Dono sedang asik duduk di ruang tamu sedang asik mengetik di leptopnya. Kasino, ya sibuk ngurus tanaman di pot di halaman belakang. Indro, asik nonton Tv...ya Berita. Saat iklan di Tv. Indro pun pindah duduk di ruang tengah ke ruang tamu, ya duduk bersama Dono.
"Don, ke gereja yuk," kata Indro.
Dono, ya terkejut dengan omongan Indro jadi berhenti mengetik dan berkata "Apa aku tidak salah dengar Indro, kamu ngajak aku ke gereja?".
"Engak. Beneran," kata Indro yang tegas banget.
"Ayo!" kata Dono menantang.
Dono, ya langsung menyimpan hasil ketikannya lalu di matikan leptopnya. Dono bangun dari duduknya.
"Ayo...kita ke gereja," kata Dono menantang lagi.
"Don, enggak jadi. Cuma becandaan!" kata Indro.
"Ayo lah kita ke gereja. Kebetulan hari libur....kenaikan Isa Almasih," kata Dono.
"Becanda Don. Jangan serius gitu ah!!" kata Indro.
Dono pun duduk kembali dan berkata "Sebenarnya aku tahu...Indro. Kamu becanda!" kata Dono.
"Di ajak becanda, kamu Don...selalu sikapnya serius. Kaya Beneran aja!" kata Indro.
"Padahal kalau beneran tidak masalah. Aku tinggal telepon aja teman aku yang agama Kristen untuk menemani aku masuk gereja...bersamamu Indro," kata Dono.
"Jadi, Don kamu udah pernah masuk gereja?" tanya Indro yang tegas.
"Sudah. Ya bukan gereja sih. Tapi rumah ibadah yang lain juga pernah. Niatnya ingin tahu saja, berteman dan menghormati agama lain. Tetap aja aku Islam," kata Dono.
"Kalau aku. Cuma ke mesjid. Takut pindah agama gitu alias pindah agama," kata Indro.
"Kalau itu sih pikirkan penuh rasa takut ini dan itu, jadinya ilmunya tidak berkembang. Ya aku mendatangi rumah ibadah agama lain tujuanya untuk penelitian saja. Untuk mengetahui konsep hidup yang jalani agama lain," penjelasan Dono.
"Oh, begitu," kata Indro.
"Sudahlah ngobrolnya aku mau nonton Tv," kata Dono.
"Iya," saut Indro.
Dono membawa leptopnya ke kamarnya, ya di taruh di meja belajar setelah itu ya nonton Tv di ruang tengah. Kasino, ya selesai ngurusin tanaman di pot di halaman belakang jadi masuk rumah dan langsung ke ruang tamu...duduk di sofa. Indro masih duduk di ruang tamu.
"Kasino, apa kamu percaya Dono pernah masuk gereja?" tanya Indro.
"Percaya...Dono masuk gereja. Kan Dono itu bidangnya pemerintahan, ya otomatis tujuanya untuk mengambil data-data orang Kristen untuk bahan tulisannya," kata Kasino.
"Orang Kristen itu tahu kalau di teliti Dono?" kata Indro.
"Ada yang tahu, ada juga yang tidak," kata Kasino.
"Berarti, Dono pernah baca kitab Injil?" tanya Kasino.
"Iya," kata Kasino.
"Berarti, beneran Dono mempelajari semua agama tujuan ilmunya ingin ia kembangkan," kata Indro.
"Nama juga haus ilmu," kata Kasino.
"Sudahlah, tidak bahas lagi. Aku mau nonton Tv," kata Indro.
"Iya," saut Kasino.
Indro, ya pindah duduknya dari ruang tamu ke ruang tengah untuk nonton Tv bersama Dono...acaranya berita. Kasino, ya mulai main game di Hp-nya. Ketiganya tetap ada berada di rumah saja.
CAMPUR ADUK
Wednesday, May 20, 2020
Tuesday, May 19, 2020
MENIKMATI MAKAN SAHUR
Dono terus mengetik di leptopnya di kamarnya untuk menyelesaikan tulisannya. Waktu semakin larut banget. Akhirnya kerjaan Dono selesai juga..ya istirahat lah. Dono keluar dari kamarnya, ya duduk di ruang tengah untuk nonton Film Kejora di Hp-nya. Kasino, ya sibuk masak makanan di dapur untuk sahur, ya akhirnya selesai juga. Kasino pun, ya istirahatlah untuk nonton Tv di ruang tengah.
Kasino melihat Dono asik nonton film di Hp-nya, ya ingin tahu apa film yang di tonton Dono?.
"Film Kejora, tumben nonton Don," kata Kasino.
"Suasana hati aja!!!" kata Dono.
"Oh, begitu. Indro belum pulang itikaf di mesjid?" kata Kasino.
"Belum selesai acara di mesjidnya. Acara itikaf di mesjid kan cuma pengurus mesjid aja. Gak banyak orang. Tidak seperti tahun lalu," kata Dono.
"Semua...ini karena pademi covid 19. Mencegah lebih baik dari pada mengobati. Mengajarkan manusia bersikap disiplin, sayang pada diri sendiri dan juga lingkungan sekitar," kata Kasino.
"Tetap saja kalau lihat di TV, disiplin susah terapkan. Contohnya paling utama budaya antri, eeee malah desak-desakan untuk siapa cepat dia dapet langsung pulang," kata Dono.
"Bener juga omongan mu Dono. Tapi ngomong-ngomong...kita termasuk itikaf atau enggak ya?" kata Kasino.
"Bisa sih...kalau sampe sahur nanti kita baca Al Qur'an. Niatnya aja sudah dapetlah itikaf.... di rumah saja," kata Dono.
"Kalau di pikir dengan baik. OK. Sama aja. Niat baik selalu di ridhoi Alloh SWT," kata Kasino.
"Amin," kata Dono.
"Kok di aminin," kata Kasino.
"Ucapan mu Kasino itu Doa...jadi aminin," kata Dono.
"Iya, juga. Amin ya robbal aalamiin," kata Kasino.
Kasino pun tidak jadi nonton Tv jadi ke ruang tamu untuk baca AL Qur'an. Dono, ya menuntaskan nonton Film Kejora, baru deh baca AL Qur'an lewat aplikasi di Hp-nya. Malam makin larut banget. Waktu sudah menunjukkan jam tiga pagi. Dono dan Kasino, ya menyelesaikan baca AL Qur'an-nya. Mulai keduanya bersiap untuk makan sahur di ruang makan. Indro pun pulang dari acara itikaf di mesjid dan seperti biasa mengucap salam saat masuk rumah "Asalamualaikum".
"Waalaikumsalam," jawab Dono dan Kasino bersamaan dengan suara keras.
Indro, ya menaruh AL Qur'an di kamarnya, baru menyantap makan sahur yang di buat Kasino. Ketiganya menikmati makan sahur dengan penuh senang gitu. Pengurus masjid dari mesjid, ya dengan toa membangunkan warga masyarakat untuk sahur karena sudah waktunya sahur. Indro, ya pindah makan sahur di ruang makan ke ruang tengah, ya untuk nonton Tv gitu.
Dono dan Kasino, ya selesai makan sahur jadi beres-beres gitu. Indro tetap santai makan sahur sambil nonton Tv yang acara ya bagus. Dono dan Kasino telah selesai makan sahur, ya nonton Tv. Indro pun selesai makan sahur, ya beres-beres. Setelah itu Indro nonton Tv bersama Dono dan Kasino di ruang tengah. Sampai adzan subuh di kumandangkan dari mesjid dan kedengaran sampai di rumah. Ketiganya melaksanakan sholat subuh di rumah saja.
"Suasana hati aja!!!" kata Dono.
"Oh, begitu. Indro belum pulang itikaf di mesjid?" kata Kasino.
"Belum selesai acara di mesjidnya. Acara itikaf di mesjid kan cuma pengurus mesjid aja. Gak banyak orang. Tidak seperti tahun lalu," kata Dono.
"Semua...ini karena pademi covid 19. Mencegah lebih baik dari pada mengobati. Mengajarkan manusia bersikap disiplin, sayang pada diri sendiri dan juga lingkungan sekitar," kata Kasino.
"Tetap saja kalau lihat di TV, disiplin susah terapkan. Contohnya paling utama budaya antri, eeee malah desak-desakan untuk siapa cepat dia dapet langsung pulang," kata Dono.
"Bener juga omongan mu Dono. Tapi ngomong-ngomong...kita termasuk itikaf atau enggak ya?" kata Kasino.
"Bisa sih...kalau sampe sahur nanti kita baca Al Qur'an. Niatnya aja sudah dapetlah itikaf.... di rumah saja," kata Dono.
"Kalau di pikir dengan baik. OK. Sama aja. Niat baik selalu di ridhoi Alloh SWT," kata Kasino.
"Amin," kata Dono.
"Kok di aminin," kata Kasino.
"Ucapan mu Kasino itu Doa...jadi aminin," kata Dono.
"Iya, juga. Amin ya robbal aalamiin," kata Kasino.
Kasino pun tidak jadi nonton Tv jadi ke ruang tamu untuk baca AL Qur'an. Dono, ya menuntaskan nonton Film Kejora, baru deh baca AL Qur'an lewat aplikasi di Hp-nya. Malam makin larut banget. Waktu sudah menunjukkan jam tiga pagi. Dono dan Kasino, ya menyelesaikan baca AL Qur'an-nya. Mulai keduanya bersiap untuk makan sahur di ruang makan. Indro pun pulang dari acara itikaf di mesjid dan seperti biasa mengucap salam saat masuk rumah "Asalamualaikum".
"Waalaikumsalam," jawab Dono dan Kasino bersamaan dengan suara keras.
Indro, ya menaruh AL Qur'an di kamarnya, baru menyantap makan sahur yang di buat Kasino. Ketiganya menikmati makan sahur dengan penuh senang gitu. Pengurus masjid dari mesjid, ya dengan toa membangunkan warga masyarakat untuk sahur karena sudah waktunya sahur. Indro, ya pindah makan sahur di ruang makan ke ruang tengah, ya untuk nonton Tv gitu.
Dono dan Kasino, ya selesai makan sahur jadi beres-beres gitu. Indro tetap santai makan sahur sambil nonton Tv yang acara ya bagus. Dono dan Kasino telah selesai makan sahur, ya nonton Tv. Indro pun selesai makan sahur, ya beres-beres. Setelah itu Indro nonton Tv bersama Dono dan Kasino di ruang tengah. Sampai adzan subuh di kumandangkan dari mesjid dan kedengaran sampai di rumah. Ketiganya melaksanakan sholat subuh di rumah saja.
MELODI CINTA
Dengan santai Ahmad membawa motornya di jalan Jenderal Sudirman kota Balikpapan. Sampai di sebuah rumah makan, ya niatnya Ahmad membeli makan untuk buka puasa. Saat mau masuk rumah makan, ya ada perempuan cantik yang ke luar dari rumah makan. Ahmad mengenali perempuan cantik itu. Jauh di dalam pikirkan saat melihat perempuan yang Ahmad kenal, Putri.
Melodi cinta mengalun di pikirkan Ahmad, ingin bersama dengan putri. Ahmad pun menyadarkan dirinya dengan petikan dari jarinya. Ahmad pun, ya mendekati Putri sekedar ngobrol aja. Pak Rafi, Bapaknya Putri ada di situ. Ahmad pun tidak jadi untuk ngobrol dengan Putri, karena Bapak Putri...ya galak. Ahmad pun berusaha tidak terlihat Pak Rafi termasuk Putri.
Masuklah Ahmad ke rumah makan.
"Aman diri ku," kata Ahmad.
Ahmad pun memesan makan ke Teguh pegawai di rumah makan. Ya seperti biasa Teguh menyiapkan makan yang di pesan Ahmad. Duduk Ahmad untuk menunggu pesannya yang di siapkan Teguh. Ada buku di meja.
"Buku siapa ini ya?" kata Ahmad.
Ahmad mencari pemilik buku tersebut. Putri dateng mendekati Ahmad.
"Putri ada apa?" tanya Ahmad.
"Maaf buku aku," kata Putri.
"Buku, Putri," kata Ahmad sambil memberikan buku tersebut.
"Terima kasih," kata Putri.
"Iya," kata Ahmad.
Putri pun keluar dari rumah makan. Ahmad terus memandangi Putri. Melodi cinta pun mengalun di pikirkan Ahmad yang ingin bersama Putri. Teguh membawa pesan Ahmad, ya melihat Ahmad yang terbuai dengan melihat Putri...jadi di petikan jari untuk menyadarkan Ahmad.
"Putri..kan," kata Teguh.
"Bukan," kata Ahmad.
"Eeeet...ini bukan puasa jangan bohong!" kata Teguh.
"Iya, aku akui. Putri yang aku lihat," kata Ahmad.
"Kalau saran aku cepetan nyatain cinta ke Putri, ya keburuan di ambil cowok lain yang menyukai Putri," kata Teguh.
"Nyatain cinta ke Putri. Terakhir kali aku ingin mencoba nyatain cinta ke Putri. Aku berhadapan dengan Pak Rafi, Bapaknya Putri...ya akhirnya kacau deh. Galaknya bukan main. Protektif banget jagain anak gadisnya....satu-satunya," penjelasan Ahmad.
"Kalau begitu sih. Derita kamu, Ahmad. Ya jalannin aja seperti biasa aja....seperti air mengalir. Nanti nyampe juga sampe tujuan," kata Teguh.
"Ok, aku jalanin seperti biasa aja," kata Ahmad.
Ahmad pun memberikan uang pas ke Teguh untuk membayar pesan makan yang di pesan Ahmad. Segeralah keluarlah Ahmad dari rumah makan dan juga segera naik motornya, ya balik ke rumahnya. Sampai di rumah. Tepat banget waktu buka puasa. Ahmad pun berbuka puasa bersama Hery, ya temannya Ahmad. Setelah buka puasa. Ahmad dan Hery, ya sholat magrib bersama. Baru deh nonton Tv di ruang tengah.
"Berita lagi berita lagi," kata Ahmad.
"Berita dulu. Setelah itu baru deh nonton film," kata Hery.
"Iya, aku mengerti. Tujuan untuk mengetahui perkembangan ini dan itu yang di beritakan di Tv," kata Ahmad.
"Itu tahu!!!" kata Hery.
Hery dan Ahmad, ya santai nonton berita ya masih perkembangan penanggulan covid 19 yang ini dan itu bukan di Indonesia saja, tapi di negara lain. Tiba-tiba Ahmad ke pikirkan dengan Putri, ya sampe nyeletuk sih "Putri". Hery mendengar celetukan Ahmad.
"Lagi mikiran cewek ya?" kata Hery.
"Iya, Putri terus di pikirkan. Kata ada Melodi cinta yang mengalun di pikirkan yang ingin bersama Putri. Tapi ketika aku petik jari. Ya sirnah semuanya. Cuma hayalan saja," kata Ahmad yang terus terang.
"Ya, kalau suka sama cewek yang di sukai. Kebanyakan cowok, ya kaya kamu, Ahmad. Ada melodi cinta di pikirkan gitu," kata Hery.
"Bagaimana....ya menyelesaikan masalah aku?" kata Ahmad.
"Ya, saran aku sih. Nyatain aja cinta sama Putri. Keburu di rebut cowok lain," kata Hery.
"Masalahnya Bapaknya galak sih," kata Ahmad.
"Jalaninya dengan cara, air mengalir sampai tujuan. Pasti dapet cinta Putri," kata Hery.
"Berteman seperti biasanya. Tujuannya membuat Putri nyaman dengan ku. Bapaknya Putri, ya percaya dengan aku dan mengikhlaskan anaknya bersama aku," kata Ahmad yang optimis.
"Baru itu bener," kata Hery yang menegaskan omongan Ahmad.
Hery dan Ahmad, ya santai nonton Tv sampai waktunya sholat Isya dan Tarawih. Keduanya menjalankan ibadah di rumah saja.
Melodi cinta mengalun di pikirkan Ahmad, ingin bersama dengan putri. Ahmad pun menyadarkan dirinya dengan petikan dari jarinya. Ahmad pun, ya mendekati Putri sekedar ngobrol aja. Pak Rafi, Bapaknya Putri ada di situ. Ahmad pun tidak jadi untuk ngobrol dengan Putri, karena Bapak Putri...ya galak. Ahmad pun berusaha tidak terlihat Pak Rafi termasuk Putri.
Masuklah Ahmad ke rumah makan.
"Aman diri ku," kata Ahmad.
Ahmad pun memesan makan ke Teguh pegawai di rumah makan. Ya seperti biasa Teguh menyiapkan makan yang di pesan Ahmad. Duduk Ahmad untuk menunggu pesannya yang di siapkan Teguh. Ada buku di meja.
"Buku siapa ini ya?" kata Ahmad.
Ahmad mencari pemilik buku tersebut. Putri dateng mendekati Ahmad.
"Putri ada apa?" tanya Ahmad.
"Maaf buku aku," kata Putri.
"Buku, Putri," kata Ahmad sambil memberikan buku tersebut.
"Terima kasih," kata Putri.
"Iya," kata Ahmad.
Putri pun keluar dari rumah makan. Ahmad terus memandangi Putri. Melodi cinta pun mengalun di pikirkan Ahmad yang ingin bersama Putri. Teguh membawa pesan Ahmad, ya melihat Ahmad yang terbuai dengan melihat Putri...jadi di petikan jari untuk menyadarkan Ahmad.
"Putri..kan," kata Teguh.
"Bukan," kata Ahmad.
"Eeeet...ini bukan puasa jangan bohong!" kata Teguh.
"Iya, aku akui. Putri yang aku lihat," kata Ahmad.
"Kalau saran aku cepetan nyatain cinta ke Putri, ya keburuan di ambil cowok lain yang menyukai Putri," kata Teguh.
"Nyatain cinta ke Putri. Terakhir kali aku ingin mencoba nyatain cinta ke Putri. Aku berhadapan dengan Pak Rafi, Bapaknya Putri...ya akhirnya kacau deh. Galaknya bukan main. Protektif banget jagain anak gadisnya....satu-satunya," penjelasan Ahmad.
"Kalau begitu sih. Derita kamu, Ahmad. Ya jalannin aja seperti biasa aja....seperti air mengalir. Nanti nyampe juga sampe tujuan," kata Teguh.
"Ok, aku jalanin seperti biasa aja," kata Ahmad.
Ahmad pun memberikan uang pas ke Teguh untuk membayar pesan makan yang di pesan Ahmad. Segeralah keluarlah Ahmad dari rumah makan dan juga segera naik motornya, ya balik ke rumahnya. Sampai di rumah. Tepat banget waktu buka puasa. Ahmad pun berbuka puasa bersama Hery, ya temannya Ahmad. Setelah buka puasa. Ahmad dan Hery, ya sholat magrib bersama. Baru deh nonton Tv di ruang tengah.
"Berita lagi berita lagi," kata Ahmad.
"Berita dulu. Setelah itu baru deh nonton film," kata Hery.
"Iya, aku mengerti. Tujuan untuk mengetahui perkembangan ini dan itu yang di beritakan di Tv," kata Ahmad.
"Itu tahu!!!" kata Hery.
Hery dan Ahmad, ya santai nonton berita ya masih perkembangan penanggulan covid 19 yang ini dan itu bukan di Indonesia saja, tapi di negara lain. Tiba-tiba Ahmad ke pikirkan dengan Putri, ya sampe nyeletuk sih "Putri". Hery mendengar celetukan Ahmad.
"Lagi mikiran cewek ya?" kata Hery.
"Iya, Putri terus di pikirkan. Kata ada Melodi cinta yang mengalun di pikirkan yang ingin bersama Putri. Tapi ketika aku petik jari. Ya sirnah semuanya. Cuma hayalan saja," kata Ahmad yang terus terang.
"Ya, kalau suka sama cewek yang di sukai. Kebanyakan cowok, ya kaya kamu, Ahmad. Ada melodi cinta di pikirkan gitu," kata Hery.
"Bagaimana....ya menyelesaikan masalah aku?" kata Ahmad.
"Ya, saran aku sih. Nyatain aja cinta sama Putri. Keburu di rebut cowok lain," kata Hery.
"Masalahnya Bapaknya galak sih," kata Ahmad.
"Jalaninya dengan cara, air mengalir sampai tujuan. Pasti dapet cinta Putri," kata Hery.
"Berteman seperti biasanya. Tujuannya membuat Putri nyaman dengan ku. Bapaknya Putri, ya percaya dengan aku dan mengikhlaskan anaknya bersama aku," kata Ahmad yang optimis.
"Baru itu bener," kata Hery yang menegaskan omongan Ahmad.
Hery dan Ahmad, ya santai nonton Tv sampai waktunya sholat Isya dan Tarawih. Keduanya menjalankan ibadah di rumah saja.
