CAMPUR ADUK

Sunday, June 24, 2018

MISTERIUS

Dateng sesosok yang gagah ke dalam sebuah ruangan. Dengan santai Toni menyambutnya dan mempersilakan duduk. Toni memberikan sebuah amplop kuning ke pada tamunya. Dengan tanggap tamunya membuka amplop yang di serahkan Toni. 

"Jadi ini orang saya buat mati," kata Pemuda.

"Iya itu orang kamu buat mati," saut Toni.

"Bagaimana uang bayaran saya?" tanya Pemuda.

"Setengah pembayaran sudah di tranfer di rekening kamu. Setengah lagi saya berikan setelah pekerjaan kamu selesai," kata Toni.

"Ok...saya terima pekerjaan ini. Tunggu saja beritannya di seluruh media tentang pembunuhan kepala negara," kata Pemuda.

"Oh..iya...saya ingatkan.. jangan sampai tercium oleh pihak berwajib. Jangan sampai kejadian seperti pemberitaan Teroris yang di kaitkan dengan bom bunuh diri," kata Toni.

"Beres....... saya bekerja sendiri. Agar tidak ada pihak yang mengetahui pekerjaan saya. Kalau begitu saya permisi dulu," kata Pemuda.

"Iya..silakan," saut Toni.

Si Pemuda bersalaman dengan Toni. Setelah itu Pemuda keluar dari kantor Toni. Pemuda mulai menjalankan misinya. Toni segera memanggil sekertaris cantiknya ke dalam kantor.

"Apa yang bisa saya bantu Bos," kata Mila dengan santun.

Toni pun bangun dari tempat duduknya. Lalu mendekati Mila yang cantik dan aduhai. Toni dengan cepat memeluknya. Mila sedikit terkejut, tapi dengan santai menerima pelukan dari Toni.

"Mila yang cantik....saya akan teransfer uang cukup untuk menutup mulut kamu. Jangan ada yang tahu keberadaan klain saya yang baru dateng," kata Toni.

"Baik Bos......Mila akan tutup mulut agar urusan Bos berjalan lancar," jawab Mila.

"Kalau begitu ....ke restoran atau ke hotel?" ajakan Toni.

"Saya..maunya ke restoran.........., saya gak mut main di hotel," kata Mila.

"Bagus..............saya suka dengan kamu........... Kalau begitu berkemas kamu Mila yang cantik. Saya mengajak kamu makan siang," kata Toni.

"Baik Bos," jawab Mila dengan merdu.

Toni melepaskan rangkulannya. Mila keluar dari kantor  di sertai oleh Toni. Mila langsung ke meja kerjanya untuk mengambil tas. Setelah itu Toni dan Mila bergandengan tangan sampai keluar dari gedung dan masuk mobil mewah di parkiran. Toni dengan tanggap mengendarai mobil mewahnya sedangkan Mila duduk di sebelahnya dengan penuh anggun. Toni membawa mobil dengan penuh ketenangan sampai ke restoran mewah untuk makan siang.

Sedangkan Pemuda yang dapet misi Toni segera pulang ke rumah menyiapkan sebuah senapan di simpan di buah tas hitam. Waktu begitu cepat berlalu. Pemuda telah menunggu hari yang di tentukan untuk membunuh. Dengan mengendarai motor sang Pemuda langsung menuju sebuah gedung tidak layak huni. Pemuda telah memperhitungkan jarak tembak ke target yang akan di bunuhnya. 

Pemuda dengan sabar menunggu di lantai atas gedung. Sebuah seniper sudah di siapkan ke sasaran. Waktu menunjukkan pukul WIB 12.00. Sebuah kendaraan sampai pada sebuah gedung. Keluar seorang dari mobil yang di jaga ketat oleh para pihak berwajib. 

Pemuda telah memperhitungkan semuanya dan melihat jelas sasarannya dengan teropong. Pemuda langsung menembak ke arah kepala si sasarannya. Peluru meluncur dengan cepat keluar dari seniper langsung mengenai sasaran.

"Pekerjaan saya beres," kata Pemuda.

Pemuda dengan membereskan semua alat kerjanya di masukkan ke dalam tas. Turunlah Pemuda dengan cepat keluar dari gedung. Di sisilah kehebohan terjadi di tempat kejadian. Pemberitaan merebak seluruh media. Para pihak berwajib bergerak cepat mengefakuasi tempat kejadian.

