CAMPUR ADUK

Wednesday, October 23, 2019

ULAR, KATAK DAN SAUDAGAR

Konon, hiduplah seorang saudagar yang kaya raya. Saudagar tersebut mempunyai tiga anak gadis yang cantik dan belum menikah. Suatu ketika, saudagar tersebut pergi jalan-jalan menengok sawahnya. Tiba-tiba, di pematang sawah, ia melihat seekor ular memangsa seekor katak.

Katak itu menjerit kesakitan. "Kiik.. kiik…" begitulah suara jeritannya. Karena merasa kasihan, maka sang saudagar berseru kepada sang ular. "Wahai ular, tolong lepaskan katak itu. Aku punya tiga orang anak gadis. Kalau kau melepaskan katak itu aku akan memberikan seorang dari mereka untuk jadi istrimu" kata sang saudagar. Mendengar perkataan tersebut, ular pun melepaskan mangsanya dan pergi ke semak-semak. Lama setelah kejadian itu, sang saudagar pun lupa terhadap janjinya. Sampai pada suatu hari, datanglah seorang samurai muda yang gagah dan tampan menemui sang saudagar di rumahnya. Samurai tersebut lalu memperkenalkan diri. "Saya adalah jelmaan dari ular. Saya datang untuk menagih janji menikahi salah seorang anak gadis Anda" kata sang samurai. Mendengar perkataan itu, sang saudagar teringat kembali janjinya yang dulu. Akhirnya ia meminta agar sang samurai datang kembali pada waktu yang dijanjikan. Dan sang samurai pun menerima hal itu. Ia akan datang lagi untuk menjemput pengantinnya. Berhari-hari sang saudagar tidak bisa tidur nyenyak karena terus memikirkan perjanjiannya dengan sang ular. Akhirnya suatu pagi, anak-anak gadisnya berkumpul dan bertanya kepada ayahnya.

"Ayah, akhir-akhir ini engkau kelihatan kurang sehat. Ada masalah apa?" tanya salah seorang anak gadisnya. Sang ayah pun akhirnya menceritakan permasalahan yang dialaminya kepada anaknya. Mendengar penjelasan ayahnya, mereka semua terdiam. Anak pertama dan kedua menolak menjadi pengantin sang ular. Namun anak terakhir bersikap lain. "Baiklah, aku tidak akan mengecewakan ayah. Aku bersedia menjadi pengantin ular itu!" katanya dengan tenang. Sang ayah pun lega dibuatnya. Akhirnya, hari pernikahan pun tiba. Sang anak bungsu minta agar ia dibekali beberapa labu panjang dan jarum tenun. Setelah itu, sang pengantin pria membawa pengantin wanita pulang ke rumahnya. Rumah pengantin pria berada di balik bukit. Beberapa lama kemudian, mereka sampai di sebuah kolam yang besar. "Ini adalah rumahku. Silakan kau dulu yang masuk ke dalam air!" kata pengantin pria. Tetapi sang pengantin wanita menolak dengan halus. "Barang bawaanku banyak. Tolong kau dulu yang masuk dengan membawakan barang-barangku tersebut" kata sang pengantin wanita.

Demikianlah, akhirnya pengantin pria dengan membawa barang-barang milik pengantin wanita, masuk ke dalam kolam. Ketika masuk ke kolam, labu panjang yang ia bawa menyembul ke permukaan kolam beberapa kali. Saat ia memasukkan beberapa labu itu, labu lainnya menyembul lagi ke permukaan. Sang pria pun merasa jengkel, labu-labu itu akhirnya mengapung semua ke permukaan kolam. Karena terlalu lelah, perlahan-lahan tubuh pria itu berubah menjadi wujud aslinya, yaitu ular. Ular itu naik ke tanggul kolam dan tertidur disana. Melihat bahwa ular sedang tertidur pulas, pengantin wanita itu segera mengeluarkan jarum tenunnya. Ia lalu menancapkan jarum tenunnya ke atas kepala hingga ekor sang ular.

Ular itu pun mati. Setelah berhasil membunuh sang ular, anak gadis itu segera pergi dari kolam. Namun karena hari sudah gelap, ia tersesat di dalam hutan. Setelah berjalan menyusuri hutan, ia menemukan sebuah pondok kecil. Pondok tersebut dihuni oleh seorang nenek tua. Selama beberapa lama sang gadis menginap di pondok itu. Sampai pada suatu hari, sang nenek bercerita bahwa dia sebenarnya adalah penjelmaan dari katak yang pernah ditolong oleh ayah sang gadis. Karena ingin membalas budi ayahnya, ia pun ingin menolong anak gadisnya. Sang nenek menyarankan agar sebelum kembali ke rumahnya, ia bekerja dulu di rumah seorang saudagar kaya di dekat desa.

Namun karena jarak ke desa terdekat itu agak jauh, sang nenek pun khawatir kalau anak gadis secantik itu akan diganggu oleh orang jahat selama dalam perjalanannya nanti. Sang nenek memberikan sebuah pakaian dari kulit untuknya. "Pakailah pakaian dari kulit ini, agar bisa menyamarkan kecantikanmu" kata sang nenek sambil menyerahkan sebuah pakaian yang terbuat dari kulit katak yang kasar. "Dengan memakai pakaian kulit itu, kecantikanmu akan tersembunyi. Hal itu lebih baik agar kamu tidak diganggu oleh orang-orang jahat nantinya" kata sang nenek. "Rumah saudagar itu sedang membutuhkan pembantu untuk mengurus dapur dan pekerjaan rumah tangga lainnya. Bekerjalah disana untuk beberapa waktu!" saran sang nenek.

Setelah mengenakan pakaian dari kulit itu, sang gadis berubah menjadi seorang nenek yang kulitnya sudah berkeriput. Ketika sampai di rumah sang saudagar, ia menemui sang pemilik rumah dan memohon agar ia diterima sebagai pembantu rumah tangganya. Demikianlah, sejak saat itu sang gadis bekerja di rumah itu. Setiap hari ia harus bangun pagi, menanak nasi dan membersihkan rumah besar tersebut. Pada suatu hari, ketika para anggota keluarga sedang pergi menonton rombongan pemain sandiwara di balai desa, sang gadis tinggal sendirian di rumah. Karena tidak ada seorang pun di rumah, maka ia melepaskan pakaian kulitnya. Sudah lama ia ingin melihat dirinya yang sebenarnya. Ia melihat wajahnya di kaca. Ternyata tidak ada yang berubah. Ia tetap cantik seperti sebelum memakai pakaian kulit pemberian sang nenek. Pada saat itu, seorang anak pria putra bangsawan datang ke rumah untuk mengambil sesuatu. Karena di rumah tidak ada seorang pun ia menjadi penasaran. Ia sangat terkejut ketika melihat sesosok gadis yang cantik jelita berada di dalam kamar. Putra bangsawan itu pun jatuh hati kepada sang gadis.

