CAMPUR ADUK

Monday, November 4, 2019

TERKENANG

Indro lagi duduk di ruang tamu sambil memainkan gitarnya dan menyanyikan sebuah lagu.

Syair lagu yang di nyanyikan Indro :

"Biarkan sendiri
Biar ku pahami
Hadirku di sini buatku bersedih
Biarlah kecewa
Biarku terluka
Biarku tercela asal kau bahagia

Sering ku berjanji
Namun ku ingkari
Sering ku berdusta
Aku tak setia
Lelah ku melangkah
Sesat tanpa arah
Mencari pelita sebuah cahaya cinta

Cobalah kau rasakan
Akan hasil karya ciptaku
Cobalah kau dengarkan
Sebuah lagu maaf untukmu
Cobalah kau rasakan
Panggilan di dalam hatiku
Cobalah kau terbangkan
Dua sayap pada pundakmu"

Indro pun selesai menyanyikan syair lagu dengan baik, lalu menaruh gitar di atas meja. Indro pun beranjak dari duduknya di ruang tamu menuju ruang tengah. Dimana ada Dono yang sedang nonton You tobe dari Hpnya.

"Don asik banget nonton You tobe-nya," kata Indro.

"Iya, saya lagi nonton vidio musik dangdut," kata Dono.

"Musik dangdut...coba lihat," kata Indro.

"Nieee lihat sendiri," kata Dono.

Indro menonton You tobe dari Hpnya Dono. 

"Jadi yang kamu tonton vidio Lesti yang menyanyikan lagu egois, Kenapa Don?" tanya Indro.

"Aku sedang mempelajari diri syair lagu 'Egois' yang di nyanyikan Lesti. Karena aku lagi ingin mawas diri aja," kata Dono.

"Jadi di kamu merasa kamu egois?" tanya Indro.

"Ya....bisa jadi. Di masa lalu, aku pernah sih. Jadi aku sadar bahwa ke egoisan aku merugikan diri ku dan orang yang ku sukai," cerita Dono.

"Don.... Don.... Don... kirain. Masa sekarang. Kalau masa lampau sih gak perlu di kamu ungkit-ungkit lagi, biarkan saja. Toh urusannya gak penting. Gara-gara nonton musik dangdut dengan judul lagu Egois sampai terlarut dengan kenangan masa lalu. Pada hal aku tahu kedudukannya kamu Don dengan orang kamu sukai itu.....sama aja. Egonya. Dara muda. Salah satu mengalah seperti kamu langsung berakhir persoalan diantara keduanya," kata Indro.

"Ya begitulah Indro. Laki-laki lebih baik mengalah. Walau sebenarnya benar pun mengalah demi orang yang di sukai," kata Dono.

"Ya.....udah nonton Tv aja yang acaranya lombanya menyanyi!" kata Indro.

"Iya....aku idem," kata Dono.

Dono mematikan tontonan di You tobe-nya di Hpnya. Indro menyetel Tv dan langsung memilih chenel yang menayangkan perlombaan musik dangdut.

"Don.... Don.... Don.... Selfi penyanyi dangdut lagi nyanyi bersama Soimah. Yang namanya pernah kamu gunakan untuk tokoh wanita dalam tulisan kamu. Dengan tujuan sih....cuma reaksi biasanya pria gitu 'Terkesan saja'," kata Indro.

"Buka kartu aja. Jangan cerita nonton aja acara Tv yang sedang kita tonton ini!" kata Dono.

"Iya," saut Indro.

Dono dan Indro fokus langsung nonton acara Tv yang di tontonnya. Kasino yang sibuk mengetik di kamarnya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Akhirnya Kasino pun selesai juga menyelesaikan pekerjaannya mengetik di leptopnya. Kasino pun keluar dari kamar langsung ke dapur karena merasa lapar, jadi masak mie instan. Selang berapa saat mie pun jadi buat Kasino dan segera menyantapnya di meja makan. Indro yang ingin minum beranjak dari duduknya menuju ke dapur. Tapi mie yang di makan Kasino tergeletak begitu saja di meja, sedangkan Kasino ke kamar sebentar karena inget sesuatu. Indro makan mienya Kasino satu sendok saja langsung cepat sekali dan mengambil minum di kulkas yaitu minuman kaleng, lalu kembali duduk bersama Dono yang asik nonton Tv.

Kasino kembali ke meja makan. Segera Kasino memakan mienya, karena Kucing sudah ada di meja ingin memakan mienya Kasino. Di turunkan Kucing dari meja makan. Kasino menikmati makan mienya. Baru setelah itu Kasino duduk bersama Dono dan Indro nonton Tv acara musik dangdut.

ASAL USUL DANAU RANAU

Danau Ranau mempunyai luas 144 kilometer persegi Danau ini terletak di pegunungan yang masuk kecamatan Banding Agung wilayah kabupaten Ogan Komering Ulu. Ketika aku berdiri di tepi danau aku dapat memandang alam pegunungan yang merupakan bagian dari Bukit Barisan. Udara alam pegunungan yang sejuk dan pesona Danau Ranau membuat betah berlama-lama di sana. Diantara para pengunjung ada yang asik mandi di tepi danau. 
Selain itu ada pula yang mengelilingi danau dengan perahu motor. Berkeliling danay dengan perahu motor mempunyai keasyikan tersendiri bagi para pengunjung. Di tepi danau banyak perahu motor yang disewakan untuk para pengunjung. Para pengunjung dapat berperahu menuju ke pulau Marisa yang ada di tengah danau. Di Danau Ranau tersedia tempat khusus untuk memancing. Adapula pengunjung yang memancing sambil berperahu.

Konon ceritanya, Danau Ranau terjadi karena kesaktian Puyang Seminang Mora, Dikisahkan, pada dahulu kala ada seorang pemuda bernama Patua Paso. Patua Pasao adalah kemenakan seorang raja di suatu daerah yang bernama Among Padoha. Patua tinggal disekitar Danau Toba di Sumatra Utara.

Sehari-hari Patua melakukan perdagangan hingga ke pulau Mindanao Filipina. Seperti biasanya Patua melakukan tukar menukar perdagangan. Pada waktu itu Patua Paso berkenalan dengan gadis cantik bernama Sondang, putri seorang pedagang kaya raya. Selain berdagang orang tua Sondang juga seorang kepala Suku Perak Tagalok bernama Tuan Mauru Sada. Mereka akhirnya saling jatuh cita. Beberapa bulan kemudian Patua Paso pulang ke Sumatera Amang Padoha setuju untuk melamar Putri Sondang.

Pada saat yang telah ditentukan, berangkatlah rombongan Patua Paso dengan menggunakan enam perahu layar. Selama berhari-hari rombongan mengarungi Lautan Hindia. Setibanya di Mindanao, acara lamaran segera dilaksanakan. Kemudian dilanjutkan dengan perkawinan pesta perkawinan mereka dirayakan tiga hari tiga malam. Setelah pesta selesai pasangan pengantin baru segera di bawa ke Negeri Batak.

Ketika pelayaran mereka mendekati pantai selatan Sumatra, rombongan di kejar segerombolan bajak laut. Ternyata, bajak laut yang kejam berhasil mendekat. Rombongan pengantin Patua Paso mengadakan perlawanan. Terjadilah pertempuran yang sengit diatas perahu. Anggota rombongan pengantin banyak yang tewas dan beberapa perahu mereka berhasil dikuasai bajak laut, perahu yang membawa paman Patua dan Ayah putri Sondang dikuasai perampok. Tiga perahu lainnya mereka tawan. Kini tinggallah lima perahu yang lolos dari kejaran bajak laut. Satu perahu di antaranya mereka yang terdiri dari emas dan intan permata.

