CAMPUR ADUK

Saturday, May 22, 2021

CINTA KAKAK ADIK

Dono ke rumah Rara untuk mengajak kencan gitu. Sampai di rumah Rara. Dono memang bertemu dengan Rara. Saat mau pergi bersama Rara dan Dono, ya Lestiana....Mbaknya Rara menghampiri Dono dan Rara yang mau keluar rumah. Lestiana ingin jalan-jalan di temanin sama Dono gitu. Ya Dono tidak ada masalah sih jalan dengan Lestiana. Rara memang kesel dengan Mbaknya. Seperti biasa Lestiana memperintahkan Rara untuk mengalah karena adik yang baik harus mengalah. Sebenarnya Rara tidak mau mengalah tapi ada Ayah dan Ibu,ya jadinya Rara mengalah sih....pacarnya Rara di bawa sama Mbaknya.

Dono dan Lestiana pun meninggalkan rumah setelah pamit sama Ayah dan Ibu. Dono dan Lestiana, ya naik kereta kuda, ya keliling kota gitu. Rara yang tidak jadi kencan, ya murunglah di taman gitu. Saskia melihat Rara yang murung gitu, ya menghampirinya.

"Kenapa Rara....bete banget?" kata Saskia.

"Lagi kesel Saskia. Mau kencan dengan Mas Dono. Eeeee di serobot Mbak Lestiana. Jadinya Mbak Lestiana pergi sama Mas Dono. Kencan!" kata Rara.

"Emangnya Rara sudah baikkan dengan Mas Dono?" kata Saskia.

"Sudahlah baikkan. Saling memaafkan," kata Rara.

"Jangan-jangan Rara....cemburu dengan Mbak Lestiana. Karena Mas Dono jalan dengan Mbak Lestiana," kata Saskia.

"Aku cemburu. Mana mungkin. Aku cemburu dengan Mbak sendiri?!" kata Rara.

Rara langsung menunduk setelah bicara.

"Lain di mulut lain di hati," kata Saskia.

"Ketara...ya?!" kata Rara.

"Iyalah," kata Saskia.

"Rasa ketakutan kehilangan itu terasa," kata Rara.

"Rara berarti mencintai Mas Dono. Walau pesaingnya adalah Mbak Lestiana," kata Saskia.

"Banyak cowok yang menyukai Mbak Lestiana. Kenapa Mas Dono di pilih?" kata Rara.

"Kalau aku tidak salah denger obrolan Mas Dono dengan teman-temannya. Mbak Lestiana di anggap adiknya Mas Dono. Karena alasan tertentu. Hubungan keduanya tidak bisa di jalankan hubungan cinta. Tetap sebatas Kakak dan adik dari dulu sampai sekarang," kata Saskia.

"Mbak Lestina pernah cerita juga sih. Mas Dono dan Mbak Lestiana sebatas teman saja dan status pun kakak berardik karena janji masa kecil gitu," kata Rara.

"Waktu bisa mengubah keadaan," kata Saskia.

"Itulah yang Rara takutin. Mbak Lestiana cinta sejatinya Mas Dono," kata Rara.

"Sudah Rara. Tidak perlu berlarut dengan keadaan. Berpikir baik saja dengan Mbak Lestiana. Bahwa hubungan Mas Dono dan Mbak Lestiana sebatas kakak adik dari dulu sampai sekarang. Apalagi Mbak Lestiana sudah bertunangan dengan seorang bangsawan, Rizky," kata Saskia.

"Ya...aku akan berpikir baik saja pada Mbak ku lah!" kata Rara.

Rara pun baikkan dengan keadaanya. 

"Rara main ke tempat aku saja. Biasa buat kue dan main sama Zahra," kata Saskia.

"Iya," kata Rara.

Rara dan Saskia meninggalkan taman, ya bergerak menuju tempatnya Saskia. Sampai di rumah Saskia. Rara membuat kue dengan Saskia dan juga Zahra ikutan juga. Zahra yang masih kecil ternyata pinter buat kue, ya di bimbing dengan baik sama Saskia, ya Ibu angkatnya Zahra lah.

***

Dono dan Lestiana setelah berkeliling kota dengan kereta kuda. Ya keduanya memutuskan mampir ke sebuah toko baju untuk membelikan baju. Dono yang pengertian dengan Rara, ya membelikan baju yang bagus gitu dan di bantu Lestiana untuk memilih baju yang bagus itu. Setelah itu. Dono dan Lestiana berjalan-jalan lagi dengan penuh kebahagiaan, ya seperti kenangan masa lalu saat masa kecil gitu. Kasino dan Indro mau ke kafe, ya melihat Dono sedang jalan dengan Lestiana.

"Dono jalan lagi dengan Lestiana," kata Indro.

"Hubungan keduanya dari dulu sampai sekarang tidak berubah," kata Kasino.

"Kalau bukan karena janji masa kecil. Mungkin yang di pilih Dono adalah Lestiana," kata Indro.

"Sebuah janji harus di jalan dengan baik. Maka itu Dono memilih Rara karena cinta pada Rara," kata Kasino.

"Di cintai kakak beradik. Hebat juga Dono," kata Indro.

"Padahal bebannya berat banget Dono. Membagi cinta antara Lestiana dan Rara," kata Kasino.

"Cerita ini sebenarnya cerita kerajaan. Fantasi. Sebenarnya penulis bisa saja di buat cerita poligami. Kan cerita kerajaan, ya hal biasa punya istri dua. Bahwa Dono mendapatkan Lestiana dan Rara. Kenapa ceritanya di buat jadi realita kenyataan bahwa susah mencintai dua cewek apalagi ada hubungan kakak beradik lagi?" kata Indro.

"Keputusan penulisnya yang membuat cerita," kata Kasino.

"Alur ceritanya memang begitu," kata Indro.

"Emmm," kata Kasino.

Kasino dan Indro sampai juga di kafe. Seperti biasa ngopi-ngopi di kafe sambil ngobrol bercerita banyak hal, ya menarik untuk jadi topik pembicaraan. 

***

Setelah membuat kue di tempat Saskia, ya Rara pulang ke rumahnya. Dono dan Lestiana sudah selesai jalan-jalannya, ya pulang ke rumah. Sampai di rumah Lestiana. Dono memberikan hadiah baju yang ia beli di toko baju untuk Rara. Ya Rara senang sekali di beliin baju sama Dono. Seperti biasa Rara mencoba memakainya baju tersebut dan di tunjukkan pada Dono. Lestiana senang melihat Rara bahagia. Lestiana meninggalkan Dono bersama Rara. Ya Lestiana pun bersantai di halaman belakang yang ada tamannya. Ternyata Risky ada taman sudah lama menunggu Lestiana. Jadinya Lestiana ngobrol asik dengan Risky, biasa obrolan cinta. 

Cukup lama Dono dan Rara ngonrol, ya urusan cinta. Sampai akhirnya Dono pamit pulang. Dono pun meninggalkan rumah Rara, ya menuju kafe. Sampai di kafe. Dono seperti biasa ngobrol dengan Kasino dan Indro sambil ngopi-ngopi gitu. Saskia menyuguhkan kue buatan Rara seperti biasanya. Dono, Kasino dan Indro menikmati kue buatan Rara yang enak banget.

DUKUN HEBAT

Dono di dalam kamar, ya sedang mengetik di leptopnya seperti biasa membuat cerita yang baik gitu. Kasino masik sibuk dengan kerjaannya di kamarnya. Indro di ruang tengah sedang asik nonton Tv, ya biasa acara berita tentang seputar kehidupan ini dan ini dengan pokok permasalahan yang ini dan itu. Indro sampai terkejut dengan berita tentang kantor polisi yang di bakar sama penjahat gitu.

"Kacau. Daerah yang kantor polisinya di bakar penjahat. Berarti kejahatan di daerah tersebut merajalela banget. Takut ah banget," kata Indro.

Indro terus menonton Tv dengan baik banget. Kasino akhirnya menyelesaikan pekerjaannya dengan baik, ya jadinya keluar dari kamarnya menuju ruang tengah untuk menonton Tv. Duduklah Kasino di sebelah Indro.

"Acaranya berita, ya Indro?" kata Kasino.

"Iya," kata Indro.

Kasino santai nonton Tv yang acaranya berita gitu.

"Ooooo iya Kasino. Ilmu-ilmu kesesatan itu masih di pelajari manusia.....apa tidak?" kata Indro.

"Ilmu-ilmu kesesatan. Ya masih sih. Contohnya : untuk lancarkan jalan kehidupan, ya agar tidak di usir dari tempat ia menumpang di tanah orang. Maka dengan menanam pohon yang di suruh sama dukun," kata Kasino.

"Berarti masih toh," kata Indro.

"Ada cerita lagi sih. Batu yang memiliki kemagisan di taruh di dompet. Dengan tujuan usaha yang di jalankan laris gitu. Kenyataan sih memang laris gitu," kata Kasino.

"Hebat juga tuh batu yang memiliki kemagisan itu. Dukunnya hebat juga tuh ngasih penarik rezeki. Agar usaha lancar gitu," kata Indro.

"Ada juga cerita ilmu gendam dan pelet di gunakan untuk menggaet cewek. Tapi ternyata niat yang aslinya, ya mencuri perhiasan ceweklah. Kalau zaman sekarang lebih cenderung Hp yang mahal di pegang cewek lah," kata Kasino.

"Hebat juga ilmu gendam dan pelet itu dapat menggaet cewek. Sebenarnya ilmu gendam dan pelet kaya ilmu hipnotis sih. Dukunnya hebat. Kalau aku sih tidak perlu mencuri harta cewek. Aku inginnya istri dua. Poligami gitu," kata Indro.

"Maunya Indro...poligami," kata Kasino.

"Nama juga cowok. Mencintai satu cinta kan kurang. Kalau dua bolehlah...cukup gitu," kata Indro.

"Aku paham sih. Cowok...Indro itu!" kata Kasino yang tegas.

"Ilmu sirep itu masih ada apa enggak?" kata Indro.

"Ilmu sirep mungkin masih ada. Tujuannya membuat orang tidur dan segera melancarkan kejahatan. Mencuri atau merampok, ya rumah orang kaya jadi sasarannya," kata Kasino.

"Berarti. Polisinya di sirep agar tidur dan di laksanakannya kejahatan untuk membakar kantor polisi," kata Indro.

"Ya bisa jadi sih. Kalau di kaitkan dengan cerita ilmu-ilmu kesesatan gitu," kata Kasino.

"Kacau. Daerah tersebut. Kantor polisi di bakar. Kejahatan makin merajalela itu mah," kata Indro.

"Kantor polisi di bakar. Ya memang kacau lah. Kejahatan makin berani melawan penegak hukum," kata Kasino.

"Takut ah ke daerah itu," kata Indro.

"Kalau takut ke daerah situ, ya di daerah sini aja!" kata Kasino yang tegas.

"Iya," kata Indro.

Indro dan Kasino fokus nonton Tv. Acara berita berganti menjadi acara film yang bagus gitu. Kasino dan Indro, ya terus asik nonton Tv. Sampai Indro teringat sesuatu dan berkata "Kasino."

"Apa?" kata Kasino.

"Ilmu kesesatan tidak di punyai. Biasanya yang melakukan kejahatan dengan menipu salah satunya, uang palsu kan," kata Indro.

"Kalau uang palsu sih. Aku pernah kejadian gitu sih. Kenyataan dalam hidup sih. Memang menipu sih...orang-orang yang berbuat kejahatan itu," kata Kasino.

"Bisa saja dengan cara seperti ini. Saat orang menyewa ojek. Penumpangnya itu membawa alat suntik yang mengandung obat bius di suntikkan di bagian leher tukang ojek tersebut. Tukang ojek yang pingsan itu di buang di tempat sampah. Ya motornya di bawa kabur gitu sama penjahat," kata Indro.

"Nama kejahatan. Ya bisa terjadi seperti di ceritakan Indro," kata Kasino menegaskan omongan Indro.