Beberapa hari kemudian, sang pemuda jatuh sakit. Berhari-hari ia tidak mau makan. Tubuhnya sangat lemah. Tidak ada obat yang dapat menyembuhkannya. Ketika seorang tabib datang memeriksa, ketahuan bahwa sakit yang diderita sang putra bangsawan tersebut dikarenakan cinta. Pemuda tersebut telah jatuh cinta pada seorang gadis yang pernah dilihatnya. Namun karena gadis tersebut tidak ia temukan lagi, maka ia pun jatuh sakit.

Keluarganya pun sangat kebingungan, nenek pembantu rumah tangga pun menyadari bahwa gadis yang dilihat oleh putra bangsawan tersebut pasti adalah dirinya ketika ia melepas pakaian kulitnya beberapa waktu yang lalu. Karena merasa kasihan, ia pun melepaskan pakaian kulitnya lagi dan menemui putra bangsawan yang sedang sakit tersebut. Melihat wajah cantik jelita itu, sang pemuda tersenyum dan sakitnya pun berangsur-angsur sembuh kembali.

Demikianlah, akhirnya sang gadis dinikahkan dengan putra bangsawan tersebut. Mereka hidup dengan bahagia. Setelah beberapa lama menikah timbul kerinduannya terhadap ayah dan kedua saudarinya. Ia pun meminta agar suaminya mengantarkan pulang ke rumah orang tuanya. Orang tua sang gadis yang semula mengira bahwa putri bungsunya tidak akan pernah kembali lagi, merasa sangat bahagia ketika bertemu kembali. Mereka terharu mendengar cerita pengorbanan putri bungsunya. Sejak saat itu mereka bisa berkumpul kembali dan hidup dengan bahagia.

Tuesday, October 22, 2019

DISKUSI CINTA

Hari yang melelahkan. Dono duduk santai di ruang tamu sambil menikmati teh anget buatannya. Indro selesai menyelesaikan masaknya di dapur. Lalu Indro membawa sepiring singkong rebus ke ruang tamu.

"Silakan di makan Don singkong rebusnya!" kata Indro.

"Iya," saut Dono.

Dono pun mengambil singkong rebus dan segera di makannya.

"Enak Indro singkong rebusnya?" pujian Dono.

"Iya," saut Indro.

Indro pun memakan singkong rebus juga. Kasino baru selesai urusan pekerjaannya segera pulang ke rumah. Masuk Kasino ke rumah dan tidak lupa mengucap salam "Asalamualaikum".

"Waalaikumsalam," jawab Dono dan Indro bersamaan.

Kasino duduk juga di ruang tengah langsung menikmati singkong rebus.

"Enak," kata Kasino.

"Oh iya, Indro gak ngapelin Saskia?" tanya Dono.

"Memang tumben Indro di rumah terus. Biasanya selalu ada acara ke rumah kekasih hati," kata Kasino." 

"Maunya. Kalau cewek sudah ketahuan bohongnya gimana ya?" kata Indro sambil berpikir.

"Maksudnya?" tanya Dono dan Kasino bersamaan.

"Ya. Pernah satu kejadian sih. Saskia ketahuan bohongnya sama saya. Katanya gak bisa temuan dengan saya. Tapi ketika saya cek lewat jaringan teman-teman. Eeee, Saskia malah jalan dengan cowok lain. Sayanya gak langsung marah, tapi saya diam saja," cerita Indro.

"Terus gimana kelanjutannya!" kata Dono.

"Hubungan terus belanjut. Tapi saya males untuk menemui Saskia. Karena ketahuan bohongnya," kata Indro yang tegas.

"Kalau masalahnya itu sih. Bisa-bisa putus hubungan," saut Kasino.

"Sayang juga ya. Hubungan yang di jalani cukup lama. Pada akhirnya putus karena kebohongan cewek. Kelain hati sih. Padahal, kamu Indro tipe setia," kata Dono.

"Mungkin juga putus. Tapi, membiarkan Saskia memilihlah mana yang terbaik saja. Toh saya tidak terlalu peduli dengan persoalan tentang kebohongan tersebut. Cinta itu permainan kehidupan ini. Kadang baik dan kadang buruk endingnya," kata Indro.

"Indro telah dewasa. Tidak terpengaruh dengan hasrat di dalam dadanya," kata Kasino.

"Jalan cerita cinta Indro kaya syair lagu 'Entah apa yang merasuki mu'," kata Dono.

"Iya," saut Indro.

"Jadi gimana Indro, putus gak sama Saskia. Lebih baik saat pacaran, putusnya dari pada saat sudah menikah jadi cerai. Perkaranya lebih runyem dan malu-maluin. Kata cinta kok putus alias cerai, jadinya cinta itu cuma kebohongan saja," kata Kasino.

"Saya tetap bertahan satu cinta. Walau cinta itu menyakitkan saya usahakan untuk tetap bertahan dengan satu cinta. Sampai orang di cintai sadar," kata Indro.

"Kalau begitu sh tipe cowok yang penyabar," saut Dono.

"Pintar kamu Indro mengambil sikap," pujian Indro.

"Pintar kamu Indro mengambil keputusan demi cinta mu terhadap Saskia. Kalau kamu putus dengan Saskia, kalau bisa jangan kamu yang mengucap putus, biarkan wanitanya bilang putus. Jadinya kamu tidak menyakiti Saskia karena kata-kata putus. Karena di kalangan anak muda sekarang ini, kata putus dalam hubungan adalah kata yang menyakitkan untuk di ucapkan ke pasangan yang kamu cinta dulu sekarang tidak. Pada akhirnya air mata mengalir karena rasa sakit di hatinya," kata Dono.

"Kayanya bukan anak muda sekarang aja. Orang orang tua yang pernah menjalani kehidupan muda dulu juga sama aja menjalankan kesalahannya sama kaya anak muda sekarang kalau urusan percintaan. Kebanyakan menyakiti pasangannya," tambahan Kasino.

"Saya mengerti omongan kalian berdua. Saya usahakan membiarkan Saskia yang ingin putus atau tetap melanjutkan hubungan sampai pernikahan," kata Indro.

Indro pun beranjak dari duduknya langsung ke ruang tengan untuk menonton Tv. Kasino pun beranjak dari duduknya ke kamarnya untuk berbenah diri. Dono tetap santai di ruang tamu. Selang beberapa saat. Indro mendapatkan telpon dari Saski. Pembicaraan antara Saskia dan Indro lewat  telpon pun cukup lama. Pada akhirnya Saskia pun berkata yang membuat kaget Indro "Abang, Saskia minta maaf karena sudah membohongi diri Saskia sendiri. Ternyata Saskia cintanya sama Abang Indro".

"Iya, Abang maafkan kesalahan Saskia," kata Indro.

