CAMPUR ADUK

Saturday, July 25, 2020

MAIN JADI ANTAGONIS

Dono lagi duduk di ruang tamu, ya sedang asik mengetik di leptopnya. Indro lagi asik nonton Tv. Saat iklan di Tv. Indro pindah duduknya dari ruang tengah ke ruang tamu. Kasino baru selesai mengetik di komputer di kamar, ya jadi keluar kamar menuju ruang tamu. Indro duduk di sebelah Dono, ya Kasino duduk juga tapi di depan Dono.

"Don," kata Indro.

"Apa?" kata Dono masih asik mengetik.

Kasino, ya baca buku komiklah.

"Main Don!" kata Indro.

Dono menghentikan mengetiknya dan berkata "Main apa?"

"Main jadi karakter antagonis. Biasanya kita jadi protagonis Don," kata Indro.

"Boleh juga main karakter antagonis. Kasino juga ikutan juga kan?!" kata Dono

"Gimana Kasino?!" kata Indro.

"Aku ikutan," kata Kasino sambil menghentikan baca komiknya.

"Siapa yang mau mulai duluan?!" kata Dono.

"Indro aja duluan!" kata Kasino.

"Indro duluan, main karakter antagonisnya!" kata Dono.

"Baiklah. Aku duluan. Kalau aku jadi jahat aku akan menghancurkan para penjahat," kata Indro.

"Loe kok menghancurkan para penjahat. Kan kamu sama dengan penjahat itu, ya karakter mu jahat. Jadi bukan antagonis lah, jadi protagonis," kata Dono.

"Kalau jahat, jahat sekalian. Mainan ya biar seru!" kata Kasino.

"Memang aku jadi jahat. Tapi kan kehidupan jadi penjahat sering bertarung dengan penjahat lain demi merebutkan kekuasaan dengan cara terang-terangan sampai tipu muslihat. Kaya di film-film.... Don, Kasino," penjelasan Indro.

"Kalau itu sih jahatnya nanggung Indro," kata Dono.

"Ya sudah lah jahat ku nanggung. Sekarang siapa yang mau main jadi karakter Antagonis selanjutnya?!" kata Indro.

"Ya, sudah aku saja," saut Dono.

"Silahkan," kata Indro dan Kasino bersamaan.

"Kalau aku jadi jahat ingin membunuh para elit politik, polisi sampai tentara yang pangkatnya jenderal sekalipun," kata Dono.

"Wah Don...jahat banget itu mah," kata Indro.

"Bener-bener jahat itu mah. Padahal aku ingin jadi jahat, ya karakter antagonis....hanya ingin menghancurkan polisi. Ya abisnya kadang aku jengkel aja dengan polisi. Tilang ini dan itu, walau penjelasan aku lupa!" kata Kasino.

"Kasino, tetap sama dengan Indro. Jahatnya nanggung," kata Dono.

"Iya, Kasino...nanggung juga jahatnya sama aku. Oooo....iya Don. Apa alasan kamu sampe ingin membunuh elit politik, polisi sampai tentara yang jabatannya jenderal kaya PKI saja...Don?!" kata Indro.

"Jengkel aja. Kan main jadi jahat, karakter antagonis...jangan nanggung-nanggung," penjelasan Dono.

"Iya juga ya, cuma mainan jadi jahat...jangan nanggung-nanggung. Cuma obrolan saja tidak ada tindakan juga. Jangan-jangan Don punya data orang-orang brengsek tapi sebenarnya sok suci?!" kata Indro.

"Ya...rahasialah," kata Dono.

"Rahasia berarti ada dong!" kata Indro.

"Sudahlah mainnya ya. Kan sudah menunjukkan karakter antagonis masing-masing," kata Dono.

"Iya sih. Cuma mainan aja," saut Indro.

"Iya," saut Kasino.

Dono pun melanjutkan mengetik di leptopnya. Ya Kasino melanjutkan baca komik. Indro, ya pindah duduknya ke ruang tengah untuk nonton Tv dengan acara Tv yang bagus banget.

"Hidup di muka bumi ini selalu berjalan di antara dua sisi. Kadang baik, kadang jahat. Sinetron yang aku tonton tidak jauh dari konflik protagonis dan antagonis. Mainan ku tadi dengan teman-teman...jadi antagonis sekedar mainan saja," celoteh Indro.

Indro pun fokus nonton Tv lagi.