Saturday, May 16, 2020
BANYAK ORANG BAIK
Minggu yang tenang. Alex keluar rumah, ya mengeluarkan sepedah juga dan berkata dengan suara keras "Ibu, Alex pergi main dulu".
Ibu mendengar omongan Alex tersebut, ya segera bergerak buru-buru dan melihat Alex yang ingin mengayuh sepedahnya, jadi Ibu berkata "Alex tunggu dulu!".
Alex tidak jadi mengayuh sepedahnya.
"Apa Ibu?"
"Alex beliin Ibu sayur, tempe dan cabe di warung Ibu Selvi, ini uangnya!"
Alex mengambil uang dari tangan Ibunya dan berkata "Baik Ibu".
Alex pun mengayuh sepedahnya. Ibu pun masuk rumah untuk ya beres-beres rumah. Dengan santai Alex mengayuh sepedahnya di jalan Daeng Tata 1 kota Makasar. Sampai di warung wakojaya, ya pemilik ya Ibu Selvi. Alex segera membeli sayur, tempe dan cave pesan Ibu.
Alex, ya mendengar omongan Ibu Selvi dengan langganannya Ibu Mita membicarakan tentang bantuan sosial berbentuk sembako yang di berikan Presiden Joko Widodo ke warga tidak mampu.
"Enak ya dapet sembako dari Presiden Joko Widodo," kata Ibu Mita ya kepingin dapet bantuan gitu.
"Iya, bantuan itu nolong yang tidak mampu," kata Silvi.
Pembicaraan itu, ya singkat aja karena Ibu Mita telah membeli apa yang di perlukan di warung Ibu Selvi dan segera Ibu Mita pulang ke rumahnya. Alex segera membeli sayur, tempe dan cabe di warung Ibu Selvi. Dengan segera Ibu Selvi melayanin permintaan Alex dan setelah itu di bayar Alex dengan uang pas.
Alex pun pulang ke rumah dengan santai mengayuh sepedahnya. Sampai di rumah.
"Asalamualaikum, Ibu," kata Alex.
"Waalaikumsalam," jawab Ibu.
"Ibu, ini pesan Ibu," kata Alex sambil memberikan plastik berisi sayur, tempe dan cabe.
Ibu memeriksa plastik tersebut.
"Bener semuanya," kata Ibu.
"Ibu, Alex...main ya!" kata Alex.
"Iya, tapi ingat pulangnya sebelum buka puasa ya!" kata Ibu.
"Iya, Ibu. Asalamualaikum," kata Alex.
"Waalaikumsalam," jawab Ibu.
Alex keluar rumah dan segera mengaduh sepedahnya. Dengan santai Alex mengaduh sepedahnya di jalan Daeng Tata 1 kota Makasar. Sampai di rumah Lary, yang sedang asik nonton Tv di ruang tamu. Alex, ya bertamulah.
"Asalamualaikum," salam Alex.
"Waalaikumsalam," jawab Lary.
Alex pun masuk rumah Lary dan nonton Tv.
"Lary, kenapa kamu nonton berita kaya orang dewasa. Kitakan masih anak-anak?" kata Alex.
"Tadi aku nonton kartun. Acara kartunnya abis ya nonton beritalah akhirnya," kata Lary.
"Berita tentang bantuan sosial berbentuk sembako dan uang tunai," kata Alex.
"Iya, banyak orang baik di Indonesia ini," kata Lary.
"Padahal tadi, saat di warung di obrolin tuh bantuan sosial bentuk sembako dan yang tunai...sama Ibu-Ibu," cerita Alex.
"Di depan rumah aku juga kalau Ibu-Ibu ngerumpi yang di omongin bangun sosial berbentuk sembako dan uang tunai. Kaya kepingin dapet tuh," kata Lary.
"Bener omongan kamu Lary, kepingin dapet bantuan gitu," kata Alex.
"Sudahlah jangan ngomongin urusan orang tua," kata Lary.
"Ya sudah. Main, yuk!" kata Alex.
"Main apa?" kata Lary.
"Main apa ya?" kata Alex yang berpikir panjang.
"Main kartu remi aja. Cangkolan gitu," kata Lary.
"Ok, main kartu remi aja!" kata Alex.
Lary pun mengambil kartu remi di kamarnya. Setelah itu baru deh di mulai main kartu remi yang ngocok Alex karena kalah suit sama Lary. Permian kartu remi berjalan dengan baik, ya sampai waktu mendekati magrib gitu. Permainan kartu pun bubaran, ya Alex pamit pulang sama Lary. Segera Alex membawa sepedahnya menuju pulang ke rumah. Sampai suara adzan di kumandangkan Lary, ya sedang buka puasa dengan orang tuanya di rumah. Alex masih buru-buru menuju rumahnya. Ya sampai juga di rumah Alex. Segera masuk rumah dan buka puasa bersama Ibu dan Ayah.
"Puasa ku hari ini pol," kata Alex.
"Anak Ibu pinter," kata Ibu.
Setelah buka puasa Alex berbenah diri untuk sholat magrib di rumah bersama Ayah dan Ibu.
Ibu mendengar omongan Alex tersebut, ya segera bergerak buru-buru dan melihat Alex yang ingin mengayuh sepedahnya, jadi Ibu berkata "Alex tunggu dulu!".
Alex tidak jadi mengayuh sepedahnya.
"Apa Ibu?"
"Alex beliin Ibu sayur, tempe dan cabe di warung Ibu Selvi, ini uangnya!"
Alex mengambil uang dari tangan Ibunya dan berkata "Baik Ibu".
Alex pun mengayuh sepedahnya. Ibu pun masuk rumah untuk ya beres-beres rumah. Dengan santai Alex mengayuh sepedahnya di jalan Daeng Tata 1 kota Makasar. Sampai di warung wakojaya, ya pemilik ya Ibu Selvi. Alex segera membeli sayur, tempe dan cave pesan Ibu.
Alex, ya mendengar omongan Ibu Selvi dengan langganannya Ibu Mita membicarakan tentang bantuan sosial berbentuk sembako yang di berikan Presiden Joko Widodo ke warga tidak mampu.
"Enak ya dapet sembako dari Presiden Joko Widodo," kata Ibu Mita ya kepingin dapet bantuan gitu.
"Iya, bantuan itu nolong yang tidak mampu," kata Silvi.
Pembicaraan itu, ya singkat aja karena Ibu Mita telah membeli apa yang di perlukan di warung Ibu Selvi dan segera Ibu Mita pulang ke rumahnya. Alex segera membeli sayur, tempe dan cabe di warung Ibu Selvi. Dengan segera Ibu Selvi melayanin permintaan Alex dan setelah itu di bayar Alex dengan uang pas.
Alex pun pulang ke rumah dengan santai mengayuh sepedahnya. Sampai di rumah.
"Asalamualaikum, Ibu," kata Alex.
"Waalaikumsalam," jawab Ibu.
"Ibu, ini pesan Ibu," kata Alex sambil memberikan plastik berisi sayur, tempe dan cabe.
Ibu memeriksa plastik tersebut.
"Bener semuanya," kata Ibu.
"Ibu, Alex...main ya!" kata Alex.
"Iya, tapi ingat pulangnya sebelum buka puasa ya!" kata Ibu.
"Iya, Ibu. Asalamualaikum," kata Alex.
"Waalaikumsalam," jawab Ibu.
Alex keluar rumah dan segera mengaduh sepedahnya. Dengan santai Alex mengaduh sepedahnya di jalan Daeng Tata 1 kota Makasar. Sampai di rumah Lary, yang sedang asik nonton Tv di ruang tamu. Alex, ya bertamulah.
"Asalamualaikum," salam Alex.
"Waalaikumsalam," jawab Lary.
Alex pun masuk rumah Lary dan nonton Tv.
"Lary, kenapa kamu nonton berita kaya orang dewasa. Kitakan masih anak-anak?" kata Alex.
"Tadi aku nonton kartun. Acara kartunnya abis ya nonton beritalah akhirnya," kata Lary.
"Berita tentang bantuan sosial berbentuk sembako dan uang tunai," kata Alex.
"Iya, banyak orang baik di Indonesia ini," kata Lary.
"Padahal tadi, saat di warung di obrolin tuh bantuan sosial bentuk sembako dan yang tunai...sama Ibu-Ibu," cerita Alex.
"Di depan rumah aku juga kalau Ibu-Ibu ngerumpi yang di omongin bangun sosial berbentuk sembako dan uang tunai. Kaya kepingin dapet tuh," kata Lary.
"Bener omongan kamu Lary, kepingin dapet bantuan gitu," kata Alex.
"Sudahlah jangan ngomongin urusan orang tua," kata Lary.
"Ya sudah. Main, yuk!" kata Alex.
"Main apa?" kata Lary.
"Main apa ya?" kata Alex yang berpikir panjang.
"Main kartu remi aja. Cangkolan gitu," kata Lary.
"Ok, main kartu remi aja!" kata Alex.
Lary pun mengambil kartu remi di kamarnya. Setelah itu baru deh di mulai main kartu remi yang ngocok Alex karena kalah suit sama Lary. Permian kartu remi berjalan dengan baik, ya sampai waktu mendekati magrib gitu. Permainan kartu pun bubaran, ya Alex pamit pulang sama Lary. Segera Alex membawa sepedahnya menuju pulang ke rumah. Sampai suara adzan di kumandangkan Lary, ya sedang buka puasa dengan orang tuanya di rumah. Alex masih buru-buru menuju rumahnya. Ya sampai juga di rumah Alex. Segera masuk rumah dan buka puasa bersama Ibu dan Ayah.
"Puasa ku hari ini pol," kata Alex.
"Anak Ibu pinter," kata Ibu.
Setelah buka puasa Alex berbenah diri untuk sholat magrib di rumah bersama Ayah dan Ibu.
JALAN HIDUP
Andri setelah mengantarkan penumpang, ya ojek online ke gedung TVRI di jalan Gerbang Pemuda kota Jakarta. Andri pun segera membawa motornya ke tempat orang yang order ojek online-nya. Nisa tiba-tiba menghampiri Andri dan berkata "Kak Andri".
Andri berpikir cermat untuk mengenali siapa gadis cantik di hadapannya, lalu ia ingat dan berkata "Astaga....Nisa, apa kabar ya?"
"Baik," kata Nisa.
"Jangan-jangan Nisa kerja di gedung TVRI?" tanya Andri.
"Iya. Setahu Nisa, Kak Andri juga sarjana kenapa ngojek online?" kata Nisa.
"Sambilan," kata Andri.
"Sambilan atau kerja beneran?" tanya Nisa dengan Tegas.
"Kak Andri ngaku deh. Kerja tetap Kak Andri...ojek online," kata Andri yang jujur.
"Kalau Kak Andri kerja onjek online, ya sayang dong ilmu S1-nya. Gimana kalau Kak Andri kerja jadi staf di TVRI, ya rekomendasi Nisa gitu," saran Nisa.
"Terima kasih niat baik. Kak Andri nyaman kerjaan ini," kata Andri yang menolak halus.
"Ya, Kak Andri...ada peluang bagus untuk mengubah nasif lebih baik di tolak. Walau Nisa tahu, sifat Kak Andri penuh dengan kebebasan gitu," kata Nisa.
"Sudah dulu ngobrolnya di lanjutkan lain waktu. Kak Andri ada orderan," kata Andri.
"Iya," kata Nisa.
Nisa pun masuk ke gedung TVRI. Andri membawa motornya menuju ke orderan selanjutnya. Pekerjaan ojek online di jalanan Andri penuh dengan ke ikhlasan sampai waktu buka puasa. Andri pun duduk di rumah kosannya, ya berbuka puasa bersama Heru. Setelah itu sholat magrib di rumah saja. Keduanya menjalankan sholat magrib penuh khusuk banget. Baru setelah sholat Andri dan Heru duduk di ruang tamu.
"Udah sholat tenang rasanya," kata Heru.
"Nisa," kata Andri.
"Andri, kamu bertemu dengan Nisa?" tanya Heru.
"Iya, malahan ia nawarin kerja di tempat kerjanya di staf TVRI," kata Andri.
"Kamu terima tawaran Nisa," kata Heru.
"Tidaklah," kata Andri.
"Harus ya di terima bukannya di tolak," kata Heru.
"Masalahnya bukan bidang aku kerja di TVRI itu," kata Andri yang tegas.
"Berdasarkan ke ilmuan sih memang tidak sesuai dengan bidangmu, Andri. Tapi kalau ada rekomendasi orang dalem kan bisa Andri," kata Heru.
"Memang bisa, tinggal penyesuaian keadaan saja. Sudahlah jangan di bahas lagi. Kunci di bidang Pendidikan itu ada dua. 1. menciptakan pekerjaan dan 2. ikut pekerjaan yang ada," kata Andri yang tegas.
"Itu sih aku tahulah. Padahal yang kamu, Andri jalanin ini kedua-duanya. Jadi tukang ojek online ya sekedar aja. Yang utama kerjamu buat Aplikasi. Paling kalau jenuh di kerjaan itu, kamu melamar pekerjaan di perusahaan, ya otomatis di terimalah...banyak pengalaman, " kata Heru.
"Itulah aku," kata Andri yang tegas.
Andri, ya nonton Tv di ruang tengah. Heru tetap di ruang tamu, ya baca bukulah untuk nambah wawasan keilmuan.
Andri berpikir cermat untuk mengenali siapa gadis cantik di hadapannya, lalu ia ingat dan berkata "Astaga....Nisa, apa kabar ya?"
"Baik," kata Nisa.
"Jangan-jangan Nisa kerja di gedung TVRI?" tanya Andri.
"Iya. Setahu Nisa, Kak Andri juga sarjana kenapa ngojek online?" kata Nisa.
"Sambilan," kata Andri.
"Sambilan atau kerja beneran?" tanya Nisa dengan Tegas.
"Kak Andri ngaku deh. Kerja tetap Kak Andri...ojek online," kata Andri yang jujur.
"Kalau Kak Andri kerja onjek online, ya sayang dong ilmu S1-nya. Gimana kalau Kak Andri kerja jadi staf di TVRI, ya rekomendasi Nisa gitu," saran Nisa.
"Terima kasih niat baik. Kak Andri nyaman kerjaan ini," kata Andri yang menolak halus.
"Ya, Kak Andri...ada peluang bagus untuk mengubah nasif lebih baik di tolak. Walau Nisa tahu, sifat Kak Andri penuh dengan kebebasan gitu," kata Nisa.
"Sudah dulu ngobrolnya di lanjutkan lain waktu. Kak Andri ada orderan," kata Andri.
"Iya," kata Nisa.
Nisa pun masuk ke gedung TVRI. Andri membawa motornya menuju ke orderan selanjutnya. Pekerjaan ojek online di jalanan Andri penuh dengan ke ikhlasan sampai waktu buka puasa. Andri pun duduk di rumah kosannya, ya berbuka puasa bersama Heru. Setelah itu sholat magrib di rumah saja. Keduanya menjalankan sholat magrib penuh khusuk banget. Baru setelah sholat Andri dan Heru duduk di ruang tamu.
"Udah sholat tenang rasanya," kata Heru.
"Nisa," kata Andri.
"Andri, kamu bertemu dengan Nisa?" tanya Heru.
"Iya, malahan ia nawarin kerja di tempat kerjanya di staf TVRI," kata Andri.
"Kamu terima tawaran Nisa," kata Heru.
"Tidaklah," kata Andri.
"Harus ya di terima bukannya di tolak," kata Heru.
"Masalahnya bukan bidang aku kerja di TVRI itu," kata Andri yang tegas.
"Berdasarkan ke ilmuan sih memang tidak sesuai dengan bidangmu, Andri. Tapi kalau ada rekomendasi orang dalem kan bisa Andri," kata Heru.
"Memang bisa, tinggal penyesuaian keadaan saja. Sudahlah jangan di bahas lagi. Kunci di bidang Pendidikan itu ada dua. 1. menciptakan pekerjaan dan 2. ikut pekerjaan yang ada," kata Andri yang tegas.
"Itu sih aku tahulah. Padahal yang kamu, Andri jalanin ini kedua-duanya. Jadi tukang ojek online ya sekedar aja. Yang utama kerjamu buat Aplikasi. Paling kalau jenuh di kerjaan itu, kamu melamar pekerjaan di perusahaan, ya otomatis di terimalah...banyak pengalaman, " kata Heru.
"Itulah aku," kata Andri yang tegas.
Andri, ya nonton Tv di ruang tengah. Heru tetap di ruang tamu, ya baca bukulah untuk nambah wawasan keilmuan.
Thursday, May 14, 2020
SEMANGAT CINTA
Tono, ya keluar rumahnya dengan sepedah. Mulailah Tono mengayuh sepedahnya di jalan Mahar Martanegara kota Cimahi. Dikayuhnya sepedah dengan baik oleh Tono, ya sambil menikmati keadaan lingkungan penuh dengan hiruk pikuk ulah masyarakat setempat yang melakukan kegiatan setiap hari demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sampai di bengkel motor yang punya temannya Tono, Teguh.
"Asalamualaikum, siang Teguh," kata Tono dengan penuh keakraban.
"Waalaikumsalam," jawab Teguh.
Teguh dan Tono, ya duduk bersama di bangku kayu.
"Tono, hari ini kamu engak kerja?" tanya Teguh.
"Enggak kerja. PHK," kata Tono yang niat bercanda.
"PHK. Kaya orang kerja di perusahaan aja," kata Teguh.
"Iya deh, cuma kerja di rumah makan. Aku minta libur sehari. Tujuannya refesing aja," kata Tono.
"Hari gini libur. Padahal lebih baik kerjakan. Nyibukin diri agar tidak jenuh dengan keadaan. Hasilnya kita kerja bisa bayar ini dan itu," kata Teguh.
"Aku paham. Oh iya, gimana kabarnya Amanda. Adik mu, Teguh," kata Tono.
"Amanda. Giliran Amanda ada, kamu cuwek bebek. Giliran Amanda, tidak ada...kamu cariin. Kalau suka terus terang aja. Keburu di gaet orang Jakarta," kata Teguh.
"Jadi, Amanda...merantau ke Jakarta. Emangnya Amanda ke Jakarta ngapain?" kata Tono.
"Ngapain, ya," kata Teguh yang berpikir panjang.
"Teguh, kenapa lama ngomongnya. Jangan Amanda sudah nikah dengan orang Jakarta ya?" kata Tono.
"Gimana ya," kata Teguh.
"Aku telat menyatakan suka sama Amanda," kata Tono yang murung.
"Kasihan kamu, Tono. Aku bohong tahu. Amanda ada di rumah, ngapain ia kebengkel. Di sini kan tempat kerja," kata Teguh.
"Tukang ngibul. Mainin perasaan orang aja," kata Tono.
"Orang atau manusia," saut Teguh.
"Manusia deh," kata Tono dengan tegas.
"Manusia toh!!!!" kata Teguh.
"Emangnya Amanda, suka sama aku?" tanya Tono.
"Amanda sih tidak pernah cerita, kalau dirinya suka sama kamu, Ton," kata Teguh.
"Berarti cuma perkiraan kamu aja Teguh," kata Tono.
"Ya, begitulah," kata Teguh.
"Ok, aku akan menyatakan suka aku sama Amanda," kata Tono.
"Sipp. Baru itu cowok sejati," kata Teguh.
Obrolan keduanya berhenti, karena ada pelanggan yang ingin benerin motornya di bengkel Teguh. Ya Tono pergi dari situ dengan sepedahnya untuk ke rumah Amanda. Dengan santai Tono mengayuh sepedahnya ke rumah Amanda. Belum sampe ke rumah Amanda, sudah bertemu dengan Amanda di pinggir jalan, ya Amanda mau menuju rumahnya. Tono, ya menghampiri Amanda. Jadi Tono jalan bersama dengan Amanda menuju rumahnya, ya Tono tidak menaiki sepedahnya.
"Amanda," kata Tono.
"Iya Akang. Akang....kok enggak kerja?" tanya Amanda.
"Libur," kata Tono.
"Libur atau di pecat," kata Amanda.
"Libur!!!" tegas Tono.
"Oh, begitu," kata Amanda.
Tono, ya ingin menyatakan suka sama Amanda tetapi tetap saja tidak bisa di omongin. Maka itu Tono, ya ngomong ini dan itu, sekedar obrolan saja. Amanda, ya biasa sih ngobrol asik sama Tono sampai di rumah. Ternyata ada Beno di rumah Amanda, ya nunggu di teras depan tujuannya untuk menyatakan perasaannya semikian kali.
"Amanda kamu sama Tono?" tanya Beno.
"Iya, ketemu Akang Tono di jalan," kata Amanda.
Beno pun berusaha ngobrol berdua dengan Amanda untuk menyatakan cintanya. Ya Amanda mengikuti maunya Beno untuk ngobrol berdua. Tono berusaha ingin tahu apa yang di obrolin Beno dan Amanda?! Padahal yang di takutin Tono adalah Beno menyatakan cinta sama Amanda. Eeee, ternyata prasangka Tono bener dan berusaha menghalanginya. Amanda bicara terus terang ke Beno "Aku tidak bisa menerima cinta Akang Beno".
