CAMPUR ADUK
Wednesday, October 20, 2021
SAMA AJA
JANJI PUTIH
Lirik lagu yang dinyanyikan Abdul dengan judul 'Janji Putih' :
Su kasih dia par beta
Inikah tulang tusuk
Yang Tuhan ambel dar beta?
Beta bahagia, sayang
Danke banya sayang e
Mau hidop deng beta, selamanya, ho-oh
Ale untuk selamanya
Beta janji akan setia
Hanya untuk satu cinta
Dari relung hati jiwa
Cuma par ale sajalah
Cinta ni abadi s'lamanya, ho-wo-ho
Ale untuk selamanya
Beta janji akan setia
Hanya untuk satu cinta
Dari relung hati jiwa
Cuma par ale sajalah
Cinta ni abadi s'lamanya
Ale untuk selamanya
Beta janji akan setia
Hanya untuk satu cinta, oh
(Beta punya) Beta punya
(Dari relung hati jiwa) Hu-hu
(Cuma par ale sajalah)
Cuma ale, nona
Cinta ni abadi (cinta ni abadi)
Selamanya
***
Budi sampai di rumah Abdul, ya memarkirkan motor dengan baik di halaman depan rumah Abdul lah. Budi duduk dengan baik. Abdul selesai menyanyi dan main gitar.
"Budi. Eko mana?!" kata Abdul.
Abdul menaruh gitar di samping kursi.
"Ooooo Eko. Masih ada urusan dengan teman kerjanya. Setelah urusan selesai, ya Eko ke sini. Ngumpul sama kitalah," kata Budi.
"Eko masih ada urusan toh," kata Abdul.
"Abdul nyanyiin lagu apa barusan?!" kata Budi.
"Judul lagunya 'Janji Putih'...," kata Abdul.
"Oooooo 'Janji Putih'...," kata Budi.
"Cowok mencari cewek yang baik untuk di jadikan kekasih hati, ya tulang rusuk sejatinya cowok, ya cewek itu," kata Abdul.
"Omongan Abdul sih, ya menuju pada Putri lagi," kata Budi.
"Kalau memang omongan ku mengarah pada Putri kenapa ?!" kata Abdul.
"Ya gak kenapa-kenapa sih. Lumrah bagi cowok yang menyukai cewek yang di sukainya. Harapannya, ya ingin bersama dengan cewek yang di sukai. Tapi kenyataan tidak bisa bersama karena keadaan kondisi Abdul," kata Budi.
"Nama juga nasif aku. Orang miskin yang berusaha menjadi orang yang mampu dengan baik. Menyukai cewek, ya teman SMA. Status sosial, ya aku orang miskin dan Putri orang kaya," kata Abdul.
"Memang nasif orang miskin, ya aku sama lah. Berusaha dengan baik, ya agar jadi orang mampu. Berusaha juga mendapatkan cewek yang cantik dan kaya. Abdul masih mending, ya menyukai teman SMA, ya Putri. Jelas orang yang di sukai Abdul. Sedang aku, ya masih bertualang mencari cewek yang aku sukai dengan baik," kata Budi.
"Aku telah berjanji pada diri ku, ya ingin menyatakan cinta pada Putri. Walau pun di tolak, ya tidak ada masalah lah. Nama juga usaha," kata Abdul.
"Abdul telah berjanji untuk menyatakan cinta sama Putri, tapi tahu resikonya di tolak sama Putri. Kalau di terima dengan baik sama Putri, ya janji putihnya Abdul selalu mencintai Putri dengan baik kan Abdul?!" kata Budi.
"Iyalah kalau di terima Putri. Aku berjanji dengan baik, ya bisa di bilang janji putih pada Putri untuk selalu mencintainya dengan baik," kata Abdul.
"Putih tanda kesucian. Ya cinta Abdul penuh dengan kesucian dengan janjinya, ya selalu mencintai Putri dengan baik," kata Budi.
"Emmmmm," kata Abdul.
Eko dateng ke rumah Abdul, ya Eko memarkirkan motornya dengan baik di halaman depan rumahnya Abdul.
"Akhirnya datang juga Eko," kata Abdul.
"Emmm," kata Budi.
"Abdul, Budi sedang asik ngobrol apa?!" kata Eko
Eko duduk dengan baiklah.
"Ngobrol tentang janji putihnya Abdul," kata Budi.
"Janji putih kaya lagu saja?!" kata Eko.
"Memang," kata Budi dan Abdul bersamaan.
"Oooooo jadi beneran lagu toh!" kata Eko.
"Eko sudah enak, ya sudah mendapatkan kekasih hatinya, ya Purnama. Jadi telah memenuhi janji pada diri untuk selalu mencintai Purnama dengan baik, ya bisa di bilang janji putih sih," kata Budi.
"Kalau mau di bilang urusan aku dan Purnama....janji putih, ya bolehlah. Semua berkat dari usaha dan doa," kata Eko.
"Memang untuk mendapatkan cewek yang di sukai, ya dengan usaha dan juga doa," kata Abdul menegaskan omongan Eko.
"Kadang ujiannya tetap sama. Di tolak sama cewek yang di sukai," kata Budi.
"Resikonya," kata Eko.
"Resiko di tolak cewek, ya jadinya patah deh, ya sakit di hati," kata Abdul.
"Ya sudahlah. Abdul, Eko. Lebih baik main kartu remi saja!" kata Budi.
"Ok," kata Abdul dan Eko bersamaan.
Abdul mengambil kartu remi di bawah meja dan di kocok dengan baik kartu. Abdul membagikan kartu remi dengan baik, ya main cankulan lah. Ketiganya main kartu remi dengan baik, ya sambil menikmati makan gorengan dan minum teh gelas lah.
SATU NAMA TETAP DIHATI
Lirik lagu yang dinyanyikan Abdul dengan judul 'Satu Nama Tetap Dihati' :
Pernah bawa dan beri bahagia
Hingga saat ini
Masih ku abadikan di dalam hatiku
Sewaktu kita bersama dulu
Hanya kita yang tahu
Dalam mana telah cinta
Kita memutik
Oleh masa dan suasana tak dipinta
Namun percayalah tidak sedikit pun
Kasihku kepadamu surut dan berubah
Engkau dan aku pasti jua nikmati
Cinta yang istimewa
Walau ku tak pasti bilakah masanya
Kau dan aku akan bertemu
Untuk kita kembalikan keindahan dulu
Oleh masa dan suasana tak dipinta
Namun percayalah tidak sedikit pun
Kasihku kepadamu surut dan berubah
Engkau dan aku pasti jua nikmati
Satu cinta yang indah
Walau ku tak pasti bilakah masanya
Kau dan aku akan bertemu
Untuk kita kembalikan keindahan dulu
Sewaktu kita bersama dulu
Kusemat di dalam hati
Hingga kita kan bertemu
Kemudian hari
***
Budi sampai di rumah Abdul, ya memarkirkan dengan baik motornya di halaman depan rumah Abdul. Budi duduk dengan baik. Abdul selesai main gitar dan bernyanyi.
"Budi mana Eko?!" kata Abdul.
"Eko ada urusan dengan Purnama," kata Budi.