"Terima kasih ya, Abang," kata Saskia yang senang.

"Iya," jawab Indro.

"Udah dulu, ya telponannya. Asalamualaikum," kata Saskia mengakhiri pembicaraan.

"Waalaikumsalam," jawab Indro.

Indro pun menaruh Hpnya di meja setelah mengakhiri pembicaraan dengan Saskia. Indro pun langsung berkata dengan suara keras "Saya menang".

Kasino dan Dono kaget dengan suara yang keras Indro jadi mendatangi Indro dan bertanya "Kenapa kamu Indro?"

"Enggak, saya cuma seneng aja. Saskia memilih saya. Cintanya mati sama saya," kata Indro.

"Wah..wah..wah. Cewek yang bisa berpikir jernih. Mana yang terbaik untuknya dalam menjalankan hidup," pujian Kasino.

"Iya, cewek yang pinter. Indronya penyabar menghadapi sikap Saskia. Ending ceritanya bahagia. Bersatu lagi deng Indro dengan Saskia," pujian Dono.

"Saya, senang dengan Saskia yang bisa bersikap bijak dalam menjalankan hidup. Tidak mengkhianatin cintanya kepada saya. Walau sejenak sih sebenarnya sih termasuk. Tapi ya sudahlah ujian buat cinta saya dengan Saskia," kata Indro.

"Akhir yang bahagia. Itu lah yang di sukai oleh banyak orang," kata Kasino.

"Iya," saut Dono.

"Iya, benar akhir yang bahagia," saut Dono.

Kasino kembali ke kamarnya karena ada yang ia kerjakan. Dono ya kembali santai di ruang tamu sambil baca buku. Indro nyantai nonton Tv padahal acara Tv-nya lagi bener-bener serius gitu. Acara Tv yang di tonton Indro ya berita seputar urusan pemerintahan yang inilah yang itulah kaya gak habis-habisnya ada aja pokok permasalahan yang di bicarakan lebih cenderung sih diskusi di studio Tv. Pada hal Indro tahu benar, kerasnya orang-orang yang kerja di studio Tv untuk membuat berita yang bagus dan mudah di pahami semua orang yang menontonnya. Dono pun agak jenuh baca bukunya karena memang sudah lama membaca buku, jadi berhenti baca bukunya dan di taruh buku di atas meja. Dono pun beranjak dari duduknya menuju ruang tengah untuk nonton Tv bersama Indro. Dengan santai Dono menonton Tv bersama Indro. Kasino pun selesai mengerjakan kerjaannya di kamarnya dan keluar dari kamar langsung duduk bersama Dono dan Indro di ruang tengah untuk menonton Tv yang acaranya berita seputar pemberitaan ini dan itu, baik dalam negeri maupun luar negeri.

Sunday, October 20, 2019

CAMPUR ADUK

Langit yang cerah sekali. Dono sedang bersantai di teras sambil minum kopi dan makan pisang goreng. Indro baru selesai urusannya dari rumah Saskia langsung ke rumah. Sampai di depan rumah melihat Dono yang sedang santai di teras rumah langsung berkatalah Indro mengucap salam "Asalamualaikum".
"Waalaikumsalam," jawab Dono. 
Indro langsung duduk bersama Dono. Seperti biasa Indro langsung mengambil pisang goreng di piring dan segera memakannya.

"Enak...Don..pisang gorengnya," kata Indro.

"Iya, saya buat sendiri," kata Dono.

"Oh. Iya Don. Tumben di rumah biasanya hari minggu gini main kemana gitu," kata Indro.

"Lagi gak ada tujuan untuk main," kata Dono.

"Gak ada tujuan toh," saut Indro.

Indro pun masuk rumah langsung ke ruang tengah untuk nonton Tv. Saat Tv di hidupkan semua chenel Tv menanyangkan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI. Indro dengan santai menonton acara Tv. Dono pun masuk ke rumah sambil membawa piring  dan gelas menuju dapur. Baru setelah itu Dono duduk bersama Indro nonton Tv. Indro pun mulai bertanya pada Dono "Gimana tanggapan kamu ke depan mengenai pemerintahan sekarang untuk pemerataan pembangunan menuju lima tahun mendatang?".

"Ya sesuai rencana program kerja yang di susun rapih oleh orang-orang pemerintahan untuk pemerataan pembangunan lima tahun ke depan. Pada akhirnya berhasil atau tidaknya paling gak jauh dari nilai SDM-nya yang bisa bersaing di dalam negeri dan luar negeri. Pinter lawan pinter jika ingin hidup layak di Indonesia. Itu pun dalam lima tahun saya pun belum tentu umur panjang," kata Dono.

"Kok ngomongnya gitu Don. Umur mu panjang," kata Indro.

"Mau begitu. Kenyataan tetap kenyataan. Rahasia diri," kata Dono.

"Saya mengerti keadaan di dalam tubuh mu. Tetap usahakan umur panjang jadi bisa membagi cerita dengan saya dan Kasino atau orang-orang yang baik dekat dengan kamu Don," kata Indro.

"Saya usahakan," kata Dono.

Kasino pun langsung baru masuk rumah tak lupa mengucap salam "Asalamualaikum".

"Waalaikumsalam," saut Dono dan Indro.

Kasino pun mengajak Indro dan Dono untuk ikut main ke pantai untuk menikmati hari minggu. Dono dan Indro pun segera bergegas untuk beres-beres dan langsung keluar rumah bersama Kasino dan naik mobil. Berangkatlah ketiganya menuju pantai untuk menikmati indahnya pantai. Selang berapa saat sampai di pantai. Dono, Kasino dan Indro menikmati indahnya pantai dan menghilangkan kegundahan di dalam diri. Hari pun berganti menjadi malam. Dono, Kasino dan Indro pada akhirnya memutuskan untuk menginep di pondokkan pinggir pantai yang di sewakan.

Ketiganya menikmati keadaan dengan baik. Seperti biasa untuk makan malam Indro masak yang enak. Kasino dan Dono menyiapkan bahannya yang di beli dari warga sekitar pantai. Indro dengan cekatan memasak makan untuk makan malam. Makan pun terhidang di meja. Segera ketiganya menikmati malam. Lagi santai menikmati makan malam. Angin bertiup kencang sekali. Indro pun merasa was-was dengan keadaan angin yang bertiup kencang. Keluarlah Indro dari pondokan. Terlihat gelombang air laut yang besar. Indro segera memanggil Dono dan Kasino untuk keluar dari pondokan karena ombak besar menuju bibir pantai. Ketiganya masuk mobil dan segera pergi menjauh dari bibir pantai. 

