CAMPUR ADUK

Friday, May 3, 2019

PERMAINAN

Seperti biasa Kasino duduk di ruang tengah sambil mengetik sesuatu sesuatu yang penting banget pada leptopnya. Indro asik juga mengetik di komputer tuanya. Selang berapa saat Indro selesai mengetik dan langsung keluar dari kamarnya menuju ruang tengah.

Melihat Kasino si Indro yang sibuk mengetik sambil nonton acara seni bela diri yang tayangkan Tv Swasta. Indro duduk di sebelah Kasino dan langsung mengambil remot di meja dan langsung mengganti chenel Tv dengan acara lomba menyanyi.

Kasino langsung berhenti mengetiknya.

"Indro kenapa kamu ganti acara Tvnya ?"

"Saya ingin suasan yang asik dan asik males nonton acara bela diri. Atut sakit...Kasino."

"Loh.... Atut sakit kan cuma nonton gak ikutan berantem. Lagi seru acaranya di ganti dasar kelakukan ...anak kecil. Yang mau menang sendiri....kamu...Indro."

"Ya...terserah kamu bicara Kasino. Tapi acara lomba musik yang di tayangkan Tv Swasta ini.... Endingnya...Kasino."

"Maksudmu...acara lomba nyanyi dangdut yang kita tonton ini... Ya Indro?"

"Ya....."

"Ya sudah saya mengalah saya ikut mau kamu...Indro."

"Sip.... Kasino...baik deh."

"Ya....."

Kasino melanjutkan mengetiknya lagi. Indro asik menonton acara musik dangdut.

"Kasino....menurut kamu yang menang yang mana antara Faul, Puput, Sheyla?"

"Ya....lagi sibuk ngetik males ngomentarin. Tapi demi kamu. Yang menang ketiganya sudah menghibur dan telah menjadi bintang dangdut," kata Kasino.

"Jadi...netral..nih?" saut Indro.

"Yo...i....karena saya hanya menganggap permainan saja untuk mengubah nasip. Menang atau kalah wajar. Karena yang menang sudah jadi juara di hati pemirsa," penjelasan Kasino.

"Kalau begitu saya ngikut aja deh padahal saya mengharap Jarayut yang menang.....," kata Indro.

"Dasar...nyeleneh....saya juga ikutan deh. Jarayut yang menang karena sudah pandai menghibur alias jadi pelawak bener bisa bikin orang ketawa ketiwi,"  kata Kasino.

"Sepakat Jerayut. Padahal yang paling cantik sih siapa...ya?" kata Indro yang berpikir.

"Jangan kepanjangan mikirnya....satu aja...yang penting belum punya pasangan," saran Kasino.

"Ya...sudah...dari pikir panjang...saya milih Zaskia Gotik...saja," kata Indro.

"Dasar kebiasaan.......Ya..sudah saya ikutan Zaskia Gotik aja.... Udah ah mainnya saya lagi repot pembukuan nih. Belum juga di tambah ada beberapa proposal yang belum selesai di kerjakan. Kalau cepat selesai kan cair nie..uangnya...setelah menghadap klein saya...," kata Kasino.

"Ya udah Kasino...selesaikan kerjaan kamu... Saya nonton lagi. Acara lagi bagus banget....jadi untuk menghibur saya yang baru selesai mengerjakan pekerjaan saya mengetik," kata Indro.

"Iya terserah kamu," kata Kasino.

Kasino kembali mengetik lagi dan Indro menonton acara musik dangdut dengan tenang sekali.


Karya : No

Tuesday, April 16, 2019

TERIMA KASIH

Kasino lagi sibuk membaca di depan leptopnya. Indro baru selesai masak di dapur dan membawanya di ruang tengah sambil membawa makan dan minuman.

Indro duduk santai sambil menyeruput kopi panas dan sekaligus menyuruh Kasino untuk makan dan minum buatannya. Ya Kasino menghentikan bacanya di leptopnya dan asik minum kopi.

"Enak Indro...kopi buatan kamu," kata Kasino.

"Terima kasih......," saut Indro.

Indro langsung menyetel Tv dan memilih chenel yang acaranya bagus. Kasino masih menikmati kopi enak buatan Indro yaitu "Kopi Cap Jempol". Indro tertawa terpingkal-pingkal acara musik yang ada lawaknya. Kasino pun juga tertawa terpingkal-pingkal juga. Padahal acara yang di tonton Indro acara ulangan yang di tonton Kasino. Sampe-sampe Kasino nyeletuk "Bagus".

Indro menyadari celetukkannya Kasino.

"Bagus apa Kasino?"

"Acara Tv yang kita tonton tapi tayangan ulangan berdasarkan sistem perekaman di sistem Tv di rumah kita,"

"Memang...bagus dan menghibur...Kasino."

"Yo.i....Indro."

Kasino mengambil gorengan di meja lalu langsung di makan Kasino.

"Enak....Indro...masakan kamu," pujian Indro.

"Terima kasih....Kasino."

Indro menyeruput kopinya lagi.

"Enak.....Kopi Cap Jempol ini," kata Indro.

"Emang enak...Kopi Cap Jempolnya." saut Kasino.

"Oh...iya Kasino...gimana dengan debat kelima Pemilu Presiden?" tanya Indro.

"Kan debat udah selesai...untuk di bicarakan lagi. Hasilnya pun kamu tahu....Indro."

"Iya..sih Kasino. Kilas balik aja tentang perdebatan tersebut. Tapi saya ingin tanggapan kamu saja....Kasino."

"Menurut saya tentang debat kelima Pemilu Presiden bagus banget. Itu saja. Kesimpulan untuk keseluruhannya sih yang di tampilkan oleh Pemilu Presiden dari awal sampai akhir lebih cenderung Politik Islam yang menonjol. Maka kaitannya tentang Khalifah atau di sebut Pemimpin di muka bumi ini dengan basic diri yang menonjol pada peserta Pemilu Presiden." penjelasan Kasino.

"Jadi Politik Islam toh jawabannya. Padahal penulis mengangkat judul tulisannya Politik Islam untuk mendapatkan tanggapan dari pembaca. Malah gak jadi," kata Indro.

"Penulisnya...lagi memperhitungkan tulisannya yang di publikasikan. Ada gak gejala yang terjadi dari tulisan di baca pembaca. Tenyata ada perubahan walau sedikit," kata Kasino.

"Berapa...persen Kasino?" tanya Indro.

