Malam hari. Setelah nonton Tv yang acara menarik dan bagus......sinetron tema cinta di RCTI, yaaa Budi duduk dengan baik di depan rumahnya sambil menikmati minum kopi dan makan keripik kentang.
"Baca cerpen saja!" kata Budi.
Budi mengambil buku di bawah meja, ya buku di buka dengan baik dan cerpen di baca dengan baik.
Isi cerita yang di baca Budi :
Persik Wulandari menggugat cerai suaminya, Rozak yang ternyata sudah menikah dengan orang lain. Perceraian itu dikabulkan pihak pengadilan dan hal itu membuat semua orang bergembira karena Persik adalah seorang kembang kota yang status lajangnya dinantikan para lelaki. Berduyun-duyun mereka berusaha mengambil hati Persik untuk dikawinkan. Hal itu juga yang dilakukan Rozak yang rela menceraikan istri pertamanya demi Persik, namun Persik menolaknya. Persik kemudian hidup di apartemennya, tetapi dengan suka rela mengusir diri karena para suami di apartemen itu yang terpesona keseksian Persik.
Kakak Persik yang juga menjanda, Cherry, belakangan ini berhubungan dengan seorang mahasiswa bernama Aldo yang tinggal disebelah rumahnya, tetapi hubungan ini berakhir. Aldo beribu Rahma, seorang wanita yang bekerja tanpa bantuan suaminya yang pengangguran. Mereka menyambung hidup dengan menyewakan rumah kos yang ada di seberang rumah mereka. Para penghuni kos itu adalah Aldi, Sinyo, dan Iwan. Mereka suka menggunakan sifat Rahma yang sok untuk menghindar dari tunggakan kos mereka.
Nama komplek itu, 69 Residence, didatangi Persik yang tidak lagi mempunyai tempat tinggal. Tentu saja ia akan menginap di rumah Cherry. Dan saat Persik datang, suasana di komplek itu menjadi ‘panas’ karena tingkah laku Persik yang menonjolkan sensualitas. Rahma yang merupakan istri ketua perumahan, harus ke Bandung dan sepertinya akan menargetkan Persik sebagai calon terusir. Cherry sendiri sudah memperingatkan agar Persik tidak bersikap seronok. Tapi Persik yang polos menuruti saja. Yono, sang satpam pada malamnya ternyata suka mencuri pakaian dalam para wanita kompleks. Hal itu ketahuan oleh Rozak.
Pak Tono yang tinggal di seberang rumah Cherry jadi tidak pernah menyentuh istrinya, Jeng Mimi selama tiga bulan kendati Jeng Mimi sudah memompa dadanya agar membesar. Jeng Mimipun minta bantuan Persik untuk “menseksikan” dirinya. Jeng Yum, buruh cuci seksi idaman Yono juga ikut-ikutan. Akhirnya setelah malam itu, Pak Tono kembali bergairah lagi kepada Mimi. Tampan, adik Aldo yang bermasalah dengan seorang cewek di sekolahnya, berhasil dibantu oleh Persik yang menyamar sebagai siswi sekolah agar seisi sekolah pada iri.
Pada ulangtahun Cherry, Persik berhasil menyatukan kembali Aldo dan Cherry. Hal itu dilaporkan Yono yang diancam Rozak kepada Rahma. Rahma datang dan membubarkan semuanya. Tetapi pada akhirnya, suami Rahma berhasil bertindak tegas dan meluruskan semuanya. Jeng Yum juga memberitahu tentang intimidasi Rozak terhadap Yono. Yonopun dihajar habis-habisan oleh Aldo, tetapi Cherry mendatangi Aldo dan berkata bahwa Persik kabur dari rumah. Aldo, Cherry, Aldi, Iwan, dan Sinyo pergi untuk mencari Persik. Sementara itu Persik yang berada di tengah jalan dihadang oleh Rozak. Setelah Persik berhasil menghajar Rozak, rombongan Aldo datang, ketiga anak kos mendekati Rozak dan juga menghajar Rozak. Kemudian mobil menghampiri Persik, dan Cherry meyakinkan Persik untuk tetap tinggal dirumahnya.
