CAMPUR ADUK

Monday, March 13, 2023

THE BOOK OF ELI

Budi duduk di depan rumahnya sambil menikmati minum kopi dan makan gorengan. 

"Nyanyi ah. Menghibur diri!" kata Budi. 

Budi mengambil gitar yang di taruh di samping kursi, ya gitar di mainkan dengan baik gitu dan bernyanyi dengan baik gitu. 

Lirik lagu yang dinyanyikan Budi dengan judul 'Will You Be There' :

"Hold meLike the River JordanAnd I will then say to theeYou are my friendCarry meLike you are my brotherLove me like a motherWill you be there?
Weary, tell me will you hold me?When wrong, will you scold me?When lost will you find me?But they told meA man should be faithfulAnd walk when not ableAnd fight 'til the end, but I'm only human
Everyone's taking control of meSeems that the world's got a role for meI'm so confused will you show it to meYou'll be there for meAnd care enough to bear me
Hold me (show me)Lay your head lowly (told me)Softly then boldly (yeah)Carry me there (I'm only human)Lead me (hold me)Love me and feed me (lead again)Kiss me and free me (yeah)I will feel blessed (I'm only human)
Carry (carry)Carry me boldly (carry, yeah)Lift me up slowly (yeah)Carry me there (I'm only human)Save me (lift me)Heal me and bathe me (lift me up, lift me up)Softly you say to meI will be there (I will be there)
Lift me (told me, yeah)Lift me up slowlyCarry me boldly (yeah)Show me you care (will you be there?)Hold me (woo)Lay your head lowly (get lonely sometimes)Softly then boldly (I get lonely, yeah, yeah)Carry me there (will you be there?)
Need me (woo)Love me and feed me (lift me up, hold me up)Kiss me and free me (lift me up sometimes, up sometimes)I will feel blessed (oh-yeah)"

***
Budi selesai menyanyi dan main gitar, ya gitar di taruh di samping kursi. Ya Budi menikmati minum kopi dan makan gorengan gitu

"Emmm. Baca buku ah!" kata Budi. 

Budi mengambil buku di meja, ya buku di buka dengan baik, ya di pilih-pilih dengan baik cerpen yang ingin di baca. Terpilihlah salah satu cerpen yang di baca Budi dengan baik gitu. 

Isi cerita yang baca Budi :

Tiga puluh tahun setelah bencana nuklir, Eli melakukan perjalanan dengan berjalan kaki melintasi gurun bekas Amerika Serikat. Mengenakan kacamata hitam dan pakaian compang-camping, dia menunjukkan keterampilan bertahan hidup dan bertarung yang luar biasa. Mencari air, dia tiba di kota bobrok yang diperintah oleh seorang panglima perang bernama Carnegie, yang berusaha mengendalikan orang-orang melalui kekuatan sebuah buku tertentu, yang tidak dapat ditemukan oleh antek-anteknya. 

Eli melakukan barter dengan pemilik toko, sang Insinyur, untuk mengisi ulang baterai pemutar musik portabelnya. Di bar kota, dia diserang oleh sekelompok pengendara motor tetapi dengan cepat membunuh mereka semua. Terkesan, Carnegie mengundang Eli untuk bergabung dengan pekerjaannya, tetapi Eli menolak. Menyadari Eli adalah orang terpelajar seperti dirinya, Carnegie memaksanya untuk menginap di bawah pengawasan. Nyonya Carnegie yang buta, Claudia, membawakan makanan dan air untuk Eli dan Carnegie memerintahkan putrinya Solara untuk merayu Eli, tetapi dia menolaknya. Solara melihat Eli memiliki sebuah buku, dan dia menawarkan untuk membagikan makanannya, mengucapkan rahmat sebelum mereka makan. Di pagi hari, Carnegie tidak sengaja mendengar Solara mengulangi doanya kepada ibunya dan menyadari bahwa Eli memiliki buku yang dia cari: sebuah Alkitab. 