"Kenapa?" tanya Beno.
"Aku ingin sendiri, ya masih banyak hal yang ingin aku gapai," alasan Amanda.
Beno pun murung dengan omongan Amanda. Tono di dalam hatinya senanglah banget omongan Amanda yang menolak Beno. Jadi Beno memutuskan pergi dengan penuh rasa kecewa. Tono pun biasa ngobrol sama Amanda di teras rumah. Sampai Tono berkata "Amanda, kalau Akang nyata in cinta sama Amanda...di terima enggak ya?!"
Amanda, ya terkejut omongan Tono dan berkata "Di tolaklah, Akang Tono belum punya apa-apa?!".
"Di tolak," kata Tono dengan penuh kemurungan.
Tono pun mulai mengerti maksud omongan Amanda.
"Akang belum punya apa-apa?! Kalau Akang punya ini dan itu dan juga mencukupi kebutuhan Amanda, jadi Amanda mau sama Akang atau tidak ya!!!" kata Tono.
"Ya, kalau Akang punya ini dan itu. Amanda terimalah," kata Amanda dengan jujur.
"Kalau begitu sih lama...amat nunggu di terimanya," kata Tono.
"Enggak juga. Amanda...menerima dari tadi," kata Amanda.
"Jadi....Amanda menerima cinta Akang!" kata Tono.
"Iya," kata Amanda.
Tono, ya senang banget cintanya di terima Amanda. Semenjak itu, Tono bersemangat kerja di rumah makan karena sebuah janji cinta di sepakatin demi masa depan lebih baik dari hari ini. Sampai uang tabungan Tono terkumpul di gunakan untuk modal usaha bikin rumah makan juga karena emang sih dapet ilmunya di rumah makan. Bertahun-tahun bersabar dan terus kerja keras dalam usaha, ya akhirnya berhasil sih. Tono pun menikahi Amanda. Teguh senang melihat Tono dan Amanda bersatu. Beno, ya tidak bisa mendapatkan cinta Amanda...akhirnya Beno pun memutuskan untuk berusaha mendapatkan cinta Ijah dan berhasil.
Sampai di bengkel motor yang punya temannya Tono, Teguh.
"Asalamualaikum, siang Teguh," kata Tono dengan penuh keakraban.
"Waalaikumsalam," jawab Teguh.
Teguh dan Tono, ya duduk bersama di bangku kayu.
"Tono, hari ini kamu engak kerja?" tanya Teguh.
"Enggak kerja. PHK," kata Tono yang niat bercanda.
"PHK. Kaya orang kerja di perusahaan aja," kata Teguh.
"Iya deh, cuma kerja di rumah makan. Aku minta libur sehari. Tujuannya refesing aja," kata Tono.
"Hari gini libur. Padahal lebih baik kerjakan. Nyibukin diri agar tidak jenuh dengan keadaan. Hasilnya kita kerja bisa bayar ini dan itu," kata Teguh.
"Aku paham. Oh iya, gimana kabarnya Amanda. Adik mu, Teguh," kata Tono.
"Amanda. Giliran Amanda ada, kamu cuwek bebek. Giliran Amanda, tidak ada...kamu cariin. Kalau suka terus terang aja. Keburu di gaet orang Jakarta," kata Teguh.
"Jadi, Amanda...merantau ke Jakarta. Emangnya Amanda ke Jakarta ngapain?" kata Tono.
"Ngapain, ya," kata Teguh yang berpikir panjang.
"Teguh, kenapa lama ngomongnya. Jangan Amanda sudah nikah dengan orang Jakarta ya?" kata Tono.
"Gimana ya," kata Teguh.
"Aku telat menyatakan suka sama Amanda," kata Tono yang murung.
"Kasihan kamu, Tono. Aku bohong tahu. Amanda ada di rumah, ngapain ia kebengkel. Di sini kan tempat kerja," kata Teguh.
"Tukang ngibul. Mainin perasaan orang aja," kata Tono.
"Orang atau manusia," saut Teguh.
"Manusia deh," kata Tono dengan tegas.
"Manusia toh!!!!" kata Teguh.
"Emangnya Amanda, suka sama aku?" tanya Tono.
"Amanda sih tidak pernah cerita, kalau dirinya suka sama kamu, Ton," kata Teguh.
"Berarti cuma perkiraan kamu aja Teguh," kata Tono.
"Ya, begitulah," kata Teguh.
"Ok, aku akan menyatakan suka aku sama Amanda," kata Tono.
"Sipp. Baru itu cowok sejati," kata Teguh.
Obrolan keduanya berhenti, karena ada pelanggan yang ingin benerin motornya di bengkel Teguh. Ya Tono pergi dari situ dengan sepedahnya untuk ke rumah Amanda. Dengan santai Tono mengayuh sepedahnya ke rumah Amanda. Belum sampe ke rumah Amanda, sudah bertemu dengan Amanda di pinggir jalan, ya Amanda mau menuju rumahnya. Tono, ya menghampiri Amanda. Jadi Tono jalan bersama dengan Amanda menuju rumahnya, ya Tono tidak menaiki sepedahnya.
"Amanda," kata Tono.
"Iya Akang. Akang....kok enggak kerja?" tanya Amanda.
"Libur," kata Tono.
"Libur atau di pecat," kata Amanda.
"Libur!!!" tegas Tono.
"Oh, begitu," kata Amanda.
Tono, ya ingin menyatakan suka sama Amanda tetapi tetap saja tidak bisa di omongin. Maka itu Tono, ya ngomong ini dan itu, sekedar obrolan saja. Amanda, ya biasa sih ngobrol asik sama Tono sampai di rumah. Ternyata ada Beno di rumah Amanda, ya nunggu di teras depan tujuannya untuk menyatakan perasaannya semikian kali.
"Amanda kamu sama Tono?" tanya Beno.
"Iya, ketemu Akang Tono di jalan," kata Amanda.
Beno pun berusaha ngobrol berdua dengan Amanda untuk menyatakan cintanya. Ya Amanda mengikuti maunya Beno untuk ngobrol berdua. Tono berusaha ingin tahu apa yang di obrolin Beno dan Amanda?! Padahal yang di takutin Tono adalah Beno menyatakan cinta sama Amanda. Eeee, ternyata prasangka Tono bener dan berusaha menghalanginya. Amanda bicara terus terang ke Beno "Aku tidak bisa menerima cinta Akang Beno".
"Kenapa?" tanya Beno.
"Aku ingin sendiri, ya masih banyak hal yang ingin aku gapai," alasan Amanda.
Beno pun murung dengan omongan Amanda. Tono di dalam hatinya senanglah banget omongan Amanda yang menolak Beno. Jadi Beno memutuskan pergi dengan penuh rasa kecewa. Tono pun biasa ngobrol sama Amanda di teras rumah. Sampai Tono berkata "Amanda, kalau Akang nyata in cinta sama Amanda...di terima enggak ya?!"
Amanda, ya terkejut omongan Tono dan berkata "Di tolaklah, Akang Tono belum punya apa-apa?!".
"Di tolak," kata Tono dengan penuh kemurungan.
Tono pun mulai mengerti maksud omongan Amanda.
"Akang belum punya apa-apa?! Kalau Akang punya ini dan itu dan juga mencukupi kebutuhan Amanda, jadi Amanda mau sama Akang atau tidak ya!!!" kata Tono.
"Ya, kalau Akang punya ini dan itu. Amanda terimalah," kata Amanda dengan jujur.
"Kalau begitu sih lama...amat nunggu di terimanya," kata Tono.
"Enggak juga. Amanda...menerima dari tadi," kata Amanda.
"Jadi....Amanda menerima cinta Akang!" kata Tono.
"Iya," kata Amanda.
Tono, ya senang banget cintanya di terima Amanda. Semenjak itu, Tono bersemangat kerja di rumah makan karena sebuah janji cinta di sepakatin demi masa depan lebih baik dari hari ini. Sampai uang tabungan Tono terkumpul di gunakan untuk modal usaha bikin rumah makan juga karena emang sih dapet ilmunya di rumah makan. Bertahun-tahun bersabar dan terus kerja keras dalam usaha, ya akhirnya berhasil sih. Tono pun menikahi Amanda. Teguh senang melihat Tono dan Amanda bersatu. Beno, ya tidak bisa mendapatkan cinta Amanda...akhirnya Beno pun memutuskan untuk berusaha mendapatkan cinta Ijah dan berhasil.
METAMORFOSIS
Tatang setiap pagi membuka warung di pinggir jalan, maklum rumahnya memang di pinggir jalan Jogonegaran kota Yogyakarta. Ada saja belanja di warung Tatang, ya semua itu demi mencukupi kebutuhan sehari-hari. Tejo, ya teman Tatang main ke warung ya Tatang dengan motor tuanya di parkir di pinggir gitu. Tejo, ya duduk di depan warung bersama Tatang.
"Tatang, gimana penjualan hari ini?" tanya Tejo.
"Iya lumayan sih. Kadang pasang, kadang surut. Sesuai kebutuhan daya beli masyarakat di perhitungkan dari kebutuhannya," kata Tatang.
"Berarti sama aja dengan aku. Ya jualan juga di depan rumah," kata Tejo.
"Tumben kamu main ke sini?" tanya Tatang.
"Kaya gak tahu aku saja. Aku nunggu in Lastri lewat sini," kata Tejo.
"Lastri lagi...Lastri lagi. Di tolak berkali-kali tetap ngejar Lastri. Kaya tidak ada cewek lain aja," kata Tatang.
"Cinta matinya sama Lastri," kata Tejo.
"Cobalah cari cewek lain yang mau sama kamu," saran Tatang.
"Siapa yang mau dengan aku?" kata Tatang.
"Tukiyem, teman mu saat kamu duduk di bangku SMP...sekarang sudah jadi gadis yang cantik banget," kata Tatang.
"Tukiyem, pangkilan namanya Iyem setahu aku ia anak ya... gak banget gitu. Masa sekarang jadi cantik ya, kaya bermetamorfosis dari ulat jadi kupu-kupu yang cantik," kata Tejo.
"Ngapain aku bohong sih. Tuh lihat di seberang jalan anaknya," kata Tatang sambil menunjuk ke arah Tukiyem berdiri di pinggir jalan.
Tejo, ya mengucek-ngucek matanya untuk melihat Tukiyem di seberang jalan.
"Waaw...cantiknya," kata Tejo.
Tukiyem terpancarkan aura kecantikannya yang luar biasa. Lastri lewat situ bersama Dadang, cowok keren dan kaya...pacarnya Lastri. Tejo, ya mengabaikan Lastri, jadi menyeberang jalan untuk mendekati Tukiyem, ya tujuanya ngobrol gitu. Tatang cuma duduk saja di depan warung melihat ulah Tejo bersama Tukiyem di seberang jalan.
Lastri, ya melihat Tejo bersama cewek yang cantik....jadi kesel gitu.
"Kita putus," kata Lastri.
"Lastri, kenapa aku di putus in? Padahal kita baru jadian," kata Dadang.
"Bodok amat," kata Lastri.
Lastri pun berjalan cepat, ya Dadang mengejar Lastri karena cinta gitu. Tatang melihat Lastri bertengkar dengan pacarnya, jadinya...ya Tatang geleng-geleng kepala dan berkata "Cinta, ulahnya anak muda".
Tejo pun ngomong baik-baik dengan Tukiyem "Iyem, aku suka kamu".
Tukiyem terkejut omongan Tejo karena sekian lama tak berjumpa...Tejo langsung membuka hatinya untuk diri Tukiyem.
"Aku, merasa kamu, Tejo..mau mempermainkan aku," kata Tukiyem.
"Aduh, Kayanya aku salah ngomong. Blak-blakkan. Ok, aku minta maaf Iyem dengan pernyataan aku. Sebaik aku teman aja dengan kamu. Aku permisi....ya," kata Tejo.
Tejo pun bergerak mau menyeberang. Tukiyem terketuk hatinya karena Tejo mau menjauh, jadi segera di pegang tangan kanan Tejo dan berkata "Jangan pergi!".
"Maksudnya..ini Iyem?" tanya Tejo.
"Iya, Iyem juga suka Tejo," kata Iyem dengan terus terang.
"Jadi, kita jadian," kata Tejo.
"Iya," kata Iyem.
Tejo pun senang, ya membawa Tukiyem menyeberang jalan menuju Tatang yang duduk di depan warungnya.
"Tatang, bener omongan kamu. Bahwa Iyem suka sama aku," kata Tejo.
"Kita ini bersahabat dari SMP, ya wajar aku mengerti kalian berdua. Aku ucapkan selamat hubungan kalian berdua," kata Tatang.
Tejo pun membawa Tukiyem jalan-jalan dengan motornya berkeliling kota Yogyakarta. Tatang, ya tetap di warungnya menunggu orang-orang yang belanja di warungnya dengan penuh kesabaran.
"Tatang, gimana penjualan hari ini?" tanya Tejo.
"Iya lumayan sih. Kadang pasang, kadang surut. Sesuai kebutuhan daya beli masyarakat di perhitungkan dari kebutuhannya," kata Tatang.
"Berarti sama aja dengan aku. Ya jualan juga di depan rumah," kata Tejo.
"Tumben kamu main ke sini?" tanya Tatang.
"Kaya gak tahu aku saja. Aku nunggu in Lastri lewat sini," kata Tejo.
"Lastri lagi...Lastri lagi. Di tolak berkali-kali tetap ngejar Lastri. Kaya tidak ada cewek lain aja," kata Tatang.
"Cinta matinya sama Lastri," kata Tejo.
"Cobalah cari cewek lain yang mau sama kamu," saran Tatang.
"Siapa yang mau dengan aku?" kata Tatang.
"Tukiyem, teman mu saat kamu duduk di bangku SMP...sekarang sudah jadi gadis yang cantik banget," kata Tatang.
"Tukiyem, pangkilan namanya Iyem setahu aku ia anak ya... gak banget gitu. Masa sekarang jadi cantik ya, kaya bermetamorfosis dari ulat jadi kupu-kupu yang cantik," kata Tejo.
"Ngapain aku bohong sih. Tuh lihat di seberang jalan anaknya," kata Tatang sambil menunjuk ke arah Tukiyem berdiri di pinggir jalan.
Tejo, ya mengucek-ngucek matanya untuk melihat Tukiyem di seberang jalan.
"Waaw...cantiknya," kata Tejo.
Tukiyem terpancarkan aura kecantikannya yang luar biasa. Lastri lewat situ bersama Dadang, cowok keren dan kaya...pacarnya Lastri. Tejo, ya mengabaikan Lastri, jadi menyeberang jalan untuk mendekati Tukiyem, ya tujuanya ngobrol gitu. Tatang cuma duduk saja di depan warung melihat ulah Tejo bersama Tukiyem di seberang jalan.
Lastri, ya melihat Tejo bersama cewek yang cantik....jadi kesel gitu.
"Kita putus," kata Lastri.
"Lastri, kenapa aku di putus in? Padahal kita baru jadian," kata Dadang.
"Bodok amat," kata Lastri.
Lastri pun berjalan cepat, ya Dadang mengejar Lastri karena cinta gitu. Tatang melihat Lastri bertengkar dengan pacarnya, jadinya...ya Tatang geleng-geleng kepala dan berkata "Cinta, ulahnya anak muda".
Tejo pun ngomong baik-baik dengan Tukiyem "Iyem, aku suka kamu".
Tukiyem terkejut omongan Tejo karena sekian lama tak berjumpa...Tejo langsung membuka hatinya untuk diri Tukiyem.
"Aku, merasa kamu, Tejo..mau mempermainkan aku," kata Tukiyem.
"Aduh, Kayanya aku salah ngomong. Blak-blakkan. Ok, aku minta maaf Iyem dengan pernyataan aku. Sebaik aku teman aja dengan kamu. Aku permisi....ya," kata Tejo.
Tejo pun bergerak mau menyeberang. Tukiyem terketuk hatinya karena Tejo mau menjauh, jadi segera di pegang tangan kanan Tejo dan berkata "Jangan pergi!".
"Maksudnya..ini Iyem?" tanya Tejo.
"Iya, Iyem juga suka Tejo," kata Iyem dengan terus terang.
"Jadi, kita jadian," kata Tejo.
"Iya," kata Iyem.
Tejo pun senang, ya membawa Tukiyem menyeberang jalan menuju Tatang yang duduk di depan warungnya.
"Tatang, bener omongan kamu. Bahwa Iyem suka sama aku," kata Tejo.
"Kita ini bersahabat dari SMP, ya wajar aku mengerti kalian berdua. Aku ucapkan selamat hubungan kalian berdua," kata Tatang.
Tejo pun membawa Tukiyem jalan-jalan dengan motornya berkeliling kota Yogyakarta. Tatang, ya tetap di warungnya menunggu orang-orang yang belanja di warungnya dengan penuh kesabaran.
Wednesday, May 13, 2020
PARA NINJA
Dodo menyelesaikan pekerjaannya di rumah, jadi ingin keluar rumah dengan naik motor....sekalian beli makan untuk buka puasa. Dodo, ya membawa motornya dengan baik di jalan Adi Cipto kota Surakarta. Sampai di rumah makan minang, ya Dodo memarkirkan motornya di depan rumah makan minang. Kebetulan ada Bejo di rumah makan minang, ya beli makan untuk buka puasa. Dodo memesan makan juga di rumah makan minang dan setelah itu duduk di sebelah Bejo.
"Apa kabar mu Bejo?" sapa Dodo.
"Baik," kata Bejo.
Dodo memperhatikan apa yang kerjain Bejo?! Ya ternyata baca berita lewat jaringan internet di Hp-nya.
"Bejo, apa tanggapan kamu berita yang kamu baca di Hp mu tentang kenaikan BPJS di saat para ninja berkeliaran di mana-mana masih menanggulangi pademi covid 19?" kata Dodo yang serius tapi bercanda.
Bejo pun terkejut mendengar omongan Dodo yaitu para ninja dan berkata "Mulai ngacok nie. Mana ada para ninja di masa penanggulangan covid 19?".
"Coba kamu lihat lagi pakaian APD tersebut, yang kelihatan cuma matanya!" kata Dodo.
Bejo pun langsung mengecek pakaian APD yang di gunakan lewat jaringan internet di Hp-nya.
"Iya, para ninja. Benar omongan Dodo," kata Bejo menegaskan omongan Dodo.
"Apalagi semua orang pake masker kalau keluar rumah, ya tinggal pake lambang ninja aja di keningnya....jadi lah para ninja berkeliaran di mana-mana kaya film kartun Naruto, ya berlanjut ke anaknya Boruto," kata Dodo.
"Iya juga ya. Kaya dunia ninja aja. Dunia ini sudah aneh. Oh Iya kamu nanya in tentang iuran BJPS naik? Kalau menurut aku sih ya berat sih di tengah keadaan yang tidak pasti ini. Tetap saja tidak boleh berpangku tangan dengan keadaan, ya terus berusaha sampai mampu lah," kata Bejo.
"Jadi tanggapannya berat toh. Ya kita cuma masyarakat kecil wajar bicara berat kalau terjadi kenaikan iuran BJPS. Kalau orang kaya, ya tidak," kata Dodo.
"Benar sekali," kata Bejo yang menegaskan omongan Dodo.
Makan yang di pesan pun telah jadi dan di berikan ke Dodo dan Bejo, jadi segera di bayar dengan uang pas. Bejo pun, ya balik ke rumahnya pake motornya, begitu juga dengan Dodo. Dengan santai Dodo membawa motornya di jalan Adi Cipto kota Surakarta. Terlihat Mimin di pinggir jalan, ya ingin pulang dan mencari ojek gitu. Kebetulan Dodo lewat situ, jadi nawarin Mimin untuk pulang bareng. Mimin menerima tawaran Dodo, jadi duduk di belakang motor, ya bocengan gitu.
Dodo membawa motor dengan baik sampai di rumahnya Mimin. Ya azan magrib terdengar, jadi waktunya buka puasa.
"Dodo buka puasa di rumah aku aja!" kata Mimin menawarkan.
"Iya, terima kasih tawarannya. Aku buka puasa di rumah aja," kata Dodo.
"Ok, masuk dulu ya. Asalamualaikum," kata Mimin.
"Waalaikumsalam," kata Dodo.
Mimin masuk rumahnya. Dodo minum air putih yang ia beli di rumah makan minang untuk membuka puasanya, ya setelah itu segera pulang ke rumah dengan membawa motornya dengan santai. Sampai di rumah, ya Dodo buka puasa yang sebenarnya dan setelah itu baru deh sholat magrib di rumah.
"Apa kabar mu Bejo?" sapa Dodo.
"Baik," kata Bejo.