"1 persen saja....buat penulis cukup. Jadi metode penelitiannya terbukti untuk membuktikan dirinya punya kemampuan," kata Kasino.

"Pantes...kata ganjil pada tulisan yang di tulis penulis di debat ke empat Pemilu Presiden," kata Indro.

"Yo.i," saut Kasino.

Indro menikmati minum kopinya yang enaknya lagi. Begitu juga dengan Kasino.

"Tapi ngomong-ngomong kenapa Golput mencuat di bicarakan di Tv sampe-sampe ada undang-undangnya menekan agar tidak Golput. Belum lagi di tekan dengan pernyataan fatwahnya dari ulama dan di tambah lagi sama pejabat negara komentar untuk mempertegas undang-undangnya...?" kata Indro.

"Ah....itu sih Politik nakut-nakutin aja alias Politik Gondrowuwo," kata Kasino.

"Politik Setan dong....... Pantes penulis sampe terkejut nontonnya alias kaget. Padahal ya....Golput itukan kepanjangannya Golongan Putih. Berarti masyarakat yang berkelompok memakai baju putih," kata Indro.

"Itu maksudnya Indro...kelompok baju putih yang mengikuti kampanye terbuka yang di adakan 2 peserta dalam Pemilu Presiden. Malahan kalau lebih Golput lagi sih di kuburan," kata Kasino.

"Bener-bener...Kasino....di kuburan banyak golongan putih yaitu pocong dan juga Golhit yaitu Golongan Hitam alias Golongan Setan pengikutnya adalah manusia yang selalu berbuat jahat dan sampai mati dan kuburkan di hukum malaikat maut karena menciptakan kerusakan di dunia ini," kata Indro.

"Ya....bener..kamu...Indro. Sekalian aja GolPel yaitu Golongan Pelangi agar lebih semarak lagi warna-warninya kaya lambang partai politik di Indonesia." kata Kasino.

"Bener-bener...lebih semaraknya warna-warni itu," kata Indro.

"Yo.i," saut Kasino.

Indro menikmati kopinya lagi sambil nonton Tv begitu juga dengan Kasino. Baru sebentar saja Indro tertawa terpingkal-pingkal dengan ulah artis yang bertingkah konyol banget. Kasino pun juga sama.

Lalu Kasino membaca lagi di leptopnya dengan seksama. Indro pun ikutan juga membaca dan langsung terkejut sekali apa yang di baca Kasino.

"Tesis....Kasino," kata Indro.

"Iya," saut Indro.

"Siapa yang S2 dan judul Tesis itu Strategi Kemenangan Pemilu Presiden periode 2019-2024. Dengan metode penelitian Kualitatif?" tanya Indro.

"Dono," jawab Kasino.

"Dono...gak kuliah lagi. Apa ia ingin melanjutkan kuliah S2-nya?" kata Indro.

"Engaklah...Dono gak melanjutkkan kuliah lagi. Cuma ingin mengalahkan dirinya sendiri dan membuktikan mampu juga S2 kaya Wulan. Saya cuma di suruh untuk mengalisa kalau ada kesalahan dalam proses pembuatan Tesis. Tapi sebenarnya Dono membuat 2 metode penelitian dengan satu judul," kata Kasino.

"Gila-gila...Dono..isi kepalanya. Masalahnyakan dari mana bahan-bahan untuk memperkuat dari Tesis tersebut dengan metode penelitian Kualitatif dan Kuantitatif?" kata Indro.

"Datanya diambil dari jaringan media yang mempublikasikan tentang Pemilu Presiden. Kadang meminta data dari para elit politik yang dekat dengan Dono dan di wawancarai dan di rekam pake Hpnya. Dengan tebar Quissoner ke masyarakat lebih cenderungnya mahasiswa yang mau bantu Dono. Buku refensinya yang cepat di dapetkan Dono hanya di Universitas Muhammadiyah karena di situ pun ada mata kuliah tentang Politik Islam yang di ajarkan jadi lebih fokus lagi proses pemahamannya. Kan Politik yang di jalan Pemilu Presiden 2019 inikan...kedua peserta menggunakan tekniknya sebelas dua belas Politik Islam," penjelasan Kasino.

"Pantes ada yang aneh?" kata Indro.

"Aneh apa Indro?"

"Anehnya.....ada sinetron yang akan di tayangkan di salah Tv Swasta tentang "Para Pencari Tuhan". Dan juga Sampe-sampe di tayangkan Pak Joko Widodo bersama keluarga menjalan ibadah Umroh berarti sama aja Para Pencari Tuhan," kata Indro.

"Mungkin aja benar yang penting prasangka baik aja. Kan gak ada salahnya toh jalan mereka benar. Para Pencari Tuhan. Padahal Tuhan lah yang menetapkan Takdir di muka bumi ini. Contohnya Bapak BJ Habibie seorang ilmuan yang mampu jadi Presiden. Kan itu sudah kehendak Alloh SWT untuk jadi Pemimpin sekaligus menjadi ilmuan hebat berkat doa dan usahanya. Maka tak terelakkan menjadi pemimpin walau ada goncangan besar negeri ini pada saat itu tahun 1998," kata Kasino.

"Ya...Alloh SWT Maha berkehendak untuk mengangkat derajat anak manusia untuk menjadi pemimpin yang lebih tinggi lagi ya...akhirnya Bapak Bj Habibie jadi Presiden deh," kata Indro.

"Jadi semuanya sesuai Takdir yang di tetapkan Tuhan Yang Maha Esa," kata Kasino.

"Sip...setuju banget," kata Indro.

Indro pun menikmati kopinya lagi sambil nonton Tv. Sedangkan Kasino terus membaca tulisan yang dibuat Dono dengan seksama.

"Kasino. Gimana dengan hasil dari Pemilu Presiden apa Dono menulisnya berdasarkan perhitungan cepat (Quick Count)?"

"Iya...diambil secara garis besar aja tapi ya gak banyak. Kan pokok permasalahannya di angkat Dono cuma satu aja agar tidak banyak di pembahasannya di BAB 4 dan juga agar tidak berbenturan dengan tiori yang diambil dan juga hipotesisnya," kata Kasino.

"Jadi....Dono telah memperhitungkan Tesisnya dengan baik. Padahal untuk nilai pribadi aja bukan untuk di akui di salah satu Universitas sebagai pengakuan telah menjalankan pendidikan tingkat S2-nya," kata Indro.