"Jadi Eko tidak main ke sini karena ada urusan dengan Purnama. Ya enggak masalah sih," kata Abdul.
"Oiya Abdul. Habis nyanyiin lagu apa?!" kata Budi.
"Lagunya Eye dengan judul 'Satu Nama Tetap Dihati'..." kata Abdul.
"Sayang sekali. Aku tidak ada nama cewek yang ada di dalam hati ku," kata Budi.
"Aku pahamlah keadaan Budi yang berjuang mendapatkan cewek yang di sukai Budi. Maka itu, ya mana ada nama cewek yang terukir di hati Budi," kata Abdul.
"Nama juga berjuang demi sesuatu yang diinginkan. Kan sama aja dengan Abdul, ya mengukir nama cewek di sukai di hati Abdul, ya Putri!" kata Budi.
"Ya aku akui sih. Satu nama yang ada di hati ku, ya terukir dengan baik Putri," kata Abdul.
"Cewek yang berkesan untuk Abdul dari zaman SMA sampai sekarang," kata Budi.
"Ya begitulah ceritanya," kata Abdul.
"Oooo iya Abdul. Gimana dengan kerjaan Abdul?!" kata Budi.
"Baiklah. Gimana dengan kerjaan Budi?!" kata Abdul.
"Ya Baiklah," kata Budi.
"Syukur alhamdulillah. Urusan kerjaan, ya berjalan dengan baik," kata Abdul.
"Emmm," kata Budi.
"Oooo iya Budi ngopi apa enggak?!" kata Abdul.
"Ngopilah!" kata Budi.
"Ok aku buatkan," Abdul.
Abdul beranjak dari duduknya, ya membawa gitarnya. Abdul masuk ke dalam rumah dan menaruh gitar di atas meja ruang tamu, ya Abdul langsung ke dapur untuk membuat kopilah. Budi mengambil koran di meja, ya di baca dengan baik, ya sambil makan gorengan lah.
"Berita di koran, ya keadaan kota Bandar Lampung, ya menarik juga beritanya," kata Budi.
Budi membaca terus berita ini dan itu, ya sampai berita tentang artis yang ini dan itulah. Abdul selesai membuat kopi di dapur, ya di bawa dengan baik kopi ke depan rumah. Di depan rumah, ya Abdul menaruh gelas berisi kopi di meja dengan baik. Abdul duduk dan berkata "Kopinya Budi!"
Budi menghentikan baca korannya, ya koran di taruh di meja.
"Kopi," kata Budi.
Budi mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik kopilah.
"Orang-orang yang punya cita-cita jadi penyanyi dan ikut dalam perlombaan ajang menyanyi di acara Tv. Sampai akhirnya perjuangan orang-orang itu menjadi juara menyanyi. Hebat juga perjuangannya," kata Abdul.
Budi menaruh gelas berisi kopi di meja.
"Memang sih...hebat perjuangannya sampai jadi juara. Ya sama halnya dengan juara di bidang olahraga, ya termasuk orang-orang hebat dalam perjuangannya meraih gelar juara," kata Budi.
"Hidup penuh dengan perjuangan," kata Abdul.
"Emmm," kata Budi.
"Seadainya aku sudah jadi sukses. Aku segera ke Jakarta untuk menemui Putri dan menyatakan perasaan cinta ku, ya melamarnya lah," kata Abdul.
"Seandainya apa beneran itu?!" kata Budi.
"Masih seandainya. Kan kenyataannya aku masih berjuang dengan baik, ya agar usahaku berkembang dengan baik," kata Abdul.
"Ok. Ok. Ok. Abdul masih berjuang kenyaataannya. Maka itu seadainya!" kata Budi.
"Hal yang aku takutin, ya di tolak sama Putri," kata Abdul.
"Cewek biasa menolak cowok karena cowoknya belum masuk kreteria cewek dan juga ceweknya sudah punya cowok," kata Budi.
"Apa Putri sudah punya pacar ya?!" kata Abdul.
"Mana aku tahu. Putri punya pacar atau enggak?!" kata Budi.
"Sudahlah ngomongin tentang Putri. Satu nama tetap di hati ku," kata Abdul.
"Emmmm," kata Budi.
"Main catur saja!" kata Abdul.
"Ok. Main catur!" kata Budi.
Abdul telah mengambil papan catur di bawah meja dan di taruh di atas meja papan catur. Abdul dan Budi menyusun dengan baik, ya bidak catur di papan catur. Keduanya main catur dengan baik. Sedangkan Eko, ya sedang ngobrol dengan asik sama Purnama di ruang tamu. Sedangkan Putri yang di sukai Abdul dan keberadaan Putri di Jakarta. Putri sedang ngobrol asik di rumahnya, ya di ruang tamu dengan teman-teman kuliah, ya ceweklah.
Tuesday, October 19, 2021
GALA GALA
Lirik lagu yang di nyanyikan Budi dan Eko berjudul 'Gala Gala' :
Kembali padamu, kasih
Setelah lama kutinggal pergi
Menanti memadu kasih
Penuh rasanya rindu di hati
Rindu segala-gala-galanya
Oh, tiada terkira
Rindu segala-gala-gala-gala-galanya
Oh, tiada terkira
Rindu segala-gala-galanya
Oh, tiada terkira
Rindu segala-gala-gala-gala-galanya
Tawa lepas renyah ceria
Kurindu gayamu ketika bermanja
Meluluhkan segenap jiwa
Kurindu bagaimana engkau membujuk
Ketika 'ku merajuk
Kurindu bagaimana engkau mengasihi
Ketika kubersedih
Kembali padamu, kasih
Setelah lama kutinggal pergi
Menanti memadu kasih
Penuh rasanya rindu di hati
Rindu segala-gala-galanya
Oh, tiada terkira
Rindu segala-gala-gala-gala-galanya
Oh, tiada terkira
Rindu segala-gala-galanya
Oh, tiada terkira
Rindu segala-gala-gala-gala-galanya
Tawa lepas renyah ceria
Kurindu gayamu ketika bermanja
Meluluhkan segenap jiwa
Kurindu bagaimana engkau membujuk
Ketika 'ku merajuk
Kurindu bagaimana engkau mengasihi
Ketika kubersedih
***
Budi dan Eko berhenti bernyanyi, ya Budi berhenti main gitar.
"Menyukai cewek, ya selalu rindu tentang cewek itu, ya kan Eko?!" kata Budi.
"Memang sih. Menyukai cewek, ya selalu rindu ingin bersamanya. Cinta segala-galanya tentang diri cewek tersebut yang di sukai dengan baik," kata Eko menegaskan omongan Budi.
"Ketika cewek curhat tentang dirinya ada masalah yang ini dan itu, ya sebagai cowok harus mengerti keadaan diri cewek tersebut. Cowok harus memberikan masukan yang baik, ya agar urusan masalah cewek itu cepat selesai," kata Budi.
"Kadang masukan cowok ke cewek, ya enggak kena kepermasalahan cewek. Jadinya cewek masih kesal dengan persoalaan yang menimpa dirinya," kata Eko.
"Iya sih kadang masukan cowok ke cewek, ya enggak kena kepermasalahan cewek. Cowok telah berusaha dengan sebaik mungkin mengertiin keadaan cewek," kata Budi yang menegaskan omongan Eko.