Toni yang lagi santai duduk di dalam ruang karoke bersama Mila. Tiba-tiba mendapat pesan dari Pemuda lewat sms "Target mati." Toni langsung mengeceknya lewat Tv. Pemberitaan setiap cenel Tv heboh dengan penembakan yang membunuh salah satu kepala negara.

Toni pun senang dengan kerja orang suruhannya. Dengan segera Toni mentranfer  setengah bayaran ke orang suruhannya. 

"Saya tidak salah pilih orang dalam menjalan tugas di dalam dunia hitam. Pantes  di julukin si Pemuda berdarah dingin," kata Toni.

Toni pun melanjutkan bersenang-senangnya bersama Mila di ruang karoke yang di sewanya. Kegembiraan terus sampai terpuaskan. Pemuda pun mendapat bayarannya dengan cepat. Pemuda langsung membakar semua alat kerjanya agar tidak tercium oleh pihak berwajib di sebuah rumah yang sepi di pinggiran hutan. Pemuda langsung berbaur ke lingkungan baru dengan indetitas di kenal seorang guru di sebuah sekolah SMA. Pemuda tersebut di kenal dengan nama Pak Widodo.

Thursday, June 21, 2018

RAMALAN

Pagi-pagi sekali Dono sudah bangun dan segera membereskan pakaiannya di masukkan dalam tas ransel. Dono  pun keluar dari kamarnya langsung ke ruang makan untuk sarapan. Dengan ligat Dono menenggak segelas susu di meja. Kasino pun keluar dari kamarnya dan melihat ulah Dono yang semaunya.

"Dono........itukan minuman saya...," teriak Kasino.

"Maaf Kasino.........saya minum abisnya....minuman ini ngangur di meja dan juga mengeledek saya.....agar segera di minum...saya," kata Dono.

"Bisa-bisa kamu Dono membela diri....," saut Kasino.

Indro pun dari dapur membawa banyak makan untuk sarapan pagi dan segera di taruh di meja makan.

"Ada apa sih pagi-pagi...ribut?" tanya Indro.

"Biasa...Dono bikin ulah lagi sabotase minuman orang.....," kata Kasino.

"Kebiasaan Dono...buruk inikan......sudah biasa...biarin..aja. Toh di lemari es banyak makan," kata Indro membela  Dono.

"Kan Kasino...biasa..jadi saya tidak bersalah...," saut Dono.

"Dono..jangan ngaut...aja...dengerin kelanjutannya..dari omongan Indro," ujar Kasino.

"Dono......yang baik...kebiasaan kamu yang kaya anak kecil..lebih baik buang jauh-jauh saja. Pekerjaan pemalas itu. Tinggal ngambil minuman di lemari es sana. Jangan mengambil hak orang lain yang belum di sodakohin....hukumnya haram tahu," kata nasehat Indro.

"Dengerin......ustad lagi...memberikan wejangan.....," ujar Kasino.

"Iya..deh..saya ..minta maaf ke dua kalinya ke pada Kasino...pemilik minuman yang enak ini. Abisnya saya laper sih," kata Dono.

"Makanya saya masak banyak....ayo kita makan!" ujar Indro.

"Makan...," saut Dono.

"Urusan makan...cepet banget Dono...kalau urusan makan malesnya bukan...main....dasar..kekanakkanakan sekali," kata Kasino.

Dono dengan cepat mengambil makan dan di taruh di satu piring. Indro pun geleng-geleng dengan ulah Dono yang terlihat seperti orang tidak makan seminggu. Kasino pun bingung dengan tingkah Dono lebih-lebih seperti anak kecil.

"Kok bisa..orang seperti Dono...ada yang menyukainya udah kaya bemo pikirannya pun seperti bocah cilik," celoteh Kasino.

"Itu..mah..Kasino....sudah rezekinya Dono. Ada yang gadis yang mau dengan Dono. Pada hal dulunya..banyak cewek yang di sukai Dono menolak. Eh..tiba-tiba..ada cewek lugu......suka sama Dono. Awal cerita Dono juga suka dengan gadis itu.........tapi karena Dono mencari kejujuran dari cewek yang menyukainya...akhirnya Dono menerima cinta cewek itu," cerita Indro.

"Bukannya yang nembak...cewek duluan.....," saut Kasino.

"Betul...sekali cewek duluan yang nembak saya. Karena kegantengan sayalah.....akhirnya saya mendapatkan pasangan hidup......Dek Wulan gadis yang baik hatinya," kata Dono dengan percaya diri sekali.