Eli menyelinap pergi, tapi Carnegie dan anak buahnya menghadapinya di jalan. Ketika Eli menolak menyerahkan buku itu, Carnegie memerintahkan dia untuk dibunuh; pertempuran berikutnya membuat Eli tidak tersentuh, tetapi banyak antek mati dan Carnegie tertembak di kaki. Solara mengejar Eli dan membawanya ke persediaan air kota, berharap untuk menemaninya, tetapi dia menjebaknya di dalam dan melanjutkan sendirian. Solara kabur dan disergap oleh dua bandit yang mencoba memperkosanya, tetapi Eli muncul kembali dan membunuh mereka. Melanjutkan ke Pantai Barat, Eli menjelaskan misinya: ini adalah salinan Alkitab terakhir yang tersisa karena semua salinan lainnya sengaja dihancurkan setelah perang nuklir. Dia mengatakan bahwa dia dibawa ke buku itu dengan suara di kepalanya, mengarahkannya untuk melakukan perjalanan ke barat ke tempat yang aman, dan memastikan bahwa dia akan dilindungi dan dibimbing dalam perjalanannya.

Di sebuah rumah terpencil, Eli dan Solara jatuh ke dalam perangkap tetapi berhasil menghilangkan kecurigaan warga, George dan Martha, yang mengundang mereka untuk minum teh. Menyadari bahwa George dan Martha adalah kanibal, Eli dan Solara berusaha untuk pergi tepat saat Carnegie dan anak buahnya tiba. Dalam baku tembak berikutnya, George, Martha, dan banyak anak buah Carnegie terbunuh, dan Eli serta Solara ditangkap. Mengancam akan membunuh Solara, Carnegie memaksa Eli untuk menyerahkan Alkitab sebelum menembaknya dan meninggalkannya untuk mati, berangkat dengan karavannya. Solara kabur, menghancurkan satu truk dengan granat tangan dan mengendarai truk lain untuk menemukan Eli. Dengan sisa bahan bakar kendaraannya yang tinggal sedikit, Carnegie kembali ke kota.

Solara menemukan Eli, dan mereka berkendara hingga mencapai Jembatan Golden Gate. Mereka mendayung ke Pulau Alcatraz, di mana mereka menemukan kelompok yang berniat melestarikan sisa-sisa sastra dan musik. Eli memberi tahu para penjaga bahwa dia memiliki salinan Alkitab. Dibawa ke dalam, Eli mendiktekan Alkitab Versi King James Batu dari ingatan ke Lombardi, pemimpin tempat kudus.

Di kota, Carnegie menemukan Alkitab Eli dalam huruf Braille, ya mengungkapkan bahwa Eli buta. Claudia, berpura-pura tidak tahu tentang Braille, memberi tahu Carnegie bahwa luka kakinya telah terinfeksi dan hilangnya penegaknya telah membuat orang-orang mengamuk. Di tempat suci, Eli telah meninggal, tetapi sebelum membaca seluruh kitab. Sebuah percetakan mulai memproduksi salinan Alkitab, dan Lombardi menempatkannya di rak buku antara Tanakh dan Al-Qur'an. Ditawarkan perlindungan di Alcatraz, Solara malah memilih untuk kembali ke rumah, mengambil parang Eli dan harta benda lainnya.

***

Budi selesai baca bukunya, ya buku di taruh di bawah meja. Ya Budi menikmati minum kopi dan makan gorengan gitu. Eko dateng ke rumah Budi, ya memarkirkan motornya dengan baik di depan rumah Budi. Eko duduk dengan baik, ya dekat Budi.

"Rasa senang," kata Budi. 

"Rasa senang. Yang di maksud Budi apa?" kata Eko. 

"Berita di Tv. Kalau ngomongin tentang lingkungan di daerah kota Bandar Lampung ini, ya antara baik dan buruk perilaku manusia. Antara paham ilmu agama atau tidak paham ilmu agama. Sama halnya di daerah lain tentang perilaku manusia, ya antara paham ilmu agama atau tidak gitu," kata Budi. 

"Oooo berita di Tv toh!" kata Eko. 