"Sebaliknya, ya kadang cewek berusaha mengertiin keadaan cowok yang ada masalah. Pada cowok bertindak dengan baik menyelesaikan masalahnya, ya dengan bantuan teman-temannya. Seperti ketika aku punya masalah, ya Budi menolong aku. Begitu juga ketika Budi punya masalah, ya aku menolong Budi dengan baik. Jadinya saling tolong menolong sesama teman," kata Eko.
"Teman yang baik selalu tolong menolong untuk menyelesaikan masalah yang menimpa. Nama juga ujian hidup," kata Budi.
"Sedangkan cewek, ya menyelesaikan masalahnya dengan cara sendiri dan juga bantuan teman-temannya cewek lah," kata Eko.
"Jadinya sih cewek dan cowok, ya sama aja ketika menyelesaikan masalah. Dengan cara sendiri dan juga bantuan teman-temannya," kata Budi menegaskan omongan Eko.
"Aku pinjam gitarnya Budi!" kata Eko.
"Niiiieeee," kara Budi.
Budi memberikan gitar pada Eko dan Eko mengambil gitar dari tangan Budi lah. Eko memainkan gitar dan bernyanyi. Budi, ya ikutan nyanyilah.
Lirik lagu yang dinyanyikan Eko dan Budi dengan judul 'Cuma Kamu' :
Hmm-hmm
Haa-haa
Hm-hm-hm-hmm
Cuma kamu cintaku di dunia ini
Tanpa kamu sunyi kurasa dunia ini
Tanpa kamu hampa kurasa dunia ini
Cuma (cuma) kamu (kamu) cintaku di dunia ini
Betapa sayangku kepada dirimu
Tiada ibarat sebagai umpama
Betapa cintaku kepada dirimu
Itu dapat kurasa dari belai tanganmu (wo-ho-ho-hoo-hoo)
Cuma kamu cintaku di dunia ini
Tanpa kamu sunyi kurasa dunia ini
Tanpa kamu hampa kurasa dunia ini
Cuma (cuma) kamu (kamu) cintaku di dunia ini
***
Eko dan Budi selesai menyanyikan lagu, ya Eko menyelesaikan main gitarnya. Gitar di taruh Eko di samping kursi. Budi mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik kopi lah.
"Cuma Purnama yang aku sukai," kata Eko.
Eko mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik kopilah. Budi menaruh gelas berisi kopi di meja.
"Memang sih Eko mencintai Purnama dengan baik," kata Budi.
Eko menaruh gelas berisi kopi di meja.
"Nama juga kisah cinta aku dan Purnama. Rindu segala-galanyalah," kata Eko.
"Aku sih ingin sekali merasakan seperti Eko dan Purnama....urusan cinta. Kenyataan tetap kenyataan aku berusaha mendapatkan cewek yang aku sukai," kata Budi.
"Aku sebagai teman, ya mengerti keadaan Budi lah," kata Eko.
"Lebih main catur saja Eko!" kata Budi.
"Ok main catur saja!" kata Eko.
Budi telah mengambil papan catur di bawah meja, ya di taruh di atas meja. Budi dan Eko menyusun bidak catur dengan baik di papan catur.
"Kalau urusan cinta para artis di Tv gimana Eko?!"kata Budi.
"Kisah cinta para artis di Tv, ya sebagai contoh yang baik," kata Eko.
"Contoh yang baik," kata Budi.
"Ya tetap sih urusan cinta. Ada yang baik dan buruk," kata Eko.
"Iya sih. Urusan cinta. Ada yang baik dan ada yang buruk. Nama hidupnya manusia di pengaruhi dengan keadaan ini dan itu, masalah yang menimpa manusia dalam menjalankan hidup ini," kata Budi.
"Emmmm," kata Eko.
Eko dan Budi main catur dengan baiklah.
MENDENGARKAN DENGAN BAIK
Lirik lagu yang dinyanyikan Budi dengan judul 'Andai Ku Tahu' :
Kapan tiba ajalku
Ku akan memohon
Tuhan, tolong panjangkan umurku
Kapan tiba masaku
Ku akan memohon
Tuhan, jangan Kau ambil nyawaku
Akan semua dosa-dosaku
Aku takut
Dosa yang terus membayangiku
Malaikat-Mu 'kan menjemputku
Izinkan aku
Mengucap kata taubat pada-Mu
Akan semua dosa-dosaku
Aku takut
Dosa yang terus membayangiku
Dari segala dosa-dosaku
Ampuni aku
Menangis ku bertaubat pada-Mu
Yang takut neraka
Namun aku juga (namun aku juga)
Tak pantas di surga
Kapan tiba ajalku
Izinkan aku
Mengucap kata taubat pada-Mu
Akan semua dosa-dosaku
Aku takut
Dosa yang terus membayangiku
Dari segala dosa-dosaku
Ampuni aku
Menangis ku bertaubat pada-Mu
***
Eko sampai di rumah Budi, ya memarkirkan motornya dengan baik di halaman depan rumah Budi. Eko duduk dengan baik. Budi telah selesai dari menyanyi dan main gitarnya.
"Berita di Tv tentang Maulid Nabi," kata Eko.
"Memang beritanya di Tv tentang Maulid Nabi dan juga ada acara Tv yang berkaitan dengan Maulid Nabi," kata Budi.
"Di mesjid daerah sini, ya ada yang mengadakan acara Maulid Nabi," kata Eko.
"Memang ada sih yang mengadakan acara Maulid Nabi. Acara baca al-quran, nyanyi lagu sholawat dan nasehat. Ya kedengaran dengan baik, ya toanya mesjidlah," kata Budi.
"Memang sih kedengaran dengan baik. Aku dan Budi mendengarkannya dengan baik," kata Eko.
"Mendengarkan dengan baik," kata Budi.
"Oooo iya barusan tadi Budi nyanyi lagu apa?!" kata Eko.
"Mau tahu yang biasa aja apa mau tahu banget?!" kata Budi.
"Gaya anak gaul...Budi. Ya mau tahu banget lah!" kata Eko.
"Lagunya Ungu dengan judul 'Andai Ku Tahu' ...," kata Budi.
"Ooooo lagunya Ungu yang berjudul 'Andai Ku Tahu'..," kata Eko.
"Selagi masih hidup, ya taubat bagi yang sadar punya dosa, ya pemberitahuan pada manusia yang berbuat dosa. Dari dosa kecil sampai dosa yang besar," kata Budi.
"Yang sadar taubat. Yang tidak sadar, ya ada sampai mati, ya tidak bisa taubat. Pastinya tuh manusia masuk neraka!" kata Eko.
"Manusia itu makluk yang pandai menyembunyikan kesalahan kecil sampai besar, ya contohnya saja : mencuri," kata Budi.
"Sampai-sampai manusia yang merasa dirinya hebat, ya menganiyaya manusia lain, ya jadi preman gitu," kata Eko.
"Kalau preman sampai membunuh manusia, ya pantes masuk penjara dan juga pantes masuk neraka," kata Budi.
"Emmmm," kata Eko.
"Eko...ngopi nggak?!" kata Budi.
"Ya kopi," kata Eko.
