CAMPUR ADUK

Sunday, July 19, 2020

GODAM

Dono duduk di ruang tamu dan mulai mengetik di leptopnya cerita Godam dan cerita Godam pun di mulai.

Dokter Satan membuat robot raksasa untuk menghancurkan kota Jakarta. Robot raksasa pun telah jadi. Bergerak robot raksasa untuk menghancurkan kota. Yudistira berlari dengan cepat dengan memegang tombak di tangan kanannya dan segera menolong warga kota yang butuh pertolongan.

Yudistira menggunakan teknik silatnya untuk menghancurkan robot raksasa. Usaha Yudistira hanya bisa menggoes saja. Rasa kesal dalam diri Yudistira "Andai aku punya kekuatan lebih besar lagi bisa menumbangkan robot raksasa".

Yudistira terus menyerang robot raksasa. Robot raksasa terus menghancurkan kota. Awang  berada di kota Yogyakarta berubah menjadi Godam dan terbang menuju kota Jakarta untuk menyelamatkan para warga kota yang ketakutan dengan robot raksasa yang terus menghancurkan kota. Godam pun melayang di udara. Yudistira melihat sosok yang hebat melayang di udara dan berkata "Godam".

Godam pun langsung bergerak cepat dan meninju robot raksasa. Ya robot raksasa penyok dan mau jatuh menabrak gedung. Godam langsung mengahalangi robot raksasa menabrak gedung, ya dengan mengangkat robot raksasa dan langsung di lempar ke langit ke arah pegunungan. Godam terbang cepat dan langsung meninju robot raksasa sampai hancur.

"Pekerjaan ku telah selesai," kata Godam.

Godam pun terbang ke Yogyakarta dan kembali berubah jadi Awang lagi. Yudistira pun kota Jakarta telah selamat dari kehancuran berkat pahlawan super Godam. Yudistira pun kembali pulang ke rumahnya untuk latihan silat lagi.

"Aku harus jadi kuat dan melampaui batasan ku," kata Yudistira yang optimis.

Lesti pun dateng berkunjung ke rumah Yudistira dengan membawa kue buatannya. Seperti biasa Yudistira makan kue buatan Lesti yang enak sambil ngobrol ini dan itu. Yudistira selesai makan kue buatan Lesti, ya latihan silat lagi dan Lesti ya...pulang ke rumahnya. Yudistira mulai sadar setelah melihat tombak yang di gunakannya dan berkata "Aku harus jadi kuat. Secepat mungkin. Astaga ada cara aku jadi kuat lebih cepat".

Yudistira pun mengambil kitab kuno di rak buku dan di bacanya dengan baik "Senjata legenda. Tombak di buat Mpu Gandring yang di simpan di makamnya. Konon energi tombak tersebut sangat dasyat banget. Siapa yang menggunakan tombak tersebut akan di kendalikan tombak dan menjadi sang penghancur".

Yudistira pun optimis dirinya akan bisa mengendalikan tombak buatan Mpu Gandring. Segeralah Yudistira ke makam Mpu Gandring berdasarkan petunjuk yang di tulis buku kuno. Di dalam hutan belantara, Yudistira terus berjalan menuju makam Mpu Gandring. Sampai di goa, ya masuk ke dalam goa dan akhirnya sampai di makam Mpu Gandring. Segera di bongkar makam Mpu Gandring dan menemukan tombak tersebut.

"Aku berhasil," kata Yudistira.

Makam Mpu Gandring, ya di kembalikan keadaannya semula sama Yudistira. Yudistira segera pulang ke rumah setelah mendapatkan tombak tersebut. Sampai di rumah, ya Yudistira berlatih dengan tombak buatan Mpu Gandring. Ternyata apa yang di tulis kitab kuno ternyata benar banget, Yudistira di kendalikan tombak dan jadi sang penghancur.

Yudistira mengamuk di mana-mana sampai warga kota ketakutan dengan kebrutalannya menghancur apa pun dihadapannya?!. Godam pun turun dari langit dan berhadapan dengan Yudistira sang penghancur. Yudistira menyerang Godam, ya Godam melayanin Yudistira. Pertarungan pun sengit banget antara Yudistira dan Godam. Sampai-sampai Godam pun kewalahan menghadapi Yudistira.

***

Dokter Satan pun kembali memerintahkan robot raksasa untuk menghancurkan kota. Godam yang masih sibuk bertarung dengan Yudistira, harus menyelamatkan kota dari kehancuran robot raksasa. Maka itu Godam pun terbang menuju robot raksasa menghancurkan kota. Yudistira pun bergerak cepat mengejar Godam. Segera Godam mau meninju robot raksasa, tapi ternyata robot raksasa langsung meninju Godam sampai terpental jauh dan akhirnya menabrak batu besar.

"Robot raksasa yang merepotkan," kata Godam.

Godam bangkit dari keadaannya dan terbang menuju robot raksasa. Yudistira yang menjadi sang penghancur...ya langsung menyerang robot raksasa dengan sangat brutal banget. Robot raksasa meninju Yudistira, tapi di tahan serangan dengan tombak tetap Yudistira terpental juga. Mulai Yudistira sadar dengan keadaannya saat tombak terlepas dari tangan Yudistira. Robot raksasa terus menghancurkan kota.

"Aku di kendalikan tombak, jadi penghancur," kata Yudistira.

Yudistira masih ingin menolong warga kota yang butuh pertolongan dari serangan robot raksasa, jadi Yudistira mengambil tombak yang tergeletak di jalan beraspal. Lagi-lagi Yudistira di kendalikan tombak dan menjadi sang penghancur. Keinginan yang murni di dalam diri Yudistira yang ingin menolong manusia yang susah dan menetapkan diri menjadi pahlawan. Yudistira pun dapat mengenalikan tombak buatan Mpu Gandring.

Segera Yudistira menyerang robot raksasa. Godam bertarung dengan robot raksasa. Dengan kombinasi serangan Godam dan Yudistira dapat menghancurkan robot raksasa. Setelah pertarungan yang hebat mengalahkan robot raksasa buatan Dokter Satan dan juga Dokter Satan kesal karena dua robot raksasa buatannya di hancurkan Godam.

Yudistira meminta maaf ke Godam karena menyerang Godam di saat dirinya dikendalikan tombak buatan Mpu Gandring, ya di maafkan lah sama Godam kesalahan Yudistira dan juga meminta maaf pada warga kota juga yang takut karena dirinya Yudistira yang brutal menghancurkan kota. Memang di maafkan warga kota, tapi Yudistira harus membereskan apapun ia rusak?! Yudistira membereskan semuanya dengan bantuan Godam jadi lebih cepat selesai.

Urusan telah selesai semuanya, ya Godam terbang ke menuju kota Yogyakarta dan berubah menjadi Awang. Yudistira, ya latihan silat lagi dan seperti biasa Lesti berkunjung ke tempat Yudistira dengan membawa kue buatan Lesti yang enak. Yudistira menikmati makan kue buatan Lesti sambil ngobrol ini dan itu.

***

Dono pun selesai mengetik cerita Godam di leptopnya dan segera di simpan dengan baik, setelah itu leptop di matikan. Dono mengambil gelas di meja berisi teh dan meminumnya.

"Santai," kata Dono.

Dono pun menaruh gelas berisi teh ke meja dan segera mengambil Hp di meja untuk main game. Indro dan Kasino, lagi asik di ruang tengah nonton Tv yang acaranya bagus gitu.

Friday, July 17, 2020

RENCANA

Dono sedang asik baca komik, ya di ruang tamu. Indro baru selesai pisang goreng, ya di bawalah satu piring pisang goreng ke ruang tamu.

"Don....pisang goreng!"kata Indro sambil menaruh pisang goreng di meja.

"Iya," saut Dono.

Dono menghentikan baca komiknya dan segera mengambil pisang goreng dan segera di makannya.

"Emmm....enak," kata Dono

Dono terus makan pisang goreng yang enak buatan Indro. Ya Indro lagi asik baca artikel di Hp-nya.

"Artis Riski....menikah," kata Indro.

Indro menghentikan baca artikelnya di Hp-nya dan berkata ke Dono "Don, apa pendapatmu tentang Rizki menikah tapi tidak dengan Lesti?"

"Oh, berita tentang Riski menikah, tapi kenapa tidak dengan Lesti? Mana aku tahu!" kata Dono.

"Kok cuma gitu aja pendapatnya?!" kata Indro.

"Ya lebih baik pendapat seperti itu kan atau seperti ini saja. Biarkan semuanya sesuai rencana manusia yang punya rencana sampai ke tujuanya dari rencana tersebut," kata Dono.

"Rencana. Manusia berencana Tuhan yang menentukan segalanya," kata Indro.

"Itu tahu jawaban tepat," kata Dono yang tegas.

Dono pun mengambil gelas berisi teh di meja, ya segera di minumnya. Indro pun segera membaca artikel lagi, tapi sebelumnya ngecek Youtobe dulu. 

"Ya Lesti dateng di pernikahannya Riski. Wah....wah....manusia berencana Tuhan juga menentukan segalanya," kata Indro.

Indro pun berhenti nonton Youtobe dan kembali baca artikel lainnya sampai selesai baru deh Indro main game di Hp-nya. Dono menaruh gelas berisi teh di meja dan segera pindah duduknya dari ruang tamu ke ruang tengah untuk nonton Tv. Kasino Lagi asik nonton acara Tv. Dono, ya duduk di sebelah Kasino.

"Loe...beritanya tentang Riski menikah dengan cara Taaruf," kata Dono.

"Riski menikah. Lesti pun dateng ke pernikahan Riski, biasa mengucapkan selamat menempuh hidup yang baru," kata Kasino.

"Rencana semuanya," kata Dono

"Semua memang di rencanakan. Nama juga manusia. Manusia berencana Tuhan yang menentukan segalanya," kata Kasino

"Jodoh, rezeki...sampai maut," kata Dono.

"Semuanya ada takdirnya masing-masing dalam menjalankan kehidupan berdasarkan ketentuan Tuhan," kata Kasino.

"Ya...itulah hidup manusia," kata Dono menegaskan omongan Kasino.

Dono pun diam dan juga Kasino, ya fokus nonton Tv yang acaranya bagus banget.

Thursday, July 16, 2020

AQUANUS

Seekor monster buaya yang diperintahkan ratu Medusa untuk menghancurkan kota. berenang di lautan menuju pantai. Sampai di pantai. Monster buaya pun mengamuk dan menghancurkan kota. Warga kota berlari menjauh dari monster buaya. Yudistira mengambil tombak dan segera ke luar dari rumah, ya berlari menuju monster buaya yang menghancurkan kota.

Sampai di mana monster buaya menghancurkan kota. Yudistira mulai kuda-kuda untuk menyerang monster buaya dan berkata "Dengan tombak ini aku akan membunuh monster buaya tersebut".

Yudistira menyerang monster buaya dengan tombak yang ia pegang. Monster buaya menerima serangan dari Yudistira. Ternyata kulit monster buaya sangat kuat sekali sampai-sampai mata tombak pun hancur dan juga Yudistira terkena sabetan ekor monster buaya sampai terpental jauh dan efek terkena ekor monster buaya, ya Yudistira muntah darah.

Yudistira pun berusaha bangkit dari keadaannya dan berkata "Aku tidak akan pernah menyerah!"

Yudistira menyerang monster buaya dengan tombak yang rusak. Tiba-tiba seorang pahlawan yang menjaga kota telah muncul dan berdiri di depan Yudistira.

"Aquanus," kata Yudistira.

Aquanus pun menyerang monster buaya. Pertarungan sengit antara Aquanus dan monster buaya. Sampai akhirnya, Aquanus mengalahkan monster buaya. Aquanus pun meninggalkan tempat tersebut. Yudistira pun, ya ingin seperti Aquanus yang hebat bisa mengalahkan monster buaya. Yudistira pun pulang ke rumahnya dan segera membimbing dirinya untuk menjadi pahlawan super. Ratu Medusa marah besar, karena anak buahnya mati di bunuh Aquanus.

Yudistira pun membaca kitab kuno untuk membuat tombak yang kuat banget yang dapat membunuh monster. Yudistira mengumpulkan logam-logam yang langka dan di jadikan satu dan di tempa dengan baik sampai menjadi tombak yang kuat. Tombak pun telah selesai di buat. Yudistira pun mulai menggunakan tombak dengan teknik silatnya. Latihan pun membuahkan hasil, karena serangan tombak dapat menghancurkan batu besar.

Ratu Medusa memerintahkan monster kepiting untuk menyerang kota. Monster kepiting  bergerak menuju kota. Sampai di kota. Segera monster kepiting menghancurkan kota. Yudistira pun berlari dengan membawa tombak menuju di mana monster mengamuk. Monster kepiting sedang bertarung dengan Aquanus. Ya Aquanus sedikit kesulitan menghadapi monster kepiting. Yudistira membantu Aquanus dalam pertarungan melawan monster kepiting.