Friday, July 24, 2020

MISI SHINOBI

Rara bertarung dengan Mei dan Melan di atas gedung. Mei mengerahkan kemampuannya berupa petir yang dari tangannya dan ke Rara, ya begitu juga Melan. Rara menghindari serangan Mei dan Melan, tetap saja efek ledakan membuat Rara jatuh dari gedung.

Rizki lagi jalan bersama Nadia dan melihat gadis jatuh dari langit, ya ingin di tolong Riski. Dengan sergap Ridho yang jalan di belakang Rizki dan Nadia, ya melihat gadis jatuh dari langit dan di tolongnya dengan melompat dan menangkapnya.

"Kamu tidak apa-apa?" tanya Ridho.

"Iya," kata Rara.

Rara pun berterima kasih telah di tolong dengan cowok yang tidak ia kenal, ya jadinya biasalah cowok...jadi Ridho kenalan dengan cewek yang baru ia kenal dan akhirnya tahu nama cewek yang ia tolong Rara dan juga Rara tahu cowok yang menolongnya namanya Ridho. Eeee Rizki dan Nadia ikutan juga jadi saling berkenalan gitu. Mei dan Melan turun dari gedung dengan melompat dan mendarat dengan baik dan berkata "Rara mau lari kemana kamu?"

Rara mau gak mau harus menghadapi Mei dan Melan. Saat Rara ingin bertarung dengan Mei dan Melan, Eeee Ridho berusaha untuk jadi pelindung Rara dan menghadapi Mei dan Melan. Ya Mei dan Melan mengerahkan kemampuan petirnya dan di serang ke arah Ridho.

"Darrr," suara ledakan petir menghantam lantai.

"Buju buset aku hampir kena," kata Ridho.

Ridho melihat Rara yang ia lindungin, jadinya ya berani lah menghadapi lawannya. Rizki ya jagain Nadia. Ridho bertarung dengan Mei dan Melan dengan sangat hebat banget. Ridho dengan lincahnya menghindari serangan Mei dan Melan. Sampai Ridho berhasil memukul Mei di bagian pundaknya jadinya pingsan. Melan pun menolong Mei dan pergi dari situ.

"Beres," kata Ridho.

Rara pun berterima kasih pada Ridho lagi karena berhasil mengalahkan Mei dan Melan. Rara pun pergi karena ada urusan lain. Ridho terus memandang ke arah Rara pergi sambil berkata "Andai ia jadi kekasihku."

Riski dan Nadia pun yang mendengar omongan Ridho, ya mengerti banget. Ridho pun berjalan menuju rumah bersama Rizki dan Nadia.

***

Rara pun sampai di kantornya Pak Reza.

"Pak ini data yang berhasil aku dapet dari markasnya Dr Fildan," kata Rara.

"Bagus kerja mu Rara," kata Pak Reza.

Pak Reza memproses data yang di dapet Rara, ternyata data benar-benar data yang di butuh kan untuk memenjarakan Dr Fildan. Pak Reza bersama Rara keluar dari ruangan dan langsung mengumpulkan pasukan untuk ke menangkap Dr Fildan. Dengan mobil Pak Reza, Rara dan beserta pasukan menuju markasnya Dr Fildan. Sampai di area pegunungan mobil pun di tembakin roket oleh Randa atas perintah Dr Fildan.

Mobil banyak yang hancur berantakan. Pak Reza dan Rara berhasil keluar dari mobil. Misi penangkapan harus di jalankan. Bantuan pun dateng, ya Nabila yang membawa helikopter dan menembakin Randa yang mengenalikan roket, ya sampai hancur. Randa pun kabur dari tempat yang telah hancur. Anak buah Pak Reza pun menangkap Randa. Pak Reza bersama Rara masuk markas Dr Fildan. Rara pun bertemu dengan Mei dan Melan, jadi pertarungan tidak di elakkan. Rara memegang pedang di tangan kanannya dan bergerak cepat banget. Mei dan Melan mengerahkan kemampuan petirnya dan di arahkan ke Rara. Serangan Mei dan Melan tidak mengenai Rara karena Rara terlalu cepat banget dan pedang Rara pun langsung di gunakan untuk menebas Mei dan Melan, tapi tidak pake yang tajemnya cuma pake yang tumpul jadinya Mei dan Melan pingsan.

Pak Reza dan Dr Fildan bertemu di dalam ruangan. Pertarungan pun terjadi. Pak Reza menyerang Dr Fildan dengan tinjuan dan Dr Fildan pun menangkisnya. Dr Fildan menendang Pak Reza sampai terpental dan jatuh ke tanah. Rara pun masuk ke dalam ruangan, ya melihat Pak Reza kewalahan menghadapi Dr Fildan. Rara pun menyerang Dr Fildan. Ternyata Dr Fildan bisa menghindari serangan Rara. Ketika ada celah ya Dr Fildan menendang Rara sampai terpental dan jatuh di lantai.