Budi beranjak dari duduknya, ya masih megang gitar sih. Eko pun berkata "Minjem gitarnya Budi!"
Budi memberikan gitarnya pada Eko, sambil berkata "Nieee gitarnya!"
Eko mengambil gitar dari tangan Budi. Ya Budi bergerak masuk ke dalam rumah langsung ke dapur untuk membuat kopi lah. Eko memainkan gitar dan bernyanyi.
Lirik lagu yang dinyanyikan Eko dengan judul 'Tombo Ati' :
Da-da di do-de da-re rei-ra
Kaping pisan, moco Qur'an lan maknane
Kaping pindo, sholat wengi lakonono
Kaping telu, wong kang sholeh kumpulono
Kaping limo, dzikir wengi ingkang suwe
Salah sawijine sopo biso ngelakoni
Mugi-mugi Gusti Allah nyembadani
Kaping pisan, moco Qur'an lan maknane
Kaping pindo, sholat wengi lakonono
Kaping telu, wong kang sholeh kumpulono
Kaping limo, dzikir wengi ingkang suwe
Salah sawijine sopo biso ngelakoni
Mugi-mugi Gusti Allah nyembadani
Da-da di do-de da-re rei-ra
Yang pertama, baca Qur'an dan maknanya
Yang kedua, sholat malam dirikanlah
Yang ketiga, berkumpullah dengan orang sholeh
Yang kelima, dzikir malam perpanjanglah
Salah satunya siapa bisa menjalani
Moga-moga Gusti Allah mencukupi
Yang pertama, baca Qur'an dan maknanya
Yang kedua, sholat malam dirikanlah
Yang ketiga, berkumpullah dengan orang sholeh
Yang kelima, dzikir malam perpanjanglah
Salah satunya siapa bisa menjalani
Moga-moga Allah Ta'ala mencukupi
Moga-moga Allah Ta'ala mencukupi
***
Budi selesai membuat kopi di dapur, ya di bawalah kopi ke depan rumah. Di depan rumah, ya kopi di taruh di meja. Budi duduk dengan baik, ya ikut bernyanyi dengan Eko. Sampai lagu selesai di nyanyikan Eko dan Budi, ya Eko berhenti main gitarnya.
"Bagi manusia yang menyakini ajaran agama islam dengan baik, ya selalu menjalankan segala aturan agama dengan baik. Terus menerus di jalan kan. Malahan terus di sempurnakan dengan cara mempelajari dan juga memahami ilmu agama islam dengan baik," kata Budi.
"Contohnya orang-orang sholeh," kata Eko.
Eko menaruh gitar di samping kursi dan segera mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik.
"Orang sholeh yang telah menjalankan ajaran agama islam dengan baik, ya hati menjadi tenang, ya tentram banget," kata Budi.
Budi mengambil gelas berisi kopi di meja, ya segera di minum dengan baik kopi lah. Eko menaruh gelas berisi kopi di meja.
"Memang sih hati tenang, ya tentram banget," kata Eko menegaskan omongan Budi.
Eko menaruh gelas berisi kopi di meja.
"Maulid Nabi, kita cuma di rumah saja Budi?!" kata Eko.
"Ya di rumah saja lah. Kan kedengaran dari sini, ya toanya mesjid yang sedang mengadakan acara Maulid Nabi," kata Budi.
"Memang sih kedengaran dari sini, ya toanya mesjid yang sedang mengadakan acara Maulid Nabi. Ya sudahlah sama-sama mendapatkan pahala, ya karena mendengarkan acara Maulid Nabi di mesjid yang di isi acara ini dan itu," kata Eko.
"Emmmm," kata Budi.
"Kalau begitu main catur saja!" kata Eko.
"Ok. Main catur!" kata Budi.
Budi mengambil papan catur di bawah meja dan di taruh di atas meja papan catur. Budi dan Eko menyusun dengan baik bidak catur di papan catur. Keduanya main catur dengan baik.
Monday, October 18, 2021
MISTERI KEHIDUPAN
"Misteri kehidupan," kata Budi.
"Kok ngomong misterinya kehidupan?!" kata Eko.
"Umur manusia kan tidak ada yang tahu Eko. Tahu-tahu dapet kabar dari pemberitahuan dari mesjid, ya pake toa tentang orang meninggal," kata Budi.
"Memang sih umur tidak tahu, jadi misterinya kehidupan tentang manusia yang meninggal," kata Eko menegaskan omongan Budi.
"Yang meninggal itu sudah cukup menikmati kehidupan ini dengan baik. Meninggal di umur 71 tahun," kata Budi.
"Manusia berharap sih, ya menikmati umur lebih lama lagi. Ya 100 tahun," kata Eko.
"Harapan manusia menikmati hidup lebih lama, ya umur 100 tahun. Tetap saja keputusannya telah di sesuaikan dengan takdir masing-masing manusia yang hidup di muka bumi ini," kata Budi.
"Ya begitulah," kata Eko.
Eko mengambil tahu goreng di meja, ya tahu goreng di makan dengan baik.
"Eko aku punya pertanyaan," kata Budi.
"Tentang apa?!" kata Eko.
"Tentang keyakinan," kata Budi.
"Keyakinan," kata Eko.
"Iya keyakinan tentang agama yang ku yakinin. Mungkin sama dengan orang-orang yang resah dan ingin bertanya pada seorang tentang keyakinan agama yang di jalaninnya," kata Budi.
Budi mengambil tahu goreng di meja, ya tahu goreng di makan dengan baik.
"Mungkin lah!" kata Eko.
Eko mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik kopi.
"Apa kah benar jalan agama yang aku yakini ini?!" kata Budi.
Budi mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik kopi. Eko menaruh gelas berisi kopi di meja.
"Kalau itu sih. Cukup di yakini dan di jalankan dengan baik, ya sudah benarlah agama yang di yakini Budi. Ya sama dengan aku," kata Eko.
Budi menaruh gelas berisi kopi di meja.
"Cukup di yakini dan di jalankan dengan baik. Tidak adakah petunjuk lainnya," kata Budi.
"Petunjuk. Kan ada di dalam kitab-kitab agama jawabannya tentang pertanyaan manusia," kata Eko.
"Di kitab-kitab ajaran jawabannya toh," kata Budi.
"Mungkin dari satu cerita. Tentang pemuda yang dapat mendengarkan suara roh. Pemuda itu di beritahukan tentang kebenaran agama. Jadi agama itu di katakan benar, ya agama tersebut mengarahkan pada manusia untuk di jalan kebaikan," kata Eko.
"Selama di jalan kebaikan maka jalan agama ku benar, ya Eko?!" kata Budi.
"Ya iyalah. Selama di jalan kebaikan maka jalan Budi benar!" kata Eko.
"Berarti tetap agama itu cukup di yakini dan di jalanin dengan baik saja," kata Budi.
"Ya begitulah," kata Eko.
"Ya sudahlah. Aku hanya perlu membuang keraguan aku tentang agama yang ku yakini. Maka aku tetap terus menyakini agama yang aku yakini dengan baik, ya di jalanin dengan baik seperti biasanya. Contoh yang baik, ya orang tua ku. Meyakini agama dan di jalanin dengan baik agama, ya tanpa ada keraguan sedikit pun," kata Budi.