"Padahal ide cerita itu aku ambil dari terkenal di Tv tentang jarum suntik vaksin covid-19," kata Indro.

"Oooo begitu," kata Kasino.

"Jika kejahatan itu di jalankan sama cewek yang ingin mengambil mobilnya orang-orang kaya dengan cara menyuntikan obat bius. Ya orang-orang kaya yang hidung belang. Cowok yang suka main cewek gitu," kata Indro.

"Membuat kapok cowok hidung belang. Kehilangan mobilnya," kata Kasino.

"Maksudnya begitulah," kata Indro.

"Nama juga kejahatan bisa terjadi sih. Kita kan cuma cerita saja," kata Kasino.

"Memang cuma cerita saja!" kata Indro yang tegas.

Indro dan Kasino, ya fokus nonton Tv lagi. Dono masih asik mengetik di leptopnya dengan baik banget.

Friday, May 21, 2021

LUPA TEPAT WAKTU

Dono mengendarai kudanya dengan santai banget, ya sambil baca buku. Sebuah desa di serang sama segerombolan serigala liar yang haus ingin memangsa manusia, ya bisa di bilang sih monster sih. Para  serigala terus menyerang manusia. Para manusia ada yang melawan serigala dan ada yang melarikan diri. Dono mendengar suara teriakan minta tolong, ya manusia yang di kejar-kejar sama serigala. Segera Dono menghentikan baca bukunya, ya di taruh di dalam tasnya dan di pacu kudanya berlari kencang banget. Orang yang di kejar serigala terjatuh karena terselandung akar. Serigala melompat dan membuka mulutnya dan cakar yang tajam ingin mencabik-cabik manusia. Dono melompat dari kudanya dan menebas serigala dengan pedang, ya menjadi dua. 

"Kamu tidak apa-apa?" tanya Dono.

"Tidak apa-apa?" kata orang itu.

Dono dan orang itu naik kuda, ya bergerak menuju desa yang di serang oleh gerombolan serigala. Sampai di desa. Keadaan desa, ya hancur berantakan gitu. Dono turun dari kudanya, ya segera menyerang serigala dengan menggunakan pedangnya. Satu persatu serigala di kalahkan Dono. Sampai serigala ketakutan, ya melarikan diri dari situ. Sampai di tengah hutan. Serigala yang melarikan diri di bunuh sama manusia yang mengendalikan para serigala tersebut. Ya manusia yang mengendalikan serigala bisa di bilang Setan lah. 

Setan pun bergerak menuju desa. Dono menolong para warga desa yang terluka dengan sihir penyembuhan. Kepala desa pun bercerita tentang warga desa yang di tolak jadi pemimpin di desa dan membuat perjanjian dengan Setan untuk menjadi kepala desa, eeee malah di kendalikan Setan untuk menghancurkan desa. Dono paham cerita kepala desa. Setan sampai di desa. 

Dono menghadapi Setan yang ingin menghancurkan desa. Pertarungan pun sengit banget. Adu pedang pun terjadi. Dono mengerahkan teknik pedangnya dengan baik demi mengalahkan Setan. Memang Dono berhasil memotong tangan kanannya Setan, ya sampai jatuh ke tanah tangan kanannya Setan yang memegang pedang. Setan pun menyatukan tangannya kembali.

"Musuh yang sulit," kata Dono.

Dono harus bekerja keras lagi untuk mengalahkan Setan. Pertarungan pun jadi lebih sengit lagi. Dono pun berkali-kali memotong tubuh Setan, ya tetap kembali bersatu kembali. Setan pun berubah menjadi sosok yang besar banget, ya bisa di bilang monster Setan gitu. Dono tidak gentar menghadapi musuhnya. Pertarungan di lanjutkan dengan baik banget. Setan mengerahkan kemampuannya yang sangat hebat banget. Dono kewalahan dih. Demi menyelamatkan warga desa. Ya Dono mengerahkan kemampuannya dan menggunakan teknik sihir dengan elemen air yang level nya tinggi, yaitu es yang dapat membekukan Setan. 

Ya Setan tidak bisa bergerak di dalam bongkahan es. Dono pun menggunakan teknik pedangnya, ya membelah Setan menjadi dua bagian. Inti kekuatan yang ada di kepala manusia yang di kendalikan Setan, ya terbelah jadi dua. Monster Setan pun musnah. 

"Aku berhasil," kata Dono.

Dono kelelahan menghabisi musuhnya. Para warga desa senang karena Setan telah di kalahkan. Ya akhirnya Dono duduk untuk istirahat. Tiba-tiba kehilangan kesadaran Dono alias pingsan gitu. Kepala desa beserta warga, ya membawa Dono ke kediamana kepala desa. Sampai waktu esok hari. Dono terbangun dari pingsannya. Tahu-tahu ada cewek cantik di sebelahnya. 

"Siapa kamu?" tanya Dono.

"Aku anak kepala desa. Rani. Aku yang merawatmu dari keadaan pingsan," katanya.

"Rani. Terima kasih," kata Dono.

"Iya," kata Rani.

Rani pun keluar dari ruangan tersebut. Dono yang sudah baikkan, ya keluar dari rumahnya kepala desa. Di luar Dono di sambut baik dan di ajak makan sama kepala desa dan juga warga. Dono pun, ya segera menikmati makan dan minuman yang enak. Dono memang tertarik dengan anak kepala desa yang cantik. Setelah di pandang dengan baik, ya wajahnya Rani mirip dengan Rara.

"Kenapa aku tertarik dengan cewek yang parasnya mirip Rara?" kata hati Dono.

Dono males berpikir lebih jauh memikirkan cewek, ya jadinya Dono terus menikmati makan dan minuman yang enak yang di sajikan dengan baik sama kepala desa dan warga desa. Setelah itu. Dono pun pamitan dengan kepala desa dan warga desa untuk melanjutkan perjalanan. Rani memang suka dengan Dono, ya namanya cewek di sembunyikan dengan baik rasa suka itu bisa di bilang malunya cewek deh. Dono pun naik kudanya dan melanjutkan perjalan dengan baik. Seperti biasa kuda di bawa Dono dengan keadaan berjalan santai saja, ya Dono bisa baca buku dengan santai gitu. Sampai di kota. Dono bertemu dengan Rara. Tahu-tahu Rara marah dengan Dono. Rara menyerang Dono dengan pedangnya. Dono menangkisnya dengan pedangnya. Terjadi pertarung pedang antara Dono dan Rara, ya sengit banget. Sampai pedang yang di pegang Rara terlepas dari tangannya, ya jadinya Rara kalah.

"Kenapa Rara menyerang?" kata Dono.

"Kesal," kata Rara.

Rara mengeluarkan sihir elemen airnya yang di arahkan ke Dono. Ya Dono menghindari serangan Rara dengan baik. Cuma gara-gara kulit pisang yang di buang sama anak kecil di jalan. Dono menginjak kulit pisang tersebut. Dono terpeleset dan jatuh ke jalan. Sihir Rara yang elemen air di jatuhkan di atas kepala Dono. Jadi Dono basah deh. Rara yang telah meluapkan kekesalannya, ya pergi gitu. Indro dan Kasino menghampiri Dono yang basah kuyup.

"Lagi-lagi bertengkar dengan Rara," kata Indro.

"Jangan-jangan masalah sepele," kata Kasino.

"Aku baru sampai di sini sudah di serang Rara. Aku sendiri tidak tidak tahu masalahnya," kata Dono.

"Inget-inget Dono. Hari kemarin itu. Hari apa?" kata Indro.

"Hari kemarin. Hari apa?" kata Kasino.

"Hari kemarin. Hari ulang tahun Rara. Aku berjanji untuk merayakan ulang tahunnya. Aku pingsan di desa setelah bertarung dengan Setan. Jadi aku lupa untuk kembali tepat waktu," kata Dono.

"Pantes. Salah paham. Karena keadaan," kata Indro.

"Nama juga janji di buat sama cewek. Raranya menungu janji itu dengan baik. Sampai malu karena Dono sendiri yang salah menggemborkannya mau mengadakan pesta gitu untuk merayakan ulang tahun Rara," kata Kasino.

"Ya aku yang salah. Panteslah Rara marah sama aku," kata Dono.

Dono, Kasino dan Indro meninggalkan tempat tersebut. Dono sampai di peninapan tempatnya Saskia, ya untuk istirahat dan juga membersihkan diri. Dono meminta Saskia untuk membujuk Rara, ya meminta maaf gitu...kalau Dono bertemu dengan Rara yang sedang marah tambah kacau. Rara dan Saskia bicara dengan baik. Ya pada akhirnya api kemarahan Rara padam karena di jelaskan kenapa Dono tidak mengadakan pesta ulang tahun Rara tepat waktu. Rara memaafkan Dono. 

Ya Dono yang telah membersihkan dirinya, ya ke kafe untuk ngobrol dengan Indro dan Kasino.....ngopi-ngopi seperti biasanya. Dono pun bercerita tentang dirinya yang berhasil menyelamatkan desa dari serangan gerombolan serigala dan juga Setan. Kasino dan Indro senang mendengar cerita Dono dengan baik. Dono menceritakan tentang Rani anak kepala desa yang cantik banget yang merawat Dono dari pingsan dan juga Dono tertarik dengan Rani karena parasnya mirip dengan Rara. Rara mendengar cerita Dono yang dekat dengan cewek. Rara yang tadi telah memaafkan Dono, ya sontak api kemarahannya naik lagi. 

Kasino dan Indro melihat Rara jadi ketakutan banget. Dono tidak bisa berkata apa-apa melihat Rara yang marah banget. Rara pun menggunakan sihir elemen airnya ke Dono, ya di buat Dono basah kuyup gitu.

"Dasar cowok. Melihat yang bening dikit belok," kata Saskia.

Saskia dan Rara pun meninggalkan tempat tersebut. Dono pun kapok karena membuat Rara marah lagi. Kasino dan Indro, ya tidak bisa berkata apa-apa melihat keadaan Dono yang basah kuyup gitu. Dono kembali membersihkan dirinya lagi. Kasino dan Indro membersihkan ruangan kafe dengan baik dari pada di marahin sama Saskia, ya berabe deh. Setelah itu. Dono, Kasino dan Indro kembali ngumpul di kafe untuk ngopi-ngopi dan bercerita ini dan itu pokoknya menarik gitu.

MISI RAHASIA

Keadaan memang malam. Kasino menjalankan misi rahasia untuk mengawasi seseorang. Dengan baik Kasino pun sedang mengawasi seorang yang bergerak di malam yang tenang. Sampai di sebuah rumah tua. Kasino melihat orang yang ia awasi masuk rumah tua. Kasino tetap memperhitungkan semuanya dengan baik, agar tidak ketahuan. Orang tersebut berbicara dengan temannya, ya membicarakan tentang rencana merampok. Kasino tak sengaja menjatuhkan kendi tua, ya jadinya terdengar deh suara kendi jatuh.....pada orang-orang yang sedang ngobrol yang menyusun rencana perampokan. Kasino harus bertarung dengan orang yang ia buntutin tersebut bersama dengan teman-temannya.

Pertarungan sengit banget. Adu pedang. Sampai menggunakan teknik sihir gitu. Kasino mengalahkan satu persatu dengan baik. Semuanya di tangkap Kasino dengan cara di ikat dengan tali. Salah satu kabur gitu. Kasino membawa semua penjahat untuk di penjara gitu. Di tempat intrograsi. Kasino memang ingin mencari tahu tentang rencana perampokan tersebut. 

"Rencana pengiriman barang ke kota lain yang akan di rampok. Selfi mendapatkan pekerjaan tersebut," kata Kasino.

Karena sudah tahu tentang kebenaran rencana dari penjahat, ya Kasino segera membawa kudanya dengan cepat menuju tujuan. 

