CAMPUR ADUK

Tuesday, May 18, 2021

CERITA FANTASI

Dono duduk santai di ruangan di sebuah gedung, ya bisa di sebut kantor. Dono pun melihat keadaan lingkungan dari balik kaca gitu.

"Ramai. Sibuk. Rencana manusia masing-masing," kata Dono. 

Dono masih asik melihat keadaan lingkungan dari balik kaca. Indro masuk ruangan kantornya Dono dan melihat Dono yang sedang duduk santai melihat keadaan lingkungan dari balik kaca. Indro mengambil kursi di bawa ke tempat Dono, ya jadinya duduk di sebelah Dono gitu. 

"Asik bener melihat keadaan," kata Indro. 

"Iya," kata Dono. 

"Keadaan di lingkungan tetap sesuai rencana manusia," kata Indro. 

"Realitanya begitu," kata Dono. 

"Sedikit perubahan. Apa ya?" kata Indro berpikir panjang. 

"Fantasi saja!" kata Dono. 

"Fantasi ya? Ok boleh. Jadi dunia ini jadi dunia kerajaan dan juga ada sihir. Aku jadi seorang kesatria," kata Indro. 

"Kesatria yang menunggang kuda gitu," kata Dono. 

"Seru juga sih nunggang kuda," kata Indro. 

"Naga turun dari langit. Menghancurkan lingkungan dengan semburan apinya yang dasyat banget. Indro yang menjadi kesatria langsung bergerak untuk mengalahkan Naga, ya dengan pedang dan juga sihir," kata Dono. 

"Dono dan Kasino, ya jadi kesatria juga untuk membantu Indro untuk mengalahkan Naga. Dengan penggabungan tiga kekuatan kesatria, ya Naga di kalahkan," kata Indro. 

"Masyarakat senang di tolong sama kesatria karena terselamatkan dari kehancuran total dari amukan Naga," kata Dono. 

"Setelah pertarungan. Ya Indro kencan dengan putri raja yang cantik banget.....Saskia," kata Indro. 

"Kasino masih ada urusan lain, ya pergi ke kota lain dengan berkudalah. Sampai kota tujuan. Kasino mengalahkan para penjahat, ya di bantu oleh kesatria wanita di kota tersebut. Penjahat yang telah di kalahkan, ya di penjara gitu. Kasino pun kencan dengan kesatria wanita, ya Selfi," kata Dono. 

"Sedangkan Dono. Seperti biasa bertengkar dengan Rara. Dari urusan kecil sampai urusan besar. Memang terjadi pertarungan pedang dan juga sihir. Ya pada akhirnya itu cuma ungkapan perasaan Dono dan Rara saja. Ya Dono dan Rara baikkan lagi. Cerita ending cerita yang bagus apa?" kata Indro berpikir panjang. 

"Cerita dewasa apa anak-anak?" kata Dono. 

"Dewasa sih maunya," kata Indro. 

"Kalau cerita dewasa. Ya ending ceritanya. Ciumam saja dengan pasangan masing-masing," kata Dono. 

"Kalau cerita dewasa memang ciuman yang bagus endingnya. Kadang lebih baik ceritanya di buat anak-anak atau sifat segala umur gitu pantes. Ya pegangan tangan saja. Ending deh ceritanya," kata Indro. 

"Emmmm," kata Dono. 

"Ooooo iya Don. Perlombaan menyanyi di Tv, ya peserta menyanyi sudah di ambil namanya apa belum untuk di jadikan tokoh dalam cerita gitu....seperti biasanya?" kata Indro. 

"Belumlah," kata Dono. 

"Belum toh. Jadi Dono masih sibuk lain gitu?!" kata Indro. 

"Ya begitu adanya. Toh itu juga cuma permainan di dalam cerita juga," kata Dono. 

"Memang sih cuma permainan dalam cerita," kata Indro. 

Indro dan Dono terus memandang lingkungan dari balik kaca. Kasino masuk ruangan kantor dan berkata "Don, Indro....waktunya makan siang ini!" 

"Iya," kata Dono dan Indro bersamaan. 

Dono dan Indro, ya keluar dari ruang kantor bersama Kasino. Ketiga pun ke kafe terdekat untuk ngopi-ngopi gitu sekaligus makan siang. Di kafe Dono, Kasino dan Indro bertemu dengan Saskia, Selfi dan Rara. Keadaan jadi penuh kebahagiaan gitu. 

Monday, May 17, 2021

MENGUBAH NASIF

Kasino dan Indro sedang memancing di pinggir sungai. 

"Kasino," kata Indro. 

"Apa?" kata Kasino. 

"Kerjaan masyarakat miskin keluh kesah keadaannya?!" kata Indro. 

"Masyarakat miskin yang berpikir miskin terus, ya keluh kesah sih. Padahal tidak perlu seperti itu. Harus berpikir pinter. Contoh : Jika hidup di pinggir sungai, ya harus melihat lingkungan dengan baik.....apa yang harus di kerjakan untuk mendapatkan rezeki dengan baik. Menangkap ikan di sungai. Hasil menangkap Ikan tersebut di makan sendiri dan di jual," kata Kasino. 

"Kalau hidup di pinggir sungai maka berpikir sama seperti yang di omongin Kasino. Kalau hidup di kota. Tanah punya orang, ya ngontrak. Kerjaan buruh pasar. Gaji pas-pasan untuk hidup satu orang saja. Keluh kesah deh masyarakat miskin," kata Indro. 

"Kalau keadaan seperti itu. Ya mau di kata apa? Hidup di kota harus bekerja keras dengan memanfaatkan ilmu pendidikan. Ya mengikuti perubahan zaman. Maka hidup akan kaya," kata Kasino. 

"Pendidikanlah yang mengubah nasif manusia dari miskin jadi kaya, ya mengikuti perubahan zaman," kata Indro. 

"Contoh : pesawat saja. Di bangun dengan baik. Baik pemerintahan atau swasta. Membuka lapangan pekerjaan. Bidang pendidikan di atur dengan baik. Maka ketika masyarakat miskin yang telah mempunyai pendidikan di bidang urusan pesawat, jadinya kerja di transportasi udara tersebut. Masyarakat miskin kerja jadinya kaya. Berhasil mengubah nasif," kata Kasino. 

"Transportasi udara tidak akan macet kan Kasino?" kata Indro. 

"Transportasi udara, ya tidak akan macetlah. Memangnya transportasi darat...macet. Gara-gara si Komo lewat. Gara-gara jumlah kendaraan mobil dan motor jadi macet. Ya di tanggulangi dengan baiklah agar tidak macet. Jalan ini jalan itu. Alternatif ini dan itu," kata Kasino. 

"Manusia yang mengembangkan kemajuan teknologi. Manusia juga yang harus menanggulangi masalah dari kemajuan itu. Jadi hidup seperti sekarang ini. Yang miskin bisa mengubah nasifnya dari pendidikan jadi kaya dan bisa membeli mobil," kata Indro. 

"Realitanya begitulah," kata Kasino. 

Umpan di makan ikan, ya pancingan segera di tarik sama Kasino. Ya Kasino dapet ikan dan ikan di taruh di ember. Indro lebih bersabar lagi untuk umpan di pancingan ya di makan ikan. Kasino memasang umpan di kail dan segera di lempar lagi ke sungai. Ya mancing lagi Kasino dengan baik. 

"Kasino," kata Indro. 

"Apa?" kata Kasino. 

"Enak ya kerja di bidang industri pertelevisian," kata Indro. 

"Ya enak sih. Karena kerja menghasil uang. Dengan punya uang menjalankan kehidupan ini, ya bisa membeli apa pun yang di inginkan.....sampai mobil di beli," kata Kasino. 

"Pendidikanlah yang mengubah nasif manusia menjadi orang berguna dan kaya, yang kerja di bidang industri pertelevisian itu," kata Indro. 

"Kenyataan begitu. Ada contoh seperti ini : orang miskin yang sering nonton Tv di rumah tetangganya. Dalam hati orang miskin itu. Aku ingin kerja di Tv itu demi masa depan ku lebih baik. Orang miskin itu memegang teguh janji di hatinya untuk bisa kerja di Tv. Orang miskin berusaha mengubah nasifnya dengan jalan pendidikan. Memang ujiannya berat banget. Kendala biaya pendidikan. Orang miskin ingin cita-cita tercapai dengan baik....jadi berusaha mendapatkan beasiswa pendidikan. Sampai akhirnya orang miskin selesai pendidikannya dan kerja di Tv. Cita-citanya tercapai dan mengubah nasifnya jadi orang kaya," kata Kasino. 

"Contoh Kasino....bener banget," kata Indro menegaskan omongan Kasino. 

Umpan di makan ikan, ya Indro segera menarik pancingan dengan baik. Indro dapet ikan dan ikan di taruh di ember. Indro ingin memancing lagi. Keadaan berubah, ya mau hujan. Jadi Indro dan Kasino, ya memutuskan untuk pulang ke rumah. Sampai di jalan raya. Bertemulah Dono yang membawa motor dan menghentikan motornya dekat Kasino dan Indro. 

"Kasino, Indro...naik!" kata Dono. 

"Ok," kata Kasino dan Indro bersamaan. 

Kasino dan Indro naik motor Dono. Jadi bertiga di motor deh. Dono membawa motor dengan baik sampai ke rumah.

ANDAI-ANDAI

Kasino dan Indro sedang duduk di ruang tengah, ya nonton Tv sambil makan kue dan juga minum teh. 

"Kasino," kata Indro. 

"Apa?" kata Kasino. 

"Main seandai-andai saja!" kata Indro. 

"Boleh!" kata Kasino. 

"Jika agama tidak ada. Apa yang akan terjadi pada dunia ini?" kata Indro. 

"Agama tidak ada. Pemikiran seperti ini bagus juga. Ok. Agama tidak ada, maka yang terjadi pada dunia ini. Kehancuran total," kata Kasino. 

"Hancur total," kata Indro. 

"Manusia bertindak seperti binatang semuanya," kata Kasino. 

"Kan ada negara atau kerajaan yang mengatur manusia berdasarkan hukum," kata Indro. 

"Dasar hukum sih. Bener omongan Indro sih. Contoh saja : pencuri. Kalau agama membimbing manusia agar tidak mencuri, ya tetap saja manusianya susah didik jadinya mencuri. Pada akhirnya hukum bertindak untuk membuat efek jera pada pencuri, ya pencuri di penjara gitu. Dari contoh ini. Hukum bertindak lebih baik dari pada agama," kata Kasino. 

"Agama tidak ada. Perselisihan antar agama untuk menunjukkan agama yang benar, ya tidak ada. Toleransi antar agama juga tidak ada," kata Indro. 

"Memang bener sih Indro. Tidak ada agama, maka tidak ada perselisihan antar agama, ya perang agama," kata Kasino. 

"Dunia ini lebih baik tidak ada agama. Hukum negara atau hukum kerajaan yang tegas untuk mengatur manusia lebih baik lagi," kata Indro. 

"Agama tidak ada. Berarti pintu rezeki tertutup Indro dari bidang agama," kata Kasino. 

"Agama tidak ada. Pendidikan agama di dunia di hapuskan semuanya. Pintu rezeki dari bidang agama tertutup. Kacau. Kehancuran total," kata Indro. 

"Benerkan. Kehancuran total," kata Kasino. 

