Malam hari, ya bulan bersinar dengan baik sih. Keadaan lingkungan sekitar rumah Budi...baik sih. Setelah nonton Tv yang acara menarik dan bagus sih....SCTV Music Awards di chenel SCTV gitu, ya seperti biasa sih Budi duduk dengan santai di depan rumahnya sedang membaca cerpen yang ceritanya menarik dan bagus sambil menikmati minum kopi dan makan keripik talas.
Isi cerita yang di baca Budi :
Amelia Vanek adalah seorang janda bermasalah dan kelelahan yang tinggal di Adelaide, ya yang membesarkan putranya yang berusia enam tahun, Samuel, sendirian. Almarhum suaminya, Oskar, tewas dalam kecelakaan mobil yang terjadi saat mengantar Amelia ke rumah sakit saat persalinan. Sam mulai menunjukkan perilaku yang tidak menentu: dia menjadi penderita insomnia dan disibukkan dengan monster imajiner, yang telah dia buat senjata untuk dilawan. Amelia terpaksa menjemput anaknya dari sekolah setelah Sam membawa salah satu senjata ke sana. Suatu malam, Sam meminta ibunya untuk membaca buku cerita pop-up berjudul Mister Babadook. Ini menggambarkan monster tituler, Babadook, humanoid berwajah pucat bertopi tinggi dengan cakar jari yang menyiksa korbannya setelah mereka menyadari keberadaannya. Amelia terganggu oleh buku itu dan penampilannya yang misterius, sementara Sam menjadi yakin bahwa Babadook itu nyata. Kegigihan Sam tentang Babadook membuat Amelia sering tidak bisa tidur di malam hari saat dia mencoba menghiburnya.
Segera setelah itu, kejadian aneh terjadi: pintu terbuka dan tertutup secara misterius dengan sendirinya, suara aneh terdengar dan Amelia menemukan pecahan kaca di makanannya. Dia mengaitkan kejadian itu dengan perilaku Sam, tapi dia menyalahkan Babadook. Amelia merobek buku itu dan membuangnya. Di pesta ulang tahunnya, sepupu Sam, Ruby, menggertak Sam karena tidak memiliki ayah, sebagai tanggapannya dia mendorongnya keluar dari rumah pohonnya; akibatnya hidungnya patah. Adik Amelia, Claire, mengakui bahwa dia tidak tahan dengan Sam, yang membuat Amelia sangat tersinggung. Dalam perjalanan pulang, Sam mendapat penglihatan lain tentang Babadook dan menderita kejang, jadi Amelia mendapatkan obat penenang dari dokter anak.
Keesokan paginya, Amelia menemukan Tuan Babadook buku dipasang kembali di tangga pintu depan. Kata-kata baru mengejeknya dengan mengatakan bahwa Babadook akan menjadi lebih kuat jika dia terus menyangkal keberadaannya, berisi sembulan dia membunuh anjing mereka Bugsy, Sam, dan kemudian dirinya sendiri. Ketakutan, Amelia membakar buku itu dan lari ke kantor polisi setelah panggilan telepon yang mengganggu. Namun, Amelia tidak memiliki bukti penguntitan, dan ketika dia melihat setelan Babadook digantung di belakang meja depan, dia pergi. Malam itu, Amelia mencoba untuk tertidur dan melihat Babadook membuka pintu kamar tidurnya, merangkak ke langit-langit dan menyerangnya. Dia kemudian menyalakan semua lampu di rumah dan tertidur dengan Sam di lantai bawah. Setelah serangan itu, Amelia mulai menjadi lebih terisolasi dan tertutup, menjadi tidak sabar, meneriaki Samuel karena 'tidak mematuhinya' terus-menerus, dan sering melihat Babadook sekali lagi. Kondisi mentalnya perlahan menurun dan dia menunjukkan perilaku yang tidak menentu dan kasar, termasuk memotong saluran telepon dengan pisau dan kemudian mengayunkan pisau yang sama secara agresif ke Sam tanpa menyadarinya. Ini berubah menjadi halusinasi yang mengganggu, di mana Amelia membunuh Sam dengan kejam.