Yudistira menggunakan teknik tombak andalannya menyerang monster kepiting sampai akhirnya tombak pun menjebol tubuhnya monster kepiting, ya monster kepiting pun mati.

"Kamu hebat, bisa mengalahkan monster kepiting," pujian Aquanus.

"Iya," kata Yudistira dan rasa senang dengan omongan Aquanus. Ya Aquanus meninggalkan tempat tersebut, begitu juga dengan Yudistira.

Ratu Medusa marah banget anak buahnya mati di bunuh pahlawan baru, Yudistira. Ratu pun memerintahkan anak buahnya untuk menghancurkan kota demi mengumpulkan energi ketakutan dari warga kota demi membangkitkan raja Darknes.

Semenjak itu, Yudistira dan Aquanus terus bertarung menghandapi monster-monster yang menghancurkan kota untuk menolong para warga kota dari serangan monster yang diperintahkan ratu Medusa.

***

Dono pun berhenti mengetik di leptopnya dan menyimpan hasil ketikannya, baru leptop di matikan.

"Selesai juga," kata Dono.

Dono pun mengambil gelas di meja berisi teh dan segera meminumnya. Indro pun berhenti main game di Hp-nya.

"Dono...nulis cerita apa?" tanya Indro.

Dono menaruh gelas berisi teh di meja.

"Cerita Campur Aduk," kata Dono.

"Iya, aku ngerti...Blog mu itu namanya Campur Aduk. Tapi yang aku tanya itu Don, Tema ceritanya?!" kata Indro.

"Pahlawan super," kata Dono.

"Pahlawan super toh," kata Indro.

"Pahlawan super karya Indonesia, ya Aquanus. Ceritanya sih lebih menonjolkan cerita pahlawan baru yang diadaptasikan dari wayang sih, Yudistira. Aquanus teman bertarung Yudistira dalam pertarungan mengalahkan monster yang di perintahkan ratu Medusa demi menciptakan teror ketakutan para warga kota dan energi ketakutan di gunakan untuk membangkitkan raja Darknes," cerita Dono.

"Oh, begitu toh ceritanya," saut Indro.

Indro pun kembali main game di Hp-nya. Dono, ya mengambil gelas berisi teh di meja dan meninum teh tersebut. Sedangkan Kasino di ruang tengah lagi asik nonton Tv, ya acara Tv-nya....'Ruang Guru'.

"Acara yang bagus," kata Kasino.

Kasino, ya terus nonton Tv dengan asik banget.

Wednesday, July 15, 2020

ITU DAN ITU SAJA

Dono duduk di halaman belakang ya nonton Youtobe di Hp-nya, ya kartun Putri Duyung. Cerita kartun di mulai.

Yoyo berada di pantai tepatnya dekat batu karang yang besar banget dan sedang melempar jaring untuk menangkap ikan. Dengan sabar Yoyo menjalankan pekerjaan tersebut, tapi ternyata ikan tidak dapet juga.

Yoyo pun menaruh jaring di batu karang dan langsung melompat ke air laut dan berenang ke sana ke sini. Tahu-tahu kakinya terkena karang, ya terluka....jadi Yoyo berusaha ke luar dari laut. Tapi Yoyo kehabisan nafas. Untung ada Putri Duyung, jadi Yoyo di tolong di bawa sampai pinggir pantai. Putri Duyung pun mengobati kaki Yoyo yang terluka

Saat Yoyo sadar dari keadaannya melihat sosok gadis cantik tapi setengah tubuhnya ikan dan Yoyo berkata "Putri Duyung".

Yoyo pun tahu nama Putri Duyung menolongnya 'Ariel' dan akhirnya jadi sahabat baik Yoyo dan Ariel. Ya Ariel pun kembali ke laut. Yoyo pun menemukan kerang yang kaya punya Ariel dan Yoyo ingin mengembalikannya ke Ariel, tapi Ariel sudah jauh berenang di laut yang luas.

Yoyo pulang ke rumahnya tidak membawa ikan. Lisa adik Yoyo sakit. Ayah dan Ibu menjaga Lisa dengan baik, walau sudah di obati sama Pak Totong seorang tabib tetap keadaan Lisa tidak ada perkembangan untuk sembuh. Yoyo benar-benar khawatir dengan Lisa. Kerang yang di pegang Yoyo bercahaya. Yoyo pun mencoba menyembuhkan Lisa dengan cara tangan kanan memegang kepala Lisa  dan tangan kiri memegang kerang.

Beberapa saat Lisa sembuh dari sakitnya sedangkan Yoyo merasa lemas setelah menyembuhkan Lisa. Ya Lisa senang sembuh dari sakitnya. Yoyo senang adiknya sembuh dari sakit. Esok harinya, Yoyo bertemu dengan Ariel di pinggir pantai dan ingin mengembalikan kerang ke Ariel. Ya Ariel memberikan kerang tersebut ke Yoyo sebagai tanda persahabatan. Yoyo pun bercerita tentang kerang yang bercahaya dan Yoyo bisa menyembuhkan Lisa, adik Yoyo yang sakit.

Ariel pun menjelaskan tentang kerang tersebut. Yoyo pun mengerti penjelasan dari Ariel bahwa kerang mentransfer energi kehidupan pada Yoyo ke Lisa, ya Lisa jadi sembuh dan Yoyo merasa lemas setelah menyembuhkan Lisa. Ariel pun kembali ke laut lagi dan meninggalkan Yoyo di pantai. Yoyo pun pulang kerumahnya.

***

Dono, ya berhenti nonton kartun di Youtobe di Hp-nya dan Hp pun di taruh di meja. Dono pun mengambil gelas berisi teh di meja dan segera di minumnya. Indro selesai urusan kerjanya jadi duduklah di halaman belakang bersama Dono langsung  asik baca artikel di Hp-nya. Beberapa artikel selesai di baca Indro dan Hp di taruh di meja dan segera Indro mengambil gelas berisi teh dan di minumnya.

Dono menaruh gelas yang berisi teh di meja, begitu juga Indro.

"Indro, ada yang menarik nggak berita yang kamu baca Indro?" tanya Dono.

"Ada sih Don. Tapi beritanya tetap berlanjut cerita yang kemarin," kata Indro.

"Beritanya seputar itu dan itu saja," kata Dono.

"Ya....adanya itu saja!" kata Indro.

"Sudahlah tidak perlu di bahas!" kata Dono.

Dono pun menyambil Hp di mejanya dan kembali menonton kartun di Youtobe, ya Putri Duyung. Indro, ya mengambil Hp di meja segera main game di Hp-nya. Kasino selesai mengerjakan pekerjaannya jadi, ya nonton Tv di ruang tengah seperti biasa berita hari ini.

Tuesday, July 14, 2020

DARI JENDELA SMP

Pendidikan di sekolah SMP pun sudah selesai. Toto segera keluar dari kelas bersama teman-teman, lalu mengambil sepedahnya di parkirkan. Toto pun mulai menggoes sepedahnya keluar melewati gerbang sekolah. Tiba-tiba sepedah di rem Toto, saat melihat Joko dan Wulan bicara di pinggir jalan begitu seriusnya. Sampai-sampai Wulan meninggalkan Joko karena kesal.

"Ah, jangan mencapuri urusan Joko dan Wulan, mending aku pulang," kata Toto dengan suara samar.

Toto pun menggoes sepedahlah lagi sampai di rumahnya. Toto pun segera berbenah diri dan setelah itu duduk di teras depan sambil melihat keadaan lingkungan.

"Sekolah menyenangkan. Setelah masa PSBB ke new normal dan ke next normal. Semua karena pandemi covid-19," kata Toto.

Alex pun main ke rumah Toto untuk mengajak main layangan. Toto pun berangkat bersama Alex ke lapangan untuk main layangan. Sampai di lapangan. Mulai Toto dan Alex main layangan. Layangan pun terbang tinggi banget.

"Hari ini menyenangkan kan Toto," kata Alex.

"Iya," saut Toto.

Toto dan Alex pun terus bermain layangan sampai waktu sudah sore banget. Toto dan Alex menurunkan layangan yang terbang di udara, ya setelah itu pulang ke rumah masing-masing. Toto sudah di dalam rumah, ya tepatnya di kamarnya.

"Hari ini hari yang menyenangkan," kata Toto.

Toto pun duduk di meja belajar dan segera mengeluarkan buku dari tasnya untuk mengulas pelajaran yang di berikan guru. Toto belajar dengan serius banget. Beberapa jam kemudian Toto mengakhiri belajarnya dan keluar dari kamarnya dan langsung duduk di sofa dan menyetel Tv. Resti, mbaknya Toto baru pulang dari urusannya dan di anter pulang sama Salim. Ya Salim calon suami Resti lah.

Resti pun duduk di sebelah Toto.

"Toto, gimana masuk sekolah hari ini?" tanya Resti.

"Menyenangkan mbak," kata Toto.

"Menyenangkan...ya," kata Resti.

"Oh, Iya mbak. Toto mau tanya sesuatu!" kata Toto.

"Apa itu?" kata Resti.

"Ini tentang masa depan mbak. Esok hari Toto harus jadi apa? Padahal Toto hanya belajar dan belajar!" kata Toto.

"Mbak akan memberikan pandangan pada mu, adik ku sayang. Mbak dulu sama seperti mu...penuh tanda tanya dengan masa depan. Mbak membimbing diri untuk menggapai masa depan yang baik dengan cara menekuni pelajaran yang mbak sukai yaitu Bahasa Indonesia. Sampai selesai pendidikan sarjana, ya mbak pun jadi guru. Jadi sesuailah dengan apa yang mbak tanam dari kecil saat waktunya berbuah manis?!" penjelasan Resti.

"Toto harus jadi guru," kata Toto.

"Ya, sebenarnya tidak harus jadi guru, bisa bidang yang lain," kata Resti.

"Bidang lain. Toto, suka Matematika, jadi apa ya?!" kata Toto.

"Matematika ya. Teman mbak ada yang jadi guru Matematika. Saran mbak sih, ya jadi Insiyur saja!" kata Resti.

"Jadi Insiyur kaya menarik," kata Toto.

"Memang menarik sih jadi Insiyur. Kalau Toto pilih masa depan menjadi Insiyur, berarti harus giat belajar dari sekarang agar di kemudian hari tercapai tujuan Toto. Ingat jangan pacaran!" kata Resti.

"Iya mbak tidak pacaran. Toto harus belajar dan belajar untuk menggapai masa depan sesuai dengan tujuan. Oh Iya mbak perlu nggak Toto bimbel gitu, ya tujuannya meningkatkan kemampuan Toto," kata Toto.

"Sebenarnya sih tergantung Toto sih, karena yang menjalankan Toto," kata Resti.

 "Berarti penting dong. Saran mbak harus bimbel di tempat bimbel atau di jaringan internet maksudnya aplikasi bimbel gitu!" kata Toto.

"Saran mbak sih, semuanya sama aja. Toh yang menjalankan Toto sendiri. Keputusan ada di diri Toto," kara Resti.

"Sebenar sih Toto inginnya di bimbing mbak, gimana mbak!" kata Toto.

"Ya, bisa aja sih mbak membimbing adik tersayang. Mbak harus ngatur waktu. Ya sudahlah mbak bimbing adik tersayang demi menggapai masa depan sesuai tujuannya," kata Resti.

"Asik di bimbing mbak. Terima kasih mbak Kemungkinan di masa depan aku jadi Insiyur," kata Toto yang senang.

"Iya," saut Resti.

Resti pun meninggalkan Toto, ya ke kamarnya. Toto pun nonton Tv dengan asik. Ayah dan Ibu pulang, ya Toto menyambutnya. Resti sudah menyiapkan makan malam, jadi makan malam bersama Ayah dan Ibu...ya Toto juga. Setelah makan malam. Toto ke kamarnya, ya belajar. Ayah dan Ibu, ya nonton Tv. Resti di kamarnya, ya istirahat tidur. Waktu makin larut. Toto pun tidur di kasur. Ayah dan Ibu pun tidur di kamarnya.

Esok harinya. Toto pun berangkat pagi-pagi ke sekolah dengan sepedahnya. Sampai di sekolah, ya bertemu dengan Wulan dan Joko di depan pintu gerbang, ya jalan bareng gitu.

Toto menghentikan laju sepedahnya.

"Kayanya Wulan dan Joko, pacaran. Ah...tidak penting ikut campur urusan Wulan dan Joko. Yang penting menggapai masa depan yang telah aku pilih dengan penuh tanggung jawab," kata Toto dengan suara samar.

Toto pun menggoes sepedahnya sampai di tempat parkiran, ya sepedah pun di taruh di tempat parkir. Toto pun masuk kelas dan segera duduk di bangkunya dekat Wulan. Toto dan teman-teman sudah siap menerima pelajaran hari ini dari guru yang membimbing dengan baik.

Saturday, July 11, 2020

PERCAYA ENGGAK!