"Orang tua jadi contoh yang baik untuk anaknya dalam menyakini dan menjalankan agama dengan baik," kata Eko menegaskan omongan Budi.
"Kalau begitu. Main catur saja!" kata Budi.
"Ok. Main catur saja!" kata Eko.
Ya Budi telah mengambil papan catur di bawah meja, ya di taruh papan catur di atas meja. Budi dan Eko mulai menyusun dengan baik bidak catur di papan catur.
"Hidup pun harus di nikmati dengan baik," kata Budi.
"Ya begitulah. Hidup harus di nikmati dengan baik," kata Eko menegaskan omongan Budi.
"Tetap saja kehidupan ini masih penuh dengan misterinya kehidupan. Yang ini dan itu," kata Budi.
"Ya begitulah," kata Eko.
Eko dan Budi main catur dengan baik.
CINTA SUCI
Lirik lagu yang dinyanyikan Eko yang berjudul 'Cinta Suci' :
Tanpa kau ada di hati
Ceria ini takkan ada
Tanpa kau ada di sisi
Tiada yang lain hanya dirimu
Yang kusayang dan selalu kukenang
'Kan selalu bersama dalam suka dan duka
Takkan lagi ada selain dirimu
Cinta suci hanyalah untukmu
Dengarlah kasih, kaulah dambaanku
Kita 'kan selalu bersama
Tetap satu dalam cinta
Tiada yang mampu merubah
Takkan lagi ada selain dirimu
Cinta suci hanyalah untukmu
Dengarlah kasih, kaulah dambaanku
Bagaikan untaian mutiara
Takkan kulepas hingga akhir masa
'Kan selalu bersama dalam suka dan duka
Takkan lagi ada selain dirimu
Cinta suci hanyalah untukmu
Dengarlah kasih, kaulah dambaanku
***
Selesai menyanyikan lagu, ya Budi dan Abdul, ya Budi selesai main gitar dan gitar di taruh di samping kursi.
"Cinta suci ku persembahkan pada gadis yang mengisi hati ku dari SMA sampai sekarang," kata Abdul.
"Emmmmm. Abdul. Masing saja urusan cintanya sama Putri. Padahal belum pernah menyatakan cinta sama Putri, ya dari SMA sampai sekarang. Apa lagi jarak juga. Abdul di Bandar Lampung dan Putri di Jakarta," kata Budi.
"Budi. Budi. Kan sekedar saja di kaitkan dengan lagu yang baru kita nyanyikan," kata Abdul.
Abdul mengambil tahu goreng di piring, ya di makan dengan baik tahu goreng.
"Ooooo sekedar toh. Jadi sudah bisa melupakan Putri, ya Abdul?!" kata Budi.
Budi mengambil bakwan goreng di piring, ya di makan dengan baik bakwan goreng lah.
"Sebenarnya belum bisa melupakan Putri. Cantik pembawaan Putri dan juga karakter pembawaan Putri yang baik yang membuat ku terkesan dan terkenang, ya ingin bersamanya," kata Abdul.
"Benar-benar Putri susah untuk di lupakan sama Abdul," kata Budi.
"Emmm," kata Abdul.
Abdul mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik kopi sama Abdul.
"Mungkin dengan cewek lain, ya di jadiin pacar sama Abdul, ya bisa melupakan Putri?!" kata Budi.
Budi mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik kopi sama Budi. Abdul menaruh gelas berisi kopi di meja.
"Maksudnya cewek yang aku baru jadiin teman gitu?!" kata Abdul.
Budi menaruh gelas berisi kopi di meja lah.
"Iya maksud ku itu sih. Cewek yang baru Abdul jadiin teman. Kemungkinan besarkan bisa di jadiin pacar," kata Budi.
"Memang cewek itu cantik. Cuma pembawaan tuh cewek, ya menurut ku kurang sih kena ke hati," kata Abdul.
"Ooooo masih di pertimbangkan dengan baik," kata Budi.
"Apa mungkin aku membandingkan dengan Putri, ya cewek yang baru jadi teman ku itu?!" kata Abdul.
"Kalau di pikir dengan baik sih. Abdul memang membandingkan cewek yang baru di jadiin temen itu dengan Putri dari segi pembawaan diri seorang cewek yang dapat membuat Abdul terkesan sampai ke hati," kata Budi.
"Haaaa. Cinta suci, ya hanya untuk Putri seorang, cewek yang membuat ku terkesan sampai di ke dalam hati," kata Abdul.
"Abdul mikirin Putri. Sedang Putri mikirin Abdul apa enggak ya?!" kata Budi.
"Mana aku tahu," kata Abdul.
"Kalau begitu sih lebih baik kita main catur saja!" kata Budi.
"Ok. Main catur!" kata Abdul.
Ya Budi telah mengambil papan catur di bawah meja dan di taruh di atas meja. Budi dan Abdul, ya menyusun dengan baik bidak catur di papan catur. Keduanya main catur dengan baik lah. Sedangkan Eko ada urusan dengan Purnama, ya ngobrol asik di ruang tamu sih. Sedang Putri yang berada di Jakarta, ya di rumahnya lah. Putri di kamarnya sedang mengetik kerjaannya, ya tugas kuliahnya lah dengan baik.
Sunday, October 17, 2021
HAL HEBAT
Lirik lagu yang dinyanyikan Eko dengan judul 'Hal Hebat' :
Telah kusinggahi banyak cinta
Namun tak pernah aku temui cinta
Sekuat aku menginginkan dia
Kini dicintai seseorang
Yang 'ku pun mencintai
Itu sempurna
Belum tentu ada yang seperti dia
Satu dunia tahu aku bahagia
Banyak pasang mata saksinya
Belum tentu esok 'kan masih ada
Kesempatan tak datang kedua kalinya
Hargai dan jaga hatinya
Kupanjatkan selalu doa untuknya
Jodoh bukan soal sempurna
Namun yang mampu tangguh 'tuk bertahan
Dan berjuang
Belum tentu ada yang seperti dia
Satu dunia tahu aku bahagia
Banyak pasang mata saksinya
Belum tentu esok 'kan masih ada
Kesempatan tak datang kedua kalinya
Hargai dan jaga hatinya
Belum tentu ada yang seperti dia
Satu dunia tahu aku bahagia
Banyak pasang mata saksinya
Belum tentu esok 'kan masih ada
Kesempatan tak datang kedua kalinya
Hargai dan jaga hatinya
Hatinya
Takkan siakan dia
Takkan siakan dia
***
Budi sampai di rumah Eko, ya memarkirkan motornya dengan baik di depan rumah Eko lah. Budi duduk dengan baik. Eko berhenti main gitar dan bernyanyi.
"Eko barusan menyanyikan lagu apa?!" kata Budi.
"Lagunya Govida dengan judul 'Hal Hebat'...," kata Eko.
"Ooooooo 'Hal Hebat'..," kata Budi
"Emmmmm," kata Eko.
Eko menaruh gitarnya di samping kursi.
"Urusan cinta itu harus terus berjuang dengan doa dan usaha kan Eko?!" kata Budi.
"Iya," kata Eko.