Cerita berakhir dengan penghargaan pribadi dimana Persik menjadi salah satu kontestan yang menceritakan perjuangannya menjadi janda. Para juri setelah mendengar kisahnya, menganugerahkan Persik sebagai Janda of The Year. Salah seorang juri menanyakan keinginan Persik untuk menikah lagi, tetapi Persik mempersilahkan barang siapa yang bisa menaklukan hatinya, bisa mendapatkan dirinya.
***
Budi selesai membaca cerpen, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja.
"Emmm," kata Budi.
Budi menikmati minum kopi dan makan keripik kentang. Eko datang ke rumah Budi, ya Eko memarkirkan dengan baik motornya di depan rumah Budi. Eko duduk dengan baik sih dekat Budi. Memang di meja, ya Eko melihat selebar kertas ada gambar gitu jadi Eko mengambil kertas gitu.
"Gambarnya rumah suku Asmat," kata Eko.
"Memang Eko...gambar di kertas yang di pegang Eko...gambar rumah suku Asmat," kata Budi.
"Gambar rumah suku Asmat bagus," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
Eko menaruh kertas di meja.
"Hidup ini," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
"Suku Asmat menerima dengan baik rumahnya," kata Eko.
"Ya bener sih omongan Eko!" kata Budi.
"Di Lampung ini. Banyak rumah gede-gede...pemiliknya orang kaya," kata Eko.
"Kenyataan hidup di Lampung," kata Budi.
"Antara baik dan buruk perilaku manusia," kata Eko.
"Kenyataannya memang hidup di Lampung...antara baik dan buruk perilaku manusia," kata Budi.
"Orang miskin yang memahami dengan baik ilmu agama, ya menerima dengan baik keadaan rumahnya...bisa di bilang gubuk derita. Orang miskin yang memahami ilmu agama sama dengan suku Asmat yang menerima dengan baik rumahnya gitu," kata Eko.
"Benerlah omongan Eko," kata Budi.
"Orang miskin yang tidak memahami ilmu agama, ya tidak bisa menerima keadaan rumahnya....bisa di bilang gubuk derita," kata Eko.
"Benerlah omongan Eko!" kata Budi.
"Orang miskin yang memahami ilmu agama, ya berjalan di jalan baik sih mencari rezeki di jalan yang baik," kata Eko.
"Benerlah omongan Eko!" kata Budi.
"Orang miskin yang tidak memahami ilmu agama, ya kerjaannya mencuri dan menipu," kata Eko.
"Benerlah omongan Eko," kata Budi.
"Yang bisa di terima sih...orang miskin mencuri karena keadaan dirinya lapar. Yang tidak bisa di terima sih...orang miskin mencuri dan menipu gitu jadi uangnya di gunakan untuk berjudi, mabuk-mabukan, dan main perempuan gitu," kata Eko.
"Benerlah omongan Eko!" kata Budi.
"Orang kaya...kelakuannya antara baik dan buruk perilakunya, ya antara paham agama dan tidak paham agama," kata Eko.
"Bener sih omongan Eko!" kata Budi.
"Orang kaya yang rumah gede-gede...sombong.bukan main," kata Eko.
"Benerlah omongan Eko!" kata Budi.
"Orang kaya...yang tidak memahami ilmu agama, ya mana mungkin berbuat baik pada orang miskin," kata Eko.
"Bener sih omongan Eko!" kata Budi.
"Orang kaya memahami ilmu...agama, ya kemungkinan dengan baik sih menolong oranng miskin. Ya orang miskin yang mencuri karena lapar di tolong dengan baik sama orang kaya yang memahami ilmu agama," kata Eko.