"Ya...begitulah orang belajar otodidak yang belajar sendiri untuk meningkatkan dirinya untuk sejauh mana kemampuan bisa menguasai ilmu tersebut dengan baik," kata Kasino.

"Belajar tidak harus di bangku kuliah lagi bisa belajar sendiri asalkan ada kemauan mengubah diri dari gak bisa menjadi bisa," kata Indro.

"Yo....i," saut Kasino.

"Oh iya...satu lagi Kasino saya lupa. Dono itu nulis Tesisnya fokus strategi Pak Joko Widodo atau strateginya Pak Probowo dalam proses Pemilu Presiden?"

"Ya...kedua-duanya. Kan pokok permasalahannya adalah Bagaimana Strategi Kemenangan Dalam Pemilu Presiden?" kata Kasino.

"Ya saya tahu. Tapi kalau salah satu kalah gimana...Kasino?"

"Ya....itulah yang di peroses ulangnya kenapa gagalnya? dan juga segera sistem kerja di evaluasi untuk mengetahui kegagalannya," kata Kasino.

"Berarti Tesis-nya Dono kongrit dong," kata Indro.

"Yo..i," saut Kasino.

"Jadi ini..keinginan penulis lagi yang baru baca buku tentang pembuatan Tesis," kata Indro.

"Yo...i berdasar garis besar aja," saut Kasino.

"Kenapa menceritakan tentang kenyataan sebenarnya penulis mendengar suara gaib setelah baca Al Qur'an?" kata Indro.

"Ah..mana ada yang percaya. Orang di ceritain ke Ibunya gak percaya juga sampe penulis itu belajar ingin tahu benar gak suara gaib itu. Saat penulis mau baca Al Qur'an lagi tapi tidak di ucapkan alias diam. Ternyata penulis bener mendengarkan suara gaib tersebut baca Al Qur'an baik dan benar," kata Kasino.

"Jadi Setan atau Jin?" kata Indro.

"Rahasia ada dalam Al Qur'an," kata Kasino.

"Pasti malaikat atas izin Alloh SWT untuk membimbing penulis...ya..kan Kasino."

"Rahasia. Bagi yang mampu membuka Tabir Ilahi di dalam Al Qur'an maka akan sama kedudukannya sama dengan penulis bisa mendengar suara gaib. Maksudnya bukan suara manusia atau binatang....mengerti kamu Indro."

"Iya....."

"Sip," saut Kasino.

Terdengar azan di kumandangkan. Segera Kasino dan Indro meninggalkan urusannya sejenak untuk melaksanakan sholat berjamah ke mesjid yang terdekat.

Setelah sholat Kasino menyelesaikan baca Tesis Dono dan segera memberitahu kesalahannya gak begitu banyak lewat Gmail. Dono pun senang dengan koreksi dari Kasino tentang Tesisnya dan juga menerima komentar yan cukup membangun untuk Dono.

Indro pun ikutan komentarin Tesisnya Dono dengan lebih extrim. Dono cuma guyuon aja membacanya komentar Indro yang pait karena Dono tahu kalau Indro cuma becanda saja.

Dono tak lupa mengucapkan terima kasih atas komentar dari teman-temannya dan di kirimkan lewat Gmail. Dono merasa senang di dalam dirinya bahwa dirinya mampu membuat Tesis untuk mengalahkan dirinya yang males saja dan di tambah demi melampaui Wulan. Karena data kuliah S2 Wulan langsung di pelajari Dono sambil bekerja.

Dan Dono pun punya penyesalan dengan cintanya telah lama meninggalkan dia karena Wulan sudah menghadap Alloh SWT sebagaimana Suratan Takdir yang telah ditetapkan. Walau sudah ada pengganti Rara yang di jodohkan ke Dono. Tetap yang terbaik adalah Wulan cinta pertama yang paling baik.


Karya: No

Saturday, April 13, 2019

SEBUAH RAHASIA KECIL

Awin seperti biasanya pergi ke pasar bambu kuning untuk setok warungnya. Saat mau masuk toko ketemu dengan seorang cewek cantik bernama Mely teman kerja Awin saat di pasar tengah.

"Win..apa kabar dan apa kerjaan kamu sekarang?" kata Mely.

"Baik Mely...sekarang saya usaha warung di rumah dengan modal kecil-kecilan untuk menyambung hidup. Oh ya. Gimana dengan kamu. Kerjaan kamu apa Mely?" kata Awin.

"Ya tetap....masih ikut orang belum bisa bikin usaha kaya kamu. Maklum kamu tahu saya SMP saja gak lulus. Karena orang tua saya orang miskin dan mencari rezeki serabutan sana sini. Dan saya dapet rezeki langsung nolong urusan keluarga. Ekonomi!!!" kata Mely.

"Oh..begitu. Kalau begitu saya permisi dulu ada urusan kerjaan. Belanjs untuk stok warung," kata Awin.

"Iya silakan. Saya juga lagi nganter barang pesanan orang. Lain kali kita ngobrol lagi. Daaa Awin," kata Mely.

"Daaa...," saut Awin.

Mely menjauh dari Awin untuk mengurusin kerjaannya. Awin langsung menuju toko untuk memesan barang yang di perlukan. Tapi Awin terdiam sejenak dan hatinya berkata "Kalau berteman satu suku Jawa enak juga di jadikan teman baik. Kalau suku Lampung. Ah...males sebenarnya kalau bener sih gak apa-apa kalau salah sih ngeyelnya minta ampun karena dalam dirinya telah terjangkit virus komputer sombong yaitu menyatakan dirinya benar terus alias piil."

Awin pun menghentikan lamunannya sejenak. Bergeraklah Awin ke toko untuk membeli barang. Bertemulah dengan Yoga teman Awin dari Bandar Jaya tempat kelahirannya bekerja jadi pegawai toko di daerah pasar bambu kuning.

"Yoga....seperti biasa pesanan saya!" kata Awin.

"Beres....saya siapkan!!!," saut Yoga.