"Hal hebat apa yang telah Eko lakukan demi cinta sama Purnama?!" kata Budi.
"Kan sudah Budi omongin tadi!" kata Eko.
"Ooooo. Hal hebat yang di lakukan Eko demi cinta sama Purnama, ya dengan cara doa dan usaha yang baik," kata Budi.
"Dari usaha aku yang baik, ya mendapatkan cinta yang baik. Jadi cinta harus di perjuangkan dan di pertahankan demi kebaikan bersama, ya bahagia. Doa selalu panjatkan demi kebaikan aku dan Purnama," kata Eko menjelaskannya.
"Doa dan usaha!" kata Budi.
"Hal hebat apa yang di lakukan Budi, ya berkaitan urusan cinta?!" kata Eko.
"Kalau aku sih Eko. Masih usaha dengan baik mendapatkan cewek yang aku ingin kan, ya yang cantik dan juga kaya. Doa selalu ku panjatkan dengan baik untuk kebaikan jalan yang aku pilih. Walau yang sebenarnya, ya tanda-tanda cinta itu, ya ada sih, ya tapi biarkan jadi misteri untuk ku saja!" kata Budi.
"Aku paham urusah cintanya Budi. Ketika waktunya tiba. Budi akan memilih cewek yang tepat," kata Eko.
Mengambil teh gelas di meja, ya di minum dengan baik.
"Sebenarnya sih Eko. Aku ingin sekali merantau, ya melihat dunia ini," kata Budi.
Budi mengambil teh gelas di meja, ya di cucuk dengan sedotan dan di minum dengan baik teh gelas.
"Merantau. Melihat dunia ini," kata Eko.
Eko menaruh teh gelas di meja.
"Kalau dengan pergi ke kota lain, ya ekonomi bisa berubah," kata Budi.
Budi menaruh teh gelas di meja.
"Kan Budi sudah kerja dengan baik, ya di kota Bandar Lampung ini," kata Eko.
"Ya memang aku telah kerja di kota Bandar Lampung sih. Namanya keinginan boleh kan?!" kata Budi.
"Ya bolehlah kalau keinginan!" kata Eko.
"Banyak orang meninggalkan kota Bandar Lampung, ya ke kota lain dengan kemajuan industrinya tujuannya ekonomi berubah, ya kerja gitu," kata Budi.
"Memang di kota ini kan bersaing dengan baik untuk mendapatkan kerjaan. Yang dapet kerjaan di kota Bandar Lampung, ya kerja. Sedangkan yang tidak dapet, ya memilih untuk ke kota lain, ya propinsi lain untuk mendapatkan kerjaan," kata Eko.
"Setelah mereka yang merantau itu dapet kerja di kota lain, ya propinsi lain, ya dapet jodoh di kota perantauan kan Eko?!" kata Budi.
"Banyak cerita sih. Dapet kerjaan di kota lain, ya propinsi lain dan juga dapet jodoh," kata Eko menegaskan omongan Budi.
"Orang kaya, yang punya rumah yang di kontrakkan, ya laku usahanya itu kan Eko?!" kata Budi.
"Iyalah usaha kontrakan laku di kota lain, ya kabarnya begitu sih. Nama juga orang merantau, ya pastinya nyari tempat tinggal, ya kontrakan. Dengan usaha dan doa yang baik, ya dapet kerjaan di perantauan lah. Kalau jalannya baik, ya terus tinggal di kota perantauan dan mendapatkan jodoh di kota perantauan," kata Eko.
"Semuanya dasarnya punya ilmu kan Eko kalau ingin berhasil di kota lain, ya kota perantauan gitu?!" kata Budi.
"Dasarnya memang ilmu. Maka itu ilmu harus di pelajari dengan baik, ya di pahami dengan baik. Agar ilmu berguna ketika waktunya di gunakan dengan baik. Untuk mengangkat derajat diri dengan baik, ya menjadi orang yang berguna untuk diri sendiri dan bermanfaat bagi orang banyak," kata Eko.
"Kalau tidak punya ilmu, ya jadi orang yang tak bergunakan Eko?!" kata Budi.
"Orang yang tidak punya ilmu, ya jadinya orang tak berguna. Kalau itu sih banyak ceritanya," kata Eko menegaskan omongan Budi.
"Untuk urusan cerita Tv di kota Jakarta, ya sebagai contoh. Orang-orang yang mengejar cita-citanya menjadi penyanyi di acara Tv, ya kebanyakan orang-orang dari propinsi lain. Orang-orang itu di sebut orang perantauan juga. Dari doa dan usahanya dengan baik, ya menjadi juara dalam perlombaan menyanyi," kata Budi.
"Berkat dari ilmu yang di pelajari dan di pahami dengan baik, ya menghantarkan diri pada derajat yang baik. Semua berkat doa dan usaha dengan baik," kata Eko menegaskan omongan Budi.
"Jadi hal hebat yang telah di lakukan orang-orang merantau sana sini, ya mengubah nasifnya, ya derajatnya," kata Budi.
"Emmmm," kata Eko.
"Ya sudah kok lebih baik main catur saja!" kata Budi.
"Jadi Budi jadi merantau apa enggak?!" kata Eko.
"Ya Eko. Aku kerja di kota Bandar Lampung, ya aku jalanin saja dengan baik. Walau gajinya kecil. Ya aku syukur dengan baik dari usaha dan doa aku. Urusan merantau, ya sekedar keinginan dan juga bahan obrolan saja Eko," kata Budi.
"Ooooo begitu. Ya sudahlah. Lebih baik main catur!" kata Eko.
Eko mengambil papan catur di bawah meja, ya di taruh di atas meja papan catur. Eko dan Budi, ya menyusun dengan baik bidak catur di atas papan catur. Keduanya main catur dengan baik.
JAPUNG (JAWA LAMPUNG)
Lirik lagu yang di nyanyikan Budi dan Eko dengan judul 'Lir Ilir' :
Tak ijo royo royo
Tak sengguh panganten anyar
Cah angon cah angon penekno blimbing kuwi
Lunyu lunyu penekno kanggo mbasuh dodotiro
Dodotiro dodotiro kumintir bedah ing pinggir
Dondomana jrumatane kanggo seba mengko sore
Mumpung padang rembulane
Mumpung jembar kalangane
Sun suroko surok hiyo
Tak ijo royo royo
Tak sengguh panganten anyar
Cah angon cah angon penekno blimbing kuwi
Lunyu lunyu penekno kanggo mbasuh dodotiro
Dodotiro dodotiro kumintir bedah ing pinggir
Dondomana jrumatane kanggo seba mengko sore
Mumpung padang rembulane
Mumpung jembar kalangane
Sun suroko surok hiyo
***
Eko dan Budi berhenti menyanyi, ya Eko berhenti main gitarnya.
"Budi lanjut nyanyi apa enggak ?!" kata Eko.
"Lanjut lah nyanyi!" kata Budi.
"Ok. Lanjut nyanyinya!" kata Eko.
Eko main kan gitarnya dan bernyanyi, ya Budi pun bernyanyi dengan baik.