Dono sedang asik duduk di halaman belakang sambil baca artikel di Hp-nya.

"Lobster....di buat makan enak, wah sipp banget!!!" kata Dono.

Dono pun terus membaca satu artikel sampai selesai ke artikel yang lain.

"Artis Dinda, menikah. Selamat menempuh hidup yang baru," kata Dono.

Dono pun membaca artikel tersebut sampai selesai, ya ke artikel yang lain.

"Partai Politik ini dan itu. Wah ada yang lagi kacau ini dan itu. Menarik juga ceritanya untuk menyelesaikan pokok masalah yang harus di selesaikan," kata Dono.

Dono pun terus membaca artikel itu sampai selesai, ya baca artikel yang lain.

"Artis Amanda. Hubungan dengan Billy terus berlanjut....toh jalan ceritanya. Menarik!!!" kata Dono.

Dono pun menyelesaikan baca artikelnya di Hp-nya, jadi Hp pun di taruh di meja. Dono mengambil gelas berisi teh dan meminumnya. Indro selesai mengerjakan pekerjaannya, ya duduk bersama Dono di halaman belakang sambil minum teh. Kasino pun selesai juga kerjaan ya merawat tanaman di pot, ya duduk bersama Dono dan Indro untuk minum teh.

"Don, Kasino. Aku kemarin jalan bareng sama Amanda," kata Indro.

"Amanda yang artis itu?" kata Dono.

"Amanda. Jalan bareng," kata Kasino.

"Percayakan kalian berdua kalau aku jalan bareng dengan Amanda!" kata Indro.

"Aku sih percaya aja. Kalau Indro jalan bareng sama Amanda," kata Dono.

"Kalau aku tidak percayalah. Indro jalan dengan artis cantik seperti Amanda," kata Kasino.

"Padahal aku sampe mencium Amanda loe. Percaya...enggak!" kata Indro.

"Aku, ya percaya aja....omongan Indro. Indro mencium Amanda," kata Dono.

"Mana mungkin ah. Indro mencium artis Amanda. Nanti Billy nya marah lah," kata Kasino.

"Kalau Billynya marah, ya biar in aja! Tandanya cinta sama Amanda," kata Dono.

"Iya, biarin aja Billy marah," kata Indro.

"Biarin aja Billy marah, kalau pacarnya di cium sama Indro. Padahal Billy itu playboy..kan," kata Kasino.

"Billy, artis playboy. Ya iyalah. Dulu artis terkenal playboy kan Raffi. Setelah Raffi menikah dengan Nagita, jadinya tidak bisa jadi playboy lagi. Sekarang kan Billy. Ya berteman dengan Raffi jadi di tularin penyakitnya Raffi sebelum menikah. Playboy lah Billy," penjelasan Indro.

"Artis sih biasa playboy alias gonta ganti pasangan. Jadinya pemberitaan di media kan jadi menarik juga di baca gitu," kata Dono.

"Emang sih beritanya menarik," kata Kasino.

"Dono, Kasino. Percaya..enggak. Aku tidur bareng sama Amanda!" kata Indro.

"Percaya, aku Indro. Kamu tidur dengan Amanda," kata Dono.

"Tidur bareng dengan Amanda. Aku tidak percaya. Don kok kamu percaya omongan Indro!" kata Kasino.

"Ya aku memang percaya aja omongan Indro lah. Indro sampai mandi bareng sama Amanda kan!" kata Dono.

"Iya," kata Indro.

"Benerkan. Indro mandi bareng sama Amanda," kata Dono.

"Aku tetap tidak percaya," kata Kasino.

"Kasino tetap tidak percaya. Dono percaya. Padahal yang sebenarnya aku bawa foto Amanda untuk jalan bareng. Aku mencium foto Amanda. Aku bawa foto Amanda, ya tidur bareng dan juga terakhir foto Amanda aku masukin dalam plastik agar tidak basah, kalau basah fotonya rusak baru deh aku mandi bareng dengan foto Amanda di plastikin," penjelasan Indro.

"Benerkan Indro melakukan semuanya bersama Amanda, tepatnya cuma foto Amanda. Aku percayalah. Cuma permainan," kata Dono menegaskan omongan Indro.

"Kalau cuma begitu saja sih semua orang bisa lah. Melakukan kegiatan bersama artis yang di sukai," kata Kasino.

"Yo....i," saut Indro.

Indro pun mulai main game di Hp-nya. Kasino, ya baca komik lah. Dono, ya asik minum teh yang enak dengan keadaan  lingkungan yang tenang di hari minggu yang tenang.

Friday, July 10, 2020

DEMI TEMAN

Lutung pun jatuh dari langit dan menabrak tanah. Lutung pun bangun dari keadaannya. Anjing melayang di udara.

"Lutung kau harus mati di tangan ku!" kata Anjing yang murka.

Lutung tidak peduli dengan omongan Anjing, lalu Lutung melompat dan langsung menyerang Anjing yang melayang di udara. Anjing pun menyerang Lutung. Pertarungan sengit antara Lutung dan Anjing di udara. Lutung mengerahkan seluruh ilmu silatnya beserta ilmu sihir ya untuk mengalahkan Anjing. Ya Anjing pun mengeluarkan seluruh ke mampuan silat dan ilmu sihirnya.

Lutung pun akhirnya kalah juga dengan Anjing dan mau di bunuh. Tapi datang Kerbau penasehat agung kerjaan binatang, ya turun dari langit dan menghentikan panglima Anjing yang ingin membunuh Lutung. Maka itu Anjing menghentikan niatnya mau membunuh Lutung.

Kerbau pun membuat penjara batu untuk menghukum Lutung, yang telah melanggar aturan kerjaan binatang.

"Lutung, diam lah kamu di situ selama 100 tahun. Setelah 100 tahun ada seorang yang akan melepaskan mu seorang Mpu Prapanca. Belajar dengan Mpu Prapanca dan lindungilah ia dari makluk yang akan mencelakainya," kata Kerbau.

Lutung hanya diam saja dan tidak peduli omongan Kerbau. Ya Kerbau dan Anjing pun meninggalkan tempat tersebut dengan terbang menuju kerjaan binatang. Lutung pun di dalam penjara batu, yabersabar di dalam penjara batu dan mengingat kejadian dirinya bertemu dengan seorang Dwi Sekar yang cantik. Lutung pun berteman baik dengan Dwi Sekat tersebut. Saat Dwi Sekar di serang Iblis Serigala, ya Lutung berusaha menolong Dwi Sekar. Iblis Serigala dapat di kalahkan Lutung. Dwi Sekar terluka karena serangan Iblis Serigala dan hampir mati. Demi menolong teman. Lutung pun pergi ke kekerajaan binatang untuk mengambil ramuan ajaib di istana yang di jaga ketat oleh penjaganya panglima Anjing. Lutung memang berhasil mencuri ramuan ajaib dan menyelamatkan Dwi Sekar. Anjing tahu yang mencuri ramuan ajaib adalah Lutung, jadi segera mendatangi Lutung sedang bersantai di pohon di atas gunung sambil makan buah apel.

Anjing langsung menyerang Lutung karena terbukti dirinya Lutung pencuri. Lutung pun membela dirinya dan akhirnya pertarungan sengit di puncak gunung sampai melayang di udara. Lutung pun terkena pukulan Anjing sampai terpental jauh. Ya Lutung pun jatuh dari langit menuju tanah. Pada akhirnya Lutung kalah dalam pertarungan dan di penjara Kerbau di penjara batu. Seratus tahun pun bersabar Lutung di dalam penjara. Sampai Candi Borobudur pun berdiri di sebelahnya. Mpu Prapanca membebaskan Lutung, ya setelah seratus tahun berlalu karena perintah Kerbau. Lutung pun belajar membimbing dirinya di bimbing Mpu Prapanca. Malam yang tenang sekali. Sinar bulan purnama begitu bagusnya di malam itu. Tiba-tiba kabut hitam pun menyelimuti rumah Mpu Prapanca.

Iblis Kalong sudah berada di dalam rumahnya Mpu Prapanca, ya ingin membunuh Mpu Prapanca karena menginginkan kitab kedikjayaan yang di tulis di tubuh Mpu Prapanca. Lutung yang menjaga Mpu Prapanca, ya melindungi Mpu Prapanca dari serangan Iblis Kalong.

Pertarungan sengit antara Lutung dan Iblis Kalong. Sampai akhirnya Lutung membunuh Iblis Kalong. Mpu Prapanca, ya selamat gitu. Lutung pun terus belajar bersama Mpu Prapanca sampai Mpu Prapanca meninggal dunia dan mewariskan kitab kedikjayaan sama Lutung.

Ya Lutung pulang ke rumahnya di puncak gunung. Sampai di rumahnya. Lutung bertemu dengan Dwi Sekar teman baik Lutung. Ya lutung pun merayakan pertemuannya dengan Dwi Sekar setelah seratus tahun lebih, kebahagian pun kembali.

***

Dono, ya selesai mengetik di leptopnya tentang cerita Lutung. Jadi di simpan baik oleh Dono dan leptop di matikan.

"Waktunya istirahat," kata Dono.

Dono pun mengambil gelas berisi teh dan meminumnya. Dono berpikir tentang cerita yang baru di tulisnya dan berkata "Fantasi atau fabel, ya?!"

Dono pun memikirkannya sambil minum teh dan akhirnya memutuskan.

"Fantasi aja!" kata Dono.

Dono pun terus minum teh menikmati keadaan yang tenang banget di hari sabtu yang tenang dengan keadaan lingkungan yang tenang banget.

Thursday, July 9, 2020

REALITA HIDUP

Jono sedang asik duduk di bawah pohon setelah bermain sepedah. Dedi pun ikutan duduk juga duduk di bawah pohon.

"Hari menyenangkan main sepedah, ya...Jono," kata Dedi.

"Iya," kata Jono.

"Jono...apa kamu melanjutkan sekolah ke SMA?" tanya Dedi.

"Enggaklah. Orang tua ku hanya mampu membiayai sekolah ku sampai SMP saja," kata Jono.

"Jadi sebatas SMP saja. Kalau orang tua ku mampu...Jono. Jadi sekolahku lanjut ke SMA," kata Dedi.

"Sekolah itu hanya belajar dan belajar saja. Pada akhirnya untuk kerja agar dapat menghasilkan uang yang di gunakan membeli ini dan itu yang kita butuh kan. Sudah jalan nasif ku sebatas SMP saja pendidikan ku. Aku tidak perlu menyesal dengan jalan nasif karena keadaan keluarga ku yang tidak mampu," kata Jono yang bercerita tentang keadaan dirinya.

"Aku mengerti Jono, keadaan dirimu. Ya aku tahu sih sebenarnya aku yang melanjutkan sekolah pun sadar. Apakah setelah aku lulus SMA, bisa bekerja di tempatnya bagus dan gajinya bagus? Atau sebaliknya aku hanya membuat usaha saja demi melanjutkan hidup," kata Dedi.

"Ada seorang berpendidikan yang tinggi gitu. Aku lupa namanya. Tapi orang tersebut menjelaskan tentang kebenaran yang terjadi tentang keadaan yang sebenarnya jadi pandangan aku. Katanya, 200 anak SMA lulus sekolah berlomba untuk masuk bisa bekerja di perusahaan. Tapi ternyata perusahaan hanya butuh 20 orang, jadi sisanya ada yang nganggur, melanjutkan sekolahnya ke Universitas dengan biaya mencekik leher, ada juga yang membuat usaha. Itu di lihat dari 1 perbandingan dari 100 perbandingan," kata Jono bercerita.

"Berarti, benar lah pengangguran itu tinggi banget karena jaminan untuk kerja lewat pendidikan ya....rendah banget," kata Dedi.

"Pengangguran memang tinggi lah. Mau gimana lagi. Sudah keadaannya dari dulu sampai sekarang," kata Jono.

"Aku pun akan berusaha agar tidak jadi nganggur setelah lulus SMA," kata Dedi yang optimis.

"Banyak orang yang bicara seperti itu. Setelah SMA...pasti bekerja. Sampai merantau ke kota lain atau negeri lain sekali pun tetap saja nganggur," kata Jono.

"Masa depan yang suram. Aku yang bingung," kata Dedi.

"Memang masa depan yang suram seperti aku. Hanya sebatas pendidikan SMP saja. Ya aku yang sadar hanya bisa kerja bantu orang tua atau ikut orang yang punya usaha dan terakhir ya....dagang apa aja yang penting bisa bertahan hidup?!" kata Jono.

"Ya sudahlah jangan di bicara kan lagi. Lebih baik main sepedah lagi. Hari ini bersenang-senang dulu baru kita pikirkan masa depan yang baik untuk kita...walau masa depan tetap tidak bisa di tebak karena keadaan yang sebenarnya. Kata orang-orang yang ngomong di Tv, karena ekonomi atau kebijakan pemerintahan dalam menjalankan pemerintahan itu sendiri," kata Dedi.