Yoga langsung mengemas barang di pinta Awin. Kadang sambil di ajak ngobrol oleh Awin untuk menghilangkan rasa jenuh dan capek pada kerjaan. Yoga tipe anak yang ulet bekerja sekali walau hanya lulusan SMA Bandar Jaya yang mencari makan di Kota Bandar Lampung tapi bisa bawa diri karena Bos Yoga orang baik maklum kerja sama suku Jawa masih banyak pengertiaannya dari pada suku yang lain tapi yang paling parah sih suku Cina kalau ada urusan masalah keluarga di masukkan ke persoalan  kerjaan di situ jeleknya. Awin senang belanja di toko Pak Kasam karena pelayanannya baik. Apalagi Yoga setelah usai bekerjs main kerumah Awin untuk ngobrol tentang apapun termasuk urusan cewek. Wajar cowok masih dalam proses pencarian pasangan hidup yang mudah di ajak kerja sama membangun keluarga. Karena alasannya dari kalangan orang miskin Awin dan Yoga.

"Win barang kamu sudah saya...susun rapih dan tinggal di bawa. Oh ya jangan lupa di bayarnya sama Pak Kasam....Bos...win..
," kata Yoga.

"Ok beres," saut Awin.

Awin segera membayar barang pesanannya sama Pak Kasam sesuai nota yang di catet oleh Yoga. Pak Kasam mengecek kerjaannya dengan baik baru deh membayarnya dengan uang pas sama Awin. Setelah itu baru barang pesanan Awin di bawa dengan dua tangannya yang kuat.

Berjalan Awin mencari angkot untuk pulang. Saat menunggu di pinggir jalan melihat semua ulah manusia di pasar bambu kuning kaya dengan urusan mereks masing-masing memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Awin melihat ulah Sapol PP di pasar yang jaga ke amanan pasar, tapi cuma kelayak keluyuk gak jelas dan kadang duduk di posko mereka kaya orang boring alias jenuh dengan kerjaan mereka. Padahal posko Sapol PP dekatan dengan kantor polisi pasar bambu kuning.

"2 Keamanan jaga keamanan di pasar bambu kuning. Tetap saja harus berhati-hati menjaga diri dan barang belanjaan. Kalau gak barang belanjaan bisa di bawa lari pencopet yang berpura-pura jadi orang pasar. Pada akhirnya kalau sampe kejadian tersebut terjadi 2 keaman itu yang di naungi sistem pemerintah tidak berguna cuma bisanya hanya ingin gajinya besar saja tapi kulitas kerjaannya gak ada," gerutu Awin.

Angkot pun dateng dan segera Awin masuk ke dalam angkot. Dalam angkot Awin bersabar banget di anterkan sampe tujuan. Selang berapa saat sampe di tujuan lalu di suruh sopir anggkot minggir. Sopir angkot mengikuti mau penumpangnya mau turun. Baru deh Awin bayar uang pas ke sopir angkot. Awin berjalan menuju rumahnya dengan bawa barang belanjaan yang banyak untuk di dagangkan.

Belum sampe rumah ada motor parkir di depan rumah dan mengenal orang tersebut Canda suku Lampung asli. Tiba-tiba cewek markirin mobilnya dan menyerempet motor Canda sampe jatuh.

Canda marah dan menyuruh mobil di bawa cewek keluar dari mobil untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Saat cewek itu keluar marah-marah dan ngomongnya langsung nanya sukunya Canda. Lalu Canda pun nanya ke cewek itu suku apa? Ternyata sama-sama suku Lampung yang keras kepalanya.

Karena ribut di jalan dan solusinya gak ada. Padahal Canda minta ganti rugi. Tetap saja cewek yang menyerempet motornya Canda sampe jatuh pergi begitu saja gak mau bertanggung jawab.

Awin yang menonton sama warga lain tahu cewek yang belagu itu. Memang tetangganya Awin yang sombongnya minta ampun maklum orang kaya sombong apalagi orang Lampung. Cewek itu nama Nina dan orang tuanya pegawai negeri alias pejabat di kota Bandar Lampung dan Nina pun bisa masuk jadi pegawai negeri dasarnya rekomendasi orang tuanya alias KKN di Lampung gak ketulungan.

Awin dan warga sekitar males berurusan dengan suku Lampung lebih baik menghindar. Awin menemui Canda selayaknya orang baik memberikan saran ke temannya si tukang ojek kerjaannya yaitu "Minta ganti rugi sama Bapaknya biar malu tuh orang tuanya dengan ulah anaknya yang bertindak semaunya kaya Lampung punya mereka aja."

Canda menerima saran Awin dengan bantuan saksi warga lain. Lalu Awin pun masuk rumahnya dan segera beres-beres rumah untuk membuka warung karena barang yang mau di jual sudah ada semuanya.

Dengan sabar Awin menunggu barang dagangannya di rumahnya. Dateng teman Awin berkunjung untuk main sekalian belanja di warung Awin.

Awin pun ngobrol dengan temannya Eko ya suku Jawa. Keduanya bercerita tentang banyak hal termasuk urusan pribadi masing-masing. Kadang Eko nanya tentang masalah Pemilu Presiden siapa yang mau di pilih? Ya karena obrolanya open sih Awin milih Joko Widodo sedangkan Eko milih Prabowo. Walau berseberangan masalah pilihan tetap Awin dan Eko tahu yang menang pasti membangun negeri ini.

Ya kadang mereka berdua hanya mengikuti perubahan zaman saja dan juga yang di pilih masih sukunya sendiri berdasarkan silsilahnya.

Awin terus ngobrol dengan Eko sampai membicarakan tetangga depan Awin yang cantik yang ngesir oleh Eko. Awin ya asik-asik aja kalau temannya menyukai tetangganya Awin yang cantik si Sisi padahal Awin suka sama Sisi tapi tidak berani menyatakan cintanya karena Awin orang miskin. Jelas saja SD gak lulus demi membantu orang tuanya yang menanggulangi ekonomi keluarga.

Sampai waktu berganti malam Awin menutup warungnya dan menjalankan aktivitas yang lain pergi ke mesjid untuk mengaji untuk bekal Akherat.


Karya : No

Thursday, April 4, 2019

KUTUKAN TANAH KELAHIRAN

Kasino lagi asik nonton Tv dan minum kopi panas. Indro baru pulang dan buru-buru ke kamar mandi karena sakit perut. Kasino pun aneh dengan ulah Indro yang gak biasanya tapi di maklumi. Selang beberapa selesai juga urusan Indro di kamar mandi.

Indro duduk di samping Kasino dan berkata "Nyantai .....Kasino."

"Ya...," saut Kasino.

"Kasino...boleh saya minta tanggapan kamu tentang persoalan pribadi saya?"

"Iya....silakan....," saut Kasino.

