu rumahnya. Di perjalanan Dono berpikir keras dengan omongan Wulan. Lalu Dono terdiam 100 langkah dari rumah Wulan.

"Bener-bener cewek pandai membohongi perasaannya. Baru putus sudah mencari cowok lain hanya untuk menutupi idialisnya saja," celoteh Dono.

Dono berjalan lagi menuju rumah Mpok Tati. Selang berapa saat sampai di rumah Mpok Tati. Terlihat Mila yang membereskan cucian yang di jemur di halaman depan.

"Mila ini uang dari kuenya," kata Dono.

"Iya..Mas Dono," saut Mila sambil mengambil uang dari Dono.

"Mila ... Saya boleh minta tanggapan Mila tentang sesuatu yang ganjal menurut saya ," kata Dono.

"Boleh.... masalah apa  Mas Dono?" tanya Mila.

"Tadi .....saya bertemu dengan Wulan. Eh di bilang ..... Saya suka kamu," kata Dono.

"Itu mah....Mas Dono jadi pelarian perasaan Wulan. Pengganti pasangan," kata Mila.

"Pelarian dari sebuah perasaan yang bimbang. Jujur atau bohong," kata Dono.

"Mas...Dono...semua cewek...kalau putus dari cowoknya kacau. Apalagi kalau gak punya pasangan lebih kacau lagi. Biasanya tuntutan umur untuk menikah," kata Mila.

"Bingung...ah," saut Dono.

"Ya...bingunglah...orang Wulannya dalam posisi galau," kata Mila.

"Kalau begitu saya permisi dulu," kata Dono.

"Entar...dulu......upahnya kan belum Mila kasih," katanya.

"Oh...iya....," kata Dono.

Mila memberikan upah untuk Dono karena telah membantu mengantarkan pesan kue ke rumah Wulan. Dono dengan senang mengambil uang yang di beri oleh Mila. Walau nilai uang sedikit. Dono tetap bersyukur dengan rezekinya hari ini.  Dono pun pergi meninggalkan rumah Mpok Tati. Dan Mila masuk ke dalam rumah dengan membawa pakaian yang sudah cukup kering. Dengan santainya Dono berjalan menuju mesjid.

"Lebih..baik saya istikharoh...saja.......... Siapa tahu bener omongan Wulan?" celoteh Dono sambil jalan.

Azan pun di kumandangkan. Dono tepat sampai di depan mesjid. Masuklah Dono beserta para warga yang lain ke dalam mesjid untuk melaksanakan sholat asar.

CAMPUR ADUK

JAB PYAAR KISISE HOTA HAI

Malam hari. Setelah nonton Tv yang acara menarik dan bagus....DA8 di chenel INDOSIAR, ya seperti biasa sih Budi dengan santai di depan rumah...

CAMPUR ADUK