"Lebih baik main sepedah menyenangkan hari ini, esok aku pilih jalan hidup berdagang," kata Jono.

Jono dan Dedi pun mulai mengayuh sepedahnya dengan baik dan melupakan pembicaraan tersebut yang hanya sekedar saja sebatas obrolan anak SMP yang hanya tahu sedikit tentang pendidikan. Sampai waktu sudah sore hari, ya Jono dan Dedi pulang ke rumah masing-masing. Dedi yang punya ke optimisan untuk melanjutkan sekolah SMA jadi belajar di rumah dengan baik. Jono pun sadar dengan keadaan dirinya dan keluarganya yang miskin. Jadi ia mulai memikirkan dagangan apa yang mau ia jual? Jono pun dapet masuk kan dari Ayah dan Ibunya, ya jualan cilok.

Jono pun mulai belajar membuat cilok dengan modal pas-pasan sampai hasilnya bisa membuat cilok yang enak. Sepedah kesayangan Jono pun di modifikasi oleh Jono dan Ayah untuk jualan. Waktu yang tepat pun Jono berkeliling menjajakan jualannya sampai ngetem di sekolahnya SMA di mana Dedi bersekolah di situ. Saat jam istirahat. Dedi pun menghampiri Jono yang berjualan cilok.

"Jon, jadi pedagang killing," kata Dedi.

"Jadi lah demi hidup. Aku bukan pengangguran, tapi anak yang produktif," kata Jono.

"Keadaan yang membuat mu jadi lebih baik dari aku, karena langsung kerja dan kerja. Sedang aku hanya belajar dan belajar...entah kapan aku akan memulai kerja?" kata Dedi.

"Setelah lulus SMA," kata Jono.

"Mungkin atau aku melanjutkan kuliah karena permintaan orang tua ku," kata Dedi.

"Kalau begitu sih, belajar lah jadi orang menguasai ilmu ini dan itu. Siapa tahu di masa depan kamu bisa jadi orang hebat, ya bisa menghapus masa depan yang suram?!" kata Jono.

"Aku paham. Persaingan ketat untuk bisa jadi orang yang sukses," kata Dedi.

"Ya, ilah...kenyataannya seperti itu," kata Jono.

Jojo pun menjual ciloknya, ya lumayan sih. Dedi pun membeli juga. Waktu istirahat pun habis, ya Dedi pun masuk kelasnya. Jono pun meninggalkan sekolahannya Dedi, ya mulai berjalan ke sana ke sini sampai jualannya habis. Sore pun tiba. Jono pun pulang ke rumah dan segera memberikan uang hasil jualannya ke Ibunya. Jono pun berbenah diri baru deh beristirahat sambil nonton Tv, ya Tv-nya juga Tv butut gitu dan warna di Tv pun tidak ada lagi jadinya Tv hitam putih. Tetap saja Jono asik nonton Tv bersama Ayah dan Ibu.

Dedi pun seperti biasa dengan keoptimisannya untuk jadi sukses, ya terus membimbing dirinya belajar dan belajar di rumah untuk mengubah masa depan yang suram jadi masa depan yang gemilang

SI GAGAP

Lolo berjalan dengan santai di pinggir jalan dengan memegang setangkai bunga mawar putih, yang di berikan oleh Dinda teman baik Lolo. Terjadilah pertengkaran di pinggir jalan. Pak Tua penjual somay di palak dua preman dan juga Pak Tua pun terjatuh ke jalan beraspal karena memang di dorong preman. Dua preman pun mengambil uang Pak Tua.

Lolo pun menolong Pak Tua tersebut dan berkata "Ke...mbali...kan u...ang ya...ng ka...mu ram...pas!"

"Apa yang kamu bilang? Hey bocah gagap, pulangkan uang ini! Nehiiii," kata preman berkepala botak.

"Kem... balikan!" kata Lolo.

Dua preman pun kesal dengan Lolo, jadi merampas bunga di tangan Lolo dan di buang di jalan, ya di injak-injak sama preman.

"Bu...nga da...ri...Din...da," kata Lolo.

Lolo pun marah besar, ya menyerang preman dengan tinjuan dan tendangan. Pertarungan sengit banget. Sampai akhirnya Lolo pun mengalahkan preman dan mengambil uang di rampas preman. Ya preman pun pergi dari situ. Uang pun Lolo berikan pada Pak Tua.

"Terima kasih, ya nak atas bantuannya," kata Pak Tua.

"I....ya..Pa..k," kata Lolo.

Pak Tua pun mendorong gerobak somaynya lagi, ya meninggalkan Lolo. Sedangkan Lolo meratapin setangkai bunga mawar putih yang di injak-injak preman. Lolo pun mengambil tangkai bunga tersebut dan segera berjalan menuju rumah. Sampai di rumah Lolo menanam setangkai bunga mawar putih, ya berharap tumbuh sih. Padahal Lolo di ledek Abangnya, Tito "Lolo setangkai bunga rusak itu tidak tumbuh lagi jadi bunga lagi."

Lolo yang kekeh dengan keinginannya, ya di tanam setangkai bunga tersebut. Berhari-hari di rawat tanaman Lolo di pot akhirnya tumbuh juga setangkai bunga mawar tersebut sampai-sampai Abang Lolo, Tito berkata "Keajaiban."

Lolo pun segera ke rumah Dinda, ya ingin memberikan tahu tentang setangkai bunga yang ia tanam. Dinda ternyata bersama dengan cowok yang Lolo tidak kenal dan Dinda pun memberitahukannya siapa cowok tersebut adalah Bram, calon suaminya Dinda. Lolo pun langsung kaget bener, ya patah hati sih. Lolo pun pamit pulang dan tidak jadi memberitahu tentang setangkai bunga mawar putih yang telah tumbuh.

Lolo pun, ya segera pulang ke rumahnya. Saat di tengah jalan. Dua preman, ya lagi rampok cewek cantik saat mobilnya mogok. Lolo bergerak cepat menolong cewek cantik. Pertarungan, ya terjadi dengan sengit banget. Dua preman pun di kalah kan Lolo sampai kabur dari situ.

"Terima kasih atas pertolongannya," kata Maria.

"I...ya," kata Lolo.

"Nama...adik siapa?" tanya Maria.

"A..ku. Lo..lo..," kata Lolo.

"Lolo. Aku Maria. Sekali lagi terima kasih atas bantuannya," kata Maria Vania.

"I...ya," kata Lolo.

Lolo pun menawarkan bantuan untuk membenarkan mobil yang mogok ke Maria, ya di persilakan oleh Maria membenarkan mobilnya. Lolo memeriksa mobil dengan baik. Ya akhirnya berhasil menghidupkan mobil. Maria, ya berterima kasih kembali pertolongan Lolo sekian kalinya.

Maria pun meninggalkan tempat tersebut. Lolo pun, ya pulang ke rumah. Lolo pun tetap merawat setangkai bunga mawar putih sampai berbunga bagus banget. Tito tetap memperhatikan adiknya Lolo yang tidak sempurna itu, ya gagap kekurangan Lolo. Ya Lolo pun berharap Dinda bisa bersama Lolo seperti dulu. Lolo pun harus sadar dengan kenyataan, mau gak mau harus mengikhlaskan Dinda.

Lolo pun tetap ke rumah Dinda sebagai teman dan juga menolong orang-orang yang kesusahan karena musibah dari kejahatan di jalanan. Lolo terus membimbing dirinya dengan melatih bela diri di rumahnya, yang mengajarkan almarhum Ayahnya Lolo. Ketika waktunya turnamen bela diri diadakan. Lolo ikut dalam turnamen tersebut. Pertarungan terus bergulir sampai akhirnya pertarungan terakhir. Lolo melawan Yoga juara turnamen tahun lalu. Lolo mengerahkan seluruh kemampuannya untuk mengalahkan Yoga. Walau sebenarnya Lolo susah juga mengalahkan juara turnamen bela diri tahun lalu. Ternyata Lolo pun berhasil mengalahkan Yoga dan jadi pemenang. Dinda pun hadir menonton pertandingan Lolo dan mengucapkan selamat atas ke berhasilan Lolo memenangkan turnamen bela diri. Dinda pun memberitahukannya dirinya telah menolak Bram, karena Bram orangnya jahat...ya penipu gitu dan sudah masuk penjara atas perbuatannya.

Lolo pun senang Dinda telah putus hubungan dengan Bram, jadi hubungan Lolo dan Dinda kembali seperti dulu lagi dan akhirnya Lolo berani menyatakan cintanya ke Dinda dan Dinda terima Cinta Lolo. Ya Lolo pun menceritakan tentang setangkai bunga mawar  putih ke Dinda yang tumbuh karena di rawat baik, padahal sudah rusak di injak-injak preman. Dinda pun berkata "Keajaiban bunga mawar putih itu tumbuh."

Lolo pun senang mendengar omongan Dinda tentang bunga tersebut karena sama dengan Abangnya Lolo, Tito "Keajaiban". Dinda pun melihat bunga mawar putih yang di rawat Lolo dengan baik. Hubungan Lolo dan Dinda ya bagus bagusnya seperti bunga mawar putih yang tumbuh sampai berbunga bagus karena di jaga dengan baik.

Wednesday, July 8, 2020

PERKATAAN DAN PERBUATAN

Dono sedang asik duduk di ruang tamu, ya asik menggambar di buku gambar. Indro sedang asik nonton Tv, chanel TRANS 7...nonton Okay Boss. Saat iklan. Indro, ya pindah duduk ke ruang tamu untuk ngobrol dengan Dono. Ya Dono tetap asik menggambar di buku gambar.

"Don, gambar apa?" tanya Indro.

Dono menunjukkan gambarnya di buku gambar dan berkata "Lihat aku gambar apa?"

"Gambar cewek cantik," kata Indro.

"Aku gambar cewek cantik," kata Dono menuliskan gambarnya di buku gambar.

"Don, kenapa menggambar cewek cantik?" tanya Indro.

Dono pun menghentikan menggambar ya dan berkata "Suasana hati aja!"

"Suasana hati. Tapi cewek yang di gambar. Harusnya yang lain gitu....seperti buah-buahan, binatang dan pemandangan alam gitu," kata Indro.

"Terserah aku yang gambar, suasana hati tetap suasana hati," kata Dono.

"Kenapa Rara yang di gambar. Harusnya Bella, yang masuk dalam mimpi kamu?" tanya Indro.

"Jawab adalah yang jadi kekasih aku siapa sekarang ini?" tanya Dono.

"Rara," kata Indro yang tegas.

"Rara...kan, bukan Bella kan," kata Dono.

"Berarti setia pada komitmen awal," kata Indro.

"Iya lah," kata Dono.

"Secantik cewek seperti Bella, kaya Bidadari kamu lepaskan demi satu komitmen setia," kata Indro.

"Iya...lah. Kenyataan tetap kenyataan. Di mimpi aku cuma bertemu, ya ngobrol aja. Kalau kodarnya bertemu sesuai dengan mimpi, jadinya kodar pertemuan alias jodoh bertemu," kata Dono.

"Kalau benaran jadi jodoh gimana Don! " kata Indro.

"Keputusan tetap satu. Kesetian. Rara yang di pilih," kata Dono yang tegas.

"Setia. Laki-laki dapat di percaya dari perkataannya dan perbuatannya. Ya bener Don, kamu setia," kata Indro.

"Iya," kata Dono.

"Kalau kodarnya dapet dua Don. Kaya Wulan dan Rara...gimana Don?" tanya Dono.

"Ya, aku pilih pertemuan yang pertama, yang kedua, ketiga dan seterusnya aku lupakan," kata Dono.

"Berarti...benar Wulan duluan yang kamu pilih, setelah Wulan tiada...ya Rara yang kedua di jadikan pertama pengganti Wulan. Kodar yang bener," kata Indro menegaskan omongan Dono.

"Gimana...urusan mu dengan Saskia, Indro?" tanya Dono.

"Masih adem ayem. Tidak ada konfik. Kalau aku mendua, ya jadi perang besar sih sama Saskia," kata Indro.

"Kebiasaan...cari masalah sama Saskia. Supaya menguji cintanya Saskia saja," kata Dono.

"Kadang dengan bertengkar aku tahu bete bete betenya Saskia menghadapi aku, jadi aku bisa memperbaiki diri," kata Indro.

"Seru juga cara menjalankan cinta mu, Indro," kata Dono.

"Iya, memang seru banget sih. Ya sudah lah aku nonton Tv lagi. Don lanjutin gambarnya!" kata Indro.

"Iya," kata Dono.

Dono, ya menggambar di buku gambar. Indro pindah duduk ke ruang tengah untuk melanjutkan nonton Tv. EEE acara Tv, Okay Boss habis dan di ganti chanel ke TRANS sama Kasino...ya nonton Santuy Malam. Indro mengikuti maunya Kasino...lah nonton Santuy Malam, ya komedi lucu sih.

