CAMPUR ADUK
Tuesday, May 18, 2021
CERITA FANTASI
Monday, May 17, 2021
MENGUBAH NASIF
ANDAI-ANDAI
SINGLE
Saturday, May 15, 2021
BICARA DENGAN ROH
SELERA COWOK
"Kasino, filmnya bagus banget," kata pujian Indro.
"Iya," kata Kasino.
"Sekarang ini tidak di bulan Ramadhan lagi dan juga puasa kan Kasino?" kata Indro.
"Kan sudah lebaran gitu," kata Kasino.
"Berarti boleh membicarakan tentang cewek gitu?!" kata Indro.
"Sebenarnya tidak boleh," kata Kasino.
"Kenapa tidak boleh?" kata Indro.
"Cuma becanda," kata Kasino.
"Ooooo becanda toh," kata Indro.
"Kenapa Indro ingin membicarakan tentang cewek?!" kata Kasino.
"Aku kan cowok gitu. Membicakan lawan jenis itu menarik gitu. Kalau membicarakan tentang cowok, ya berartikan akunya kelainan gitu," kata Indro.
"Membicarakan cewek lebih baik. Normal," kata Kasino menegaskan omongan Indro.
"Permainan seandainya. Pilih artis. Ya artis Bulan apa artis Agatha?" kata Indro.
"Bulan, ya cantik sih. Agatha, ya cantik sih. Di suruh milih. Kalau permainan sih pilih dua-dua saja!" kata Kasino.
"Mulai poligaminya," kata Indro.
"Mencintai dua cewek itu hal biasa. Yang terpenting itu....apakah bisa mencukupi kebutuhan tuh cewek?!" kata Kasino.
"Mencukupi kebutuhan cewek yang di sukai. Ya kalau aku orang kaya raya seperti raja di raja yang punya harta banyak. Otomatis bisa sih. Kenyataan sih, orang biasa saja," kata Indro.
"Sebenarnya sih di bikin mudah saja sih. Banyak permainan di jalan kan cowok untuk bisa mencintai dua cewek yang di sukainya dengan cara permainan kucing-kucingan. Pada akhirnya ketahuan juga. Ya tergantung cowoknya. Pilih salah satu atau lebih baik tinggalkan keduanya dan mendapatkan cewek ketiga yang di sukai," kata Kasino.
"Kayanya cerita ini ada di film-film tema cinta," kata Indro.
"Kesamaan cerita kan biasa," kata Kasino.
"Kembali ke pilihan Kasino. Pilih Bulan apa Agatha?" kata Indro.
"Masih permainan toh. Ok pilih dengan baik. Bulan!" kata Kasino.
"Kenapa Bulan?!" kata Indro.
"Pasti setiap memilih di tanya alasannya. Kenapa pilih Bulan. Kan bisa saja lebih baik Agatha? Jawabanya sih. Aku suka dengan karakter kepolosan dari Bulan," kata Kasino.
"Karakter polos dari Bulan. Kalau aku mengamati dengan baik. Iya juga ya. Memang sih membuat aku tertarik gitu. Ya selera cowok dalam memilih cewek," kata Indro.
"Aku suka dengan cewek itu. Kan belum tentu orang lain suka dengan cewek itu. Maka di sebut selera cowok!" kata Kasino menjelaskan.
"Oooooo iya Kasino. Apa pentingnya Informan dalam sistem kerja?" kata Indro.
"Informan. Apa pentingnya dalam sistem kerja? Kaya main detektif saja!" kata Kasino.
"Dono punya Informan dalam mengumpulkan data fakta," kata Indro.
"Itu sih sistem kerja Pemerintahan. Dono memang bidangnya Pemerintahan, ya cuma tidak kerja di Pemerintahan. Kerjanya Dono, ya Swasta. Jadi Informan itu memang penting banget dalam mengumpulkan data fakta. Jika terjadi masalah. Maka data fakta itu di gunakan dengan baik banget," kata Kasino.
"Ooooo begitu. Jadi penting banget Informan itu," kata Indro.
"Emmm," kata Kasino.
"Ya sudah permainan seandainya milih cewek yang pekerjaannya artis. Fokus nonton Tv aja!" kata Indro.
"Emmmm," kata Kasino.
Kasino dan Indro, ya fokus nonton Tv dengan baik banget. Dono di ruang tamu masih baca buku dengan baik banget.
Friday, May 14, 2021
KRITIK
"Film bangus, ya Kasino," kata Indro.
"Iya," kata Kasino.
"Kaya aku ingin membuat pesawat," kata Indro.
"Membuat pesawat sih. Butuh biaya yang cukup besar," kata Kasino.
"Pesawat yang di buat murah. Pastinya. Pesawat kertas," kata Indro.
"Yo,..i..," kata Kasino.
Saat iklan di Tv. Indro pindah duduknya ke ruang tamu. Kasino menikmati makan kue lebaran dan juga minum sirup dengan rasa jeruk. Indro duduk di sebelah Dono.
"Dono," kata Indro.
"Apa?" kata Dono sambil menghentikan baca bukunya.
"Apakah salah mengkritik seorang Ustad, ya bisa saja gelar pendidikan lebih tinggi dari aku....Profesor gitu?" kata Indro.
"Mengkritik seorang Ustad. Tidak ada masalah sih. Yang terpenting itu Ustad bisa tidak menerima enggak tuh keritikan? Karena kalau Ustad ceramah, ya mendekati mengkritik umat manusia!" kata Dono.
"Ceramah Ustad. Ada sih mengkritik keadaan gitu. Jadi tidak ada masalah mengkritik seorang Ustad," kata Indro.