"Benerlah omongan Eko!" kata Budi.
"Kritik untuk pejabat Lampung sih....jika memberikan bantuan pada orang miskin....ikhlas apa tidak?" kata Eko.
"Tuhan," kata Budi.
"Memang Tuhan yang tahu sih isi hati manusia," kata Eko.
"Benerlah omongan Eko!" kata Budi.
"Pejabat Lampung.....perilakunya antara baik dan buruk," kata Eko.
"Benerlah omongan Eko," kata Budi.
"Pejabat pemerintahan daerah lain....perilakunya antara baik dan buruk," kata Eko.
"Benerlah omongan Eko!" kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
"Sekedar bahan obrolan lulusan SMA!" kata Eko.
"Memang sekedar bahan obrolan lulusan SMA!" kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
"Hidup ini di jalankan tetap sederhana keadaan aku," kata Eko.
"Aku.....menjalankan hidup ini...tetap sederhana," kata Budi.
"Tuhan," kata Eko.
"Tuhan," kata Budi.
"Main permainan James Bond saja Budi!" kata Eko.
"Oke...main permainan James Bond!" kata Budi.
Budi mengambil permainan di bawah meja, ya permainan di taruh di atas meja. Eko dan Budi main permainan James Bond dengan baik.
"Aku mau cerita Eko!" kata Budi.
"Silakan Budi bercerita dengan baik!" kata Eko.
"Begini ceritanya!" kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"Di Jakarta, ya Valen tinggal dengan baik sih di rumah kontrakan. Pemilik rumah kontrakan adalah Rakha. Rumah tangga yang di jalankan Rakha dan Naura baik sih. Stevani adalah anaknya Rakha dan Naura. Stevani menjalankan dengan baik sih kuliah di Universitas yang ada di Jakarta. Valen berteman baik sih sama Stevani. Alvaro anaknya Lesti dan Rizki. Ya Rizki menjalankan dengan baik sih usaha bengkel mobil. Alvaro kerjaannya polisi kepolisan Lapor Pak!. Ya Alvaro dan Stevani memang berpacaran dengan baik gitu. Valen kerja dengan baik sih di perusahaan PT SEJAHTERA. Pemilik perusahaan PT. SEJAHTERA adalah Dhika. Rumah tangga yang di jalankan Dhika dan Jasmin baik sih. Di perusahaan PT. SEJAHTERA, ya Valen berteman baik sih sama Robi. Ya Robi tinggal dengan baik sama kedua orang tuanya sih. Irsyad dan Reina adalah kedua orang tua Robi. Irsyad menjalankan dengan baik sih usaha toko mainan gitu. Robi memang suka sih baca komik Extreme Job, komik Kamen Rider X, komik Satria Bambu Kuning, dan komik Jodoh Boleh Diatur. Pendapat baik Robi tentang komik Extreme Job, komik Kamen Rider X, komik Satria Bambu Kuning, dan komik Jodoh Boleh Diatur, ya ceritanya bagus, gambar bagus, dan karakter tokoh-tokohnya bagus. Valen dan Robi yang berteman baik, ya keduanya biasa sih ke kafe. Pemilik kafe adalah Gibran dan Adara. Memang sih Gibran dan Adara...suami istri gitu. Di kafe memang ada live musik. Mila memang kerja di kafe sebagai penyanyi gitu. Mila tinggal bersama Ibunya tercinta yang bernama Melati. Toto Ayahnya Mila telah lama meninggal dunia. Melati kerjaannya menjalankan usaha warung di depan rumah gitu. Valen dan Robi memang berteman baik sih sama Mila gitu. Di kafe, ya Valen dan Robi ngobrol dengan baik sih tentang kerjaan di perusahaan dan juga ngobrol dengan baik sih tentang sepak bola yang di tayangkan di Tv gitu. Keinginan Valen dan Robi sih ingin ngobrol dengan baik sih sama Menteri Pertahanan tentang tata kelola tempat-tempat pariwisaata yang ada di Sumatera Utara berkaitan dengan baik sih dengan pertumbuhan