"Jadi agama harus ada. Untuk membuka pintu rezeki di bidang agama. Tujuan agama untuk membentuk karakter manusia menjadi baik yang berbudipekerti yang baik banget. Resiko agama ada, ya perselisihan agama untuk menunjukkan kebenaran dari agama yang di yakini manusia. Jadi hukum negara atau kerajaan harus di tegaskan dengan baik dengan tujuan mencegah perang agama," kata Indro. 

"Emmm," kata Kasino. 

"Ya sudahlah. Kasino andai-andai permainannya selesai!" kata Indro. 

"Emmmm," kata Indro. 

Indro dan Kasino fokus nonton Tv. Sedangkan Dono di ruang tamu, ya sibuk baca buku dengan banget. Ketika Indro teringat sesuatu, ya berkata ke Kasino "Kasino. Budaya bisa jadi agama kan?" 

"Budaya bisa di jadi agama?" kata Kasino berpikir panjang. 

"Pikirkan dengan baik. Bisa kan!" kata Indro. 

"Mungkin sih," kata Kasino. 

"Contoh seperti ini saja : suku pedalalaman dengan aturan adat istiadatnya dari berpakaian, tata cara makan minum, cara memotong hewan, pernikahan sampai cara ibadah memuja Tuhan yang di sembah," kata Indro. 

"Semua aturan di tulis di daun lontar, kulit kayu, kulit binatang dan di dinding batu," kata Kasino. 

"Jadi agama kan. Budaya itu!" kata Indro. 

"Bener omongan Indro sih," kata Kasino menegaskan omongan Indro. 

"Kenyataan tetap kenyataan. Bahwa budaya tidak jadi agama. Budaya tetap budaya," kata Indro. 

"Kenyataannya begitu. Budaya tetap budaya," kata Kasino menegaskan omongan Indro. 

"Budaya Indonesia ini terpengaruh agama yang berkembang di Indonesia," kata Indro. 

"Kenyataan seperti itu. Contoh : wayang kulit. Cerita wayang kulit, ya cerita para dewa. Cerita agama Hindu," kata Kasino. 

"Ya sudahlah Kasino tidak perlu di bahas lebih jauh!" kata Indro. 

"Emmmm," kata Kasino. 

Kasino dan Indro, ya fokus nonton Tv. Acara Tv memang bagus banget sih. Dono tetap baca buku dengan baik di ruang tamu. 

SINGLE

Dono, Kasino dan Indro di ruang tengah sedang nonton Tv dengan berita di tentang seputar artis yang ini dan itu. 

"Don, Kasino. Acara di Tv ini mengangkat topik tentang Single," kata Indro. 

"Artis kebanyakan sudah kaya tetap saja belum punya pasangan. Aneh banget ya. Apa di bilang tidak laku ya? Padahal kecantikkan dan ketampanan tuh artis, ya kalau kaum awam sih banyak yang mau sih....tetap saja kaum awam sih mikir dua kali karena di pikirkan dengan baik kehidupan ini harus berusaha lebih keras lagi agar sukses dan kaya," kata Kasino. 

"Pendapat Kasino, ya seperti itu. Sedangkan pendapat aku sih. Tidak terlalu penting!" kata Dono. 

"Kalau pendapat aku sih. Nama juga sebuah keputusan, ya harus di jalankan dengan baik karena telah di putuskan harus memenuhi janji pada diri. Single," kata Indro. 

"Kalau kata Single itu keputusan Dono dan Indro....gimana di jalankannya?" kata Kasino. 

"Permainan apa serius?" kata Dono. 

"Iya, Kasino apa permainan apa serius?" kata Indro. 

"Serius saja. Kadang dalam kehidupan kenyataan bisa saja keputusan sama dengan artis Tv yang menjalankan kehidupan ini tetap di jalankan Single!" kata Kasino. 

"Serius. Boleh!" kata Dono. 

"Sebenarnya aku?" kata Indro. 

"Tidak bisa serius. Ingin permainan. Berarti Indro tidak bisa melepaskan Saskia karena cinta. Kalau Saskia di ambil Tuhan gimana?" kata Kasino yang tegas banget. 

"Buset Kasino. Ngomong begitu. Parah itu mah," kata Indro. 

"Kan contohnya ada : Dono. Wulan di ambil Tuhan. Dono jadi Single!" kata Kasino yang tegas banget. 

"Memang contohnya sih bener sih. Ok lah serius!" kata Indro yang tegas. 

"Sekarang aku mulai. Aku bisa Single. Alasannya karena aku ambil pokok permasalahan yang terjadi masyarakat belum menemukan jodoh yang tepat karena aku tipe pemilih kaya pekerjaan gitu," kata Kasino. 

"Ya aku sih. Bisa saja Single. Alasannya. Di ambil saja dari pengalaman ku. Wulan di ambil Tuhan. Karena aku tidak bisa melupakan cinta pertama, maka aku putuskan Single. Jadi hidupku terus berlanjut dengan mengenang kebersamaan dengan Wulan. Bisa di sebut terbuai keadaan masa lalu," kata Dono. 

"Giliran aku. Bingung juga ya. Ok lah aku bisa Single. Alasannya. Karena Saskia meminta aku untuk hubungan dihentikan. Saskia ingin melanjutkan kuliah lagi S2 sampai S3-nya," kata Indro. 

"Kalau itu sih. Bentuk pembuktian. Indro bisa nggak setia dengan Saskia. Begitu juga Saskia bisa setia Indro. Sampai tujuan di bidang pendidikan di dapatkan dengan baik," kata Kasino. 

"Bentuk keputusan yang ambil Indro ada baik juga sih. Untuk pola pikir kedewasaan Indro dan Saskia, pembentukan cinta sejati dan juga kesetiaan dalam hubungan. Ujiannya berat banget gitu itu mah!" kata Dono. 

"Sifat aku yang kekanak-kanakan yang suka deketin cewek gitu, ya bisa main di belakang Saskia. Ya jadi ujian aku paling utama itu. Ketika aku Single. Aku sadar banget. Bahwa cinta yang terbaikku adalah Saskia," kata Indro. 

"Di buat serius. Tetap saja permainan juga," kata Kasino. 

"Ya begitulah," kata Dono. 

"Permainan juga akhirnya," kata Indro. 

Indro, Dono dan Kasino, tidak melanjutkan obrolan jadi serius nonton Tv. Acara Tv pun berganti ke acara lain, ya film gitu. Dono yang ada kerjaan jadi beranjak dari duduknya bersama Kasino dan Indro, ya Dono ke kamarnya untuk mengetik di leptopnya. 

"Kasino," kata Indro. 

"Apa lagi?!" kata Kasino. 

"Kadang apa berhenti saja tuh Dono mengetik di leptopnya membuat cerita di Blog-nya? Ya istirahat gitu. Asik nonton Tv bersama kita dengan baik!" kata Indro. 

"Ya keputusan Dono. Mau di kata apa?!" kata Dono. 

"Hoby bercerita!" kata Indro. 

"Emmmm," kata Kasino. 

Kasino dan Indro, ya fokus nonton Tv karena acara Tv bagus banget gitu...film. Dono membuat cerita dengan judul 'Single', ya di dapetkan dari nonton Tv dan di obrolin sama Kasino dan Indro. Seperti biasa. Dono selesai buat cerita, ya main catur di leptopnya dengan baik. 

Saturday, May 15, 2021

BICARA DENGAN ROH

Kasino di halaman belakang, ya merawat dengan baik tanaman di potnya. Indro dan Dono di ruang tengah sedang nonton Tv yang acaranya bagus banget gitu, ya film. Ya Dono dan Indro nonton Tv sambil menikmati minum teh dan juga makan kue yang enak banget gitu. 

"Don," kata Indro. 

"Apa?" kata Dono. 

"Don. Aku ingin minta pendapatmu tentang sesuatu sih. Jika aku mendapatkan cewek yang agamanya Hindu gimana?" kata Indro. 

"Dapet cewek yang agamanya Hindu? Tidak ada masalah sih," kata Dono. 

"Jawabannya gampang banget. Tidak ada masalah," kata Indro. 

"Emmmm," kata Dono. 

"Urusannya pindah agama," kata Indro. 

"Indro itu telah dewasa. Yang menjalankan agama adalah Indro, ya baik dan buruknya. Kalau Indro mampu, ya tuh cewek yang beragama Hindu di bimbing dengan baik mengikuti agamanya Indro....Islam. Sebaliknya... kalau cewek itu membimbing Indro dengan baik, ya mengikuti agamanya cewek itu...Hindu," kata Dono. 

"Sama-sama memberikan pemahaman agama antara aku dan dia Penentang dalam urusan cinta, ya orang tua, ya gara-gara beda agama," kata Indro. 

"Pastinya orang tua menentanglah. Wajar itu. Urusan pindah agama," kata Dono. 

"Kacau itu mah. Ada cara lain nggak Don?!" kata Indro. 

"Cara lain. Bicara dengan Roh saja. Apa pilihan Indro benar atau tidak memilih cewek agama Hindu?" kata Dono. 

"Cewek agama Hindu juga harus bicara dengan Roh juga untuk memutuskan apakah pilihan benar atau tidak untuk memilih aku, ya Don?" kata Indro. 

"Ya boleh juga sih. Jadi Indro yang beragama Islam dengan cewek beragama Hindu di bimbing aku bicara dengan Roh. Harus mengikuti ujiannya. Jika gagal mati. Jika berhasil hidup," kata Dono. 

"Jika gagal mati. Jika berhasil hidup. Ya Don. Kemungkinannya sih gagal, ya mati. Tidak bisa bersatu....Don," kata Indro. 

"Padahal jika berhasil ujiannya, ya hidup gitu dan bisa bicara dengan Roh. Maka Indro dan cewek agama Hindu di jelaskan kebenaran dari agama. Pasti memilih agama yang benar setelah di jelaskan sama Roh dan bisa bersatu dalam satu ikatan satu agama," kata Dono. 

"Kemungkinan berhasil itu kecil. Yang ustad gelar Profesor saja tidak mampu bicara dengan Roh untuk mengetahui kebenaran dari agama, ya begitu juga dengan pemuka agama Hindu juga, ya?!" kata Indro. 

"Kalau itu sih jawabannya ilmunya di pertanyakan?" kata Dono. 

"Padahal, ya Don. Aku mau membicarakan tentang cewek agama Hindu karena aku nonton vidio di Youtobe tentang cowok pindah agama ke Hindu, ya mengikuti agama cewek itu," kata Indro. 

"Jangan-jangan vidio Hindu Bali," kata Dono. 

"Iya Don," kata Indro. 

"Obrolan ini sekedar pendapat saja kan!" kata Dono. 

"Memang sekedar pendapat saja. Kan obrolan dalam kehidupan sehari-hari cenderung orang mengeluarkan pendapat berdasarkan pemahaman ilmunya. Jadi tidak perlu di bahas lebih jauh. Fokus nonton Tv aja!" kata Indro. 

"Emmmm," kata Dono. 

Dono dan Indro fokus nonton Tv, ya memang film ya bagus banget gitu. Kasino terus merawat tanamannya dengan baik banget, ya sampai selesai gitu. Kasino pun instirahat, ya main game di Hp sambil makan kue dan minum teh. 