Tuesday, July 7, 2020

PENJAGA WAKTU

Dono sedang diam di ruang tamu. Indro melihat Dono, ya hanya diam saja di ruang tamu...tidak biasanya gitu kalau biasanya membaca buku. Indro pun meninggalkan pekerjaan, ya memasak dan duduk bersama Dono lalu berkata "Don kenapa kamu diam?"

"Ah, kamu Indro. Aku diam lagi mendengarkan suara gaib," kata Dono.

"Suara gaib lagi Don," kata Indro.

"Iya, suara gaib," kata Dono.

"Suara gaib itu bicara tentang apa?" tanya Indro.

"Suara gaib itu adalah penjaga waktu. Ya menjelaskan tentang mimpi aku bertemu dengan Bella. Ternyata amalan aku yang mampu melewati ruang dan waktu di alam tidur," penjelasan Dono.

"Jadi memang mimpi itu lintasan masa depan bukan sekedar bunga tidur," kata Indro.

"Ya begitu lah," kata Dono.

"Jadi semua manusia bermimpi ternyata melintasi ruang dan waktu ke masa depan," kata Indro.

"Ya ilah," kata Dono.

"Kalau terlalu lama di alam mimpi, bisa mati kan?" kata Indro.

"Iya bisa mati kalau terlalu lama di alam mimpi. Sebenarnya di alam mimpi ada penjaga waktu, ya malaikat maut. Jadi manusia mati, langsung bertemu malaikat maut," penjelasan Dono.

"Apakah mimpi mu bisa jadi kenyataan Don?" tanya Indro.

"Bisa jadi kenyataan sih mimpi itu. Berdasarkan ketepatan waktunya. Beberapa kali...mimpi ku jadi kenyataan. Itu semua berdasarkan kodarnya saja," kata Dono menjelaskan.

"Kalau kodarnya, berarti benarlah Allah SWT yang mengatur jodoh, rezeki dan maut setiap makluk di ciptakannya," kata Indro menegaskan omongan Dono.

"Iya....iyalah," kata Dono.

"Enak Dono punya kemampuan mendengarkan penjelasan penjaga waktu alias malaikat maut," kata Indro.

"Bagi kamu enak Indro. Bagi aku lebih baik tidak mendengarkan penjaga waktu. Semua ini kodar aku yang bangkit dari kematian," kata Dono.

"Kalau di pikir baik-baik, ya benar omongan mu Don. Lebih baik sih hidup itu penuh rahasia. Dari pada mendengarkan malaikat maut bicara, menjelaskan ini dan itu. Jadinya sudah sesuai dengan surat takdir," kata Indro.

"Sudahlah jangan di bahas lagi. Aku mau baca buku!" kata Dono.

"Iya," saut Indro.

Indro pun beranjak dari duduknya bersama Dono, ya langsung ke dapur untuk masak. Dono langsung mengambil buku di meja dan segera di bacanya. Sedangkan Kasino lagi asik nonton Tv di ruang Tengah. Indro langsung mengolah bahan yang mau di masaknya. Selang berapa saat, ya masakan jadi dan di hidangkan di meja makan. Indro pun memanggil Dono dan Kasino untuk makan, ya sarapan gitu. Dono dan Kasino mendengarkan panggilan Indro, segera ke ruang makan untuk makan alias sarapan pagi.

TAFSIR MIMPI

Dono lagi asik santai duduk di halaman belakang, ya baca buku. Indro selesai masak tahu goreng dan di bawa ke halaman belakang, ya duduk bersama Dono dan berkata "Don....tahu goreng!"

"Iya," saut Dono sambil menaruh buku yang di bacanya di meja.

Dono mengambil tahu goreng dan memakannya.

"Emmm...enak. Tapi ada yang kurang ya!" kata Dono.

"Apa yang kurang Don?" tanya Indro sambil makan tahu goreng.

"Kurang cabe rawit," kata Dono.

"Cabe toh. Ya tinggal ngambil aja cabe yang di tanam Kasino di pot," saran Indro.

"Cabe...rawit yang di tanam Kasino di pot," kata Dono.

Dono pun beranjak dari duduknya  ke tempat tanaman cabe rawit yang di tanam di pot dan segera di petik Dono, lalu cabe rawit pun di cuci bersih di air yang mengalir....baru deh di taruh di piring. Dono makan tahu goreng pake cabe rawit.

"Emmmm...enak dan pedas. Sipp!!" kata Dono.

Indro pun makan tahu goreng dengan cabe rawit juga.

"Inilah baru enak. Pedas yang enak," kata Indro.

Indro terus makan tahu goreng pake cabe rawit, ya begitu juga Dono. Indro teringat dengan berita ya berkata ke Dono "Don apa tanggapan mu tenggang berita tentang cowok memberikan maharnya ke cewek....berupa sandal jepit?"

"Berita itu. Menarik," kata Dono.

"Don...kok cuma menarik aja. Lebih kongrit menjelaskannya!" kata Dono.

"Aku kan bukan pembuat berita tentang Mahar sendal jepit. Ya biasa aja!" kata Dono.

"Harusnya luar biasa....gitu jadinya lebih menarik!" kata Indro.

"Baiklah. Tentang berita mahar sendal jepit. Itu kan salah satu mahar... cuma sarat aja, ya permintaan cewek yang di sukai alias di cintai. Kenyataan setelah rumah tangga, ya segala harta suami di pegang istri," penjelasan Dono.

"Iya benar juga ya, cuma sarat aja. Yang asli ya segala harta suami jadi milik istri. Berarti benar beritanya viral dari sekian banyak berita menunjukkan sarat dari permintaan cewek untuk maharnya dia di nikahi," kata Indro menegaskan omongan Dono.

Indro pun makan tahu goreng dengan cabe rawit, ya begitu juga Dono. Indro pun teringat dengan tulisan Dono jadi berkata " Don, tulisan mu yang baru di Blog tentang mimpi bisa maksudnya dua kan?"

"Satu," kata Dono yang tegas.

"Dua, Don...tentang mimpi. Satu tentang mimpi kedewasaan dan satu mimpi tentang tafsirnya kaya cerita Nabi Yusuf," kata Indro.

"Yang kedewasaan di abaikanlah. Umur aku berapa! Kaya anak baru gede aja dan juga kaya cerita sinetron 'Dari Jendela SMP' saja. Yang benar sih tafsir mimpi Nabi Yusuf," kata Dono yang tegas.

"Jadi tafsir mimpi Nabi Yusuf, untuk menegaskan tentang tulisan yang di angkat cerita mimpi. Ya bener sih Don, kamu menulis dua penjelasan mimpi. Satu tentang mimpi sekedar mimpi jadi bunga tidur dan  ke dua, mimpi adalah lintasan masa depan," kata Indro menegaskan omongan Dono.

Indro, ya asik makan tahu goreng pake cabe rawit begitu juga Dono. Kasino, ya selesai urusan kerjaannya dengan Teguh yang bertamu jadinya Kasino ngobrol dengan Teguh di ruang tamu. Teguh, ya pulang gitu. Kasino langsung menutup pintu depan rumah dan ke halaman belakang dan duduk bersama Dono dan Indro langsung makan tahu goreng pake cabe rawit.

"Emmm...enak. Pedasnya sipp! Tapi ngomong-ngomong ini cabe rawit beli apa ngambil di tanaman di pot aku?" kata Kasino.

"Ya, dari tanaman mu di potlah Kasino," kata Dono.

"Iya, dari pot tanamanmu Kasino," kata Indro.

"Ooooo...dari pot tanaman ku. Ya tidak masalah. Enak juga cabe rawit yang selama ini aku rawat dari kecil sampai berbuah," kata Kasino.

"Hoby mu...Kasino banyak manfaatnya!" kata Dono.

"Bener omongan Dono. Hoby mu Kasino banyak manfaatnya!" kata Indro.

"Terima kasih atas pujiannya," kata Kasino.

Kasino, ya menikmati makan tahu goreng page cabe rawit begitu juga Dono dan Indro.

Monday, July 6, 2020

BIDADARI MIMPI

Dono dan Kasino sedang asik main catur di ruang tamu. Ya Indro sedang asik di ruang tengah....nonton Tv. Dono memajukan langkah pion putihnya. Kasino pun memajukan pion hitamnya, lalu Kasino pun berkata "Don sekian banyak artis cewek di tulis di Blog mu....siapa yang paling kamu sukai?"

Dono pun memajukan pion putih lagi, lalu berkata "Paling aku sukai, artis cewek. Siapa ya?"

"Dono kebanyakan berpikir. Pilih satu saja. Gampang," kata Kasino.

Kasino memajukan kuda hitamnya. Dono tetap diam tidak melangkahkan bidak caturnya karena lagi berpikir.

"Ok ini saja yang aku pilih, Bella," kata Dono sambil memajukan peluncur putih dan memakan pion hitamnya Kasino.

"Bella, Don. Bukannya Bella...jarang di tulis di Blog. Kenapa Don?" kata Kasino sambil memajukan langkah kuda hitam dan memakan pion putih.

"Karena...Bella itu masuk ke dalam mimpi aku. Sampai sekarang aku juga masih bingung. Amalan apa yang membuat Bella bisa masuk ke dalam mimpi aku. Benar tanda tanya besar buat aku," kata Dono sambil memajukan pion putihnya.

"Oh...jadi alasannya karena masuk dalam mimpi. Ah Don.....mimpi bunganya tidur," kata Kasino sambil memajukan langkah peluncur hitamnya.

Dono pun memajukan langkah pion putihnya dan berkata "Memang sih mimpi bunganya tidur. Padahal mimpi juga lintasan masa depan".

"Lintasan masa depan. Mungkin juga jodoh di dalam mimpi tapi kenyataannya belum tentu...Don," kata Kasino sambil memajukan ster hitamnya.

"Mungkin juga. Tetap saja aneh. Amalan apa yang membuat aku bisa memimpikan Bela?!" kata Dono sambil memajukan langkah kuda putihnya.

"Amalan....mu ya Don. Kalau aku pikir baik-baik...ya entahlah amalan apa? Aku tidak tahu. Kalau kenyataan apa kamu pernah bertemu dengan Bella?" kata Kasino sambil memajukan langkah kuda hitam dan memakan pion putih punya Dono.

"Tidak pernah bertemu di kenyataan," kata Dono sambil memajukan langkah kuda putih dan memakan pion hitamnya Kasino.

"Berarti sekedar mimpi aja Don," kata Kasino sambil memajukan langkah ster dan memakan kuda putihnya Dono.

"Ya...memang sekedar mimpi....aja, tetap saja Bella menjadi Bidadari Mimpi...buat aku," kata Dono sambil memajukan ster putih dan memakan peluncur hitamnya Kasino.

"Bidadari Mimpi. Aku akui sih Bella cantik, tapi Bella sudah cerai dengan suaminya orang Malaysia...ya nama juga jalan kehidupan artis. Hari ini A besok B lalu kembali lagi ke A," kata Kasino sambil memajukan benteng hitamnya.

"Ya sudahlah jangan ngomongin tentang Bella lagi!" kata Dono memajukan langkah ster putih dan memakan kuda hitam Kasino dan berkata "Skak."

"Waduh...skak," kata Kasino.

Kasino pun berpikir dengan cermat untuk menyelamatkan raja hitamnya, lalu di langkahkan raja hitam pun di langkahkan dengan baik. Dono langsung memajukan langkah benteng putih dan memakan pion hitam dan berkata Dono "Skak lagi...Kasino."

"Haaaa...skak lagi," kata Kasino.

Kasino pun tidak bisa menyelamatkan raja hitam, jadi kalah main caturnya sama Dono.

"Aku menang," kata Dono yang senang.

"Kita berhenti main catur Don," kata Kasino.

"Iya," saut Dono.

Dono pun segera mengambil buku di meja dan membacanya. Kasino ya membereskan catur setelah itu main game di Hp-nya. Indro tetap asik nonton Tv....ya berita-berita yang menarik yang di sajikan chanel METRO TV.

Sunday, July 5, 2020

MASUK AKAL GAK YA!

Dodo bersama Jojo ke rumah sakit untuk menjengukku Dadang yang sakit. Sampai di rumah sakit, ya malem sih. Jojo langsung markirin motor dengan baik.

"Dodo, ayo!" kata Jojo.

"Ayo, kemana?" tanya Dodo.

"Ayolah, ke dalam. Ke ruangan di mana Dadang di rawat!" kata Jojo.

"Ayo!" kata Dodo.

Tiba-tiba Dodo merasakan hal gak enak sampai bulu kuduknya merinding.

"Jojo, pulang aja yuk! Rasanya hari ini kita bisa sial," kata Jojo.

"Jangan hal yang aneh-aneh ah! Baru juga nyampe udah mau pulang. Temui Dadang dulu baru pulang!" kata Jojo.

"Iya," saut Dodo.