Dodo memperhatikan apa yang kerjain Bejo?! Ya ternyata baca berita lewat jaringan internet di Hp-nya.
"Bejo, apa tanggapan kamu berita yang kamu baca di Hp mu tentang kenaikan BPJS di saat para ninja berkeliaran di mana-mana masih menanggulangi pademi covid 19?" kata Dodo yang serius tapi bercanda.
Bejo pun terkejut mendengar omongan Dodo yaitu para ninja dan berkata "Mulai ngacok nie. Mana ada para ninja di masa penanggulangan covid 19?".
"Coba kamu lihat lagi pakaian APD tersebut, yang kelihatan cuma matanya!" kata Dodo.
Bejo pun langsung mengecek pakaian APD yang di gunakan lewat jaringan internet di Hp-nya.
"Iya, para ninja. Benar omongan Dodo," kata Bejo menegaskan omongan Dodo.
"Apalagi semua orang pake masker kalau keluar rumah, ya tinggal pake lambang ninja aja di keningnya....jadi lah para ninja berkeliaran di mana-mana kaya film kartun Naruto, ya berlanjut ke anaknya Boruto," kata Dodo.
"Iya juga ya. Kaya dunia ninja aja. Dunia ini sudah aneh. Oh Iya kamu nanya in tentang iuran BJPS naik? Kalau menurut aku sih ya berat sih di tengah keadaan yang tidak pasti ini. Tetap saja tidak boleh berpangku tangan dengan keadaan, ya terus berusaha sampai mampu lah," kata Bejo.
"Jadi tanggapannya berat toh. Ya kita cuma masyarakat kecil wajar bicara berat kalau terjadi kenaikan iuran BJPS. Kalau orang kaya, ya tidak," kata Dodo.
"Benar sekali," kata Bejo yang menegaskan omongan Dodo.
Makan yang di pesan pun telah jadi dan di berikan ke Dodo dan Bejo, jadi segera di bayar dengan uang pas. Bejo pun, ya balik ke rumahnya pake motornya, begitu juga dengan Dodo. Dengan santai Dodo membawa motornya di jalan Adi Cipto kota Surakarta. Terlihat Mimin di pinggir jalan, ya ingin pulang dan mencari ojek gitu. Kebetulan Dodo lewat situ, jadi nawarin Mimin untuk pulang bareng. Mimin menerima tawaran Dodo, jadi duduk di belakang motor, ya bocengan gitu.
Dodo membawa motor dengan baik sampai di rumahnya Mimin. Ya azan magrib terdengar, jadi waktunya buka puasa.
"Dodo buka puasa di rumah aku aja!" kata Mimin menawarkan.
"Iya, terima kasih tawarannya. Aku buka puasa di rumah aja," kata Dodo.
"Ok, masuk dulu ya. Asalamualaikum," kata Mimin.
"Waalaikumsalam," kata Dodo.
Mimin masuk rumahnya. Dodo minum air putih yang ia beli di rumah makan minang untuk membuka puasanya, ya setelah itu segera pulang ke rumah dengan membawa motornya dengan santai. Sampai di rumah, ya Dodo buka puasa yang sebenarnya dan setelah itu baru deh sholat magrib di rumah.
Tuesday, May 12, 2020
JALAN SORE-SORE
Seusai sholat asar di rumah. Doni mengeluarkan sepedahnya dari rumah. Kasino, ya melihat Doni yang mau goes sepedahnya jadi memanggilnya "Doni, mau kemana?".
Doni tidak jadi menggoes sepedahnya untuk menjawab omonganya Kasno "Aku main sepedah. Keliling daerah sini aja".
"Hati-hati di jalan," kata Kasno.
"Iya," kata Doni.
Kasno pun mengerjakan kerjaan di dalam rumah. Doni, ya menggoes sepedahnya dengan senang hati di jalan Kali Sekretaris. Doni terus menggoes sepedahnya mendekati jalan yang melewati kali sampai di jalan Daan Mogot II, ya untuk menikmati keadaan lingkungan sekitar sampai menjelang berbuka puasa.
Terlihat penjual makan berbuka puasa di pinggir jalan. Doni, ya memberhentikan sepedahnya tepat di depan penjual makanan. Ternyata penjual makan tersebut temannya Doni, Bono.
"Bono, kamu jualan?" tanya Doni.
"Iyalah, demi bantu orang tua. Hasil lumayan. Apalagi di bulan Ramadhan ini," kata Bono.
"Aku beli makan yang kamu jual untuk buka puasa!" kata Doni.
"Ok, aku siapkan," kata Bono.
Bono pun memasukan makanan ke dalam plastik dan di berikan Doni. Segera Doni memberikan uangnya ke Bono dengan pas banget.
"Terima kasih Doni," kata Bono.
"Sama-sama," kata Doni.
Doni, ya segera menggoes sepedahnya. Bono pun terus menjual makan ke masyarakat sekitar yang ingin membeli makanan yang ia jual. Hari makin sore banget. Banyak orang-orang, ya pulang ke rumah masing-masing setelah beraktifitas di kantor di daerah sekitar sini. Doni pun sudah puas main sepedahnya, jadi segera pulang...ya melewati jalan yang menyeberang ke kali langsung menuju jalan Kali Sekretaris. Dengan cepat mengayuh sepedah....Doni. Terdengar suara adzan di kumandangkan dari mesjid.
Doni, ya sampai juga di rumah. Segera membawa sepedah di bawa masuk ke rumah.
"Aku puas jalan sore-sore dengan sepedah sampai buka puasa di rumah," kata Doni.
Sepedah pun di taruh di ruang tamu. Pintu di tutup. Kasno, John, Ayah dan Ibu di meja makan. Doni, ya menaruh makanan yang di belinya di meja makan. Berbukalah Doni minum air putih dan kurma, lalu berbenah diri di belakang. Ayah, Ibu, Kasno dan John ya berbuka puasa dengan makan yang di buat Kasno dan makan yang di beli Doni.
Doni selesai berbenah diri, ya sholat berjamah bersama keluarga di kamar yang di khususkan untuk sholat. Baru setelah itu Doni buka sebenarnya...menikmati makan yang ia beli dari Bono, teman baik Doni. Ayah dan Ibu nonton Tv di ruang tengah. Kasno, ya sibuk membaca buku kesukaannya di ruang tengah. John asik main game di Hp-nya.
Setelah makan, ya Doni pun baca buku di ruang tamu sampai waktu sholat isya dan tarawih.
Doni tidak jadi menggoes sepedahnya untuk menjawab omonganya Kasno "Aku main sepedah. Keliling daerah sini aja".
"Hati-hati di jalan," kata Kasno.
"Iya," kata Doni.
Kasno pun mengerjakan kerjaan di dalam rumah. Doni, ya menggoes sepedahnya dengan senang hati di jalan Kali Sekretaris. Doni terus menggoes sepedahnya mendekati jalan yang melewati kali sampai di jalan Daan Mogot II, ya untuk menikmati keadaan lingkungan sekitar sampai menjelang berbuka puasa.
Terlihat penjual makan berbuka puasa di pinggir jalan. Doni, ya memberhentikan sepedahnya tepat di depan penjual makanan. Ternyata penjual makan tersebut temannya Doni, Bono.
"Bono, kamu jualan?" tanya Doni.
"Iyalah, demi bantu orang tua. Hasil lumayan. Apalagi di bulan Ramadhan ini," kata Bono.
"Aku beli makan yang kamu jual untuk buka puasa!" kata Doni.
"Ok, aku siapkan," kata Bono.
Bono pun memasukan makanan ke dalam plastik dan di berikan Doni. Segera Doni memberikan uangnya ke Bono dengan pas banget.
"Terima kasih Doni," kata Bono.
"Sama-sama," kata Doni.
Doni, ya segera menggoes sepedahnya. Bono pun terus menjual makan ke masyarakat sekitar yang ingin membeli makanan yang ia jual. Hari makin sore banget. Banyak orang-orang, ya pulang ke rumah masing-masing setelah beraktifitas di kantor di daerah sekitar sini. Doni pun sudah puas main sepedahnya, jadi segera pulang...ya melewati jalan yang menyeberang ke kali langsung menuju jalan Kali Sekretaris. Dengan cepat mengayuh sepedah....Doni. Terdengar suara adzan di kumandangkan dari mesjid.
Doni, ya sampai juga di rumah. Segera membawa sepedah di bawa masuk ke rumah.
"Aku puas jalan sore-sore dengan sepedah sampai buka puasa di rumah," kata Doni.
Sepedah pun di taruh di ruang tamu. Pintu di tutup. Kasno, John, Ayah dan Ibu di meja makan. Doni, ya menaruh makanan yang di belinya di meja makan. Berbukalah Doni minum air putih dan kurma, lalu berbenah diri di belakang. Ayah, Ibu, Kasno dan John ya berbuka puasa dengan makan yang di buat Kasno dan makan yang di beli Doni.
Doni selesai berbenah diri, ya sholat berjamah bersama keluarga di kamar yang di khususkan untuk sholat. Baru setelah itu Doni buka sebenarnya...menikmati makan yang ia beli dari Bono, teman baik Doni. Ayah dan Ibu nonton Tv di ruang tengah. Kasno, ya sibuk membaca buku kesukaannya di ruang tengah. John asik main game di Hp-nya.
Setelah makan, ya Doni pun baca buku di ruang tamu sampai waktu sholat isya dan tarawih.
PENILAIAN
Dono, ya sedang asik mengetik di leptopnya di ruang tamu. Tiba-tiba Dono terhenti mengetiknya.
"Cewek di aniyaya cowoknya, kasihan juga karakter cewek ini. Tapi pembaca, akan iba dengan keadaan cewek ini, korban kekerasan dari cowok yang kasar. Pembaca pun akan benci dengan cowok kasar ini. Ok, jalan ceritanya seperti itu saja," kata Dono.
Dono, ya melanjutkan mengetik di leptopnya untuk menulis jalan cerita yang di buatnya. Selang berapa saat, ketika pun jadi dan Dono pun menyimpannya di leptopnya dengan baik. Dono beranjak dari duduknya di ruang tamu untuk ke kamar untuk menaruh leptop di kamar. Setelah leptop di taruh di meja belajar, ya Dono....duduk bersama Kasino dan Indro yang asik nonton Tv di ruang tengah.
"Drama Korea yang kalian berdua tonton?" tanya Dono.
"Abisnya...acara yang baru di tayangkan di TRANSTV, ya.... Drama Korea," kata Indro.
"Drama Korea, acara yang baru di tayangkan," Kasino yang menegaskan omongan Indro.
"Oh, begitu," kata Dono.
Dono pun dengan santai nonton drama Korea bersama Kasino dan Indro. Saat terjadi pertengkaran yang hebat di mana dua pemeran pria dan wanita menunjukkan aktingnya bagus untuk menghidupkan karakter yang di bawakan. Dono pun terkesima dengan baik.
"Ini yang aku mau. Bagus. Menunjukkan sifat-sifat dari manusia yang sebenarnya. Yang hebat ini adalah penulisnya, sutradara, aktor....ok. Semuanya hebat menghidupkan cerita di sebuah tontonan drama Korea yang bagus...untuk memuaskan penonton," penilaian Dono.
"Dono, menilainya segitunya. Padahal kalau aku biasa-biasa aja," kata Indro.
Kasino pun langsung membuka jaringan internet untuk membaca artikel dari drama Korea yang di tayangkan di TRANSTV. Dengan seksama Kasino membacanya dan berkata "Artikelnya yang di tulis berkenaan drama Korea ini, ya tidak jauh beda dengan Dono.....sih, tapi lebih sih".
"Namanya penilaian penulis dari sudut pandangan aku. Walau masih kalah dengan penulis artikel yang menceritakan tentang kebenaran dari drama Korea yang kita tonton," kata Dono.
"Bener juga omongan Dono, cuma sudut pandang saja dari sisi ini dan itu," kata Indro yang menegaskan omongan Dono.
"Ya, aku mengerti," kata Kasino.
Kasino, Dono dan Indro kembali asik nonton Tv drama Korea. Singkat waktu, selesai juga drama Korea dan ceritanya berlanjut gitu. Acara Tv, jadinya berita gitu.
"Aku mau main game ah," kata Kasino.
Kasino, ya beranjak dari duduknya bersama Dono dan Indro di ruang tengah....menuju ruang tamu untuk main game di Hp-nya.
"The World Of The Married, drama Korea....bagus sih...alur ceritanya. Esok aku nonton lagi," kata Indro.
"Oh, iya Indro makan untuk kita saur masih ada kan?" tanya.
"Ada, Kasino pulang kerja di beli in stok makan untuk kita. Jadi saur tidak ada masalah, ya tinggal di masak aja!" kata Indro.
"Siplah," kata Dono.
Indro, ya mengganti chanel TV untuk menonton acara Malam Malam di NETTV. Dono dan Indro, ya dengan asiknya nonton acara Tv yang bagus karena karakter pembawaan Surya, Dita dan Tora....ya menghidupkan acara Malam Malam....jadinya tidak bisa tidur.
Kasino, ya dengan santai main game di Hp-nya di ruang tamu. Sampai waktu pun membuat diri Kasino ngatuk, jadinya ya ke kamar untuk tidur. Dono, pun ngantuk juga dan acara Malam Malam di NETTV...sudah habits, jadi ke kamar untuk tidur. Indro yang masih belum tidur dan membuat kopi lagi tambah tidak bisa bisa tidur. Ya Indro asik nonton Tv. Suasana sekitar tenang banget.
"Cewek di aniyaya cowoknya, kasihan juga karakter cewek ini. Tapi pembaca, akan iba dengan keadaan cewek ini, korban kekerasan dari cowok yang kasar. Pembaca pun akan benci dengan cowok kasar ini. Ok, jalan ceritanya seperti itu saja," kata Dono.
Dono, ya melanjutkan mengetik di leptopnya untuk menulis jalan cerita yang di buatnya. Selang berapa saat, ketika pun jadi dan Dono pun menyimpannya di leptopnya dengan baik. Dono beranjak dari duduknya di ruang tamu untuk ke kamar untuk menaruh leptop di kamar. Setelah leptop di taruh di meja belajar, ya Dono....duduk bersama Kasino dan Indro yang asik nonton Tv di ruang tengah.
"Drama Korea yang kalian berdua tonton?" tanya Dono.
"Abisnya...acara yang baru di tayangkan di TRANSTV, ya.... Drama Korea," kata Indro.
"Drama Korea, acara yang baru di tayangkan," Kasino yang menegaskan omongan Indro.
"Oh, begitu," kata Dono.
Dono pun dengan santai nonton drama Korea bersama Kasino dan Indro. Saat terjadi pertengkaran yang hebat di mana dua pemeran pria dan wanita menunjukkan aktingnya bagus untuk menghidupkan karakter yang di bawakan. Dono pun terkesima dengan baik.
"Ini yang aku mau. Bagus. Menunjukkan sifat-sifat dari manusia yang sebenarnya. Yang hebat ini adalah penulisnya, sutradara, aktor....ok. Semuanya hebat menghidupkan cerita di sebuah tontonan drama Korea yang bagus...untuk memuaskan penonton," penilaian Dono.
"Dono, menilainya segitunya. Padahal kalau aku biasa-biasa aja," kata Indro.
Kasino pun langsung membuka jaringan internet untuk membaca artikel dari drama Korea yang di tayangkan di TRANSTV. Dengan seksama Kasino membacanya dan berkata "Artikelnya yang di tulis berkenaan drama Korea ini, ya tidak jauh beda dengan Dono.....sih, tapi lebih sih".
"Namanya penilaian penulis dari sudut pandangan aku. Walau masih kalah dengan penulis artikel yang menceritakan tentang kebenaran dari drama Korea yang kita tonton," kata Dono.
"Bener juga omongan Dono, cuma sudut pandang saja dari sisi ini dan itu," kata Indro yang menegaskan omongan Dono.
"Ya, aku mengerti," kata Kasino.
Kasino, Dono dan Indro kembali asik nonton Tv drama Korea. Singkat waktu, selesai juga drama Korea dan ceritanya berlanjut gitu. Acara Tv, jadinya berita gitu.
"Aku mau main game ah," kata Kasino.
Kasino, ya beranjak dari duduknya bersama Dono dan Indro di ruang tengah....menuju ruang tamu untuk main game di Hp-nya.
"The World Of The Married, drama Korea....bagus sih...alur ceritanya. Esok aku nonton lagi," kata Indro.
"Oh, iya Indro makan untuk kita saur masih ada kan?" tanya.
"Ada, Kasino pulang kerja di beli in stok makan untuk kita. Jadi saur tidak ada masalah, ya tinggal di masak aja!" kata Indro.
"Siplah," kata Dono.
Indro, ya mengganti chanel TV untuk menonton acara Malam Malam di NETTV. Dono dan Indro, ya dengan asiknya nonton acara Tv yang bagus karena karakter pembawaan Surya, Dita dan Tora....ya menghidupkan acara Malam Malam....jadinya tidak bisa tidur.
Kasino, ya dengan santai main game di Hp-nya di ruang tamu. Sampai waktu pun membuat diri Kasino ngatuk, jadinya ya ke kamar untuk tidur. Dono, pun ngantuk juga dan acara Malam Malam di NETTV...sudah habits, jadi ke kamar untuk tidur. Indro yang masih belum tidur dan membuat kopi lagi tambah tidak bisa bisa tidur. Ya Indro asik nonton Tv. Suasana sekitar tenang banget.
Monday, May 11, 2020
REALITA KEHIDUPAN
Erwin keluar dari rumah sakit Abdul Moeloek. Di pinggir jalan Erwin, ya menggunakan Hpnya untuk memesan ojek online. Tahu-tahu Desta yang kerjaannya bawa mobil Angkot, ya berhenti karena melihat Erwin di pinggir jalan.
"Bang," panggilan Desta dari dalam mobil angkot.
"Desta, ya Abang naik," kata Erwin.
Erwin tidak jadi memesan ojek online lewat Hpnya. Masuklah Erwin ke dalam mobil angkot, ya duduk di depan bersama Desta. Mobil pun di jalanan dengan baik oleh Desta.
"Abang, siapa yang sakit?" tanya Desta yang ingin tahu aja.
"Teman," kata Erwin.
"Teman apa teman?" kata Desta yang bercanda.
"Temanlah," kata Erwin dengan tegas.
"Teman toh," kata Desta.
Mobil, ya terus di bawa dengan baik oleh Desta. Saat penumpang di mobil angkot pun berkata "Bang, minggir di jalan pisang...ya!".
"Ok, saut Desta sebagai sopir angkot yang baik.
Mobil angkot pun berhenti tepat di gang pisang. Turunlah penumpang mobil angkot dengan membayar ke Desta, ya sopir mobil angkot dengan Rp 4000.
Desta pun mengucap "Terima kasih".
Penumpang mobil angkot yang turun dari mobil diam dan berjalan masuk gang pisang. Desta, ya jojong aja...dan segera membawa mobil angkot dengan baik.
"Desta, penghasilan mu sebagai sopir mobil angkot...gimana hari ini?" tanya Erwin.
"Ya, lumayan lah Bang. Pasang surut air laut nama juga hidup di kota Bandar Lampung, di lihat dari jumlah penumpang yang naik mobil ini," penjelasan Desta.
"Relatif," kata Erwin.
"Benar... Bang. Relatif," kata Desta yang menegaskan omongan Erwin.
Mobil angkot di bawa Desta dengan baik, terus berjalan di jalanan Dr Sam Ratulangi. Sam. Sampai di gang onta, ya Desta meminggirkan mobil angkotnya.
"Bang turun aja, gak usah bayar," kata Desta.
"Ya, terima kasih Desta atas tumpangannya," kata Erwin.
"Iya, Bang," kata Desta.
Erwin, ya keluar dari mobil angkot. Desta, ya segera membawa mobil angkotnya dengan baik. Erwin pun menyeberang jalan menuju jalan masuk gang onta. Sampai di rumah, ya Erwin berbenah diri baru deh duduk di ruang tamu untuk santai.
Lisa, ya istrinya Erwin baru pulang dari mengajar di SD 5 Gedong Air dan mengucap salam untuk masuk rumah "Asalamualaikum".
"Waalaikumsalam," jawab Erwin.
Lisa masuk rumah dan melihat Erwin, ya suami.
"Abang, gimana keadaan Andika yang di rawat di rumah sakit?" tanya Lisa.
"Sudah baikkan," kata Erwin.
"Sudah baikkan..toh," kata Lisa.
Lisa, ya berbenah diri baru setelah itu membuatkan kopi untuk Erwin, ya suami tercinta. Kopi di taruh di meja ruang tamu. Erwin ya segera meminum kopi buatan Lisa, istri tercinta. Lisa, ya biasalah beres-beres rumah. Erwin, ya pindah duduk ke ruang tengah untuk nonton Tv.
Di ruang tengah Erwin nonton Tv, ya berita seputar masalah ini dan itu.