SELERA COWOK

Keadaan memang masih lebaran gitu. Orang-orang masih pergi ke sana dan ke sini tujuannya silaturahmi dengan keluarga. Mempung ada umur tetap menjalin silaturahmi dengan keluarga dan juga sahabat. Memang masih silaturahmi lokal saja kalau jauh, ya pake vidio call lah. Karena ada cerita tentang seorang anak kecil yang tidak bisa merayakan lebaran dan juga silaturahmi dengan keluarga dan lingkungan, ya anak kecil itu telah meninggal dunia...jadi anak kecil itu tidak panjang umur sih. Dono di ruang tamu sedang asik baca bukunya dengan baik banget. Kasino dan Indro sedang nonton Tv di ruang tamu. Seperti biasanya acara Tv mempersembahkan acara yang bagus-bagus untuk penonton di rumah. Film-film yang menarik gitu. Kasino dan Indro tetap asik nonton film yang bagus gitu, ya buatan anak negeri gitu. Menonton film anak negeri berarti ikut dalam memajukan karya anak negeri dalam bidang perfilm. 

"Kasino, filmnya bagus banget," kata pujian Indro.

"Iya," kata Kasino.

"Sekarang ini tidak di bulan Ramadhan lagi dan juga puasa kan Kasino?" kata Indro.

"Kan sudah lebaran gitu," kata Kasino.

"Berarti boleh membicarakan tentang cewek gitu?!" kata Indro.

"Sebenarnya tidak boleh," kata Kasino.

"Kenapa tidak boleh?" kata Indro.

"Cuma becanda," kata Kasino.

"Ooooo becanda toh," kata Indro.

"Kenapa Indro ingin membicarakan tentang cewek?!" kata Kasino.

"Aku kan cowok gitu. Membicakan lawan jenis itu menarik gitu. Kalau membicarakan tentang cowok, ya berartikan akunya kelainan gitu," kata Indro.

"Membicarakan cewek lebih baik. Normal," kata Kasino menegaskan omongan Indro.

"Permainan seandainya. Pilih artis. Ya artis Bulan apa artis Agatha?" kata Indro.

"Bulan, ya cantik sih. Agatha, ya cantik sih. Di suruh milih. Kalau permainan sih pilih dua-dua saja!" kata Kasino.

"Mulai poligaminya," kata Indro.

"Mencintai dua cewek itu hal biasa. Yang terpenting itu....apakah bisa mencukupi kebutuhan tuh cewek?!" kata Kasino.

"Mencukupi kebutuhan cewek yang di sukai. Ya kalau aku orang kaya raya seperti raja di raja yang punya harta banyak. Otomatis bisa sih. Kenyataan sih, orang biasa saja," kata Indro.

"Sebenarnya sih di bikin mudah saja sih. Banyak permainan di jalan kan cowok untuk bisa mencintai dua cewek yang di sukainya dengan cara permainan kucing-kucingan. Pada akhirnya ketahuan juga. Ya tergantung cowoknya. Pilih salah satu atau lebih baik tinggalkan keduanya dan mendapatkan cewek ketiga yang di sukai," kata Kasino.

"Kayanya cerita ini ada di film-film tema cinta," kata Indro.

"Kesamaan cerita kan biasa," kata Kasino.

"Kembali ke pilihan Kasino. Pilih Bulan apa Agatha?" kata Indro.

"Masih permainan toh. Ok pilih dengan baik. Bulan!" kata Kasino.

"Kenapa Bulan?!" kata Indro.

"Pasti setiap memilih di tanya alasannya. Kenapa pilih Bulan. Kan bisa saja lebih baik Agatha? Jawabanya sih. Aku suka dengan karakter kepolosan dari Bulan," kata Kasino.

"Karakter polos dari Bulan. Kalau aku mengamati dengan baik. Iya juga ya. Memang sih membuat aku tertarik gitu. Ya selera cowok dalam memilih cewek," kata Indro.

"Aku suka dengan cewek itu. Kan belum tentu orang lain suka dengan cewek itu. Maka di sebut selera cowok!" kata Kasino menjelaskan.

"Oooooo iya Kasino. Apa pentingnya Informan dalam sistem kerja?" kata Indro.

"Informan. Apa pentingnya dalam sistem kerja? Kaya main detektif saja!" kata Kasino.

"Dono punya Informan dalam mengumpulkan data fakta," kata Indro.

"Itu sih sistem kerja Pemerintahan. Dono memang bidangnya Pemerintahan, ya cuma tidak kerja di Pemerintahan. Kerjanya Dono, ya Swasta. Jadi Informan itu memang penting banget dalam mengumpulkan data fakta. Jika terjadi masalah. Maka data fakta itu di gunakan dengan baik banget," kata Kasino.

"Ooooo begitu. Jadi penting banget Informan itu," kata Indro.

"Emmm," kata Kasino.

"Ya sudah permainan seandainya milih cewek yang pekerjaannya artis. Fokus nonton Tv aja!" kata Indro.

"Emmmm," kata Kasino.

Kasino dan Indro, ya fokus nonton Tv dengan baik banget. Dono di ruang tamu masih baca buku dengan baik banget.

Friday, May 14, 2021

KRITIK

Dono sedang duduk di ruang tamu, ya sedang baca buku sih. Memang keadaan masih suasana lebaran sih. Indro dan Kasino sedang nonton Tv di ruang tengah. Acara Tv, ya memang bagus banget tentang Bapak B.J. Habibie. 

"Film bangus, ya Kasino," kata Indro.

"Iya," kata Kasino.

"Kaya aku ingin membuat pesawat," kata Indro.

"Membuat pesawat sih. Butuh biaya yang cukup besar," kata Kasino.

"Pesawat yang di buat murah. Pastinya. Pesawat kertas," kata Indro.

"Yo,..i..," kata Kasino.

Saat iklan di Tv. Indro pindah duduknya ke ruang tamu. Kasino menikmati makan kue lebaran dan juga minum sirup dengan rasa jeruk. Indro duduk di sebelah Dono.

"Dono," kata Indro.

"Apa?" kata Dono sambil menghentikan baca bukunya.

"Apakah salah mengkritik seorang Ustad, ya bisa saja gelar pendidikan lebih tinggi dari aku....Profesor gitu?" kata Indro.

"Mengkritik seorang Ustad. Tidak ada masalah sih. Yang terpenting itu Ustad bisa tidak menerima enggak tuh keritikan? Karena kalau Ustad ceramah, ya mendekati mengkritik umat manusia!" kata Dono.

"Ceramah Ustad. Ada sih mengkritik keadaan gitu. Jadi tidak ada masalah mengkritik seorang Ustad," kata Indro.

"Di bidang pendidikan, ya kritik itu biasa. Tujuannya membangun diri seorang menjadi lebih baik lagi," kata Dono.

"Aku paham Don," kata Indro.

"Padahal bila mampu, ya kritik Presiden dan Wakil Presiden lah. Tujuannya agar sistem kerja Pemerintahan berjalan lebih baik lagi sampai tujuan yang paling sempurna dalam tiori pembangunan SDA dan SDM-nya," kata Dono.

"Wah. Aku rakyat kecil... Don. Cuma hal kecil saja aku berani mengkritik. Kalau hal besar aku tidak berani. Kaya mengritik Presiden dan Wakil Presiden," kata Indro.

"Kalau tidak berani berarti...Indro tidak akan terjun kedunia politik. Ya Indro tetap jadi rakyat kecil yang hanya ikut saja tapi tidak bisa mengubah keadaan jika ada masalah di pemerintah," kata Dono.

"Jadi orang politik itu yang mengubah keadaan toh!" kata Indro.

"Iya iyalah," kata Dono.

"Oooo...iya Don. Gimana dengan berita perang di negara lain gitu. Ya heboh sih beritanya?!" kata Indro.

"Berita perang di negara lain. Aku tidak mau ikut campur urusan negara lain yang sedang perang karena ngumpulin data yang fakta itu ribet banget. Aku tidak punya informan negara lain. Sekedar nonton di Tv saja sebagai penonton yang baik saja," kata Dono.

"Informan toh," kata Indro.

"Kalau di Indonesia. Contoh : Aku di Jakarta. Terjadi bencana di Jawa Timur dari berita di Tv atau media apa pun?. Ya aku tidak gampang percaya dengan berita Tv atau media apa pun?. Aku mencari data faktanya dengan cara menelpon keluarga di Jawa Timur. Bisa di sebut Informannya akulah keluarga itu. Baru aku percaya tentang kebenaran suatu berita," kata Dono.

"Dono tidak ikut campur toh!" kata Indro.

"Emmmm," kata Dono.

"Ya sudahlah Don. Aku nonton Tv lagi!" kata Indro.

"Iya," kata Dono.

Dono kembali baca bukunya. Indro pindah duduknya ke ruang tengah untuk nonton Tv lagi bersama Kasino.

Thursday, May 13, 2021

MAWAS DIRI

Keadaan masih suasana lebaran. Dono, Kasino dan Indro telah bermaaf-maafan dengan keluarga dan juga lingkungan sekitar dengan baik banget. Tiba-tiba hari hujan turun tidak deras sih, ya gerimis gitu. Kasino dan Indro duduk di ruang tengah nonton Tv, ya sambil menikmati makan kue lebaran dan juga minum sirum dengan rasa melon. Dono, ya di ruang tamu baca buku gitu sambil menikmati makan kue lebaran dan minum sirup dengan rasa jeruk. 

"Kasino. Ustad di Tv. Ngomongin kepribadian ganda," kata Indro.

"Iya. Dua jiwa dalam satu tubuh," kata Kasino.

"Padahal jiwa itu satu. Jadi jiwa ke dua itu adalah kepalsuan atau kesemuan," kata Indro.

"Sebenarnya terbentuk karena pikiran saja," kata Kasino.

"Jika manusia mengalami kecewaan. Akan terbentuk pikiran kedua. Bisa saja pikiran itu baik atau buruk," kata Indro.

"Contohnya : kaya di film tentang psikopat gitu," kata Kasino.

"Contoh yang di omongin Kasino ada bener sih," kata Indro yang menegaskan omongan Kasino. 

"Ustad di Tv. Menjelaskan silaturahmi ke keluarga dan juga lingkungan. Harus membuka hati dengan baik, ya saling memaafkan. Di sini di maafkan di sana tidak, ya masih ada rasa benci gitu bisa di bilang kepribadian ganda. Jadi harus di maafkan semuanya," kata Indro. 

"Memang harus saling memaafkan di hari lebaran ini. Tapi ini contoh sih, ya bisa saja contoh kenyataan bagi orang pernah menjalankannya seperti ini : jika ada orang jahat telah menusuk aku dan berakibat fatal, ya mendekati kematian, apakah kita harus memaafkan?" kata Indro. 

"Itu sulit untuk di maafkan sih," kata Kasino. 

"Berarti tunggu lebaran berikutnya saja sampai rasa sakit itu hilang," kata Indro. 

"Boleh juga sih," kata Kasino. 

"Seharusnya. Ya di bayar dulu hukumannya penjahat itu, ya di tusuk juga sampai menjelang kematian juga. Seimbang deh. Baru saling memaafkan," kata Indro. 

"Bisa juga seperti omongan Indro," kata Kasino menegaskan omongan Indro. 

"Agama Islam bagus. Maka Agama lain ikut berusaha untuk jadi bagus juga," kata Indro. 