Dodo dan Jojo berjalan menuju ruangan di mana Dadang di rawat. Muncullah orang-orang berpakaian putih. Dodo yang ketakutan melihat orang-orang berbaju putih dan berkata "Hantu."

"Dodo, itu bukan hantu. Itu orang-orang pake baju seragam putih nama lainnya APD...ya tertutup semuanya sih, emang sih kaya hantu... tujuannya menanggulangi penyakit covid-19," kata Jojo menjelaskan.

"Oh begitu," kata Dodo.

Dodo pun tidak ketakutan lagi. Jojo dan Dodo pun masuk ruangan. Tiba-tiba pintu tertutup.

"Jojo...jangan-jangan kita salah masuk ruangan," kata Dodo.

"Enggaklah salah ruangan. Ayo jalan terus ke ruangan Dadang di rawat," kata Jojo.

"Iya," saut Dodo.

Dodo dan Jojo terus berjalan menuju ruangan Dadang di rawat. Dodo pun membaca tulisan di kaca 'Kamar Mayat', jadi berkata pada Jojo "Kita salah masuk ruangan Jojo, kan sial."

"Masa iya," kata Jojo.

"Baca sendiri tulisan di kaca!" kata Dodo.

Jojo membaca tulisan di kaca "Kamar Mayat. Waduh salah masuk. Pantes banyak mayat terbaring di ranjang," kata Jojo.

"Ini mayat. Matinya kenapa...ya?" tanya Dodo dengan rasa takut.

"Paling...sakit jantung," kata Jojo.

"Kok sakit jantung," kata Dodo.

"Kalau fungsi jantung tidak berdetak lagi, jadinya mati. Jadi penyebab kematiannya jantung," kata Jojo menjelaskan.

"Jadi kalau kena penyakit diabetes sama aja kena penyakit jantung," kata Dono.

"Iya lah, kalau matinya karena penyakit diabetes itukan dianosa awal pada akhirnya jantung juga. Detak jantung berhenti," kata Jojo.

"Masuk akal juga ya. Kalau kena penyakit di sebab kan virus covid-19, ya pernapasan sih dan mati. Jadi bisa di bilang penyakit jantung," kata Dodo.

"Iya, iyalah. Dianosa awalnya pernapasan dan akhirnya jadi jantung juga karena jantungnya tidak berdetak lagi," kata Jojo.

"Masuk akal juga," kata Dodo.

Dodo dan Jojo, ya keluar dari ruangan tersebut dan segera ke ruangan di mana Dadang di rawat. Sampai di ruangan Dadang di rawat, ya Dodo dan Jojo melihat keadaan Dadang baik-baik saja. Setelah itu baru pulang deh Dodo dan Jojo.

Saturday, July 4, 2020

RINDU DALAM HATI

Indro sedang asik duduk di halaman belakang sambil membaca buku komik. Muncullah belalang ranting yang berjalan di atas meja. Indro melihat belalang ranting di meja, jadi menghentikan baca komik ya dan berkata "Lucunya belalang ini, tubuhnya kaya ranting pohon yang kering."

Indro mulai bermain-main dengan belalang ranting. Dono sibuk mengetik di leptopnya dan cerita yang di ketik Dono di leptopnya.

Widianto sangat menyukai Brisia saat masih duduk di SMP kelas tiga. Rasa itu makin menguat di dalam hatinya Widianto ke Brisia, jadi memutuskan menyatakan cinta. Brisia pun menerima cinta Widianto. Hubungan percintaan berjalan dengan baik banget sampai lulus sekolah SMP, ya tidak ada cerita kecelakaan gitu kaya cerita sinetron 'Di Balik Jendela SMP'. Widianto bisa membimbing dirinya dengan baik begitu juga menjaga cintanya ke Brisia.

Ketika SMA. Widianto ingin masuk SMA sama dengan Brisia, tapi keadaan yang membuat Widianto dan Brisia pisah sekolahan. Hubungan percintaan masih berjalan baik banget sampai naik kelas dua di bangku SMA. Brisia mulai di dekatin oleh Cipto, ya anak baik dan pandai olah raga basket. Cipto terus jadi teman baik Brisia. Laras, ya suka sama dengan Widianto...sampai jalan bareng ke mall. Brisia pun mengetahui hubungan Widianto dekat dengan Laras. Makin lama makin hubungan Widianto dan Laras semakin menyatu. Sedangkan hubungan Widianto dengan Brisia jadinya retak. Brisia makin tidak tahan di duain oleh Widianto, jadi putus hubungan cinta. Brisia pun menerima cintanya Cipto. Ya Widianto pun benar-benar pacaran dengan Laras. Sekian lama terpisah Widianto dan Brisia...makin terasa rasa cinta itu tidak bisa hilang.

Saat di kamar Brisia merenung dengan kisah cintanya.

"Rindu dalam hati," kata Brisia.

Widianto di kamar pun merenung tentang kisah cintanya.

"Rindu dalam hati," kata Widianto.

Ketika Widianto jalan bareng bersama Laras ke toko buku terasa moment paling baik ketika bersama Brisia.

"Aku rindu dengan mu Brisia," kata hati Widianto.

Widianto pun tetap saja santai jalan bareng dengan Laras. Brisia pun ketika jalan bareng bersama Cipto, ya terasa banget moment kebersamaan dirinya dengan Widianto dan berkata dalam hati "Aku rindu dengan Widianto."

Brisia pun tetap menjalankan hubungan percintaannya dengan Cipto santai. Sampai lulus sekolah SMA. Brisia pun mengakhiri hubungan pacaran dengan Cipto karena ketahuan selingkung dengan Resti, ya Cipto pun menerima keputusan Brisia meminta putus. Widianto, pun memutuskan putus dengan Laras, tapi Laras tidak ingin putus. Ketika ketahuan Laras ada hubungan spesial dengan Alexander...jadi benar-benar lah putus Widianto hubungan pacaran dengan Laras.

Saat di Universitas. Brisia dan Widianto bertemu kembali di satu jurusan, ya kesenian. Rasa itu tetap sama dan begitu kuat banget.

"Rindu dalam hati," kata hati Brisia.

"Rindu dalam hati," kata hati Widianto.

Widianto dan Brisia pun menyatukan hubungan kembali karena benar-benar cinta.

***

Dono selesai mengetik di leptopnya dan berkata "Rindu Dalam Hati judul cerita ini."

Dono langsung menyimpan hasil ketikkannya dan leptop di matikan. Setelah itu. Dono keluar dari kamar dan mengambil toples berisi ikan cupang lalu toples berisi ikan cupang di bawa ke halaman belakang dan duduk bersama Indro. Dono melihat Indro yang asik main belalang ranting dan berkata "Lucu juga mainan mu Indro."

"Lucu kan...Don. Belalang ranting ini!" kata Indro.

"Iya," kata Dono yang tegas.

Dono pun memberi makan ikan cupang dengan cacing sutra. Ikan cupang pun memakan cacing sutra dengan lahapnya.

"Don, ikan cupang mu makin bagus aja," kata Indro memuji.

"Iya lah bagus di rawat," kata Dono.

Dono pun mulai membaca buku komik. Indro, ya tetap asik main belalang ranting. Kasino selesai membereskan tanaman di potnya, segera mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir baru ke duduk bersama Dono dan Indro. Kasino, ya melihat Indro yang asik mainin belalang ranting dan berkata "Lucu juga mainan mu...Indro."

"Lucu kan belalang ranting ini!" kata Indro.

"Iya," kata Kasino yang tegas.

Kasino pun memperhatikan ikan cupang di dalam toples...terlihat bagus banget dan berkata "Ikan cupangnya di rawat dengan baik...Don, jadi terlihat bagus banget."

"Iya," saut Dono sambil baca komik.

Kasino, ya mengambil Hp-nya di meja untuk membaca artikel yang menarik gitu. Kasino pun membaca tentang artikel tentang Presiden Joko Widodo yang ingin reshuffle kabinet, lalu berkata ke Dono dan Indro "Don, Indro....apa pendapat kalian berdua dengan pemberitaan bahwa Presiden Joko Widodo mau reshuffle kabinet?"

Dono menghentikan baca komiknya dan berkata "Reshuffle kabinet. Kalau itu penting di reshuffle kabinet...ya jalanin aja. Toh yang tahu baik dan enggaknya kabinet kerja...ya Presiden Joko Widodo sendiri yang menilai dari kerja para menterinya."

"Ya, kalau aku sih. Cuma rakyat kecil. Jadi mengikuti aja keputusan Presiden Joko Widodo tentang perubahan kabinet kerjanya," kata Indro.

"Jadi...cuma mengikuti alur permainannya saja," kata Kasino.

"Ikutin aja permainannya aja," kata Indro yang tegas.

"Benar ikutin aja permainan aja. Toh suasana berita tentang pemerintahan Joko Widodo....jadi jauh menarik kalau ada gonjang ganjingnya, kaya cerita Mahabharata," kata Dono.

"Kalau ceritanya kaya Mahabharata, jadi memang menarik...cerita pemerintahan," kata Kasino.

"Aku setuju. Biar cerita pemerintahan Joko Widodo menarik kaya cerita Mahabarata," kata Indro yang tegas.

Indro pun beranjak dari duduknya dengan membawa belalang ranting di tangannya dan di taruh di tanaman di pot.

"Baik-baik kamu di sini...belalang ranting!" kata Indro.

Belalang ranting ya berdiam diri tanaman. Indro pun kembali duduk bersama Dono Kasino. Dono, ya kembali asik baca komik. Kasino tetap membaca artikel yang menarik di Hp-nya. Indro pun mengambil Hp di meja dan segera main game. Suasana di hari minggu benar-benar tenang banget.

Friday, July 3, 2020

SURGA DI TELAPAK KAKI IBU

Indro sedang santai di ruang tengah nonton Tv, ya film kartun Doraemon di chanel RCTI. Dono sedang asik baca buku komik di halaman belakang. Kasino duduk di halaman belakang sedang asik nonton Youtobe, ya musik...Aurel Hermansyah. Vidio musik yang di tonton Kasino selesai di tonton dan di lanjutkan vidio musik yang lain sampai akhirnya Kasino menonton vidio musiknya Krisdayanti yang judul lagunya 'Menghitung Hari'. Kasino pun berkata "Bening suara yang merdu seperti seperti beningnya air  jernih dan tenang. Maksud dan tujuan dari lirik yang di nyanyikan benar-benar tersampaikan".

Dono mendengarkan omongan Kasino dan menghentikan baca komiknya, ya berkata "Kasino...segitunya berkata-kata. Bermakna dan juga nilainya pujian."

"Ah, Don itu biasa. Untuk menilai sesuatu yang aku sukai, ya musik yang aku tonton di Youtobe," kata Kasino.

"Memang sih aku akui musik yang kamu tonton itu bagus. Penyanyi yang luar biasa. Krisdayanti," kata Dono.

"Aurel mengikuti jejak Ibunya, ya KD," kata Kasino.

"Iya, sih," kata Dono.

"Aku menonton vidio musiknya Aurel untuk mengetahui sejauh mana Aurel mengikuti jejak Ibunya seorang penyanyi," kata Kasino.

"Jadi sejauh mana?" kata Dono.

"Sejauh aku rasakan ada nilai titik yang sama seperti cermin yang menunjukkan bayangan dari pendahulunya," kata Kasino yang begitu bermakna.

"Maksudnya....ada ciri khas yang sama, ya Kasino!" kata Dono.

"Iya, begitulah adanya," kata Kasino.

"Nama juga Ibu dan anak. Hal wajar ada ciri khas yang sama walau hanya satu titik saja. Apakah anak bisa melampaui Ibunya?" kata Dono.

"Mungkin bisa, mungkin juga tidak," kata Kasino.

"Iya mungkin bisa, mungkin tidak. Hanya waktu yang akan menjawab yang sebenarnya," kata Dono.

"Aurel dan KD, katanya di media lagi perseteruan Ibu dan anak. Apa pendapat mu Don?" tanya Kasino.

"Ah, biasa aja itu mah. Jawabannya Surga Di Telapak Kaki Ibu. Anak tidak boleh membantah walau hanya 'Ah'," kata Dono yang bermakna.

"Bener omongan mu Don," kata Kasino yang menegaskan omongan Dono.

Kasino pun mulai main game di Hp-nya. Dono, ya melanjutkan baca komiknya. Indro tetap menonton Tv, ya film Doraemon.

"Bagus," kata Indro.

Saat iklan di Tv. Indro, ya beranjak dari duduknya ke dapur untuk membuat kopi. Selesai membuat kopi, ya Indro pun kembali duduk di ruang tengah untuk melanjutkan nonton Tv, ya film kartun Doraemon sambil minum kopi. Dono pun menyelesaikan baca komiknya, ya masuk ke dalam rumah dan duduk bersama Indro untuk nonton Tv.

"Doraemon," kata Dono.

"Iya, Doraemon," kata Indro sambil minum kopi.

"Menarik juga," kata Dono.