Perahu yang membawa rombongan pengantin baru berhasil mendekati pantai. Sementara itu bajak laut mengejar mereka. Setelah sampai dipantai rombongan pengantin bergegas turun ke darat. Para pengiring segara mengangkut bahan makanan, dan barang milik kedua pengantin. Mereka berlari masuk rimba menuju kaki Bukit Barisan. Para bajak laut pun sampai di tempat para pengantin. Mereka berlari masuk rimba menuju kaki Bukit  Barisan.
Para bajak laut pun sampai di tempat para pengantin mendarat. Mereka membakar perahu rombongan itu. Setelah perahu terbakar mereka pun mengejar masuk kehutan belantara. Dua hari sudah bajak laut mengejar rombongan itu. Namun mereka tidak berhasil menangkap rombongan Patua.

Kita tinggalkan rombongan Patua, menuju ke masyarakat Komering di lereng gunung Seminung. Kelompok masyarakat suku Komering ini dipimpin oleh seorang, wanita setengah baya. Wanita ini sangat bijaksana dan suka menolong orang bila sedang susah. Ia bergelar Puyang Seminung Namora. Payang Seminung Namora memiliki seekor burung garuda yang setia.
Di kaki gunung Seminung ada danau kecil yang dinamakan Ranau. Dalam bahasa kawi kuno "Ranau" artinya tempat yang indah dan nyaman sesuai dengan  namanya Danau Ranau memang sangat indah biasanya danau di gunakan untuk mandi oleh rakyat pesisir. Selain itu para dewi rimba juga sering mandi di danau kecil itu. Sambil bercanda riang dewi rimba rimba menikmati keindahan disekitar danau.

Geografi sekitar danau penduduk bercocok tanam. Hasil pertanian mereka selulu melimpah. Mereka menanam kopi, cengkeh, kayu manis, lada dan tembakau. Mereka tidak pernah merasa kekurangan. Penduduk negeri kecil ini hidup aman dan makmur.

Satu hari Puyang Seminung Namora, merasa ada suatu isyarat yang menggugah hatinya. Diambilnya cawan kecil berisi air untuk melihat apa gerangan arti isyarat itu. Dalam air ia melihat sekelompok orang dalam keadaan kesulitan di hutan belantara. Dilihatnya pula ada kelompok lain yang mengejar mereka di hutan belantara itu. Puyang Seminung Namora tahu siapa mereka itu. Setelah itu dia kehalaman rumah dan memanggil burung garuda. Dipanggilnya beberapa orang tua di negeri itu.

Puyang Seminung Namora berkata aku minta bantuan kalian. Aku melihat ada dua kelompok orang yang  berkejaran di balik Bukit Barisan mereka kurang lebih empat puluh orang. Mereka terdiri dari laki-laki dan perempuan. Aku yakin itu bangsa kita kulit wajahnya dan perawakannya menunjukkan bahwa mereka suku yang hidup dipulau kita. Mereka sedang dalam kesulitan. Ada kelompok lain yang sedang mengejar mereka. Tubuhnya tinggi-tinggi kulit mereka seperti terbakar matahari. Mereka membawa pedang dan bedil. Pastilah mereka bajak laut. Kita harus menolong mereka.

Bagaimana caranya Puyangb ?"tanya burung garuda, Kemudian seorang mengajukan pendapatnya,"Puyang kami akan membuat keranjang besar-besar. Keranjang ini dapat ini gunakan untuk menolong mereka. Kami akan ikut garuda kesana untuk memberitahu mereka, bahwa kita akan menolongnya".

Setelah itu penduduk suku Komering membuat keranjang besar dengan bergotong royong. Mereka membuat keranjang kuat dari rotan. Tiap keranjang dapat memuat lima orang. Akhirnya keranjang siap untuk dibawa. Mereka pun berangkat kehutan bersama burung garuda. Burung, garuda mencekam keranjang dengan kedua kakinya. Tiap-tiap kerajang berisi satu orang. "Angkutlah mereka kesini kata Puyang. Burung garuda pun mengepakan sayapnya dan terbang tinggi. Ia terbang di atas Bukit Barisan, dan mendekat kerombongan pengantin.

Rombongan Patua dan Putri Sondang merasa heran, karena ada burung garuda menurunkan keranjang. Kemudian burung garuda mendapatkan keranjang di tempat tandus dilereng Bukit Barisan. Rombongan Patua segara mendekat garuda Utusan yang datang dengan garuda menjelaskan maksud kedatangan mereka. Rombongan Patua sangatlah gembira karena mereka mendapat pertolongan. Empat kali pergi selesailah tugas burung garuda membawa rombongan itu.
Rombongan Patua diterima Puyang Seminung dengan senang hati. Terima kasih Puyang. Jika kami tidak di tolong, kami tidak tahu nasib kami selanjutnya. Kami tidak bisa memasak makanan karena terus di buru bajak laut yang mengejar kami sangat jahat" kata Patua.

Sementara itu burung garuda kembali ketepi pantai. Kelima perahu diseret dengan kakinya ketengah laut. Kemudian dikepak-kepakan kedua sayapnya yang lebar. Air laut bergelombang tinggi dan besar karena kepak-kepakannya. Perahu bajak laut pun terseret ketengah laut. Perahu itu rusak dan tenggelam. Ketika para perampok kembali ke pantai, mereka kebingungan. Mereka tidak dapat menemukan perahunya. Akhirnya mereka kelaparan dan dimangsa binatang buas.

Di kediaman Puyang Seminung, rombongan pengantin baru melepaskan lelah. Mereka sangat bahagia telah di tolong puyang. Setelah merasa segar. Patua menjelaskan pengalaman selama di perjalan mereka Puyang Seminung sangat terharu dan berkata "kamu semua kami terima". Mereka semua sadar bahwa bentuk tubuh mereka serupa, antara suku Batak, Mindanao, dan Komering. Kita semua adalah keluarga", kata Puyang. Lalu Puyang berkata kepada khalayak ramai." Menurut adat kita, pengantin laksana raja sehari "Aku ingin merayakan perkawinan mereka. Mendoakan keselamatan pengantin baru. 

Kebetulan kita baru selesai panen padi. Kita pesta karena hasil panen baik. Kita menyambut tamu-tamu dari batak dan mindanao sebagai keluarga". Seseorang bertanya "Dimana kita merayakan pestanya Puyang ?. jawan Puyang" besok malam bulan purnama, kita akan merayakan pesta untuk negeri di Ranau, tempatnya akan kusiapkan.

Malam itu Puyang Seminung Mora menunjukkan kesaktiannya. Danau Ranau yang mulanya kecil bagaikan kolam di ubah menjadi danau yang sangat indah. Luasnya sampai sampai sepuluh meter persegi. Semua rakyat kagum dan gembira. Siangnya mereka membuat berpuluh puluh rakit dan perahu. Malam harinya dibawah sinar dan  perahu di tengah -tengah danau ranau. Para dewi juga turun menyebarkan wewangian sepanjang malam. Burung Garuda juga turut berpesta. Ia terbang di udara menjaga keamanan pesta rakyat suku Komering.

Begitulah kisah terjadinya Danau Ranau yang kutahu dari penduduk sekitar. Hingga saat ini orang masih percaya di atas Danau Ranau ada burung garuda. Walaupun burung garuda ini tak nampak dengan mata. Ia tetap setiap menjaga Danau Ranau. Jika manusia yang bertamasya di Danau Ranau dan Melanggar adat serta agama akan memberi ganjaran.

IKAN KAMAL TULIS CINDI

Pada zaman dahulu, di daerah kampung Blambangan Umpu (sekarang)berdiamlah seorang raja yang bernama Ratu Jimat. Sampai sekarang keturunan Ratu Jimat ini masih ada dan tetap hidup di tengah masyarakat ramai.

Ratu Jimat mempunyai seorang putri, Putri ini bernama Putri Kembang Dada. Putri Kembang Dada mempunyai beberapa orang pengawal untuk mengawal / mengawasi kemana Putri pergi, bahkan waktu tidurpun sang Putri harus diketahui dengan pasti oleh si pengawal. Hal ini dilakukan demi keselamatan sang putri raja.