"Gejala sosialnya masih di pengaruhi keadaan ekonomi dan kesehatan," kata Erwin.
Erwin pun terus menonton dengan asik. Lisa pun selesai beres ini dan itu, ya nonton Tv menemani Erwin, suami tersayang. Tetap saja, Lisa mengganti chenel Tv untuk nonton sinetron kesukaannya. Erwin membiarkan mau Lisa. Jadi keduanya nonton Tv dengan asik di dalam rumah. Yahya, ya bertamu ke rumah Erwin dan menguap salam di rumah Erwin "Asalamualaikum".
Erwin pun menjawabnya dengan suara keras "Waalaikumsalam", ya Erwin sambil bergerak ke ruang tamu dan membuka pintu.
"Yahya, ayo masuk!" kata Erwin.
"Iya," kata Yahya.
Yahya masuk ke dalam rumah Erwin dan segera duduk, ya Erwin sebagai tuan rumah duduk juga.
"Ada angin apa kamu main ke rumah aku?" tanya Erwin.
"Sebenarnya aku terus terang aja sih Erwin. Karena aku butuh uang, jadi aku ingin menawarkan kamu motor aku. Dijual gitu," kata Yahya.
"Jual motor toh. Mau kamu beri harga berapa motor mu itu?" kata Erwin.
"Ya, harga barang bisa sesuai dengan negosasi," kata Yahya.
"Oh, begitu," kata Erwin
Erwin pun mulai nego harga yang baik dengan Yahya. Karena memang Erwin butuh motor juga dan juga punya uang tabungan yang cukup, jadi....deh membeli motornya Yahya. Ya, Yahya berterima kasih pada Erwin, karena uang dari penjualan motor untuk biaya berobat anaknya yang sedang di rawat di rumah sakit Abdul Moeloek.
Erwin pun, ya keluar rumah bersama Yahya, ya berjalan menuju atm terdekat di minimarket. Uang telah selesai di ambil oleh Erwin di atm dan serahkan ke Yahya. Setelah itu, baru deh Yahya menyerah Kan motornya ke Erwin. Yahya yang senang dapet uang dari penjualan moyor, ya segera ke rumah sakit Abdul Moeloek untuk membayar biaya berobat anaknya yang sakit.
Erwin, ya duduk di ruang tamu sambil melihat motor yang ia beli dari Yahya.
"Demi anak, motor kesayangan pindah tangan ke aku. Yahya, Ayah yang baik," kata Erwin.
Erwin pun bangun dari duduknya menutup pintu rumahnya. Terdengar suara azan dari mesjid, ya segera Erwin bergerak ke belakang untuk mengambil wudu untuk sholat magrib di rumah bersama istri tercinta.
"Bang," panggilan Desta dari dalam mobil angkot.
"Desta, ya Abang naik," kata Erwin.
Erwin tidak jadi memesan ojek online lewat Hpnya. Masuklah Erwin ke dalam mobil angkot, ya duduk di depan bersama Desta. Mobil pun di jalanan dengan baik oleh Desta.
"Abang, siapa yang sakit?" tanya Desta yang ingin tahu aja.
"Teman," kata Erwin.
"Teman apa teman?" kata Desta yang bercanda.
"Temanlah," kata Erwin dengan tegas.
"Teman toh," kata Desta.
Mobil, ya terus di bawa dengan baik oleh Desta. Saat penumpang di mobil angkot pun berkata "Bang, minggir di jalan pisang...ya!".
"Ok, saut Desta sebagai sopir angkot yang baik.
Mobil angkot pun berhenti tepat di gang pisang. Turunlah penumpang mobil angkot dengan membayar ke Desta, ya sopir mobil angkot dengan Rp 4000.
Desta pun mengucap "Terima kasih".
Penumpang mobil angkot yang turun dari mobil diam dan berjalan masuk gang pisang. Desta, ya jojong aja...dan segera membawa mobil angkot dengan baik.
"Desta, penghasilan mu sebagai sopir mobil angkot...gimana hari ini?" tanya Erwin.
"Ya, lumayan lah Bang. Pasang surut air laut nama juga hidup di kota Bandar Lampung, di lihat dari jumlah penumpang yang naik mobil ini," penjelasan Desta.
"Relatif," kata Erwin.
"Benar... Bang. Relatif," kata Desta yang menegaskan omongan Erwin.
Mobil angkot di bawa Desta dengan baik, terus berjalan di jalanan Dr Sam Ratulangi. Sam. Sampai di gang onta, ya Desta meminggirkan mobil angkotnya.
"Bang turun aja, gak usah bayar," kata Desta.
"Ya, terima kasih Desta atas tumpangannya," kata Erwin.
"Iya, Bang," kata Desta.
Erwin, ya keluar dari mobil angkot. Desta, ya segera membawa mobil angkotnya dengan baik. Erwin pun menyeberang jalan menuju jalan masuk gang onta. Sampai di rumah, ya Erwin berbenah diri baru deh duduk di ruang tamu untuk santai.
Lisa, ya istrinya Erwin baru pulang dari mengajar di SD 5 Gedong Air dan mengucap salam untuk masuk rumah "Asalamualaikum".
"Waalaikumsalam," jawab Erwin.
Lisa masuk rumah dan melihat Erwin, ya suami.
"Abang, gimana keadaan Andika yang di rawat di rumah sakit?" tanya Lisa.
"Sudah baikkan," kata Erwin.
"Sudah baikkan..toh," kata Lisa.
Lisa, ya berbenah diri baru setelah itu membuatkan kopi untuk Erwin, ya suami tercinta. Kopi di taruh di meja ruang tamu. Erwin ya segera meminum kopi buatan Lisa, istri tercinta. Lisa, ya biasalah beres-beres rumah. Erwin, ya pindah duduk ke ruang tengah untuk nonton Tv.
Di ruang tengah Erwin nonton Tv, ya berita seputar masalah ini dan itu.
"Gejala sosialnya masih di pengaruhi keadaan ekonomi dan kesehatan," kata Erwin.
Erwin pun terus menonton dengan asik. Lisa pun selesai beres ini dan itu, ya nonton Tv menemani Erwin, suami tersayang. Tetap saja, Lisa mengganti chenel Tv untuk nonton sinetron kesukaannya. Erwin membiarkan mau Lisa. Jadi keduanya nonton Tv dengan asik di dalam rumah. Yahya, ya bertamu ke rumah Erwin dan menguap salam di rumah Erwin "Asalamualaikum".
Erwin pun menjawabnya dengan suara keras "Waalaikumsalam", ya Erwin sambil bergerak ke ruang tamu dan membuka pintu.
"Yahya, ayo masuk!" kata Erwin.
"Iya," kata Yahya.
Yahya masuk ke dalam rumah Erwin dan segera duduk, ya Erwin sebagai tuan rumah duduk juga.
"Ada angin apa kamu main ke rumah aku?" tanya Erwin.
"Sebenarnya aku terus terang aja sih Erwin. Karena aku butuh uang, jadi aku ingin menawarkan kamu motor aku. Dijual gitu," kata Yahya.
"Jual motor toh. Mau kamu beri harga berapa motor mu itu?" kata Erwin.
"Ya, harga barang bisa sesuai dengan negosasi," kata Yahya.
"Oh, begitu," kata Erwin
Erwin pun mulai nego harga yang baik dengan Yahya. Karena memang Erwin butuh motor juga dan juga punya uang tabungan yang cukup, jadi....deh membeli motornya Yahya. Ya, Yahya berterima kasih pada Erwin, karena uang dari penjualan motor untuk biaya berobat anaknya yang sedang di rawat di rumah sakit Abdul Moeloek.
Erwin pun, ya keluar rumah bersama Yahya, ya berjalan menuju atm terdekat di minimarket. Uang telah selesai di ambil oleh Erwin di atm dan serahkan ke Yahya. Setelah itu, baru deh Yahya menyerah Kan motornya ke Erwin. Yahya yang senang dapet uang dari penjualan moyor, ya segera ke rumah sakit Abdul Moeloek untuk membayar biaya berobat anaknya yang sakit.
Erwin, ya duduk di ruang tamu sambil melihat motor yang ia beli dari Yahya.
"Demi anak, motor kesayangan pindah tangan ke aku. Yahya, Ayah yang baik," kata Erwin.
Erwin pun bangun dari duduknya menutup pintu rumahnya. Terdengar suara azan dari mesjid, ya segera Erwin bergerak ke belakang untuk mengambil wudu untuk sholat magrib di rumah bersama istri tercinta.
Friday, May 8, 2020
PRO & KONTRA
Dono sedang asik mengetik di leptop di ruang tamu. Indro, ya baru selesai urusan kerjaan sama Teguh jadi segera pulang ke rumah. Sampai di rumah Indro mengucap salam "Asalamualaikum".
Dono menghentikan mengetiknya dileptop dan berkata untuk menjawab salamnya Indro "Waalaikumsalam".
Indro, ya duduk di ruang tamu dan melihat barang-barang di ruang tamu dan bertanyalah ke Dono "Don, barang sebanyak ini untuk apa, sembako?".
"Barang-barang ini, sembako ini di titipin oleh Yunus di sini untuk nunggu waktunya di bagikan warga yang membutuhkan," penjelasan Dono.
"Yunus, pengurus mesjid..kan," kata Indro.
"Iya," kata Dono.
"Jadi, zakat warga sini dong," kata Indro.
"Iya," kata Dono.
"Bagus, bagus. Don, gimana tanggapan kamu dengan sembako yang di tolak warga alias di balik kan lagi ke orang memberi sodakoh, iya berita sih yang kontrafersi?" kata Indro.
"Berita itu. Tentang sembako yang di tolak... ya. Cuma berita ini dan itu untuk menaikan renting tontonan saja. Tapi dunia kenyataan kita sih, ya agak kecewa sih kalau niat sodakoh itu di tolak," kata Dono.
"Kecewa. Seharus di terima aja niat baik itu. Sudahlah cuma pemberitaan yang ini dan itu tujuan ya kontrafersi," kata Indro.
Indro pun beranjak dari duduk dari ruang tamu ke belakang untuk berbenah diri. Dono, ya melanjutkan kerjaannya mengetik di leptopnya. Setelah berbenah diri, ya Indro....nonton Tv di ruang tengah dengan asik banget.
Kasino, ya baru selesai urusannya main ke rumah selfi...jadi pulang ke rumah. Sampai di rumah, Kasino menguap Salam masuk rumah "Asalamualaikum".
Dono berhenti mengetik di leptopnya dan berkata untuk menjawab salamnya Kasino, "Waalaikumsalam".
Kasino pun duduk di ruang tamu dan melihat barang-barang di ruang tamu, sembako dan bertanya ke Dono "Don, kamu beli barang ini semua ini, banyak lagi untuk apa? Dagang!".
"Ini barang bukan aku beli. Ini titipan Yunus pengurus mesjid. Mau di bagikan ke warga yang membutuhkan. Hasil dari zakat warga sekitar sini," penjelasan Dono.
"Oh, begitu. Kirain...kamu mau dagang. Oh Don, apa tanggapan kamu denga prank sodakoh, ya sampah..berita gitu?" kata Kasino.
"Kalau itu sih tidak perlu di bahas. Tidak ada gunanya," kata Dono.
"Bener juga tidak gunanya. Bisa benar, bisa juga setingan, sengaja di buat...nilai konyol-konyolan aja. Oh, ya Don gimana dengan kelanjutan penanggulangan virus corona, ya berita?" kata Kasino.
"Virus corona ini, program kerja. Kita ikuti anjuran ini dan itu alias pro, jadinya jalan ceritanya lanjut sesuai prosedur kerja yang telah di jadwalkan. Kalau di kontra in, malah kita nanti di salahkan melawan sistem kerja yang di buat dan di tanggulangi pemerintan pusat dan daerah. Ribet," penjelasan Dono.
"Ribet toh. Kalau tentang masalah sodakoh sembako yang ini dan itunya...kontrafersi di pemberitaan, gimana Don?" kata Kasino.
"Tadi sih di bahas sama Indro. Jawabnya dua ajalah pro dan kontra," kata Dono.
"Pro dan kontra. Kalau pro, ya ikut permainannya. Kalau kontra, ya menolak permainannya karena memang bikin kecewa berdasarkan data temuan di masyarakat," kata Kasino.
"Tepat sekali," kata Dono yang menegaskan omongan Kasino.
Kasino pun beranjak dari duduknya di ruang tamu, ya ke belakang untuk berbenah diri. Dono kembali mengetik di leptopnya. Saat di ruang tengah di mana Indro yang lagi asik nonton Tv, tentang seorang pemuda membeli barang ke mini market dengan menunggangi sapi...jadi Kasino pun berkata "Lucu dan unik. Ini tontonan yang bagus".
"Iya, Kasino. Lucu dan unik, pemuda menunggangi sapi untuk membeli barang di mini market," kata Indro.
Kasino pun, ya ke belakang untuk berbenah diri. Indro, ya tetap menonton Tv dengan penuh keasikan. Setelah berbenah diri, ya Kasino pun duduk di ruang tengah untuk nonton Tv. Dono pun selesai mengetik dan di simpannya dengan baik hasil kerjaannya baru deh main game catur di leptop.
Dono menghentikan mengetiknya dileptop dan berkata untuk menjawab salamnya Indro "Waalaikumsalam".
Indro, ya duduk di ruang tamu dan melihat barang-barang di ruang tamu dan bertanyalah ke Dono "Don, barang sebanyak ini untuk apa, sembako?".
"Barang-barang ini, sembako ini di titipin oleh Yunus di sini untuk nunggu waktunya di bagikan warga yang membutuhkan," penjelasan Dono.
"Yunus, pengurus mesjid..kan," kata Indro.
"Iya," kata Dono.
"Jadi, zakat warga sini dong," kata Indro.
"Iya," kata Dono.
"Bagus, bagus. Don, gimana tanggapan kamu dengan sembako yang di tolak warga alias di balik kan lagi ke orang memberi sodakoh, iya berita sih yang kontrafersi?" kata Indro.
"Berita itu. Tentang sembako yang di tolak... ya. Cuma berita ini dan itu untuk menaikan renting tontonan saja. Tapi dunia kenyataan kita sih, ya agak kecewa sih kalau niat sodakoh itu di tolak," kata Dono.
"Kecewa. Seharus di terima aja niat baik itu. Sudahlah cuma pemberitaan yang ini dan itu tujuan ya kontrafersi," kata Indro.
Indro pun beranjak dari duduk dari ruang tamu ke belakang untuk berbenah diri. Dono, ya melanjutkan kerjaannya mengetik di leptopnya. Setelah berbenah diri, ya Indro....nonton Tv di ruang tengah dengan asik banget.
Kasino, ya baru selesai urusannya main ke rumah selfi...jadi pulang ke rumah. Sampai di rumah, Kasino menguap Salam masuk rumah "Asalamualaikum".
Dono berhenti mengetik di leptopnya dan berkata untuk menjawab salamnya Kasino, "Waalaikumsalam".
Kasino pun duduk di ruang tamu dan melihat barang-barang di ruang tamu, sembako dan bertanya ke Dono "Don, kamu beli barang ini semua ini, banyak lagi untuk apa? Dagang!".
"Ini barang bukan aku beli. Ini titipan Yunus pengurus mesjid. Mau di bagikan ke warga yang membutuhkan. Hasil dari zakat warga sekitar sini," penjelasan Dono.
"Oh, begitu. Kirain...kamu mau dagang. Oh Don, apa tanggapan kamu denga prank sodakoh, ya sampah..berita gitu?" kata Kasino.
"Kalau itu sih tidak perlu di bahas. Tidak ada gunanya," kata Dono.
"Bener juga tidak gunanya. Bisa benar, bisa juga setingan, sengaja di buat...nilai konyol-konyolan aja. Oh, ya Don gimana dengan kelanjutan penanggulangan virus corona, ya berita?" kata Kasino.
"Virus corona ini, program kerja. Kita ikuti anjuran ini dan itu alias pro, jadinya jalan ceritanya lanjut sesuai prosedur kerja yang telah di jadwalkan. Kalau di kontra in, malah kita nanti di salahkan melawan sistem kerja yang di buat dan di tanggulangi pemerintan pusat dan daerah. Ribet," penjelasan Dono.
"Ribet toh. Kalau tentang masalah sodakoh sembako yang ini dan itunya...kontrafersi di pemberitaan, gimana Don?" kata Kasino.
"Tadi sih di bahas sama Indro. Jawabnya dua ajalah pro dan kontra," kata Dono.
"Pro dan kontra. Kalau pro, ya ikut permainannya. Kalau kontra, ya menolak permainannya karena memang bikin kecewa berdasarkan data temuan di masyarakat," kata Kasino.
"Tepat sekali," kata Dono yang menegaskan omongan Kasino.
Kasino pun beranjak dari duduknya di ruang tamu, ya ke belakang untuk berbenah diri. Dono kembali mengetik di leptopnya. Saat di ruang tengah di mana Indro yang lagi asik nonton Tv, tentang seorang pemuda membeli barang ke mini market dengan menunggangi sapi...jadi Kasino pun berkata "Lucu dan unik. Ini tontonan yang bagus".
"Iya, Kasino. Lucu dan unik, pemuda menunggangi sapi untuk membeli barang di mini market," kata Indro.
Kasino pun, ya ke belakang untuk berbenah diri. Indro, ya tetap menonton Tv dengan penuh keasikan. Setelah berbenah diri, ya Kasino pun duduk di ruang tengah untuk nonton Tv. Dono pun selesai mengetik dan di simpannya dengan baik hasil kerjaannya baru deh main game catur di leptop.
Saturday, May 2, 2020
LIBURAN
Ada sebuah patung kecil, ya mirip patung budha....di letakkan di lantai teras rumah. Dono mengambil patung budha di lantai di teras rumah.
"Siapa yang menaruh patung budha di sini?" kata Dono.
Dono mencari orang yang menaruh patung di lantai di teras rumah. Ternyata keadaan sepi banget.
"Jangan-jangan ulah Indro dan Kasino. Tanya dulu ah!" kata Dono.
Dono pun masuk rumah dan menutup pintu. Payung pun di taruh di meja sana Dono, ya Dono kembali baca buku lagi. Kasino menyelesaikan urusannya di belakang ngurus tanaman di pot jadi istirahatlah, ya langsung ke ruang tamu. Indro yang menyelesaikan urusan kerjaannya di kamarnya, ya keluar dari kamarnya dan duduk di ruang tamu.
Kasino dan Indro duduk di ruang tamu. Kasino, ya melihat patung budha di atas meja dan juga Indro.
"Don, patung budha ini punya kamu?" tanya Kasino sambil memegang patung budha tersebut.
Dono menghentikan baca bukunya dan berkata "Bukan sih. Tapi Sebenarnya aku ingin bertanya pada kalian berdua tentang patung budha yang aku temukan di teras rumah, ya tergeletak di lantai!"
"Jadi bukan milik Dono. Di temukan di teras depan rumah. Ya Sebenarnya juga ini bukan milik aku dan juga aneh juga di taruh di lantai di teras rumah...ini patung kaya tidak ada kerjaan aja mengerjai orang," kata Kasino.
"Patung budha di pegang Kasino, bukan aku pemiliknya. Males koleksi patuh budha itu, orang aku orang Islam bukan orang budha," kata Indro.
Kasino menaruh patung di meja.
"Jadi siapa pemilik patung budha ini?" kata Dono dengan penuh tanda tanya.
Tiba-tiba terjadi suatu yang aneh sekali pada Dono, Kasino dan Indro, ya tiba-tiba ada di candi Borobudur, ya duduk di can di sih.
"Don, Kasino....kita dimana?" kata Indro yang panik dengan keadaan.
"Iya, ini di mana ya?" kata Kasino.
"Kita berada di mana ya? Padahal tadi di rumah?" kata Dono.
Ketiganya melihat keadaannya lingkungan sekitar dan akhirnya ketiganya berkata bersamaan "Kita di atas candi Borobudur".
Karena senang berada di atas candi Borobudur, ya Dono, Kasino dan Indro menikmati keadaan dengan sepuasnya. Dono yang puas melihat Candi Borobudur, ya duduk lah. Kasino dan Indro mengikuti Dono, ya duduk.
"Kasino, Indro....ternyata kaya hidup lebih berarti ya kalau keluar dari rumah," kata Dono.
"Iya, hidup ini harus di nikmati," kata Kasino.
"Rasa hidup melihat keindahan, kalau di lihat dari candi Borobudur yang kita dudukkin," kata Indro.
"Semenjak wabah virus corona, jarang kita jalan-jalan. Kita harus mengikuti anjuran sistem kerja pemerintahan harus di rumah aja agar tidak terkena virus conona," kata Dono.
"Bener omongan Don. Gara-Gara virus corona, tidak bisa main ke mana-mana," kata Kasino menegasin omongan Dono.