Usaha ketiganya selamet dari gelombang air laut yang menerjang ke pinggir pantai. Kasino yang membawa mobil langsung membawa mobil balik ke rumah. Sampai di rumah istirahat ketiganya. Seperti biasa Indro menghidupkan Tv untuk melihat berita. Terkejutlah Indro melihat berita di Tv tentang gelombang air laut yang menerpa bibir pantai. Keluarlah sosok dari lautan seekor Naga Hitam yang mengamuk dan sedang bertarung seorang Dewa dan Indro mengenal Dewa yang di lihatnya dari Tv adalah Nacha. Pertarungan itu sangat hebat sekali. Maka itu Indro memanggil Dono dan Kasino untuk menontonnya berita di Tv. Dono dan Kasino menontonnya pertarunagan Nacha dan Naga Hitam dengan seksama. Tapi tiba-tiba mati lampu, jadi tidak bisa nonton berita tersebut sampai selesai.

"Jadi yang kita tonton beneran atau tidak?" kata Indro.

"Mana saya tahu," saut Dono.

"Lebih baik cari lilin biar terang rumah ini. Lupakan berita itu!" kata Kasino.

Dono pun mengambil lilin di laci dan segera di hidupkan. Keadaan rumah jadi terang deh. Dono memutuskan untuk bersantai di ruang tamu sambil main game di Hpnya. Indro ikutan juga santai di ruang tamu sambil main game di Hpnya untuk menunggu lampu hidup. Sedangkan Kasino memutuskan untuk tidur. Cukup lama Dono dan Indro menunggu lampu hidup, tetap gak hidup. Hari makin larut banget. Dono dan Indro memutuskan untuk tidur. Esok harinya Dono, Kasino dan Indro bangun dari tidur pagi-pagi untuk menjalankan aktivitas. Saat keluar dari rumah.

Terkejut ketiganya melihat keadaan sudah hancur semuanya. Di langit terlihat jelas oleh Indro pertarungan antara Naga Hitam dan Nacha. Dono dan Kasino pun melihat juga pertarungan Nacha dan Naga Hitam.

"Wah dunia kacau ini mah," kata Indro.

"Sudah seperti ini. Lebih baik menunggu pertarungan itu selesai," kata Dono.

"Gak ada jalan lain. Menunggu deh," kata Kasino.

"Menunggu," saut Indro.

Ketiga menonton pertarungan Naga Hitam dan Nacha di langit sangat sengit karena tidak mau mengalah. Sampai hari menjelang malam pun pertarungan pun berakhir antara Nacha dan Naga Hitam dengan seimbang. Nacha dan Naga Hitam tergeletak di tanah dengan kehabisan tenaga.

Dono, Kasino dan Indro pun masuk rumah dan lebih baik bersantai di rumah. Angin pun bertiup kencang sekali. Indro pun keluar rumah. Kaget Indro melihat lingkungan kembali semula dan berteriak "Saya bermimpi atau kah kenyataan sih".

Teriakan Indro membuat Dono dan Kasino kaget dan mendatangi Indro. Dono dan Kasino melihat lingkungan sudah hancur semua kembali seperti biasanya normal.

"Wah bener dunia mulai aneh," kata Dono.

"Iya. Kaya berita kebohongan yang di buat oleh pembuat berita dengan cara apapun untuk menaikin reting tontonan jadinya beneran gitu," kata Kasino.

"Jadi sebenarnya yang terjadi pada kita sebenarnya apa Don?" tanya Indro.

"Campur Aduk," jawab Dono.

"Campur Aduk," kata Indro yang masih bingung.

"Iya. Bener. Campur Aduk," saut Kasino.

Indro pun lebih baik bersantai di dalam rumah bersama Dono dan Kasino dengan melakukan kegiataan yang di sukai mereka masing-masing dan mengabaikan lingkungan sekitar.

Friday, October 18, 2019

TERIMA KASIH PEMIMPIN

Indro sedang santai di ruang tamu sedang membaca buku sambil minum kopi. Kasino baru selesai menyelesaikan pekerjaannya di kamarnya. Kasino pun keluar dari kamarnya duduk bersama Kasino, lalu mengambil singkong ribus di meja dan segera memakannya. Kasino pun berkata pada Indro " Tumben Indro tidak nonton Tv?"

"Cuma cari suasana lain aja. Baca buku," kata Indro.

"Oh begitu. Tapi buku yang kamu baca Indro lumayan berat banget?" kata Kasino.

"Buku tentang ekonomi. Lebih tepatnya tentang bursa saham sih. Ya lumayan berat untuk memahami buku ini," kata Indro.

"Oh begitu. Bursa saham toh. Mudah bila mengerti tidak mudah bila tidak mengerti. Jika menjalankan permainan saham pun bisa untung kalau bisa membaca dari proses pergolakan bursa saham, kalau tidak bisa membaca dengan baik rugi," kata Kasino.

"Saya mengerti omongan kamu Kasino. Oh iya. Dono belum pulang jam segeni?" kata Indro.

"Biasa urusan cinta. Kalau jauh rasa kangen itu ada jika dekat rasa itu pun terbayar sudah. Namanya juga orang lagi kasmaran," kata Kasino.

"Oh begitu," saut Indro.

Indro pun menyelesaikan baca bukunya dan menaruh buku di atas meja, lalu Indro pindah duduk di ruang tengah langsung menghidupkan Tv untuk menyaksikan berita malam. Kasino pun pindah duduk juga untuk menonton Tv juga dan duduk bersama Indro di ruang tamu. Indro pun mengamati dengan berita yang di tayangkan salah satu chanel Tv. 

Indro pun berkata "Oh pemberitaannya masih seputar pelantikan Presiden toh."

"Kan dari kemarin beritanya memang masih urusan pelantikan Presiden tidak lebih dan tidak kurang," saut Kasino.

"Apa pendapat kamu dengan sistem kerja Pak Jusuf Kalla sebagai wakil Presiden?" tanya Indro.

"Yang jujur atau bohong?" kata Kasino.

"Yang jujur lah!" tegas Indro.

"Bagus aja. Selama ini Pak Jusuf Kalla pandai menjalankan tugas jadi wakil Presiden pada akhirnya masa jabatannya tetap baik," penjelasan Kasino.

"Jadi sebagai anak bangsa yang bijak. Saya mengucapkan 'Terima Kasih' atas pengabdiannya Pak Jusuf Kalla dalam membangun negeri ini demi kemajuan bangsa," kata Indro.

"Harus itu. Majunya negara ini. Penting peranan pemimpin yang pandai dapat membaca situasi keadaan di dalam sistem kerjanya. Jadi bisa tahu mana yang harus duluin mana yang tidak duluin, maksudnya di kerjakan tapi belakangan," tambahan Kasino.

"Lalu bagaimana Kabinet kerja jilid 1 Pak Joko Widodo?" tanya Indro.

"Sebenarnya kurangnya ada lebih juga ada. Biasa itu. Pada akhirnya pun jalan baik. Karena yang terpenting adalah siapa yang memimpin sistem kerja Kabinet tersebut?" kata Kasino.