"Wulan ......saja..bagaimana dengan Zaskia...yang kamu kejar...sampai di tolak berkali-kali......cerita dong.....?" ujar Indro.

"Jalan cerita dengan Zaskia...gimana Dono?," saut Kasino dengan rasa ke ingin tahuan yang tinggi.

"Ah....urusannya ribet lah...... Kaya sinetron orang ketiga saja. Di sini mau di sana mau. Tidak punya kepastian dalam sikap saja. Padahal satu kan sudah cukup," kata Dono.

"Jadi..kamu mau..setia....nih..tidak mau noleh yang lain," saut Indro.

"Iya.....saya melupakan cinta pertama saya dan lebih baik cinta ke dua saya. Kaya sinetron aja...cinta kedua," ujar Dono.

"Jalan cerita cinta kamu seperti sinetron tahu.......," saut Kasino.

Dono menyelesaikan makan dan minumnya. Dengan segera Dono beranjak dari tempat duduknya.

"Saya..duluan..ya teman-teman saya mau tamasya......ke danau toba," kata Dono.

"Iya..sana........," saut Indro.

"Dono....lupa...sesuatu..kan," kata Kasino.

"Apa..Kasino?" tanya Dono.

"Cuci piring dan gelas setelah selesai makan. Karena di rumah ini tidak ada pembantu tahu," kata Kasino.

"Besok..aja..ya Kasino....masalahnya.......saya nanti telat wisatanya. Masalahnya tur ke danau tobanya saya dapet tiket gratis. Kan gak enak panitianya menunggu," kata Dono.

"Loe kok kita gak dia ajak Dono.........wisata?," tanya Kasino.

"Gimana ya........ masalahnya saya menang undiannya dari sabun colet cuma satu tiket. Lobi kan gak mungkin," penjelasan Dono.

"Kasino..itu sudah rezeki...Dono..Ikhlasan saja..kepergiannya..," saut Indro.

"Dalah-dalah..omongan mu itu Indro..ujungnya gak enak............kaya saya udah meninggal saja," kata Dono.

"Salah persepsi...Dono," saut Kasino.

"Oh...salah pengertian..toh," kata Dono.

"Dasar lemot.......," saut Indro.

"Kalau begitu saya pergi..dulu ya....Asalamualaikum," pamitan Dono.

"Waalaikum salam...," jawab Kasino dan Indro dengan lemah lembut.

Dono pun keluar dari rumah. Di depan gerbang Wulan sudah menunggu dengan baik. Dono pun menghampiri Wulan.

"Pagi Dek Wulan yang cantik...," sapa Dono yang manis.

"Pagi..Kak....," saut Wulan dengan kemayunya.

"Pagi-pagi...ini ada gerangan apa.....Dek Wulan menemui...Kak?," tanya Dono.

"Wulan mau bawain Kakak bekal di perjalan. Agar perut kakak kosong," kata Wulan dengan lebut sambil menyodorkan rantang makan.

"Terima kasih Dek Wulan yang cantik. Makannya pasti Kakak makan," kata Dono.

"Iya..sama-sama Kak. Oh iya...Kak. Kalau sampai sana banyak doa ya. Masalahnya perasaan Wulan gak serek deh kalau kakak naik kapal ke danau toba," kata Wulan.

"Iya....Kak Dono banyak doa. Terima kasih sudah mengingatkan," kata Dono.

"Kalau begitu Wulan permisi dulu...," ujar Wulan sambil naik motor.

"Hati-hati di jalan ya..Wulan," kata Dono sambil melambaikan tangan.

Dono pun berjalan dengan pasti menuju bis jemputan di persimpangan gang. Terlihat oleh Dono seorang pemuda seperti Roy anak indigo. Dono sedikit penasaran  ingin memastikan penglihatannya. Pemuda tersebut aneh sekali berbicara sendiri. Dono pun lebih penasaran lagi.

"Apakah pemuda ini sakit?" kata hati Dono bicara.

Dono pun menghampiri pemuda yang mirip dengan Roy anak indigo di acara Karma.

"Permisi.......apakah benar anda Roy?" sapa Dono sekaligus bertanya.

"Iya..saya Roy........ Saudara ini..bisa tahu dari mana?," tanya Roy.

"Orang terkenal...........sih di Tv....," saut Dono.

"Oh...begitu.....," ujar Roy.