Pak Reza menyerang lagi dengan kemampuan tinjuan Sampai-sampai mengeluarkan api. Dr Fildan pun mengerahkan kemampuannya tinjuan juga sampai petir pun keluar. Pertarungan sengit banget sampai tidak ada yang mau mengalah. Pak Reza berhasil meninju Dr Fildan, tapi masih bisa di tahan gitu. Rara pun membantu dengan teknik pedangnya dan di keluaran teknik pedang tenaga dalamnya ke arah Dr Fildan dan berhasil kena. Pak Reza mengeluarkan tinju api sampai ke arah perutnya Dr Fildan dan akhirnya Dr Fildan kalah, ya pingsan gitu. Dr Fildan di tangkap Pak Reza dan segera di bawa untuk di penjarakan. Sedangkan Mei dan Melan bangun dari pingsannya, ya segera pergi alias melarikan diri.

Urusan pekerjaan pun selesai. Rara pun liburan ke pantai. Saat di pantai Rara bertemu dengan Ridho dan juga Rizki bersama Nadia. Ridho pun menyatakan cinta sama Rara, ya Rara pun menerima cinta Ridho dan jadian deh pacaran. Riski dan Nadia pun senang Ridho jadikan sama Rara.

Thursday, July 23, 2020

AWAN DI LANGIT

Dono duduk di halaman belakang sambil melihat langit. Indro pulang dari urusan kerjaannya dan langsung ke halaman belakang dengan membawa makanan, ya pisang goreng. Dono segera memakan pisang goreng tersebut sambil memandang langit.

"Awan bergerak dan bentuknya berubah," kata Dono sambil makan pisang goreng.

Indro melihat langit untuk memastikan omongan Dono dan berkata "Awan bergerak dan berubah." 

"Rasa di dalam hati ku sama seperti awan yang bergerak dan berubah kala waktu sudah waktunya berubah," kata Dono.

"Kok jadi ngomongin rasa di dalam hati Don. Ada yang aneh dengan mu Don!" kata Indro.

"Suasana hati ku memang seperti awan yang bergerak dan berubah kala waktunya berubah," kata Dono yang tegas.

"Apa jangan ada kaitannya dengan kekasih hati, ya Don?" kata Indro.

"Enggak ada lah," kata Dono dengan tegas.

"Oh begitu. Tapi sebenarnya omongan mu Don ada benarnya. Aku baca berita tentang apa pun pada akhir penjelasaannya sama seperti awan di langit dan berubah kala waktunya berubah," kata Indro.

"Oh kalau berita ini dan itu sih, ya sesuai dengan rencana manusia jika ada berubah karena situasi dan kondisi harus berubah seperti itu adanya," penjelasan Dono.

"Sama Don maksudnya. Kadang jika aku jadi seorang artis dan merasakan kekasih ku menikah dengan orang lain dan aku pun tahu orangnya, maksudnya cinta ku kandas di jalan sih. Aku pun dateng ke pernikahannya. Ya rasa di dalam hati seperti awan di langit dan berubah kala waktunya berubah, " kata Indro.

"Kaya...jalan cinta Lesti aja," kata Dono.

"Ya memang aku umpamakan dari jalan cerita cinta Lesti tapi dari perasaan cowok gitu Don," kata Indro.

"Oooo gitu toh. Ya benarlah seperti awan di langit dan waktunya berubah di kala waktunya berubah karena memang keadaan mengharuskan," kata Dono.

"Cinta itu memang kala bahagia dan sakit ya kalau kandas di jalan karena ini dan itu," kata Indro.

"Semua manusia merasakan cinta itu membahagiakan dan juga menyakitkan," kata Dono menegaskan omongan Indro.

"Cinta tetap cinta seperti awan di langit," kata Indro.

Langit berubah jadi gelap dan awan hitam pun berkumpul jadi satu jadilah hujan. Dono dan Indro masuk rumah karena hari hujan dan tak lupa membawa pisang goreng ke dalam rumah. Dono dan Indro duduk di ruang tamu dan Kasino lagi asik main di game di Hp-nya.

"Hujan, ya Don, Indro," kata Kasino tetap asik main game di Hp-nya

"Iya," kata Dono dan Indro bersamaan.