Tak lama setelah penglihatan ini, Amelia melihat penampakan Oskar, yang menawarkan untuk kembali padanya jika dia "membawa anak laki-laki itu" kepadanya. Menyadari bahwa dia adalah ciptaan Babadook, Amelia melarikan diri dan dibuntuti melalui rumah oleh Babadook sampai akhirnya merasukinya. Di bawah pengaruhnya, dia mematahkan leher Bugsy dan mencoba membunuh Sam. Akhirnya memikatnya ke ruang bawah tanah, Sam menjatuhkannya. Diikat, Amelia terbangun dengan Sam, ketakutan, di dekatnya. Ketika dia mencoba mencekiknya, dia dengan penuh kasih sayang membelai wajahnya, menyebabkan dia memuntahkan zat hitam pekat, yang tampaknya mengeluarkan Babadook. Saat Sam mengingatkan Amelia bahwa "kamu tidak bisa menyingkirkan Babadook", sebuah kekuatan tak terlihat menyeretnya ke kamar tidur Amelia. Setelah menyelamatkan Sam, Amelia dipaksa oleh Babadook untuk melihat kembali penampakan kematian suaminya. Sangat marah,
Setelah cobaan berat ini, Amelia dan Sam berhasil pulih. Amelia penuh perhatian dan perhatian padanya, menyemangatinya dengan membuat senjatanya dan terkesan dengan trik sulap Sam. Mereka mengumpulkan cacing tanah dalam mangkuk, dan Amelia membawa mereka ke ruang bawah tanah, tempat tinggal Babadook. Dia meletakkan mangkuk di lantai untuk dimakan Babadook. Namun, saat binatang itu mencoba menyerangnya, Amelia menenangkannya, dan ia mundur ke sudut, membawa cacing tanah bersamanya. Amelia kembali ke halaman untuk merayakan ulang tahun Sam.
***
Budi selesai membaca cerpen yang ceritanya bagus, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja.
"Emmm," kata Budi.
Budi menikmati minum kopi dan makan keripik talas. Eko datang ke rumah Budi, ya motor Eko di parkirkan dengan baik di depan rumah Budi. Eko duduk dengan baik dekat Budi.
"Emmm," kata Budi.
"Ngomong-ngomong.....Budi masih membuat kliping?" kata Eko.
"Aku masih Eko...membuat kliping, ya nilai belajar dan nilai kreatifitas aku!" kata Budi.
"Kliping yang di buat Budi....masih berkaitan dengan urusan ekonomi kan Budi?" kata Eko.
"Ya memang sih Eko....kliping yang aku buat masih berkaitan dengan baik urusan ekonomi," kata Budi.
"Demi hidup ini, ya manusia menggerakkan dengan baik....ekonomi," kata Eko.
"Memang sih Eko....demi hidup ini, ya roda ekonomi di gerakkan dengan baik sama manusia," kata Budi.
"Kliping yang di buat Budi, ya ada yang urusan dengan ekonomi di Sumatra Utara?" kata Eko.
"Yaaa ada sih Eko....kliping yang aku buat....yang urusannya dengan ekonomi di Sumatra Utara!" kata Budi.
"Di Sumatra Utara....orang-orang menggerakkan dengan baik roda ekonomi dengan tujuannya Sumatra Utara maju," kata Eko.
"Berdasarkan artikel koran yang di buat di kliping sih, ya memang sih orang-orang yang tinggal dengan baik di Sumatra Utara berusaha dengan baik menggerakkan ekonomi dengan tujuannya Sumatra Utara maju," kata Budi.
"Maju demi kebaikkan bersama," kata Eko.
"Bener sih omongan Eko!" kata Budi.
"Kalau Sumatra Utara maju sesuai dengan rencana pemeritahan, ya jadi orang-orang yang tinggal dengan baik di daerah lain bisa saja pindah ke Sumatra Utara dengan tujuannya merubah nasif, ya kan Budi?" kata Eko.