"Kenyataannya begitu. Agama terus berusaha membimbing umat di jalan kebaikan dan tambah berkembang dan jaya," kata Kasino. 

"Ooooo iya. Kasino. Dono sering membuat cerita tentang Roh kan?!" kata Indro. 

"Iya," kata Kasino. 

"Kemungkinan ada pemikiran dari pembaca. Bahwa Dono itu terkena penyakit kejiwaan. Kepribadian ganda kaya omongan Ustad di Tv," kata Indro. 

"Ilmu psikologi. Ilmu kejiwaan. Sebenarnya sih di bilang Dono kena penyakit kejiwaan sih tidak ada masalah. Cerita di buat Dono, ya memang cerita yang di buat sengaja di tutupi kebenarannya. Kalau di cerita sebenarnya bisa kacau urusannya. Karena pernah di proses kenyataan sama Dono," kata Kasino. 

"Kebenaran itu lebih baik misteri," Indro. 

"Maka itu. Seorang Ustad sekali pun yang ngomong kaya di Tv, ya omongan ya harus di balik kan ke Ustad tersebut. Diri Ustad itu mawas diri nggak apa yang ia omongin itu?!" kata Kasino. 

"Omongan Kasino benerlah. Mawas diri!" kata Indro menegaskan omongan Kasino. 

Kasino dan Indro, ya fokus nonton Tv. Dono masih asik baca buku dengan baik banget. 

Wednesday, May 12, 2021

SUASANA LEBARAN

Seusai sholat Idul Fitri di mesjid. Dono, Kasino dan Indro saling bermaaf-maafan dengan orang-orang di lingkungan mesjid, ya seperti biasa sih saudara seiman yang paling dekat karena menegakan agama demi dunia ini di jalan kebaikan. Setelah itu. Dono, Kasino dan Indro pulang ke rumah. Ya Indro dan Kasino menikmati makan yang enak di hari lebaran di ruang makan. Seperti biasa makan yang enak itu buatan Indro. Dono ke dalam kamarnya. Duduklah Dono di dalam kamarnya, ya diam saja gitu. Roh muncul di hadapan Dono.

"Beberapa lebaran telah kamu lewati dengan baik. Setelah kamu selesai ujian kematian mu," kata Roh.

"Iya," kata Dono.

"Kesalahan di masa lalu mu banyak. Karena dirimu masih banyak kebodohannya," kata Roh.

"Iya," kata Dono.

"Seharusnya kamu tidak mempelajari ilmu kematian demi mencari tahu kebenaran. Tentang Ayah mu meninggal," kata Roh.

"Aku salah," kata Dono.

"Aku telah mengajarkan dengan baik. Gimana rasa sakit ketika Ayahmu di uji kematiannya sendiri," kata Roh.

"Penderitaan," kata Dono.

"Aku membimbing mu mengajarkan ilmu agama yang sebenarnya. Paling asli dari ajaran yang sebenarnya. Tujuannnya kamu lebih paham lagi. Untuk apa agama di bangun orang tua dari awal peradaban?" kata Roh.

"Aku paham," kata Dono.

"Jadilah pemuda yang baik!" kata Roh.

"Iya," kata Dono.

"Nikmatilah hidupmu!" kata Roh.

"Iya," kata Dono.

Roh pergi menghilang. Dono keluar dari kamarnya. Ya segera ke ruang makan untuk menikmati makan yang enak di buat Indro. 

"Lebaran ini tetap harus mengikuti keadaan," kata Indro.

"Sebagai rakyat kecil. Harus mengikuti aturan yang di buat Pemerintah demi kesejahteraan rakyatnya," kata Kasino.

"Yang penting itu ibadahkan tetap berjalan baik kan," kata Dono.

"Ibadah tetap berjalan dengan baik,"  kata Indro.

"Aku teringat suasana lebaran di masa kecil. Penuh dengan kecerian," kata Dono.

"Aku juga teringat. Suasana lebaran di masa kecil. Bahagia banget," kata Indro.

"Sama aku teringat suasana lebaran di masa kecil. Ya penuh dengan kecerian dan bahagia banget," kata Kasino.

"Dewasa ini. Nikmati saja dengan penuh kecerian sama dengan masa kecil," kata Dono.

"Idem," kata Indro.

"Tenang dan damai," kata Kasino.

Kasino, Indro dan Dono tetap menikmati makan enak sampai perut ketiganya kenyang. Seperti biasa siapa yang mencuci piring dan gelas habis makan, ya dengan permainan hompimpa dan suit? Ternyata yang kalah adalah Kasino. Segera Kasino dan Indro mencuci piring dan gelas di belakang. Dono dan Indro ke ruang tengah untuk menonton Tv. Ya di pilihlah acara Tv yang menarik sama Indro pake remot. Keduanya asik nonton Tv yang acara bagus banget. Setelah selesai mencuci piring, ya Kasino ke ruang tamu dan segera main game di Hp-nya dengan penuh kesantaian gitu di hari lebaran yang tenang dan damai.

TIDAK TERSESAT

Dono di ruang makan, ya diam sedang mendengarkan suara Roh dengan baik banget. Kasino di halaman belakang, ya memetik buah pepaya yang di rawat dengan baik....mateng gitu. Buah pepaya di cuci dengan baik dan setelah itu di bawa ke dalam rumah di taruh di meja makan. Memang Kasino melihat Dono diam gitu. Kasino duduk dan berkata "Dono....sedang degerin suara Roh ya?" 

"Iya," kata Dono.

"Roh bercerita apa Don?" kata Kasino.

"Kehidupan dunia ini," kata Dono.

"Oooo begitu toh," kata Kasino.

Roh pun pergi dan menghilang gitu. 

"Buah pepayanya mateng ya Kasino?" kata Dono.

"Iya. Rezeki orang yang mau berusaha dengan baik. Dengan lahan kecil pun menghasilkan sesuatu yang baik pula," kata Kasino.

"Pinter Kasino," pujian Dono.

"Hoby ku menanam tanaman gitu," kata Kasino.

"Emmm," kata Dono.

"Ooooo...iya Dono. Masih menulis cerita tentang Roh?"kata Kasino.

"Iya. Masih menulis cerita tentang Roh," kata Dono.

"Masih menulis cerita tentang Roh toh. Tujuannya apa Don?" kata Kasino.

"Tujuannya ya. Sekedar bercerita sih," kata Dono.

"Kalau kita menyakini tentang Roh apa tidak menyimpang dari ajaran agama Don?" kata Kasino.

"Pertanyaan yang bagus banget. Aku tidak tersesat. Karena aku tidak mentuhankan Roh yang aku ceritakan dengan baik. Tuhan yang pantes untuk di sembah adalah Allah SWT," kata Dono.

"Dono. Ternyata pinter. Beda dengan manusia dari dahulu sampai sekarang tidak memahami ilmu dan masih menyembah patung dan gambar-gambar yang di buat mereka sendiri dan di Tuhan kan," kata Kasino.

"Terima kasih atas pujiannya," kata Dono.

"Emmm," kata Kasino.

"Kalau begitu aku mau mengetik ah!" kata Dono.

"Iya," kata Kasino.

Kasino tetap di ruang makan, ya main game di Hp-nya dengan baik. Dono bergerak ke kamarnya dan segera mengetik di leptopnya membuat cerita yang baik gitu seperti biasanya. Indro yang sedang duduk di ruang tamu sedang main game di Hp-nya. Terdengar suara dari balik pintu "Paket."

"Iya," kata Indro sambil menghentikan main game di Hp-nya.

Indro membuka pintu dengan baik. Cowok keren terlihat, ya tukang paket gitu. Cowok itu menyebutkan harga barang yang harus di bayar dan menyerahkan paket ke Indro. Ya Indro mengeluarkan uangnya dari dompetnya dan memberikan uang ke tukang paket. 

"Terima kasih," kata cowok itu.

"Iya. Sama-sama," kata Indro.

Cowok itu pergi meninggalkan rumah Indro dengan membawa motornya dengan baik, ya mengantarkan paket ke tempat lain. Indro menutup pintu dengan baik. Paket di buka dengan Indro, ya memeriksa barang yang ia beli lewat jaringan online lah. 

"Ok bagus. Aku jadi lebaran," kata Indro.

Indro pun menaruh barang tersebut di kamarnya dan melanjutkan main game di Hp-nya dengan baik.

Tuesday, May 11, 2021

PEMUDA YANG POLOS

Dono di ruang tamu sedang baca statistik Blognya untuk melihat dengan baik reting bacaan pada cerpen yang telah di publikasikan di Hp-nya.

"Ini cerpen. Apa judul yang membuat reting baca naik, apa isi dari cerpen?" kata Dono.

Dono terus melihat dengan baik statistik reting baca. Indro selesai urusan dengan pekerjaan, ya keluar dari kamarnya menuju ruang tamu. Terdengar suara toa dari mesjid tentang pemberitahuan pembagian zakat ke warga miskin kepada warga yang telah mendapatkan kupon. Dono mengabaikan pemberitahuan dari toa, ya sibuk melihat statistik reting bacanya. Indro juga mengabaikan toa pemberitahuan dari mesjid yang berkaitan dengan pembagian zakat.

Indro duduk, ya sambil melihat Dono yang sibuk melihat sesuatu di Hp-nya. 

"Dono," kata Indro. 

"Apa?" kata Dono sambil berhenti melihat statistik reting baca di Hp-nya. 

"Lagi lihat apa di Hp. Sampe serius banget?!" kata Indro. 

"Lagi melihat data statistik reting baca cerpen yang telah di publikasikan. Aku penasaran saja. Apakah judul cerpen yang membuat reting baca naik dan apakah karena isi cerita cerpen padahal isi cerpen biasa aja gitu, ya beda dengan penulis cerpen kawakan yang penggemar banyak  kaya artis jadinya gitu?!" kata Dono. 

"Reting baca toh!" kata Indro. 

"Kemungkinan sih judul cerpen yang membuat reting baca naik," kata Dono yang berpikir panjang. 

"Mungkin Don!" kata Indro. 

"Mungkin," kata Dono. 

"Ooooo iya...Don. Aku ingin tahu sesuatu?!" kata Indro. 

"Apa?" kata Dono. 

"Dono sering menulis cerita cerpen di kaitkan dengan artis. Jadi cerpen Dono mengikuti ke populeran dari artis dan hasilnya cerpen Dono jadi populer juga gitu?" kata Indro. 

"Mengekor kepopuleran dari artis demi tujuan cerpen populer juga. Aku tidak kepikiran sampai sana ya? Yang aku pikirkan cuma cerita saja dengan baik," kata Dono. 

"Dono pola pikirannya seperti pemuda yang polos ya. Padahal banyak di jaringan internet mengkaitkan ini dan itu dengan tujuannya Blog mereka terkenal dan juga kaya gitu," kata Indro. 

"Blog ku kan tidak ada iklannya dan di buat jauh dari standar gitu. Ya tidak mungkin lah tujuannya sama dengan Blog yang lain populer dan kaya," kata Dono. 

"Berarti cuma sekedar cerita. Konsep awal dan akhir. Dan tidak termasuk mengekor kepopuleran dari artis tujuannya jadi populer gitu. Beda dengan Blog yang lain yang punya kualitas luar biasa gitu. Baik sistem kerjanya individu maupun kelompok," kata Indro. 

"Emmm," kata Dono. 

"Kalau begitu aku main game ah!" kata Indro. 