"Iya, Gara-Gara virus corona...jadi jarang jalan ke sana ke sini. Entah sampai kapan wabah ini virus corona ini selesai?" kata Indro.
"Karena kita sudah di atas candi Borobudur, ya nikmatin aja keadaan ini," kata Dono.
"Nikmatin aja," kata Kasino dan Indro bersamaan.
Ketiganya pun sepakat, jadi terus menikmati keadaan dengan berjalan-jalan di sekitar area candi Borobudur sampai Ketiganya kecapeaan gitu karena Ketiganya lagi menjalankan puasa ramadhan jadi tiduran di candi Borobudur untuk menghilangkan rasa capek, haus dan lapar. Ya pada akhirnya ketiganya ketiduran.
***
"Dono, bangun Don... waktunya buka puasa, sebentar lagi adzan magrib," kata Kasino.
"Iya, waktunya buka puasa," jawab Dono sambil bangun tidur di sofa di ruang tamu.
Dono pun jadi bingung dengan keadaan dirinya.
"Kok aku di rumah. Aku berada di candi Borobudur," kata Dono.
Kasino, ya bingung aja denger omongan Dono yang merasa dirinya berada di candi Borobudur.
"Astagfirullahaladzim. Aku mimpi. Ini pasti gara-gara aku aku baca buku sejarah tentang candi Borobudur yang berada di Magelang, Jawa Tengah," kata Dono.
Kasino melihat buku sejarah tentang candi Borobudur di sofa dan berkata "Ya... mimpilah Don, kamu berada di candi Borobudur".
"Hanya mimpi. Ayo, kita buka puasa!" kata Dono.
"Emm," kata Kasino.
Kasino bersama Dono, ya ke ruang makan untuk berbuka puasa dan Indro, ya sudah ada di ruang makan. Selembar foto Dono, Kasino dan Indro, ya berada di candi Borobudur terselip di buku sejarah tentang candi Borobudur. Adzan magrib di kumandangkan dari mesjid. Dono, Kasino dan Indro mendengarkan suara Adzan dari mesjid ke rumah, setelah itu langsung deh berbuka puasa.
Friday, May 1, 2020
BROWNIES
Indro di dapur membuat kue sampai jadi kue brownies. Kue pun di taruh di meja makan. Kasino selesai urusannya membuat program kerja, ya keluar kamar. Saat di ruang makan dan melihat kue di atas meja, Kasino ingin memakan kue tersebut.
Kue sudah di depan mulut Kasino. Indro pun melihat ulah Kasino dan berkata "Kasino, apa kamu ini tidak puasa?".
"Astagfirullahaladzim, aku lupa," kata Kasino.
Kue pun di taruh di meja.
"Untung kamu ingetin aku, kalau enggak aku sudah batal," kata Kasino.
"Iya," kata Indro.
Kasino pun beranjak dari ruang makan ke ruang tamu, di mana ada Dono yang asik mengetik di leptopnya. Dono pun selesai juga mengetiknya dan menyimpan tulisan dengan baik, baru leptop di matikan. Kasino pun main game di Hp-nya. Dono, ya membaca artikel-artikel berita yang menarik di Hp-nya. Indro yang sibuk membuat kue brownies sudah selesai dan menyimpannya di tempat baik untuk di makan saat berbuka puasa.
Indro pun duduk bersama Dono dan Kasino di ruang tamu. Dono pun menghentikan baca artikel di Hp-nya.
"Indro sudah selesai membuat kuenya?" kata Dono.
"Udah," kata Indro.
Kasino pun menghentikan main game di Hp-nya dan berkata "Tumben Indro buat kue brownies, ada moment apa kamu membuat kue brownies?".
"Iya, Indro...moment apa kamu membuat kue brownies?" kata Dono, ya menegaskan omongan Kasino.
"Moment kenapa aku membuat brownies? Sebenarnya karena aku pernah di berikan kue buatan Saskia, ya kue brownies...jadi aku ingin mencoba membuatnya," penjelasan Indro.
"Cieeee...jadi gara-gara kue buatan Saskia. Iya deh cewek mu Indro perhatian sama kamu," kata Kasino.
"Ya..namanya punya kekasih hati, wajarkan saling memberi dan di beri untuk kelanggengan hubungan," kata Indro.
"Kalau aku inget-inget yang sering ngirim aku kue adalah Wulan, tapi Wulan sudah tidak ada...ya tidak ada lagi yang ngirim kue," kata Dono.
"Iya bener Don, yang sering kirim kue... Wulan," kata Kasino.
"Iya...sering banget kalau Wulan kirim kue, aku inget banget. Tapi kalau Rara tidak pernah kirim kue, kenapa Don?" kata Indro.
"Karena eeee karena, Rara tidak pandai bikin kue. Cuma bisa beli kue, katanya praktis tidak capek," kata Dono.
"Dua gadis di cintai. Sifatnya pun beda jauh. Kaya bumi dan langit," kata Kasino.
"Tapikan yang satu tiada dan yang satu pengganti cinta," penjelasan Indro.
"Iya, aku tahu. Tapi kalau Wulan hidup, jadinya kan. Dua orang yang mencintai Dono. Berarti keberuntungan Dono dalam urusan cinta," menerangkan Kasino.
"Omongan kalian berdua benar semua. Yang menjalankan aku. Membagi cinta itu sulit karena harus mengerti keduanya, terkadang aku memilih jalan lain agar tidak timbul perselisihan....aku hanya diam saja," kata Dono.
"Pilih yang baik. Diam. Pada akhirnya semuanya jadi...diam juga," kata Kasino menegaskan omongan Dono.
"Kalau, aku sih...lebih baik pilih jalan ke tiga, jadinya dua cinta kan cemburuan gitu. Aku senang di cemburuin dua cinta...padahal yang ketiga bohongan," kata Indro.
"Maunya Indro biarin aja. Kalau kenyataan satu cinta aja, susah dihadapi Indro," kata Dono.
"Kalau di ingin masalah percintaan Indro, Iya juga. Indro susah menghadapi Saskia kalau marah karena ulah Indro," kata Kasino membuka persoalan Indro masa lalu.
"Inget aja masa lalu hubungan aku. Sudahlah ngobrolnya aku mau nonton Tv," kata Indro.
"Iya," kata Dono dan Indro bersamaan.
Indro beranjak dari ruang tamu ke ruang tengah dan segera menghidupkan nonton Tv untuk menonton acara TV yang bagus banget.
"Don, zaman sekarang nonton Tv bisa di rumah, kalau zaman dulu....nonton Tv di rumah orang kaya yang punya Tv..kan," kata Kasino.
"Iya, aku sering zaman dulu...nonton Tv di rumah orang kaya, teman aku. Zaman sekarang, ya di rumah," kata Dono menegaskan omongan Kasino.
"Beda banget hidup zaman dulu dan zaman sekarang. Sampai nonton Tv aja bisa pake Hp yang aku pegang ini. Teknologi...bener-bener berkembang pesat. Dulu aku...miskin tidak punya Tv dan sekarang aku punya di pegang aku," kata Kasino.
"Waktu juga yang menjawabnya. Kita bisa menikmati hidup sama seperti orang kaya duluan, kaya teman aku...kaya dari bayi," kata Dono.
"Lebih baik aku main game lagi, menikmati hidup ini," kata Kasino.
"Iya," saut Dono.
Kasino pun main game di Hp-nya. Dono, ya membaca artikel-artikel yang menarik dari Hp-nya. Suasana keadaan di rumah berjalan seperti apa adanya?! Walau ada tetangga depan rumah yang menyetel musik..cukup keras suaranya tujuanya menikmati keadaan dirinya yang lagi santai....jadi semua tetangga mendengarkan musik tersebut, ya dangdut.
Kue sudah di depan mulut Kasino. Indro pun melihat ulah Kasino dan berkata "Kasino, apa kamu ini tidak puasa?".
"Astagfirullahaladzim, aku lupa," kata Kasino.
Kue pun di taruh di meja.
"Untung kamu ingetin aku, kalau enggak aku sudah batal," kata Kasino.
"Iya," kata Indro.
Kasino pun beranjak dari ruang makan ke ruang tamu, di mana ada Dono yang asik mengetik di leptopnya. Dono pun selesai juga mengetiknya dan menyimpan tulisan dengan baik, baru leptop di matikan. Kasino pun main game di Hp-nya. Dono, ya membaca artikel-artikel berita yang menarik di Hp-nya. Indro yang sibuk membuat kue brownies sudah selesai dan menyimpannya di tempat baik untuk di makan saat berbuka puasa.
Indro pun duduk bersama Dono dan Kasino di ruang tamu. Dono pun menghentikan baca artikel di Hp-nya.
"Indro sudah selesai membuat kuenya?" kata Dono.
"Udah," kata Indro.
Kasino pun menghentikan main game di Hp-nya dan berkata "Tumben Indro buat kue brownies, ada moment apa kamu membuat kue brownies?".
"Iya, Indro...moment apa kamu membuat kue brownies?" kata Dono, ya menegaskan omongan Kasino.
"Moment kenapa aku membuat brownies? Sebenarnya karena aku pernah di berikan kue buatan Saskia, ya kue brownies...jadi aku ingin mencoba membuatnya," penjelasan Indro.
"Cieeee...jadi gara-gara kue buatan Saskia. Iya deh cewek mu Indro perhatian sama kamu," kata Kasino.
"Ya..namanya punya kekasih hati, wajarkan saling memberi dan di beri untuk kelanggengan hubungan," kata Indro.
"Kalau aku inget-inget yang sering ngirim aku kue adalah Wulan, tapi Wulan sudah tidak ada...ya tidak ada lagi yang ngirim kue," kata Dono.
"Iya bener Don, yang sering kirim kue... Wulan," kata Kasino.
"Iya...sering banget kalau Wulan kirim kue, aku inget banget. Tapi kalau Rara tidak pernah kirim kue, kenapa Don?" kata Indro.
"Karena eeee karena, Rara tidak pandai bikin kue. Cuma bisa beli kue, katanya praktis tidak capek," kata Dono.
"Dua gadis di cintai. Sifatnya pun beda jauh. Kaya bumi dan langit," kata Kasino.
"Tapikan yang satu tiada dan yang satu pengganti cinta," penjelasan Indro.
"Iya, aku tahu. Tapi kalau Wulan hidup, jadinya kan. Dua orang yang mencintai Dono. Berarti keberuntungan Dono dalam urusan cinta," menerangkan Kasino.
"Omongan kalian berdua benar semua. Yang menjalankan aku. Membagi cinta itu sulit karena harus mengerti keduanya, terkadang aku memilih jalan lain agar tidak timbul perselisihan....aku hanya diam saja," kata Dono.
"Pilih yang baik. Diam. Pada akhirnya semuanya jadi...diam juga," kata Kasino menegaskan omongan Dono.
"Kalau, aku sih...lebih baik pilih jalan ke tiga, jadinya dua cinta kan cemburuan gitu. Aku senang di cemburuin dua cinta...padahal yang ketiga bohongan," kata Indro.
"Maunya Indro biarin aja. Kalau kenyataan satu cinta aja, susah dihadapi Indro," kata Dono.
"Kalau di ingin masalah percintaan Indro, Iya juga. Indro susah menghadapi Saskia kalau marah karena ulah Indro," kata Kasino membuka persoalan Indro masa lalu.
"Inget aja masa lalu hubungan aku. Sudahlah ngobrolnya aku mau nonton Tv," kata Indro.
"Iya," kata Dono dan Indro bersamaan.
Indro beranjak dari ruang tamu ke ruang tengah dan segera menghidupkan nonton Tv untuk menonton acara TV yang bagus banget.
"Don, zaman sekarang nonton Tv bisa di rumah, kalau zaman dulu....nonton Tv di rumah orang kaya yang punya Tv..kan," kata Kasino.
"Iya, aku sering zaman dulu...nonton Tv di rumah orang kaya, teman aku. Zaman sekarang, ya di rumah," kata Dono menegaskan omongan Kasino.
"Beda banget hidup zaman dulu dan zaman sekarang. Sampai nonton Tv aja bisa pake Hp yang aku pegang ini. Teknologi...bener-bener berkembang pesat. Dulu aku...miskin tidak punya Tv dan sekarang aku punya di pegang aku," kata Kasino.
"Waktu juga yang menjawabnya. Kita bisa menikmati hidup sama seperti orang kaya duluan, kaya teman aku...kaya dari bayi," kata Dono.
"Lebih baik aku main game lagi, menikmati hidup ini," kata Kasino.
"Iya," saut Dono.
Kasino pun main game di Hp-nya. Dono, ya membaca artikel-artikel yang menarik dari Hp-nya. Suasana keadaan di rumah berjalan seperti apa adanya?! Walau ada tetangga depan rumah yang menyetel musik..cukup keras suaranya tujuanya menikmati keadaan dirinya yang lagi santai....jadi semua tetangga mendengarkan musik tersebut, ya dangdut.
Thursday, April 30, 2020
RUMPI
Dono sedang asik duduk di halaman belakang sambil baca artikel ini dan itu yang menarik isinya, dari Hp-nya Dono. Kasino, ya sedang ngurusin tanaman potnya. Indro, ya baca komik di salah satu situs di jaringan internet pake Hp.
Tiba-tiba Indro bersin....bersin.
"Indro, kamu sakit," kata Dono.
"Kayanya sakit aku flu," kata Indro.
"Sakit flu atau kah kena virus corona," kata Dono yang niat bercanda.
"Flu aja. Bukan terkena virus corona. Ini semua karena keadaan lingkungan yang dingin aja. Abis ujan malem kemarin, ya paginya...ya sekarang sih jadi lembab gitu suhu udaranya," kata Indro menjelaskan.
"Oh, begitu," kata Dono.
"Indro minum obat biar cepat sembuh!" kata Kasino yang lantang, ya sambil ngurus pot di tanaman.
"Iya. Eeeee. Aku puasa. Nanti saat buka puasa," kata Indro.
"Kalau begitu, ya kamu pake masker aja. Agar tidak menularin kami dan juga untuk mengurangi dari alergi kamu dengan udara dingin," saran Dono.
"Ya aku terima saran mu Dono," kata Indro.
Indro pun mengambil masker di kamar dan segera di pakai, setelah itu kembali duduk di halaman belakang lagi bersama teman-teman.
"Kalau kamu sudah masker...jadinya aman Indro, untuk kamu dan untuk kami," kata Dono.
"Iya, aku paham," kata Indro.
Indro, ya asik baca komik di Hp-nya. Kasino pun selesai juga membereskan kerjaan hobynya...ya tanaman di pot dan duduk bersama teman-teman.
"Hari ini hari liburan?" tanya Kasino.
"Iya, tanggal merah...hari buruh," kata Dono.
"Oh, begitu," kata Kasino.
Kasino pun membuka jaringan You Tobe di Hp-nya untuk menonton vidio yang menarik gitu. Dono pun membaca tentang PSBB yang di jalanan di Jawa Timur, maka itu berkata "Kasino dan Indro, apa tanggapan kalian berdua dengan PSBB yang di laksanakan di Jawa Timur", sambil Dono menunjukkan artikel yang di baca ya di Hp-nya ke Kasino dan Indro.
"Bagus-bagus aja sih pelaksanaan PSBB di Jawa Timur, Walau ada masalah ini dan itu, tetap di evaluasi..kan dengan baik," kata Indro.
"Kalau tanggapan aku sih, sama dengan Indro," kata Kasino.
"Jadi, bagus-bagus aja. PSBB di laksanakan di Jawa Timur," kata Dono.
Dono pun kembali baca lagi artikel di Hp-nya. Kasino, ya tertawa dengan tontonan lawakan di You Tobe. Indro, ya tidak terpengaruh dengan tertawa Kasino karena Indro sibuk baca komik yang menarik banget di Hp-nya. Dono juga tidak terpengaruh juga dengan tertawa Kasino yang menonton lawak di You Tobe, karena Dono baca artikel yang menarik di Hp-nya.
Setelah ketiganya puas dengan keinginan masing-masing. Mulailah membuka aplikasi baca AL Qur'an di Hp masing-masing. Jadi Dono, Kasino dan Indro...ya baca AL Qur'an dari Hp...masing-masing. Sampai waktunya sholat di hari jum'at...jadinya ketiganya sholat di rumah karena mengikuti anjuran dari sistem kerja pemerintahan untuk menyelamatkan umat manusia agar tidak terjangkit virus corona dan juga memutus mata rantai dari penyebaran virus corona.
MENCARI MUSUH
Rey bersama Lita menuju tempat musuh yang bersembunyi, karena itu berkat informasinya King. Dengan mengendari kuda terbang alias pegasus menuju tempat yang di tuju.
Tiba-tiba rocket menuju Rey dan Lita. Segera di tembak Rey dengan senapan untuk menghancurkan roket yang mengarah ke mereka berdua. Tembak an Rey jitu banget mengenai roket jadinya hancur tuh roket.
Rey dan Lita pun turun dari pegasus dan bersembunyi dari balik batu. Lita pun menggunakan bola-bola mata-mata dan juga sistem komputer di tangannya. Bola-bola pun terbang menuju asalnya roket di tembakan. Lita pun melihat lewat komputer di tangannya, ternyata di ketahui benar keberadaan musuh. Rey dan Lita mulai berlari menuju tempat musuh tersebut.
Lalu Rey menggunakan teknik bayangan ya untuk mendekati tempat musuh, tapi ternyata jebakan...jadi bayangan Rey terkena ranjau. Musuh pun menembak ke arahnya Lita dengan tembakan beruntung. Lita menggunakan tameng di bawanya untuk tidak terkena peluru dan akhirnya Lita bersembunyi di balik batu, ya selamat gitu.
Rey pun mau menyerang musuh, tahu-tahu di seorang dari langit dengan sebuah pedang. Rey, ya menahan serangan musuh dengan tamengnya.
"Siapa kamu?" tanya Rey.
"Black si penghancur," katanya.
Rey mencabut pedang ada di tameng dan menyerang Black. Pertarungan sengit antara keduanya. Rey kalah sampai tersungkur ke tanah. Lita pun menembak ke Black, tapi di tangkis semua tembakan tersebut dengan perisai energi.
Black pun memanggil kekuatannya, ya dateng gitu. Kekuatan tersebut may di gunakan menghancurkan Rey dan Lita. Loli dan Ambar, ya dateng ke kuilnya Naga petir untuk meminta bantuan. Naga petir pun mengabulkan permintaan Loli dan Ambar. Jadi Naga petir pun menembakan petir dari kuil dan di arahkan di langit dan langsung menuju Black.
Black menghindari serangan petir yang turun dari langit.
"Ulah Naga petir," kata Black.
Black pun pergi dari tempat tersebut karena tidak ingin terkena serangan petir. Naga petir dengan kekuatan petir turun dari langit pun menghancurkan senjata roket yang bersembunyi di balik gunung. Rey dan Lita, ya naik pegasus menuju kuil Naga. Sampai di kuil. Rey dan Lita berterima kasih pada Naga petir yang telah menolong dalam pertarungan dengan Black.
Tiba-tiba rocket menuju Rey dan Lita. Segera di tembak Rey dengan senapan untuk menghancurkan roket yang mengarah ke mereka berdua. Tembak an Rey jitu banget mengenai roket jadinya hancur tuh roket.
Rey dan Lita pun turun dari pegasus dan bersembunyi dari balik batu. Lita pun menggunakan bola-bola mata-mata dan juga sistem komputer di tangannya. Bola-bola pun terbang menuju asalnya roket di tembakan. Lita pun melihat lewat komputer di tangannya, ternyata di ketahui benar keberadaan musuh. Rey dan Lita mulai berlari menuju tempat musuh tersebut.
Lalu Rey menggunakan teknik bayangan ya untuk mendekati tempat musuh, tapi ternyata jebakan...jadi bayangan Rey terkena ranjau. Musuh pun menembak ke arahnya Lita dengan tembakan beruntung. Lita menggunakan tameng di bawanya untuk tidak terkena peluru dan akhirnya Lita bersembunyi di balik batu, ya selamat gitu.
Rey pun mau menyerang musuh, tahu-tahu di seorang dari langit dengan sebuah pedang. Rey, ya menahan serangan musuh dengan tamengnya.
"Siapa kamu?" tanya Rey.
"Black si penghancur," katanya.
Rey mencabut pedang ada di tameng dan menyerang Black. Pertarungan sengit antara keduanya. Rey kalah sampai tersungkur ke tanah. Lita pun menembak ke Black, tapi di tangkis semua tembakan tersebut dengan perisai energi.
Black pun memanggil kekuatannya, ya dateng gitu. Kekuatan tersebut may di gunakan menghancurkan Rey dan Lita. Loli dan Ambar, ya dateng ke kuilnya Naga petir untuk meminta bantuan. Naga petir pun mengabulkan permintaan Loli dan Ambar. Jadi Naga petir pun menembakan petir dari kuil dan di arahkan di langit dan langsung menuju Black.