"Begini...Kasino. Saya pernah berjalan tapi dari jauh saya sudah di lihat orang tersebut membenci saya pada hal saya tidak punya salah sama orang tersebut. Saat berpapasan saya sedikit kecengklek langkah kaki saya dan saya di sikut oleh orang membenci saya. Tapi saya sabar tidak membuat perkara dengan orang tersebut. Malah jojong jalan menuju pulang. Apa tanggapan kamu?"

"Indro...setiap manusia berjalan di muka bumi ini di beri dua jalan yaitu kebaikan dan keburukan. Kadang kita jalan baik pun belum tentu mendapatkan kebaikan malah ke burukan sama seperti kamu padahal kamu tidak berbuat salah sama orang tersebut tapi orang tersebut berbuat salah pada kamu. Maka kita harus berhati-hati dalam melangkah di dunia ini. Kadang juga kita jalan buruk di ingatkan atau di tolong untuk tidak jalan yang buruk untuk kembali ke jalan yang baik. Jadi masalah kamu lumrah dan sikap kamu ambil benar sabar dan tabah menghadapi setiap ujian langkah kaki kita berjalan di muka bumi," penjelasan Kasino.

"Oh...begitu....saya mengerti bahwa jalan saya benar. Apakah mungkin perkiraan saya bahwa saya di kutuk oleh tanah kelahiran yang saya pijak ini," kata Indro.

"Sebenernya gak juga. Cuma bukan tanah kelahirannya tapi manusianya yang menciptakan persoalan dari hal kecil sampai besar alias kehancuran. Contohnya perang, kadang orang tinggal di tanah kelahiran di landa perang yang berkecamuk di antara manusia di salahkan tanah kelahiran yang mereka pijak sampai mereka menderita. Padahal ya....enggaklah. Manusia itu yang menciptakan kehancuran karena keegoan mereka menunjukkan ini dan itu pada akhirnya benci dan dendam akhirnya perang," penjelasan Kasino.

"Jadi...susah juga hidup di dunia ini ingin jadi baik. Malah di wilayah lain senangnya kehancuran pada hal damai itu indah," kata Indro.

"Ya..begitulah. Maka di ciptakanlah orang yang bergerak di bidang hukum untuk menanggulangi urusan manusia yang menciptakan kehancuran di mana-mana dengan alasan gak suka atau membenci seseorang padahal kita tidak berbuat salah sama orang tersebut. Maka itu tetap berhati-hati dalam menjalankan hidup. Kita gak tahu hati manusia itu yang tahu hanya Alloh SWT," kata Kasino.

"Iya..benar...kamu Kasino...saya berserah diri kepada Alloh SWT untuk langkah jalan saya yang baik dan menjauhkan diri dari hal yang buruk," kata Indro.

"Itulah..yang benar. Jadi kesimpulannya bukan tanah kelahiran mengutuk langkah kita menjadi buruk sampai celaka, tapi manusia itu tidak sadar dengan ulah perbuatannya yang membenci sampai mendendam tanpa alasan jelas alias sakit kejiwaan," kata Kasino.

"Iya..bener...kamu...Kasino. Saya sehat dengan kewarasan belum tentu manusia lain sakit karena kejiwaannya di timbulkan beban dari menjalankan hidu yang kompleks ini," tambahan Indro.

"Ya..udah..gak usah di bahas lagi. Lebih baik nonton Tv. Lebih baik untuk menghilangkan kepenatan hidup yang penuh dengan segala ambisi atau keingingan untuk maju," kata Kasino.

"Iya," saut Indro.

Indro pun nonton Tv dan melupakan persoalaannya yang sepele. Kasino jojong minum kopi panasnya sambil menikmati tontonan di Tv menghibur dirinya terkadang Indro mrncobaain minuman kopi panasnya Kasino. Berbagi gitu loh antara dua anak manusia yang berjalan di kebaikan di muka bumi ini.


Karya : No

Sunday, March 31, 2019

SUDUT PANDANG

Malam tenang sekali di pinggira kota Jakarta. Indro sedang asik duduk di depan rumah sambil main gitar. Baru genjreng-genjreng Indro teringat sesuatu berkenaan dengan debat ke empat Capres yang di tontonya.

Indro pun nelpon Dono. Segeralah Hp di angkat.

"Asalamuaikum....Indro...ada apa nelpon?"

"Waalaikum salam....Dono. Kabar mu baik Dono?"

"Baik....Indro."

"Gini....Dono....saya....."

"Pinjem duit........"

"Ya...gak..Don. Saya juga baru dapet gaji dari kerjaan saya," penjelasan Indro.

"Ooo. Terus mau apa...Indro?"

"Saya mau tanya tentang debat ke empat Capres?"

"Males...ah," kata Dono.

"Kali...ini aja tanggapan...kamu...tentang debat ke empat Capres?" bujuk Indro.

"Iya...deh....bagus dan panas suasananya dan juga topik cukup menarik. Kalau saya analisa sih....sesuai dengan kapasitas Capres. Karena menekankan besik diri mereka berdua yaitu sipil dan militer. Sudut pandangan mereka berdua sebagai Capres agak begitu besebrangan. Tapi saya sebagai penonton cukup mengerti di lihat dari gejala sosial ekonomi dan politik. Ya....relefan banget. Walau ada yang ganjil...sih....dalam proses debat ke empat Capres," penjelasan Dono.

"Tunggu dulu....Don kamu nonton di rumah atau nonton langsung kaya saya?" kata Indro memotong pembicaraan Dono.

"Nonton bareng.....posko tim pemenangan....di Batam Center," kata Dono.

"Jadi...kamu..nonton bareng toh sama saya nonton langsung di hotel yang mengadakan debat ke empat Capres...Don."

"Kok...bisa....Indro."

"Bisalah...Indro....gitu," Indro membanggakan dirinya.

"Jangan-jangan kamu jadi OB...ya...Indro?"

"Salah."

"Jadi...petugas keamanan hotel?"

"Salah."

"Oh...iya. Jadi tim sukses pemenangan salah satu dari Capres?"

"Salah.....saya..nyerah deh...Indro," kata Dono.

"Jadi wartawan....," kata Indro dengan bangganya.

"Kok...bisa...jadi wartawan. Untuk meliputkan berita pake kartu identitas sebagai wartawan. Jangan-jangan nyolong ya...kaya di film-film ya....Indro."

"Ya...enggak lah. Saya di suruh gantiin orang juga. Lumayan uangnya," kata Indro yang senang.