Suatu ketika sang raja mencari putrinya dan memanggilnya melalui seorang pengawal. Pengawal mencari kesana kemari tetapi tak bertemu, Sedangkan hari sudah jam 10.00 pagi. Tetapi Putri Kembang Dada tak juga nampak. Pengawak mengira tak mungkin Putri Kembang Dada belum bangun dari tidurnya sejak semalam.Tetapi karena curiga kalau-kalau Putri Kembang Dada masih dalam kamar tidurnya dan belum bangun.

Ternyata putri Kembang Dada tak ada lagi dalam kamar tidur, tetapi kamar itu tetap terkunci. Jendela kamar diperiksa. Barangkali Putri Kembang Dada keluar lewat jendela kamarnya, tetapi juga tetap terkunci. Kemudian atap rumahpun diperiksa dengan teliti tetapi tidak ada bekas-bekas orang lewat. Sama sekali tak ada atap yang rusak atau genteng yang berlubang.

Putri kembang Dada mempunyai sebuah sicil yang terbuat dari suasa, yaitu hiasan berbentuk manusia. Setelah kamar Putri Kembang Dada diperiksa dengan teliti, sicil ditemukan dalam keadaan terpotong tetapi tidak putus. Melihat ini Raja Jimat yang turut memeriksa jadi terkejut dan berseru.

"Oh kemana. Anak ini perginya?"
Dengan muka murung dan cemas kembali berkata "Kacau demikian kita harus perang!"

Sambil menoleh kepada pengawalnya yang turut memeriksa kamar Kembang Dada. Ratu Jimat beserta pengawal dan pasukannya mempersiapkan alat dan bekal untuk keperluan dalam peperangan nanti. Setelah semuanya siap, kemudian mereka berangkat dengan berjalan kaki menyusuri tepi sungai Way Umpu. Setelah mereka tiba di Ulok Jambu-jambu (lubuk Jambu-Jambu) dekat persimpangan ke Giham (sekarang) tampak oleh Ratu Jimat sebuah perahu yang sedang berlabuh di tepi sungai. Melihat kedatangan Ratu Jimat beserta bala tentaranya perahu ini meneruskan perjalanannya ke Ulok Tawan. Ratu Jimat dan rombongannya menyusul arah perahu itu dan ternyata perahu itu milik Ki Agus Karang (Raja Lawok)yaitu Raja Laut (orang yang merajai laut).

Ratu Jimat yakin bahwa yang mengambil / menculik anaknya Putri Kembang Dada adalah Ki Agus Karang (Raja Lawok). Ki Agus Karang diserang habis-habisan. Ratu Jimat bermaksud mengambil kembali putrinya yang diculik oleh Ki Agus Karang, yang memang ternyata benar diambil oleh Raja Laut tersebut. Tetapi Ratu Jimat kehabisan tenaga dan putrinya tidak dapat kembali. Ratu Jimat gagal membela putrinya. Putrinya ternyata telah memilih tetap mengikuti Ki Agus Karang. Ratu Jimat dalam peperangan itu dapat bertemu dan berbicara. Dengan putrinya, dan putrinya berkata,
"Pak, saya jangan diambil oleh Bapak. Saya akan menjadi istri Ki Agus Karang. Permintaan saya, saya mohon Bapak dapat memberi sessan untuk saya (sessan barang-barang pemberian orang tua gadis kepada anaknya yang kawin). Saya akan pergi bersama Ki Agus Karang. Bapak barus melaksanakan begawi (begawi = pesta adat. Pesta adat untuk melepas putrinya yang kawin dengan Ki Agus Karang)".
Mendengar perkataan anaknya, Ratu Jimat menjawab, "Baiklah! Nak. Hanya saja usulmu itu terlambat. Bapak sudah kepalang ingin berperang melawan Ki Agus Karang. Bapak akan membunuh Ki Agus Karang!"

Setelah bercakap-cakap dengan anaknya, Ratu Jimat pergi dan bertemu dengan Ki Agus Karang dengan rencananya (menculik) anaknya. Ki Agus Karang masih mempunyai kesempatan untuk berbicara dengan Ratu Jimat.
"Hendaknya kita membuat suatu perjanjian. Siapa di antara anak buah paskam (maksudnya anak buah Ratu Jimat) dan siapa keturunan puskam yang ada di sini, diapakan saya ini. Menjawab Ratu Jimat.

"Siapa yang memakan sirih saya ini, sampai turun temurun, berarti bukan keturunan saya, dan siapa yang tidak memakan sirih saya ini itulah keturunan saya".

Karena adanya perjanjian antara Ratu Jimat dan Ki Agus Karang, maka peperanganpun dapat dihindarkan. Ki Agus Karang tetap membawa putri Ratu Jimat untuk diperistrikannya, dan Ratu Jimat kembali ke kampungnya semula di Blambangan Umpu. Sebelum Ratu Jimat kembali ke Blambangan Umpu dan Ki Agus Karang meneruskan perjalanannya membawa putri Ratu Jimat, yaitu ketika mereka sedang mengadakan perjanjian tadi, Ratu Jimat meludahkan air sirih yang dimakannya ke air sungai. Ludah air sirih Ratu Jimat ini ternyata seketika berubah menjadi Ikan Kamal yang warna / tulisan pada badan ikan itu lurik-lurik emas. Karena bertuliskan lurik emas ini maka ikan ini dinamakan Ikan Kamal Bertulis Cindi.

Sesuai dengan perjanjian tadi, maka barang siapa anak buah keturunan Ratu Jimat yang memakan Ikan Kamal Bertulis Cindi ini akan mendapat musibah yaitu badan mereka menjadi belang menyerupai warna ikan Kamal tersebut).

Keturunan Ki Agus Karang dengan Putri Kembang Dada (anak Ratu Jimat), maka keturunan ini jika memakan ikan Kamal Bertulis Cindi badannya akan menjadi belang juga. Dan karena itu pula mereka ini tidak pernah terserang penyakit ta'un (sebangsa ayam) sebab dikatakan bahwa ta'un itu sendiri adalah keturunan dari Putri kembang Dada.

Sepanjang cerita, keturunan Putri Kembang Dada ini merupakan makhluk halus yang adanya di sungai di Blambangan Umpu. Sampai sekarang jika keturunan Ratu Jimat yang ada di kampung (manusia biasa, dan sampai sekarang masih ada)jika akan begawi (berpesta adat secara adat), harus mengirimkan sessan ( pemberian pihak orang tua gadis kepada pihak gadisnya pada waktu upacara adat perkawinan). Sessan yang dikirimkan oleh keturunan Ratu Jimat dan masih berlaku sampai masa sekarang ini adalah berupa manusia, barang-barang. Sessan ini dimaksudkan dikirimkan untuk putrinya yaitu Putri Kembang Dada. Cara mengirimkannya adalah dengan membakar menyan dan kemudian sessan ini ditaruh di atas rakit atau perahu dan dihanyutkan di sungai.
Karena pada zaman sekarang ini telah banyak percampuran penduduk yang berasal dari berbagai daerah dan berdiam di satu tempat, maka sebagai ciri untuk mengetahui apakah keturunan Ratu Jimat atau bukan di Blambangan Umpu, pada waktu mereka begawi, mereka tidak mau memotong kerbau putih, Jika mereka memotong kerbau putih berarti mengundang orang-orang dari laut/sungai yaitu keturunan Putri Kembang Dada. Karena merasa diudang oleh kelompok mertua (keturunan mertua Ki Agus Karang (karena memotong kerbau putih), maka mereka ini keturunan Putri Kembang Dada) yang berupa makluk halus dari sungai / laut, pasti mereka datang untuk menengok / menghadiri keturunan  mertua mereka yang sedang mengadakan pesta adat. Karena itulah maka setiap waktu keturunan Ratu Jimat ini begawi, sekitar lima atau enam orang akan mati pada waktu begawi itu atau karena menurut kepercayaan mereka diambil sebagai sessan. Yang meminta sessan ini adalah Putri Kembang Dada yaitu istri Ki Agus Karang Putri Kembang Dada adalah anak Ratu Jimat). Inilah sebabnya Rat Jimat punya anak gadis yang kawin dan berada di laut sebagai makluk halus.