"Artis yang mengisi acara Tv di studio atau sebuah tempat, ya panggung konser musik baik artis dalam negeri maupun luar negeri. Rasa senang melihat artis di suka," kata Budi. 

"Realita dari orang yang melihat artis yang di suka. Sama hanya, ya orang-orang yang melihat artis tersebut di studio Tv atau sebuah tempat konser di luar studio TV gitu," kata Eko. 

"Sekedar bahan obrolan lulusan SMA!" kata Budi. 

"Aku paham omongan Budi!" kata Eko. 

"Emmm," kata Budi. 

"Main kartu saja Budi!" kata Eko. 

"OK. Main kartu remi!" kata Budi. 

Budi mengambil kartu remi di bawah meja, ya kartu remi di kocok dengan baik dan di bagikan dengan baik gitu. Eko dan Budi main kartu remi, ya permainannya cangkulan gitu. 

"Ngomong-ngomongin...berita di koran. Ada cerita tentang berita orang meninggal. Ya ceritanya antara bener atau tidak, ya kaitan artis gitu. Ya atau berita lain gitu," kata Budi. 

"Nama juga berita. Dari cerita masa lalu sampai sekarang. Ya ada berita fakta atau berita kebohongan, ya sekarang di kenal hoaks," kata Eko. 

"Ya berita sekedar berita. Nama juga orang-orang yang kerja pembuat berita, ya hasilnya uang. Demi uang di lakukan kerjaan dengan baik, ya demi keluarga. Hidup ini penuh pergolakan dari dulu hingga sekarang," kata Budi. 

"Karena pergolakan zaman, ya manusia harus menekunin kerjaan yang dapat menghasilkan uang dengan baik. Ya kalau tidak menghasilkan uang, ya kacau urusan ekonomi keluarga. Ya...apa lagi harga barang ini dan itu, ya menurut ku lebih mahal harga sekarang dari pada harga dulu. Penyebab harga naik, ya ini dan itu sih. Maka itu ada dua jalan pada manusia. Bersabar dari usahanya sampai berhasil menghasilkan uang. Atau memilih jalan buruk," kata Eko. 

"Kalau milih jalan buruk. Ya data lingkungan dari pergaulan sana sini," kata Budi. 

"Data pergaulan," kata Eko. 

"Emmm," kata Budi. 

Budi dan Eko main kartu remi dengan baik gitu.

KINGDOM OF HEAVEN

Budi duduk di depan rumahnya, ya sedang baca cerpen, ya sambil menikmati minum kopi dan makan gorengan gitu. 

Isi cerita yang di baca Budi :

Pada tahun 1184 Prancis, Balian, seorang pandai besi, dihantui oleh istrinya yang bunuh diri baru-baru ini setelah kematian anak mereka yang belum lahir. Seorang Tentara Salib yang melewati desa memperkenalkan dirinya sebagai ayah Balian, Baron Godfrey dari Ibelin, dan memintanya untuk kembali bersamanya ke Tanah Suci, tetapi Balian menolak. Pendeta kota (saudara tiri Balian) mengungkapkan bahwa dia memerintahkan agar tubuh istri Balian dipenggal sebelum dimakamkan. Setelah mengetahui bahwa pendeta tersebut juga mencuri salib istrinya, Balian membunuhnya.

Balian bergabung dengan ayahnya, berharap mendapatkan pengampunan dan penebusan untuk dirinya dan istrinya di Yerusalem. Mereka di hadang oleh tentara yang dikirim untuk menangkap Balian dan Godfrey terkena panah. Mencapai Messina, mereka bertemu dengan Guy de Lusignan, calon raja Yerusalem di masa depan. Ksatria Godfrey Balian, menamainya Baron Ibelin yang baru, dan memerintahkannya untuk melayani Raja Yerusalem dan melindungi yang tak berdaya sebelum menyerah pada luka panah.

Kapal Balian kandas dalam badai, meninggalkan dia satu-satunya yang selamat. Balian dihadapkan oleh angkuh Muslim yang menyerangnya untuk kudanya. Balian membunuh pria itu tetapi membiarkan pelayannya, yang mengatakan kepadanya bahwa belas kasihan ini akan membuatnya terkenal dan dihormati di antara orang-orang Saracen. 