"Iya," saut Indro sambil minum kopi.

Indro dan Dono, ya asik nonton film kartun Doraemon di Tv. Kasino tetap asik main game di Hp-nya di halaman belakang.

CHATING

Dono duduk di halaman belakang sambil nonton Youtobe di Hp-nya yang di tonton adalah komedi.

Di suatu daerah yang pemandangannya indah banget. Ada sebuah air terjun yang bagus banget. Konon cerita masa lampau air terjun tersebut tempatnya bidadari mandi dan juga ada goa yang bagus banget gitu.

Narji sedang bersih-bersih di depan goa karena kerjaan kuncen di daerah itu. Iyem penjual makan kecil, ya jualan dekat goa gitu. Narji pun mendekati Iyem.

"Iyem," kata Narji.

"Apa...Abang. Abang mau beli kue aku. Masih anget kuenya Abang," kata Iyem.

"Kue mu menghangatkan hati ku," kata Narji yang merayu Iyem.

"Abang mau beli kue atau merayu!" kata Iyem.

"Ya dua-dua nya. Sambil menyelam minum air, itu pepatah terkenal," kata Narji.

"Abang...Iyem kasih tahu ya! Yang namanya sambil menyelam minum air  jadi tenggelam tidak bisa berenang alias mati," kata Iyem.

"Waduh, kalau mati dong. Tapi tidak masalah mati di pelukan Iyem, tandanya aku cinta sama Iyem," kata Narji.

Iyem pun tersipu malu mendengar kata manis dari Narji. Ya Narji pun terus melancarkan serangan kata-kata cinta untuk meluluhkan hati Iyem. Tetap Iyem tidak bisa di luluhkan karena sudah punya Suami. Narji pun masih berharap gitu mendapat Iyem jadi berkata "Ku tunggu Janda mu."

Deni pun dateng ke tempat tersebut dengan bawa jualan makan kecil, ya cekcok sama Iyem yang mengambil tempat biasa Deni jualan. Narji membelain Iyem. Kadang juga belain Deni teman baiknya. Deni dan Iyem tetap cekcok dengan sengit gitu. Narji jadi pusing. Iyem pun meninggalkan tempat tersebut, ya di usir Deni.

"Jualan apaan hari ini?" tanya Narji.

"Biasa Pizza," kata Deni.

"Pizza...aku tidak salah denger. Padahal kan bakwan goreng," kata Narji.

"Kerennya kan Pizza. Aslinya gorenganlah," kata Deni.

"Oh...kaya orang bule toh," kata Narji.

"Yo, i...," kata Deni.

Deni pun berjualan makan dan Narji pun, ya biasa jaga goa kalau ada turis yang mau dateng berkunjung. Wendi pun dateng sebagai turis dari Jepang. Deni menawarkan jualan makannya dengan bahasa sok ke Inggrisan. Wendi pun masuk ke dalam goa untuk melihat keindahan goa. Bedu sebagai pemandu turis, ya mengantarkan turis ke tempat tersebut untuk melihat goa yang bagus gitu. Biasalah Narji dan Deni kalau bertemu dengan cewek cantik mulai merayunya untuk meluluhkan hati bule cantik dari Amerika. Bedu langsung menghalangi Deni dan Narji karena Bedu sebenarnya berusaha meluluhkan hati Laura untuk jadi kekasihnya. Narji, Bedu dan Deni...ya bergelut untuk mendapatkan hatinya Laura dengan bergantian menggombal untuk meluluhkan hati Laura. Ya Laura tidak mau pusing dengan urusan Narji, Bedu dan Deni. Jadinya Laura bertemu dengan Wendi keluar dari goa karena Wendi adalah teman baiknya Laura alias pacarnya. Wendi dan Laura pun pergi meninggalkan tempat tersebut.

Narji, Deni, dan Bedu pun menundukkan kepala karena kalah mendapat hatinya cewek cantik, ya Laura.

***

Dono pun selesai menonton film komedi Chating di Youtobe di Hp-nya.

"Bagus juga Chating, komedi di masa Narji, Deni dan Bedu sebagai grub komedi cagur untuk menapak karirnya di dunia hiburan....sebagai komedian yang handal," kata Dono.

Dono pun menghentikan nonton Youtobe-nya jadi ya main game di Hp-nya. Kasino sedang asik baca majalah dan Indro baca komik. Ketiganya tetap asik duduk di halaman belakang dengan keadaan yang tenang banget.

Thursday, July 2, 2020

BALAP MOBIL

Indro lagi santai di ruang tamu sambil nonton Youtobe di Hp-nya....ya kartun Speed Racer. Ceritanya film kartun di tonton Indro.

Di sirkuit balap mobil. Para pembalap sudah siap di sirkuit untuk memulai pertandingan balap mobil. Ternyata satu pembalap Ma Ha Go dateng terlambat, tapi tepat waktu masuk sirkuit balap mobil. Waktu balap mobil pun di mulai. Para pembalap menjalankan mobilnya dengan baik. MA Ha Go pun meningkatkan laju kecepatan mobilnya jadi naik urutannya dari nomor paling belakang ke urutan ke 7. Pembalap yang bermain kasar mulai menyingirkan para pembalap dengan menyerempetnya jadinya pertarungan balap mobil dan mobil balap pun banyak yang mengalami kecelakaan gitu. MA HA Go tetap melaju walau arena sirkuit balap sudah jadi medan tempur.

***

Asik nonton film kartun Speed Racer...tiba-tiba Hp Indro mati.

"Kok mati Hp ku," kata Indro.

Indro mengecek Hp-nya.

"Astaga....aku lupa mengecas Hp ku," kata Indro.

Indro pun beranjak dari duduknya di ruang tamu ke ruang tengah untuk mengecas Hp. Dono dan Kasino lagi asik nonton Tv, berita seputar Formula 1. Indro pun, ya ikut nonton berita Formula 1. Saat iklan di Tv.

"Don dan Kasino....berita pertandingan balap mobil menarik juga," kata Indro.

"Iya," saut Dono dan Kasino bersamaan.

"Pada hal banyak cerita mengangkat tentang balap mobil," kata Indro.

"Memang banyak cerita mengangkat cerita tema tentang balap mobilnya contohnya Speed Racer," kata Dono.

"Speed Racer, aku suka film kartunnya," kata Kasino.

"Aku juga suka nonton film kartun Speed Racer. Padahal tadi aku lagi asik nonton Speed Racer di Youtobe, tiba-tiba Hp ku lowbet jadinya di cas  Hp-nya," kata Indro.

"Di film Ironman 2, malahan di tonjolkan balap mobil kan. Pada akhirnya jadi medan pertarungan antara Ironman dengan musuhnya yang menghancurkan mobil balap," kata Dono.

"Iya, aku tahu jalan ceritanya," saut Kasino.

"Di film Ironman ada balap mobilnya. Ada juga balap mobil liar seperti Fast & Furious satu sampe sekian sekian lanjutan filmnya," kata Indro.

"Malahan ada tentang mobil taxi yang di modifikasi jadi mobil balap, ya menarik sih jalan ceritanya," kata Kasino.

"Ada juga film mobil kodok alias VW Kodok masih temanya balap mobil juga," kata Dono.

"Paling populer kan. Film animasi Car, ya masih tema balap mobil. Jadi memang menarik sih balap mobil itu," kata Indro yang antusias.

"Film animasi Car, memang menarik aku akui," kata Dono.

"Sama aja dengan aku. Aku akui film animasi Car menarik juga," kata Kasino.

Acara tontonan di Tv pun mulai dengan pertandingan balap mobil, ya maksudnya Formula 1. Dono, Kasino dan Indro...ya fokus nonton Tv. Selang berapa saat. Hp pun telah selesai di cas, jadi segera Indro menghidupkan Hp-nya dan melanjutkan nonton Youtobe-nya ya film kartun Speed Racer. Dono dan Kasino tetap asik nonton Tv ya pertandingan balap mobil Formula 1.

PERMAINAN SEPAK BOLA

Dono lagi nonton Tv, ya berita gitu di chanel Trans.

"Sepedah, topik yang di beritakan," kata Dono.

Dono tetap asik nonton berita. Indro selesai buat kopi di dapur, ya segera ke ruang tengah untuk nonton Tv.

"Beritanya tentang sepedah, menarik," kata Indro sambil minum kopi.

Dono dan Indro tetap asik nonton berita di Tv. Kasino di ruang tamu sedang nonton Youtobe....film kartun Captain Tsubasa. Saat iklan. Dono pindah duduk ke ruang tamu untuk baca buku. Indro jojong aja asik nonton Tv. Sebelum baca buku, Dono berkata pada Kasino "Kasino lagi asik nonton apa?"

Kasino pun menghentikan tontonannya di Youtobe dan berkata "Aku nonton film kartun Captain Tsubasa."

"Captain Amerika," kata Dono niat bercanda dengan Kasino.

"Captain Tsubasa...Don," kata Kasino yang tegas.

"Oh...Captain Tsubasa. Film kartun seputar permainan sepak bola," kata Dono.

"Sepak bola itu permainan yang menarik, banyak orang yang menyukai," kata Kasino.

"Iya memang menarik permainan sepak bola itu. Sampai-sampai ada sinetron tentang permainan sepak bola," kata Dono.

"Sinetron tentang permainan sepak bola menarik juga. Ah sudah lah ngobrolnya....Don. Aku mau nonton film kartun di Youtobe!" kata Kasino.

"Iya," saut Dono.

Dono pun mulai membaca buku dan Kasino, ya asik nonton Youtobe film kartun Captain Tsubasa. Indro mengganti chanel Tv, untuk nonton film kartun dan film kartun di mulai.

Di hutan belantara. Ada sebuah lapangan yang luas banget untuk bermain bola. Kera bersama teman-temannya mendatangi si Babi untuk bertanding sepak bola. Babi pun menerima tantangan Kera untuk bermain sepak bola dengan taruhan buah pisang yang banyak banget. Pertandingan sepak bola di mulai. Babi mulai menggiring bola dengan baik bersama teman-temannya. Bola pun bisa di ambil oleh Kera dan mulai menyerang ke gawang Babi.

Bola di tendang Kera, ya ke gawang dan akhirnya masuk. Babi kebobolan gawangnya jadi kesal gitu. Mulai lagi permainan sepak bola dan bola pun di bawa Babi. Dengan kerja sama yang baik Babi dengan teman-temannya berusaha mencetak gol. Kera dan teman-teman berusaha mengambil bola dari tim lawan, ya berhasil tapi di ambil lagi. Permainan sepak bola makin panas banget. Babi pun mulai menendang bola ke gawang dan akhirnya gol. Kedudukan permainan sepak bola jadinya satu sama. Permainan sepak bola, ya terus berjalan dengan baik sampai babak ke dua tetap kedudukan masih skor satu sama. Babi pun membawa bola dengan baik. Kera berusaha mengambil bola dari Babi. Ya Babi pun menendang bola ke gawang dan akhirnya gol. Saat Kera ingin membayar kebobolan gawangnya dan kedudukan menjadi skor dua untuk Babi dan satu untuk Kera. Peluit di tiup oleh wasit, tanda berakhirnya pertandingan sepak bola. Kera dan teman-teman menerima kekalahannya dan berjabat tangan tanda persahabatan. Sebagai perjanjian yaitu taruhannya adalah pisang yang banyak banget, ya di serahkan oleh Kera dan teman-teman. Babi dan menerima pisang yang banyak dari Kera karena permainan nilainya membina persahabatan yang baik, jadi ya pisang pun di makan bersama.

***

Indro pun selesai nonton film kartun di Tv.

"Bagus juga film kartunnya. Temanya tentang permainan sepak bola dengan nilai kerja sama yang baik dan juga eratnya tali persahabatan dua tim sepak bola," kata Indro.

Indro pun mengganti chanel Tv untuk nonton berita di chanel Metro Tv, jadinya asik nonton berita ini dan itu. Dono tetap santai baca buku di ruang tamu dan Kasino tetap asik nonton film kartun di Youtobe di Hp-nya.

KELUARGA SOMAT

Dudung duduk tenang di kelas bersama teman-temannya. Ibu guru mulai memberikan pendidikan tentang salah satu penyakit flu yaitu virus mers. Jadi murid-murid mulai memahami tentang virus mers. Seusai sekolah, ya Dudung segera pulang ke rumahlah. Pak Somat sedang asik nonton Tv tentang berita virus mers yang telah menyebar ke seluruh dunia dan juga asalnya virus mers dari timur tengah. Dudung setelah berganti pakaian duduk dengan Bapaknya untuk nonton Tv.

Seperti biasa, Dudung mengambil remot Tv untuk ganti acara tontonan. Pak Somat segera mengambil remot "Dudung jangan di ganti. Bapak lagi nonton berita tentang virus mers."

"Cuma virus mers...aja. Jadi serius banget," kata Dudung.

"Masalah virus mers telah menyebar ke seluruh dunia," kata Pak Somat.