Larangan makan ikan Kamal ini bagi keturunan Ratu Jimat terhitung segala macam jenis Kamal. Sampai sekarang jika akan datang musim kemarau atau terjadi, wadah suatu penyakit ataupun suatu huru hara dalam masyarakat, maka ikan Kamal Bertulis Cindi ini akan menampakkan dirinya di sungai.

PERJALAN CINTA

Malam begitu larut sekali. Seorang Ibu membawa sebuah keranjang bayi menuju sebuah rumah tua yang besar. Keranjang bayi di taruh di depan pintu, lalu sang Ibu mengetuk pintu untuk menunjukkan tanda untuk bertamu. Sang Ibu pergi sambil berkata "Maaf kan Ibu, ya nak yang tidak bisa merawat kamu", air mata sang Ibu menetes dan jatuh di pipi anaknya yang masih bayi. Pergi lah sang Ibu dari situ.

Pintu pun terbuka. Terkejutlah Ibu Mila melihat keranjang bayi di depan rumahnya, lalu menggendong bayi tersebut langsung  memanggil suaminya Pak Handoko. Segera Pak Handoko beranjak dari duduknya yang santai sambil baca buku, ke tempat istrinya berada. Pak Handoko pun terkejut juga yang di temukan istrinya di depan rumah seorang bayi. 

Ibu Mila pun menyuruh Pak Handoko mencari tahu tentang bayi yang di temukannya. Dengan cermat Pak Handoko memeriksanya dari sebuah keranjang  bayi. Di temukanlah sepucuk surat di dalam bayi. Pak Handoko membaca dengan baik surat tersebut.

Isi surat :

"Aku Ibu dari bayi ini. Tapi aku tidak sanggup merawat bayi karena keadaan diriku yang tidak bisa di jelaskan. Aku mohon kepada yang menemukan bayi ini. Tolong rawat bayi ini dengan baik"

Pak Handoko mengerti dari isi surat tersebut. Jadi Pak Handoko dengan Istrinya pun berpikir panjang untuk merawat bayi yang mereka temukan dan akhirnya sepakat untuk merawat bayi tersebut. Karena sebenarnya Pak Handoko dan istrinya sudah lama menginginka momongan dari biduk rumah tangga yang di jalanin selama 10 tahun. Maka itu ucap syukur di panjatkan oleh Pak Handoko dan Ibu Mila karena menemukan bayi depan rumahnya.

Semenjak itu bayi didik baik-baik dan di berinama yang baik untuk kelanjutan hidupnya yaitu Puput, maka tumbuh lah dengan baik bayi tersebut di beri cinta dan kasih sayang oleh Pak Handoko dan Ibu Mila. Di saat umur Puput 5 tahun. Ibu Mila mulai punya tanda-tanda kehamilan dari dirinya. Pak Handoko senang benar mendengar istrinya hamil, karena telah menunggunya selama 15 tahun untuk buah cinta dari pernikahannya.

Sampai waktu kelahiran si jabang bayi, adik Puput seperti biasa Puput di didik baik oleh Pak Handoko  dan Ibu Mila.  Kelahiran pun tiba. Bayi yang di lahirkan Ibu Mila adalah bayi Laki-Laki dan di berinama Ridho. Syukuran besaranlah untuk menyambut bayi Ridho karena melengkapi kehidupan rumah tangga Pak Handoko dan Ibu Mila.

Saat umur 10 tahun, si Puput. Pak Handoko mengajarkan Pupuk seni bela diri silat. Ibu Mila terus melihat perkembangan Puput dengan baik begitu juga Ridho. Puput terus berlatih silat dengan baik sampai waktu dirinya beranjak dewasa umur 17 tahun. Ibu Mila tahu anak tumbuh menjadi gadis yang cantik dan berani, maka saat umur 17 tahun di rayakan lah ulang tahun Puput karena untuk menunjukkan kedewasaan dari gadis kecil yang didik dengan baik menjadi dewasa.

Kebahagian terus di rasakan Puput karena cinta dari Pak Handoko dan Ibu Mila yang menganggap Puput anak sendiri. Maka saat Puput sudah siap dan berpikir jauh dewasa banget. Pak Handoko dan Ibu Mila menceritakan tentang siapa diri Puput sebenarnya. Puput menerima keadaannya yang sebenarnya bahwa dirinya anak yang di temukan di rumah Pak Handoko dan Ibu Mila. Ya adik Puput pun Ridho tahu kalau Mbaknya bukan anak kandung. Tapi karena hubungan di awal baik pada akhirnya baik juga. Maka itu semua menerima keadaan itu dan menjalankan kehidupan seperti biasa tidak ada beban mengenai anak kandung atau bukan.

***

Saat Puput lulus SMA langsung melanjutkan pendidikannya ke Universitas yang di sukainya. Seperti biasa Puput menjalankan kehidupannya normal-normal seperti anak kuliah yang lainnya. Ridho sering nyanterin Puput ke tempat kuliah dan juga menjemputnya. Terkadang teman-teman yang tidak tahu tentang Puput, saat di bersama Ridho di kirain pacarnya Puput. Ridho dan Puput cuma tertawa saja dengan orang-orang salah kafrah saja.

***

Puput pun menyukai seorang cowok ganteng teman kuliahnya, tapi cowok tersebut selalu tidak pernah mengganggap Puput sampai-sampa keluar kata-kata "Cowok Sombong". Padahal Erlangga, cowok yang di sukai Puput tetap biasa aja menganggap Puput seperti teman baik. Malahan Raisa cewek kece badai di kampus bener-bener ngejer Erlangga. Sampai Raisa menolak cinta Joko yang tajir melintir banget.

***

Saat Erlangga bersama Raisa di kantin untuk sekedar ngobrol dan menikmati makan dan minum. Puput melihat hubungan yang baik antara Erlangga dan Raisa, jadi rasa kesal di hatinya Puput dan juga terucap "Benci banget". Puput di kantin pun jadi ngobrol sama Joko yang selalu meratapi cintanya si Raisa yang dekat dengan Erlangga. Joko di dalam hatinya selalu berkata karena keadaan dirinya "Merana-merana karena cinta".

Puput pun jadinya jalan bareng dengan Joko, ya cuma sekedar teman baik saja. Erlangga pun sedikit terkejut dengan Puput yang jalan bareng dengan Joko. Sedikit reaksi pada diri Erlangga getaran di dalam hatinya, tetap tenang banget agar tidak beraksi dan tidak terbaca dengan siapa pun? Termasuk Raisa yang di ajak ngobrol.

***

Hubungan baik terus berlanjut antara Joko dan Puput, maka sering jalan bareng dari ke kafe, bioskop, nonton konser musik dan sampai nonton pertandingan sepak bola. Seperti biasanya sih Puput dan Joko hanya sekedar teman baik tidak punya rasa apapun karena keduanya sama-sama tahu orang yang mereka sukai. Kadang  Puput membantu Joko untuk mendekati Raisa, walau hasilnya tetap saja di tolak dengan alasan ini lah itu lah sampai kesel dan akhirnya sabar karena cintanya pada Raisa. Puput memang di bantuin oleh Joko untuk dekat dengan Erlangga, tetap saja Puput seperti malu sendiri karena menghadapi sikapnya Erlangga yang dingin banget.

Pada akhirnya Puput tidak peduli lagi dengan perasaannya yang bergolak terus ke Erlangga. Puput terus tekun dengan kuliahnya dengan baik, maka terus mendapat hasil baik juga.