"Kayanya rasa di dalam hati ku kaya awan di langit kala waktunya berubah ya berubah sih, karena aku lagi jengkel kalah nie main game," kata Kasino yang asik main game di Hp-nya.

Kasino serius banget main game di Hp-nya.

"Setiap manusia perasaannya seperti awan di langit," kata Dono.

"Bener Don," kata Indro menegaskan omongan Dono.

Indro pun lebih baik nonton film di Youtobe di Hp-nya dan Dono, ya baca komik di Hp-nya. Kasino tetap main game di Hp-nya. Keadaan lingkungan hujan deras banget. 

SUPER TIKUS

Tikus adalah makluk asing yang tinggal di Bumi karena planetnya hancur di tabrak meteor yang besar banget. Tikus beradaptasi dengan warga kota metropolis dengan pekerjaan detektif. Suatu ketika, Tikus sedang mengusut sebuah kasus tentang Dr Haina yang jenius di bidang kedokteran tapi nakal dengan ke jeniusannya ia membuat kehancuran dan ia pun menolongnya seolah-olah pahlawan tapi pahlawan yang di bayar dengan sangat mahal banget.

Dr Haina membuat senjata yang mematikan di markasnya. Tikus mengetahui tentang senjata berbahaya yang di buat Dr Haina dari informannya. Jadi Tikus berubah menjadi Super Tikus dan terbanglah ke sana ke sini untuk mencari keberadaan Dr Haina. Sedangkan Dr Haina sedang berada di atas gedung karena senjata yang di buatnya sudah jadi dan segera di tembakkan senjata berbahaya tersebut.

Roket pun meluncur menuju kerumunan warga kota yang merayakan ulang tahun kota. Super Tikus segera menganggap roket tersebut. Warga kota melihat Super Tikus berusaha menjinak roket yang mau jatuh ke warga kota, ya warga kota malah bersorak sorai memberi semangat Super Tikus.

Dr Haina, ya memencet tombol di tangannya jadi meledaklah roket. Super Tikus terpental sampai jatuh ke jalan beraspal karena roket meledak. Roket yang meledak itu mengeluarkan bubuk yang menyebar kemana-mana dan jatuh ke warga kota. Jadi warga kota pun bersin-bersin, ya begitu juga dengan Super Tikus.

Dr Haina senang dengan misinya berhasil membuat warga kota kena covid-19 karena reaksi berlantainya dari bubuk yang di sebarkan lewat ledakan roket. Dr Haina kembali ke markasnya, ya langsung berenang-senang gitu karena ke berhasilannya. Semua warga kota dan juga Super Tikus, ya berdiam diri dalam rumah untuk mengisolasi mandiri agar cepat sembuh dari covid-19. Wali kota pun bertransaksi dengan Dr Haina untuk membeli vaksin yang dapet mengobati dirinya dari covid-19.

Dr Haina senang sekali vaksin buatannya di beli dengan harga yang luar biasa mahal banget. Banyak warga kota yang kaya pun membeli vaksin tersebut yang harganya luar biasa mahal banget. Warga kota yang miskin tidak bisa membeli vaksin yang dapat mengatai covid-19 jadinya tambah menderita karena penyakit yang di sebabkan covid-19.

Super Tikus pun berusaha menyembuhkan dirinya dengan baik sampai sembuh. Segera Super Tikus terbang ke markas Dr Haina untuk menangkapnya. Usaha Super Tikus berhasil menangkap Dr Haina dan segera di penjarakan Dr Haina. Vaksin buatan Dr Haina, jadi di sebarkan ke seluruh warga kota untuk menyembuhkan warga kota dari penyakit yang di sebabkan covid-19.

Warga kota sembuh dari penyakit, ya berterima kasih pada Super Tikus. Sedangkan Super Tikus sedang asik di atas gedung sambil melihat pemandangan kota dan juga sambil minum kopi.

KONTRAVERSI

Indro sedang baca artikel di Hp-nya.

"Indomie dengan rasa saksang babi....oh berita hoax. Penjelasaannya makan adat dari Batak toh," kata Indro.

Dono melihat Indro asik baca artikel di Hp-nya dan berkata "Indro sedang baca artikel apa?"

Indro berhenti baca artikel di Hp-nya dan berkata "Ini Don,  berita tentang Indomie dengan rasa saksang babi."

"Makan...babi. Haram dong," kata Dono

"Iya di tulis sih, haram dan juga berita hoax..kok," kata Indro.