Balian berkenalan dengan arena politik Yerusalem: Raja Baldwin IV yang menderita kusta : Tiberias. Marsekal Yerusalem; saudara perempuan Raja, Putri Sibylla, istri dan ibu Guy dari seorang anak laki-laki dari pernikahan sebelumnya. Guy mendukung Ksatria Templar yang brutal dan anti-Muslim dan bermaksud untuk mematahkan gencatan senjata yang rapuh antara Raja dan sultan Muslim Saladin. Balian melakukan perjalanan ke tanah warisannya di Ibelin di mana orang-orang berjuang karena kekurangan air. Balian bekerja bersama penduduk, menggunakan pengetahuan tekniknya untuk mengairi tanah, membuatnya dicintai dan dihormati. Sibylla mengunjunginya dan mereka menjadi sepasang kekasih.

Pada tahun 1185, Guy dan sekutunya, Raynald of Chatillon yang kejam, menyerang karavan Saracen, dan Saladin maju ke kastil Raynald Kerak sebagai pembalasan. Atas permintaan raja, Balian membela penduduk desa meskipun kalah jumlah. Ditangkap, Balian bertemu dengan pelayan yang dia bebaskan, mengetahui bahwa dia sebenarnya adalah kanselir Saladin, Imad ad-Din. Imad ad-Din melepaskan Balian sebagai balasan atas belas kasihannya sebelumnya. Saladin dan Baldwin menegosiasikan gencatan senjata antara pasukan besar mereka: mundurnya Muslim sebagai imbalan atas hukuman Raynald.

Baldwin yang melemah meminta Balian untuk menikahi Sibylla dan mengambil kendali tentara, tetapi Balian menolak karena itu akan menuntut eksekusi Guy dan para Templar. Baldwin meninggal dan digantikan oleh putra Sibylla, sekarang Baldwin V. Sibylla, sebagai bupati, berniat untuk berdamai dengan Saladin, tetapi putranya juga menderita kusta. Hancur, Sibylla membuat keputusan yang memilukan untuk mengakhiri hidup putranya dengan meracuninya saat dia tidur di pelukannya. Dia menyerahkan mahkota kepada Guy dan menarik diri.

Guy melepaskan Raynald, yang membunuh saudara perempuan Saladin. Guy menyatakan perang terhadap Saracen pada tahun 1187 dan mencoba membunuh Balian, yang hampir tidak selamat. Guy berbaris untuk berperang meskipun saran Balian untuk tetap berada di dekat sumber air Yerusalem. Saracen memusnahkan Tentara Salib yang lelah dan dehidrasi dalam pertempuran gurun berikutnya. Saladin menangkap Guy, mengeksekusi Raynald, dan berbaris di Yerusalem. Tiberias berangkat ke Siprus tetapi Balian tetap melindungi orang-orang, menjadi ksatria setiap pejuang untuk menginspirasi mereka. Setelah pengepungan selama tiga hari, diskusi Saladin yang frustrasi dengan Balian. Ketika Balian menegaskan kembali bahwa dia akan menghancurkan Yerusalem jika Saladin tidak menerima persyaratannya, Saladin setuju untuk mengizinkan orang Kristen pergi dengan selamat. Mereka merenungkan apakah akan lebih baik jika kota itu dihancurkan, tidak menyisakan apa pun untuk diperebutkan.

Di kota, Balian dihadapkan oleh Guy yang dipermalukan, dan mengalahkannya dalam pertarungan pedang. Dia menyelamatkan nyawa Guy, menyuruhnya untuk "meningkatkan kesatria" seolah-olah dia tidak pernah melakukannya. Balian menemukan Sibylla, yang telah melepaskan klaimnya sebagai ratu, dan mereka kembali ke Prancis. Setelah itu, ksatria Inggris dalam perjalanan ke Perang Salib Ketiga bertemu dengan Balian, pembela Yerusalem yang terkenal. Balian memberi tahu Richard bahwa dia hanyalah seorang pandai besi. Balian dan Sibylla melewati makam istrinya saat mereka berkendara menuju tempat yang tidak diketahui. Sebuah epilog mencatat bahwa "hampir seribu tahun kemudian, perdamaian di Kerajaan Surga masih sulit dipahami".