Di kota. Selfi seorang kesatria wanita, ya mendapatkan pekerjaan dari bangsawan untuk mengantarkan barang ke kota lain. Selfi berangkat bersama anak buahnya dengan baik. Kereta kuda di kawal dengan baik sama Selfi dan anak buahnya. Kasino sampai di kediaman Selfi. Ternyata Kasino tidak menjumpai Selfi karena Selfi sudah menjalankan tugasnya mengantarkan barang ke kota lain. Segera Kasino mengendarai kudanya dengan baik menuju arah keberadaan Selfi.

Sampai di tengah hutan. Selfi dan anak buahnya waspada dengan baik. Satu anak panah mengenai anak buah Selfi, ya jatuh dari kuda. Selfi dan anak buahnya lebih waspada lagi. Serangan panah terus di tembakkan dengan baik. Selfi menggunakan pedangnya menangkis panah yang ke arah dirinya.Ya begitu juga anak buahnya. Musuh pun muncul dengan menyerang dengan pedang. Pertarungan sengit. Ya adu pedang dan juga teknik sihir.

Anak buah Selfi pada kalah, ya ada yang mati dan juga terlukan parah. Selfi bertarung habis-habisan dengan baik banget melawan para musuhnya. Selfi pun terpojok di sebuah pohon. Kasino sampai dan segera melompat dari kuda, ya menyerang para penjahat. Pertarungan sengit banget. Adu pedang dan teknik sihir. Kasino mengalahkan satu persatu lawannya dengan baik, ya demi menyelamatkan Selfi. Sampai Kasino berhadapan dengan pemimpin penjahat yang kemampuan pedangnya hebat dan juga teknik sihirnya tinggi.

Kasino mengerahkan seluruh kemampuannya demi orang yang ia cintai. Jadi pertarungan lebih sengit banget. Akhir pertarungan musuh di habisi Kasino dengan teknik sihir elemen angin. Musuh telah kalah semuanya. 

"Selfi tidak apa-apa?" kata Kasino.

"Tidak apa-apa? Terima kasih atas bantuannya!" kata Selfi.

Kasino menolong anak buah Selfi yang bisa di selamatkan dengan sihir penyembuhan, ya begitu juga dengan Selfi. Setelah keadaan baik. Kasino, Selfi dan anak buah Selfi bergerak lagi membawa kereta barang menuju kota yang di tuju. Sampai di kota tujuan. Selfi menyerahkan barang tersebut dengan baik pada pemiliknya, ya bangsawanlah. Selfi, Kasino dan anak buah Selfi, ya berangkat lagi untuk kembali pulang ke rumah.

Perjalanan di jalan dengan baik, ya di buat moment baik sama Kasino dan Selfi. Sampai di rumah Selfi, ya Selfi istirahat. Kasino ke kafe lah untuk ngumpul dengan Dono dan Indro, ya ngopi-ngopi gitu. Kasino bercerita kepada Dono dan Indro, ya tentang dirinya berhasil menggagalkan perampokan dan menolong Selfi.......cewek yang Kasino cintai. Dono dan Indro senang mendengar cerita Kasino yang berhasil menggagalkan rencana perampokan.

Thursday, May 20, 2021

PUTRIKU

Indro bertualang dengan mengendarai kudanya dengan baik. Saat masuk ke hutan yang angker. Kuda bertingkah aneh gitu, ya tanda merasakan ketakutan pada hutan tersebut. Indro pun turun dari kudanya dan mengikatkan tali ke pohon agar kuda tidak kabur. Indro masuk ke dalam hutan dengan perlahan-lahan. Memang berdasarkan rumor masyarakat ada seekor monster di dalam hutan, ya bisa di bilang penguasa hutan gitu. Indro memberanikan diri untuk bertualangan, tujuannya ke hutan yang angker gitu untuk membuktikan kebenaran omongan masyarakat.

Indro tetap berani melangkah masuk lebih dalam ke hutang. Terdengar suara langkah yang cepat banget menuju arah Indro. Dengan sigap Indro merasakan keberadaan musuh yang menyerang. Monster muncul mau menabrak Indro dengan taring yang tajem. Indro melompat dengan tinggi banget sampai naik ke pohon. Monster terus menabrak apa saja di depannya. Biasalah monster Babi, liarnya bukan main.

"Ternyata monster Babi," kata Indro.

Indro pun turun dari pohon dan menghadapi monster Babi. Ya monster Babi balik arahlah dan segera menyerang Indro. Mulai Indro menarik pedangnya dari sarungnya.

"Kau akan kalah monster Babi," kata Indro.

Monster Babi menyerang Indro, ya di tabrak beneran gitu. Indro mengehindari serangan monster Babi dan segera Indro menebas monster Babi dengan pedang, ya menjadi dua bagian gitu. Monster Babi mati deh.

"Monster Babi ini enak di makan dagingnya. Jual lebih untung lagi," kata Indro.

Indro pun memang ingin menjalankan niatnya itu. Tahu-tahu monster bertubuh besar berwarna hijau dan membawa gada, ya menyerang Indro. Untung Indro sigap, jadi menghindari monster hijau nama lainnya monster Ogrer. Ya Monster Ogrer menyerang Indro dengan gadanya terus menerus. Indro pun melawannya dengan pedangnya juga. Pertarungan sangat sengit banget. Indro menggunakan teknik pedangnya dengan baik dan berhasil memotong lengan monster Orger.

Tampa pikir dua kali lagi, ya Indro menebas lehernya monster Orger dengan pedang...sampai terpish kepala dengan badannya. Mati tuh monster Orger. Terdengar suara anak kecil di rimbunnya semak. Indro bergegas ke tempat suara tersebut untuk menolong anak kecil. Ternyata anak kecil itu lagi di serang sama monster Orger. Indro bergerak cepat menyelamatkan anak tersebut. Sampai pedangnya terlepas dari tangannya. Monster Orger menyerang dengan gadanya ke Indro dan juga anak tersebut. Indro tanpa senjata di tangannya, jadi mengeluarkan sihir dari tangannya. Keluarlan sihir elemen api dari tangan Indro, ya menyerang ke monster Orger sampai kena tuh monster. Ya Monster Orger pun hancur lebur dengan api yang membara.

Anak kecil yang di tolong Indro, ya ternyata ayahnya tuh anak kecil mati di bunuh oleh monster. Ya Indro menguburkan dengan baik mayatnya ayahnya anak kecil tersebut. Indro pun membawa anak kecil tersebut pulang ke kota, ya dengan mengendarai kuda lah. Beberapa saat sampai di sebuah penginapan gitu, ya tempat tinggal Indro di situ sih karena Indro kerja di kota. Saskia pemilik penginapan, ya menghampiri Indro.

"Indro anak siapa yang kamu bawa, jangan-jangan Indro selingkuh ya?" kata Saskia yang menyudutkan.

"Saskia ini anak aku tolong di hutan. Ayahnya meninggal di bunuh monster," kata Indro menjelaskan.

"Anak yang kasihan. Badannya kotor. Tante mandiin ya," kata Saskia.

Indro menyerahkan anak kecil yang di gendongnya ke Saskia. Ya Saskia membawa anak kecil ke kamar mandi untuk di mandikan dengan baik, ya setelah itu di berikan pakaian yang layak dan juga makan dan minum. Indro bersantai sambil minum kopi di kafe masih bagian dari penginapan gitu. Kasino  masuk kafe dan menghampiri Indro yang sedang santai.

"Kaya aku punya putri kecil," kata Indro.

"Putri kecil. Indro belum nikah dengan Saskia," kata Kasino.

"Aku hari ini menolong anak kecil dari serangan monster. Ya orang tuanya meninggal di bunuh monster. Tuh anak kecil yatim piatu. Aku angkat jadi anak ku. Ya putri kecil ku," kata Indro.

"Begitu toh ceritanya. Keputusan Indro. Apakah Saskia suka dengan keputusan Indro?" kata Kasino.

"Kenyataan Saskia suka dengan anak kecil. Tuh anak kecil di rawat dengan baik dengan Saskia dengan baik," kata Indro.

"Saskia suka dengan anak kecil. Berarti tidak ada masalahlah," kata Kasino.

Dono baru selesai urusan kerjaanya masuk ke kafe dan menghampiri Kasino dan Indro yang sedang bersantai ngopi gitu.

"Hari melelahkan," kata Dono.

"Don, Indro sudah punya putri kecil," kata Kasino.

"Kan...Indro belum menikah dengan Saskia. Gimana ceritanya sudah dapet anak gitu. Cerita Indro!" kata Dono.

"Aku hari menolong anak kecil dari serangan monster. Ayahnya meninggal di bunuh monster. Ya jadinya aku angkat jadi anak aku saja. Saskia suka dengan anak itu,"kata Indro.

"Begitu toh ceritanya," kata Dono.

Dono, Kasino dan Indro bersantai dengan baik banget gitu, ya ngopi-ngopi gitu untuk menghilangkan rasa lelah kerja seharian gitu. Saskia dan anak kecil yang di berinama dengan baik sama Saskia, nama Zahra. Ya Saskia dan Zahra, ya tidur bareng di kamar gitu.

Tuesday, May 18, 2021

CERITA FANTASI

Dono duduk santai di ruangan di sebuah gedung, ya bisa di sebut kantor. Dono pun melihat keadaan lingkungan dari balik kaca gitu.

"Ramai. Sibuk. Rencana manusia masing-masing," kata Dono. 

Dono masih asik melihat keadaan lingkungan dari balik kaca. Indro masuk ruangan kantornya Dono dan melihat Dono yang sedang duduk santai melihat keadaan lingkungan dari balik kaca. Indro mengambil kursi di bawa ke tempat Dono, ya jadinya duduk di sebelah Dono gitu. 

"Asik bener melihat keadaan," kata Indro. 

"Iya," kata Dono. 

"Keadaan di lingkungan tetap sesuai rencana manusia," kata Indro. 

"Realitanya begitu," kata Dono. 

"Sedikit perubahan. Apa ya?" kata Indro berpikir panjang. 

"Fantasi saja!" kata Dono. 

"Fantasi ya? Ok boleh. Jadi dunia ini jadi dunia kerajaan dan juga ada sihir. Aku jadi seorang kesatria," kata Indro. 

"Kesatria yang menunggang kuda gitu," kata Dono. 

"Seru juga sih nunggang kuda," kata Indro. 

"Naga turun dari langit. Menghancurkan lingkungan dengan semburan apinya yang dasyat banget. Indro yang menjadi kesatria langsung bergerak untuk mengalahkan Naga, ya dengan pedang dan juga sihir," kata Dono. 

"Dono dan Kasino, ya jadi kesatria juga untuk membantu Indro untuk mengalahkan Naga. Dengan penggabungan tiga kekuatan kesatria, ya Naga di kalahkan," kata Indro. 

"Masyarakat senang di tolong sama kesatria karena terselamatkan dari kehancuran total dari amukan Naga," kata Dono. 

"Setelah pertarungan. Ya Indro kencan dengan putri raja yang cantik banget.....Saskia," kata Indro. 

"Kasino masih ada urusan lain, ya pergi ke kota lain dengan berkudalah. Sampai kota tujuan. Kasino mengalahkan para penjahat, ya di bantu oleh kesatria wanita di kota tersebut. Penjahat yang telah di kalahkan, ya di penjara gitu. Kasino pun kencan dengan kesatria wanita, ya Selfi," kata Dono. 

"Sedangkan Dono. Seperti biasa bertengkar dengan Rara. Dari urusan kecil sampai urusan besar. Memang terjadi pertarungan pedang dan juga sihir. Ya pada akhirnya itu cuma ungkapan perasaan Dono dan Rara saja. Ya Dono dan Rara baikkan lagi. Cerita ending cerita yang bagus apa?" kata Indro berpikir panjang. 

"Cerita dewasa apa anak-anak?" kata Dono. 

"Dewasa sih maunya," kata Indro. 

"Kalau cerita dewasa. Ya ending ceritanya. Ciumam saja dengan pasangan masing-masing," kata Dono. 