"Di bidang pendidikan, ya kritik itu biasa. Tujuannya membangun diri seorang menjadi lebih baik lagi," kata Dono.
"Aku paham Don," kata Indro.
"Padahal bila mampu, ya kritik Presiden dan Wakil Presiden lah. Tujuannya agar sistem kerja Pemerintahan berjalan lebih baik lagi sampai tujuan yang paling sempurna dalam tiori pembangunan SDA dan SDM-nya," kata Dono.
"Wah. Aku rakyat kecil... Don. Cuma hal kecil saja aku berani mengkritik. Kalau hal besar aku tidak berani. Kaya mengritik Presiden dan Wakil Presiden," kata Indro.
"Kalau tidak berani berarti...Indro tidak akan terjun kedunia politik. Ya Indro tetap jadi rakyat kecil yang hanya ikut saja tapi tidak bisa mengubah keadaan jika ada masalah di pemerintah," kata Dono.
"Jadi orang politik itu yang mengubah keadaan toh!" kata Indro.
"Iya iyalah," kata Dono.
"Oooo...iya Don. Gimana dengan berita perang di negara lain gitu. Ya heboh sih beritanya?!" kata Indro.
"Berita perang di negara lain. Aku tidak mau ikut campur urusan negara lain yang sedang perang karena ngumpulin data yang fakta itu ribet banget. Aku tidak punya informan negara lain. Sekedar nonton di Tv saja sebagai penonton yang baik saja," kata Dono.
"Informan toh," kata Indro.
"Kalau di Indonesia. Contoh : Aku di Jakarta. Terjadi bencana di Jawa Timur dari berita di Tv atau media apa pun?. Ya aku tidak gampang percaya dengan berita Tv atau media apa pun?. Aku mencari data faktanya dengan cara menelpon keluarga di Jawa Timur. Bisa di sebut Informannya akulah keluarga itu. Baru aku percaya tentang kebenaran suatu berita," kata Dono.
"Dono tidak ikut campur toh!" kata Indro.
"Emmmm," kata Dono.
"Ya sudahlah Don. Aku nonton Tv lagi!" kata Indro.
"Iya," kata Dono.
Dono kembali baca bukunya. Indro pindah duduknya ke ruang tengah untuk nonton Tv lagi bersama Kasino.
Thursday, May 13, 2021
MAWAS DIRI
"Kasino. Ustad di Tv. Ngomongin kepribadian ganda," kata Indro.
"Iya. Dua jiwa dalam satu tubuh," kata Kasino.
"Padahal jiwa itu satu. Jadi jiwa ke dua itu adalah kepalsuan atau kesemuan," kata Indro.
"Sebenarnya terbentuk karena pikiran saja," kata Kasino.
"Jika manusia mengalami kecewaan. Akan terbentuk pikiran kedua. Bisa saja pikiran itu baik atau buruk," kata Indro.
"Contohnya : kaya di film tentang psikopat gitu," kata Kasino.
"Contoh yang di omongin Kasino ada bener sih," kata Indro yang menegaskan omongan Kasino.
"Ustad di Tv. Menjelaskan silaturahmi ke keluarga dan juga lingkungan. Harus membuka hati dengan baik, ya saling memaafkan. Di sini di maafkan di sana tidak, ya masih ada rasa benci gitu bisa di bilang kepribadian ganda. Jadi harus di maafkan semuanya," kata Indro.
"Memang harus saling memaafkan di hari lebaran ini. Tapi ini contoh sih, ya bisa saja contoh kenyataan bagi orang pernah menjalankannya seperti ini : jika ada orang jahat telah menusuk aku dan berakibat fatal, ya mendekati kematian, apakah kita harus memaafkan?" kata Indro.
"Itu sulit untuk di maafkan sih," kata Kasino.
"Berarti tunggu lebaran berikutnya saja sampai rasa sakit itu hilang," kata Indro.
"Boleh juga sih," kata Kasino.
"Seharusnya. Ya di bayar dulu hukumannya penjahat itu, ya di tusuk juga sampai menjelang kematian juga. Seimbang deh. Baru saling memaafkan," kata Indro.
"Bisa juga seperti omongan Indro," kata Kasino menegaskan omongan Indro.
"Agama Islam bagus. Maka Agama lain ikut berusaha untuk jadi bagus juga," kata Indro.
"Kenyataannya begitu. Agama terus berusaha membimbing umat di jalan kebaikan dan tambah berkembang dan jaya," kata Kasino.
"Ooooo iya. Kasino. Dono sering membuat cerita tentang Roh kan?!" kata Indro.
"Iya," kata Kasino.
"Kemungkinan ada pemikiran dari pembaca. Bahwa Dono itu terkena penyakit kejiwaan. Kepribadian ganda kaya omongan Ustad di Tv," kata Indro.
"Ilmu psikologi. Ilmu kejiwaan. Sebenarnya sih di bilang Dono kena penyakit kejiwaan sih tidak ada masalah. Cerita di buat Dono, ya memang cerita yang di buat sengaja di tutupi kebenarannya. Kalau di cerita sebenarnya bisa kacau urusannya. Karena pernah di proses kenyataan sama Dono," kata Kasino.
"Kebenaran itu lebih baik misteri," Indro.
"Maka itu. Seorang Ustad sekali pun yang ngomong kaya di Tv, ya omongan ya harus di balik kan ke Ustad tersebut. Diri Ustad itu mawas diri nggak apa yang ia omongin itu?!" kata Kasino.
"Omongan Kasino benerlah. Mawas diri!" kata Indro menegaskan omongan Kasino.
Kasino dan Indro, ya fokus nonton Tv. Dono masih asik baca buku dengan baik banget.