"Berita hoax. Cuma untuk kontraversi saja," kata Dono.

"Memang sih. Oh Iya Don. Apa pendapat  mu dengan makan saksang babi kalau menurut dari artikel aku baca ada daging babi, anjing dan kerbau?" kata Indro.

"Pendapat aku. Makanlah makan yang baik yang halal karena baik untuk tubuh dan janganlah makan makanan yang di haramkan karena bisa merusak tubuh," kata Dono.

"Makan baik toh harus kita pilih dengan baik untuk kebaikan kita toh dan jauh kan makan yang buruk kalau itu makan merusak tubuh, ya termasuk minuman yang di haramkan karena merusak tubuh. Benar omongan Dono. Jadi ya aku memilih tidak ikut campur urusan dengan saksang babi karena masih banyak makan yang baik untuk diri aku. Kalau dari istilah pribahasa sih orang yang makan babi berarti pemakan segalanya maksudnya haram halal di hantam contohnya orang mencuri, penipu dan perampok...jalannya hidupnya menciptakan kerugian pada orang," kata Indro.

"Dosa...dosa...dosa semoga Budha memberikan jalan pencerahan pada umatnya," kata Dono.

"Kok, jadi ngomongnya kaya orang Biksu, Don?!" kata Indro.

"Umat Budha masih mengkomsumsi daging babi," kata Dono.

"Memang iya sih. Umat Kristen, Konghucu, Hindu juga masih konsumsi daging babi," kata Indro.

"Kadang kalau kita jengkel pada orang, kita hina mereka dengan sebutkan babi dan anjing," kata Dono.

"Iya juga sih. Kalau jengkel pada orang dengan sebutkan babi dan anjing. Eeeee ternyata eeee ternyata mereka marah padahal makan mereka memang babi dan anjing. Paling mereka mengerti pribahasa babi dan anjing," kata Indro.

"Pribahasa babi kan sudah di jelaskan kamu Indro yaitu haram halal hantam, contohnya orang pencuri, penipu dan perampok. Sedangkan untuk anjing, pribahasanya teman yang makan teman maksudnya sudah di tolong kita di gigit," penjelasan Dono.

"Benar...benar...dosa...dosa...dosa semoga Budha memberikan pencerahan pada umatnya," kata Indro.

"Ikutan," saut Dono.

"Ya, obrolannya cenderung mendekati kata dosa dan dosa," kata Indro.

"Ya, sudah lah jangan di bahas lagi aku baca komik," kata Dono.

"Iya," saut Indro.

Indro, ya main game di Hp-nya dan Dono, ya baca komik lah. Kasino di ruang tengah lagi asik nonton Tv, ya berita yang bagus-bagus gitu.

Wednesday, July 22, 2020

JALAN-JALAN

Dono sedang asik duduk di bawah pohon yang rindang sambil nonton Youtobe di Hp-nya. Indro selesai beli gorengan segera ke tempat Dono.

"Gorengannya Don!" kata Indro.

"Iya," saut Dono mengambil gorengan di dalam plastik, ya segera memakan gorengan dan juga nonton Youtobe di hentikan di Hp-nya.

"Nonton apa Don saat nunggu aku beli gorengan?" tanya Indro sambil makan gorengan.

"Ya, lagi nonton Youtobe sih. Ria Ricis," kata Dono.

"Ria Ricis, artis toh. Memang lucu dan cantik pembawaannya Ria Ricis," kata Indro yang memuji.

"Ya aku akui sih lucu dan cantik pembawaan Ria Ricis," kata Dono menegaskan omongan Indro.

"Don, balik yuk!" kata Indro.

"Ayo!!!" saut Dono.

Dono dan Indro beranjak dari duduk di bawah pohon rindang berjalan menuju rumah sambil makan gorengan.

"Bentar lagi pilkada, apa pendapat mu dengan pilkada yang di adakan saat masih pandemi covid-19?" tanya Indro.

"Pendapat aku sih, jalanin aja sesuai dengan keadaan saja," kata Dono.

"Jadi sesuai keadaan saja. Tidak masalah," kata Indro.

"Perkembangan berita, katanya vaksin untuk mengatasi virus covid-19 sudah di proses dengan baik. Semua berjalan sesuai dengan rencana kan," kata Dono.

"Vaksin sudah ada, jadi sudah berjalan dengan baik. Oh Iya Don, qurban apa kita Don...lebaran Idul Adha?" kata Indro.

"Korban perasaan," kata Dono niat becandaan

"Patah hati dong!" kata Indro.