Lirik lagu yang dinyanyikan Eko dan Budi yang berjudul 'Terbang Bersamaku' :
***
Eko dan Budi berhenti bernyanyi, ya Eko berhenti main gitarnya lah dan gitar di taruh di samping kursi.
"Budi. Gimana dengan urusan cinta Budi?!" kata Eko.
"Masih proses sih. Mendapatkan cewek yang aku sukai," kata Budi.
"Proses toh. Emmmm. Kaya ada sebuah cerita. Tentang orang Lampung. Cowok yang mengejar cinta pada seorang gadis. Cowok itu kerjaanya seorang supir. Ceweknya kerjaannya pegawai negeri dan juga anak orang kaya. Dari cerita ini. Jangan-jangan Budi ingin mendapatkan cewek yang kaya kan?!" kata Eko.
"Kalau cerita itu sih aku tahu Eko. Cowoknya yang benar-benar target untuk mengubah nasifnya menjadi kaya dengan menyukai ceweknya, ya cantiknya biasalah," kata Budi.
"Memang kebiasaan orang Lampung. Yang terpentingkan cewek itu kaya. Target tercapai," kata Eko.
"Sedangkan aku beda lah Eko. Aku mencari cewek kaya dan juga cantik banget, ya merubah segala-galanya," kata Budi.
"Kalau itu sih selera Budi, ya tinggi nggak ketulungan," kata Eko.
"Nama juga selera aku!" kata Budi.
"Iya sih selera Budi. Kalau tidak dapet gimana Budi?! " kata Eko.
"Ya kalau aku telah berusaha dengan baik dan tidak dapet. Ya melupakan keinginan itu dan mencari cewek yang sederajat dengan ku, ya agar mudah membangun urusan rumah tangga yang baik," kata Budi.
"Sampe kapok dalam urusan pengejaran cewek. Baru Budi berhenti dengan baik dan mencari cewek yang sederajat dengan Budi. Benar-benar cowok sejati Budi!" kata Eko.
"Emmmm," kata Budi.
"Jadi kemungkinan temannya Purnama yang aku pernah kenalkan sama Budi. Ya bisa di terima dengan baik sama Budi kan?!" kata Eko.
Eko mengambil teh gelas, ya di minum dengan baik.
"Kemungkinannya sih Eko!" kata Budi.
Budi mengambil teh gelas, ya di minum dengan baik. Ya Eko menaruh teh gelas di meja.
"Benar-benar kemungkinan!" kata Eko menegaskan omongan Budi.
Budi menaruh teh gelas di meja.
"Oooo iya. Eko. Budaya dan kesenian Jawa pernah diangkat dengan baik sama orang Lampung kan?!" kata Budi.
"Budaya dan kesenian Jawa pernah di angkat orang Lampung. Pernah sih. Meriah tuh acara festivalnya. Yang ngangkat tuh budaya dan seni, ya pejabat Lampung," kata Eko.
"Di Lampung ini. Di kenal dengan Japung (Jawa Lampung)," kata Budi.
"Iya begitu lah," kata Eko.
"Perkawinan dengan suku Jawa dan Lampung, ya terjadi sih. Keturunannya di sebut Japung pula!" kata Budi.
"Emmmm," kata Eko.
"Lampung ini. Ada orang baik dan juga ada juga orang jahat," kata Budi.
"Siklus kehidupan manusia. Ada yang baik dan ada yang buruk," kata Eko.
"Sudah ah lebih baik main catur saja!" kata Budi.
"Ok main catur!" kata Eko.
Eko mengambil papan catur di bawah meja, ya papan catur di taruh di atas meja. Eko dan Budi, ya mengatur bidak catur dengan baik di papan catur. Keduanya main catur dengan baik.
Saturday, October 16, 2021
SERBA SERBI CERITA
Terlanjur retak, ya sudah pecah sekali
Habis bagaimana, tiada bukti kau dapat
Kau tuduh diriku, bercinta lagi dengannya
Di depan orang, kau tega memfitnah aku
Bukankah fitnah, lebih kejam dari membunuh
Terlanjur basah, ya sudah mandi sekali
Ranting pun tak ingin patah
Apalagi diriku yang punya perasaan
Kau sembunyikan tanganmu
Diriku yang kau undang
Mengapa dia yang datang
Aduh-aduh daripada sakit nanti
Lebih baik sekarang
Sebelum diriku mati
Di depan orang, kau tega memfitnah aku
Bukankah fitnah, lebih kejam dari membunuh
Terlanjur basah, ya sudah mandi sekali
Ranting pun tak ingin patah
Apalagi diriku yang punya perasaan
Kau sembunyikan tanganmu
Diriku yang kau undang
Mengapa dia yang datang
Aduh-aduh daripada sakit nanti
Lebih baik sekarang
Sebelum diriku mati
Di depan orang, kau tega memfitnah aku
Bukankah fitnah, lebih kejam dari membunuh
Terlanjur basah, ya sudah mandi sekali
INIKAH CINTA
Lirik lagu yang dinyanyikan Eko dengan judul 'Inikah Cinta' :
Di suatu suasana
Terasa getaran dalam dada
Kucoba mendekatinya
Kutatap dirinya
Oh dia sungguh mempesona
Ingin daku menyapanya
Menyapa dirinya
Bercanda tawa dengan dirinya
Namun apa yang kurasa
Aku tak kuasa
Aku tak tau harus berkata apa
Inikah namanya cinta
Inikah cinta
Cinta pada jumpa pertama
Inikah rasanya cinta
Inikah cinta
Terasa bahagia saat jumpa
Dengan dirinya
Kujumpa dia berikutnya
Suasana berbeda
Getaran itu masih ada
Aku dekati dirinya
Kutatap wajahnya
Oh dia tetap mempesona
Ingin daku menyapanya
Menyapa dirinya
Bercanda tawa dengan dirinya
Namun apa yang kurasa
Aku tak kuasa
Aku tak tau harus berkata apa
Inikah namanya cinta
Inikah cinta
Cinta pada jumpa pertama
Inikah rasanya cinta
Inikah cinta
Terasa bahagia saat jumpa
Dengan dirinya
Rindu terasa
Dikala diri ini ingin jumpa
Ingin s'lalu bersama
Bersama dalam segala suasana
Inikah namanya cinta
Inikah cinta
Cinta pada jumpa pertama
Inikah rasanya cinta
Inikah cinta
Terasa bahagia saat jumpa
Dengan dirinya
Inikah namanya cinta
Inikah cinta
Cinta pada jumpa pertama
Inikah rasanya cinta
Inikah cinta
Terasa bahagia saat jumpa
Dengan dirinya
Inikah cinta
Cinta pada jumpa pertama
Inikah rasanya cinta
Inikah cinta
Terasa bahagia saat jumpa
Dengan dirinya
Oh dirinya
Oh dirinya
Dengan dirinya
***
Eko selesai menyanyikan lagu dan main gitarnya. Budi sampai di rumah Eko, ya memarkirkan motornya dengan baik di halaman depan rumah Eko lah. Budi duduk dengan baik.
"Eko abis nyanyiin lagu apa?!" kata Budi.
"Lagunya M.E. yang judul 'Inikah Cinta'...," kata Eko.
"Rasa cinta itu menyenangkan Eko?!" kata Budi.