Wednesday, May 12, 2021
SUASANA LEBARAN
"Beberapa lebaran telah kamu lewati dengan baik. Setelah kamu selesai ujian kematian mu," kata Roh.
"Iya," kata Dono.
"Kesalahan di masa lalu mu banyak. Karena dirimu masih banyak kebodohannya," kata Roh.
"Iya," kata Dono.
"Seharusnya kamu tidak mempelajari ilmu kematian demi mencari tahu kebenaran. Tentang Ayah mu meninggal," kata Roh.
"Aku salah," kata Dono.
"Aku telah mengajarkan dengan baik. Gimana rasa sakit ketika Ayahmu di uji kematiannya sendiri," kata Roh.
"Penderitaan," kata Dono.
"Aku membimbing mu mengajarkan ilmu agama yang sebenarnya. Paling asli dari ajaran yang sebenarnya. Tujuannnya kamu lebih paham lagi. Untuk apa agama di bangun orang tua dari awal peradaban?" kata Roh.
"Aku paham," kata Dono.
"Jadilah pemuda yang baik!" kata Roh.
"Iya," kata Dono.
"Nikmatilah hidupmu!" kata Roh.
"Iya," kata Dono.
Roh pergi menghilang. Dono keluar dari kamarnya. Ya segera ke ruang makan untuk menikmati makan yang enak di buat Indro.
"Lebaran ini tetap harus mengikuti keadaan," kata Indro.
"Sebagai rakyat kecil. Harus mengikuti aturan yang di buat Pemerintah demi kesejahteraan rakyatnya," kata Kasino.
"Yang penting itu ibadahkan tetap berjalan baik kan," kata Dono.
"Ibadah tetap berjalan dengan baik," kata Indro.
"Aku teringat suasana lebaran di masa kecil. Penuh dengan kecerian," kata Dono.
"Aku juga teringat. Suasana lebaran di masa kecil. Bahagia banget," kata Indro.
"Sama aku teringat suasana lebaran di masa kecil. Ya penuh dengan kecerian dan bahagia banget," kata Kasino.
"Dewasa ini. Nikmati saja dengan penuh kecerian sama dengan masa kecil," kata Dono.
"Idem," kata Indro.
"Tenang dan damai," kata Kasino.
Kasino, Indro dan Dono tetap menikmati makan enak sampai perut ketiganya kenyang. Seperti biasa siapa yang mencuci piring dan gelas habis makan, ya dengan permainan hompimpa dan suit? Ternyata yang kalah adalah Kasino. Segera Kasino dan Indro mencuci piring dan gelas di belakang. Dono dan Indro ke ruang tengah untuk menonton Tv. Ya di pilihlah acara Tv yang menarik sama Indro pake remot. Keduanya asik nonton Tv yang acara bagus banget. Setelah selesai mencuci piring, ya Kasino ke ruang tamu dan segera main game di Hp-nya dengan penuh kesantaian gitu di hari lebaran yang tenang dan damai.
TIDAK TERSESAT
"Iya," kata Dono.
"Roh bercerita apa Don?" kata Kasino.
"Kehidupan dunia ini," kata Dono.
"Oooo begitu toh," kata Kasino.
Roh pun pergi dan menghilang gitu.
"Buah pepayanya mateng ya Kasino?" kata Dono.
"Iya. Rezeki orang yang mau berusaha dengan baik. Dengan lahan kecil pun menghasilkan sesuatu yang baik pula," kata Kasino.
"Pinter Kasino," pujian Dono.
"Hoby ku menanam tanaman gitu," kata Kasino.
"Emmm," kata Dono.
"Ooooo...iya Dono. Masih menulis cerita tentang Roh?"kata Kasino.
"Iya. Masih menulis cerita tentang Roh," kata Dono.
"Masih menulis cerita tentang Roh toh. Tujuannya apa Don?" kata Kasino.
"Tujuannya ya. Sekedar bercerita sih," kata Dono.
"Kalau kita menyakini tentang Roh apa tidak menyimpang dari ajaran agama Don?" kata Kasino.
"Pertanyaan yang bagus banget. Aku tidak tersesat. Karena aku tidak mentuhankan Roh yang aku ceritakan dengan baik. Tuhan yang pantes untuk di sembah adalah Allah SWT," kata Dono.
"Dono. Ternyata pinter. Beda dengan manusia dari dahulu sampai sekarang tidak memahami ilmu dan masih menyembah patung dan gambar-gambar yang di buat mereka sendiri dan di Tuhan kan," kata Kasino.
"Terima kasih atas pujiannya," kata Dono.
"Emmm," kata Kasino.
"Kalau begitu aku mau mengetik ah!" kata Dono.
"Iya," kata Kasino.
Kasino tetap di ruang makan, ya main game di Hp-nya dengan baik. Dono bergerak ke kamarnya dan segera mengetik di leptopnya membuat cerita yang baik gitu seperti biasanya. Indro yang sedang duduk di ruang tamu sedang main game di Hp-nya. Terdengar suara dari balik pintu "Paket."
"Iya," kata Indro sambil menghentikan main game di Hp-nya.
Indro membuka pintu dengan baik. Cowok keren terlihat, ya tukang paket gitu. Cowok itu menyebutkan harga barang yang harus di bayar dan menyerahkan paket ke Indro. Ya Indro mengeluarkan uangnya dari dompetnya dan memberikan uang ke tukang paket.
"Terima kasih," kata cowok itu.
"Iya. Sama-sama," kata Indro.
Cowok itu pergi meninggalkan rumah Indro dengan membawa motornya dengan baik, ya mengantarkan paket ke tempat lain. Indro menutup pintu dengan baik. Paket di buka dengan Indro, ya memeriksa barang yang ia beli lewat jaringan online lah.
