CAMPUR ADUK

Thursday, June 11, 2026

ALVIN AND THE CHIPMUNKS

Malam hari. Bulan bersinar dengan baik di langit. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus...film laga lawas di chenel ANTV, ya seperti biasa sih Budi duduk santai di depan rumahnya sedang membaca cerpen yang ceritanya menarik dan bagus sambil menikmati minum kopi dan makan keripik talas.

Isi cerita yang di baca Budi :

Tiga bersaudara tupai yang bisa berbicara—Alvin, Simon, dan Theodore—tinggal di sebuah pohon cemara yang kemudian ditebang dan dibawa ke Los Angeles setelah perusahaan rekaman JETT Records membelinya untuk dijadikan pohon Natal. Sementara itu, Dave Seville—seorang penulis lagu yang kariernya sedang sulit—mendapati demo lagu terbarunya ditolak oleh Ian Hawke, CEO perusahaan tersebut sekaligus teman sekamar Dave saat kuliah; Ian bahkan menyarankan agar Dave berhenti menulis lagu. Dave pun pulang ke rumah, sementara ketiga tupai itu—yang kebetulan berada di gedung yang sama—keluar dari pohon tersebut dan mengikutinya. Sebuah insiden yang melibatkan pergulatan antara Dave dan para Chipmunk membuat Dave jatuh pingsan. 

Saat sadar kembali, ia merasa ketakutan dan awalnya memaksa para Chipmunk untuk meninggalkan rumahnya. Namun, setelah mendengar mereka menyanyikan lagu "Only You (And You Alone)" dan "Funkytown", Dave akhirnya membuat kesepakatan dengan mereka: mereka akan menyanyikan lagu-lagu ciptaannya sebagai imbalan atas makanan dan tempat tinggal. Keesokan harinya, para Chipmunk berlatih menyanyikan lagu Dave yang berjudul "Christmas Don't Be Late". Akan tetapi, saat Dave mencoba memperkenalkan mereka kepada Ian, para Chipmunk gagal bernyanyi karena demam panggung. 

Situasi memburuk ketika Dave dipecat dari pekerjaannya di bidang pemasaran akibat ulah para Chipmunk yang tanpa sadar telah merusak papan presentasinya. Saat menjamu mantan kekasihnya, Claire, untuk makan malam, Dave kerepotan menyembunyikan keberadaan para Chipmunk setelah Alvin mencoba menciptakan suasana romantis, yang justru membuat Claire merasa tidak nyaman dan akhirnya pergi. Demi menebus kesalahan kepada Dave, Chipmunks pergi dengan taksi ke kediaman mewah Ian dan menyanyikan lagu ciptaan Dave; hal ini mendorong Ian untuk menawarkan kontrak rekaman sekaligus memulihkan karier menulis lagu Dave, yang kini menjadi manajer mereka. Chipmunks mulai menganggap Dave sebagai bagian dari keluarga, namun Dave berusaha menepis anggapan tersebut. 

Setelah penampilan lagu "Witch Doctor" yang sukses, Ian menyarankan Dave untuk menerapkan strategi pemasaran yang lebih agresif bagi Chipmunks. Karena khawatir akan kesejahteraan mereka, Dave bersikeras bahwa Chipmunks masih terlalu muda untuk menghadapi ketenaran; namun, Ian berhasil meyakinkan mereka bahwa Dave justru menghambat kesuksesan mereka. Setelah berselisih paham dengan Dave serta menemukan dan membaca surat lama yang ia tulis mengenai rencana mereka kembali ke hutan, para Chipmunk memutuskan untuk tinggal bersama Ian. Sembari memanjakan para Chipmunk dengan kemewahan dan ketenaran, Ian justru memanfaatkan kepolosan mereka dengan terus-menerus mempekerjakan mereka secara berlebihan sepanjang tur. 

Para Chipmunk dan Dave mulai saling merindukan, namun Ian secara keliru meyakinkan mereka bahwa Dave tidak lagi memedulikan mereka. Rencana Ian untuk membawa Chipmunks (yang dikabarkan mengalami kelelahan suara) dalam tur internasional selama dua belas bulan terungkap dalam berita. Dave kemudian memutuskan untuk menyusup ke konser mereka di Orpheum Theatre demi membawa mereka kembali; ia mengakui rasa sayangnya yang mendalam terhadap Chipmunks kepada Claire, yang kemudian membantunya. Saat melihat Dave dan menyadari bahwa Ian telah berbohong—mengatakan Dave tidak tertarik pada pertunjukan mereka dan bahwa Ian telah menipu mereka selama ini—Chipmunks pun membuat kekacauan di atas panggung. 

Dave dihentikan oleh petugas keamanan sementara Ian mengurung Chipmunks di dalam kandang sebagai persiapan untuk konser mereka di Paris. Ian melarikan diri menggunakan limusinnya dengan Dave yang terus mengejarnya. Dave berusaha mengejar Ian hingga akhirnya Chipmunks muncul di dalam mobilnya. Saat Chipmunks berdamai kembali dengan Dave, Ian mendapati mereka telah melarikan diri; kejadian ini pada akhirnya menyebabkan kehancuran karier dan kebangkrutan finansialnya.

***

Budi selesai membaca cerpen, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja.

"Emmm," kata Budi.

Budi menikmati minum kopi dan makan keripik talas. Eko datang ke rumah Budi, ya motor Eko di parkirkan di depan rumah Budi. Eko duduk dengan baik sih dekat Budi.