"Kalau cerita dewasa memang ciuman yang bagus endingnya. Kadang lebih baik ceritanya di buat anak-anak atau sifat segala umur gitu pantes. Ya pegangan tangan saja. Ending deh ceritanya," kata Indro. 

"Emmmm," kata Dono. 

"Ooooo iya Don. Perlombaan menyanyi di Tv, ya peserta menyanyi sudah di ambil namanya apa belum untuk di jadikan tokoh dalam cerita gitu....seperti biasanya?" kata Indro. 

"Belumlah," kata Dono. 

"Belum toh. Jadi Dono masih sibuk lain gitu?!" kata Indro. 

"Ya begitu adanya. Toh itu juga cuma permainan di dalam cerita juga," kata Dono. 

"Memang sih cuma permainan dalam cerita," kata Indro. 

Indro dan Dono terus memandang lingkungan dari balik kaca. Kasino masuk ruangan kantor dan berkata "Don, Indro....waktunya makan siang ini!" 

"Iya," kata Dono dan Indro bersamaan. 

Dono dan Indro, ya keluar dari ruang kantor bersama Kasino. Ketiga pun ke kafe terdekat untuk ngopi-ngopi gitu sekaligus makan siang. Di kafe Dono, Kasino dan Indro bertemu dengan Saskia, Selfi dan Rara. Keadaan jadi penuh kebahagiaan gitu. 

Monday, May 17, 2021

MENGUBAH NASIF

Kasino dan Indro sedang memancing di pinggir sungai. 

"Kasino," kata Indro. 

"Apa?" kata Kasino. 

"Kerjaan masyarakat miskin keluh kesah keadaannya?!" kata Indro. 

"Masyarakat miskin yang berpikir miskin terus, ya keluh kesah sih. Padahal tidak perlu seperti itu. Harus berpikir pinter. Contoh : Jika hidup di pinggir sungai, ya harus melihat lingkungan dengan baik.....apa yang harus di kerjakan untuk mendapatkan rezeki dengan baik. Menangkap ikan di sungai. Hasil menangkap Ikan tersebut di makan sendiri dan di jual," kata Kasino. 

"Kalau hidup di pinggir sungai maka berpikir sama seperti yang di omongin Kasino. Kalau hidup di kota. Tanah punya orang, ya ngontrak. Kerjaan buruh pasar. Gaji pas-pasan untuk hidup satu orang saja. Keluh kesah deh masyarakat miskin," kata Indro. 

"Kalau keadaan seperti itu. Ya mau di kata apa? Hidup di kota harus bekerja keras dengan memanfaatkan ilmu pendidikan. Ya mengikuti perubahan zaman. Maka hidup akan kaya," kata Kasino. 

"Pendidikanlah yang mengubah nasif manusia dari miskin jadi kaya, ya mengikuti perubahan zaman," kata Indro. 

"Contoh : pesawat saja. Di bangun dengan baik. Baik pemerintahan atau swasta. Membuka lapangan pekerjaan. Bidang pendidikan di atur dengan baik. Maka ketika masyarakat miskin yang telah mempunyai pendidikan di bidang urusan pesawat, jadinya kerja di transportasi udara tersebut. Masyarakat miskin kerja jadinya kaya. Berhasil mengubah nasif," kata Kasino. 

"Transportasi udara tidak akan macet kan Kasino?" kata Indro. 

"Transportasi udara, ya tidak akan macetlah. Memangnya transportasi darat...macet. Gara-gara si Komo lewat. Gara-gara jumlah kendaraan mobil dan motor jadi macet. Ya di tanggulangi dengan baiklah agar tidak macet. Jalan ini jalan itu. Alternatif ini dan itu," kata Kasino. 

"Manusia yang mengembangkan kemajuan teknologi. Manusia juga yang harus menanggulangi masalah dari kemajuan itu. Jadi hidup seperti sekarang ini. Yang miskin bisa mengubah nasifnya dari pendidikan jadi kaya dan bisa membeli mobil," kata Indro. 

"Realitanya begitulah," kata Kasino. 

Umpan di makan ikan, ya pancingan segera di tarik sama Kasino. Ya Kasino dapet ikan dan ikan di taruh di ember. Indro lebih bersabar lagi untuk umpan di pancingan ya di makan ikan. Kasino memasang umpan di kail dan segera di lempar lagi ke sungai. Ya mancing lagi Kasino dengan baik. 

"Kasino," kata Indro. 

"Apa?" kata Kasino. 

"Enak ya kerja di bidang industri pertelevisian," kata Indro. 

"Ya enak sih. Karena kerja menghasil uang. Dengan punya uang menjalankan kehidupan ini, ya bisa membeli apa pun yang di inginkan.....sampai mobil di beli," kata Kasino. 

"Pendidikanlah yang mengubah nasif manusia menjadi orang berguna dan kaya, yang kerja di bidang industri pertelevisian itu," kata Indro. 

"Kenyataan begitu. Ada contoh seperti ini : orang miskin yang sering nonton Tv di rumah tetangganya. Dalam hati orang miskin itu. Aku ingin kerja di Tv itu demi masa depan ku lebih baik. Orang miskin itu memegang teguh janji di hatinya untuk bisa kerja di Tv. Orang miskin berusaha mengubah nasifnya dengan jalan pendidikan. Memang ujiannya berat banget. Kendala biaya pendidikan. Orang miskin ingin cita-cita tercapai dengan baik....jadi berusaha mendapatkan beasiswa pendidikan. Sampai akhirnya orang miskin selesai pendidikannya dan kerja di Tv. Cita-citanya tercapai dan mengubah nasifnya jadi orang kaya," kata Kasino. 

"Contoh Kasino....bener banget," kata Indro menegaskan omongan Kasino. 

Umpan di makan ikan, ya Indro segera menarik pancingan dengan baik. Indro dapet ikan dan ikan di taruh di ember. Indro ingin memancing lagi. Keadaan berubah, ya mau hujan. Jadi Indro dan Kasino, ya memutuskan untuk pulang ke rumah. Sampai di jalan raya. Bertemulah Dono yang membawa motor dan menghentikan motornya dekat Kasino dan Indro. 

"Kasino, Indro...naik!" kata Dono. 

"Ok," kata Kasino dan Indro bersamaan. 

Kasino dan Indro naik motor Dono. Jadi bertiga di motor deh. Dono membawa motor dengan baik sampai ke rumah.

ANDAI-ANDAI

Kasino dan Indro sedang duduk di ruang tengah, ya nonton Tv sambil makan kue dan juga minum teh. 

"Kasino," kata Indro. 

"Apa?" kata Kasino. 

"Main seandai-andai saja!" kata Indro. 

"Boleh!" kata Kasino. 

"Jika agama tidak ada. Apa yang akan terjadi pada dunia ini?" kata Indro. 

"Agama tidak ada. Pemikiran seperti ini bagus juga. Ok. Agama tidak ada, maka yang terjadi pada dunia ini. Kehancuran total," kata Kasino. 

"Hancur total," kata Indro. 

"Manusia bertindak seperti binatang semuanya," kata Kasino. 

"Kan ada negara atau kerajaan yang mengatur manusia berdasarkan hukum," kata Indro. 

"Dasar hukum sih. Bener omongan Indro sih. Contoh saja : pencuri. Kalau agama membimbing manusia agar tidak mencuri, ya tetap saja manusianya susah didik jadinya mencuri. Pada akhirnya hukum bertindak untuk membuat efek jera pada pencuri, ya pencuri di penjara gitu. Dari contoh ini. Hukum bertindak lebih baik dari pada agama," kata Kasino. 

"Agama tidak ada. Perselisihan antar agama untuk menunjukkan agama yang benar, ya tidak ada. Toleransi antar agama juga tidak ada," kata Indro. 

"Memang bener sih Indro. Tidak ada agama, maka tidak ada perselisihan antar agama, ya perang agama," kata Kasino. 

"Dunia ini lebih baik tidak ada agama. Hukum negara atau hukum kerajaan yang tegas untuk mengatur manusia lebih baik lagi," kata Indro. 

"Agama tidak ada. Berarti pintu rezeki tertutup Indro dari bidang agama," kata Kasino. 

"Agama tidak ada. Pendidikan agama di dunia di hapuskan semuanya. Pintu rezeki dari bidang agama tertutup. Kacau. Kehancuran total," kata Indro. 

"Benerkan. Kehancuran total," kata Kasino. 

"Jadi agama harus ada. Untuk membuka pintu rezeki di bidang agama. Tujuan agama untuk membentuk karakter manusia menjadi baik yang berbudipekerti yang baik banget. Resiko agama ada, ya perselisihan agama untuk menunjukkan kebenaran dari agama yang di yakini manusia. Jadi hukum negara atau kerajaan harus di tegaskan dengan baik dengan tujuan mencegah perang agama," kata Indro. 

"Emmm," kata Kasino. 

"Ya sudahlah. Kasino andai-andai permainannya selesai!" kata Indro. 

"Emmmm," kata Indro. 

Indro dan Kasino fokus nonton Tv. Sedangkan Dono di ruang tamu, ya sibuk baca buku dengan banget. Ketika Indro teringat sesuatu, ya berkata ke Kasino "Kasino. Budaya bisa jadi agama kan?" 

"Budaya bisa di jadi agama?" kata Kasino berpikir panjang. 

"Pikirkan dengan baik. Bisa kan!" kata Indro. 

"Mungkin sih," kata Kasino. 

"Contoh seperti ini saja : suku pedalalaman dengan aturan adat istiadatnya dari berpakaian, tata cara makan minum, cara memotong hewan, pernikahan sampai cara ibadah memuja Tuhan yang di sembah," kata Indro. 

"Semua aturan di tulis di daun lontar, kulit kayu, kulit binatang dan di dinding batu," kata Kasino. 

"Jadi agama kan. Budaya itu!" kata Indro. 

"Bener omongan Indro sih," kata Kasino menegaskan omongan Indro. 

"Kenyataan tetap kenyataan. Bahwa budaya tidak jadi agama. Budaya tetap budaya," kata Indro. 

"Kenyataannya begitu. Budaya tetap budaya," kata Kasino menegaskan omongan Indro. 

"Budaya Indonesia ini terpengaruh agama yang berkembang di Indonesia," kata Indro. 

"Kenyataan seperti itu. Contoh : wayang kulit. Cerita wayang kulit, ya cerita para dewa. Cerita agama Hindu," kata Kasino. 

"Ya sudahlah Kasino tidak perlu di bahas lebih jauh!" kata Indro. 

"Emmmm," kata Kasino. 

Kasino dan Indro, ya fokus nonton Tv. Acara Tv memang bagus banget sih. Dono tetap baca buku dengan baik di ruang tamu. 

SINGLE

Dono, Kasino dan Indro di ruang tengah sedang nonton Tv dengan berita di tentang seputar artis yang ini dan itu. 

"Don, Kasino. Acara di Tv ini mengangkat topik tentang Single," kata Indro. 

"Artis kebanyakan sudah kaya tetap saja belum punya pasangan. Aneh banget ya. Apa di bilang tidak laku ya? Padahal kecantikkan dan ketampanan tuh artis, ya kalau kaum awam sih banyak yang mau sih....tetap saja kaum awam sih mikir dua kali karena di pikirkan dengan baik kehidupan ini harus berusaha lebih keras lagi agar sukses dan kaya," kata Kasino. 

"Pendapat Kasino, ya seperti itu. Sedangkan pendapat aku sih. Tidak terlalu penting!" kata Dono. 

"Kalau pendapat aku sih. Nama juga sebuah keputusan, ya harus di jalankan dengan baik karena telah di putuskan harus memenuhi janji pada diri. Single," kata Indro. 

"Kalau kata Single itu keputusan Dono dan Indro....gimana di jalankannya?" kata Kasino. 

"Permainan apa serius?" kata Dono. 

"Iya, Kasino apa permainan apa serius?" kata Indro. 