"Kambing aja," kata Dono.

"Kambing. OK!" kata Indro

Indro dan Dono melihat cewek cantik keluar dari mobil dan bergerak menuju rumah makan.

"Cewek cantik itu mirip artis Cinta Laura," kata Indro

"Iya....mirip," saut Dono.

Dono dan Indro terus berjalan sambil makan gorengan. Sampai di persimpangan gang Dono dan Indro bertemu dengan Kasino yang bawa motor, jadinya Dono dan Indro naik motornya Kasino. Segera Kasino membawa motornya dengan baik sampai ke rumah. Sampai di rumah. Terdengar suara adzan magrib. Dono, Kasino dan Indro berbenah diri dan setelah itu sholat magrib berjamaah di dalam rumah saja.

Monday, July 20, 2020

KISS

Saat Wulan tidur di sofa di ruang tamu. Joko baru pulang kerja dan hendak berbenah diri ke kamarnya. Joko melihat keadaan Wulan yang tidur di sofa, ya terlihat manis.

"Aku menyukai Wulan, tapi Wulan suka sama aku nggak ya?!" kata hati Joko.

Joko mendekati Wulan, lalu segera mencium bibir Wulan yang sexy. Joko segera meninggalkan Wulan dan masuk kamar. Wulan terbangun dari tidurnya. 

"Aku merasa mencium ku atau kah mimpi," kata Wulan.

Wulan pun beranjak dari sofa ke kamarnya. Esok harinya. Joko telah menyiapkan sarapan pagi untuk dirinya dan juga Wulan. Joko dan Wulan sarapan pagi bersama, ya sambil bicara seputar urusan pribadi yang tidak begitu penting cuma obrolan biasa-biasa aja. Setelah sarapan pagi. Joko segera pergi ke kantor dengan mobillah. Sebelum pergi ke tempat kuliah, ya Wulan memikirkan keadaan dirinya merasa ada yang mencium bibirnya dan prasangka itu di tuju sama Joko. Wulan mengabaikan tentang ciuman pertama yang tidak jelas, ya segera berangkat ke kampus. 

Sampai di tempat kuliahan. Wulan bertemu Nila, teman baik Wulan. Biasalah obrolan cewek yang ini dan itu. Wulan dan Nila jalan bareng masuk ruangan kuliah, eee di hadang Alex yang menyukai Wulan dan juga Wulan suka dengan Alex. Seperti biasa Alex menyatakan cinta sama Wulan. Sebenarnya Wulan ingin menerima Alex tapi Wulan sudah di jodohin sama Joko dan juga karena permintaan orang tua Joko untuk tinggal satu atap dengan Joko karena memang lebih baik tinggal bersama Joko dari pada ngekos dan juga orang tua Wulan juga setuju selama Wulan berkuliah di kota Jakarta. Ketika ingat tentang Joko yang sudah punya pacar sebelum di jodohin sama Wulan, ya Wulan tahu pacarnya Joko....ya Diana, cewek cantik dan modis banget. Wulan kalah gitu sama Diana yang mendapatkan hati Joko. Wulan jadi kesel gitu karena Joko sudah punya pacar, jadi Wulan mempertimbangkan pernyataan cintanya Alex.

Ya Alex pun punya harapan untuk mendapatkan cinta Wulan. Nila pun mengajak Wulan masuk ruangan kuliah, karena Dosen mau masuk ruangan juga. Pendidikan di bangku perkuliahan berjalan dengan baik sampai selesai. Wulan dan Nila setelah ngampus, ya ke kafe...eeee bertemu Joko dengan Diana sedang asik ngobrol di kafe sambil minum dan makan gitu.

Wulan merasa kesal di dalam hatinya, tapi di tahan jadi terlihat gitu. Wulan dan Nila, ya jojong aja di kafe walau sebelum Joko dan Diana keluar dari kafe, ya ngobrol basa-basi gitu. Setelah itu. Joko dan Diana pun pergi dari situ dengan mobil menuju kantor lagi. Wulan dan Nila ngobrol asik di kafe dan berlanjut beli baju di butik langganan Wulan dan Nila. 

Waktu berjalan semestinya sampai malam, ya Wulan sudah ada di rumah dan seperti biasa duduk di sofa sambil nonton Tv. Wulan pun ketiduran lagi di sofa. Joko pulang dari kerjanya dan melihat Wulan yang tidur di sofa. 

"Aku suka sama Wulan, tapi Diana jadi penghalangnya," kata hati Joko.