"Emmm," kata Dono. 

Dono tidak melanjutkan melihat statistik reting baca di Hp-nya, ya jadi main game di Hp-nya. Indro telah asik main game di Hp-nya. Kasino selesai juga dengan kerjaan di kamarnya, ya pembukuan. Kasino keluar dari kamar ke ruang tengah untuk nonton Tv. Baru menghidupkan Tv pake remot. Terdengar suara adzan dari mesjid. Kasino mematikan Tv pake remot dan kebelakang untuk mengambil wudu. Dono dan Indro berhenti main game di Hp-nya, ya kebelakang untuk mengambil wudu. 

Kasino, Dono dan Indro telah mengambil wudu di belakang, ya bergerak ke kamar khusus untuk sholat. Seperti biasa ketiganya main hompimpa dan suit untuk menentukan siapa yang kalah jadi imam sholat? Ternyata yang kalah adalah Indro. Segeralah melaksanakan sholat dhuzur dengan penuh khusukkan sampai selesai. 

Selesai sholat ketiganya, ya zikir dan doa. Setelah itu. Dono tetap di kamar khusus tempat sholat, ya baca Al-Qur-an. Kasino dan Indro ke luar dari kamar menuju ruang tengah untuk nonton Tv. Duduk keduanya. Ya Indro menghidupkan Tv pake remot dan di pilih chenel acara Tv-nya berita ini dan itu. Indro dan Kasino, ya santai nonton berita

TUJUANNYA

Indro keluar dari kamarnya membawa kardus berisi benda-benda. Di ruang tamu, ya Indro menaruh benda-benda tersebut di meja.

"Aku mulai permainannya," kata Indro.

Indro pun menyembah tuh benda-benda sesuai ajaran agama gitu, ya ceritanya gitu. Kasino keluar dari kamar menuju ruang tamu, ya memang sih melihat Indro sedang menyembah-menyembah benda-benda.

"Indro bikin main lagi," kata Kasino.

Kasino yang tidak peduli ulah Indro, ya ke ruang tengah untuk nonton Tv. Duduk Kasino di ruang tengah, ya mengambil remot di meja dan di hidupkan Tv. Kasino memilih chenel Tv yang menarik acaranya dan di pilih sinetron tema misteri gitu. Dono selesai urusannya di kamarnya, ya keluar dari kamar dan memang ke ruang tengah melihat Kasino sedang asik nonton Tv dengan acara sinetron misteri.

"Misteri yang bagus," kata Dono.

Dono pun bergerak ke ruang tamu. Kasino tetap asik nonton Tv sinetron misteri. Dono di ruang tamu, ya duduk di ruang tamu dan melihat ulah Indro sedang menyembah benda-benda di meja.

"Sampai kapan Indro menyembah benda itu?" kata Dono.

"Dono. Cuma mainan saja!" kata Indro.

"Ooooo cuma mainan saja toh. Jadi benda yang berjejer di meja. Ada miniantur kabah, salif, patung budha, patung dewa wisnu, dan banyak lainnya," kata Dono.

"Sebenarnya sih Don. Manusia menyembah benda ini, ya kenyataannya berdasarkan pandangan aku saja dalam pola pikir pendek gitu," kata Indro.

"Pandangan Indro. Kebiasaan manusia yang menjalankan ajaran agama, ya kenyataannya. Sedangkan Indro cuma contoh kecil saja!" kata Dono.

"Maksudnya itu Don!" kata Indro.

"Dapet apa dari menyembah dari benda-benda itu?" kata Dono.

"Ya tidak dapet apa-apa? Suara Roh pun tidak dapet gitu!" kata Indro.

"Agama sebenarnya tujuannya mengajarkan manusia untuk berjalan di muka bumi ini di jalan kebaikkan. Membina diri dengan baik, keluarga, teman dan orang lain," kata Dono.

"Aku paham tujuan agama yang berkembang di dunia ini untuk membimbing manusia di jalan kebaikan," kata Indro.

"Kalau tentang Roh, ya sebenarnya sih. Tergantung ilmu sih. Bagi yang bisa memahami ilmu, ya pasti bisa mendengarkan Roh dan akan di jelaskan kebenaran dari agama," kata Dono.

"Memahami ilmu toh sampai bisa mendengarkan Roh. Susah juga. Dengan jalan kesyirikan pun belum tentu, ya sampai aku menyembah patung setan sekali pun," kata Indro.

"Memang susah," kata Dono. 

"Kalau begitu udahan ah main ya!" kata Indro memasukan benda-benda ke dalam kardus. 

"Indro kelakuannya anak kecil," kata Dono. 

"Kalau begitu aku main game saja!" kata Indro. 

"Emmm," kata Dono. 

Dono mengambil buku di bawah meja dan segera di bacanya dengan baik. Indro sudah asik main game di Hp-nya. Kasino masih asik nonton Tv karena memang sinetron misteri bagus gitu.

TERGANTUNG

Dono, Kasino dan Indro di mesjid, ya mengikuti acara i'tikaf di mesjid seperti biasa baca Al-Qur'an bergantian gitu dengan remaja yang lain. Ketika waktu istirahat. Dono keluar dari mesjid ke rumah Joni yang dekat mesjid, sekedar urusan kerjaan, ya ngonrol dengan Joni dan minjem leptop untuk mengetik cerita di Blognya. Kasino dan Indro, ya keluar dari mesjid dan duduk di teras mesjid sambil memandang langit gelap bertabur bintang sambil minum kopi keduanya.

"Kasino," kata Indro.

"Apa?" kata Kasino.

"Hari ini hari yang tenang," kata Indro.

"Iya," kata Kasino.

"Ooo iya Kasino boleh enggak ngobrol tentang cewek?" kata Indro.

"Masih bulan Ramadhan. Gimana ya?" kata Kasino berpikir panjang.

"Boleh nggak?" kata Indro.

"Ya....ya boleh!" kata Kasino.

"Boleh toh. Begini. Cewek itu lebih suka cowok yang umurnya di atas dirinya, sama dengan dirinya satu lagi di bawah dirinya?" kata Indro.

"Tergantung," kata Kasino.

"Tergantung, ya mati Kasino?" kata Indro bercanda.

"Siapa bunuh diri?" kata Kasino mengikuti permainan Indro.

"Ok. Cuma becanda kok," kata Indro.

"Aku paham," kata Kasino.

"Tergantung dari cewek toh," kata Indro.

"Kalau ceweknya statusnnya janda. Cowok di bawah umurnya ya di makan. Yang penting ada yang menyukainya gitu. Bobonya anget gitu jadinya," kata Kasino.

"Iya juga ya. Kalau janda di makan tuh cowok di bawah umurnya," kata Indro.

"Cewek perawan tua pun jika dapet cowok di bawah umur, ya di makanlah," kata Kasino.

"Iya juga ya. Cewek perawan tua dapet cowok di bawah umurnya, ya di makanlah. Nikah deh. Tidur tidak sendiri lagi. Bobonya anget gitu," kata Indro.

"Cewek sebenarnya paling suka dengan cowok yang umurnya di atas dirinya. Dirinya cewek itu jadi manja terhadap cowok di atas dirinya," kata Kasino.

"Iya juga ya. Cewek paling suka dengan cowok yang umurnya di atas dirinya. Itu mah banyak cerita kenyataannya," kata Indro.

"Sama halnya cewek suka sama dengan cowok yang umurnya sama. Ceritanya pun lebih banyak sih," kata Kasino.

"Kalau sama umurnya sih memang banyak ceritanya," kata Indro.

Indro dan Kasino minum kopinya.

"Kemarin ada cerita tentang artis rambutnya gondrong, ya kita bahas dalam cerita kan?" kata Indro.

"Aku inget dengan baik. Ya iya sih. Kita ngobrol tentang artis yang rambutnya gondrong sih,"kata Kasino.

"Gaya penulis itu dari lulus SMA rambutnya gondrong kan?!" kata Indro.

"Penulis. Ya iya lah. Temannya penulis saja ada yang rambutnya gondrong. Tetap menetapi di jalan kebaikan, ya ibadah gitu," kata Kasino.

"Gaya boleh rambut gondrong. Yang penting ibadah jalan terus," kata Indro.

"Masuk yuk!" kata Kasino.

"Ayuk," kata Indro.

Indro dan Kasino masuk ke dalam mesjid untuk melanjutkan acara i'tikaf di mesjid. Dono selesai urusan dengan Joni dan telah mempublikasikan cerita di Blognya. Dono dan Joni, ya kembali ke mesjid untuk melanjutkan acara i'tikaf di mesjid. Seperti biasa baca Al-Qur'an bergantian.

ABSTRAK

Dono, Kasino dan Indro selesai buka puasa. Seperti biasa sih siapa yang mencuci piring dan gelas di tentukan dengan hompimpa dan suit? Tenyata yang kalah adalah Dono. Kasino dan Indro wudu di belakang. Setelah itu. Kasino dan Indro ke kamar untuk sholat magrib, ya nunggu Dono sih. Selesai mencuci piring dan gelas dan di taruh di rak, ya Dono wudu di belakang. Setelah itu. Dono ke kamar khusus untuk sholat. Dono, Kasino dan Indro, ya seperti biasa untuk menentukan imam sholat dengan permainan hompimpa dan suit. Yang kalah ternyata Indro. Jadi Indro jadi imam sholat.

Sholat magrib di jalankan dengan penuh ke khusukkan dengan baik banget, ya sampai selesai gitu. Ketiganya berzikir dan berdoa. Kasino selesai berzikir dan berdoa, ya keluar dari kamar khusus untuk sholat langsung menuju kamarnya untuk berbenah diri untuk berangkat ke mesjid. 

Dono dan Indro, ya selesai berzikir dan berdoa. 

"Don," kata Indro. 

"Apa?" kata Dono. 

"Cerpen di Blog mu Don. Aku baca tentang cerita ketentuan tanggal Idul Fitri?" kata Indro. 

"Ooooo itu. Emangnya ada masalah di tulis begitu?" kata Dono. 

"Kali aja ada masalah gitu?!" kata Indro. 

"Tenang Indro. Cerpen ku itu bentuk Abstrak beda dengan artikel. Dibuat apa pun hasilnya tetap nilai positif. Karena sekedar cerita saja. Hoby gitu," kata Dono. 

"Ya aku sih tahu sih. Abstrak bentuk cerpen Dono itu. Tentang penanggalan Idul Fitri itu?" kata Indro. 

"Sudah di bilangin tidak ada masalah. Karena aku tidak menulis tahun dari perayaan Idul Fitrinya," kata Dono. 

"Tahunnya toh. Iya juga ya. Cuma tanggal saja. Tahunnya tidak di tulis. Bener-bener Abstrak tuh Blog. Ya tidak ada masalah toh," kata Indro. 

"Tidak ada masalah. Abstrak cerpen gitu. Beda dengan artikel gitu ada dampaknya. Contoh : ada artikel tentang artis mati karena kesetrum artikel pada masa lampau cerita itu. Sampai masa depan tuh artikel jadi jawaban. bahwa di masa lalu artikel itu berita kebohongan di masa depan pun artikel itu kebohongan juga," kata Dono. 

"Aku pernah baca tuh artikel," kata Indro. 

"Maka itu. Cerpen ku tidak ada masalah. Abstrak. Beda dengan artikel berdampak ini dan itu," kata Dono. 