Black menghindari serangan petir yang turun dari langit.
"Ulah Naga petir," kata Black.
Black pun pergi dari tempat tersebut karena tidak ingin terkena serangan petir. Naga petir dengan kekuatan petir turun dari langit pun menghancurkan senjata roket yang bersembunyi di balik gunung. Rey dan Lita, ya naik pegasus menuju kuil Naga. Sampai di kuil. Rey dan Lita berterima kasih pada Naga petir yang telah menolong dalam pertarungan dengan Black.
BERBAGI MAKANAN
Sabila bermain dengan Ningsih dan Santi di depan rumah Santi, tepatnya di teras rumahnya...ya main rumah-rumahan. Permainan rumah-rumahan berjalan dengan baik sekali. Sampai waktu, ya sore... menjelang magrib.
"Teman-teman main rumah-rumahanya. Kita akhir saja karena mau buka puasa," kata Sabila.
"Iya, aku juga mau buka puasa sama Ayah dan Ibu," kata Ningsih.
"Iya, aku juga," kata Santi.
Ketiganya, ya bubaran. Santi, ya masuk rumahnya dan menutup pintu rumahnya. Ningsih berjalan bersama dengan Sabila menuju rumah mereka masing-masing. Sampai di rumah Ningsih, ya Sabila pun terus jalan menuju rumahnya sedangkan Ningsih masuk ke rumahnya.
Saat di pinggiran toko yang tutup ada dua anak kecil yang kelihatan lusuh banget, ya duduk di depan toko. Sabila iba dengan keadaan dua anak tersebut dan ingin menolongnya. Kebetulan sekali Om Dono lewat situ. Sabila pun segera mendatangi Om Dono.
"Om, Sabila minta uang," katanya.
Dono terkejut omongan Sabila dan berkata "Tumben minta uang sama Om?".
"Sabila ingin nolong dua anak yang kelaparan di sana, dekat toko yang tutup," alasan Sabila.
"Untuk nolong orang. Baiklah. Om ada sih rezeki yang lebih," kata Dono sambil mengeluarkan uang dari dompet dan di berikan ke Sabila.
"Terima kasih Om," kata Sabila.
"Iya, Oh Iya cepet pulang Sabila, ya..bentar lagi buka puasa. Ayah dan Ibu nunggu di rumah!" kata Dono.
"Iya.... Om," kata Sabila.
Dono pun meninggalkan Sabila, ya mau buka puasa di rumah. Sabila pun membeli makan ke kedai makan Ibu Minah untuk membeli makan dua bungkus beserta minumnya. Ibu Minah pun menyiapkan pesanan Sabila dengan baik dan setelah jadi.....ya Sabila pun membayarnya dengan uang pas.
Segera Sabila membawa makan dan minuman untuk di sodakohkan kepada dua anak yang duduk di depan toko.
"Terima kasih," kata dua anak secara bersamaan.
"Iya, sama-sama," kata Sabila.
Sabila pun meninggalkan tempat tersebut dengan berjalan cepat. Sampai di rumah. Adzan magrib pun di kumandangkan dari mesjid.
"Alhamdulilah. Puasa ku hari ini pol," ucap syukur Sabila.
Sabila pun masuk rumah untuk berbuka puasa bersama Ayah dan Ibu.
Wednesday, April 29, 2020
UNTUK AYAH
Geby belajar memasak sama Ibunya, Gisel. Geby senang sekali di bimbing Ibu. Masakkan buatan Geby telah matang dan Ibu mencicipinya.
"Enak masakkan buatan Geby. Anak Ibu yang pintar," kata Ibu, Gisel.
"Terima kasih Ibu. Ayah belum pulang juga. Padahal Geby masakkan untuk Ayah juga," kata Geby.
"Tunggu sebentar lagi ya nak. Ayah pasti pulang," kata Ibu.
"Iya, Ibu," kata Geby.
Geby pun menunggu Ayah pulang, sampai Geby ke tiduran di sofa. Makanan yang di buat Geby di bereskan Ibu dan di masukkan ke kulkas, kalau mau makan di panaskan saja.
Ayah, Gading pun sampai di rumah setelah urusan kerjaannya sudah selesai.
"Aku pulang," kata Ayah, Gading.
"Iya," saut Ibu, Gisel.
Gading duduk di sofa melihat anaknya, Geby tidur dengan pulasnya.
"Anak Ayah yang cantik," kata Gading.
"Ayah pulangnya telat. Geby nunggu in Ayah untuk mencobaain Masakkan buatan Geby," kata Gisel.
"Iya. Ayah salah, pulangnya telat. Masalahnya banyak kerjaan," kata Gading.
Gading pun menggendong Geby yang tidur di sofa, ya di pindah untuk tidur di kamarnya. Geby pun tidur di kasurnya di selimuti. Gading pun mencium kening anaknya.
"Selamat malam Geby. Anak Ayah yang cantik," kata Gading.
Ayah pun mau keluar dari kamar Geby. Ternyata Geby terbangun dari tidurnya dan berkata "Ayah".
Ayah pun berkata juga "Iya, Geby ada apa?".
"Selamat malam Ayah," kata Geby.
"Selamat malam juga," kata Ayah, Gading.
Geby pun tidur. Ayah keluar dari kamar anaknya. Ayah pun berbenah diri. Ibu menghangatkan makanan yang di buat Geby. Ayah pun makan masakkan buatan Geby, anak tersayang dan di temannin istri ya tercinta Gisel.
"Enak..masakan buatan Geby. Ibu, kamu pintar mengajar kan Geby...pandai memasak," pujian Ayah, Gading.
"Terima kasih Ayah," kata Ibu, Gisel.
Ayah terus menikmati makan buatan anaknya...sampai kenyang. Setelah itu istirahat karena hari sudah larut malam. Esok paginya. Geby bangun pagi-pagi. Bersama Ibu, Geby memasak untuk Ayah. Ayah sudah siap berangkat kerja.
Di ruang makan. Ayah duduk menyantap makan buatan Geby yang enak banget. Geby pun senang melihat menikmati makanan buatan Geby. Selesai sarapan. Ibu memberikan kotak berisi makan buatan Geby, untuk Ayah. Ya Ayah pun membawa kotak makan tersebut dan pergi ke kantor.
Geby pun di antara Ibu ke sekolah. Saat di kantor. Gading menaruh kotak makan di atas meja. Anwar masuk ruangan Gading dan melihat kotak makan di atas meja.
"Gading, bawa bekal makan...kaya anak TK...aja!" kata Anwar.
"Bekal makan itu buatan Geby," kata Gading.
"Geby sudah pinter masak toh sampai buat bekal makanan untuk Ayahnya. Aku ingin punya anak, kaya Geby," kata Anwar.
"Nikah dulu Anwar, baru punya anak, " kata Gading.
"Iya, aku tahu!" kata Anwar.
Anwar yang penasaran pun membuka kotak makan.
"Tengok Gading...ada pesannya makanan ini di susun rapih dan bertulis 'Love'," kata Anwar.
Gading pun melihatnya dan "Gisel, istri dan Ibu yang baik mendidik...Geby dengan baik," kata Gading.
Anwar ingin mencobain bekal makan buatan Gaby dengan mohon sama Gading, ya di bolehkan sih.
"Emm...Enak...makan ini. Gisel pinter jadi istri dan Ibu yang baik karena mendidik Geby...sampai bisa membuat makanan yang enak ini," pujian Anwar.
"Ya," saut Gading.
Anwar pun menutup kotak makan, karena ada urusan kerjaan. Gading dan Anwar pun segera rapat dengan teman kerja yang lainnya. Setelah urusan selesai baru deh Gading menyantap bekal makan buatan Geby yang enak banget...banget.
"Enak masakkan buatan Geby. Anak Ibu yang pintar," kata Ibu, Gisel.
"Terima kasih Ibu. Ayah belum pulang juga. Padahal Geby masakkan untuk Ayah juga," kata Geby.
"Tunggu sebentar lagi ya nak. Ayah pasti pulang," kata Ibu.
"Iya, Ibu," kata Geby.
Geby pun menunggu Ayah pulang, sampai Geby ke tiduran di sofa. Makanan yang di buat Geby di bereskan Ibu dan di masukkan ke kulkas, kalau mau makan di panaskan saja.
Ayah, Gading pun sampai di rumah setelah urusan kerjaannya sudah selesai.
"Aku pulang," kata Ayah, Gading.
"Iya," saut Ibu, Gisel.
Gading duduk di sofa melihat anaknya, Geby tidur dengan pulasnya.
"Anak Ayah yang cantik," kata Gading.
"Ayah pulangnya telat. Geby nunggu in Ayah untuk mencobaain Masakkan buatan Geby," kata Gisel.
"Iya. Ayah salah, pulangnya telat. Masalahnya banyak kerjaan," kata Gading.
Gading pun menggendong Geby yang tidur di sofa, ya di pindah untuk tidur di kamarnya. Geby pun tidur di kasurnya di selimuti. Gading pun mencium kening anaknya.
"Selamat malam Geby. Anak Ayah yang cantik," kata Gading.
Ayah pun mau keluar dari kamar Geby. Ternyata Geby terbangun dari tidurnya dan berkata "Ayah".
Ayah pun berkata juga "Iya, Geby ada apa?".
"Selamat malam Ayah," kata Geby.
"Selamat malam juga," kata Ayah, Gading.
Geby pun tidur. Ayah keluar dari kamar anaknya. Ayah pun berbenah diri. Ibu menghangatkan makanan yang di buat Geby. Ayah pun makan masakkan buatan Geby, anak tersayang dan di temannin istri ya tercinta Gisel.
"Enak..masakan buatan Geby. Ibu, kamu pintar mengajar kan Geby...pandai memasak," pujian Ayah, Gading.
"Terima kasih Ayah," kata Ibu, Gisel.
Ayah terus menikmati makan buatan anaknya...sampai kenyang. Setelah itu istirahat karena hari sudah larut malam. Esok paginya. Geby bangun pagi-pagi. Bersama Ibu, Geby memasak untuk Ayah. Ayah sudah siap berangkat kerja.
Di ruang makan. Ayah duduk menyantap makan buatan Geby yang enak banget. Geby pun senang melihat menikmati makanan buatan Geby. Selesai sarapan. Ibu memberikan kotak berisi makan buatan Geby, untuk Ayah. Ya Ayah pun membawa kotak makan tersebut dan pergi ke kantor.
Geby pun di antara Ibu ke sekolah. Saat di kantor. Gading menaruh kotak makan di atas meja. Anwar masuk ruangan Gading dan melihat kotak makan di atas meja.
"Gading, bawa bekal makan...kaya anak TK...aja!" kata Anwar.
"Bekal makan itu buatan Geby," kata Gading.
"Geby sudah pinter masak toh sampai buat bekal makanan untuk Ayahnya. Aku ingin punya anak, kaya Geby," kata Anwar.
"Nikah dulu Anwar, baru punya anak, " kata Gading.
"Iya, aku tahu!" kata Anwar.
Anwar yang penasaran pun membuka kotak makan.
"Tengok Gading...ada pesannya makanan ini di susun rapih dan bertulis 'Love'," kata Anwar.
Gading pun melihatnya dan "Gisel, istri dan Ibu yang baik mendidik...Geby dengan baik," kata Gading.
Anwar ingin mencobain bekal makan buatan Gaby dengan mohon sama Gading, ya di bolehkan sih.
"Emm...Enak...makan ini. Gisel pinter jadi istri dan Ibu yang baik karena mendidik Geby...sampai bisa membuat makanan yang enak ini," pujian Anwar.
"Ya," saut Gading.
Anwar pun menutup kotak makan, karena ada urusan kerjaan. Gading dan Anwar pun segera rapat dengan teman kerja yang lainnya. Setelah urusan selesai baru deh Gading menyantap bekal makan buatan Geby yang enak banget...banget.
NONTON & MAIN
Hamid keluar dari rumah dan berjalan ke rumahnya Anwar. Sampai di rumah Anwar.
"Asalamualaikum," salamnya Hamid.
"Waalaikumsalam," jawab Anwar sambil membuka pintu.
Terlihat Hamid dan berkatalah Anwar "Masuk Hamid!".
"Iya," kata Hamid.
Hamid masuk rumah Anwar. Keduanya segera ke dalam rumah sampai duduk di ruang tengah.
"Sepi amat keadaan rumah?" tanya Hamid.
"Ayah dan Ibu ada urusan jadi aku...jaga rumah," kata Anwar.
"Oh, begitu," kata Hamid.
"Kita nonton Tv aja ya!" kata Anwar.
"Iya, nonton Tv aja. Tapi nonton acara Tv apa?" kata Hamid.
"Nonton..film kartun Upin Ipin...yang aku sukai," kata Anwar.
"Ok, nonton film kartun Upin Ipin. Aku juga suka," kata Hamid.
Tv pun di hidupkan pake remot di tangannya Anwar. Muncullah film kartun Upin Ipin. Anwar dan Hamid menonton Tv dengan tenang banget sampai film kartun Upin Ipin pun selesai dan Tv di matikan oleh Anwar pake remot.
"Film kartunnya bagus," pujian Hamid.
"Iya. Gimana kita main ular tangga!" kata Anwar.
"Ular tangga. Ayo kita mainkan!" kata Hamid.
Keduanya sepakat, ya main ular tangga untuk siapa yang memulai duluan? Keduanya suit dan yang menang Hamid, jadi Hamid pun mengocok dadu duluan, baru deh Anwar. Permain ular tangga antara Hamid dan Anwar berjalan dengan seru banget.....sampai akhir yang menang adalah Anwar. Hamid pun melihat jam diding rumahnya Anwar ternyata jam menunjukkan setengah enam, jadi Hamid pamit pulang ke Anwar karena hari sudah menjelang magrib dan juga mau buka puasa. Anwar mempersilakan Hamid pulang. Sepuluh langkah Hamid melangkahkan kakinya dari rumah Anwar. Hamid berpapasan dengan orang tua Anwar dan berkata "Om, Tante".
"Iya," jawab bersama Ayah dan Ibunya Awnar.
Ayah dan Ibu Anwar, ya segera masuk rumahnya dan pintu di tutup. Hamid pun bergegas pulang untuk buka bersama dengan orang tuanya di rumahnya.
Tuesday, April 28, 2020
BISA DI BILANG PAHLAWAN
"Lolo," panggilan Bolu.
Lolo pun melihat orang yang memanggilnya.
"Bolu," katanya.
Lolo pun duduk di samping Bolu dan juga menghentikan nonton vidio di Hp-nya.
"Ngapain kamu di sini, Lolo?" tanya Bolu.
"Aku ke sini sih. Abis jenguk teman yang sakit," kata Lolo.
"Oh, begitu," kata Bolu.
"Sedangkan kamu di sini?" kata Lolo.
"Ya, lagi nemanin saudara yang di rawat di sini," kata Bolu.
"Oh, begitu," kata Lolo.
"Ngomong-ngomong apa yang kamu tonton di Hp...kamu, Lolo?" tanya Bolu.
"Aku nonton para dokter, perawat dan relawan...untuk menolong orang-orang yang terkena virus corona...agar di usahakan sembuh. Kalau di bilang sih mereka adalah pahlawan...yang menolong orang yang sakit. Bagaimana pendapatmu?" kata Lolo.
"Ya...kalau maunya di bilang pahlawan sih memang benar sih. Tujuanya nolong orang yang lagi sakit dan di usahakan untuk sembuh," kata Bolu.
"Bener, mereka pahlawan. Kaya Kamen Rider Ex-Aid...tokohnya sih seorang dokter gitu," kata Lolo.
"Aku....nonton tuh Kamen Rider Ex-Aid, jadi tokohnya memang seorang dokter yang menolong orang yang terjangkit virus game," kata Bolu.
"Udah dulu ngobrolnya. Kita sambung lain waktu..aku masih ada urusan yang lain," kata Lolo.
"Iya, silakan," kata Bolu.
Lolo pun beranjak dari duduk bersama Bolu, ya segera berjalan ke luar dari rumah sakit. Bolu pun beranjak juga dari duduknya, ya berjalan menuju ruangan di mana saudara Bolu di rawat.
"Pelayanan rumah sakit ini bagus," celoteh Bolu.
Bolu pun menutup pintu dan segera melihat saudaranya terbaring di kasur dan pake infus lagi.
NIAT NOLONG & SODAKOH
Dono duduk di ruang tamu, ya baca AL Qur'an dengan baik. Indro baru pulang dari urusan kerjaannya begitu juga Kasino, ya keduanya beres-beres diri...baru duduk bersama Dono di ruang tamu. Dono pun menghentikan baca AL Qur'an dan AL Qur'an pun di taruh di meja.
"Don, kok berhenti baca AL Qur'an-nya?" tanya Indro.
"Istirahatlah baca AL Qur'an," kata Dono.
"Oh, begitu...," kata Indro.
Indro dan Kasino, ya melihat satu kotak di atas meja.
"Don, kotak apa di atas meja?" tanya Indro.
Kasino sudah memegang kotak tersebut.
"Kotak itu berisi baju muslim untuk cewek," kata Dono.
Kasino membuka kotak itu untuk memastikan omongan Dono. Ternyata baju muslim untuk cewek dan juga masih baru dan Kasino berkata "Untuk siapa baju muslim ini?".
"Untuk...Rara," kata Dono.
"Oooo...untuk Rara toh," kata Kasino dan Indro bersamaan.
Dono ingin nonton Tv, jadi beranjak dari duduk dari ruang tamu.
"Tunggu...Don, niat kamu memberikan baju muslim ini untuk apa? Jangan-jangan kamu punya masalah dengan Rara jadi minta maafnya dengan memberikan hadiah baju muslim," kata Indro yang kepo banget.
Dono pun duduk kembali di tempat duduknya dan berkata "Niat aku nolong dan sodakoh. Sebenarnya sih aku tidak ingin membeli baju muslim itu, tapi demi menolong teman yang mengalami penurunan penjualan dengan gejala ini dan itu. Jadi aku belilah baju muslim untuk diri ku ada di taruh di kamar dan satu lagi, ya untuk Rara," kata Dono.
"Oh, niatnya nolong dan sodakoh toh. Bener juga pemikiran Dono. Jika ada orang yang mengalami kesulitan dalam hal urusan dagang...apalagi sampai hampir bangrut. Jadi lebih baik aku membeli barang orang tersebut agar usaha dagangnya tidak bangrut dan mengalami kenaikan penjualan," kata Indro.
"Berarti sama dengan orang-orang yang bersodakoh di publikasikan di Tv. Apa pendapat kalian berdua?" kata Kasino.
"Sama sih kedudukannya," kata Indro.
"Iya sama. Malahan lebih baik untuk nolong orang miskin yang membutuhkan. Harapan ku sebenarnya, jika seratus orang kaya membeli barang untuk menolong orang yang kesulitan kaya teman ku...usahanya penurunan penjualan dan hampir bangrut. Maka teman ku tidak akan bangrut dari usahanya," kata Dono.
"Seratus orang yang kaya beli barang di temannya Dono. Bener Don...kalau aku itung dengan baik...ya bisa tertolong temanmu," kata Kasino.
"Aku pikir baik-baik omongan kalian berdua.., ia bisa tertolong," kata Indro.
"Benerkan omongan aku. Maksud dari omongan ku ini ada tujuannya. Jika perbandingan masalah ini satu dan menjadi seratus dan juga seribu....maka kelipatan pembelian barangnya luar biasa kan. Gejala ini terjadi di ekonomi Indonesia.....maka pentingnya membeli barang apa pun demi membantu diri, keluarga, bangsa dan negara...untuk menolong orang yang mengalami gejala penurunan penjualan. Kuncinya hanya satu....bagi yang punya uang, baik orang biasa-biasa sampai orang kaya beli barang yang di sukai...jadilah peningkatan pertumbuhan ekonomi," kata Dono.
"Berarti sama aja dengan omongan Pak Joko Widodo, pentingnya daya beli masyarakat baik proses ekonomi tradisional dan moderen," kata Kasino.
"Daya beli masyarakat. Betul...betul," kata Indro yang menegaskan omongan kedua temannya.
"Pentingnya.....niat nolong dan sodakoh," kata Dono menegaskan semuanya.
"Seratus persen bener Dono," kata Indro yang mengacungkan jempol.
"Idem," kata Kasino.
Ketiganya menyelesaikan pembicaraan di ruang tamu dan pindah ke ruang tengah untuk nonton Tv dengan acara Tv yang bagus banget...yaitu bertemakan keislamian 'Syair Ramadhan'.
"Don, kok berhenti baca AL Qur'an-nya?" tanya Indro.
"Istirahatlah baca AL Qur'an," kata Dono.
"Oh, begitu...," kata Indro.
Indro dan Kasino, ya melihat satu kotak di atas meja.
"Don, kotak apa di atas meja?" tanya Indro.