"Dasar pinter nyari kesempatan untuk mendapatkan rezeki," pujian Dono.

"Yo.i. Tapi...Dono..hubungan kamu dengan Rara baik-baikkan?"

"Baik..kok," saut Dono.

"Baguslah itu. Oh iya saya punya sedikit permainan,"

"Apa itu?" Dono memotong omongan Indro.

"Saat saya nonton langsung debat ke empat Capres. Ada 3 penyanyi cantik. Putri, Aulia, dan Rara. Mana yang kamu pilih....Don?"

"Eeemmmm. Yang mana ya?. Aaaa yang cantik, anggun dan matang kedewasaannya. Rosa," kata Dono.

"Kenapa Rosa...Dono?" kata Indro.

"Kenapa Rosa? Ya karena sudah pengalaman menjalankan hidup dan juga tahu artinya sakit karena cinta. Kalau Putri, Aulia, dan Rara....
masih...proses. Sama aja kalau saya kaitkan dengan Pemilu Presiden. Kita butuh orang berpengalaman menjalan roda pemerintahan di Indonesia. Berdasarkan amanah UUD 1945, Pancasila dan harus di sesuaikan dengan perkembangan zaman sekarang atau di sebut zaman milenial," penjelasan Dono.

"Oh...begitu.... Jadi tetap Rosa," kata Indro.

"Iya," saut Dono.

"Kenapa gak Aulia..aja...Don?"

"Enggak."

"Rara....gimana Don?"

"Enggak."

"Terakhir....Putri. Walau di masa lampau lebih lampau cinta monyet kamu adalah Putri," kata Indro.

"Putri....teman masa kecil...cerita masa lalu. Putri penyanyi dangdut....hanya namanya aja sama. Engaklah...," kata Dono.

"Jadi....Rosa..toh. Matang kedewasaannya," kata Indro.

"Udahlah.....ngobrolnya. Asalamualaikum," Dono menutup pembicaran lewat Hpnya.

"Waalaikum salam," jawab Indro.

Indro mematikan Hpnya. Mulai lagi genjreng gitarnya. Hari mulai larut sekali. Indro masuk ke dalam rumah dan menutup pintu depan. Indro masih kurang puas dengan jawaban Dono tentang debat Capres. Saat itu melihat Kasino lagi asik menonton Tv. Indro pun mulai bertanya ke Kasino tentang debat ke empat Capres.

Eee Kasino malah jawab males kaya Dono. Lalu Indro membujuknya Kasino agar mau menanggapi tentang debat ke empat Capres. Kasino pun menjelaskan dengan singkat dan padat yaitu "Baca buku Kewarganegaraan di situ ada jawabannya. Kalau kurang lagi...baca Kebijakan Publik, Tata Negara, Tentang Persenjataan atau lebih tepatnya Kemiliteran RI, dan Bentuk Kerjasama Internasional".

Indro pun tambah pusing di jelaskan oleh Kasino tentang buku-buku yang pernah dia baca. Maka Indro pun berusaha memahaminya dengan baik arahan Kasino. Walhasil Indro mengerti dan puas ternyata tema pada debat ke empat Capres berhasil dan dari 2 faktor yaitu sudut pandang masyarakat umum dan khusus yaitu berkepentingan.

Indro pun meninggalkan Kasino nonton sendirian di ruang tengah bergerak masuk ke dalam kamar untuk istirahat. Eee...Indro teringat pada omongan Dono.

"Kenapa...Dono bisa nonton sama tim sukses salah satu dari Capres. Oh...iya...iya....Dono....anaknya mudah bergaul. Padahal dia tidak terjun di perpolitikan," celoteh Indro.

Indro mulai membuka leptopnya dan mengetik pekerjaannya dengan baik sampai datang rasa kantuknya.


Karya : No

Friday, March 29, 2019

CINTA SELISIH UMUR

Saat itu Andi sedang berjalan pulang ke rumahnya setelah berbelanja di warung Ibu Fatimah. Tau-tau di hadang oleh Jon dan Dudu dan merampas belanjaan Andi. Dengan sekuat tenaga Andi mempertahan belanjaannya yang di rebut paksa Andi dan Dudu. Sampai Andi di dorong Dudu sampai jatuh ke jalan beraspal.

Terlepaslah belanjaan Andi dari tangannya. Andi berusaha bangun untuk memperjuangkan barang haknya dari di rampas Jon dan Dudu si anak nakal.

Saat itu Dewi Penolong datang namanya Bunga dan menampar satu persatu pipi Jon dan Dudu lalu mengambil belanjaan di tangan Dudu. Kemudian Jon dan Dudu ketakutan dengan Bunga yang berperawakan gahar kaya macan betina yang marah.

Dudu dan Jon pun beranjak dari situ dengan berlari terbirit-birit. Bunga memberikan belanjaan di tangannys ke Andi.

"Terima kash...atas bantuaannya," kata Andi.

"Iya....sama-sama," saut Bunga.

Bunga pergi meninggalkan Andi karena ada urusan lain. Andi punya rasa berkesan saat itu juga.

***

Sepuluh tahun lalu Andi mengenang ke jadiaan dirinya bertemu Bunga sekarang Andi berumur 17 tahun sedangkan Bunga telah berumur kira-kira 23 tahun. Andi baru dari latihan karate dan berteman baik dengan Jon dan Dudu walau dahulu jadi anak nakal selalu mengganggu Andi dan kawan-kawan yang lain.

"Sampai besok Jon dan Dudu," kata Andi.

"Iya...," saut Jon dan Dudu bersamaan.

Andi pun pulang ke rumahnya dengan menggunakan motor. Selang beberapa saat sampai di rumah. Baru markirin motor di depan rumah. Bunga keluar rumah Andi.

"Terima kasih ya...Tante sudah ngajarin Bunga buat kue yang enak," kata Bunga.

"Iya..sama-sama. Kalau main ke sini lagi....Tante ajarin resep kue...yang spesial," kata Ibu Andi.

"Ya.. Tante. Kalau begitu saya permisi dulu. Ada urusan yang lain," kata Bunga.

"Iya...," saut Ibu Andi.

Bunga bergerak begitu saja walau berpapasan dengan Andi. Padahal detak jantung Andi langsung berdetak berbeda. Andi mengabaikannya begitu saja.

"Ibu....saya pulang," kata Andi.

"Anak...Ibu tersayang...sudah latihan karatenya?" tanya Ibu.