"Serius saja. Kadang dalam kehidupan kenyataan bisa saja keputusan sama dengan artis Tv yang menjalankan kehidupan ini tetap di jalankan Single!" kata Kasino. 

"Serius. Boleh!" kata Dono. 

"Sebenarnya aku?" kata Indro. 

"Tidak bisa serius. Ingin permainan. Berarti Indro tidak bisa melepaskan Saskia karena cinta. Kalau Saskia di ambil Tuhan gimana?" kata Kasino yang tegas banget. 

"Buset Kasino. Ngomong begitu. Parah itu mah," kata Indro. 

"Kan contohnya ada : Dono. Wulan di ambil Tuhan. Dono jadi Single!" kata Kasino yang tegas banget. 

"Memang contohnya sih bener sih. Ok lah serius!" kata Indro yang tegas. 

"Sekarang aku mulai. Aku bisa Single. Alasannya karena aku ambil pokok permasalahan yang terjadi masyarakat belum menemukan jodoh yang tepat karena aku tipe pemilih kaya pekerjaan gitu," kata Kasino. 

"Ya aku sih. Bisa saja Single. Alasannya. Di ambil saja dari pengalaman ku. Wulan di ambil Tuhan. Karena aku tidak bisa melupakan cinta pertama, maka aku putuskan Single. Jadi hidupku terus berlanjut dengan mengenang kebersamaan dengan Wulan. Bisa di sebut terbuai keadaan masa lalu," kata Dono. 

"Giliran aku. Bingung juga ya. Ok lah aku bisa Single. Alasannya. Karena Saskia meminta aku untuk hubungan dihentikan. Saskia ingin melanjutkan kuliah lagi S2 sampai S3-nya," kata Indro. 

"Kalau itu sih. Bentuk pembuktian. Indro bisa nggak setia dengan Saskia. Begitu juga Saskia bisa setia Indro. Sampai tujuan di bidang pendidikan di dapatkan dengan baik," kata Kasino. 

"Bentuk keputusan yang ambil Indro ada baik juga sih. Untuk pola pikir kedewasaan Indro dan Saskia, pembentukan cinta sejati dan juga kesetiaan dalam hubungan. Ujiannya berat banget gitu itu mah!" kata Dono. 

"Sifat aku yang kekanak-kanakan yang suka deketin cewek gitu, ya bisa main di belakang Saskia. Ya jadi ujian aku paling utama itu. Ketika aku Single. Aku sadar banget. Bahwa cinta yang terbaikku adalah Saskia," kata Indro. 

"Di buat serius. Tetap saja permainan juga," kata Kasino. 

"Ya begitulah," kata Dono. 

"Permainan juga akhirnya," kata Indro. 

Indro, Dono dan Kasino, tidak melanjutkan obrolan jadi serius nonton Tv. Acara Tv pun berganti ke acara lain, ya film gitu. Dono yang ada kerjaan jadi beranjak dari duduknya bersama Kasino dan Indro, ya Dono ke kamarnya untuk mengetik di leptopnya. 

"Kasino," kata Indro. 

"Apa lagi?!" kata Kasino. 

"Kadang apa berhenti saja tuh Dono mengetik di leptopnya membuat cerita di Blog-nya? Ya istirahat gitu. Asik nonton Tv bersama kita dengan baik!" kata Indro. 

"Ya keputusan Dono. Mau di kata apa?!" kata Dono. 

"Hoby bercerita!" kata Indro. 

"Emmmm," kata Kasino. 

Kasino dan Indro, ya fokus nonton Tv karena acara Tv bagus banget gitu...film. Dono membuat cerita dengan judul 'Single', ya di dapetkan dari nonton Tv dan di obrolin sama Kasino dan Indro. Seperti biasa. Dono selesai buat cerita, ya main catur di leptopnya dengan baik. 

Saturday, May 15, 2021

BICARA DENGAN ROH

Kasino di halaman belakang, ya merawat dengan baik tanaman di potnya. Indro dan Dono di ruang tengah sedang nonton Tv yang acaranya bagus banget gitu, ya film. Ya Dono dan Indro nonton Tv sambil menikmati minum teh dan juga makan kue yang enak banget gitu. 

"Don," kata Indro. 

"Apa?" kata Dono. 

"Don. Aku ingin minta pendapatmu tentang sesuatu sih. Jika aku mendapatkan cewek yang agamanya Hindu gimana?" kata Indro. 

"Dapet cewek yang agamanya Hindu? Tidak ada masalah sih," kata Dono. 

"Jawabannya gampang banget. Tidak ada masalah," kata Indro. 

"Emmmm," kata Dono. 

"Urusannya pindah agama," kata Indro. 

"Indro itu telah dewasa. Yang menjalankan agama adalah Indro, ya baik dan buruknya. Kalau Indro mampu, ya tuh cewek yang beragama Hindu di bimbing dengan baik mengikuti agamanya Indro....Islam. Sebaliknya... kalau cewek itu membimbing Indro dengan baik, ya mengikuti agamanya cewek itu...Hindu," kata Dono. 

"Sama-sama memberikan pemahaman agama antara aku dan dia Penentang dalam urusan cinta, ya orang tua, ya gara-gara beda agama," kata Indro. 

"Pastinya orang tua menentanglah. Wajar itu. Urusan pindah agama," kata Dono. 

"Kacau itu mah. Ada cara lain nggak Don?!" kata Indro. 

"Cara lain. Bicara dengan Roh saja. Apa pilihan Indro benar atau tidak memilih cewek agama Hindu?" kata Dono. 

"Cewek agama Hindu juga harus bicara dengan Roh juga untuk memutuskan apakah pilihan benar atau tidak untuk memilih aku, ya Don?" kata Indro. 

"Ya boleh juga sih. Jadi Indro yang beragama Islam dengan cewek beragama Hindu di bimbing aku bicara dengan Roh. Harus mengikuti ujiannya. Jika gagal mati. Jika berhasil hidup," kata Dono. 

"Jika gagal mati. Jika berhasil hidup. Ya Don. Kemungkinannya sih gagal, ya mati. Tidak bisa bersatu....Don," kata Indro. 

"Padahal jika berhasil ujiannya, ya hidup gitu dan bisa bicara dengan Roh. Maka Indro dan cewek agama Hindu di jelaskan kebenaran dari agama. Pasti memilih agama yang benar setelah di jelaskan sama Roh dan bisa bersatu dalam satu ikatan satu agama," kata Dono. 

"Kemungkinan berhasil itu kecil. Yang ustad gelar Profesor saja tidak mampu bicara dengan Roh untuk mengetahui kebenaran dari agama, ya begitu juga dengan pemuka agama Hindu juga, ya?!" kata Indro. 

"Kalau itu sih jawabannya ilmunya di pertanyakan?" kata Dono. 

"Padahal, ya Don. Aku mau membicarakan tentang cewek agama Hindu karena aku nonton vidio di Youtobe tentang cowok pindah agama ke Hindu, ya mengikuti agama cewek itu," kata Indro. 

"Jangan-jangan vidio Hindu Bali," kata Dono. 

"Iya Don," kata Indro. 

"Obrolan ini sekedar pendapat saja kan!" kata Dono. 

"Memang sekedar pendapat saja. Kan obrolan dalam kehidupan sehari-hari cenderung orang mengeluarkan pendapat berdasarkan pemahaman ilmunya. Jadi tidak perlu di bahas lebih jauh. Fokus nonton Tv aja!" kata Indro. 

"Emmmm," kata Dono. 

Dono dan Indro fokus nonton Tv, ya memang film ya bagus banget gitu. Kasino terus merawat tanamannya dengan baik banget, ya sampai selesai gitu. Kasino pun instirahat, ya main game di Hp sambil makan kue dan minum teh. 

SELERA COWOK

Keadaan memang masih lebaran gitu. Orang-orang masih pergi ke sana dan ke sini tujuannya silaturahmi dengan keluarga. Mempung ada umur tetap menjalin silaturahmi dengan keluarga dan juga sahabat. Memang masih silaturahmi lokal saja kalau jauh, ya pake vidio call lah. Karena ada cerita tentang seorang anak kecil yang tidak bisa merayakan lebaran dan juga silaturahmi dengan keluarga dan lingkungan, ya anak kecil itu telah meninggal dunia...jadi anak kecil itu tidak panjang umur sih. Dono di ruang tamu sedang asik baca bukunya dengan baik banget. Kasino dan Indro sedang nonton Tv di ruang tamu. Seperti biasanya acara Tv mempersembahkan acara yang bagus-bagus untuk penonton di rumah. Film-film yang menarik gitu. Kasino dan Indro tetap asik nonton film yang bagus gitu, ya buatan anak negeri gitu. Menonton film anak negeri berarti ikut dalam memajukan karya anak negeri dalam bidang perfilm. 

"Kasino, filmnya bagus banget," kata pujian Indro.

"Iya," kata Kasino.

"Sekarang ini tidak di bulan Ramadhan lagi dan juga puasa kan Kasino?" kata Indro.

"Kan sudah lebaran gitu," kata Kasino.

"Berarti boleh membicarakan tentang cewek gitu?!" kata Indro.

"Sebenarnya tidak boleh," kata Kasino.

"Kenapa tidak boleh?" kata Indro.

"Cuma becanda," kata Kasino.

"Ooooo becanda toh," kata Indro.

"Kenapa Indro ingin membicarakan tentang cewek?!" kata Kasino.

"Aku kan cowok gitu. Membicakan lawan jenis itu menarik gitu. Kalau membicarakan tentang cowok, ya berartikan akunya kelainan gitu," kata Indro.

"Membicarakan cewek lebih baik. Normal," kata Kasino menegaskan omongan Indro.

"Permainan seandainya. Pilih artis. Ya artis Bulan apa artis Agatha?" kata Indro.

"Bulan, ya cantik sih. Agatha, ya cantik sih. Di suruh milih. Kalau permainan sih pilih dua-dua saja!" kata Kasino.

"Mulai poligaminya," kata Indro.

"Mencintai dua cewek itu hal biasa. Yang terpenting itu....apakah bisa mencukupi kebutuhan tuh cewek?!" kata Kasino.

"Mencukupi kebutuhan cewek yang di sukai. Ya kalau aku orang kaya raya seperti raja di raja yang punya harta banyak. Otomatis bisa sih. Kenyataan sih, orang biasa saja," kata Indro.

"Sebenarnya sih di bikin mudah saja sih. Banyak permainan di jalan kan cowok untuk bisa mencintai dua cewek yang di sukainya dengan cara permainan kucing-kucingan. Pada akhirnya ketahuan juga. Ya tergantung cowoknya. Pilih salah satu atau lebih baik tinggalkan keduanya dan mendapatkan cewek ketiga yang di sukai," kata Kasino.

"Kayanya cerita ini ada di film-film tema cinta," kata Indro.

"Kesamaan cerita kan biasa," kata Kasino.

"Kembali ke pilihan Kasino. Pilih Bulan apa Agatha?" kata Indro.

"Masih permainan toh. Ok pilih dengan baik. Bulan!" kata Kasino.

"Kenapa Bulan?!" kata Indro.

"Pasti setiap memilih di tanya alasannya. Kenapa pilih Bulan. Kan bisa saja lebih baik Agatha? Jawabanya sih. Aku suka dengan karakter kepolosan dari Bulan," kata Kasino.

"Karakter polos dari Bulan. Kalau aku mengamati dengan baik. Iya juga ya. Memang sih membuat aku tertarik gitu. Ya selera cowok dalam memilih cewek," kata Indro.

"Aku suka dengan cewek itu. Kan belum tentu orang lain suka dengan cewek itu. Maka di sebut selera cowok!" kata Kasino menjelaskan.

"Oooooo iya Kasino. Apa pentingnya Informan dalam sistem kerja?" kata Indro.

"Informan. Apa pentingnya dalam sistem kerja? Kaya main detektif saja!" kata Kasino.

"Dono punya Informan dalam mengumpulkan data fakta," kata Indro.