"Presiden," saut Indro.

"Tepat sekali. Presiden poros utama dalam mengambil keputusannya untuk menilai dari kerja Kabinetnya. Ya pada akhirnya tetap baik lah. Kurangnya sih jawabannya sederhana. Tanggung jawab saja dalam menjalankan tugas menjadi menteri. Kan Tujuannya demi diri, keluarga, agama, bangsa dan negara," penjelasan Kasino.

"Amin," saut Indro.

"Kok. Amin?" kata Kasino.

"Omongan kamu doa Kasino. Tujuannya itu. Sering di omongan para orang tua demi kemajuan negeri ini. Ya jadinya di.... Aminin," kata Indro.

"Amin juga," saut Kasino.

Kasino dan Indro terus menyaksikan acara berita dengan baik. Tiba-tiba Indro teringat ada bola, jadi gantilah chenel Tv untuk nonton bola. Ya Kasino ikutan saja maunya Indro. Kasino dan Indro terbawa suasana tontonannya Tv. Dono pun pulang dari urusannya dan masuk rumah dan tidak lupa mengucap salam "Asalamualikum".

"Waalaikumsalam," jawab Indro dan Kasino bersamaan.

Dono langsung menuju ruang tengah dan duduk bersama Indro dan Kasino. Dono menaruh keresek putih berisi makan dan minuman di taruh meja.

"Asik makan," kata Indro antusias.

Indro mengambil makan yang ada di dalam keresek putih dan minuman seger banget yaitu jus melon kesukaan Indro.

"Gimana urusan kamu dengan Rara hari ini Don?" tanya Kasino.

"Beres. Buat Rara seneng. Sama aja saya juga seneng juga," jawab Dono.

"Emangnya jalan-jalan kemana?" tanya Indro sambil menikmati makan dan minuman yang enak.

"Biasa lah. Mall aja. Aman dan nyaman," kata Dono.

Kasino pun mengambil makan yang ada di dalam kresek dan juga jus kesukaannya yaitu jus alpulkat. Dono pun beranjak dari duduk bersama Indro dan Kasino untuk berbenah diri. Kasino dan Indro menikmati makan dan minumnya sambil menonton sepak bola dengan terbawa suasana tontonan. Dono pun selesai berbenah dirinya, lalu membuat kopi di dapur. Baru setelah itu duduk bersama Indro dan Kasino di ruang tengah nonton Tv yang acaranya bola sambil menikmati kopi buatan Dono yang enak.

Wednesday, October 16, 2019

ASIK NONTON


Malam hari yang di kediaman Dono. Seperti biasa Dono santai mengetik di dalam kamarnya. Indro sedang asik nonton Tv di ruang tamu. Kasino seperti biasa juga di dalam kamar selalu menyelesaikan pembukuan dari hasil kerjanya biar esok hari menjalanin aktivitas berjalan dengan baik sesuai dengan rencana. Dono menyelesaikan tulisannya dengan baik dan menyimpannya dengan baik. Baru deh Dono keluar dari kamar menuju dapur. Seperti biasa Dono membuat kopi. 

Kopi sudah jadi di seduh buat Dono. Dibawalah kopi di ruang tengah dan duduk bersama Indro. Dengan santai Indro nonton acara Tv yang menurutnya menghibur diri sambil minum kopi. Dono pun mengerti acara yang di tonton Indro adalah acara Kamen Rider jadi ikutan juga nonton acara Tv yang di tonton Indro. Kasino yang menyelesaikan urusannya langsung ke dapur dan mengambil minuman kaleng yang ada di kulkas. Baru deh Kasino duduk bersama Indro dan Dono di ruang tengah untuk nonton acara Tv.

Kasino ingin mengganti acara Tv yang asik di tonton Indro karena Kasino sudah memegang remot di tangannya. Indro langsung berkata "Kasino jangan ganti acara Tv....Kamen Ridernya. Lagi seru alur ceritanya..nie. Kasino!"

"Indro, aku ingin nonton acara lain," kata Kasino.

"Acara apa Kasino? Sampe ingin mengganti acara tontonannya Indro," saut Dono.

"Biasa acara nyanyi," kata Kasino.

"Oh....acara nyanyi toh," saut Dono.

"Kalau acara itu sih. Emang suka juga Kasino. Tapi aku lagi asik nonton acara Kamen Rider," kata Indro.

"Jadi .....aku ganti ya," kata Kasino.

"Nanti...ya Kasino," kata Indro.

"Iya," saut Kasino sambil menaruh remot di meja.

Kasino ikut maunya Indro yang asik nonton acara Kamen Rider sambil minum kopi. Dono ya...seperti biasa ikut aja, yang penting heppy. Sampai acara tontonan berakhir, baru deh di ganti oleh Indro untuk nonton acara nyanyian.

"Kan Indro. Sudah pertengahan acara nyanyiannya," kata Kasino.

"Kasino... Kan bisa nonton acara ulangannya lewat sistem penyimpanan di Indihomenya. Jadi kamu bisa nonton awalnya, "saran Dono.

"Iya juga," kata Kasino.

"Sudah lah jangan di bahas lagi. Tonton aja acara nyanyian yang sudah menunjukkan ending dari perlombaan menyanyi," kata Indro.

"Jadi siapa yang menang dalam lomba nyanyi tersebut Kasino dan Indro?" tanya Dono.

"Siapa ya? Yang pasti suaranya merdu dan penampilan bagus. Itulah pemenangnya," kata Indro.

"Yang menang yang kualitas vokal dan penampilannya bagus," kata Kasino.

"Jadi kalian sudah tahu. Siapa yang menang?" kata Dono.

"Yo.i," saut Kasino dan Indro bersamaan.

Kasino dan Indro asik menonton Tv yang di tontonnya karena acaranya bagus dan menghibur. Dono beranjak dari duduknya karena Hpnya bunyi yang di taruh di kamar. Hp pun diangkat Dono yang ditaruh di meja dan di lihat siapa yang nelpon. Ternyata Rara yang menelpon. Dono pun telpon-telponan dengan Rara membicarakan urusan esok hari alias janjian. Pembicaraan itu singkat banget dengan akhir kesepakan yang memuaskan hati Rara. Dono kembali nonton bersama Indro dan Kasino di ruang tengah. Rara pun senang karena berhasil menyakinkan orang di cintainya untuk mengantarkan dirinya ke rumah saudaranya...ya cukup jauh dari rumahnya Rara, tujuannya sih silaturahmi.

Dono santai nonto acara Tv bersama Kasino dan Indro. Saat iklan, Dono langsung mengganti tontonannya pake remot untuk melihat acara berita. Kasino dan Indro ngikut aja maunya Dono. Dono mulai menonton dengan baik acara tontonan berita. Indro dan Kasino ikutan juga.

"Jadi alur beritanya cuma sebatas ini saja," kata Dono.