*** 

Suatu ketika Raisa di ganggu di jalan oleh preman saat Raisa sendirian. Untung Joko lewat situ jadi langsung menolong Raisa yang di ganggu preman. Dengan lagaknya Joko yang jadi pahlawan demi Raisa untuk menghadapi preman dan akhirnya bertarung. Eee joko jadi kalah bertarung dengan preman. Kebetulan banget Puput dan Ridho lewat situ, jadi menolong Joko untuk mengalahkan preman. Puput dan Ridho berhasil membuat preman kalah total sampai lari terbirit-birit karena di hajar habis-habisan.

Joko yang ingin mendapatkan perhatian dari Raisa karena berusaha menolong malah tidak di anggap karena kalah bertarung. Raisa mengucapkan terima kasih atas pertolongan Puput dan Ridho karena terbebas dari para preman yang ingin berbuat jahat pada dirinya.

Joko yang terus di abaikkan cintanya sama Raisa memutuskan untuk belajar silat ke Puput, setelah kejadian dirinya kalah sama preman.

***

Di tempat latihan lebih tepatnya di rumah Puput. Joko berlatih diri menjadi jagoan silat yang membimbing Puput. Latihan keras di jalani Joko dengan baik sampai makhir jurus-jurus silatnya. Saat uji coba Joko menghadapi Ridho untuk mengetahui sejauh mana perkembangan dari belajar silatnya Joko. Ternyata Joko bisa mengimbangi semuanya serangan yang di lancarkan Ridho dan akhirnya seimbang. Tapi saat Joko menghadapi Puput dalam latihan tanding silat.

Joko langsung kalah telak menghadapi Puput. Serangan Puput cepat dan akurat menyerang bagian-bagian kelematan dari Joko yang kurang di jaganya dengan baik. Sampai-sampai Joko berkata "Aku menyerah menghadapi kamu....Put".

Puput seperti biasa menganggap perkataan Joko yang di bimbingnya agar mahir dengan menggunakan jurus-jurus silat saat bertarung.

***

Usai latihan silat. Seperti biasanya Joko mengajak Puput untuk main ke sana ke sini. Sampai pada akhirnya Puput bertemu dengan Ibu Joko di mall. Joko ngomong apa adanya dengan Puput, bahwa Puput teman kuliah sekaligus guru silatnya Joko. Ibu Joko senang bertemu dengan Puput, malah jadi akrab banget. Semenjak itu Puput sering main ke rumah Joko karena di undang main ke rumah sama Ibunya Joko.

***

Puput yang akrab dengan Ibunya Joko membuat tumbuhnya rasa yang aneh pada diri Puput. Rasa yang di rasakan Puput itu beda banget sampai-sampai kata hati pun berkata "Hangatnya perasaan ini kaya bersama Ibu kandung". Ibu Joko senang dengan Puput, malahan Ibu Joko bicara dengan anaknya si Joko yang ingin menyatukan hubungan Joko dengan Puput, tapi Joko menolak di jodohin dengan Puput karena ada gadis yang di sukai Joko adalah Raisa.

Ibu Joko menerima keputusan Joko dengan baik dan tidak ingin menjodohin dengan Puput. Joko seperti biasa berteman baik dengan Puput. Sampai suatu ketika. Raisa sakit hati karena yang di sukai Erlangga bukan dirinya. Saat itulah Joko berusaha untuk dekat lagi dengan Raisa dengan keadaan dirinya yang rapuh banget. Joko pun menyatakan cinta kembali ke Raisa. Eeeeee ternyata eeeeee ternyata di terima oleh Raisa cintanya Joko, jadinya jadian deh.

Joko dan Raisa jadi jalan bareng kemana-mana, tidak lagi bersama Puput teman baiknya.

***

Saat Ibu Joko main ke rumahnya Puput. Tersadarlah Ibu Joko bahwa dirinya pernah menitipkan bayi di rumah tersebut. Ibu Joko dengan baik-baik bicara dengan Pak Handoko dan Ibu Mila. Obrolan tersebut akhirnya menunjukkan kebenaran bahwa Puput anak dari Ibu Joko. Puput terkejut mengetahui bahwa Ibu kandungnya adalah Ibunya Joko. Sampai-sampai Joko mengetahui juga tentang rahasia Puput dengan Ibunya.

Puput senenarnya ingin menolak Ibu kandungnya, tapi nasehat yang baik Pak Handoko dan Ibu Mila. Maka itu Puput menerima Ibu kandungnya dan melupakan kesalahan Ibunya, karena keadaan yang membuat Ibunya kandungnya Puput harus berbuat begitu karena persoalan keluarga Ibunya yang rumit dan dapat menyancam bayinya yaitu Puput itu. Setelah bertahun-tahun akhirnya urusan keluarga selesai juga. Ibu kandungnya Puput menikah lagi dan akhirnya mendapatkan anak dari perkawinannya karena menikahi duda. 

Semenjak kejadian tertemuan Ibu kandung dan anaknya si Puput. Joko dan Puput jadi saudara dengan baik. Seperti biasa Joko membantu Puput agar dekat dengan Erlangga dan juga di bantu juga dengan Raisa.Tetap saja gagal terus, karena Erlangga terlalu cuwek menghadapi Puput. Pada akhirnya Puput tidak peduli dengan perasaannya dengan Erlangga. Bertahun-tahun sendiri sampai selesai kuliah dan pada akhirnya Puput bikin usaha butik karena memang dirinya suka dengan bidang usaha itu.

***

Suatu ketika Puput dapet order buat pakaian pengantin dari Erlangga yang mau menikah. Ya memang Erlangga membawa pasangannya ke butiknya Puput dan gadis beruntung itu mendapatkan hati Erlangga adalah Shila. Dengan baik Puput menerima klainnya itu si Erlangga dan berusaha untuk tidak terpengaruh keadaan walau dalam hati berharap Erlangga memilih Puput bukannya Shila.

***

Sampai hari waktunya tiba dimana Erlangga berbicara dengan Puput di butiknya lebih pribadi. Erlangga menyatakan cintanya pada Puput dan ingin menikah dengan Puput. Sontak Puput kaget banget, karena tidak ingin merusak hubungan Erlangga dengan Shila. Tapi ternyata keterus terangan dari Erlangga membuka kebenaran yang sebenarnya bahwa hubungan Erlangga denga Shila cuma teman saja itu semua di rencanakan demi ingin membuat kejutan pada Puput.

Puput sampai berkata "Gila-gila....aku benar cinta kamu Erlangga".

Erlangga memeluk Puput sambil berkata "Aku sudah tahu kamu mencintai aku dari dulu. Selama ini aku bersikap dingin pada mu untuk menyembunyikan perasaan ku pada mu. Padahal aku memang menyukai mu. Aku cinta padamu....Puput".

"Aku juga," jawab Puput.

Erlangga dan Puput sepakat dengan urusan percintaan mereka berdua dan melanjutkan urusan yang di atur keduanya untuk pernikahan yang menyatukan cinta keduanya. Kedua keluarga bahagia melihat kebahagian Erlangga dan Puput. Dalam hati Puput selalu bersyukur banget karena jalan hidupnya penuh liku-liku akhirnya berakhir bahagia juga bersama orang-orang yang mencintainya karena telah terlahir di muka bumi ini.

Saturday, November 2, 2019

REZA IS ILL

It's raining outside, the wind is blowing and Reza is away from school because he has flu. And how long the days seem without his friends. No wonder he is feeling bored, all by himself. Daddy has gone to work, mummy is busy with the house work. There's only Bobo the cat, at the side of Reza's bed. Bobo knows his young master is sick, so he is content just to young master is sick, so he is content just to watch him and lick his hand so often.

"Nobody has come to see me", says Reza sadly. "Not even for a little while."

"Now, don't be sad", said his mother, "the doctor said you had to lie down in bed and rest." Just then the door bell rings. Who could it be?

Reza has visitor after all! It is Mr Zaky, his teacher, "And how is the patient, today?" he smiles.

"Sir", groans Reza "I'm so bored!"

"You'll soon be on your feet," says his teacher.

"Look, your friends at school have asked me to bring you this letter. They've all signed it!"