"Ya iyalah rasa cinta itu menyenangkan banget," kata Eko.
"Ketika Eko bertemu dengan Purnama, ya rasanya benar-benar bahagia banget, ya kan Eko?!" kata Budi.
"Kok urusan menyanyikan lagu di kaitan dengan urusan aku yang menjalankan hubungan dengan Purnama?!" kata Eko.
"Kan masih ada kaitan urusan cinta gitu Eko!" kata Budi.
"Memang sih urusannya ada kaitannya dengan urusan cinta," kata Eko.
"Eko. Purnama itu cewek soleha kan?!" kata Budi.
"Iya. Kenapa?!" kata Eko.
"Cewek soleha itu ahli ibadah. Purnama meminta pada Tuhan dengan ibadahnya, ya agar jodohnya di dekatkan dengan baik," kata Budi.
"Memang sih. Aku juga begitu berdoa pada Tuhan dengan ibadah, ya agar jodoh ku di dekatkan dengan baik," kata Eko.
"Berarti. Yang menggerakkan Eko untuk memilih Purnama, ya berkat doa Purnama ke Tuhan dengan ibadahnya kan Eko?!" kata Budi.
"Kalau aku pikir dengan baik. Aku memang merasakan sesuatu ketika rasa suka ku pada Purnama itu muncul. Detak jatung itu berbeda. Purnama aku pandang dengan baik, ya cantik banget seperti bidadari yang aku inginkan berkat dari doa ku pada Tuhan, ya dengan cara ibadah yang baik," kata Eko.
"Doa Eko dan Purnama di kabul sama Tuhan, ya dan akhirnya di satukan dengan ikatan cinta yang baik," kata Budi.
"Emmmm," kata Eko.
"Kalau begitu Eko. Aku pinjem gitu gitarnya!" kata Budi.
Eko memberikan gitarnya ke Budi dengan berkata "Niiie."
Budi mengambil gitar di tangan Eko. Ya Eko ke dalam rumah langsung ke dapur untuk membuat kopi. Budi main gitar dan bernyanyi.
Lirik lagu yang dinyanyikan Budi dengan judul 'Tuhan Jaga Dia' :
Takkan membuat aku jatuh cinta lagi
Aku merasa
Kau yang terbaik untuk diriku
Takkan membuat aku jauh darimu
Apa adanya
Ku 'kan tetap setia kepadamu
Dia kekasihku, 'kan tetap milikku
Aku sungguh mencintai, sungguh menyayangi
Setulus hatiku
Takkan membuat aku jauh darimu
Apa adanya
Ku 'kan tetap setia kepadamu
Ho-wo-oh
Dia kekasihku, 'kan tetap milikku
Aku sungguh mencintai, sungguh menyayangi
Setulus hatiku
Dia kekasihku, 'kan tetap milikku
Aku sungguh mencintai, sungguh menyayangi
Setulus hatiku
Dia kekasihku, 'kan tetap milikku
Aku sungguh mencintai, sungguh menyayangi
Setulus hatiku
***
Eko selesai membuat kopi, ya di bawa ke depan rumah. Di depan rumah, ya gelas berisi kopi di taruh di meja dan juga duduk dengan baik Eko. Budi memang masih menyanyi dan main gitar, ya Eko ikut menyanyi juga sih. Sampai akhirnya, ya Eko dan Budi selesai menyanyi, ya Budi berhenti main gitar sih. Gitar di taruh Budi di samping kursi. Budi mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik lah.
"Tuhan Jaga Dia, ya orang ku cintai," kata Eko.
Budi menaruh gelas berisi kopi di meja.
"Amin!!!!" kata Budi.
"Oooo Budi sudah mendapatkan cewek yang bisa menerima Budi, ya apa adanya gitu?!" kata Eko.
"Belum Eko. Masih usaha dengan baik dan juga berdoa dengan baik," kata Budi.
"Ooooo begitu," kata Eko.
"Eko sudah dekat dengan cewek, ya Purnama. Pasti...Eko tahu rahasia cewek kan?!" kata Budi.
"Rahasia cewek!" kata Eko.
"Rahasia cewek itu. Cewek menyukai cowok yang di sukai itu, ya di simpan dengan baik di lubuk paling dalam di dalam hati cewek. Dari dulu sampai sekarang. Bisa saja dari masa kecil sampai dewasa," kata Budi.
"Kalau itu sih. Jawabannya rahasia lah!" kata Eko.
"Kok jadinya jawabannya rahasia?!" kata Budi.
"Ya kan. Itu rahasia cewek. Yang tahu cewek itu sendiri dan juga Tuhan!" kata Eko.
"Memang sih, yang tahu cewek itu sendiri dan juga Tuhan, ya nama juga rahasia cewek," kata Budi.
"Ok aku kasih tahu yang sebenarnya. Ya pernah sih aku bertanya pada Purnama. Tentang cowok pertama yang ia sukai. Ternyata aku dari dulu sampai sekarang. Dari kecil sampai dewasa," kata Eko.
"Jadi benar Purnama menyukai Eko dari dulu sampai sekarang. Jadian sama Eko, ya hati Purnama gembiralah. Doa dan usahanya di kabulkan sama Tuhan," kata Budi.
"Emmmm," kata Eko.
"Gimana dengan orang yang menyukai artis yang di sukainya, ya penggemar gitu. Kadang ada pikiran kecil, ya ingin bersama tuh artis, ya urusan cinta gitu?!" kata Budi.
"Kalau itu kan sekedar saja sih," kata Eko.
"Kalau artis menyukai penggemarnya yang selalu mendukung karirnya dari awal sampai sekarang. Kadang ada pikiran kecil, ya artis itu ingin bersama dengan penggemar yang mendukungnya dari awal sampai sekarang. Gimana Eko?!" kata Budi.
"Kalau itu sih aku tidak tahulah. Cuma lulusan SMA," kata Budi.
"Memang sih kita ini lulusan SMA. Kan sekedar obrolan saja. Beda lulusan Universitas, ya meneliti ini dan itu," kata Budi.
"Gini saja. Jawabannya. Ya kemungkinannya adalah!" kata Eko.
"Kemungkinan," kata Budi.
"Kalau begitu main catur saja!" kata Eko.
"Ok main catur!" kata Budi.
Ya Eko mengambil papan catur di bawah meja, ya di taruh di atas meja papan catur. Eko dan Budi, ya menyusun dengan baik bidak catur di atas papan catur. Keduanya main catur dengan baik.
CAMPUR ADUK
BAD NEWS BEARS
Malam hari, ya bulan bersinar dengan baik. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus...tema cinta di chenel MDTV, ya seperti biasa s...
CAMPUR ADUK
-
1. Asal Usul Pangeran Jayakusuma Alkisah cerita, ada sebuah kerajaan yang besar di daerah Timur dengan rajanya yang bernama Prabu Braw...
-
Sekurang-kurangnya sepuluh atau lima belas orang, laki-laki dan perempuan, berdiri dalam satu deretan panjang, berbaris dari belakang dan...
-
Pagi indah sekali di Baturaden. Matahari bersinar cerah menimpa pohon-pohon ceramah yang kelihatan hijau berkilat. Puncak Gunung Slamet m...