"Ya seperti biasanya. Berita kan memang memberitakan keadaan sesuai tema yang angkat yang di dapetkan di lingkungan dari sudut para pembuat berita di publikasikan dan untuk di tonton semua orang," kata Indro.

"Kalau begitu aku ganti lagi acaranya ke tontonan nyanyian," kata Dono.

"Iya," saut Indro.

"Kenapa gak coba nonton lawak!" saran Kasino.

"Memang ada?" tanya Indro.

"Ada....Indro," kata Dono.

"Memang aku tahu sih. Cuma becanda," kata Indro.

"Jadi nonton acara nyanyian atau lawak!" kata Dono.

"Sudahlah nyanyian saja. Lawakkan bisa nonton nanti," kata Indro.

"Sudah saya kembalikan tontonan kita ke nyanyian," kata Dono.

Dono segera mengganti tontonan berita ke acara nyanyian. Indro pun langsung asik nonton acara Tv, begitu juga Kasino. Dono pun ikut menikmati tontonan acara Tv sambil menikmati mimum kopinya. 

Thursday, October 10, 2019

GAME

Dono asik membaca buku di ruang tamu sambil minum teh anget buatannya. Indro lagi asik main game PS 4, Tekken 7. Kasino mengimbangi permainan Indro dengan penuh keseriusan. Indro yang menggunakan Geese sebagai jagoaan pertarungnya melawan Lars yang di mainkan Kasino. Pertarungan sangat sengit banget. Seakan-akan Indro dan Kasino bertarung jadi tokoh di dalam game Tekken 7.

Serangan demi serangan yang di lancarkan keduanya tak pernah mau kalah. Lalu Indro mengeluarkan serangan terhebatnya yang jadi Geese begitu juga Kasino mengeluarkan serangan andalan yang menggunakan Lars. Sampai akhirnya Geese kalah oleh Lars. Kasino pun senang menang. Tapi pertarungan belum selesai karena masih  berlanjut lagi menjadi tiga kali pertarungan, jadi pertarungan ke dua di mulai. 

Indro lebih serius lagi dengan permainannya yang mainkan Geese dengan mengeluarkan jurus-jurus yang hebat sampai Lars yang di mainkan Kasino terpojok dan akhirnya kalah. Kasino kalah di pertarungan ke dua. Indro senang dengan pertarungan ke dua dirinya menang dan membayar kekalahannya di pertarungan pertama. 

Pertarungan ketiga pun di mulai lagi antara Geese dan Lars. Indro mulai menyerang dengan sangat hebatnya begitu juga Kasino tidak mau mengalah dalam permainannya. Keduanya benar-benar serius dan mengeluarkan serangan andalan tokoh yang dimainkan. Geese mulai terdesak oleh serangan Lars dan akhirnya Lars menang. Kasino yang memakai tokoh Lars di permainan game Tekken 7 senang banget. Indro pun murung dan akhir menerima kekalahannya dalam permainan game Tekken 7.

Dono yang selesai membaca buku. Beranjak dari duduknya menuju di ruang tengah dan segera mengambil remot Tv dan berkata "Tunda main gamenya. Aku ingin lihat berita hari ini!"

"Iya," saut Kasino yang masih bahagia karena menang permainan game Tekken.

Sedangkan Indro diam tidak menjawab karena kalah bertarung dalam permainan game Tekken. Lebih jelasnya ngambek aje sih Indro karena kalah bermain game Tekken 7. Saat Dono asik nonton berita Dono terkejut dengan berita penyerangan Pak Wiranto dan berkata "Kok bisa ya".

Kasino pun juga yang menonton berita juga berkata "Kecolongan itu mah sampe Pak Wiranto di tusuk".

Indro mulai serius melihat berita dan berkata "Wah kacau itu mah".

Dono terus menonton berita yang di tontonnya. Sedangkan Indro mengambil Hpnya membuka jaringan sosial media dan berkata "Viral....Don, Kasino beritanya Pak Wiranto".

"Entah apa yang merasuki orang yang menusuk Pak Wiranto," kata Dono.

"Setan yang merasukin orang melakukan kejahatan tersebut," saut Kasino.

"Setan!!!" kata Indro yang lebih antusias ngomongnya.

"Setan toh," kata Dono.

Dono mulai mengganti tontonan beritanya dengan permainan game Tekken 7. Indro dan Kasino mulai lagi bermain game Tekkennya. Lalu bergerak mau keluar rumah. Lalu Indro bertanya "Mau kemana Don?"

"Biasa," jawab Dono.

"Rara lah," saut Kasino.

"Ooooo. Kencan," kata Indro.

Dono pun keluar dari rumahnya dan segera menuju rumah Rara seperti biasanya. Indro dan Kasino serius main game Tekken 7 dan mengganti tokoh yang di mainkan. Keduanya serius dengan permainan game Tekken 7 sampai terbawa suasana. Pada akhirnya permainan game berhenti karena Indro kalah dari permainan Kasino. Ya Indro pun lebih baik nonton Tv dan sambil minum kopi buatannya. Kasino pun ya nyantai juga minum kopi buatannya sambil nonton Tv.

Di rumah Rara. Dono pun ngobrol asik dengan Rara sampai pada akhirnya, Rara mau di ajak jalan oleh Dono untuk ke Mall. Sekalian belanja, makan dan minum dan nonton film di bioskop. Dono dan Rara menikmati moment kebersamaan keduanya penuh dengan keromantisan, tetap menjaga diri masing-masing tidak terbawa suasana dari hasrat alias masih ada jarak gitu karena belum sah jadi suami istri walau orang tua sudah setuju.

***
Indro dan Kasino di rumah terus menonton Tv sampai mengganti beberapa chenel. Tetap saja. Acara yang di tonton Indro dan Kasino masih seputar pemberitaan tentang Pak Wiranto. Indro pun memilih tontonan yang tepat yang menghibur dirinya yaitu musik yang di tayangkan oleh chanel musik. Kasino ikut aja maunya Indro. Dengan asik Kasino menonton musik yang lagi viral di sosial media "Salah Apa Aku" sambil menikmati kopi yang enak buatan dirinya sendiri.

"Bener-bener musik ini bagus. Makanya viral. Entah apa yang merasuki orang-orang sampe heboh ikutan mengviralkannya," kata Indro.

"Suka aja...ikutan yang lagi tren musik," saut Kasino.

"Bener kamu Kasino. Tren musik....era anak muda melenial," kata Indro.

Indro dan Kasino santai nonton Tv sambil minum kopi.

Wednesday, October 9, 2019

SISI BAIK DAN SISI BURUK


Malam yang tenang sekali Indro duduk di depan teras sambil memandang langit yang cerah sambil menikmati kopi enak buatannya. Dono baru menyelesaikan mengetiknya di leptopnya dan segera duduk ruang tengah dan langsung menghidupkan Tv. Dengan santai Dono menonton acara Tv yang menurutnya menarik dan bagus. Kasino baru pulang dari urusannya kerjanya dan pulang ke rumah. Melihat Indro yang sedang duduk di teras sambil minum kopi dan segera mengucap salam "Asalamuaikum".