Reza opens the envelope and reads the letter. "We all hope that you will soon get better," it ends. "We miss you a lot."

Reza's eyes begin to shine, just a little. Do you think this is because he has the flu?

Friday, November 1, 2019

NGOBROL

Dono sedang santai di ruang tamu sambil baca buku. Kasino pulang ke rumah dengan membawa es cendol. Sampai di rumah Kasino langsung mengucap salam "Asalamualaikum".

Sontak Dono menjawab salam "Waalaikumsalam".

Kasino duduk langsung di ruang tamu, langsung mengeluarkan es cendol dari plastik bawaannya.

"Es cendol!" kata Kasino.

"Iya," kata Dono.

Dono pun menaruh bukunya di meja, segera mengambil es cendol dan segera meminumnya.

"Segarnya," kata Dono.

"Emang segar minum es cendol di cuaca yang panas gini," kata Kasino.

Dono terus meminum es cendolnya begitu juga dengan Kasino. 

"Don kamu nulis cerita lagi di blog menggunakan nama tokoh wanitanya Ega, artis dangdut?" tanya Kasino.

"Iya, kenapa?" kata Dono.

"Bukannya kamu pernah menulis cerita tentang tokoh wanitanya....Ega, dulu. Kenapa nulis lagi tentang tokoh wanitanya....Ega, sekarang?" tanya Kasino lagi.

"Eee karena eeee karena. Ada kunci penyelusuran masuk ke blog Campur Aduk adalah Ega," penjelasan Dono.

"Oh begitu. Jadi terkenal dong nama Ega itu," kata Kasino.

"Ya gitu deh. Awalnya saya mengambil nama Ega untuk tokoh wanitanya. Aku tontonin aja penampilan Ega di Tv. Pada akhirnya terkesan aja. Jadi aku masukin aja jadi tokoh wanita dalam tulisan. Beberapa bulan kemudian. Eeeee ada yang baca. Maka itu aku nulis lagi dengan judul 'Oh Tuhan ku cinta dia', Itu pun di ambil judul tersebut dari syair lagunya Anji. Anggap saja tulisan yang sekarang aku menghargai orang yang membaca tulisan aku dan juga menghargai namanya Ega yang di pakai jadi tokoh wanita di nilai positif jadi ucapan 'Terima kasih'," penjelasan Dono.

"Padahal tulisan kamu itu Don. Cuma hanya senang-senang saja. Maka gaya blognya di buat seperti apa adanya lebih cendrung abstrak gitu," kata Kasino.

"Ya.......begitu adanya. Toh yang menilaikan bukan aku. Orang-orang yang baca tulisan aku. Mau di bilang jelek gak apa-apa? Di bilang bagus juga gak apa-apa? Cuma ingin bercerita saja seperti biasanya alias ungkapan perasaan," kata Dono.

"Sebenarnya aku ingin tanya lebih jauh kenapa kamu mengambil nama Ega jadi tokoh wanita. Lebih pribadi gitu?" kata Kasino.

"Itu sih jauh lebih dari sudut pandangan seorang pria. Rahasia," kata Dono.

"Oh begitu. Rahasia. Sama aja dengan Rara itu mah," kata Kasino yang mengerti.

Indro pun selesai buat masakan di dapur, lalu ke ruang tamu.

"Dono, Kasino makan yuk. Aku masak banyak makan!" kata Indro.

"Wiiiii. Makan enak," kata Dono.

"Tumben Indro masaknya begitu antusias banget," kata Kasino.

"Biasa....tuh Indro. Nonton Tv tentang masakan. Jadinya nyoba masakan yang di tonton Indro. Setok satu minggu di habisin untuk satu hari. Nanti repot sendiri untuk belanja stok satu minggu lagi," kata Dono.

"Ya udahlah makan aja. Toh sudah di masak Indro semua bahan makan," kata Kasino.

"Ayo makan," saut Dono.

"Ayo makan....makan!" kata Indro.

Dono, Kasino dan Indro ke meja makan untuk menikmati makan yang enak. Dono pun benar-benar memuji masakan Indro yang enak gitu. Kasino pun juga memuji masakannya Indro, ya.......enak juga. Indro pun senang pujian teman-temannya yang memuji masakannya yang di contohnya dari tontonan Tv yang menayangkan masakan yang bikin ngiler banget...banget. Ketiganya puas menikmati makan yang enak. Seperti biasa di bereskan semua dengan baik dan jadi bersih dan rapih. Baru deh Dono, Kasino dan Indro main game Ps 4. 

INGIN MENCINTAI

Dono duduk di ruang tamu sambil memainkan gitarnya dan menyanyikan syair lagu.

Isi syair yang di nyanyikan Dono :

"Aku.....ingin ikuti kata jiwa hati remaja
Aku...sedang rindu pada malamku bersamamu
Kabutku mengerang, norma-norma hilang
Yang ada hanya rindu
Aku....tak bisa jelaskan mengapa bisa begini
Aku.....slalu terdengar suara yang merayu
Rangkaikan hatiku bersamamu
Dimalam ini ku ingin
Aku hanya ingin mencintai
Aku hanya ingin dicintai
Walaupun banyak yang menentangku
Ku hanya ingin bahagia"

Dono pun selesai menyanyi dan  menaruh gitarnya di sofa, lalu pindah duduk ke ruang tengah untuk nonton Tv bersama Indro.

"Don...kok berhenti main gitarnya sambi nyanyi yang judul lagu apa ya...?" kata Indro.

"Ingin Mencintai," kata Dono.

"Iya. Ingin Mencintai," saut Indro.

"Aku hanya sekedar saja menyanyi dan main gitarnya. Oh iya gimana perlombaan nyanyinya. Acara Tv yang kamu tonton chanel Indosiar?" tanya Dono.

"Gimana ya," kata Indro yang berpikir panjang.

"Bagus atau jelek!" kata Dono yang tegas.

"Ya. Bagus aja deh. Aku kan cuma penonton yang baik. Bukan juri yang menilai para peserta dalam perlombaan menyanyi," kata Indro.

"Padahal kamu bilang jelek juga gak apa-apa? Kan cuma obrolan saja. Gak mungkin melukai hati orang sedang berlombaan menyanyi. Karena mereka yang belajar dari gak bisa jadi bisa. Pada akhirnya menguasai teknik vokal yang baik jadinya bagus," kata Dono.

"Sebenarnya. Aku ingin bilang begitu. Tapi melihat perjuangannya di perlombaan menyanyi. Ya jadinya..bagus," kata Indro.

"Indro. Pandai menilai perjuangan dari peserta penyanyi dangdut. Ya sudah lah aku....satu sama dengan kamu. Jadinya.....bagus," kata Dono.

"Sip. Bagus!" kata Indro.

Indro fokus nonton Tv lagi. Dono ke dapur untuk membuat teh anget. Setelah itu ke Dono ke kamar dan menghidupkan leptopnya. Mulai lah Dono mengetik sebuah cerita yang diambil dari syair lagu "Ingin Mencintai".

Dono terus mengetik sambil minum teh anget. Kasino pun selesai mengerjakan kerjaannya di kamarnya, langsung ke ruang tengah duduk bersama Indro.

"Indro ganti chanel Tvnya. Aku mau nonton yang lain!" kata Kasino.

"Aku lagi asik nonton acara yang aku tonton," kata Indro.

"Emmmm. Ya....udah aku ikut. tontonan yang kamu....tonton Indro," kata Kasino.

"Iya," saut Indro.

Kasino dan Indro menikmati tontonannya dengan baik banget. Dono mulai berhenti mengetiknya.

"Aduh.....buntu nyusun alur ceritanya," kata Dono.