"Kalau begitu saya permisi dulu......saya buru-buru..," kata Dono dengan lembut.

"Tunggu...dulu........ saya baru dapet penglihatan. Kapal yang membawa anda ke danau toba akan mengalami musibah. Malaikat kematian sudah mengelilingi kapal tersebut...... Anda jangan pergi ke sana," kata Roy.

Dono pun tercengang mengengarkan omongan Roy.

"Apa gak salah saya mendengarnya....tentang omongan kamu tadi Roy?" tanya Dono.

"Benaran..saya..melihatnya....malaikat maut sudah mengelilingi kapal yang akan di naikin saudara," kata tegas Roy.

"Kacau..urusannya...ini.....percaya gak percaya jadi bingung," kata hati Dono.

Roy makin terlihat aneh sekali. Terlihat dari raut mukanya dan keringat dingin berkucur dari tubuhnya.

"Sangat menakutkan..........setan ikut campur juga dalam pelayaran ke danau toba," kata Roy.

"Apakah..itu benar..Roy..?" tanya Dono.

"Iya..saya..melihatnya.........dengan jelas. Banyak pendosa di pelayaran tersebut. Setan senang sekali merasukin mereka untuk melakukan kehancuran di muka bumi ini," kata Roy.

"Wah...kacau..urusan ini. Kalau kata orang tua jika mau perjalan jauh ada yang memperingatkan sengaja atau tidak sengaja dalam hitungan tiga orang tandanya bener," kata hati Dono.

Dono sedikit bimbang sekali. Dengan cepat meneplon pihak pengadaan tur wisata ke danau toba. Dono pun memutuskan tidak mengikuti perjalan ke danau toba. Pihak mengadakan tur memaklumi permintaan Dono. Setelah itu Dono menutup telponnya.  

"Roy..terima kasih atas ramalannya," kata Dono.

"Iya...... Kalau begitu saya permisi dulu ada banyak urusan," kata Roy.

Roy pun meninggalkan Dono. Tiba-tiba sekilas mata Dono ada roh yang mengikuti dia.

"Astafirohulazim...........jangan-jangan roh itu lagi membimbing Roy. Karma apa yang di buat leluhurnya sampai tuh anak bisa melihat tabir ilahi," kata Dono dengan terkejut.

Dono yang sadar pergi meninggalkan tempat tersebut. Lalu memutuskan untuk main ke rumah Wulan. Sekalin nunggu waktu sholat dhuzur untuk meminta petunjuk dan menenangkan diri.

Di lain sisi Kasino dan Indro sedang asik nonton Tv di rumah. Tiba-tiba ada sekilas info di salah satu chenel Tv. Dengan seksama Kasino  dan Indro memperhatikan berita tersebut. Ternyata berita tersebut memberitakan tentang kapal tenggelam di danau toba.

"Astafirohulazimmmmm...Dono.....," teriak Kasino dan Indro.

Kasino dan Indro terlihat panik sekali dengan berita tersebut. Karena rasa khawatirnya Kasino dengan segera menelpon Dono. Indro pun ikutan juga menelpon.

"Indro kok kamu..nelpon?," tanya Kasino.

"Oh..iya......saya panik saja...jadi mau menghubungi Dono," kata Indro.

"Ya...udah...saya..aja," saut Kasino.

Kasino dengan cepat menelpon Dono. Ternyata Dono pun mengangkatnya dengan cepat.
"Halo..Dono..kamu gak apa?" tanya Kasino.

"Gak..apa?" jawab Dono.

"Alhamdulilahhi robil alamin. Gimana dengan pelayaran kamu ke danau toba?" kata Kasino yang ingin tahu dengan keadaan Dono.

"Oh..saya tidak jadi ke wisata ke danau toba. Karena saya dapet nasehat dari beberapa sahabat yang baik yang mengingatkan saya. Jadi saya masih panjang umur di lindungi oleh Alloh SWT. Salah satunya Wulan orang yang mencintai saya," cerita Dono.

"Alhamdulilahhi robil alamin......Alloh SWT masih bersama kita semua. Sekarang kamu di mana Dono. Pulang cepet bikin khawatir saja," kata Kasino.

"Nanti ah..masih di rumah Wulan......," kata Dono.

"Ehhhhh....dasar.....orang lagi kasmaran. Cepatan nikah aja lebih baik dari pada pacaran......," kata Kasino.