"Bener Don. Omongan mu!" kata Indro. 

"Kalau begitu. Kita mesjid!" kata Dono. 

"Iya," kata Indro. 

Indro dan Dono, ya keluar dari kamar khusus sholat ke kamar masing-masing untuk berbenah diri gitu. Setelah itu baru ketiganya berangkat ke mesjid dengan berjalan cepat. Sampai adzan isya di kumandangkan. Dono, Kasino dan Indro segera melaksanakan sholat isya bersama umat lainnya. 

Sholat isya berjalan dengan khusuk sampai selesai dan di lanjutkan sholat tarawih di jalankan khusuk sampai selesai. Baru deh acara i'tikaf gitu di mesjid.

KEBETULAN SAJA

Kasino sedang duduk di ruang tamu sambil main game di Hp-nya. Indro di ruang tengah sedang nonton Tv. Acara Tv, ya berita gitu.

"Beritanya masih seputar ini dan itu," kata Indro.

Indro terus menonton Tv dengan baik. 

"Ooooo beritanya tentang sidang isbat untuk menentukan lebaran Idul Fitri 1 Syawal toh seperti biasanya," kata Indro.

Saat iklan di Tv. Indro beranjak dari duduknya di ruang tengah ke ruang tamu. Indro melihat kalender yang di pajang dinding di ruang tamu. 

"Lebaran jatuh pada tanggal 12 Mei toh," kata Indro.

Indro memastikan penanggalan lebaran di Hp-nya, ya jaringan internet gitu. Indro mengetik di kolom pencarian 'Lebaran Idul Fitri'. Secara otomatis. Jaringan internet menunjukkan lebaran Idul Fitri jatuh pada tanggal 12 Mei.

"Lebaran Idul Fitri. 12 Mei toh," kata Indro.

Indro membaca artikel-artikel tentang kaitkannya dengan tanggal penentuan lebaran Idul Fitri.

"Ooooo ada artikel. Yang menjelaskan Idul Fitri jatuh pada tanggal 13 Mei toh. PP Muhammadiyah," kata Indro.

Indro paham sih artikel di tulis begini dan begitu sih. Indro pun duduk di ruang tamu.

"Kasino," kata Indro.

"Apa?" kata Kasino berhenti main game di Hp-nya. 

"Besok kita lebaran ya Kasino?" kata Indro.

"Sebentar aku cek dulu. Maklum banyak urusan kadang lupa," kata Kasino

"Iya, aku mengerti," kata Indro.

Indro menunggu dengan baik. Kasino membuka jaringan internet di Hp-nya dan mengetik di kolom pencarian 'Lebaran Idul Fitri'. Secara otomatis. Muncul tanggal menentukan lebaran Idul Fitri, ya Kasino membaca dengan baik "Lebaran Idul Fitri jatuh pada tanggal 12 Mei."

"Jadi 12 Mei itu besok. Jadi besok lebaran Idul Fitri," kata Indro.

"Kalau besok lebaran, ya sholat Idul Fitri lah!" kata Kasino.

"12 Mei. Sebenarnya lebih baik 13 Mei," kata Indro.

"Kenapa dengan 12 Mei dan kenapa lebih baik 13 Mei?!" kata Kasino.

"12 Mei itu tanggal kelahiran penulis, ya termasuk ulang tahunnya penulis. Kalau besok lebaran, ya jadinya sama aja merayakan ulang tahun penulis. Maka itu lebih baik 13 Mei jadi tidak merayakan ulang tahunnya penulis dan juga lebih baik lebaran Idul Fitri 1 Syawal berdasarkan PP Muhammadiyah," kata Indro.

"Ooooo gitu toh. 12 Mei ulang tahun penulis. Aku saja lupa. Jadi 12 Mei jatuhnya lebaran Idul Fitri 1 Syawal toh, ya sekaligus merayakan ulang tahun penulis toh itu sih kebetulan saja. 13 Mei itu lebaran Idul Fitri 1 Syawal berdasarkan PP Muhammadiyah," kata Kasino. 

"Saling berkaitan berdasarkan ketepatan waktu," kata Indro. 

"Kenyataannya begitu kan," kata Kasino. 

"Jadi mengikuti aturan Pemerintah dalam menjalankan ibadah sholat Idul Fitri....besok atau besok lagi," kata Indro. 

"Seperti biasanya saja. Kita ini rakyat kecil di atur pemimpin yang memimpin negeri ini. Ikutin saja," kata Kasino. 

"Ikut saja. Nama juga rakyat kecil," kata Indro. 

"Emmmm," kata Kasino. 

"Kalau begitu aku kembali nonton Tv lagi!" kata Indro. 

"Iya," kata Kasino. 

Kasino melanjutkan main game di Hp-nya. Indro pindah duduknya ke ruang tengah untuk melanjutkan nonton Tv, ya acara tetap berita ini dan itu. Sedangkan Dono di kamarnya, ya selesai mengetik di leptopnya dan hasil ketikan di simpan dengan baik. Dono melihat tanggal di leptopnya. 

"Hari ini tanggal 11 Mei. Besok 12 Mei itu 1 Syawal lebaran Idul Fitri," kata Dono. 

Dono pun berpikir sesuatu dengan baik. 

"Ooooo iya. 12 Mei itu ulang tahunnya penulis jadi kebetulan saja gitu dalam ketentuan waktu 12 Mei itu perayaan Idul Fitri 1 Syawal. Kaya ada yang aneh ya?" kata Dono. 

Dono membuka jaringan internet dengan baik banget di leptopnya, ya membaca artikel dengan baik yang ini dan itu. 

"Ooooo. Ada artikel menjelaskan tanggal 13 Mei lebaran Idul Fitri 1 Syawal toh. Dari PP Muhammadiyah," kata Dono. 

Dono mengambil kitab Al-Qur'an di meja dan segera baca Al-Qur'an dengan baik banget. 

Monday, May 10, 2021

MATI OBOR

Buka puasa seperti biasanya sih di rumah saja Dono, Kasino dan Indro. Setelah perut ketiga kenyang, ya seperti biasa main hompimpa dan juga suit untuk menentukan siapa yang akan nyuci piring dan gelas? Ternyata yang kalah mencuci piring dan gelas adalah Kasino. Dono dan Indro, ya wudu di belakang. Setelah itu Dono dan Kasino ke kamar khusus sholat, ya menunggu Kasino. Setelah selesai mencuci piring dan gelas dan telah di taruh di rak, ya Kasino wudu di belakang. Setelah itu, ya Kasino ke kamar khusus sholat. 

Seperti biasa Dono, Kasino dan Indro main hompimpa dan suit untuk menentukan siapa yang jadi imam sholat? Ternyata yang kalah menjadi imam sholat adalah Indro. Segera ketiganya melaksanakan sholat magrib dengan penuh khusukkan, ya sampai selesai. Setelah zikir dan doa. 

"Kita terawih di mesjid," kata Indro.

"Ok," kata Dono.

"Emmm," kata Kasino.

Kasino, Dono dan Indro, ya segera berbenah diri untuk pergi ke mesjid. Karena waktu sholat isya sudah dekat. Jadi ketiganya berjalan cepat menuju mesjid. Sampai di mesjid. Dono, Kasino dan Indro, ya segera melaksanakan sholat isya bersama umat yang lainnya karena memang adzan telah di kumandangkan dengan baik. Sholat isya pun berjalan dengan baik banget, ya khusuk gitu sampai selesai dan di lanjutkan dengan sholat tarawih. 

Seperti biasa sih sholat tarawih di jalankan dengan penuh khusukkan dengan baik. Sholat tarawih yang di laksanakan, ya sebelas rakaat. Setelah sholat tarawih. Memang acara i'tikaf akan di laksanakan. Dono masih di dalam mesjid, ya sedang ngobrol dengan Beni sekedar obrolan saja. Kasino dan Indro keluar dari mesjid dan duduk di teras mesjid.

"Kasino," kata Indro.

"Apa?" kata Kasino.

"Apa pendapatmu dengan berita kematian seorang ustad?" kata Indro.

"Sebenarnya biasa aja sih. Tapi ada omongan orang tua yang aku inget sampai sekarang. Jangan mati obor," kata Kasino.

"Mati obor. Maksudnya Kasino?" kata Indro.

"Kematian ustad itu di sebut mati obor. Maka tidak boleh mati obor. Ya generasi selanjutnya harus melanjutkan perjuangan ustad tersebut demi membimbing manusia di jalan kebaikan. Demi dunia ini. Jika tidak ada ahli agama maka kehancuran terjadi. Yang sederhana sih tidak tahu antara halal dan haram," kata Kasino menjelaskan.

"Generasi sekarang ini banyak yang pinter dalam bidang agama. Berkat bimbingan para ustad," kata Indro.

"Tetap saja namanya umur tidak ada yang tahu. Contoh Dono saja. Umur masih muda tapi terkena ujian sakit yang parah dan hampir meninggal. Untung saja berkat amal dan ibadahnya, ya Dono panjang umur dan selamat dari ujiannya," kata Kasino.

"Ujian kematian. Malaikat maut," kata Indro.

"Setiap manusia telahir di muka bumi ini. Pasti ujiannya sama. Ujian kematian dengan segala bentuk kematian. Takdirnya seperti itu. Malaikat maut menjalankan tugasnya dengan baik mencabut nyawa manusia," kata Kasino.

"Berarti. Jika berita tentang artis komedi meninggal sama aja di sebut mati obor?" kata Indro.

"Sama aja di sebut mati obor," kata Kasino.

"Generasi komedi yang melanjutkan perjuangannya," kata Indro.

"Emmm," kata Kasino.

"Masuk ke dalam mesjid. Acara i'tikaf di mulai!" kata Indro.

"Ayo," kata Kasino.

Kasino dan Indro, ya masuk mesjid dan duduk bersama remaja. Dono, ya sama duduk di antara remaja. Acara i'tikaf di laksanakan dengan baik seperti biasanya, ya baca Al-Qur'an secara bergantian.

Sunday, May 9, 2021

MEMAHAMI ILMU

Dono, Kasino dan Indro memang i'tikaf di mesjid dan seperti biasa acaranya baca Al-Qur'an secara bergantian. Saat waktu istirahat. Kasino asik makan dan minum dengan remaja lainnya. Indro sedang ngobrol dengan Heru urusan kerjaan sambil makan dan minum. Dono keluar dari mesjid dan duduk diam di teras depan mesjid sambil memandang langit gelap bertabur bintang, ya sambil minum teh. Roh muncul di atas kepala Dono, ya biasa dua Roh di kiri dan kanan.

"Menikmati keadaan," kata Roh atau Malaikat.

"Iya," kata Dono.

"Ketika waktu menyendiri selalu melihat langit bertabur bintang," kata Roh atau Setan.

"Kebiasaan dari kecil," kata Dono.

"Malam yang di muliakan," kata Roh atau Malaikat.

"Seperti biasanya kan," kata Roh atau Setan.

"Ganjil atau genap suatu hari. Tetap saja Tuhan maha ganjil dan maha mengenapkan segalanya bahwa Tuhan itu satu di muka bumi ini sang pencipta alam semesta Allah SWT," kata Dono.

"Yang memahami ilmu maka akan mengetahui kebenaran," kata Roh atau Malaikat.

"Seperti biasanya. Ilmu yang akan menunjukkan kebenaran," kata Roh atau Setan.