Kasino sudah memegang kotak tersebut.
"Kotak itu berisi baju muslim untuk cewek," kata Dono.
Kasino membuka kotak itu untuk memastikan omongan Dono. Ternyata baju muslim untuk cewek dan juga masih baru dan Kasino berkata "Untuk siapa baju muslim ini?".
"Untuk...Rara," kata Dono.
"Oooo...untuk Rara toh," kata Kasino dan Indro bersamaan.
Dono ingin nonton Tv, jadi beranjak dari duduk dari ruang tamu.
"Tunggu...Don, niat kamu memberikan baju muslim ini untuk apa? Jangan-jangan kamu punya masalah dengan Rara jadi minta maafnya dengan memberikan hadiah baju muslim," kata Indro yang kepo banget.
Dono pun duduk kembali di tempat duduknya dan berkata "Niat aku nolong dan sodakoh. Sebenarnya sih aku tidak ingin membeli baju muslim itu, tapi demi menolong teman yang mengalami penurunan penjualan dengan gejala ini dan itu. Jadi aku belilah baju muslim untuk diri ku ada di taruh di kamar dan satu lagi, ya untuk Rara," kata Dono.
"Oh, niatnya nolong dan sodakoh toh. Bener juga pemikiran Dono. Jika ada orang yang mengalami kesulitan dalam hal urusan dagang...apalagi sampai hampir bangrut. Jadi lebih baik aku membeli barang orang tersebut agar usaha dagangnya tidak bangrut dan mengalami kenaikan penjualan," kata Indro.
"Berarti sama dengan orang-orang yang bersodakoh di publikasikan di Tv. Apa pendapat kalian berdua?" kata Kasino.
"Sama sih kedudukannya," kata Indro.
"Iya sama. Malahan lebih baik untuk nolong orang miskin yang membutuhkan. Harapan ku sebenarnya, jika seratus orang kaya membeli barang untuk menolong orang yang kesulitan kaya teman ku...usahanya penurunan penjualan dan hampir bangrut. Maka teman ku tidak akan bangrut dari usahanya," kata Dono.
"Seratus orang yang kaya beli barang di temannya Dono. Bener Don...kalau aku itung dengan baik...ya bisa tertolong temanmu," kata Kasino.
"Aku pikir baik-baik omongan kalian berdua.., ia bisa tertolong," kata Indro.
"Benerkan omongan aku. Maksud dari omongan ku ini ada tujuannya. Jika perbandingan masalah ini satu dan menjadi seratus dan juga seribu....maka kelipatan pembelian barangnya luar biasa kan. Gejala ini terjadi di ekonomi Indonesia.....maka pentingnya membeli barang apa pun demi membantu diri, keluarga, bangsa dan negara...untuk menolong orang yang mengalami gejala penurunan penjualan. Kuncinya hanya satu....bagi yang punya uang, baik orang biasa-biasa sampai orang kaya beli barang yang di sukai...jadilah peningkatan pertumbuhan ekonomi," kata Dono.
"Berarti sama aja dengan omongan Pak Joko Widodo, pentingnya daya beli masyarakat baik proses ekonomi tradisional dan moderen," kata Kasino.
"Daya beli masyarakat. Betul...betul," kata Indro yang menegaskan omongan kedua temannya.
"Pentingnya.....niat nolong dan sodakoh," kata Dono menegaskan semuanya.
"Seratus persen bener Dono," kata Indro yang mengacungkan jempol.
"Idem," kata Kasino.
Ketiganya menyelesaikan pembicaraan di ruang tamu dan pindah ke ruang tengah untuk nonton Tv dengan acara Tv yang bagus banget...yaitu bertemakan keislamian 'Syair Ramadhan'.
Monday, April 27, 2020
WAKTUNYA SAUR
Hujan turun dengan sangat deras sekali. Dono, ya sedang asik baca AL Qur'an. Ya Indro pun asik nonton Tv bersama Kasino dengan acara Tv yang bagus banget. Sampai waktu menjelang tengah malam, ya Dono pun selesai baca AL Qur'an. Kitab AL Qur'an pun di taruh di meja.
Karena belum bisa tidur, jadinya Dono ya mengetik di leptopnya. Kasino pun pindah duduk dari ruang tengah ke ruang tamu...ya untuk main game gitu. Tapi belum di mulai main, ya Kasino lihat apa yang di ketik Dono di leptopnya? Ya Dono..jojong mengetik. Kasino membaca ketikanya Dono.
"Lagi...lagi cerita misteri, ya suasana hati kamu Don. Pasti tidak di terbitkan. Ternyata kamu...nulis cerita realita kehidupan sehari-harinya kita dan juga sering banget di publikasikan di Blog," kata Kasino.
Dono berhenti mengetik dan berkata "Ya begitulah adanya".
Kasino, ya mulai main game di Hp-nya. Dono lanjut mengetik di leptopnya. Indro pun mulai merasa ngantuk jadi Tv di matikan pake remot dan segera ke kamar untuk tidur. Waktu...sudah sudah sekitar jam dua. Kasino, ya mulai ngantuk dan segera menyelesaikan main game di Hp-nya.
"Don, tidur dulu," kata Kasino.
"Iya," jawab Dono yang masih mengetik di leptopnya.
Kasino ke kamarnya dan segera tidur. Dono terus mengetik sampai menyelesaikan tulisannya dan segera di simpan.
"Alhamdulillah. Selesai juga," kata Dono.
Terdengar suara dari mesjid, ya untuk membangun warga sekitar untuk saur. Dono melihat jam di dinding rumah waktu tepat jam tiga dan berkatalah Dono "Sudah waktunya saur toh".
Dono membawa leptopnya ke kamar dan di taruh di meja belajar dan segeralah ke dapur untuk masak gitu. Jam weker pun membangunkan Indro dan Kasino yang tidur di kamarnya.
"Sudah waktunya saur," kata Indro.
"Waktunya saur," kata Kasino.
Terdengarlah suara dari mesjid untuk membangunkan warga sekitar untuk saur.
"Saur," kata Indro.
"Saur," kata Kasino.
Indro dan Kasino keluar dari kamar dan segera ke dapur, ya membantu Dono memasak makanan untuk saur. Kerja sama yang baik ketiganya dan akhirnya makanan dan minuman yang seger sudah siap gitu.
Dono, Kasino, dan Indro...ya segera makan saur di ruang tengah sambil nonton Tv yang acaranya bagus sekali di sajikan untuk memuaskan para penontonnya. Sampai waktu imsak, ya ketiganya beres-beres lah. Dono belum tidur jadinya..rasa kantuk itu dateng, maka itu di tahan Dono sampai waktunya Adzan subuh di kumandangkan dari mesjid.
Seperti biasanya ketiganya sudah ada di kamar khusus untuk sholat dan juga main suit 'Batu, gunting, kertas', untuk menentukan siapa yang jadi imam sholat subuh? Jadi yang memang adalah Kasino. Segeralah sholat subuh di jalanan penuh khusuk.
Selesai sholat. Rasa kantuk tidak tertahan, jadi Dono...ya tidur di kamar yang biasa di gunakan untuk sholat. Kasino dan Indro...ya biasa sih nonton Tv di ruang tengah dengan acara Tv yang bagus amat 'Wali Songo', di chenel TRANSTV.
Cukup lama Kasino menontonnya jadi pindah duduk dari ruang tengah ke ruang tamu untuk baca AL Qur'an. Ya Indro tetap asik nonton Tv yang acara Tv-nya sinetron 'Wali Songo'.
Karena belum bisa tidur, jadinya Dono ya mengetik di leptopnya. Kasino pun pindah duduk dari ruang tengah ke ruang tamu...ya untuk main game gitu. Tapi belum di mulai main, ya Kasino lihat apa yang di ketik Dono di leptopnya? Ya Dono..jojong mengetik. Kasino membaca ketikanya Dono.
"Lagi...lagi cerita misteri, ya suasana hati kamu Don. Pasti tidak di terbitkan. Ternyata kamu...nulis cerita realita kehidupan sehari-harinya kita dan juga sering banget di publikasikan di Blog," kata Kasino.
Dono berhenti mengetik dan berkata "Ya begitulah adanya".
Kasino, ya mulai main game di Hp-nya. Dono lanjut mengetik di leptopnya. Indro pun mulai merasa ngantuk jadi Tv di matikan pake remot dan segera ke kamar untuk tidur. Waktu...sudah sudah sekitar jam dua. Kasino, ya mulai ngantuk dan segera menyelesaikan main game di Hp-nya.
"Don, tidur dulu," kata Kasino.
"Iya," jawab Dono yang masih mengetik di leptopnya.
Kasino ke kamarnya dan segera tidur. Dono terus mengetik sampai menyelesaikan tulisannya dan segera di simpan.
"Alhamdulillah. Selesai juga," kata Dono.
Terdengar suara dari mesjid, ya untuk membangun warga sekitar untuk saur. Dono melihat jam di dinding rumah waktu tepat jam tiga dan berkatalah Dono "Sudah waktunya saur toh".
Dono membawa leptopnya ke kamar dan di taruh di meja belajar dan segeralah ke dapur untuk masak gitu. Jam weker pun membangunkan Indro dan Kasino yang tidur di kamarnya.
"Sudah waktunya saur," kata Indro.
"Waktunya saur," kata Kasino.
Terdengarlah suara dari mesjid untuk membangunkan warga sekitar untuk saur.
"Saur," kata Indro.
"Saur," kata Kasino.
Indro dan Kasino keluar dari kamar dan segera ke dapur, ya membantu Dono memasak makanan untuk saur. Kerja sama yang baik ketiganya dan akhirnya makanan dan minuman yang seger sudah siap gitu.
Dono, Kasino, dan Indro...ya segera makan saur di ruang tengah sambil nonton Tv yang acaranya bagus sekali di sajikan untuk memuaskan para penontonnya. Sampai waktu imsak, ya ketiganya beres-beres lah. Dono belum tidur jadinya..rasa kantuk itu dateng, maka itu di tahan Dono sampai waktunya Adzan subuh di kumandangkan dari mesjid.
Seperti biasanya ketiganya sudah ada di kamar khusus untuk sholat dan juga main suit 'Batu, gunting, kertas', untuk menentukan siapa yang jadi imam sholat subuh? Jadi yang memang adalah Kasino. Segeralah sholat subuh di jalanan penuh khusuk.
Selesai sholat. Rasa kantuk tidak tertahan, jadi Dono...ya tidur di kamar yang biasa di gunakan untuk sholat. Kasino dan Indro...ya biasa sih nonton Tv di ruang tengah dengan acara Tv yang bagus amat 'Wali Songo', di chenel TRANSTV.
Cukup lama Kasino menontonnya jadi pindah duduk dari ruang tengah ke ruang tamu untuk baca AL Qur'an. Ya Indro tetap asik nonton Tv yang acara Tv-nya sinetron 'Wali Songo'.
SAAT BERBUKA PUASA
Indro, ya sedang asik nonton Tv yang menghibur diri. Dono dan Kasino, ya bersantai di ruang tamu sambil baca AL Qur'an. Waktu mulai mendekati berbuka puasa, ya Indro meninggalkan nonton Tv untuk menyiapkan makanan untuk berbuka puasa.
Dono dan Kasino, ya menghentikan baca AL Qur'an ya.
"Don, sampai jus 3...itu pun belum selesai," kata Dono.
"Berarti aku menang 1 jus dari kamu. Aku sudah jus ke 4...walau belum selesai sih," kata Kasino.
Dono dan Kasino menaruh AL Qur'an di meja, ya segera beranjak dari duduk di ruang tamu ke dapur untuk membantu Indro...ya memasak untuk menyiapkan makan berbuka puasa.
Indro yang sedang motong sayuran. Dono, ya segera mengambil tempe di kulkas untuk di potong-potong. Kasino, ya menyiapkan minuman yang enak gitu.
"Indro, tadi ke pasar pake maker atau tidak?" tanya Dono.
"Pakelah, Don....biar aman aja," jawab Indro.
"Oh, begitu," kata Dono.
Dono, Kasino, dan Indro ya bekerja sama dengan baik membuat makan dan minuman berbuka puasa. Ketika adzan magrib di kumandangkan dari mesjid, ya kedengaran oleh Dono, Kasino, dan Indro. Masakan pun tepat waktu di buat. Segera ketiganya berbuka puasa dengan baik, baru setelah itu sholat magrib.
Saat di kamar untuk sholat. Kebiasan kecil di jalan ketiganya untuk menentukan imam sholat dengan cara 'Hompimpaalakumgabreng'. Ternyata yang menang Dono. Mulai Dono mengimami sholat magrib berjamaah di rumah. Sholat pun berjalan dengan baik sampai selesai dengan berdoa dan berzikir.
Setelah itu. Dono, Kasino, dan Indro mengambil AL Qur'an...untuk di baca.
"Don, Kasino...kalian berdua baca AL Qur'an-nya...sampai jus berapa?" tanya Indro.
"Aku, jus 3," kata Dono.
"Aku, jus 4," kata Kasino.
"Aku...baru jus 2...hampir selesai. Aku kalah deh," kata Indro.
Indro pun baca AL Qur'an untuk melanjutkan bacaannya...begitu juga dengan Dono dan Kasino. Ketiganya serius baca AL Qur'an sampai waktu sholat isya karena adzan telah di kumandangkan.
AL Qur'an di taruh di tempatnya dengan baik oleh ketiganya. Seperti biasa untuk siapa jadi imam? Permain 'Hompimpaalaikumgambreng', pun di jalankan dengan baik dan akhirnya yang menang adalah Kasino. Mulai Kasino mengimami sholat isya sampai tarawih di rumah dengan baik.
Selesai sholat isya dan tarawih di rumah, ya ketiganya segera melakukan kegiatan masing-masing. Dono, ya biasa mengetik di leptopnya di ruang tamu dan di temanin Kasino yang asik main game di Hp-nya. Indro, ya menonton Tv dan memilih chenel Tv yang acaranya bagus gitu.
Kasino, ya menghentikan main game di Hp-nya dan berkata "Don, sedang nulis cerita apa?"
"Misteri, suasana hati aja," kata Dono, ya menghentikan ngetiknya di leptopnya.
"Misteri. Di terbitkan atau tidak?" kata Kasino.
"Tidak di terbitkan, di simpan," kata Dono.
"Oh, begitu," kata Kasino.
Kasino pun membuka jaringan internet untuk membaca Blog-nya Dono.
"Don, kamu tulis saat kita semua menjalankan saur....ya?" tanya Kasino yang masih baca Blog-nya Dono.
"Iya," jawab Dono.
"Berarti, saat kita buka puasa pun di tulis juga?" tanya Kasino.
"Iya," jawab Dono.
"Oh, begitu," kata Kasino.
Kasino, ya kembali main game di Hp-nya lagi. Dono, ya lebih baik menghentikan ngetiknya di leptopnya dan segera bergerak ke kamar untuk menaruh leptop. Baru deh nonton Tv di ruang tengah bersama Indro....yang asik nonton acara Tv yang menghibur.
Tiba-tiba Dono terpikiran dengan tulisan ya dan berkata "Apa judul cerita yang aku tulis ya?".
"Memangnya ceritanya seputar apa Don?" tanya Indro.
"Seputar kegiatan kita...berbuka puasa gitu," kata Dono.
"Kalau begitu mah...judulnya saat buka puasa aja!" kata Indro.
"Saat buka puasa. Boleh juga," kata Dono.
Dono dan Indro, ya kembali asik nonton Tv yang acaranya bagus banget...menghibur keduanya. Keadaan lingkungan, ya terdengar suara orang mengaji dari mesjid sampai ke rumah.
Dono dan Kasino, ya menghentikan baca AL Qur'an ya.
"Don, sampai jus 3...itu pun belum selesai," kata Dono.
"Berarti aku menang 1 jus dari kamu. Aku sudah jus ke 4...walau belum selesai sih," kata Kasino.
Dono dan Kasino menaruh AL Qur'an di meja, ya segera beranjak dari duduk di ruang tamu ke dapur untuk membantu Indro...ya memasak untuk menyiapkan makan berbuka puasa.
Indro yang sedang motong sayuran. Dono, ya segera mengambil tempe di kulkas untuk di potong-potong. Kasino, ya menyiapkan minuman yang enak gitu.
"Indro, tadi ke pasar pake maker atau tidak?" tanya Dono.
"Pakelah, Don....biar aman aja," jawab Indro.
"Oh, begitu," kata Dono.
Dono, Kasino, dan Indro ya bekerja sama dengan baik membuat makan dan minuman berbuka puasa. Ketika adzan magrib di kumandangkan dari mesjid, ya kedengaran oleh Dono, Kasino, dan Indro. Masakan pun tepat waktu di buat. Segera ketiganya berbuka puasa dengan baik, baru setelah itu sholat magrib.
Saat di kamar untuk sholat. Kebiasan kecil di jalan ketiganya untuk menentukan imam sholat dengan cara 'Hompimpaalakumgabreng'. Ternyata yang menang Dono. Mulai Dono mengimami sholat magrib berjamaah di rumah. Sholat pun berjalan dengan baik sampai selesai dengan berdoa dan berzikir.
Setelah itu. Dono, Kasino, dan Indro mengambil AL Qur'an...untuk di baca.
"Don, Kasino...kalian berdua baca AL Qur'an-nya...sampai jus berapa?" tanya Indro.
"Aku, jus 3," kata Dono.
"Aku, jus 4," kata Kasino.
"Aku...baru jus 2...hampir selesai. Aku kalah deh," kata Indro.
Indro pun baca AL Qur'an untuk melanjutkan bacaannya...begitu juga dengan Dono dan Kasino. Ketiganya serius baca AL Qur'an sampai waktu sholat isya karena adzan telah di kumandangkan.
AL Qur'an di taruh di tempatnya dengan baik oleh ketiganya. Seperti biasa untuk siapa jadi imam? Permain 'Hompimpaalaikumgambreng', pun di jalankan dengan baik dan akhirnya yang menang adalah Kasino. Mulai Kasino mengimami sholat isya sampai tarawih di rumah dengan baik.
Selesai sholat isya dan tarawih di rumah, ya ketiganya segera melakukan kegiatan masing-masing. Dono, ya biasa mengetik di leptopnya di ruang tamu dan di temanin Kasino yang asik main game di Hp-nya. Indro, ya menonton Tv dan memilih chenel Tv yang acaranya bagus gitu.
Kasino, ya menghentikan main game di Hp-nya dan berkata "Don, sedang nulis cerita apa?"
"Misteri, suasana hati aja," kata Dono, ya menghentikan ngetiknya di leptopnya.
"Misteri. Di terbitkan atau tidak?" kata Kasino.
"Tidak di terbitkan, di simpan," kata Dono.
"Oh, begitu," kata Kasino.
Kasino pun membuka jaringan internet untuk membaca Blog-nya Dono.
"Don, kamu tulis saat kita semua menjalankan saur....ya?" tanya Kasino yang masih baca Blog-nya Dono.
"Iya," jawab Dono.
"Berarti, saat kita buka puasa pun di tulis juga?" tanya Kasino.
"Iya," jawab Dono.
"Oh, begitu," kata Kasino.
Kasino, ya kembali main game di Hp-nya lagi. Dono, ya lebih baik menghentikan ngetiknya di leptopnya dan segera bergerak ke kamar untuk menaruh leptop. Baru deh nonton Tv di ruang tengah bersama Indro....yang asik nonton acara Tv yang menghibur.
Tiba-tiba Dono terpikiran dengan tulisan ya dan berkata "Apa judul cerita yang aku tulis ya?".
"Memangnya ceritanya seputar apa Don?" tanya Indro.
"Seputar kegiatan kita...berbuka puasa gitu," kata Dono.
"Kalau begitu mah...judulnya saat buka puasa aja!" kata Indro.
"Saat buka puasa. Boleh juga," kata Dono.
Dono dan Indro, ya kembali asik nonton Tv yang acaranya bagus banget...menghibur keduanya. Keadaan lingkungan, ya terdengar suara orang mengaji dari mesjid sampai ke rumah.
Subscribe to:
Comments (Atom)
CAMPUR ADUK
BAD NEWS BEARS
Malam hari, ya bulan bersinar dengan baik. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus...tema cinta di chenel MDTV, ya seperti biasa s...
CAMPUR ADUK
-
1. Asal Usul Pangeran Jayakusuma Alkisah cerita, ada sebuah kerajaan yang besar di daerah Timur dengan rajanya yang bernama Prabu Braw...
-
Sekurang-kurangnya sepuluh atau lima belas orang, laki-laki dan perempuan, berdiri dalam satu deretan panjang, berbaris dari belakang dan...
-
Pagi indah sekali di Baturaden. Matahari bersinar cerah menimpa pohon-pohon ceramah yang kelihatan hijau berkilat. Puncak Gunung Slamet m...





