"Ok bagus. Aku jadi lebaran," kata Indro.
Indro pun menaruh barang tersebut di kamarnya dan melanjutkan main game di Hp-nya dengan baik.
Tuesday, May 11, 2021
PEMUDA YANG POLOS
"Ini cerpen. Apa judul yang membuat reting baca naik, apa isi dari cerpen?" kata Dono.
Dono terus melihat dengan baik statistik reting baca. Indro selesai urusan dengan pekerjaan, ya keluar dari kamarnya menuju ruang tamu. Terdengar suara toa dari mesjid tentang pemberitahuan pembagian zakat ke warga miskin kepada warga yang telah mendapatkan kupon. Dono mengabaikan pemberitahuan dari toa, ya sibuk melihat statistik reting bacanya. Indro juga mengabaikan toa pemberitahuan dari mesjid yang berkaitan dengan pembagian zakat.
Indro duduk, ya sambil melihat Dono yang sibuk melihat sesuatu di Hp-nya.
"Dono," kata Indro.
"Apa?" kata Dono sambil berhenti melihat statistik reting baca di Hp-nya.
"Lagi lihat apa di Hp. Sampe serius banget?!" kata Indro.
"Lagi melihat data statistik reting baca cerpen yang telah di publikasikan. Aku penasaran saja. Apakah judul cerpen yang membuat reting baca naik dan apakah karena isi cerita cerpen padahal isi cerpen biasa aja gitu, ya beda dengan penulis cerpen kawakan yang penggemar banyak kaya artis jadinya gitu?!" kata Dono.
"Reting baca toh!" kata Indro.
"Kemungkinan sih judul cerpen yang membuat reting baca naik," kata Dono yang berpikir panjang.
"Mungkin Don!" kata Indro.
"Mungkin," kata Dono.
"Ooooo iya...Don. Aku ingin tahu sesuatu?!" kata Indro.
"Apa?" kata Dono.
"Dono sering menulis cerita cerpen di kaitkan dengan artis. Jadi cerpen Dono mengikuti ke populeran dari artis dan hasilnya cerpen Dono jadi populer juga gitu?" kata Indro.
"Mengekor kepopuleran dari artis demi tujuan cerpen populer juga. Aku tidak kepikiran sampai sana ya? Yang aku pikirkan cuma cerita saja dengan baik," kata Dono.
"Dono pola pikirannya seperti pemuda yang polos ya. Padahal banyak di jaringan internet mengkaitkan ini dan itu dengan tujuannya Blog mereka terkenal dan juga kaya gitu," kata Indro.
"Blog ku kan tidak ada iklannya dan di buat jauh dari standar gitu. Ya tidak mungkin lah tujuannya sama dengan Blog yang lain populer dan kaya," kata Dono.
"Berarti cuma sekedar cerita. Konsep awal dan akhir. Dan tidak termasuk mengekor kepopuleran dari artis tujuannya jadi populer gitu. Beda dengan Blog yang lain yang punya kualitas luar biasa gitu. Baik sistem kerjanya individu maupun kelompok," kata Indro.
"Emmm," kata Dono.
"Kalau begitu aku main game ah!" kata Indro.
"Emmm," kata Dono.
Dono tidak melanjutkan melihat statistik reting baca di Hp-nya, ya jadi main game di Hp-nya. Indro telah asik main game di Hp-nya. Kasino selesai juga dengan kerjaan di kamarnya, ya pembukuan. Kasino keluar dari kamar ke ruang tengah untuk nonton Tv. Baru menghidupkan Tv pake remot. Terdengar suara adzan dari mesjid. Kasino mematikan Tv pake remot dan kebelakang untuk mengambil wudu. Dono dan Indro berhenti main game di Hp-nya, ya kebelakang untuk mengambil wudu.
Kasino, Dono dan Indro telah mengambil wudu di belakang, ya bergerak ke kamar khusus untuk sholat. Seperti biasa ketiganya main hompimpa dan suit untuk menentukan siapa yang kalah jadi imam sholat? Ternyata yang kalah adalah Indro. Segeralah melaksanakan sholat dhuzur dengan penuh khusukkan sampai selesai.
Selesai sholat ketiganya, ya zikir dan doa. Setelah itu. Dono tetap di kamar khusus tempat sholat, ya baca Al-Qur-an. Kasino dan Indro ke luar dari kamar menuju ruang tengah untuk nonton Tv. Duduk keduanya. Ya Indro menghidupkan Tv pake remot dan di pilih chenel acara Tv-nya berita ini dan itu. Indro dan Kasino, ya santai nonton berita
TUJUANNYA
"Aku mulai permainannya," kata Indro.
Indro pun menyembah tuh benda-benda sesuai ajaran agama gitu, ya ceritanya gitu. Kasino keluar dari kamar menuju ruang tamu, ya memang sih melihat Indro sedang menyembah-menyembah benda-benda.
"Indro bikin main lagi," kata Kasino.
Kasino yang tidak peduli ulah Indro, ya ke ruang tengah untuk nonton Tv. Duduk Kasino di ruang tengah, ya mengambil remot di meja dan di hidupkan Tv. Kasino memilih chenel Tv yang menarik acaranya dan di pilih sinetron tema misteri gitu. Dono selesai urusannya di kamarnya, ya keluar dari kamar dan memang ke ruang tengah melihat Kasino sedang asik nonton Tv dengan acara sinetron misteri.
"Misteri yang bagus," kata Dono.
Dono pun bergerak ke ruang tamu. Kasino tetap asik nonton Tv sinetron misteri. Dono di ruang tamu, ya duduk di ruang tamu dan melihat ulah Indro sedang menyembah benda-benda di meja.