"Hidup ini di nikmati dengan baik," kata Eko.

"Memang hidup ini di nikmati dengan baik!" kata Budi.

"Dulu kegelapan di malam hari," kata Eko.

"Ya memang sih Eko...dulu kegelapan di malam hari," kata Budi.

"Manusia menemukan api dan di gunakan dengan baik untuk penerangan di malam hari," kata Eko.

"Memang sih cerita sih...manusia menemukan api dan di gunakan dengan baik untuk penerangan di malam hari," kata Budi.

"Seiring waktu, ya jenis penerangan pake api....banyak bentuknya," kata Eko.

"Memang bener sih omongan Eko!" kata Budi.

"Sampai orang pinter yang bernama Thomas Alva Edison menemukan lampu pijar. Dunia malam terang dengan lampu pijar," kata Eko.

"Ya ceritanya memang begitu sih penemu lampu pijar adalah Thomas Alva Edison. Dunia malam terang dengan lampu pijar," kata Budi.

"Orang-orang mendapatkan manfaat dari kepintaran Thomas Alva Edison, ya lampu pijar menerangi malam dan juga berkaitan dengan urusan ekonomi," kata Eko.

"Lampu di jual dengan baik, ya ekonomi sih," kata Budi.

"Latar belakang agama Thomas Alva Edison....menjadi kebanggaan bagi orang-orang yang sama agamanya dengan Thomas Alva Edison. Hidup ini kan antara baik dan buruk sih, ya jadi ada orang-orang yang tidak suka dengan latar belakang agamanya Thomas Alva Edison," kata Eko.

"Manfaat dari lampu di terima. Urusan agama, ya memang sih orang-orang tidak suka dengan latar belakang agamanya Thomas Alva Edison," kata Budi.

"Manusia," kata Eko.

"Manusia," kata Budi.

"Aku belajar dengan baik memahami dengan baik ilmu agama sih," kata Eko.

"Memang aku juga belajar dengan baik memahami ilmu agama sih, ya 6 ajaran agama," kata Budi.

"6 ajaran agama yang berkembang dengan baik di Indonesia," kata Eko.

"Satu ajaran dari pemuda....gimana Eko?" kata Budi.

"Ajaran dari pemuda......melampaui batasan manusia dan akhirnya mendengarkan dengan baik Roh, ya ujiannya di ambang kematian. Hidup ini pilihan manusia yang menjalankan hidup ini. Manusia lebih memilih ajaran 6 agama dengan tujuannya hidup ini dari pada jika gagal ujiannya sama Setan....mati," kata Eko.

"Tetap hidup ini pilihan manusia," kata Budi.

"Tuhan yang mencintakan Thomas Alva Edison. Ya Thomas Alva Edison dengan berfikir dengan baik jadi membuat dengan baik lampu pijar," kata Eko.

"Ketetapan Tuhan lah membuat Thomas Alva Edison berhasil membuat lampu pijar," kata Budi.

"Tuhan yang mengatur dengan baik dunia ini," kata Eko.

"Bagi memahami dengan baik ilmu agama sih....pasti berkata seperti Eko sih, ya Tuhan yang mengatur dengan baik dunia ini," kata Budi.

"Ujian agama tetap....sih orang-orang gila dengan keyakinan agama yang di yakini," kata Eko.

"Memang bener sih omongan Eko!" kata Budi.

"Orang-orang itu...susah untuk di sadarkan," kata Eko.

"Tua dan muda, ya memang susah sih di sadarkan kalau sudah kena ujian kegilaan dari agama yang di yakini," kata Budi.

"Hidup ini harus berhati-hati dengan orang-orang gila di lingkungan ini dan itu sih sampai di lingkungan di luar negeri gitu....karena kena ujian dari agama yang di yakini," kata Eko.

"Bener sih omongan Eko!" kata Budi.

"Tuhan," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

"Sembuhnya orang-orang yang gila karena kena ujian dari agama yang di yakini....sadar sih menemukan jawaban dengan baik di hatinya," kata Eko.

"Omongan Eko....bener sih!" kata Budi.

"Jadi aku berterima kasih pada Thomas Alva Edison...yang menemukan lampu pijar jadi malam terang sih," kata Eko.

"Ya aku berterima kasih juga sama Thomas Alva Edison yang menemukan lampu pijar jadi.....malam terang dengan baik gitu," kata Budi.

"Tuhan," kata Eko.

"Tuhan," kata Budi.

"Sekedar obrolan lulusan SMA," kata Eko.

"Memang sih sekedar obrolan lulusan SMA!" kata Budi.

"Emmmm," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

"Main permainan Ular Tangga saja Budi!" kata Eko.

"Oke sih...main permainan Ular Tangga!!!" kata Budi.

Budi mengambil permainan di bawah meja, ya permainan di taruh di atas meja. Eko dan Budi main permainan Ular Tangga dengan baik.

"Emmm," kata Eko.

"Film tentang cerita tentang Thomas Alva Edison....bagus kan Eko?" kata Budi.

"Memang sih Budi...film cerita Thomas Alva Edison....bagus!" kata Eko.

"Menghibur dengan baik penonton yang menonton film," kata Budi.

"Omongan Budi benar sih!" kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

Eko dan Budi tetap sih main permainan Ular Tangga dengan baik sih.

No comments:

Post a Comment

CAMPUR ADUK

FROM PARIS WITH LOVE

Malam yang gelap bertabur bintang di langit. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus....sinetron tema cinta di chenel SCTV, ya sep...

CAMPUR ADUK