"Iya..nanti kalau tabungan saya sudah cukup," saut Dono.

"Ya..udah..asalamualaikum," kata Kasino.

"Walaikum salam," jawab Dono.

Kasino pun menghentikan pembicaraan lewat Hpnya dan begitu dengan Dono. 

"Gimana Kasino dengan keadaan Dono....?" tanya Indro.

"Selamat..itu anak.......dari musibah di danau toba," kata Kasino.

"Alhamdulillahhi robil alamin.......," saut Indro.

Tiba-tiba suara azan di kumandangkan. Kasino dan Indro langsung mengambil wudu untuk melaksanakan  sholat azar di rumah. Sedangkan Dono dan Wulan pergi ke mesjid untuk melaksanakan sholat azar berjamaah.

Wednesday, June 20, 2018

KEBERSAMAAN

Kasino sedang asik duduk di sofa sambil nonton Tv acara pertandingan bola. Dono baru pulang dari main tempat Wulan dan segera duduk bersama  Kasino. Tiba-tiba terjadi serangan hebat sekali. Bola pun masuk ke dalam gawang. 

"Gollll," teriakan Kasino.

"Astafirohulazimmmmmm... antusias amat..nontonnya terbawa suasana...," saut Dono yang terkejut.

Kasino terus saja berteriak kegirangan sekali tim kebanggaan yang di sukainya berhasil menyetak gol di babak pertama. Dono terpengaruh suasana kegirangan Kasino sambil berteriak dengan penuh kegembiraan seperti para seporter di lapangan hijau yang membangkitkan semangat para pemain bola.

"Udah...dulu capek........ tahu dan juga saya laper...," kata Dono di iringi suara perut yang berbunyi.

"Dono...........cepat amat  capeknya. Kaya sudah tua aja. Yang semangat dong kaya anak muda....kaya saya...," kata Kasino.

"Ahhhh..bisa aja. Sebenarnya saya mau nemenin kamu santai nonton bola. Tapi saya capek nemenin pacar saya seharian," penjelasan Dono.

"Mau..cewek di ikutin......ya..capek sendiri...," saut Kasino.

"Capek gak ada masalah yang penting saya ...cinta mati sama Wulan," tegas Dono.

"Cinta mati....kalau mati beneran gimana?," tanya Kasino.

"Wah..itu...gak bisa omongin......pamali...... Kalau Alloh SWT  berkehendak orang saya sayangin  bersama saya...... aminin. Kalau Alloh SWT berkendak lain saya ...ikhlaskan," kata Dono sedikit murung dan menundukkan kepala.

"Entar dulu...kalau urusan masalah kematian..sih seperti pengalaman  si penulis saja," kata Kasino.

"Jangan masukin masalah si penulis.......... Dia orang setia pada satu cinta. Padahal cinta yang telah hilang karena Alloh SWT hanya mempertemukan dengan yang di cintai singkat banget," kata Dono sedikit menjelaskan.

Indro pun dateng di saat Kasino dan Dono asik bicara.  

"Woy.........heboh amat," sapa Indro.

"Indro..kamu ngagetin aja...," saut Dono.

"Iya..........bocak gak diajarkan pendidikan....jantungan tahu..," ujar Kasino.

"Gitu aja di ambil hati..... Ya udahlah jangan di bahas yang aneh-aneh...yang penting makan. Saya bawa nasi goreng tiga bungkus," kata Indro.

"Cihuyyyyyyyy......asik banget...kebetulan perut saya laper.....," kata Dono.

"Saya juga sama.....," saut Kasino.

"Ya udah ambil piring di dapur...!" perintah Indro.

"Beres bos.....," saut Dono yang antusias.

Dono segera ke dapur mengambil piring setelah dapet di berikan pada Indro. Dengan cepat Indro membagi jatah masing-masing pada sahabat karibnya.

"Kaya......bagi-bagi sembako...di kelurahan...," celoteh Kasino.

"Kan...kita orang miskin...yang butuh uluran tangan dermawan seperti Indro. Semoga Alloh SWT memudahkan segala rezekinya pada orang baik hatinya," kata Dono dengan tutur kata yang baik.

"Amin...," jawab Indro dan Kasino.

Dono tanpa pikir panjang langsung membuka bungkusan nasi goreng. Dengan lahap Dono menikmati makan malamnya. 

"Pelan-pelan Dono makannya..nanti keselek," kata Kasino.

"Iya.......," jawab Dono.