Joko pun mendekati Wulan dan mulai mencium bibir Wulan yang sexy. Tapi kali ini Wulan merasa ada yang mencium dirinya dan mata Wulan terbuka dan melihat Joko di hadapannya. Sontak Wulan langsung mendorong Joko.

"Apa yang kamu lakukan Joko?" tanya Wulan.

"Maaf Wulan," kata Joko.

"Jadi..kamu mencium bibir ku. Joko jahat," kata Wulan.

Wulan pun meninggalkan Joko dan masuk kamar. Joko pun terus berusaha meminta maaf terus sama Wulan dan sekaligus menjelaskan dari balik pintu kamarnya Wulan. Ya Wulan di dalam kamar kesal banget karena ciuman pertamanya dan kedua di curi saat ia tidur. Esok harinya. Joko menyiapkan sarapan pagi seperti biasanya, tapi Wulan tidak ikut sarapan dan segera pergi ke kampus. Joko sarapan pagi berkata "Aku cari masalah dengan Wulan jadinya begini....makan sendirian".

Joko pun menyelesaikan sarapan paginya dan segera ke kantornya. Wulan di kampus, ya masih kesal dan curhat ke Nila tentang Joko. Eeee dateng Alex yang meminta kepastian hubungan ke Wulan, karena Wulan lagi kesal ya di tolak Alex. Wulan dan Nila meninggalkan Alex begitu saja dan masuk ruang kelas. Pendidikan di bangku kuliah berlangsung dengan baik sampai selesai. 

***

Waktu terus sesuai dengan rencana di bangku perkuliahan, ya sampai akhirnya Wulan mendapatkan gelar sarjana. Joko pun pisah dengan Diana karena Diana selingkuh dengan John saat Diana ada kerjaan ke luar kota. Joko yang cinta sama Wulan akhirnya di terima dengan baik setelah sekian lama meminta maaf karena Joko mencuri ciuman pertama dan kedua saat Wulan tidur di sofa. Joko dan Wulan resmi jadi sepasang kekasih, jadi Joko tidak lagi diam-diam mencium bibir Wulan yang sexy saat tidur. 

Sunday, July 19, 2020

MUDAH JADI TERKENAL

Indro, ya pindah duduk di ruang tengah ke ruang tamu di mana Dono lagi santai main game di Hp-nya.

"Don!" kata Indro.

"Apa?" saut Dono lagi asik main game di Hp-nya.

"Don!" kata Indro.

Dono berhenti main game di Hp-nya dan berkata "Apa Indro?".

"Don aku mau tanggapan mu tentang sesuatu!" kata Indro.

"Apa yang harus aku tanggapi?!" kata Dono.

"Bagaimana cara agar satu tokoh baru jadi populer alias terkenal?" kata Indro.

"Tokoh apa yang mau kamu angkat agar jadi terkenal?" tanya Dono.

"Anggap saja tokoh baru itu nama Fang, pemuda yang punya kemampuan seperti Serigala karena kutukan yang ia dapatkan dari kecil dan di didik baik-baik sama orang tua angkatnya Pak Beni dengan pasangan ya, istrinya Jesika. Fang membimbing dirinya dengan baik jadi pahlawan super gitu," cerita Indro.

"Oh, cerita itu. Sebenarnya zaman sekarang mudah untuk jadi terkenal, karya tulis dengan cara terus di publikasikan di media jaringan internet salah satunya Blog, maka seiring waktu tulisan itu jadi terkenal....karena di baca orang," penjelasan Dono.

"Jadi, sesederhana itu jika karya tulis jadi terkenal di zaman sekarang," kata Indro.

"Iya, iyalah. Tidak perlu kita sibuk ngirim hasil karya kita ke penerbitan. Bisa kita olah sendiri sesuai keinginan kita dan di terbitinlah untuk di baca orang-orang yang menyukai karya kita," penjelasan Dono.

"Pantes...Don, kamu sering nulis di Blog. Walau sekedar hoby saja. Pada akhirnya tulisan yang kamu tulis jadi terkenal," kata Indro.

"Iya, iyalah. Walau terkadang aku menulis karya orang lain. Biasa suasana hati saja. Jadi karya orang lain yang aku tulis, maksudnya di adaptasikan gaya aku...jadi lebih terkenal lagi seiring waktu orang-orang membaca tulisan di Blog aku," penjelasan Dono.

"Salah satunya...Gundala..kan, tema pahlawan super," kata Indro

"Iya, Indro," kata Dono.