"Belajar dan belajar pada akhirnya memahami banyak ilmu sampai ilmu yang mustahil bagi manusia sekalipun. Ilmu kematian," kata Dono.

"Karena ilmu kematian.....dia dapat melihat aku. Setan di bisa di lihat. Luar biasa yang bisa mengungkap keberadaan ku," kata Roh atau Setan.

"Aku pun Malaikat bisa di lihat dia dengan baik. Ilmu kematian," kata Roh atau Malaikat.

"Seharusnya dia mati agar tidak mengukap rahasia," kata Roh atau Setan.

"Ilmu menyelamatkan dia dari kematian," kata Roh atau Malaikat.

"Kalau begitu sudahlah aku pergi saja!" kata Roh atau Setan, ya menghilang.

"Pemuda yang pinter. Kalau begitu aku juga pergi!" kata Roh atau Malaikat, ya menghilang.

"Emmm," kata Dono.

Dono masuk ke dalam mesjid, ya berbaur dengan remaja lain sambil makan dan minum. Kasino pun keluar dari mesjid dan duduk di teras mesjid sambil memandang langit yang gelap bertabur bintang. Indro selesai obrolan dengan Heru, ya keluar dari mesjid dan duduk di teras mesjid di sebelah Kasino.

"Kasino," kata Indro.

"Apa?" kata Kasino.

"Ada-ada berita di Tv ya Kasino," kata Indro.

"Berita apa?" Kasino.

"Makan khas buatan daerah yang bahannya dari daging babi gitu," kata Indro.

"Hal biasa itu mah," kata Kasino.

"Memang biasa sih Kasino. Tapi jadi polemik gitu," kata Indro.

"Yang memahami ilmu agama yang sebenarnya menjelaskan aturan agama yang di yakini. Dari makan, minum, cara berpakaian yang baik, bicara dan bertingkah laku yang baik dalam bergaul di lingkungan. Maka tidak akan melanggar aturan," kata Kasino yang tegas.

"Aku si paham omongan Kasino. Ya nama juga berita. Sepele di bikin ruet," kata Indro.

"Emmm," kata Kasino.

Kasino dan Indro masuk ke dalam mesjid. Acara baca Al-Qur'an di lanjutkan dengan baik.

Saturday, May 8, 2021

POLA PIKIR MANUSIA

Kasino di halaman belakang sedang merawat tanaman di potnya dengan baik banget. Dono sedang baca buku dengan baik di ruang tamu. Indro dan Saskia sedang membicarakan urusan kerjaan gitu di rumah Saskia. Ya Saskia memang pacarnya Indro. Puasa di bulan Ramadhan gini urusan pacaran tidak di jalankan dengan baik, ya jaga jarak untuk mencegah hal-hal dari omongan orang yang dampak paling parah kan fitnah ini dan itu padahal kenyataannya tidak ada. Dengan menjaga jarak yang baik membungkam omongan orang yang kerjaannya menggunjing. Indro selesai urusan dengan Saskia, ya Indro pamit pulanglah sama Saskia.

Indro membawa motornya dengan baik banget menuju rumahnya. Tino yang kerjaannya sebagai  tukang rongsokan. Hari ini Tino dapet rezeki lagi, ya ada seorang Ibu-ibu, ya janda gitu namanya Ibu Maya yang menjual sepedah yang sudah rusak gitu berjumlah tiga buah dan sebuah kompor rusak. Indro lewat depan rumah Ibu Maya yang menjual sepedah rusak dan kompor yang rusak kepada tukang rongsokan. Ibu Maya dan Tino terjadi kesepakan harga gitu. Tino memberikan uang ke Ibu Maya.

"Alhamdulillah rezeki hari ini untuk menjalankan hidup ini," kata hati Ibu Maya memegang uang hasil dari jual sepedah dan kompornya.

Tino membawa tiga sepedah dan kompor rusak ke tempat Pak Abah. Ya Pak Abah menerima tiga sepedah dan kompor rusak dari Tino dengan kesepakan yang baik. Tino mendapatkan uang dari Pak Abah.

"Alhamdulillah rezeki hari ini," kata Tino.

Tino masih di jalan kebaikan pastinya ada jalan rezeki di bulan Ramadhan ini jika mau berusaha. Walau sebenarnya keadaan kehidupan Tino sederhana banget maklum kerjaan sebagai tukang rongsokan. Tino masih terus menjalankan kerjaannya dengan baik hari ini. 

***

Indro sampai di rumah. Motor di taruh di dalam rumah dengan baik sama Indro. Kasino masih merawat tanaman di halaman belakang. Indro duduk di ruang tamu bersama Dono yang asik baca buku.

"Dono," kata Indro.

"Apa?" kata Dono sambil menghentikan baca bukunya.

"Tadi di jalan menuju rumah. Aku melihat Ibu-ibu menjual tiga buah sepedah rusak dan kompor rusak pada tukang rongsokan," kata Indro.

"Hal biasa itu mah. Setiap manusia hidup di muka bumi ini. Menjalankan kehidupan dengan rencana masing-masih dengan tujuannya, ya bertahan hidup dengan keadaan," kata Dono.

"Memang biasa sih. Kerjaan tukang rongsokan itu lebih baik dari pada kerjaan orang-orang yang meminta-minta dan juga orang-orang yang mencuri barang, ya kaya berita di Tv tentang pencurian sepedah gitu," kata Indro.

"Pola pikir manusia. Satu sisi berpikir positif. Di sisi lain berpikir negatif," kata Dono.

"Memang bener omongan Dono. Pola pikirnya manusia antara positif dan negatif. Sama hal urusan dengan ibadah," kata Indro.

"Kalau ibadah di nilai dari taqwa manusia yang menjalankan agama yang di yakininya," kata Kasino.

"Aku paham Dono. Kalau melihat perjalan masa lalu saat aku berteman sana sini sih. Ya ada yang tekun ibadah dan ada tidak tekun ibadahnya, ya agama sekedar cantelan saja di KTP gitu," kata Indro.

"Seberapa besar manusia menjalankan agama tetap saja di nilai manusia. Ceritanya tidak jauh beda dari dulu sampai sekarang," kata Dono.

"Samahal dengan agama lain kan Don?!" kata Indro.

"Sama saja," kata Dono.

"Berarti para ahli agama tetap harus gencar-gencarnya membimbing manusia agar menjalankan agama dengan baik dan tidak boleh lepas gitu," kata Indro.

"Ya kenyataanya sih. Rumah ibadah tetap tegah berdiri walau gonjang-ganjingnya di pengaruhi keadaan yang ini dan itu," kata Dono.

"Salah satu yang mempengaruhi proses ibadah adalah covid-19 kan?!" kata Indro.

"Iya," kata Dono.

"Manusia banyak karena berkembang biak terus demi mengisi dunia ini, ya menikmati hidup di muka bumi ini. Walau hitungan waktunya sebentar dan berusaha lama gitu," kata Indro.

"Emmm," kata Dono.

"Padahal hidup di dunia ini. Aslinya. Banyak kebohongan atau hoaks dari cerita masa lalu demi tujuan ini dan itu," kata Indro.

"Yang sadar mengetahui kebohongan. Yang tidak sadar tetap tidak mengetahui kebohongan yang di buat pada masa lalu dan sampai sekarang masih berjalan dengan baik," kata Dono.

"Di Tv sering banget menjelaskan ini dan itu untuk menyelesaikan pokok masalah tentang kebohongan atau hoaks ini dan itu," kata Indro.

"Eeeem," kata Dono.

"Ya sudahlah Don. Aku nonton Tv saja!" kata Indro.

"Iya," kata Dono.

Dono melanjutkan baca bukunya. Indro pindah duduknya ke ruang tengah untuk nonton Tv. Kasino telah selesai merawat tanaman di potnya, ya istirahat gitu. Kasino main game di Hp-nya dengan penuh keasikan gitu.

MUNGKIN

Usai baca Al Qur-an di kamar, ya Indro keluar dari kamarnya ke ruang tamu. Kasino selesai juga baca Al-Qur'an di kamarnya, ya keluar dari kamarnya ke ruang tamu. Kasino dan Indro duduk di ruang tamu, ya sepakat bernyanyi bersama dan yang bermain gitar adalah Indro. Lagu yang di nyannyikan Kasino dan Indro berjudul 'Mungkin' yang di populerkan sama Potret.

Isi lirik lagu yang di nyanyikan Kasino dan Indro :
Mungkin
Aku bisa bercinta dengan kamu
Kendati kata-katamu selalu
Menusuk jantung
Melukaiku

Mungkin
Kumau memaafkanmu kembali
Demi cinta yang ada di hatiku
Meloloskanmu
Dari kata pisah

Mungkin sang fajar
Dan sayap-sayap burung patah
Menyaksikan kita berseteru
Selalu tak pernah damai

Mungkin cintaku
Terlalu kuat dan menutupi
Jiwa yang dendam akan kerasmu
Sehingga kita bersama
Mungkin

Mungkin
Kumau memaafkanmu kembali
Demi cinta yang ada di hatiku
Meloloskanmu
Dari kata pisah
Mungkin

Mungkin
Kumau memaafkanmu kembali
Demi cinta yang ada di hatiku
Meloloskanmu
Dari kata pisah

Mungkin sang fajar
Dan…

***
Kasino dan Indro berhenti menyanyi.

"Indro lanjut lagu yang lain!" kata Kasino.

"Lagu apa?" kata Indro.

"Lagu Mungkinkah yang di populerkan Stinky," kata Kasino.

"Ok boleh. Lagu Mungkinkah," kata Indro.

Indro dan Kasino menyanyikan lagu judul 'Mungkinkah' yang di populerkan Stinky, ya tetap main gitar Indro.

Isi lirik lagu yang dinyanyikan Indro dan Kasino :

Tetes air mata basahi pipimu
Di saat kita 'kan berpisah
Terucapkan janji padamu kasihku
Takkan kulupakan dirimu

Begitu beratnya kau lepas diriku
Sebut namaku jika kau rindukan aku
Aku akan datang

Mungkinkah kita 'kan selalu bersama
Walau terbentang jarak antara kita
Biarkan kupeluk erat bayangmu
'Tuk melepaskan semua kerinduanku

Lambaian tanganmu iringi langkahku
Terbersit tanya di hatiku
Akankah dirimu 'kan tetap milikku
Saat kembali di pelukanku

Mungkinkah kita 'kan selalu bersama
Walau terbentang jarak antara kita
Biarkan kupeluk erat bayangmu
'Tuk melepaskan semua kerinduanku
O-oh

Begitu beratnya kau lepas diriku
Sebut namaku jika…

***
Indro dan Kasino selesai menyanyikan lagu dengan baik.

"Indro gantian main gitarnya," kata Kasino.

"Ok. Boleh. Nieeee...gitarnya," kata Indro sambil memberikan gitarnya pada Kasino.

Kasino mengambil gitar dari tangan Indro dengan baik.

"Nyanyi lagu apa ya?" kata Kasino yang berpikir sambil menggenjreng gitar.

"Lagu Mungkin Nanti," kata Indro.

"Lagu Mungkin Nanti. Yang populerkan Noah," kata Kasino

"Itu maksud ku!" kata Indro.

"Ok," kata Kasino.

Kasino dan Indro bernyanyi bersama dengan baik dan juga Kasino memang main gitarnya baik gitu.