Baru di bilangin itu tiba-tiba Dono tersedak. Batuk-batuklah Dono. 

"Air.....air...," kata Dono dengan keadaan menahan sakit di tengorokannya.

Dengan cepat Indro dan Kasino memberikan minuman gelas di hadapan Dono. Disambutlah dengan ke dua tangan minuman yang di berikan padanya. Dengan cepat Dono meminum gelas sampai habis ke duanya.

"Alhamdulillahhhh..lega.....," kata Dono.

"Makanya kalau makan jangan seperti di kejar setoran saja....," nasehat Indro.

"Iya..... ," saut Kasino.

"Iya...deh..saya...yang salah. Tapi kan perut saya laper banget di tambah nasi goreng enak. Beli di mana sih Indro?" kata Dono.

"Mau tahu aja apa mau tahu baget?" saut Indro.

"Kan...itu sih sama aja Indro....," ujar Kasino.

"Iya..itu sih..sama..aja...Indro...cepetan kasih tahu...," kata Dono.

"Biasa...........saya sendiri yang masak....," kata Indro.

"Jadi...sisa jualan kamu Indro....  ngesel saya bertanya," kata Dono.

"Udah tahu Indro pedagang pandailah bersilat lidahnya....," saut Kasino.

Dono kembali menikmati nasi goreng sambil menikmati asiknya pertandingan bola. Kasino pun kembali terpengaruh suasana pertandingan bola. 

"Kasino yang menang siapa dalam pertandingan bola malam ini?" tanya Indro.

"Indonesia............2 kosong menjatuh kan Brazil..," kata Kasino nyeleneh.

"Haaaaa.. Indonesia...apa gak salah denger?" kata Indro.

"Gak salah Indro..........Itu gara-gara ada tendangan garuda...ya...otomatis menanglah...," saut Dono ikutan  nyeleneh.

"Maksudnya?" tanya Indro.

"Kalau di dunia khayalan Indonesia bisa menang melawan Brazil.....kalau kenyataan sih..........bisa gigit jari. Hidup lebih banyak hayalan aja....biar gak prustasi.....dengan realita kenyataan...... kaya sinetron kisah nyata," kata Kasino.

"Bener sekali..lebih baik khayalan dari kenyataan..pait...banget. Penulisnya juga merasakan kenyataan kalau cinta kandas di telan waktu karena orang di cintainya meninggal dunia di usia muda," saut Dono.

"Ya..udah..kalian yang menang deh.....saya ikutan.....nyeleneh kalian berdua," kata Indro.

"Gitu...dong.........yang muda ngalah sama yang tua. Kan kenyataan sih yang panjang umur kamu Indro," kata Kasino.

"Yang muda panjang........yang muda panjang........  umurnya....," saut Dono.

"Amin....," jawab Indro.

Dono, Kasino dan Indro kembali asik menonton pertandingan bola sampai larut malam.

Monday, June 18, 2018

ILMU KEBATINAN

Malam hari di pinggiran kota besar. Dono berjalan bersama Indro menuju rumah Kasino. Dono melihat sesuatu yang asing di lihat begitu juga Indro. Dengan seksama ke duanya memperhatikan orang yang berjalan menuju mereka berdua. Angin bertiup dengan sepoy di udara yang dingin. Dono tiba-tiba kelilipan. 

"Entar dulu Indro mata saya sakit ada benda masuk ke dalam mata saya.," kata Dono.

"Dono ada...ada aja kamu ini," saut Indro.

Di pinggir jalan Dono terus mengucek-ucek matanya yang sakit. Indro berusaha menolong Dono dengan meniup benda kecil yang menepel di matanya. Berkali-kali Indro meniup ke mata Dono. Hal hasil Dono sedikit mendingan dan mampu melihat kembali. Tapi ketika Dono melihat orang melewati mereka berdua jadi ketakutan sekali sampai menutup matanya. Indro melihat Dono jadi bingung.

"Kenapa kamu Dono?" tanya Indro.

"Saya lihat orang di ikutin setan....," jawab Dono sambil mejem.

Indro yang percaya omongan Dono mencoba memastikan melihat orang yang melewati mereka di pinggir jalan. Dengan seksama Indro memperhatikan orang berjalan yang hampir menjauh dari mereka berdua. 

"Dono..gak...ada..setannya...cuma manusia. Coba lihat lebih baik lagi," kata Indro.

"Beneran..ada..setan...emangnya saya bohong," saut Dono.