***

Budi selesai baca cerpen, ya buku di tutup dengan baik dan buku di taruh di bawah meja. Budi menikmati minum kopi dan makan gorengan gitu. 

"Emmmm. Nyanyi ah. Menghibur diri!" kata Budi. 

Budi mengambil gitar yang di taruh di samping kursi, ya gitar di mainkan dengan baik gitu dan bernyanyi dengan baik gitu. 

Lirik lagu yang dinyanyikan Budi dengan judul 'Mata Indah Bola Pingpong' :

"Pria mana yang tak sukaSenyummu juwitaKalau ada yang tak sukaMungkin sedang goblok
Engkau baikEngkau cantikKau wanitaAku cinta
Mata indah bola pingpongMasihkah kau kosong?Bolehkah aku membelaiHidungmu yang aduhai?
Engkau baikEngkau cantikKau wanitaAku puja
Jangan marah kalau kugodaSebab pantas kau digodaSalah sendiri kau manisPunya wajah teramat manis
Wajar saja kalau kugangguSampai kapan pun kurinduLepaskan tawamu, NonaAgar tak murung dunia
Engkau baikEngkau cantikKau wanitaAku cintaAku pujaKau betinaBukan gombalAku yang gila
Jangan marah kalau kugodaSebab pantas kau digodaSalah sendiri kau manisPunya wajah teramat manis
Wajar saja kalau kugangguBiar mampus aku rinduLepaskan tawamu, NonaAgar tak murung dunia
Mata indah bola pingpongMasihkah kau kosong?Bolehkah aku membelaiHidungmu yang aduhai?
Mata indah bola pingpongMasihkah kau kosong?Bolehkah aku membelaiBibirmu yang aduhai?
Mata indah bola pingpongMasihkah kau kosong?Bolehkah aku membelaiPipimu yang aduhai?
Mata indah bola pingpongMasihkah kau kosong?Bolehkah aku membelaiJidatmu yang aduhai?"

***
Budi selesai nyanyi dan main gitar, ya gitar di taruh di samping kursi gitu. Ya Budi menikmati minum kopi dan gorengan gitu. 

"Main ke rumah Eko lah!" kata Budi.

Budi menghabiskan minum kopinya dan makan gorengan, ya jadi gelas kosong dan piring juga gitu. Budi masuk ke dalam rumahnya, ya sambil membawa gelas dan piring untuk di cuci di belakang. Ya setelah gelas dan piring sudah di cuci bersih di belakang, ya di taruh di rak piring gitu. Budi keluar dari rumahnya gitu, ya segera naik motor yang di parkirkan di depan rumahnya. Budi membawa motornya dengan baik, ya menuju rumah Eko gitu.

Sedangkan.....Eko duduk di depan rumahnya, ya menikmati minum kopi dan makan gorengan gitu. 

"Nyanyi ah!" kata Eko.

Eko mengambil gitarnya yang di taruh di samping kursi, ya gitar di mainkan dengan baik gitu dan bernyanyi dengan baik gitu. 

Lirik lagu yang dinyannyikan Eko dengan judul 'Smooth Criminal' :