Jawablah Indro dengan santai "Waalaikumsalam".

Kasino langsung duduk di sebelah Indro sambil makan singkong goreng yang ada di meja. Dengan asiknya Kasino menikmati singkong goreng, lalu terdengar suara celoteh Indro yang tersamar "Hidup gini-gini aja?!"

Sontak Kasino berkata "Indro jika ada masalah cerita. Mungkin aku bisa menolong kamu!"

"Masalah sih gak rumit-rumit amat sih Kasino. Cuma???" kata Indro.

"Cuma apa?" Kasino memotong pembicaraan Indro.

"Hidup ini kadang mudah kadang rumit?!" kata Indro.

"Maksudnya?" tanya Kasino.

"Banyak berita di Tv maupun surat kabar sampai di lingkungan sekitar kita. Kenyataannya ada saja masalah di lingkungan. Ada jalan manusia itu mudah sampai tujuan ada juga sulit sampai tujuan. Kaya lingkaran kehidupan hitam dan putih atau nama lainnya baik dan buruk," cerita Indro.

"Ya. Hidup penuh ujian. Tergantung manusia menyikapi dengan jalan mana yang baik saja. Tapi jika ingin jalan bagus sih harus mengikuti peraturan yang ada jadinya tertip, teratur dan nyaman. Karena masih banyak manusia yang akan merusak tatanan. Pada akhirnya merampas hak orang lain demi menyelamatkan dirinya, katanya. Padahal untuk menunjukkan kehebatan dirinya kuat dan menindas yang lemah. Apalagi jika punya kedudukan dan uang. Bisa sewenang-wenang dalam bertindak dalam menjalani hidup,"  penjelasan Kasino.

"Kalau begitu sih. Banyak orang akan melanggar aturan dan pada akhirnya berbuat jahat dari lapisan rakyat jelatah sampai para pejabat," saut Indro.

"Ya...begitu adanya. Maka itu pentingnya....Hukum harus benar-benar ada untuk melindungi yang lemah dari orang-orang yang melanggar aturan demi kepentingan diri mereka semuanya. Maka itu kita harus berterima kasih pada Polisi dan Tentara jika berhasil menumpas segala kejahatan. Karena banyak di lingkungan kita ini berpura-pura jadi orang baik-baik padahal penjahat," kata Kasino.

"Kalau para pejabat...gimana Kasino? Yang melanggar aturan yang berlaku. Pada akhirnya merugikan semua orang?" tanya Indro.

"Tegak hukum seadil-adilnya. Tampa pandang bulu. Tujuannya demi mengembalikan semuanya jadi baik," kata Kasino.

"Jadi tetap saja hidup ini terus bertarung antara yang baik dan buruk demi menciptakan keharmonisan di antara kalangan manusia antara miskin dan kaya," tambahan Indro.

"Ya....begitu adanya hidup. Jalani aja. Kalau terkena masalah. Ya bersabarlah. Pasti ada jalan untuk kita selamat pada tujuan yang penuh kebaikan," kata Kasino.

"Kalau begitu sih. Aku ingin menyelesaikan masalah ku dengan penuh kesabaran saja. Pada hal urusannya memang pelik. Antara hak aku dengan orang lain. Baik dan buruk. Pada akhirnya sampai ketujuannya ya itu kemenangan alias kebaikkan yang mutlak," kata Indro.

"Kalau sudah mengerti jalanin dengan baik. Pasti masalahmu cepat selesai. Dari masalah kecil menjadi besar, lalu besar menjadi kecil dan akhirnya menghilang," tambahan Kasino.

"Terima kasih Kasino atas masukannya," kata Indro.

"Ya...sama-sama," saut Kasino.

Kasino pun masuk ke dalam rumah langsung ke kamarnya untuk berbenah diri. Indro masuk rumah juga dan duduk sama Dono menonton acara yang menyenangkan hatinya dan melupakan sejenak masalah dalam dirinya. Indro pun terbawa suasana acara Tv yang lucu karena tingkah para pelawak yang lucu. Dono pun juga tertawa melihat apa yang di tontonnya di Tv. Rasa senang pun di dalam diri Indro. Kasino pun yang sudah berbenah diri dan membawa secangkir kopi buatannya duduk bersama Indro dan Dono untuk menyaksikan tonton Tv yang bagus menghibur diri Kasino. Ketiganya terbawa suasana tontonan acara Tv yang bagus, menarik dan lucu banget.

Saturday, October 5, 2019

KESADARAN DIRI


Pagi-pagi sekali Ega sudah berangkat kerja ke sebuah toko elektronik dengan menggunakan motornya yang telah ia kredit selama satu tahun dan sebentar lagi lunas. Sampai di tempat kerjaan. Ega segera membereskan semua yang ada di toko agar telihat bersih dan rapih agar pembeli datang untuk berkunjung membeli barang elektroni. Ibu Lila pemilik toko senang dengan kerja Ega yang rajin. Maka itu Ibu Lila menaikan gaji Ega sekitar 200 ribu. Ega senang gajinya naik karena bisa memberi uang lebih kepada Ibunya agar kebutuhan keluarga kecukupan. Sedangkan Diana yang duluan tidak dapet gajinya naik oleh Ibu Lila karena kerjanya males. Sebenarnya Ibu Lila tidak pilih kasih, tapi menilai kerjaan dari karyawannya. Diana yang sering dateng telah ke toko elektronik dan kerjanya juga lelet, jadi Diana memang merasa dirinya salah karena banyak masalah yang membebani dirinya.

Tapi Ega sebagai teman pun sering menolong Diana agar urusan beres dari urusan perasaan Diana yang lagi sakit hati karena pacarnya selingkuh dan hubungan yang di binanya akan putus juga. Di tambah masalah keadaan ekonomi keluarga yang gak terselesaikan dengan baik. Diana merasa frustasi dengan keadaan dirinya. Maka itu Diana menerima masukan dari Ega sebagai teman baik dalam bekerja di satu tempat kerjaan. Diana pun dapet kenaikan gaji juga sama dengan Ega, cuma 200 ribu. Diana pun bersyukur dengan usaha dirinya membentuk dirinya menjadi anak yang rajin kembali dalam urusan kerjaan dan memutuskan untuk tidak memperpanjang urusan dengan pacarnya yang selingkuh dan tidak bisa setia. Hidup yang benar buat Diana adalah berusaha berjalan dengan baik untuk esok lebih baik lagi.