"Iya.....Bunga...main...kesini lagi," kata Andi.

"Kak...Bunga....sayang atau Mbak Bunga. Dia lebih tua dari kamu 6 tahun," kata Ibunya mengarahkan Andi.

"Iya..Ibu...saya sudah tahu. Tapi lebih enak di panggil Bunga. Lebih akrab...saja," kata Andi.

"Terserah kamu aja deh," saut Ibu Andi.

Andi masuk dalam rumah begitu juga Ibunya. Andi langsung ke kamarnya untuk mandi dan berganti pakaian. Singkat waktu Andi sudah keadan rapih dan bersih.

Andi duduk di depan  komputernya sambil mengetik sesuatu berkenaan dengan pekerjaan sekolahnya tahu-tahu dapet telpon dari temannya untuk ngumpul di sebuah kafe. Andi segera meluncur ke sana dengan cepat.

Saat di kafe. Andi bertemu dengan Bunga yang sedang bertengkar dengan pacarnya yang ketahuan selingkuh padahal Andi baru dateng ke kafe dan bergabung dengan teman-temannya ngajak ngumpul bareng di kafe. Pacarnya Bunga hendak mau menampar Bunga karena di permalukan di kafe. Dengan cepat memegang tangan pacarnya Bunga dan di hajarnya oleh Andi bokem mentah ke wajahnya pacarnya Bunga sampai giginya tanggal dan muntah darah.

Andi membawa keluar Bunga dari kafe dengan memegang tangannya. Pacar Bunga ingin membales tapi di hadang oleh temannya Andi yang berkumpul di kafe.

Karena kalah banyak akhirnya nyalinya mantan pacar Bunga ciut kaya kerupuk melempem. Bunga di gonceng Andi pake motor dan di bawa ke suatu tempat agar Bunga bisa rileks dengan keadaan dirinya yang kacau di khianatin oleh pacarnya.

Di pinggir Danau buatan di tengah kota. Bunga mulai bisa menghilangkan kegalauan di dalam dirinya. Andi terus menemani Bunga dengan baik. Detak jatuh Andi terus bergejolak berbeda.

"Apa saya lagi jatuh cinta," kata hati Andi.

Andi pun mulai mencoba mengutarakan perasaannya sama Bunga pada hal waktunya tidak tepat. Tapi demi membuktikan sesuatu Andi bicara dengan Bunga dengan penuh keterus terangan.

"Bunga saya suka pada mu," kata Andi.

Bunga sok banget dengan pernyataan cinta Andi.

"Maaf...saya gak bisa menerima cinta kamu," kata Bunga.

"Apa..alasannya?" tanya Andi.

"Karena...saya baru putus dari pacar saya dan juga.....kamu Andi...selisih umur kamu jauh dari saya. Kamu saya...anggap adik saya," penjelasan Bunga.

"Kalau...kamu...putus dari pacar kamu saya tahu dan saya bisa menunggu sampai membuka hati kamu untuk saya. Tapi kalau alasan umur tidak relevan. Nabi Muhammad SAW pun menyukai Siti Khodijah itu pun selisih umur. Apalagi seperti Nazar artis menyukai Musdalifah pun selisih umur....juga. Atau jangan-jangan menganggap saya tidak dewasa dan tidak pantas menyukai seorang karena umurnya di atas saya," penjelasan Andi.

Bunga terkejut lagi dengan omongan Andi yang tidak mempersoalkan umur kalau berkenaan dengan cinta. Bunga tak bisa berkata-kata lagi. Andi pun sedikit bingung dengan pengungkapan perasaannya. Andi malah memberikan alternatif lain untuk mengantar Bunga pulang ke rumahnya.

Saat di atas motor Bunga merasakan sosok yang dewasa dan gagah. Hati Bunga bergetar dan mencoba mengikuti alur dari perasaannya dan memberanikan diri memeluk Andi saat mengendarai motor.

Rasa nyaman di dapatkan Bunga lalu berkata Bunga ke Andi dengan berteriak dengan keras sekali.

"Saya....mau jadi kekasih kamu."

Andi pun mendengar omongan Bunga yang menerima cinta dan berteriak keras saat di atas motor sambil melepaskan pegangan di motor.

"Saya....cinta pada Bunga."

Andi kembali memegang kendali motornya dengan baik. Bunga hampir copot jantungnya karena ulah Andi yang sepontan dan berani. Bunga tambah erat pelukkannya ke Andi tanda cinta dan sayangnya.

Sampai di rumah. Bunga terus tersenyum bahagia melihat Andi begitu dengan Andi penuh perasaan senang melihat Bunga sampai tidak berkata-kata apapun. Andi pun permisi untuk pulang ke rumah dan Bunga mempersilakan.

Andi pun sampai di rumah dan menceritakan kebahagiaannya sama Ibunya. Awalnya Ibunya sok berat karena Andi mencintai Bunga yang selisih umurnya lebih tua dari Andi.

Sebagai anak yang baik belajar banyak hal tentang ini dan itu sekaligus menceritakan cerita Nabi Muhammad SAW yang menyukai Siti Khodijah karena umur juga. Sang Ibu sadar dan membiarkan keputusan Andi dengan satu perjanjian dengan Ibunya yaitu 'Jangan melukai hati Bunga yang sudah di anggap anak sendiri'.

Andi pun mengerti arahan Ibunya dan melanjutkkan hubungan baik dengan Bunga sampai waktunya tiba Andi melamar Bunga untuk menjadi istinya setelah menyelesaikan jenjang pendidikannya dan bekerja untuk menafkah  biduk rumah tanggganya yang baik di restui semua orang.


Karya : No

Saturday, March 23, 2019

ANALISA KEBIJAKAN

Siang hari yang cerah tak begitu panas. Indro baru pulang main dari rumah Saskia alias pacaran. Masuklah ke dalam rumah tak lupa Indro mengucap salam "Asalamualaikum."

"Waalaikum salam," jawab Kasino.

Indro langsung duduk di ruang tamu melihat Kasino yang sibuk mengetik.

"Kasino sibuk amat ngetiknya?" tanya Indro.

Kasino menghentikan ketikannya pada leptopnya.

"Gak sibuk juga. Cuma buat pembukuan keuangan hasil dagang  di kedai bulan ini. Dan hasilnya lumayan. Tetap ada yang kurang.....,"

"Daya beli...masyarakatnya....," Indro memotong omongan Kasino.