Dono pun bersabar sampai pikirannya jadi tenang lagi sambil minum teh. Dono teringat kenangannya bersama orang yang di cintainya. Buah pikiran yang baik membuat Dono langsung mulai mengetik lagi untuk menyelesaikan tulisannya. Sampai akhirnya selesai juga tulisan yang di ketik Dono. 
Setelah itu di simpan baik oleh Dono baru mematikan leptopnya. Dono pun keluar dari kamar dan duduk bersama Indro dan Kasino yang sedang asik menikmati tontonan musik dangdut di Tv di malam yang tenang sekali.

Thursday, October 31, 2019

OH TUHAN KU CINTA DIA

Pagi yang cerah sekali. Doni ke rumah Sinta. Ya seperti biasa Doni jemput Sinta karena perjanjian yang di sepakatin Doni dengan Sinta harus jemput setiap hari satu bulan penuh karena Doni kalah main game mobile legends. Doni yang cinta sama Sinta ya mengikuti peraturan yang di sepakatin bersama. Doni sampai juga di rumah Sinta. 

Sedangkan Sinta sudah di depan gerbang rumah dengan wajah yang cembetut.

"Lama banget," kata Sinta yang ketus.

"Maaf..... Maaf..... telat. Karena macet di jalan," kata Doni membela dirinya.

"Alasan saja. Males jemput!" kata Sinta.

"Waduh kok ngomongnya gitu. Udahlah naik ke motor. Jangan banyak omongan lagi. Tambah runyem," kata Doni.

"Iya. Aku naik," kata Sinta.

Sinta naik motornya Doni. Segera Doni membawa motornya dengan baik menuju tempat kuliah. Saat Doni mau belok ternyata ada mobil yang menabrak motornya. Sontak Doni dan Sinta terpental dari motornya dan jatuh di pinggir jalan. Mobil yang menabrak motor Doni langsung di hadang oleh semua warga masyarakat yang agar si penabrak tidak kabur dan di bawa ke kantor polisi karena harus bertanggungjawab membuat celaka orang. Doni dan Sinta di bawa ke rumah sakit menggunakan ambulan agar di berikan pertolongan secepatnya untuk menyelamatkan hidup mereka berdua.

Sampai di rumah sakit. Doni dan Sinta di usahakan oleh orang-orang yang bekerja di rumah sakit. Sinta pun meninggal dunia. Doni terselamatkan, tapi koma selama berbulan-bulan. Ketika Doni sadar dari keadannya, yang diingat pertama kali adalah Sinta. Ibu Doni memberitahukan keadaan Sinta yang sebenarnya sama Doni "Sinta telah lama meninggal nak."

Doni pun terpukul banget kehilangan orang yang cintainya. Doni pun ingin sekali ke makamnya Sinta. Ayah dan Ibu mengantarkan Doni ke tempat makamnya Sinta. Doni menangis sedih di kuburan Sinta sampai berkata "Aku bodoh tidak bisa menjaga dengan baik. Karena itu aku kehilangan kamu untuk selamanya."

Ayah dan Ibu berusaha menenangkan Doni karena keadaannya yang bersedih karena kehilangan Sinta. Ayah dan Ibu pun bersama Doni pun meninggalkan tempat tersebut. Doni terus berusaha mengikhlaskan kepergian Sinta untuk selamanya. Waktu berjalan dengan semestinya. Doni bisa melupakan Sinta, cintanya. Sampai suatu ketika Doni sedang berjalan-jalan sedang membuat vidio tentang dirinya. Tak sengaja melihat gadis cantik yang parasnya mirip dengan Sinta. Gadis yang di lihat Doni sedang duduk di taman, jadi Doni berusaha mendekati gadis itu.

Ternyata sang gadis marah karena diikuti Doni, maka secepat kilat Doni langsung langkah seribu. Sampai di rumah Doni memastikan gambar yang ia ambil pake kameranya. Dilihat dengan seksama gambar di kameranya.

"Benar-benar mirip Sinta," kata Doni.

Doni pun merasa senang dan punya harapan baru. Maka esoknya Doni mencari tahu gadis yang di temui di taman. Doni berhasil mendapatkan alamat rumah gadis tersebut dan namanya lewat nanya warga sekitar komplek perumahan. Gadis tersebut bernama "Ega". Doni pun tahu bahwa Ega masih berkuliah dan juga ada seseorang yang menyukai Ega dan hendak menikahi Ega dan orang itu bernama Rafli, ya masih teman kuliah Ega juga.

Doni pun menetapkan hatinya untuk mendapatkan Ega sebelum janur kuning melengkung. Doni pun meminta bantuan teman-teman baiknya Kasno dan Angga untuk bisa dekat dengan Ega. Usaha Doni terus menerus gagal mendekati Ega, karena saran Kasno dan Angga tidak ada manfaatnya. Maka itu Doni pun mendekati temannya Ega yang paling dekat Putri. Cara tercepat untuk bisa berteman dengan Putri adalah ketidak sengajaan bertemu dan akhirnya berteman. Putri gampang bergaul dengan siapa pun akhirnya Doni berteman dengan baik dengan Putri. Doni pun mulai ingin membicarakan tentang Ega ke Putri, tapi semuanya jadi salah perhitungan dengan baik. Putri menganggap bahwa Doni menyukai dirinya. Doni pun berusaha untuk menyakini Putri bahwa dirinya hanya ingin berteman saja. Putri pun mengerti sekali, maka itu mengabaikan urusan perasaan tersebut dan menjalin perteman yang baik sama Doni.

Putri pun membantu Doni untuk dekat dengan Ega, tapi di tolak Ega karena Doni pernah mengikuti Ega saat pertemuan di taman. Doni meminta maaf dan menjelaskan duduk persalahannya. Ega pun memaafkan Doni yang salah duka tentang siapa Doni? Maka itu terjalinlah perteman yang baik Ega dan Doni.

Rafli merasa ada yang aneh dengan Doni, maka penuh kecurigaanlah semua tentang hubungan perteman Ega dan Doni. Rafli pun menyuruh orang yang di bayarnya untuk mencari tahu tentang Doni sebenarnya. Rafli mendapatkan data kenyataan lewat orang bayarannya bahwa sebenarnya niat Doni ingin mendapatkan Ega. 

Rafli membawa orang bayarannya untuk bertemu dengan Doni. Saat pertemuan di tengah jalan Doni dan teman-temannya di hadang. Omongan Rafli pun mulai menyelekit banget ke Doni dan di kaitkan ke Ega. Doni masih sabar menghadapi Rafli, tapi pada akhirnya perkelahian tidak terelakkan. Untung saat itu Ega dateng ke tempat perkelahian antara Rafli dan Doni karena di kasih tahu oleh Putri.

Ega pun kecewa melihat pertarungan antara Rafli dan Doni karena dirinya, maka itu Ega pun meminta putus dengan Rafli dan juga tidak ingin lagi menjalin perteman dengan Doni lagi. Ega langsung pergi dari tempat tersebut bersama Putri. Rafli pun menyesal karena memilih jalan bertarung dengan Doni yang pada akhirnya putus hubungannya dengan Ega. Padahal Rafli sudah siap untuk melamar Ega. Rafli pun pergi bersama orang bayarannya meninggalkan tempat tersebut.

Doni pun pupus harapan dengan Ega, maka itu meninggalkan tempat tersebut bersama teman-temannya. Waktu berjalan seperti alur yang sebenarnya. Doni terus menjalankan kehidupannya seperti biasa sampai pertemuan tidak sengaja dengan Ega. Tetap seperti biasa Ega berusaha menjauh dari Doni. Rasa bersalah pada diri Doni menghantuinya dan akhirnya memutuskan untuk bicara dengan Ega untuk minta maaf. Doni berhasil mendapatkan maaf dari Ega dan menyatakan kebenarannya bahwa sebenarnya "Aku cinta kamu Ega".

Ega tidak terkejut dengan pernyataan Doni yang mencintai Ega karena Putri telah banyak cerita tentang motif Doni dan juga Rafli pun telah menjelaskan juga motifnya Doni juga. Padahal Ega telah memaafkan Rafli jadinya hubungan terjalin lagi dan segera akan terjadi pernikahan. Doni pun sangat terkejut mendengar bahwa Ega mau menikah dengan Rafli dan berkata "Aku Ikhlas kamu bersama Rafli. Aku kalah".