Isi lirik lagu yang di nyanyikan Kasino dan Indro :

Dan mungkin bila nanti kita kan bertemu lagi
Satu pintaku jangan kau coba tanyakan kembali
Rasa yang kutinggal mati
Seperti hari kemarin saat semua disini

Saat aku berkata
Mungkin yang terakhir kalinya
Sudahlah lepaskan semua
Kuyakin inilah waktunya

Mungkin saja kau bukan yang dulu lagi
Mungkin saja rasa itu telah pergi

Dan mungkin bila nanti kita kan bertemu lagi
Satu pintaku jangan kau coba tanyakan kembali
Rasa yang kutinggal mati…

***
Kasino dan Indro berhenti menyanyikan dan juga main gitar.

"Kasino," kata Indro.

"Apa?" kata Kasino.

"Jika aku menyukai artis, ya layaknya penggemar gitu. Memang aku memberikan perhatian pada tuh artis yang di idolakan bisa di sebut cinta penggemar pada idola dengan cara banyak hal seperti ikut dalam sosial media atau nonton acara artis itu live atau tidak live. Ketika waktu aku berganti menyukai artis yang lain. Jadi tuh artis pertama aku sukai itu merasa kehilangan sesuatu enggak ya?" kata Indro.

"Kalau di sederhanakan. Indro pacaran dengan cewek. Tiba-tiba Indro suka sama cewek lain. Maka tuh cewek pertama memang kehilangan sesuatu sih yaitu perhatian Indro berupa cinta dengan penuh kasih sayang banget," kata Kasino.

"Berarti kemungkinan ada ya?!" kata Indro.

"Mungkin saja jika perhitungan tepat. Kalau perhitungannya tidak tepat, ya tidak mungkinlah. Sekala perbandingannya saja 1 : 1000 sajalah," kata Kasino menjelaskan secara sistematik.

"Iya juga ya," kata Indro.

"Ada yang lain?" kata Kasino.

"Ada sih. Cewek jika pendidikan tinggi dan juga kaya, ya susah di dapatkan ya Kasino?" kata Indro.

"Memang sih cewek yang berpendidikan dan juga kaya susah untuk di dapatkan. Pola pikirnya tuh cewek memilih cowok yang terbaik, ya otomatis berpendidikan tinggi dan juga kaya. Sederajatlah. Tidak ingin mendapatkan cowok di bawah derajatnya," kata Kasino menjelaskan.

"Berarti. Cewek kaya dapetnya cowok kaya. Berarti orang miskin susah mendapat cewek kaya dong?!" kata Indro.

"Kalau orang miskin pinter bisa dapetin cewek kaya," kata Kasino.

"Di pelet dong Kasino," kata Indro.

"Mainan kelenik itu mah. Ya bener itu. Orang miskin harus berpendidikan dan dapat beasiswa untuk menunjang pendidikannya dengan baik sampai menjadi sarjana dan kerja di pemerintahan atau perusahaan jadi orang kaya kan. Baru deh dapetin cewek orang kaya yang di sukai. Jadinya sederajat dan juga orang miskin punya kualitas di dalam diri," kata Kasino.

"Sama dengan cerita tren sekarang. Orang miskin itu ikut lomba menyanyi dengan tujuan jadi juara pertama. Usaha berhasil mengangkat derajat dirinya. Pada akhirnya orang miskin jadi kaya dan bisa mendapatkan cewek kaya yang ia sukai," kata Indro.

"Benerlah omongan Indro," kata Kasino menegaskan omongan Indro.

"Sudah Kasino. Ngobrolnya. Nonton Tv!" kata Indro.

"Ya," kata Kasino.

Kasino dan Indro, ya pindah duduknya di ruang tamu ke ruang tengah untuk nonton Tv. Sedangkan Dono di kamarnya masih baca Al-Qur'an dengan baik banget.

Friday, May 7, 2021

BULAN

Kasino dan Indro duduk di ruang tamu sedang menyanyi bersama dan main gitar adalah Kasino. Lagu yang di nyanyikan berjudul 'Cinta Kita', ya lagu ini di populerkan oleh Inka Christie, Amy.

Lirik lagu 'Cinta Kita' yang di nyanyikan Kasino dan Indro :

Demi cintaku padamu
Ke mana pun kau 'kan kubawa
Walaupun harus kutelan
Lautan bara

Demi cintaku padamu
Ke gurun kuikut denganmu
Biarpun harus berkorban
Jiwa dan raga

Bulan madu di awan biru
Tiada yang mengganggu
Bulan madu di atas pelangi
Hanya kita berdua
Nyanyikan lagu cinta
Walau seribu duka
Kita takkan terpisah

Andai dipisah laut dan pantai
Tak akan goyah gelora cinta
Andai dipisah api dan bara
Tak akan pudar sinaran cinta

Bulan madu di awan biru
Tiada yang mengganggu
Bulan madu di atas pelangi
Hanya kita berdua
Nyanyikan lagu cinta
Walau seribu duka
Kita takkan terpisah

Andai dipisah laut dan pantai
Tak akan goyah gelora cinta
Andai dipisah api dan bara
Tak akan pudar…

***
Kasino dan Indro berhenti menyanyi.

"Kasino lanjut lagu lain," kata Indro.

"Lagu apa?" kata Kasino.

"Bulan Bintang lagunya Rhoma Irama gitu," kata Indro.

"Ooooo lagu Bulan Bintang. Ok," kata Kasino.

Kasino dan Indro menyanyikan lagu yang berjudul 'Bulan Bintang', ya bersamaan gitu tetap yang main gitar adalah Kasino.

Lirik lagu 'Bulan Bintang' yang di nyanyikan Kasino dan Indro :

Bulan di manakah kini
Jangan kau sembunyi tampakkanlah diri
Bintang sepi menyendiri
Berselimut sunyi selalu mencari

Malam semakin kelam tanpa kau sang rembulan
Bintang sedih bermuram tanpa kau sang rembulan

Bulan di manakah kini
Jangan kau sembunyi tampakkanlah diri

Naluriku berkata bulan masih ada
Dan menanti bintang dengan penuh damba
Kuyakin bulan juga gelisah merana
Dan menanggung rindu dalam penantian

Bulan bintang pun merindukanmu

Bulan di manakah kini
Jangan kau sembunyi tampakkanlah diri
Bintang sepi mengendiri
Berselimut sunyi selalu mencari

Malam semangkin kelam tanpa kau rembulan
Bintang sedih bermuram tanpa kau sang rembulan
Bulan di manakah kini
Jangan kau sembunyi tampakkanlah diri

Narluriku berkata bulan masih ada
Dan menanti bintang dengan penuh…

***
Kasino dan Indro berhenti menyanyi.

"Kasino lanjut ke lagu yang lain," kata Indro.

"Lanjut ke lagu yang lain. Lagu apa?" kata Kasino.

"Lagu Bulan Bintang," kata Indro.

"Yang di nyanyikan lagu Bulan Bintang," kata Kasino.

"Yang ini lagunya Bulan Bintang yang menyanyikan Betrand Peto Putra Onsu," kata Indro.

"Ooooo lagu itu. Ok," kata Kasino.

"Kali ini aku yang main gitarnya Kasino," kata Indro.

"Boleh," kata Kasino sambil memberikan gitar ke Indro.

Indro mengambil gitar Kasino dan segera di mainkan gitar. Indro dan Kasino bernyanyi bersama gitu.

Lirik lagu 'Bulan Bintang' yang di nyanyikan Indro dan Kasino :

Bulan bintang yang bersinar
Temanilah langkahku
Menyusuri gemerlapnya kehidupan

Saat senang semua mendekat
Yang tak kenal pun jadi kawan
Aku terjebak dalam kehidupan
Semua yang mendekat tanpa ketulusan

Oh, Tuhan tunjukkan semua
Pada diriku teman yang setia
Memaniku apa adanya
Tanpa melihat aku ada apanya

Di mana teman setia seperti dulu
Saat aku susah
Menemaniku dengan ketulusan
Tanpa melihat arti ketenaran
Dan gemerlap bintang

Saat senang semua mendekat
Yang tak kenal pun jadi kawan
Aku terjebak dalam kehidupan
Semua yang mendekat tanpa ketulusan
(Tanpa ketulusan)

Oh, Tuhan tunjukkan semua
Pada diriku teman yang setia
Memaniku apa adanya
Tanpa melihat aku ada apanya…

***
Indro dan Kasino berhenti bernyanyi dan juga main gitar.

"Kasino apa pendapat mu dengan Bulan?" kata Indro.

"Bulan cantik di pandang maka ketika bulan purnama bersinar terang banget gitu," kata Kasino.

"Puitis banget kata-katanya," kata Indro.

"Biasa itu mah," kata Kasino.

"Gimana pendapat Kasino dengan artis bernama Bulan," kata Indro.

"Artis Bulan ya ? Ok sih cantik pembawaannya tuh artis Bulan. Terpesona aku memandang wajahnya yang manis gitu," kata Kasino.

"Terpesona toh kaya lagu gitu," kata Indro.

"Tren sekarang memang begitu. Terpesona," kata Kasino.

Dono ke ruang tamu, ya dari ruang tengah nonton Tv. 

"Lagi ngobrolin apa Kasino, Indro. Kayanya asik banget?" kata Dono sambil duduk di sebelah Kasino.

"Ngobrol Bulan," kata Kasino.

"Bulan...Don!" kata Indro.

"Bulan. Kaya lirik lagu. Bulan madu di atas pelangi," kata Dono.

"Lagu itu sih aku telah menyanyikan bersama Indro dengan judul Cinta Kita," kata Kasino.

"Bener Don. Sudah di nyanyikan. Lirik lagu....bulan madu di atas pelangi," kata Indro yang menegaskan.

"Bulan yang mana ya?" kata Dono.

"Artis namanya Bulan," kata Kasino.

"Artis Don. Bulan itu," kata Indro.

"Oooooo...iya. Artis Bulan. Aku nonton vidio Youtobe-nya. Salah satu lagu yang di nyanyikan Terpesona...," kata Dono.

"Terpesona kan memandang wajah Bulan yang manis gitu," kata Kasino.

"Ya memang terpesona memang wajah Bulan yang cantik," kata Indro.

"Ngomong-ngomong Bulan itu nyanyiin lagu Mamae," kata Dono.

"Lirik dari lagu Mamae. Ungkapan perasaan cewek yang tertarik pada cowok," kata Indro.

"Cewek selalu malu-malu kucing padahal mau," kata Kasino.

"Hal biasa itu kan," kata Dono.

"Memang biasa," kata Kasino.

"Emmm," kata Indro.

"Ya sudahlah lebih baik aku baca Al-Qur'an masih di bulan Ramadhan ini," kata Dono.

"Iya," kata Kasino dan Indro bersamaan.

Dono pindah duduknya di ruang tamu ke kamarnya untuk baca Al-Qur'an. Kasino dan Indro berhenti bernyanyi dan main gitar. Keduanya ke ruang tengah untuk nonton Tv. Acara Tv memang bagus banget. Biasa berita seputar ini dan itu baik dalam negeri maupun luar negeri.

CAMPUR ADUK

BAD NEWS BEARS

Malam hari, ya bulan bersinar dengan baik. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus...tema cinta di chenel MDTV, ya seperti biasa s...

CAMPUR ADUK