"Iya...bener sih. Maka itu harus berinovasi baru makan atau minuman biar ada nilai perubahan gitu. Tetap harga sama. Agar pelanggan tidak lari. Nanti usaha yang saya bangun susah payah dari nol bisa bangrut di tambah daya saing yang luar biasa sportifnya dari modal besar, menengah, dan kecil. Tambahan lagi inovasi mereka lebih mampu bersaing dari gejolak perubahan ekonomi," kata Kasino menceritakan kerjaannya.

"Kalau saya memberi masukan sih. Lihat kondisi dulu baru berinovasi takut gagal terjual itu barang," kata Indro.

"Saya tahu maksud mu Indro? Kalau saya pikir sih gimana kita jual ayam geprek...bagus gak ide saya...," kata Kasino yang meminta tanggapan.

"Bagus sih..tapikan kedai kamu itu temanya eneka makan mie kenapa jadi ayam geprek....? Keluar dari jalur. Saya sarankan mie ramen aja. Ada nilai khas dari bumbunya di inovasi aja ke mie ayam apa gitu? Biar orang lebih tertarik lagi dan daya beli tinggi. Keuntungan besar," kata Indro.

"Bagus juga ide kamu tentang bumbu mie ramen tapi ayam geprek tetap saya jalankan dan saya buka cabang lain untuk menilai prospek ke depannya bagus gak?" kata Kasino.

"Satu sudah repot apalagi dua...Kasino..cabang kedai...makan dengan tema beda lagi."

"Enggaklah...kamu bisa jadi orang kepercayaan saya untuk memajukan usaha baru saya dari pada kerja kamu pacaran aja. Gak penting tahu," kata Kasino.

"Penting Kasino...demi...masa depan...Kasino." kata Indro meyakini Kasino.

"Kenapa gak kamu nikahin Saskia aja? Kalau penting itu masa depan!" kata Kasino.

"Itulah..masalah....nya. Saskia minta mahar 500 juta," kata Indro.

"500 juta mahar untuk nikahin Saskia kaya artis aja atau anak Presiden aja. Kalau 500 ribu saya tolong. Padahal kalau 500 juta sih sudah saya gunakan untuk buat usaha lebih maju lagi," kata Kasino.

"Kasino gak usah di pikirkan Kasino yang bener itu 500 juta cinta ku pada Saskia mahar itu. Cuma becanda," kata Indro.

"Dasar...kadal....," kata Kasino.

"Apa itu Kasino?" tanya Indro.

"Ngadalin orang....alias ngerjain orang," kata Kasino.

"Yang benar buaya....(Bualan saya)," saut Indro.

"Iya...deh...menang kamu," kata Kasino.

"Sipp...saya menang.....horeeeee," kata Indro.

"Eeee....dasar anak kecil," kara Kasino.

"Yang...penting menang. Oh ya Kasino saya mau tanya bagaimana tanggapan debat ketiga Cawapres?" kata Indro yang mulai bertanya.

"Oh...itu. Males...jawabnya," kata Kasino.

"Kenapa males jawabnya....?" tanya Indro.

"Tanya ke Dono..aja!!!," kata Kasino pengalihan.

"Saya tanya Dono juga yang sibuk kerja di Batam. Eeee....males jawabnya tentang debat ketiga Cawapres. Alasannya tema yang di debat tentang pendidikan," kata Indro.

"Ya ..terang aja juga males ngurusin tentang pendidikan kan kamu tahu gimana Dono bisa dapet Wulan pun karena pendidikan," kata Kasino.

"Saya ingit tentang hubungan Dono dan Wulan kisah cintanya. Dono dan Wulan itu satu Universitas dan sama-sama dapetu Beasiswa untuk menyelesaikan kuliah. Setelah mendapat gelar S1 Dono tidak melanjutkan pendidikannya ke S2 sedangkan Wulan melanjutkan. Tapi ada cerita yang di sembunyikan Dono. Selama ini Dono mengalah demi Wulan padahal Wulan kalah IPKnya dari Dono yang mencapai 3 koma sekian dari Wulan. Ya ...cuma selisih koma berapa gitu. Kalau cewek di sayangin Dono itu jengkel di kalahkan lewat kepintaran. Sedangkan Wulannya berhasil menyelesaikan kuliah S2 dan mendapat gelar S2-nya. Ya....pada akhirnya Dono kalah total sama Wulan. Tetapi kenapa Dono gak melanjutkan kuliah jenjang S2..ya? Pada hal Dono anak berprestasi. Kalau di cari tahu. Selalu ditanya Dono....kenapa kamu tidak melanjutkan S2 kamu? Jawabannya.....males....!!!" kata Indro.

"Kan sudah tahu....jawabannya males. Karena Dono....sudah males duduk di bangku kuliah. Alias boring. Sama aja dengan saya," kata Kasino.

"Sama..juga saya. Jangan-jangan...ini cerita di ambil dari realita sebenarnya di lingkungan penulis," kata Indro.

"Bisa...jadi," saut Kasino.

"Jadi jawaban....masalah saya belum terjawab tentang debat ketiga Cawapres? Ayolah...Kasino!" kata Indro.

"Jawabannya ada pada jenjang pendidikan sarjana. Buku itu tentang Analisa Kebijakan yang isinya menganalisa semua kebijakan yang di keluarkan pemerintahan yang di jalankan atau masih proses perencanaan kaya visi dan misi yang di kemukakan para peserta debat ketiga Cawapres dan dilihat dua faktor yang paling rentan atau kompleks yaitu baik dan buruknya. Pada akhirnya di evaluasi kebijakan tersebut untuk menanggulangi kegagalan dalam mengeluarkan kebijakan atau memutuskan kebijakan tersebut di jalankan. Ya...kesimpulannya debat ketiga Cawapres di anggap berhasil atau sukses," penjelasan Kasino.

"Nah....kalau...begitu...pas kelop jawabannya. Jadi debat ketiga Cawapres dianggap sukses. Dilihat dari sudut pendidikan sarjana tepat pada mata kuliah analisa kebijakan," kata Indro.

Azan pun di kumandangan. Indro dan Kasino meninggalkan kerjaan dan melaksanakan sholat Azar.


Karya: No

CAMPUR ADUK

JAB PYAAR KISISE HOTA HAI

Malam hari. Setelah nonton Tv yang acara menarik dan bagus....DA8 di chenel INDOSIAR, ya seperti biasa sih Budi dengan santai di depan rumah...

CAMPUR ADUK