"Ya iya sih Eko tentang kebiasaan orang-orang yang merubah nasif gitu. Kalau Sumatra Utara maju sesuai dengan rencana pemerintahan, ya orang-orang yang tinggal di daerah lain pastinya pindah ke Sumatra Utara dengan tujuannya merubah nasif," kata Budi.
"Nasif memang harus di ubah dari miskin jadi kaya," kata Eko.
"Memang nasif harus di ubah dari miskin jadi kaya. Bagi yang memahami ajaran agama sih, ya merubah nasif dengan cara baik sih. Tapi bagi yang tidak memahami ajaran agama, ya merubah nasif dengan cara yang buruk," kata Budi.
"Baik dan buruk," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
"Kalau demi keluarga dan orang lain, ya pasti memilih merubah nasif dengan jalan yang baik," kata Eko.
"Bener sih omongan Eko!" kata Budi.
"Lapisan lingkungan sosial masyarakat yang ada di Sumatra Utara bagaimana Budi?" kata Eko.
"Ya kalau berdasarkan artikel yang aku buat kliping sih, ya lapisan lingkungan sosial yang ada di Sumatra Utara.....antara baik dan buruk sih Eko," kata Budi.
"Yang baik tidak ada masalah sih. Yang buruk ini, ya masalah sih karena mengganggu dengan baik sih urusan ekonomi kan Budi?" kata Eko.
"Memang sih Eko...yang buruk...masalah karena mengganggu dengan baik urusan ekonomi!" kata Budi.
"Orang-orang pemerintahan di bidang hukum, ya harus benar-benar menyelesaikan masalah dari orang-orang yang buruk yang ada di lapisan sosial masyarakat di Sumatra Utara dengan tujuannya keadaan lingkungan sosial masyarakat jadi baik jadi ekonomi jadi baik!" kata Eko.
"Aku setuju dengan omongan Eko!" kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
"Sekedar obrolan lulusan SMA kan Budi?" kata Eko.
"Ya memang sih sekedar obrolan lulusan SMA!. Yang lebih baik sih....obrolan lulusan Universitas seperti acara Tv dan Radio kan Eko?" kata Budi.
"Ya memang Budi, ya yang lebih baik sih....obrolan lulusan Universitas seperti acara Tv dan Radio!" kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
"Main permainan kartu Remi saja Budi!" kata Eko.
"Oke...main permainan kartu Remi!" kata Budi.
Budi mengambil permainan kartu Remi di bawah meja, ya kartu Remi di kocok dengan baik dan kartu Remi di bagikan dengan baik. Eko dan Budi main permainan kartu Remi dengan baik.
"Ngomong-ngomong Budi....pergerakan tentang orang-orang yang terjun di politik masih sama kan Budi....yang begini dan begitu?" kata Eko.
"Ya masih tetap sama sih Eko...tentang orang-orang yang terjun di politik, ya pergerakannya yang begini dan begitu," kata Budi.
"Sama dan tepat sama," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
"Tujuan orang-orang yang terjun ke politik....urusannya kedudukan," kata Eko.
"Realitanya memang begitu," kata Budi.
"Kompetisi tetap sengit urusan kedudukan di pemerintahan," kata Eko.
"Yaaa realitanya memang begitu," kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
Budi dan Eko, ya asik sih main permainan kartu Remi gitu.
"Ngomongin acara Tv," kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"Acara Tv...DA7 Mega Konser DNA Dangdut yang ada artis Lesti...bagus kan Eko?" kata Budi.
"Ya bagus sih DA7 Mega Konser DNA Dangdut yang ada artis Lesti!" kata Eko.
"Menghibur penonton di rumah!" kata Budi.
"Ya realitanya memang begitu sih!" kata Eko.
"Happy-happy," kata Budi.
"Memang happy-happy sih suasana keadaan," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
Eko dan Budi tetap asik sih main permainan kartu Remi gitu.
No comments:
Post a Comment