"Iya..saya tahu..kamu tidak berbohong, tapi coba pasti in sekali lagi. Apa kamu salah lihat karena mata mu sakit atau kah mata kebatinan kamu yang melihat dengan jelas..," saran Indro.

"Maksudnya.....?" tanya Dono.

"Apakah....cuma siwer saja....apakah benar kamu punya ilmu kebatinan?" kata Indro.

"Ilmu kebatinan sih memang ada dari keturunan nenek moyang......," kata Dono.

Dengan penuh keberanian Dono membuka matanya  mengikuti saran Indro. Dono memperhatikan orang berjalan yang hampir menjauh dari pandangan mereka berdua.

"Astaga...bener..saya melihatnya Indro," kata Dono.

"Beneran..kamu melihat setan....," saut Indro.

"Ia ...saya melihat setan yang mengikuti..... orang itu.... Wujudnya sangat menyeramkan sekali seperti gadis bergaun putih di belakangnya ada bolongnya," kata Dono.

"Maksudnya Sinderbolong...," kata Indro.

"Iya..Sinderbolong....... Dosa..apa yang di perbuat orang tersebut sampai karma buruk mengikuti dia?...," kata Indro.

"Penjahat kali..Indro...," kata Dono.

"Mungkin....., tapi jangan buruk sangka dulu. Siapa tahu tuh setan iseng mau ngerjain manusia?" kata Indro.

"Mungkin juga," saut Dono.

"Kalau begitu kita ke rumah Kasino," ajakan Indro.

"Ok....," jawab Dono.

Indro dan Dono membalikkan tubuhnya dan tidak memperhatikan orang yang di ikutin setan.  Ke duanya dengan santai berjalan santai menuju rumah Kasino. 

"Dono.....ngomong-ngomong kamu hebat bisa melihat setan sama seperti Roy si anak Indigo dalam acara Karma," kata puji Indro.

"Ah..biasa aja......tuh. Tapi saya awalnya takut memiliki bakat alami ini dapat melihat setan sampai gak tidur," kata Dono.

"Jadi sangat mengeramkan melihat setan ya. Untung saja tabir saya tertutup jadi tidak bisa melihat hal yang gaib," kata Indro.

"Kamu lebih beruntung dari saya. Kalau saya ......jika kemampuan ilmu kebatinan saya bangkit. Dengan sekuat tenaga saya harus bisa menenangkan diri agar bisa di kendalikan. Saya tidak mau jadi gila melihat hal gaib....menyeramkan sekali," kata Dono.

"Jadi....gimana kalau setannya tiba-tiba muncul di depan kamu Dono?" tanya Indro.

"Saya....berpura-pura jojong saja seperti kamu yang tabirnya tertutup," kata Dono.

"Maksudnya berpura-pura gak melihat....?" kata Indro.

"Betul....sekali....," saut Dono.

Karena asik ngobrol mereka berdua tidak terasa sudah sampai di depan rumah Kasino. Dono dan Indro langsung masuk ke dalam rumah Kasino tanpa sungkan-sungkan. Kasino pun telah menunggu temannya dari tadi untuk nonton acara pertandingan bola. Sampai-sampai Kasino menyiapkan makan kecil untuk teman-temannya. Dono dan Indro senang sekali nonton piala dunia bersama Kasino sampai larut malam.

Saturday, April 21, 2018

TEMAN LAMA

Siang hari di sebuah kafe pinggir jalan. Ilham sedang duduk asik minum kopi manis menunggu Mutiara dateng. Saat itu Joni masuk kafe melihat Ilham yang lagi santai. 

"Apa bener itu Ilham?" celoteh Joni.

Joni mulai mendekati Ilham. 

"Ilham........kan..," kata Joni.

"Ia saya Ilham...., Siapa kamu ya.......?" kata Ilham.

"Masa...gak kenal......teman SMA kamu.........Joni," katanya dengan lantang.

"Astafirohullazim ....Joni...yang badung itu...," kata Ilham.

"Iya..saya Joni yang badung. Giliran ulah saya..yang nakal inget. Giliran yang baik enggak," kata Joni.

"Maaf...deh....abisnya..yang terkenal badungnya...sih...saat SMA. Oh..saya lupa silakan duduk," kata Ilham.

"Iya..," saut Joni.

"Ngomong-ngomong udah...jadi orang hebat nie. Terlihat dari pakaiannya yang rapih," kata Ilham memuji sahabatnya.