"Jangan parno...Pak," kata Dudung.

"Bapak...enggak parno," kata Pak Somat.

Dudung memberikan plastik bekas beli gorengan dan berkata "Pak ini ada mers".

"Virus mers....Bapak takut," kata Pak Somat yang panik.

Pak Somat langsung meninggalkan nonton Tv-nya.

"Katanya...enggak parno. Eeee takut sama plastik bekas beli gorengan. Gorengan pun masih ada. Makan ah," kata Dudung.

Dudung pun ganti chanel Tv dan yang di tonton film kartun 'Keluarga Somat'. Pak Somat dan Ibu Inah ke rumah Pak RT untuk membicarakan virus mers yang tersebar ke seluruh dunia. Pak RT pun hanya berkata" Harus tenang, tenang.....!"

"Pak RT, solusinya!" kata Pak Somat.

"Iya, solusinya dari tadi sudah tenang," kata Ibu Inah.

"Aku pun tidak tahu solusinya tentang virus mers yang telah menyebar ke seluruh dunia," kata Pak RT.

"Pak RT, bilang dari tadi tidak tahu solusinya," kata Pak Somat.

"Solusinya tidak ada," kata Ibu Inah.

Pak Somat dan Ibu Inah, ya pulang ke rumah deh. Sampai di rumah. Pak Somat membicarakan virus mers bersama keluarganya, jadi mengambil kesimpulanlah Pak Somat untuk jaga-jaga pake masker. Pak Somat ya keluar rumah pake masker untuk ke kebon. Ibu Inah, ya warung lah di depan rumah dan biasa ngerumpiin tentang virus mers.

***
Meling sedang jaga toko, ya sambil mengafal pelajaran tentang virus mers. Sampai-sampai Papa Meling bingung dengan nama penyakit termasuk virus mers karena namanya kaya nama planet. Meling tetap saja belajar sambil nunggu toko.

***

Ibu Inah dapet kabar dari warga bahwa Pak Somat terkena virus mers dan hampir mati. Jadi Ibu Inah buru-buru pulang ke rumah dan menangiskan Pak Somat yang terbaring di sofa dan berkata "Bapak jangan meninggal".

Pak Somat bangun dari keadaannya dan berkata "Siapa yang meninggal".

"Jadi Bapak tidak meninggal toh," kata Ibu Inah.

"Waduh Ibu. Bapak ini sesak nafas pake masker. Sudahlah Bapak tidak pake masker lagi. Niatnya mencegah...malah susah bernafas," kata Pak Somat.

Pak Somat dan keluarga ya tidak mempedulikan lagi tentang virus mers. Esok paginya. Dudung sudah duduk di kelas, ya siap menerima pelajaran dan pake masker begitu juga dengan teman-temannya. Ibu guru pun masuk kelas untuk melanjutkan pelajaran. Karena melihat anak murid pake masker semuanya dan berkata "Kenapa anak-anak pake masker semuanya?"

"Virus mers Ibu," jawab semua anak-anak murid.

"Gara-gara virus mers. Pusing Ibu. Kok parno semuanya," kata Ibu guru.

Ibu guru pun tetap menjalankan kewajibannya memberikan pendidikan yang baik pada murid-muridnya.

***

Indro pun selesai nonton Youtobe di Hp-nya ya film kartun 'Keluarga Somat'.

"Kesimpulan film kartun 'Keluarga Somat' adalah virus mers, bikin orang parno jadinya pake masker dan juga film kartun 'Keluarga Somat', bagus juga alur ceritanya," kata Indro.

Indro pun tidak nonton Youtobe lagi, ya main game di Hp-nya.

Wednesday, July 1, 2020

SANTUY

Dono duduk di ruang tamu lagi asik nonton film kartun Gundam di Hp-nya tepatnya di Youtobe. Indro lagi asik nonton berita di Tv di ruang tengah. Kasino lagi asik main game di Hp-nya....ya di ruang tamu. Saat iklan di Tv, ya Indro pindah duduknya dari ruang tengah ke ruang tamu langsung duduk di sebelah Dono.

"Don," kata Indro.

"Apa?" saut Dono lagi serius nonton film kartun Gundam.

"Sering banget nonton film kartun Gundam? " tanya Indro.

Dono pun menghentikan nonton Youtobe-nya dan berkata "Aku suka."

"Suka toh!" kata Indro.

"Indro kalau tidak ada topik pembicaraan yang menarik lebih baik aku nonton film kartun lagi!" kata Dono.

"Topik...saya bundar," kata Indro yang bernyanyi.

"Itu topi," kata Dono yang tegas.

Kasino pun menghentikan main game di Hp-nya dan mengambil gelas berisi kopi untuk di minum sambil berkata "Topik...ini rasa enak banget".

"Emmmm. Ikutan Kasino. Itu Kopi, Kasino!" kata Dono yang tegas.

"Ini kopi toh, aku kirain sudah berubah jadinya Topik," kata Kasino yang niat becanda.

"Mulai deh bercandanya," kata Dono.

"Yo,i....," saut Kasino sambil minum kopi.

"Ini saja Don. Topik yang menarik kita bahas. Maksudnya di obrolin. Apa tanggapan mu dengan perceraiaannya Laudya Cynthia Bella?" kata Indro.

"Artis ya. Perceraian Laudya Cynthia Bella. Ah biasa aja!" kata Dono.

"Biasa aja tanggapan mu Don. Harusnya luar biasa tanggapannya...apa gitu?! " kata Indro.

"Tanya tanggapannya ke Kasino tentang Laudya Cynthia Bella...cerai  dengan suaminya orang Malaysia!" kata Dono.

"Gimana Kasino?" tanya Indro.

Kasino menaruh gelas kopi di meja dan berkata "Ya, biasa aja gitu! Emangnya aku pacarnya Laudya Cynthia Bella yang berharap jandanya."

"Bener omongan Kasino. Biasa aja nanggapinya! Kalau pacarnya, ya berharap...jandanya," kata Indro.

"Jadi...biasa..aja kan! Kita ini cuma penonton yang nonton Filmnya, ya bisa di bilang penggemarnya Laudya Cynthia Bella," kata Dono yang tegas.

"Iya, sebatas penonton atau penggemar," kata Indro yang menegaskan omongan Dono.

"Ya, udah...cari kopi...yang menarik lagi di bahas," kata Kasino yang niatnya becanda.

"Topik, Kasino...yang benar," kata Indro yang membenarkan omongan Kasino.

"Itu maksudnya?! Kopi, eeee salah. Topik, yang benar!" kata Kasino.

"Apa tanggapanmu tentang  Don, ya kamu juga Kasino tentang acara baru di Tv di chanel Trans....yaitu Santuy Malam?" kata Indro.

"Kemarin malam aku nonton acara Tv Santuy Malam, yang ada bintang tamunya Prilly Latucosina dan Andika Mahesa," kata Dono.

"Ya, bagus sih Santuy Malam. Aku nonton juga. Pembawaan Andre, Sule dan Nunung...ok banget," kata Kasino yang tegas.

"Emang bagus sih Santuy Malam...ok banget. Sudahlah ngobrolnya aku mau nonton Tv lagi!" kata Indro.

"Iya, Aku mau Santuy nonton Gundam di Youtobe," kata Dono.

"Aku juga. Santuy main game di Hp aku," kata Kasino.

Indro, ya langsung ke ruang tengah untuk nonton berita...ya di Chanel CNN dan berkata "Santuy."

Dono, ya...bener santuy nonton film kartun Gundam di Youtobe di Hp-nya dan Kasino pun santuy juga main game di Hp-nya.

Sunday, June 28, 2020

JEJAK PETUALANGAN

Rafi pulang ke rumahnya langsung tidur di kamarnya karena capek aktivitas seharian kerja. Esok paginya. Rafi bangun dari tidurnya dan melihat keadaan sekitarnya.

"Laut, pasir pantai....kok bisa aku berada di pantai seharusnya aku di kamar," kata Rafi.

Rafi pun memilih main di pantai sampai ia capek dan tiduran di pasir pantai.

"Gimana cara aku pulang dari sini ya," kata Rafi berpikir.

Perut pun bunyi "Keriuk", tanda perut Rafi lapar. Rafi pun mencari makan untuk mengisi perutnya. Rafi mencari kayu untuk di jadikan senjata dan juga untuk berburu ikan di pinggir pantai. Eeee melihat kepiting gede banget lagi membuka kelapa pake capitnya yang kuat. Rafi pun senang banget menemukan makan yang enak untuk mengisi perutnya yang kosong. Di tangkap kepiting besar alias ketam. Ya ketam pun di tangkap Rafi, lalu segera untuk di masak dengan cara di bakar gitu.

Rafi pun inget masa ia sekolah, ya kemping gitu kegiatan Pramuka. Rafi segera mengunpulkan kayu kering dan mulailah membuat api. Dengan susah payah Rafi membuat api, ya jadi juga sih. Mulailah Rafi memanggang ketam. Dengan sabar mengolenin ketam dan akhirnya masak juga.

"Waktunya makan," kata Rafi.

Rafi mulai menyantap makannya sampai perutnya kenyang. Setelah itu Rafi mencari jalan untuk bisa pulang ke rumah. Rafi sambil berjalan ke sana ke sini untuk mencari petunjuk dan akhirnya menemukan petunjuk gitu. Ada cewek cantik di sanpan gitu. Rafi mendekati cewek tersebut dan mencari tahu daerah tersebut. Cewek itu memberitahu tentang Rafi tapi lama kelamaan suara cewek yang ngobrol dengan Rafi menghilang dan keadaan menjadi gelap banget.

"Rafi bangun," kata Lisa.

Rafi pun bangun dari tidurnya dan berkata "Aku di mana?".

"Di rumah," kata Lisa.

"Rumah, berarti aku bermimpi berada di pantai," kata Rafi.

Rafi pun segera ke kamar mandi untuk mandi pagi. Lisa memasak di dapur untuk sarapan pagi. Rafi di dalam kamar mandi masih bingung dengan mimpinya. Setelah mandi Rafi membuka album foto untuk mencari tahu tentang mimpinya dan akhirnya ia menemukan foto yang benar-benar petunjuk mimpinya.

"Aku pernah berada di pantai ini, ya jejak petualangan ku dan juga cewek yang duduk di sanpan sama dengan mimpi aku. Diana, teman baik dan cinta ku. Diana meninggal karena tenggelam di lautan. Aku gagal menyelamatkannya," kata Rafi.

Rafi menutup album foto kenangannya dan segera berpakaian yang rapih untuk kerja. Setelah itu. Rafi, ya sarapan pagi di ruang makan bersama Lisa. Diana, roh pun masih di kamar Rafi sambil melihat langit cerah dari jendela kaca.

"Aku tetap bersama cinta ku," kata Diana, roh.

Rafi pun selesai sarapan pagi segera pergi ke kantor dan Lisa, ya membereskan rumah seperti biasanya. Sampai di kantor, ya Rafi melihat sosok cewek yang mirip dengan Diana, ya cinta masa lalunya. Ternyata bukan Diana, melainkan Melinda....cuma mirip wajahnya saja. Melinda ada mitra kerja yang mau investasi ke perusahaan di mana Rafi bekerja. Obrolan di ruang kerja berjalan dengan baik dan akhirnya...ya Melinda jadi investasi di perusahaan di mana Rafi bekerja.

Setelah urusan kerjaan. Rafi pun ngobrol dengan Billy, ya ngajakin untuk liburan ke tempat yang menarik gitu, ya seperti jejak petualangan gitu. Rafi setuju dengan ajakan Billy untuk bertualang gitu kaya ia masih sekolah, kemping jadi Pramuka. Waktu berjalan dengan semestinya, ya waktunya pulang. Segera Rafi pulang ke rumahnya. Sampai di rumah. Rafi melihat bayangan Diana.

Awalnya Rafi tidak percaya dengan bayangan Diana, tapi Lisa melihatnya dan berteriak "Hantu",  Lisa pun pingsan. Rafi menolong Lisa dan di bawa ke kamar. Baru setelah itu bicara dengan rohnya Diana.

"Maaf Diana...alam kita beda," kata Rafi.

"Aku tahu, alam kita beda. Aku tetap mencintai mu Rafi," kata roh Diana.

"Aku juga," kata Rafi.

Diana pun mencium Rafi dan menghilang. Lisa pun sadar dari pingsannya, ya Rafi ada di sisi Lisa. Masalah pun telah selesai dengan baik. Hari minggu tiba, ya Rafi dan Billy kemping ke hutan bersama teman-teman semasa sekolah, ya Pramuka. Rafi menikmati petualangan dan melupakan penatnya hidup ya kerja dan kerja di kantor tujuannya target ini dan itu.

CAMPUR ADUK

BAD NEWS BEARS

Malam hari, ya bulan bersinar dengan baik. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus...tema cinta di chenel MDTV, ya seperti biasa s...

CAMPUR ADUK