Setelah pertemuan tersebut Doni tidak bertemu dengan Ega lagi karena Doni menyibukkan urusan kuliahnya sampai meningkatkan prestasinya. 2 tahun berlalu. Doni tetap biasa bermain dengan akrabnya Kasno dan Angga. Walau terkadang masih belum bisa melupakan tentang Ega terkadang dalam hatinya terus berkata "Oh Tuhan ku cinta dia".

Sampai pertemuan antara Doni dan Ega di sebuah Mall. Doni pun mengajak bicara duluan ke Ega layaknya sebagai teman yang baik. Tapi saat itu Ega membawa seorang bayi di gendonganya. Doni pikirannya bahwa Ega telah menikah dan punya anak dari Rafli. Setelah berbincang-bincang dengan baik Doni pun salah terka ke Ega. Ternyata Ega belum menikah. Urusannya dengan  Rafli kandas di tengah jalan karena ketahuan Rafli selingkuh, maka itu Ega tidak jadi menikah. Doni senang mendengar cerita Ega tersebut. Anak yang di gendong Ega adalah ponakannya. Doni pun mulai menyatakan perasaannya ke Ega "Aku cinta kamu".

Ega pun menerima cinta Doni dengan baik. Setelah itu Doni pun terus melanjutkan hubungannya dengan Ega sampai lulus kuliah dan bekerjalah Doni. Baru deh Doni segera menikahi Ega agar hubungan penuh di ridhoin orang tua dan orang banyak. 

Wednesday, October 30, 2019

DAYANG RINDU

Di negeri Tanjung Iran, tersebutlah Seorang puteri nan ayu parasnya. Konon ia berparas bidadari dengan tubuh selembut sutera dan kulit kuning purnama. Dayang Rindu namanya.

Keelokan paras Dayang Rindu tersebar bersama angin ke seluruh penjuru negeri dan tak luput ke negeri tetangga. Pangeran Riya seorang penguasa kerajaan Palembang salah satunya.

"Tentunya kau telah mendengar kabar dari Tanjung iran. Ceritakan Kepadaku ihwal tentang Dayang Rindu, Kriya Niru adikku!" kata Pangeran Riya di paseban kerajaan Palembang.

"Tak ada tanding di negeri manapun, pangeran, Senyumnya bak bunga merekah, kulitnya seputih pelepah pisang basah, rambutnya mengkilat selembut sutera terurai bagai Gelombang, wajahnya bak purnama sebulan."

Mendengar cerita itu Pangeran Riya terbayang-bayang terus wajah Dayang Rindu. Ia sering tercenung dan melamun. Berbulan-bulan Pangeran Riya menahan asmara, merindu cinta, makan terasa tak makan, tidur serasa tak tidur, Sementara waktu terus berjalan, Dayang Rindu terus membayang. Karena tak lagi bisa menahan, diutusnya, rombongan kerajaan Palembang untuk meminang Dayang Rindu. Rombongan berangkat dengan kapal dengon dipimpin oleh Ki Bayi Metik dan tumenggung Itam dan Kriya Niru menuju Tanjung Iran.

Kapal melintas samudera melewati pulau Bangka, Kratas, dan Teladas ke negeri Kota Agung diarahkan. Kapal besar yang memiliki perlengkapan peran itu membawa banyak perhiasan dan busaha untuk dipersembahkan bagi Dayang Rindu.

Setelah mendarat ketiga orang bangsawan besar dari Palembang itu menghilir untuk melamar Dayang Rindu. Mereka di sambut oleh Kriya Carang dan Wayang Semu Puteri Dayang Rindu.

"......Ada maksud apa gerangan bangsawan Palembang datang ke negeri Tanjung Iran....? tanya Wayang Semu.

".....Kami membawa bermacam persembahan, 70 helai kulit macan, dengan sirih dan tembakau, gambir dan pinang, seperti uang, emas, dan perak, seperti kain kuning, 25 peti pertama bergambar bunga kencana dan pusaka keris mulia, dengan maksud hendak meminang putrimu si Dayang Rindu...." jelas Tumenggung Itam.

"......Tumenggung Itam, maaf beribu maaf. Apa guna emas dan intan jika putriku tak dapat kuberikan. Ia sudah bertunangan dengan Ki Bayi Radin, anak Batin Pasak di Rambang."

".....Apa yang bisa kita perbuat jika pulang tidak dengan Dayang Rindu. Alangkah malunya kita kepada Pangeran Riya!" ucap Ki Bayi Metik setelah berbisik pada Tumenggung Itam.

"......Baiklah, Ki Bayi Metik adikku, juga kau Wayang Semu. Sebagai ksatria kami tidak akan mundur untuk membawa Dayang Rindu ke tanah Palembang. Jadi mari kita berperang, kalau saja aku tidak pulang ke Palembang dengan Dayang Rindu, lebih baik tulangku pulang dibawa gagak, darahku di bawa arus, mudik ke Palembang!"

Kriya Carang dan Wayang Semu tak dapat memilih. Mereka sangat gelisah. Yang mereka hadapi bukan pasukan kecil tetapi pasukan kerajaan yang tiada tanding. Semetara di kamarnya Dayang Rindu yang sudah mendengar berita tentang mendaratnya kapal besar dari Palembang dan maksud tujuannya meminta pegawainya memanggil Ki Bayi Radin. Sesampainya Ki Bayi Radin menemukan duka di wajah putri jelita itu. Mereka saling berpegangan tangan dan diam. Duduk berhadapan.

".....Ki Bayi Radin, kekasihku, Tetaplah kau di Tanjung Iran carilah gadis cantik lain olehmu. Aku akan berangkat ke Palembang."

".....Jodohku hanya kamu, Dayang Rindu!

"......Kalaupun aku jauh aku akan senantiasa mengenangmu" sahut Dayang Rindu......Dayang Rindu melepaskan tangan Ki Bayi Radin dan menyuruhnya pergi. Sementara ditinggalkan, Dayang Rindu menangis sendirian.

Di tengah malam yang gulita, pergilah Dayang Rindu ke kapal diiringi dua orang dayang ia tak menginginkan perang terjadi maka ia merelakan dirinya untuk di bawa ke Palembang. Tetapi semua di luar dugaan sang puteri. Dari kapal Ki Bayi Metik berteriak-teriak sesumbar setelah memperoleh Dayang Rindu tanda perlawanan. Penyerahan diri Dayang Rindu ke rombongan kerajaan Palembang mengagetkan seluruh negeri. Maka terjadilah pertempuran yang tak dapat lapi dielakkan. Pasukan Palembang yang bersenjata meriam, tombak dan bedil menggerus tanah Tanjung Iran dalam sekejap. Kriya Carang, Wayang Semu ayah puteri dan Ki Bayi Radin gugur dalam perang.

Sementara angin sayup menyentuh wajah sang puteri, ia menatap wajah sang kekasihnya jatuh lunglai mencium bumi untuk terakhir kali.

Sesampainya di negeri Palembang bertemulah Dayang Rindu dengan Pangeran Riya. Berkali-kali Dayang Rindu di bujuk tak juga ia takluk. Belum lagi sehari Dayang Rindu sampai kerajaan Palembang sudah diserbu oleh rombongan Singa Ralang, paman sang puteri, saat perang itulah Dayang Rindu mati karena tikaman yang tidak diketahui datangnya dari mana. Ia pergi dengan damai di bawa angin kembali ke Tanjung Iran bertemu dengan kekasihnya Ki Bayi Radin, diawan.

Karya : Dyah Indra Mertarirana

CAMPUR ADUK

A FLAT

Malam hari, ya bintang berkelap-kelip di langit. Setelah nonton Tv yang acara menarik dan bagus.....Mega Konser DA7 di chenel INDOSIAR, ya s...

CAMPUR ADUK