"Sampai kapan Indro menyembah benda itu?" kata Dono.
"Dono. Cuma mainan saja!" kata Indro.
"Ooooo cuma mainan saja toh. Jadi benda yang berjejer di meja. Ada miniantur kabah, salif, patung budha, patung dewa wisnu, dan banyak lainnya," kata Dono.
"Sebenarnya sih Don. Manusia menyembah benda ini, ya kenyataannya berdasarkan pandangan aku saja dalam pola pikir pendek gitu," kata Indro.
"Pandangan Indro. Kebiasaan manusia yang menjalankan ajaran agama, ya kenyataannya. Sedangkan Indro cuma contoh kecil saja!" kata Dono.
"Maksudnya itu Don!" kata Indro.
"Dapet apa dari menyembah dari benda-benda itu?" kata Dono.
"Ya tidak dapet apa-apa? Suara Roh pun tidak dapet gitu!" kata Indro.
"Agama sebenarnya tujuannya mengajarkan manusia untuk berjalan di muka bumi ini di jalan kebaikkan. Membina diri dengan baik, keluarga, teman dan orang lain," kata Dono.
"Aku paham tujuan agama yang berkembang di dunia ini untuk membimbing manusia di jalan kebaikan," kata Indro.
"Kalau tentang Roh, ya sebenarnya sih. Tergantung ilmu sih. Bagi yang bisa memahami ilmu, ya pasti bisa mendengarkan Roh dan akan di jelaskan kebenaran dari agama," kata Dono.
"Memahami ilmu toh sampai bisa mendengarkan Roh. Susah juga. Dengan jalan kesyirikan pun belum tentu, ya sampai aku menyembah patung setan sekali pun," kata Indro.
"Memang susah," kata Dono.
"Kalau begitu udahan ah main ya!" kata Indro memasukan benda-benda ke dalam kardus.
"Indro kelakuannya anak kecil," kata Dono.
"Kalau begitu aku main game saja!" kata Indro.
"Emmm," kata Dono.
Dono mengambil buku di bawah meja dan segera di bacanya dengan baik. Indro sudah asik main game di Hp-nya. Kasino masih asik nonton Tv karena memang sinetron misteri bagus gitu.
TERGANTUNG
"Kasino," kata Indro.
"Apa?" kata Kasino.
"Hari ini hari yang tenang," kata Indro.
"Iya," kata Kasino.
"Ooo iya Kasino boleh enggak ngobrol tentang cewek?" kata Indro.
"Masih bulan Ramadhan. Gimana ya?" kata Kasino berpikir panjang.
"Boleh nggak?" kata Indro.
"Ya....ya boleh!" kata Kasino.
"Boleh toh. Begini. Cewek itu lebih suka cowok yang umurnya di atas dirinya, sama dengan dirinya satu lagi di bawah dirinya?" kata Indro.
"Tergantung," kata Kasino.
"Tergantung, ya mati Kasino?" kata Indro bercanda.
"Siapa bunuh diri?" kata Kasino mengikuti permainan Indro.
"Ok. Cuma becanda kok," kata Indro.
"Aku paham," kata Kasino.
"Tergantung dari cewek toh," kata Indro.
"Kalau ceweknya statusnnya janda. Cowok di bawah umurnya ya di makan. Yang penting ada yang menyukainya gitu. Bobonya anget gitu jadinya," kata Kasino.
"Iya juga ya. Kalau janda di makan tuh cowok di bawah umurnya," kata Indro.
"Cewek perawan tua pun jika dapet cowok di bawah umur, ya di makanlah," kata Kasino.
"Iya juga ya. Cewek perawan tua dapet cowok di bawah umurnya, ya di makanlah. Nikah deh. Tidur tidak sendiri lagi. Bobonya anget gitu," kata Indro.
"Cewek sebenarnya paling suka dengan cowok yang umurnya di atas dirinya. Dirinya cewek itu jadi manja terhadap cowok di atas dirinya," kata Kasino.
"Iya juga ya. Cewek paling suka dengan cowok yang umurnya di atas dirinya. Itu mah banyak cerita kenyataannya," kata Indro.
"Sama halnya cewek suka sama dengan cowok yang umurnya sama. Ceritanya pun lebih banyak sih," kata Kasino.
"Kalau sama umurnya sih memang banyak ceritanya," kata Indro.
Indro dan Kasino minum kopinya.
"Kemarin ada cerita tentang artis rambutnya gondrong, ya kita bahas dalam cerita kan?" kata Indro.
"Aku inget dengan baik. Ya iya sih. Kita ngobrol tentang artis yang rambutnya gondrong sih,"kata Kasino.
"Gaya penulis itu dari lulus SMA rambutnya gondrong kan?!" kata Indro.
"Penulis. Ya iya lah. Temannya penulis saja ada yang rambutnya gondrong. Tetap menetapi di jalan kebaikan, ya ibadah gitu," kata Kasino.
"Gaya boleh rambut gondrong. Yang penting ibadah jalan terus," kata Indro.
"Masuk yuk!" kata Kasino.
"Ayuk," kata Indro.
Indro dan Kasino masuk ke dalam mesjid untuk melanjutkan acara i'tikaf di mesjid. Dono selesai urusan dengan Joni dan telah mempublikasikan cerita di Blognya. Dono dan Joni, ya kembali ke mesjid untuk melanjutkan acara i'tikaf di mesjid. Seperti biasa baca Al-Qur'an bergantian.
ABSTRAK
Sholat magrib di jalankan dengan penuh ke khusukkan dengan baik banget, ya sampai selesai gitu. Ketiganya berzikir dan berdoa. Kasino selesai berzikir dan berdoa, ya keluar dari kamar khusus untuk sholat langsung menuju kamarnya untuk berbenah diri untuk berangkat ke mesjid.