"Itu sih sistem kerja Pemerintahan. Dono memang bidangnya Pemerintahan, ya cuma tidak kerja di Pemerintahan. Kerjanya Dono, ya Swasta. Jadi Informan itu memang penting banget dalam mengumpulkan data fakta. Jika terjadi masalah. Maka data fakta itu di gunakan dengan baik banget," kata Kasino.

"Ooooo begitu. Jadi penting banget Informan itu," kata Indro.

"Emmm," kata Kasino.

"Ya sudah permainan seandainya milih cewek yang pekerjaannya artis. Fokus nonton Tv aja!" kata Indro.

"Emmmm," kata Kasino.

Kasino dan Indro, ya fokus nonton Tv dengan baik banget. Dono di ruang tamu masih baca buku dengan baik banget.

Friday, May 14, 2021

KRITIK

Dono sedang duduk di ruang tamu, ya sedang baca buku sih. Memang keadaan masih suasana lebaran sih. Indro dan Kasino sedang nonton Tv di ruang tengah. Acara Tv, ya memang bagus banget tentang Bapak B.J. Habibie. 

"Film bangus, ya Kasino," kata Indro.

"Iya," kata Kasino.

"Kaya aku ingin membuat pesawat," kata Indro.

"Membuat pesawat sih. Butuh biaya yang cukup besar," kata Kasino.

"Pesawat yang di buat murah. Pastinya. Pesawat kertas," kata Indro.

"Yo,..i..," kata Kasino.

Saat iklan di Tv. Indro pindah duduknya ke ruang tamu. Kasino menikmati makan kue lebaran dan juga minum sirup dengan rasa jeruk. Indro duduk di sebelah Dono.

"Dono," kata Indro.

"Apa?" kata Dono sambil menghentikan baca bukunya.

"Apakah salah mengkritik seorang Ustad, ya bisa saja gelar pendidikan lebih tinggi dari aku....Profesor gitu?" kata Indro.

"Mengkritik seorang Ustad. Tidak ada masalah sih. Yang terpenting itu Ustad bisa tidak menerima enggak tuh keritikan? Karena kalau Ustad ceramah, ya mendekati mengkritik umat manusia!" kata Dono.

"Ceramah Ustad. Ada sih mengkritik keadaan gitu. Jadi tidak ada masalah mengkritik seorang Ustad," kata Indro.

"Di bidang pendidikan, ya kritik itu biasa. Tujuannya membangun diri seorang menjadi lebih baik lagi," kata Dono.

"Aku paham Don," kata Indro.

"Padahal bila mampu, ya kritik Presiden dan Wakil Presiden lah. Tujuannya agar sistem kerja Pemerintahan berjalan lebih baik lagi sampai tujuan yang paling sempurna dalam tiori pembangunan SDA dan SDM-nya," kata Dono.

"Wah. Aku rakyat kecil... Don. Cuma hal kecil saja aku berani mengkritik. Kalau hal besar aku tidak berani. Kaya mengritik Presiden dan Wakil Presiden," kata Indro.

"Kalau tidak berani berarti...Indro tidak akan terjun kedunia politik. Ya Indro tetap jadi rakyat kecil yang hanya ikut saja tapi tidak bisa mengubah keadaan jika ada masalah di pemerintah," kata Dono.

"Jadi orang politik itu yang mengubah keadaan toh!" kata Indro.

"Iya iyalah," kata Dono.

"Oooo...iya Don. Gimana dengan berita perang di negara lain gitu. Ya heboh sih beritanya?!" kata Indro.

"Berita perang di negara lain. Aku tidak mau ikut campur urusan negara lain yang sedang perang karena ngumpulin data yang fakta itu ribet banget. Aku tidak punya informan negara lain. Sekedar nonton di Tv saja sebagai penonton yang baik saja," kata Dono.

"Informan toh," kata Indro.

"Kalau di Indonesia. Contoh : Aku di Jakarta. Terjadi bencana di Jawa Timur dari berita di Tv atau media apa pun?. Ya aku tidak gampang percaya dengan berita Tv atau media apa pun?. Aku mencari data faktanya dengan cara menelpon keluarga di Jawa Timur. Bisa di sebut Informannya akulah keluarga itu. Baru aku percaya tentang kebenaran suatu berita," kata Dono.

"Dono tidak ikut campur toh!" kata Indro.

"Emmmm," kata Dono.

"Ya sudahlah Don. Aku nonton Tv lagi!" kata Indro.

"Iya," kata Dono.

Dono kembali baca bukunya. Indro pindah duduknya ke ruang tengah untuk nonton Tv lagi bersama Kasino.

Thursday, May 13, 2021

MAWAS DIRI

Keadaan masih suasana lebaran. Dono, Kasino dan Indro telah bermaaf-maafan dengan keluarga dan juga lingkungan sekitar dengan baik banget. Tiba-tiba hari hujan turun tidak deras sih, ya gerimis gitu. Kasino dan Indro duduk di ruang tengah nonton Tv, ya sambil menikmati makan kue lebaran dan juga minum sirum dengan rasa melon. Dono, ya di ruang tamu baca buku gitu sambil menikmati makan kue lebaran dan minum sirup dengan rasa jeruk. 

"Kasino. Ustad di Tv. Ngomongin kepribadian ganda," kata Indro.

"Iya. Dua jiwa dalam satu tubuh," kata Kasino.

"Padahal jiwa itu satu. Jadi jiwa ke dua itu adalah kepalsuan atau kesemuan," kata Indro.

"Sebenarnya terbentuk karena pikiran saja," kata Kasino.

"Jika manusia mengalami kecewaan. Akan terbentuk pikiran kedua. Bisa saja pikiran itu baik atau buruk," kata Indro.

"Contohnya : kaya di film tentang psikopat gitu," kata Kasino.

"Contoh yang di omongin Kasino ada bener sih," kata Indro yang menegaskan omongan Kasino. 

"Ustad di Tv. Menjelaskan silaturahmi ke keluarga dan juga lingkungan. Harus membuka hati dengan baik, ya saling memaafkan. Di sini di maafkan di sana tidak, ya masih ada rasa benci gitu bisa di bilang kepribadian ganda. Jadi harus di maafkan semuanya," kata Indro. 

"Memang harus saling memaafkan di hari lebaran ini. Tapi ini contoh sih, ya bisa saja contoh kenyataan bagi orang pernah menjalankannya seperti ini : jika ada orang jahat telah menusuk aku dan berakibat fatal, ya mendekati kematian, apakah kita harus memaafkan?" kata Indro. 

"Itu sulit untuk di maafkan sih," kata Kasino. 

"Berarti tunggu lebaran berikutnya saja sampai rasa sakit itu hilang," kata Indro. 

"Boleh juga sih," kata Kasino. 

"Seharusnya. Ya di bayar dulu hukumannya penjahat itu, ya di tusuk juga sampai menjelang kematian juga. Seimbang deh. Baru saling memaafkan," kata Indro. 

"Bisa juga seperti omongan Indro," kata Kasino menegaskan omongan Indro. 

"Agama Islam bagus. Maka Agama lain ikut berusaha untuk jadi bagus juga," kata Indro. 

"Kenyataannya begitu. Agama terus berusaha membimbing umat di jalan kebaikan dan tambah berkembang dan jaya," kata Kasino. 

"Ooooo iya. Kasino. Dono sering membuat cerita tentang Roh kan?!" kata Indro. 

"Iya," kata Kasino. 

"Kemungkinan ada pemikiran dari pembaca. Bahwa Dono itu terkena penyakit kejiwaan. Kepribadian ganda kaya omongan Ustad di Tv," kata Indro. 

"Ilmu psikologi. Ilmu kejiwaan. Sebenarnya sih di bilang Dono kena penyakit kejiwaan sih tidak ada masalah. Cerita di buat Dono, ya memang cerita yang di buat sengaja di tutupi kebenarannya. Kalau di cerita sebenarnya bisa kacau urusannya. Karena pernah di proses kenyataan sama Dono," kata Kasino. 

"Kebenaran itu lebih baik misteri," Indro. 

"Maka itu. Seorang Ustad sekali pun yang ngomong kaya di Tv, ya omongan ya harus di balik kan ke Ustad tersebut. Diri Ustad itu mawas diri nggak apa yang ia omongin itu?!" kata Kasino. 

"Omongan Kasino benerlah. Mawas diri!" kata Indro menegaskan omongan Kasino. 

Kasino dan Indro, ya fokus nonton Tv. Dono masih asik baca buku dengan baik banget. 

Wednesday, May 12, 2021

SUASANA LEBARAN

Seusai sholat Idul Fitri di mesjid. Dono, Kasino dan Indro saling bermaaf-maafan dengan orang-orang di lingkungan mesjid, ya seperti biasa sih saudara seiman yang paling dekat karena menegakan agama demi dunia ini di jalan kebaikan. Setelah itu. Dono, Kasino dan Indro pulang ke rumah. Ya Indro dan Kasino menikmati makan yang enak di hari lebaran di ruang makan. Seperti biasa makan yang enak itu buatan Indro. Dono ke dalam kamarnya. Duduklah Dono di dalam kamarnya, ya diam saja gitu. Roh muncul di hadapan Dono.

"Beberapa lebaran telah kamu lewati dengan baik. Setelah kamu selesai ujian kematian mu," kata Roh.

"Iya," kata Dono.

"Kesalahan di masa lalu mu banyak. Karena dirimu masih banyak kebodohannya," kata Roh.

"Iya," kata Dono.

"Seharusnya kamu tidak mempelajari ilmu kematian demi mencari tahu kebenaran. Tentang Ayah mu meninggal," kata Roh.

"Aku salah," kata Dono.

"Aku telah mengajarkan dengan baik. Gimana rasa sakit ketika Ayahmu di uji kematiannya sendiri," kata Roh.

"Penderitaan," kata Dono.

"Aku membimbing mu mengajarkan ilmu agama yang sebenarnya. Paling asli dari ajaran yang sebenarnya. Tujuannnya kamu lebih paham lagi. Untuk apa agama di bangun orang tua dari awal peradaban?" kata Roh.

"Aku paham," kata Dono.

"Jadilah pemuda yang baik!" kata Roh.

"Iya," kata Dono.

"Nikmatilah hidupmu!" kata Roh.

"Iya," kata Dono.

Roh pergi menghilang. Dono keluar dari kamarnya. Ya segera ke ruang makan untuk menikmati makan yang enak di buat Indro. 

"Lebaran ini tetap harus mengikuti keadaan," kata Indro.

"Sebagai rakyat kecil. Harus mengikuti aturan yang di buat Pemerintah demi kesejahteraan rakyatnya," kata Kasino.

"Yang penting itu ibadahkan tetap berjalan baik kan," kata Dono.

"Ibadah tetap berjalan dengan baik,"  kata Indro.

"Aku teringat suasana lebaran di masa kecil. Penuh dengan kecerian," kata Dono.

"Aku juga teringat. Suasana lebaran di masa kecil. Bahagia banget," kata Indro.

"Sama aku teringat suasana lebaran di masa kecil. Ya penuh dengan kecerian dan bahagia banget," kata Kasino.

"Dewasa ini. Nikmati saja dengan penuh kecerian sama dengan masa kecil," kata Dono.

"Idem," kata Indro.

"Tenang dan damai," kata Kasino.

Kasino, Indro dan Dono tetap menikmati makan enak sampai perut ketiganya kenyang. Seperti biasa siapa yang mencuci piring dan gelas habis makan, ya dengan permainan hompimpa dan suit? Ternyata yang kalah adalah Kasino. Segera Kasino dan Indro mencuci piring dan gelas di belakang. Dono dan Indro ke ruang tengah untuk menonton Tv. Ya di pilihlah acara Tv yang menarik sama Indro pake remot. Keduanya asik nonton Tv yang acara bagus banget. Setelah selesai mencuci piring, ya Kasino ke ruang tamu dan segera main game di Hp-nya dengan penuh kesantaian gitu di hari lebaran yang tenang dan damai.