ekonomi dan keamanan di Sumatera Utara gitu. Memang sih obrolan Valen dan Robi di kafe sekedar obrolan saja sih seperti obrolan orang-orang yang berpendidikan dan tinggal dengan baik di Jakarta. Valen dan Robi kerja dengan baik sih di perusahaan PT. SEJAHTERA. Valen yang berteman baik sama Mila, ya Valen suka dengan Mila. Robi mengerti sih Valen suka dengan Mila. Ya Robi mendukung saja sih jika Valen ingin jadian sama Mila. Di perusahaan, ya Robi berteman baik sih sama April. Ya April anaknya Tono dan Mawar. Tono menjalankan usaha toko elektronik gitu. Robi suka dengan April gitu. April suka dengan cowok yang bernama Itab. Ya rumahnya Itab dekat dengan rumah April. Pertemanan April dan Itab baik sih. Itab kerjaannya dokter di rumah sakit yang ada di Jakarta gitu. Romi dan Sandra adalah orang tuanya Itab. Romi menjalankan usaha toko kelontongan gitu. Pertemanan baik April dan Itab, ya tujuan yang diinginkan April sih....Itab menyatakan cinta sama April gitu. Itab suka dengan teman kerja yang bernama Della. Ya Della kerjaannya dokter gitu. Della suka dengan Itab gitu karena Itab ganteng dan baik gitu. Della anaknya Dinda dan Boy. Ya Boy menjalankan dengan baik usaha bengkel motor gitu. Valen yang suka dengan Mila, ya Valen berusaha dengan baik untuk jadian dengan Mila. Usaha Valen berhasil sih jadian dengan Mila. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Valen dan Mila. Robi senang sih dengan kisah cinta Valen dan Mila. Valen dan Robi tetap biasa sih ke kafe. Ya Valen senang melihat Mila bernyanyi dengan baik di kafe gitu. Ya Robi dan Valen ngobrol dengan baik di kafe tentang kerjaan di perusahaan dan juga ngobrol tentang sepak bola dan musik yang di tayangkan di Tv gitu. Keinginan Valen dan Robi sih ingin ngobrol dengan baik sih dengan Menteri Pertahanan tentang kinerja Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Usaha Menengah Republik Indonesia berkaitan dengan baik sih pertumbuhan ekonomi dan keamanannya gitu. Memang sih obrolan Valen dan Robi di kafe sekedar obrolan saja sih seperti obrolan orang-orang yang berpendidikan dan tinggal dengan baik di Jakarta. Hubungan kisah cinta Valen dan Mila tetap baik. Robi tetap senang sih dengan kisah cinta Valen dan Mila. Valen dan Robi kerja dengan baik sih di perusahaan PT. SEJAHTERA. April yang ingin bersama Itab, ya April harus menerima kenyataan dengan baik sih bahwa Itab jadian dengan Della. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik Itab dan Della, ya keduanya merencanakan menikah gitu. April harus melupakan rasa sukanya pada Itab. Robi berusaha dengan baik sih untuk jadian dengan April. Usaha Robi berhasil sih jadian dengan April karena April suka dengan Robi. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik Robi dan April. Valen dan Mila senang sih dengan kisah cinta Robi dan April. Begitulah ceritanya!" kata Budi.
"Cerita yang bagus," kata Eko.
"Sekedar cerita saja!" kata Budi.
"Pertemanan yang baik sih tokoh Valen dan tokoh Robi," kata Eko.
"Ya begitulah ceritanya!" kata Budi.
"Kisah cinta Tokoh Valen dan tokoh Robi," kata Eko.
"Yaaa begitulah ceritanya!" kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
Budi dan Eko tetap asik main permainan James Bond gitu.
No comments:
Post a Comment