Dono dan Indro, ya selesai berzikir dan berdoa.
"Don," kata Indro.
"Apa?" kata Dono.
"Cerpen di Blog mu Don. Aku baca tentang cerita ketentuan tanggal Idul Fitri?" kata Indro.
"Ooooo itu. Emangnya ada masalah di tulis begitu?" kata Dono.
"Kali aja ada masalah gitu?!" kata Indro.
"Tenang Indro. Cerpen ku itu bentuk Abstrak beda dengan artikel. Dibuat apa pun hasilnya tetap nilai positif. Karena sekedar cerita saja. Hoby gitu," kata Dono.
"Ya aku sih tahu sih. Abstrak bentuk cerpen Dono itu. Tentang penanggalan Idul Fitri itu?" kata Indro.
"Sudah di bilangin tidak ada masalah. Karena aku tidak menulis tahun dari perayaan Idul Fitrinya," kata Dono.
"Tahunnya toh. Iya juga ya. Cuma tanggal saja. Tahunnya tidak di tulis. Bener-bener Abstrak tuh Blog. Ya tidak ada masalah toh," kata Indro.
"Tidak ada masalah. Abstrak cerpen gitu. Beda dengan artikel gitu ada dampaknya. Contoh : ada artikel tentang artis mati karena kesetrum artikel pada masa lampau cerita itu. Sampai masa depan tuh artikel jadi jawaban. bahwa di masa lalu artikel itu berita kebohongan di masa depan pun artikel itu kebohongan juga," kata Dono.
"Aku pernah baca tuh artikel," kata Indro.
"Maka itu. Cerpen ku tidak ada masalah. Abstrak. Beda dengan artikel berdampak ini dan itu," kata Dono.
"Bener Don. Omongan mu!" kata Indro.
"Kalau begitu. Kita mesjid!" kata Dono.
"Iya," kata Indro.
Indro dan Dono, ya keluar dari kamar khusus sholat ke kamar masing-masing untuk berbenah diri gitu. Setelah itu baru ketiganya berangkat ke mesjid dengan berjalan cepat. Sampai adzan isya di kumandangkan. Dono, Kasino dan Indro segera melaksanakan sholat isya bersama umat lainnya.
Sholat isya berjalan dengan khusuk sampai selesai dan di lanjutkan sholat tarawih di jalankan khusuk sampai selesai. Baru deh acara i'tikaf gitu di mesjid.
KEBETULAN SAJA
"Beritanya masih seputar ini dan itu," kata Indro.
Indro terus menonton Tv dengan baik.
"Ooooo beritanya tentang sidang isbat untuk menentukan lebaran Idul Fitri 1 Syawal toh seperti biasanya," kata Indro.
Saat iklan di Tv. Indro beranjak dari duduknya di ruang tengah ke ruang tamu. Indro melihat kalender yang di pajang dinding di ruang tamu.
"Lebaran jatuh pada tanggal 12 Mei toh," kata Indro.
Indro memastikan penanggalan lebaran di Hp-nya, ya jaringan internet gitu. Indro mengetik di kolom pencarian 'Lebaran Idul Fitri'. Secara otomatis. Jaringan internet menunjukkan lebaran Idul Fitri jatuh pada tanggal 12 Mei.
"Lebaran Idul Fitri. 12 Mei toh," kata Indro.
Indro membaca artikel-artikel tentang kaitkannya dengan tanggal penentuan lebaran Idul Fitri.
"Ooooo ada artikel. Yang menjelaskan Idul Fitri jatuh pada tanggal 13 Mei toh. PP Muhammadiyah," kata Indro.
Indro paham sih artikel di tulis begini dan begitu sih. Indro pun duduk di ruang tamu.
"Kasino," kata Indro.
"Apa?" kata Kasino berhenti main game di Hp-nya.
"Besok kita lebaran ya Kasino?" kata Indro.
"Sebentar aku cek dulu. Maklum banyak urusan kadang lupa," kata Kasino
"Iya, aku mengerti," kata Indro.
Indro menunggu dengan baik. Kasino membuka jaringan internet di Hp-nya dan mengetik di kolom pencarian 'Lebaran Idul Fitri'. Secara otomatis. Muncul tanggal menentukan lebaran Idul Fitri, ya Kasino membaca dengan baik "Lebaran Idul Fitri jatuh pada tanggal 12 Mei."
"Jadi 12 Mei itu besok. Jadi besok lebaran Idul Fitri," kata Indro.
"Kalau besok lebaran, ya sholat Idul Fitri lah!" kata Kasino.
"12 Mei. Sebenarnya lebih baik 13 Mei," kata Indro.
"Kenapa dengan 12 Mei dan kenapa lebih baik 13 Mei?!" kata Kasino.
"12 Mei itu tanggal kelahiran penulis, ya termasuk ulang tahunnya penulis. Kalau besok lebaran, ya jadinya sama aja merayakan ulang tahun penulis. Maka itu lebih baik 13 Mei jadi tidak merayakan ulang tahunnya penulis dan juga lebih baik lebaran Idul Fitri 1 Syawal berdasarkan PP Muhammadiyah," kata Indro.
"Ooooo gitu toh. 12 Mei ulang tahun penulis. Aku saja lupa. Jadi 12 Mei jatuhnya lebaran Idul Fitri 1 Syawal toh, ya sekaligus merayakan ulang tahun penulis toh itu sih kebetulan saja. 13 Mei itu lebaran Idul Fitri 1 Syawal berdasarkan PP Muhammadiyah," kata Kasino.