"Ah.....kamu bisa aja Ilham. Saya cuma berusaha lebih keras lagi. Karena saya menyesal karena saat SMA nilai sekolah saya anjlok. Semenjak itu saya belajar untuk membimbing diri. Alhamdulliah .....dengan usaha keras saya benjadi pengusaha sukses," kata Joni.

"Hebat...banget.......," kata pujian Ilham.

Joni memanggil seorang pelayan kafe untuk memesan minuman. Sontak pelayan kafe langsung membawakan pesanan kebiasaan Ilham di meja tempat dia duduk.

"Loh.....cepet banget...," kata Ilham.

"Sebenarnya......Pak Joni ....adalah bos pemilik kafe ini...," kata pelayan kafe.

"Kamu ini membocorkan rahasia saya.......sana ke dalam saya ada urusan dengan teman lama. Jangan nimrung lagi.....," kata Joni sedikit becanda.

"Baik..bos....," jawab pelayan kafe.

"Jadi.......kamu ..bos kafe ini..... Baru tahu..usaha kamu.....Joni. Hebat...hebat...hebat. Anak badung bisa jadi orang sukses....," kata Ilham.

"Yang penting banyak berdo'a dan usaha...saja," kata Joni.

"Bener....bener.....bener .....Alloh SWT memberi petunjuk bagi...anak badung seperti kamu.......," kata Ilham yang santun.

"Ngomong-ngomong..........pekerjaan kamu sekarang apa...Ilham?," tanya Joni.

"Saya masih ngangur sekarang. Dulunya saya kerja, tapi di pecat. Gara-gara yang gak masuk akal," kata Ilham.

"Maksudnya.....di pecat sepihak...tanpa kejelasan apapun?," saut Joni.

"Ya..begitulah. Tapi saya tidak menyerah dan membangun usaha keluarga sama seperti kamu. Eh...malah kena musibah. Rumah makan hangus  ke bakar karena gas meledak," kata Ilham.

"Jadi...musibah..beruntun....ke kamu ya...Ilham. Yang sabar..ya...," kata Joni.

"Terima..kasih atas perhatian kamu...," kata Ilham.

"Gimana....kamu....kerja sama saya..?" saran Joni.

"Kerja...di kafe..ini.....," kata Ilham.

"Ya...gak...kerja di kafe..ini...tapi di perusahaan....lah....," kata Ilham.

"beneran.......Joni....," kata Ilham.

"Iya....beneran...siapa bilang bohongan.....," kata Joni.

"Alhamdulillah......saya dapet kerjaan......," kata Ilham.

Ilham dan Joni menyelesaikan minumnya di kafe. Lalu bergegas pergi ke kantor Joni dengan menggunakan mobil mewah. Saat Itu Mutiara baru dateng ke kafe tempat pertemuan dengan Ilham. Tapi ternyata Mutiara melihat Ilham pergi bersama sorang jentelmen muda dengan mobil mewah.

"Kak Ilham...mau pergi kemana..ya... ? Kan janjian temuan di kafe..ini..," celoteh Mutiara.

Mutiara langsung masuk ke dalam kafe di pinggir jalan. Lalu Mutiara bertanya pada pelayan di dalam kafe. Mutiara mendapatkan penjelasan yang cukup akurat dari pelayan kafe. Mutiara yang khawatir menjadi tenang perasaan hatinya. 

"Ternyata......Kak Ilham pergi dengan teman lamanya..," kata Mutiara.

"Maaf....Mbak.....ini ada sepucuk surat dari Mas yang Mbak tanyakan," kata pelayan kafe.

"Terima kasih..banyak.....," kata Mutiara.

"Iya...sama-sama," saut pelayan kafe.

Mutiara mengambil sepucuk surat dari pelayan kafe. Lalu segera Mutiara membacanya.

"Oh..Kak...Ilham meminta maaf.....karena menggagalkan pertemuan hari ini...," kata Mutiara setelah membaca sepucuk surat dari Ilham.

Mutiara keluar dari kafe dan pergi menuju ke tempat mengajarnya yang tidak jauh dari tempat kafe.

CAMPUR ADUK

JAB PYAAR KISISE HOTA HAI

Malam hari. Setelah nonton Tv yang acara menarik dan bagus....DA8 di chenel INDOSIAR, ya seperti biasa sih Budi dengan santai di depan rumah...

CAMPUR ADUK