"As he came into the windowIt was the sound of a crescendoHe came into her apartmentHe left the bloodstains on the carpetShe ran underneath the tableHe could see she was unableSo she ran into the bedroomShe was struck downIt was her doom
Annie, are you okay?So, Annie, are you okay?Are you okay, Annie?Annie, are you okay?So, Annie, are you okay?Are you okay, Annie?Annie, are you okay?So, Annie, are you okay?Are you okay, Annie?Annie, are you okay?So, Annie, are you okay?Are you okay, Annie?
Annie, are you okay?Will you tell us that you're okay?There's a sign in the windowThat he struck you - a crescendo, AnnieHe came into your apartmentHe left the bloodstains on the carpetThen you ran into the bedroomYou were struck downIt was your doom
Annie, are you okay?So, Annie, are you okay?Are you okay, Annie?
You've been hit byYou've been hit by a smooth criminalOw!
Ow!
Aw!Annie, are you okay? (I don't know)Will you tell us that you're okay? (I don't know)There's a sound at the window (I don't know)Then he struck you, a crescendo Annie? (I don't know)He came into your apartment (I don't know)Left bloodstains on the carpet (I don't know why, baby)And then you ran into the bedroom (help me)You were struck downIt was your doom Annie (dag gone it)
Annie, are you okay?So, Annie, are you okay?Are you okay, Annie?
You've been hit byYou've been hit by a smooth criminal"

***
Eko selesai menyanyi dan main gitarnya, ya gitar di taruh di samping kursi gitu dengan baik. Ya Eko menikmati minum kopi dan makan gorengan. 

"Baca koran ah!" kata Eko.

Eko mengambil koran yang di taruh di bawah meja, ya koran di baca dengan baik gitu. Berita yang ada di koran, ya ceritanya menarik-menarik gitu. Singkat waktu, ya Budi dateng ke rumah Eko. Ya Budi memarkirkan motornya dengan baik depan rumah Eko gitu. Ya karena Budi dateng, ya Eko berhenti baca koran dan koran di taruh di bawah meja. Budi duduk dengan baik dekat Eko.

"Ngomong-ngomong, ya Eko. Ada cerita, ya cowok berhasil dari jalan rezekinya, ya jadi kaya dan sudah punya istri, ya punya anak. Bisa di bilang hidup bahagia. Kenapa bisa kena narkoba ya?" kata Budi.

"Dunia ini. Apa yang terlihat bagus, ya tidak selama bagus, ya pastinya ada suatu yang buruknya karena sebuah kesalahan gitu. Jadi ujian hidup kenapa ada orang yang kelihatan bagus ini dan itu? Ternyata, ya jatuh pada narkoba sampai masuk penjara gitu," kata Eko.

"Ujian hidup ini," kata Budi.

"Pergaulan yang salah, ya pastinya jatuh pada keburukan. Berdasarkan data-data pergaulan di lingkungan sana dan sini," kata Eko.

"Nama juga hidup, ya banyak manusia. Yang buruk ini dapat membawa pengaruh keburukan ini dan itu. Maka hidup, ya harus berhati-hati dalam pergaulan," kata Budi.

"Ngomong-ngomong...tentang orang yang terkena narkoba. Berita Tv, ya kan Budi?" kata Eko.

"Ya iya lah. Berita Tv lah bahan obrolan. Ya sekedar obrolan lulusan SMA gitu!" kata Budi.

 "Ya. Ya. Ya. Sekedar bahan obrolan lulusan SMA!" kata Eko.

"Main catur saja Eko!" kata Budi.

"Ya main catur!" kata Eko.

Eko mengambil papan catur di bawah meja, ya di taruh di atas meja papan catur. Budi dan Eko, ya menyusun dengan baik bidak catur di atas papan catur gitu. 

"Semakin lama semakin mendekati bulan Ramadhan," kata Budi.

"Realitanya begitu," kata Eko.

"Masih panjang umur masih bertemu bulan Ramadhan, ya pastinya di bulan, ya menjalankan ibadah dengan baik," kata Budi.

"Umat agama Islam, ya menjalankan ibadah di bulan Ramadhan," kata Eko.

"Ya acara Tv, ya berkaitan agama Islam. Bagus juga ceritanya, ya Eko?" kata Budi. 

"Ya nama juga acara Tv. Pastinya bagus!" kata Eko. 

"Emmm," kata Budi. 

Budi dan Eko main catur dengan baik gitu. 

CAMPUR ADUK

JAB PYAAR KISISE HOTA HAI

Malam hari. Setelah nonton Tv yang acara menarik dan bagus....DA8 di chenel INDOSIAR, ya seperti biasa sih Budi dengan santai di depan rumah...

CAMPUR ADUK