TIDAK TERSESAT

Dono di ruang makan, ya diam sedang mendengarkan suara Roh dengan baik banget. Kasino di halaman belakang, ya memetik buah pepaya yang di rawat dengan baik....mateng gitu. Buah pepaya di cuci dengan baik dan setelah itu di bawa ke dalam rumah di taruh di meja makan. Memang Kasino melihat Dono diam gitu. Kasino duduk dan berkata "Dono....sedang degerin suara Roh ya?" 

"Iya," kata Dono.

"Roh bercerita apa Don?" kata Kasino.

"Kehidupan dunia ini," kata Dono.

"Oooo begitu toh," kata Kasino.

Roh pun pergi dan menghilang gitu. 

"Buah pepayanya mateng ya Kasino?" kata Dono.

"Iya. Rezeki orang yang mau berusaha dengan baik. Dengan lahan kecil pun menghasilkan sesuatu yang baik pula," kata Kasino.

"Pinter Kasino," pujian Dono.

"Hoby ku menanam tanaman gitu," kata Kasino.

"Emmm," kata Dono.

"Ooooo...iya Dono. Masih menulis cerita tentang Roh?"kata Kasino.

"Iya. Masih menulis cerita tentang Roh," kata Dono.

"Masih menulis cerita tentang Roh toh. Tujuannya apa Don?" kata Kasino.

"Tujuannya ya. Sekedar bercerita sih," kata Dono.

"Kalau kita menyakini tentang Roh apa tidak menyimpang dari ajaran agama Don?" kata Kasino.

"Pertanyaan yang bagus banget. Aku tidak tersesat. Karena aku tidak mentuhankan Roh yang aku ceritakan dengan baik. Tuhan yang pantes untuk di sembah adalah Allah SWT," kata Dono.

"Dono. Ternyata pinter. Beda dengan manusia dari dahulu sampai sekarang tidak memahami ilmu dan masih menyembah patung dan gambar-gambar yang di buat mereka sendiri dan di Tuhan kan," kata Kasino.

"Terima kasih atas pujiannya," kata Dono.

"Emmm," kata Kasino.

"Kalau begitu aku mau mengetik ah!" kata Dono.

"Iya," kata Kasino.

Kasino tetap di ruang makan, ya main game di Hp-nya dengan baik. Dono bergerak ke kamarnya dan segera mengetik di leptopnya membuat cerita yang baik gitu seperti biasanya. Indro yang sedang duduk di ruang tamu sedang main game di Hp-nya. Terdengar suara dari balik pintu "Paket."

"Iya," kata Indro sambil menghentikan main game di Hp-nya.

Indro membuka pintu dengan baik. Cowok keren terlihat, ya tukang paket gitu. Cowok itu menyebutkan harga barang yang harus di bayar dan menyerahkan paket ke Indro. Ya Indro mengeluarkan uangnya dari dompetnya dan memberikan uang ke tukang paket. 

"Terima kasih," kata cowok itu.

"Iya. Sama-sama," kata Indro.

Cowok itu pergi meninggalkan rumah Indro dengan membawa motornya dengan baik, ya mengantarkan paket ke tempat lain. Indro menutup pintu dengan baik. Paket di buka dengan Indro, ya memeriksa barang yang ia beli lewat jaringan online lah. 

"Ok bagus. Aku jadi lebaran," kata Indro.

Indro pun menaruh barang tersebut di kamarnya dan melanjutkan main game di Hp-nya dengan baik.

Tuesday, May 11, 2021

PEMUDA YANG POLOS

Dono di ruang tamu sedang baca statistik Blognya untuk melihat dengan baik reting bacaan pada cerpen yang telah di publikasikan di Hp-nya.

"Ini cerpen. Apa judul yang membuat reting baca naik, apa isi dari cerpen?" kata Dono.

Dono terus melihat dengan baik statistik reting baca. Indro selesai urusan dengan pekerjaan, ya keluar dari kamarnya menuju ruang tamu. Terdengar suara toa dari mesjid tentang pemberitahuan pembagian zakat ke warga miskin kepada warga yang telah mendapatkan kupon. Dono mengabaikan pemberitahuan dari toa, ya sibuk melihat statistik reting bacanya. Indro juga mengabaikan toa pemberitahuan dari mesjid yang berkaitan dengan pembagian zakat.

Indro duduk, ya sambil melihat Dono yang sibuk melihat sesuatu di Hp-nya. 

"Dono," kata Indro. 

"Apa?" kata Dono sambil berhenti melihat statistik reting baca di Hp-nya. 

"Lagi lihat apa di Hp. Sampe serius banget?!" kata Indro. 

"Lagi melihat data statistik reting baca cerpen yang telah di publikasikan. Aku penasaran saja. Apakah judul cerpen yang membuat reting baca naik dan apakah karena isi cerita cerpen padahal isi cerpen biasa aja gitu, ya beda dengan penulis cerpen kawakan yang penggemar banyak  kaya artis jadinya gitu?!" kata Dono. 

"Reting baca toh!" kata Indro. 

"Kemungkinan sih judul cerpen yang membuat reting baca naik," kata Dono yang berpikir panjang. 

"Mungkin Don!" kata Indro. 

"Mungkin," kata Dono. 

"Ooooo iya...Don. Aku ingin tahu sesuatu?!" kata Indro. 

"Apa?" kata Dono. 

"Dono sering menulis cerita cerpen di kaitkan dengan artis. Jadi cerpen Dono mengikuti ke populeran dari artis dan hasilnya cerpen Dono jadi populer juga gitu?" kata Indro. 

"Mengekor kepopuleran dari artis demi tujuan cerpen populer juga. Aku tidak kepikiran sampai sana ya? Yang aku pikirkan cuma cerita saja dengan baik," kata Dono. 

"Dono pola pikirannya seperti pemuda yang polos ya. Padahal banyak di jaringan internet mengkaitkan ini dan itu dengan tujuannya Blog mereka terkenal dan juga kaya gitu," kata Indro. 

"Blog ku kan tidak ada iklannya dan di buat jauh dari standar gitu. Ya tidak mungkin lah tujuannya sama dengan Blog yang lain populer dan kaya," kata Dono. 

"Berarti cuma sekedar cerita. Konsep awal dan akhir. Dan tidak termasuk mengekor kepopuleran dari artis tujuannya jadi populer gitu. Beda dengan Blog yang lain yang punya kualitas luar biasa gitu. Baik sistem kerjanya individu maupun kelompok," kata Indro. 

"Emmm," kata Dono. 

"Kalau begitu aku main game ah!" kata Indro. 

"Emmm," kata Dono. 

Dono tidak melanjutkan melihat statistik reting baca di Hp-nya, ya jadi main game di Hp-nya. Indro telah asik main game di Hp-nya. Kasino selesai juga dengan kerjaan di kamarnya, ya pembukuan. Kasino keluar dari kamar ke ruang tengah untuk nonton Tv. Baru menghidupkan Tv pake remot. Terdengar suara adzan dari mesjid. Kasino mematikan Tv pake remot dan kebelakang untuk mengambil wudu. Dono dan Indro berhenti main game di Hp-nya, ya kebelakang untuk mengambil wudu. 

Kasino, Dono dan Indro telah mengambil wudu di belakang, ya bergerak ke kamar khusus untuk sholat. Seperti biasa ketiganya main hompimpa dan suit untuk menentukan siapa yang kalah jadi imam sholat? Ternyata yang kalah adalah Indro. Segeralah melaksanakan sholat dhuzur dengan penuh khusukkan sampai selesai. 

Selesai sholat ketiganya, ya zikir dan doa. Setelah itu. Dono tetap di kamar khusus tempat sholat, ya baca Al-Qur-an. Kasino dan Indro ke luar dari kamar menuju ruang tengah untuk nonton Tv. Duduk keduanya. Ya Indro menghidupkan Tv pake remot dan di pilih chenel acara Tv-nya berita ini dan itu. Indro dan Kasino, ya santai nonton berita

TUJUANNYA

Indro keluar dari kamarnya membawa kardus berisi benda-benda. Di ruang tamu, ya Indro menaruh benda-benda tersebut di meja.

"Aku mulai permainannya," kata Indro.

Indro pun menyembah tuh benda-benda sesuai ajaran agama gitu, ya ceritanya gitu. Kasino keluar dari kamar menuju ruang tamu, ya memang sih melihat Indro sedang menyembah-menyembah benda-benda.

"Indro bikin main lagi," kata Kasino.

Kasino yang tidak peduli ulah Indro, ya ke ruang tengah untuk nonton Tv. Duduk Kasino di ruang tengah, ya mengambil remot di meja dan di hidupkan Tv. Kasino memilih chenel Tv yang menarik acaranya dan di pilih sinetron tema misteri gitu. Dono selesai urusannya di kamarnya, ya keluar dari kamar dan memang ke ruang tengah melihat Kasino sedang asik nonton Tv dengan acara sinetron misteri.

"Misteri yang bagus," kata Dono.

Dono pun bergerak ke ruang tamu. Kasino tetap asik nonton Tv sinetron misteri. Dono di ruang tamu, ya duduk di ruang tamu dan melihat ulah Indro sedang menyembah benda-benda di meja.

"Sampai kapan Indro menyembah benda itu?" kata Dono.

"Dono. Cuma mainan saja!" kata Indro.

"Ooooo cuma mainan saja toh. Jadi benda yang berjejer di meja. Ada miniantur kabah, salif, patung budha, patung dewa wisnu, dan banyak lainnya," kata Dono.

"Sebenarnya sih Don. Manusia menyembah benda ini, ya kenyataannya berdasarkan pandangan aku saja dalam pola pikir pendek gitu," kata Indro.

"Pandangan Indro. Kebiasaan manusia yang menjalankan ajaran agama, ya kenyataannya. Sedangkan Indro cuma contoh kecil saja!" kata Dono.

"Maksudnya itu Don!" kata Indro.

"Dapet apa dari menyembah dari benda-benda itu?" kata Dono.

"Ya tidak dapet apa-apa? Suara Roh pun tidak dapet gitu!" kata Indro.

"Agama sebenarnya tujuannya mengajarkan manusia untuk berjalan di muka bumi ini di jalan kebaikkan. Membina diri dengan baik, keluarga, teman dan orang lain," kata Dono.

"Aku paham tujuan agama yang berkembang di dunia ini untuk membimbing manusia di jalan kebaikan," kata Indro.

"Kalau tentang Roh, ya sebenarnya sih. Tergantung ilmu sih. Bagi yang bisa memahami ilmu, ya pasti bisa mendengarkan Roh dan akan di jelaskan kebenaran dari agama," kata Dono.

"Memahami ilmu toh sampai bisa mendengarkan Roh. Susah juga. Dengan jalan kesyirikan pun belum tentu, ya sampai aku menyembah patung setan sekali pun," kata Indro.

"Memang susah," kata Dono. 

"Kalau begitu udahan ah main ya!" kata Indro memasukan benda-benda ke dalam kardus. 

"Indro kelakuannya anak kecil," kata Dono. 

"Kalau begitu aku main game saja!" kata Indro. 

"Emmm," kata Dono. 

Dono mengambil buku di bawah meja dan segera di bacanya dengan baik. Indro sudah asik main game di Hp-nya. Kasino masih asik nonton Tv karena memang sinetron misteri bagus gitu.

TERGANTUNG

Dono, Kasino dan Indro di mesjid, ya mengikuti acara i'tikaf di mesjid seperti biasa baca Al-Qur'an bergantian gitu dengan remaja yang lain. Ketika waktu istirahat. Dono keluar dari mesjid ke rumah Joni yang dekat mesjid, sekedar urusan kerjaan, ya ngonrol dengan Joni dan minjem leptop untuk mengetik cerita di Blognya. Kasino dan Indro, ya keluar dari mesjid dan duduk di teras mesjid sambil memandang langit gelap bertabur bintang sambil minum kopi keduanya.