"Saling berkaitan berdasarkan ketepatan waktu," kata Indro.
"Kenyataannya begitu kan," kata Kasino.
"Jadi mengikuti aturan Pemerintah dalam menjalankan ibadah sholat Idul Fitri....besok atau besok lagi," kata Indro.
"Seperti biasanya saja. Kita ini rakyat kecil di atur pemimpin yang memimpin negeri ini. Ikutin saja," kata Kasino.
"Ikut saja. Nama juga rakyat kecil," kata Indro.
"Emmmm," kata Kasino.
"Kalau begitu aku kembali nonton Tv lagi!" kata Indro.
"Iya," kata Kasino.
Kasino melanjutkan main game di Hp-nya. Indro pindah duduknya ke ruang tengah untuk melanjutkan nonton Tv, ya acara tetap berita ini dan itu. Sedangkan Dono di kamarnya, ya selesai mengetik di leptopnya dan hasil ketikan di simpan dengan baik. Dono melihat tanggal di leptopnya.
"Hari ini tanggal 11 Mei. Besok 12 Mei itu 1 Syawal lebaran Idul Fitri," kata Dono.
Dono pun berpikir sesuatu dengan baik.
"Ooooo iya. 12 Mei itu ulang tahunnya penulis jadi kebetulan saja gitu dalam ketentuan waktu 12 Mei itu perayaan Idul Fitri 1 Syawal. Kaya ada yang aneh ya?" kata Dono.
Dono membuka jaringan internet dengan baik banget di leptopnya, ya membaca artikel dengan baik yang ini dan itu.
"Ooooo. Ada artikel menjelaskan tanggal 13 Mei lebaran Idul Fitri 1 Syawal toh. Dari PP Muhammadiyah," kata Dono.
Dono mengambil kitab Al-Qur'an di meja dan segera baca Al-Qur'an dengan baik banget.
Monday, May 10, 2021
MATI OBOR
Seperti biasa Dono, Kasino dan Indro main hompimpa dan suit untuk menentukan siapa yang jadi imam sholat? Ternyata yang kalah menjadi imam sholat adalah Indro. Segera ketiganya melaksanakan sholat magrib dengan penuh khusukkan, ya sampai selesai. Setelah zikir dan doa.
"Kita terawih di mesjid," kata Indro.
"Ok," kata Dono.
"Emmm," kata Kasino.
Kasino, Dono dan Indro, ya segera berbenah diri untuk pergi ke mesjid. Karena waktu sholat isya sudah dekat. Jadi ketiganya berjalan cepat menuju mesjid. Sampai di mesjid. Dono, Kasino dan Indro, ya segera melaksanakan sholat isya bersama umat yang lainnya karena memang adzan telah di kumandangkan dengan baik. Sholat isya pun berjalan dengan baik banget, ya khusuk gitu sampai selesai dan di lanjutkan dengan sholat tarawih.
Seperti biasa sih sholat tarawih di jalankan dengan penuh khusukkan dengan baik. Sholat tarawih yang di laksanakan, ya sebelas rakaat. Setelah sholat tarawih. Memang acara i'tikaf akan di laksanakan. Dono masih di dalam mesjid, ya sedang ngobrol dengan Beni sekedar obrolan saja. Kasino dan Indro keluar dari mesjid dan duduk di teras mesjid.
"Kasino," kata Indro.
"Apa?" kata Kasino.
"Apa pendapatmu dengan berita kematian seorang ustad?" kata Indro.
"Sebenarnya biasa aja sih. Tapi ada omongan orang tua yang aku inget sampai sekarang. Jangan mati obor," kata Kasino.
"Mati obor. Maksudnya Kasino?" kata Indro.
"Kematian ustad itu di sebut mati obor. Maka tidak boleh mati obor. Ya generasi selanjutnya harus melanjutkan perjuangan ustad tersebut demi membimbing manusia di jalan kebaikan. Demi dunia ini. Jika tidak ada ahli agama maka kehancuran terjadi. Yang sederhana sih tidak tahu antara halal dan haram," kata Kasino menjelaskan.
"Generasi sekarang ini banyak yang pinter dalam bidang agama. Berkat bimbingan para ustad," kata Indro.
"Tetap saja namanya umur tidak ada yang tahu. Contoh Dono saja. Umur masih muda tapi terkena ujian sakit yang parah dan hampir meninggal. Untung saja berkat amal dan ibadahnya, ya Dono panjang umur dan selamat dari ujiannya," kata Kasino.
"Ujian kematian. Malaikat maut," kata Indro.
"Setiap manusia telahir di muka bumi ini. Pasti ujiannya sama. Ujian kematian dengan segala bentuk kematian. Takdirnya seperti itu. Malaikat maut menjalankan tugasnya dengan baik mencabut nyawa manusia," kata Kasino.
"Berarti. Jika berita tentang artis komedi meninggal sama aja di sebut mati obor?" kata Indro.
"Sama aja di sebut mati obor," kata Kasino.
"Generasi komedi yang melanjutkan perjuangannya," kata Indro.
"Emmm," kata Kasino.
"Masuk ke dalam mesjid. Acara i'tikaf di mulai!" kata Indro.
"Ayo," kata Kasino.
Kasino dan Indro, ya masuk mesjid dan duduk bersama remaja. Dono, ya sama duduk di antara remaja. Acara i'tikaf di laksanakan dengan baik seperti biasanya, ya baca Al-Qur'an secara bergantian.