Perlahan-lahan juga urusan keluarganya membaik berkenaan dengan ekonomi keluarga, karena rasa pengertian mulai ada di dalam keluarga lagi. Ega pun senang menemukan teman baik dalam bekerja telah kembali seperti awal Ega masuk kerja di toko elektronik ini. Setiap hari urusan pekerjaan di toko elektronik berjalan baik dan banyak pengunjung yang dateng ingin membeli barang elektronik sesuai kebutuhan masyarakat yang ingin membeli barang elektronik di toko elektronik. Semua itu  karena kerja sama baik antara Ega dan Diana yang memberikan pelayanan baik ke pada pengunjung yang datang dan menjelas barang-barang yang mau di beli dengan harga yang di tentukan dengan baik.

Ibu Lila pun senang dengan kerja dari dua karyawannya yang bekerja dengan penuh tanggung jawab. Saat libur tiba, tepatnya hari minggu. Ibu Lila menutup tokonya dan mengajak Diana dan Ega untuk libuaran ke pantai. Sampai di pantai. Rasa senang Ega dan Diana. Romi melihat sosok dua gadis cantik di pantai dan ingin berkenalan. Pada saat itu Romi ke pantai bersama seluruh teman kerjanya di Bank tempat ia bekerja. Niat pun ada ingin berkenalan gadis cantik  yang di lihat di pantai, tapi niat itu di urungkan Romi lebih baik menikmati kebersamaan bersama teman-teman sepekerja.

Sampai waktu tiba menjelang sore hari. Ibu Lila, Ega dan Diana beranjak dari pantai menuju pulang ke rumah karena liburan di pantai sudah selesai. Sampai di rumah masing-masing. Ibu Lila senang liburan ke pantainya berjalan dengan baik. Diana pun juga senang liburan di pantainya jadi sampai di rumah langsung benah diri dan istirahat. Ega sampai di rumah seperti biasa masih harus menyelesaikan satu masalah dirinya  yang sebenarnya tidak ingin ia perhitungkan lagi karena perasaannya lagi senang. Tapi Rafli dateng ke rumah Ega untuk meminta kejelasan hubungan. Sebenarnya Rafli yang salah sama Ega karena bermain di belakang Ega dengan teman sekolah Ega saat duduk di SMA dulu. Teman Ega itu Sinta. Rafli telah mengambil keputusan yang baik untuknya untuk melupakan Sinta dan memilih Ega. Tapi rasa pengkhianatan Rafli karena tidak setia membuat Ega kecewa, maka itu Ega tidak bisa menerima cinta Rafli lagi. Walau Rafli sudah berjanji akan jadi baik demi cintanya sama Ega.

Ega yang belajar dari kesalahannya. Memilih untuk putus hubungan dengan Rafli untuk selamanya. Rafli pun pergi dari rumah Ega dengan penuh kecewa karena gagal meyakinkan Ega bahwa dirinya bisa berubah jadi baik demi cintanya sama Ega. Di dalam kamar. Ega menangis dengan sedih banget karena keputusannya....putus dengan Rafli. Ibunya Ega melihat anaknya lagi bersedih banget, langsung di bimbinglah Ega dengan baik oleh Ibunya agar menghilangkan kesedihannya. Dan yang membuat sadar Ega dari kesedihannya adalah nasehat Ibunya yang paling baik "Sholat nak. Itu obat yang akan menghilangkan segala rasa sakit di dalam diri mu. Hanya Alloh SWT yang akan menolong kamu dari segala hal masalah kamu yang sedang kamu jalannin dengan rasa pedih itu yang kamu rasakan".

Ega langsung berbenah dirinya untuk sholat meminta pertolongan pada Yang Maha Kuasa. Ibunya kembali keurusannya momong adik bayi Lira adiknya Ega. Esok harinya. Ega seperti biasa menjalankan aktivitasnya seperti biasanya kerja di toko elektronik. Romi pun mencari barang yang ingin ia belinya ke sebuah toko elektonik. Tak di sangka dan tak di duga. Romi bertemu dengan gadis cantik yang di lihat di pantai. Romi pun mulai berkenalan dengan Ega dengan baik, sekalian ingin membeli Tv di toko elektonik di tempat Ega bekerja. Hubungan pun berjalan dengan baik saling menguntungkan antara pembeli dan penjual. Romi jadi membeli Tv di toko elektonik di mana Ega bekerja sebagai karyawannya. Romi pun berhasil menjalin hubungan baik dengan baik dengan Ega. Tak lama sih. Hubungan pertemanan Romi dengan Ega berjalan dengan baik. Pada Akhirnya Romi menyatakan cintanya ke Ega saat berkunjung ke rumah Ega. Saat itu Ega lagi benar-benar jomlo banget, jadi menerima cinta Romi. 

Ega dan Romi pun jadi pacaran dan di jalankan dengan baik selama satu bulan berjalan. Rafli tahu Ega sudah punya pacar. Rasa gelisah itu ada pada Rafli dan ingin memperjuangkan cintanya kepada Ega. Rafli terus mencoba menyakini Ega untuk menerima dirinya dan balikan gitu maksudnya!?. Tetap Ega tidak bisa menerima Rafli karena ada Romi. Tekanan dari Rafli membuat diri Ega kacau banget. Maka itu Ega selalu mendengarkan nasihat Ibunya dengan baik. Jadi Ega pun memutuskan untuk menolak Rafli sekian kalinya. Sedang Romi pun di minta kepastian untuk menikahi diri Ega secepatnya agar tidak jadi bahan omongan orang-orang.

Romi pun dengan sikapnya yang berani segera menikahi Ega dengan pertimbangan yang masak-masak. Tak memakan waktu lama. Ega pun di nikahi oleh Romi dengan acara pernikahan yang cukup sederhana tapi mewah. Surat undangan pun di kirimkan juga ke Rafli. Kesadaran pun datang pada diri Rafli dan berkata "Aku kalah mendapatkan cinta Ega. Aku harus mengikhlaskan cinta ini karena Romi yang di cintai Ega".

Rafli pun membimbing dirinya dengan baik untuk melupakan Ega untuk selamanya. Rafli fokus dengan urusan pekerjaannya yang bekerja di kecamatan sebagai PNS. Rafli pun mampu melupakan Ega juga karena menerima cinta Sinta dengan baik dan segera ingin menikahinya. Ega yang sudah jadi istri Romi sangat bahagia banget dalam dirinya dan di dalam hatinya pun terus membimbing dirinya agar menjadi istri yang baik dan berterima kasih atas nasehat Ibunya yang membimbing anaknya dengan baik. Ega pun membagi urusan kerjaannya dengan baik dengan rumah tangganya bersama Romi, karena Romi pun membolehkan Ega kerja di toko elektronik milik Ibu Lila seperti biasanya..

CAMPUR ADUK

HUM DIL DE CHUKE SANAM

Malam hari, ya bulan bersinar dengan baik di langit. Keadaan lingkungan sekitar rumah Budi baik sih. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik...

CAMPUR ADUK