"Kasino," kata Indro.

"Apa?" kata Kasino.

"Hari ini hari yang tenang," kata Indro.

"Iya," kata Kasino.

"Ooo iya Kasino boleh enggak ngobrol tentang cewek?" kata Indro.

"Masih bulan Ramadhan. Gimana ya?" kata Kasino berpikir panjang.

"Boleh nggak?" kata Indro.

"Ya....ya boleh!" kata Kasino.

"Boleh toh. Begini. Cewek itu lebih suka cowok yang umurnya di atas dirinya, sama dengan dirinya satu lagi di bawah dirinya?" kata Indro.

"Tergantung," kata Kasino.

"Tergantung, ya mati Kasino?" kata Indro bercanda.

"Siapa bunuh diri?" kata Kasino mengikuti permainan Indro.

"Ok. Cuma becanda kok," kata Indro.

"Aku paham," kata Kasino.

"Tergantung dari cewek toh," kata Indro.

"Kalau ceweknya statusnnya janda. Cowok di bawah umurnya ya di makan. Yang penting ada yang menyukainya gitu. Bobonya anget gitu jadinya," kata Kasino.

"Iya juga ya. Kalau janda di makan tuh cowok di bawah umurnya," kata Indro.

"Cewek perawan tua pun jika dapet cowok di bawah umur, ya di makanlah," kata Kasino.

"Iya juga ya. Cewek perawan tua dapet cowok di bawah umurnya, ya di makanlah. Nikah deh. Tidur tidak sendiri lagi. Bobonya anget gitu," kata Indro.

"Cewek sebenarnya paling suka dengan cowok yang umurnya di atas dirinya. Dirinya cewek itu jadi manja terhadap cowok di atas dirinya," kata Kasino.

"Iya juga ya. Cewek paling suka dengan cowok yang umurnya di atas dirinya. Itu mah banyak cerita kenyataannya," kata Indro.

"Sama halnya cewek suka sama dengan cowok yang umurnya sama. Ceritanya pun lebih banyak sih," kata Kasino.

"Kalau sama umurnya sih memang banyak ceritanya," kata Indro.

Indro dan Kasino minum kopinya.

"Kemarin ada cerita tentang artis rambutnya gondrong, ya kita bahas dalam cerita kan?" kata Indro.

"Aku inget dengan baik. Ya iya sih. Kita ngobrol tentang artis yang rambutnya gondrong sih,"kata Kasino.

"Gaya penulis itu dari lulus SMA rambutnya gondrong kan?!" kata Indro.

"Penulis. Ya iya lah. Temannya penulis saja ada yang rambutnya gondrong. Tetap menetapi di jalan kebaikan, ya ibadah gitu," kata Kasino.

"Gaya boleh rambut gondrong. Yang penting ibadah jalan terus," kata Indro.

"Masuk yuk!" kata Kasino.

"Ayuk," kata Indro.

Indro dan Kasino masuk ke dalam mesjid untuk melanjutkan acara i'tikaf di mesjid. Dono selesai urusan dengan Joni dan telah mempublikasikan cerita di Blognya. Dono dan Joni, ya kembali ke mesjid untuk melanjutkan acara i'tikaf di mesjid. Seperti biasa baca Al-Qur'an bergantian.

ABSTRAK

Dono, Kasino dan Indro selesai buka puasa. Seperti biasa sih siapa yang mencuci piring dan gelas di tentukan dengan hompimpa dan suit? Tenyata yang kalah adalah Dono. Kasino dan Indro wudu di belakang. Setelah itu. Kasino dan Indro ke kamar untuk sholat magrib, ya nunggu Dono sih. Selesai mencuci piring dan gelas dan di taruh di rak, ya Dono wudu di belakang. Setelah itu. Dono ke kamar khusus untuk sholat. Dono, Kasino dan Indro, ya seperti biasa untuk menentukan imam sholat dengan permainan hompimpa dan suit. Yang kalah ternyata Indro. Jadi Indro jadi imam sholat.

Sholat magrib di jalankan dengan penuh ke khusukkan dengan baik banget, ya sampai selesai gitu. Ketiganya berzikir dan berdoa. Kasino selesai berzikir dan berdoa, ya keluar dari kamar khusus untuk sholat langsung menuju kamarnya untuk berbenah diri untuk berangkat ke mesjid. 

Dono dan Indro, ya selesai berzikir dan berdoa. 

"Don," kata Indro. 

"Apa?" kata Dono. 

"Cerpen di Blog mu Don. Aku baca tentang cerita ketentuan tanggal Idul Fitri?" kata Indro. 

"Ooooo itu. Emangnya ada masalah di tulis begitu?" kata Dono. 

"Kali aja ada masalah gitu?!" kata Indro. 

"Tenang Indro. Cerpen ku itu bentuk Abstrak beda dengan artikel. Dibuat apa pun hasilnya tetap nilai positif. Karena sekedar cerita saja. Hoby gitu," kata Dono. 

"Ya aku sih tahu sih. Abstrak bentuk cerpen Dono itu. Tentang penanggalan Idul Fitri itu?" kata Indro. 

"Sudah di bilangin tidak ada masalah. Karena aku tidak menulis tahun dari perayaan Idul Fitrinya," kata Dono. 

"Tahunnya toh. Iya juga ya. Cuma tanggal saja. Tahunnya tidak di tulis. Bener-bener Abstrak tuh Blog. Ya tidak ada masalah toh," kata Indro. 

"Tidak ada masalah. Abstrak cerpen gitu. Beda dengan artikel gitu ada dampaknya. Contoh : ada artikel tentang artis mati karena kesetrum artikel pada masa lampau cerita itu. Sampai masa depan tuh artikel jadi jawaban. bahwa di masa lalu artikel itu berita kebohongan di masa depan pun artikel itu kebohongan juga," kata Dono. 

"Aku pernah baca tuh artikel," kata Indro. 

"Maka itu. Cerpen ku tidak ada masalah. Abstrak. Beda dengan artikel berdampak ini dan itu," kata Dono. 

"Bener Don. Omongan mu!" kata Indro. 

"Kalau begitu. Kita mesjid!" kata Dono. 

"Iya," kata Indro. 

Indro dan Dono, ya keluar dari kamar khusus sholat ke kamar masing-masing untuk berbenah diri gitu. Setelah itu baru ketiganya berangkat ke mesjid dengan berjalan cepat. Sampai adzan isya di kumandangkan. Dono, Kasino dan Indro segera melaksanakan sholat isya bersama umat lainnya. 

Sholat isya berjalan dengan khusuk sampai selesai dan di lanjutkan sholat tarawih di jalankan khusuk sampai selesai. Baru deh acara i'tikaf gitu di mesjid.

KEBETULAN SAJA

Kasino sedang duduk di ruang tamu sambil main game di Hp-nya. Indro di ruang tengah sedang nonton Tv. Acara Tv, ya berita gitu.

"Beritanya masih seputar ini dan itu," kata Indro.

Indro terus menonton Tv dengan baik. 

"Ooooo beritanya tentang sidang isbat untuk menentukan lebaran Idul Fitri 1 Syawal toh seperti biasanya," kata Indro.

Saat iklan di Tv. Indro beranjak dari duduknya di ruang tengah ke ruang tamu. Indro melihat kalender yang di pajang dinding di ruang tamu. 

"Lebaran jatuh pada tanggal 12 Mei toh," kata Indro.

Indro memastikan penanggalan lebaran di Hp-nya, ya jaringan internet gitu. Indro mengetik di kolom pencarian 'Lebaran Idul Fitri'. Secara otomatis. Jaringan internet menunjukkan lebaran Idul Fitri jatuh pada tanggal 12 Mei.

"Lebaran Idul Fitri. 12 Mei toh," kata Indro.

Indro membaca artikel-artikel tentang kaitkannya dengan tanggal penentuan lebaran Idul Fitri.

"Ooooo ada artikel. Yang menjelaskan Idul Fitri jatuh pada tanggal 13 Mei toh. PP Muhammadiyah," kata Indro.

Indro paham sih artikel di tulis begini dan begitu sih. Indro pun duduk di ruang tamu.

"Kasino," kata Indro.

"Apa?" kata Kasino berhenti main game di Hp-nya. 

"Besok kita lebaran ya Kasino?" kata Indro.

"Sebentar aku cek dulu. Maklum banyak urusan kadang lupa," kata Kasino

"Iya, aku mengerti," kata Indro.

Indro menunggu dengan baik. Kasino membuka jaringan internet di Hp-nya dan mengetik di kolom pencarian 'Lebaran Idul Fitri'. Secara otomatis. Muncul tanggal menentukan lebaran Idul Fitri, ya Kasino membaca dengan baik "Lebaran Idul Fitri jatuh pada tanggal 12 Mei."

"Jadi 12 Mei itu besok. Jadi besok lebaran Idul Fitri," kata Indro.

"Kalau besok lebaran, ya sholat Idul Fitri lah!" kata Kasino.

"12 Mei. Sebenarnya lebih baik 13 Mei," kata Indro.

"Kenapa dengan 12 Mei dan kenapa lebih baik 13 Mei?!" kata Kasino.

"12 Mei itu tanggal kelahiran penulis, ya termasuk ulang tahunnya penulis. Kalau besok lebaran, ya jadinya sama aja merayakan ulang tahun penulis. Maka itu lebih baik 13 Mei jadi tidak merayakan ulang tahunnya penulis dan juga lebih baik lebaran Idul Fitri 1 Syawal berdasarkan PP Muhammadiyah," kata Indro.

"Ooooo gitu toh. 12 Mei ulang tahun penulis. Aku saja lupa. Jadi 12 Mei jatuhnya lebaran Idul Fitri 1 Syawal toh, ya sekaligus merayakan ulang tahun penulis toh itu sih kebetulan saja. 13 Mei itu lebaran Idul Fitri 1 Syawal berdasarkan PP Muhammadiyah," kata Kasino. 

"Saling berkaitan berdasarkan ketepatan waktu," kata Indro. 

"Kenyataannya begitu kan," kata Kasino. 

"Jadi mengikuti aturan Pemerintah dalam menjalankan ibadah sholat Idul Fitri....besok atau besok lagi," kata Indro. 

"Seperti biasanya saja. Kita ini rakyat kecil di atur pemimpin yang memimpin negeri ini. Ikutin saja," kata Kasino. 

"Ikut saja. Nama juga rakyat kecil," kata Indro. 

"Emmmm," kata Kasino. 

"Kalau begitu aku kembali nonton Tv lagi!" kata Indro. 

"Iya," kata Kasino. 

Kasino melanjutkan main game di Hp-nya. Indro pindah duduknya ke ruang tengah untuk melanjutkan nonton Tv, ya acara tetap berita ini dan itu. Sedangkan Dono di kamarnya, ya selesai mengetik di leptopnya dan hasil ketikan di simpan dengan baik. Dono melihat tanggal di leptopnya. 

"Hari ini tanggal 11 Mei. Besok 12 Mei itu 1 Syawal lebaran Idul Fitri," kata Dono. 

Dono pun berpikir sesuatu dengan baik. 

"Ooooo iya. 12 Mei itu ulang tahunnya penulis jadi kebetulan saja gitu dalam ketentuan waktu 12 Mei itu perayaan Idul Fitri 1 Syawal. Kaya ada yang aneh ya?" kata Dono. 

Dono membuka jaringan internet dengan baik banget di leptopnya, ya membaca artikel dengan baik yang ini dan itu. 

"Ooooo. Ada artikel menjelaskan tanggal 13 Mei lebaran Idul Fitri 1 Syawal toh. Dari PP Muhammadiyah," kata Dono. 

Dono mengambil kitab Al-Qur'an di meja dan segera baca Al-Qur'an dengan baik banget. 

CAMPUR ADUK

BAD NEWS BEARS

Malam hari, ya bulan bersinar dengan baik. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus...tema cinta di chenel MDTV, ya seperti biasa s...

CAMPUR ADUK