Sunday, May 9, 2021
MEMAHAMI ILMU
Saturday, May 8, 2021
POLA PIKIR MANUSIA
Indro membawa motornya dengan baik banget menuju rumahnya. Tino yang kerjaannya sebagai tukang rongsokan. Hari ini Tino dapet rezeki lagi, ya ada seorang Ibu-ibu, ya janda gitu namanya Ibu Maya yang menjual sepedah yang sudah rusak gitu berjumlah tiga buah dan sebuah kompor rusak. Indro lewat depan rumah Ibu Maya yang menjual sepedah rusak dan kompor yang rusak kepada tukang rongsokan. Ibu Maya dan Tino terjadi kesepakan harga gitu. Tino memberikan uang ke Ibu Maya.
"Alhamdulillah rezeki hari ini untuk menjalankan hidup ini," kata hati Ibu Maya memegang uang hasil dari jual sepedah dan kompornya.
Tino membawa tiga sepedah dan kompor rusak ke tempat Pak Abah. Ya Pak Abah menerima tiga sepedah dan kompor rusak dari Tino dengan kesepakan yang baik. Tino mendapatkan uang dari Pak Abah.
"Alhamdulillah rezeki hari ini," kata Tino.
Tino masih di jalan kebaikan pastinya ada jalan rezeki di bulan Ramadhan ini jika mau berusaha. Walau sebenarnya keadaan kehidupan Tino sederhana banget maklum kerjaan sebagai tukang rongsokan. Tino masih terus menjalankan kerjaannya dengan baik hari ini.
***
Indro sampai di rumah. Motor di taruh di dalam rumah dengan baik sama Indro. Kasino masih merawat tanaman di halaman belakang. Indro duduk di ruang tamu bersama Dono yang asik baca buku.
"Dono," kata Indro.
"Apa?" kata Dono sambil menghentikan baca bukunya.
"Tadi di jalan menuju rumah. Aku melihat Ibu-ibu menjual tiga buah sepedah rusak dan kompor rusak pada tukang rongsokan," kata Indro.
"Hal biasa itu mah. Setiap manusia hidup di muka bumi ini. Menjalankan kehidupan dengan rencana masing-masih dengan tujuannya, ya bertahan hidup dengan keadaan," kata Dono.
"Memang biasa sih. Kerjaan tukang rongsokan itu lebih baik dari pada kerjaan orang-orang yang meminta-minta dan juga orang-orang yang mencuri barang, ya kaya berita di Tv tentang pencurian sepedah gitu," kata Indro.
"Pola pikir manusia. Satu sisi berpikir positif. Di sisi lain berpikir negatif," kata Dono.
"Memang bener omongan Dono. Pola pikirnya manusia antara positif dan negatif. Sama hal urusan dengan ibadah," kata Indro.
"Kalau ibadah di nilai dari taqwa manusia yang menjalankan agama yang di yakininya," kata Kasino.
"Aku paham Dono. Kalau melihat perjalan masa lalu saat aku berteman sana sini sih. Ya ada yang tekun ibadah dan ada tidak tekun ibadahnya, ya agama sekedar cantelan saja di KTP gitu," kata Indro.
"Seberapa besar manusia menjalankan agama tetap saja di nilai manusia. Ceritanya tidak jauh beda dari dulu sampai sekarang," kata Dono.
"Samahal dengan agama lain kan Don?!" kata Indro.
"Sama saja," kata Dono.
"Berarti para ahli agama tetap harus gencar-gencarnya membimbing manusia agar menjalankan agama dengan baik dan tidak boleh lepas gitu," kata Indro.
"Ya kenyataanya sih. Rumah ibadah tetap tegah berdiri walau gonjang-ganjingnya di pengaruhi keadaan yang ini dan itu," kata Dono.
"Salah satu yang mempengaruhi proses ibadah adalah covid-19 kan?!" kata Indro.
"Iya," kata Dono.
"Manusia banyak karena berkembang biak terus demi mengisi dunia ini, ya menikmati hidup di muka bumi ini. Walau hitungan waktunya sebentar dan berusaha lama gitu," kata Indro.
"Emmm," kata Dono.
"Padahal hidup di dunia ini. Aslinya. Banyak kebohongan atau hoaks dari cerita masa lalu demi tujuan ini dan itu," kata Indro.
"Yang sadar mengetahui kebohongan. Yang tidak sadar tetap tidak mengetahui kebohongan yang di buat pada masa lalu dan sampai sekarang masih berjalan dengan baik," kata Dono.
"Di Tv sering banget menjelaskan ini dan itu untuk menyelesaikan pokok masalah tentang kebohongan atau hoaks ini dan itu," kata Indro.
"Eeeem," kata Dono.
"Ya sudahlah Don. Aku nonton Tv saja!" kata Indro.
"Iya," kata Dono.
Dono melanjutkan baca bukunya. Indro pindah duduknya ke ruang tengah untuk nonton Tv. Kasino telah selesai merawat tanaman di potnya, ya istirahat gitu. Kasino main game di Hp-nya dengan penuh keasikan gitu.
MUNGKIN
Friday, May 7, 2021
BULAN
CAMPUR ADUK
BAD NEWS BEARS
Malam hari, ya bulan bersinar dengan baik. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus...tema cinta di chenel MDTV, ya seperti biasa s...
CAMPUR ADUK
-
1. Asal Usul Pangeran Jayakusuma Alkisah cerita, ada sebuah kerajaan yang besar di daerah Timur dengan rajanya yang bernama Prabu Braw...
-
Sekurang-kurangnya sepuluh atau lima belas orang, laki-laki dan perempuan, berdiri dalam satu deretan panjang, berbaris dari belakang dan...
-
Pagi indah sekali di Baturaden. Matahari bersinar cerah menimpa pohon-pohon ceramah yang kelihatan hijau berkilat. Puncak Gunung Slamet m...



