Indro pun mengerti jadinya bagaimana mudahnya karya tulis atau karya lainnya cuma di pulikasikan di jaringan internet dan akhirnya terkenal seiring waktu?!. Indro, ya pindah duduk lagi ke ruang tengah untuk nonton Tv. Dono, ya asik main game di Hp-nya lagi. Indro, ya nonton acara Tv...berita ini dan itu karena bagus sih. Kasino beranjak dari tempat duduknya bersama Indro ke dapur untuk masak mie goreng, biasa laper.

Singkat waktu mie goreng jadi, ya di santap Kasino dengan santai. Indro tetap menonton Tv, ya beritanya masih pademi Covid- 19.

"Sampai kapan pademi Covid - 19 ini berakhir?" kata Indro.

Indro tetap nonton Tv dengan asik. Kasino tetap asik makan mie goreng dan Dono tetap asik main game di Hp-nya dengan keadaan lingkungan tenang banget di hari minggu yang tenang. Padahal hujan baru berhenti.

GODAM

Dono duduk di ruang tamu dan mulai mengetik di leptopnya cerita Godam dan cerita Godam pun di mulai.

Dokter Satan membuat robot raksasa untuk menghancurkan kota Jakarta. Robot raksasa pun telah jadi. Bergerak robot raksasa untuk menghancurkan kota. Yudistira berlari dengan cepat dengan memegang tombak di tangan kanannya dan segera menolong warga kota yang butuh pertolongan.

Yudistira menggunakan teknik silatnya untuk menghancurkan robot raksasa. Usaha Yudistira hanya bisa menggoes saja. Rasa kesal dalam diri Yudistira "Andai aku punya kekuatan lebih besar lagi bisa menumbangkan robot raksasa".

Yudistira terus menyerang robot raksasa. Robot raksasa terus menghancurkan kota. Awang  berada di kota Yogyakarta berubah menjadi Godam dan terbang menuju kota Jakarta untuk menyelamatkan para warga kota yang ketakutan dengan robot raksasa yang terus menghancurkan kota. Godam pun melayang di udara. Yudistira melihat sosok yang hebat melayang di udara dan berkata "Godam".

Godam pun langsung bergerak cepat dan meninju robot raksasa. Ya robot raksasa penyok dan mau jatuh menabrak gedung. Godam langsung mengahalangi robot raksasa menabrak gedung, ya dengan mengangkat robot raksasa dan langsung di lempar ke langit ke arah pegunungan. Godam terbang cepat dan langsung meninju robot raksasa sampai hancur.

"Pekerjaan ku telah selesai," kata Godam.

Godam pun terbang ke Yogyakarta dan kembali berubah jadi Awang lagi. Yudistira pun kota Jakarta telah selamat dari kehancuran berkat pahlawan super Godam. Yudistira pun kembali pulang ke rumahnya untuk latihan silat lagi.

"Aku harus jadi kuat dan melampaui batasan ku," kata Yudistira yang optimis.

Lesti pun dateng berkunjung ke rumah Yudistira dengan membawa kue buatannya. Seperti biasa Yudistira makan kue buatan Lesti yang enak sambil ngobrol ini dan itu. Yudistira selesai makan kue buatan Lesti, ya latihan silat lagi dan Lesti ya...pulang ke rumahnya. Yudistira mulai sadar setelah melihat tombak yang di gunakannya dan berkata "Aku harus jadi kuat. Secepat mungkin. Astaga ada cara aku jadi kuat lebih cepat".

Yudistira pun mengambil kitab kuno di rak buku dan di bacanya dengan baik "Senjata legenda. Tombak di buat Mpu Gandring yang di simpan di makamnya. Konon energi tombak tersebut sangat dasyat banget. Siapa yang menggunakan tombak tersebut akan di kendalikan tombak dan menjadi sang penghancur".

Yudistira pun optimis dirinya akan bisa mengendalikan tombak buatan Mpu Gandring. Segeralah Yudistira ke makam Mpu Gandring berdasarkan petunjuk yang di tulis buku kuno. Di dalam hutan belantara, Yudistira terus berjalan menuju makam Mpu Gandring. Sampai di goa, ya masuk ke dalam goa dan akhirnya sampai di makam Mpu Gandring. Segera di bongkar makam Mpu Gandring dan menemukan tombak tersebut.

"Aku berhasil," kata Yudistira.

Makam Mpu Gandring, ya di kembalikan keadaannya semula sama Yudistira. Yudistira segera pulang ke rumah setelah mendapatkan tombak tersebut. Sampai di rumah, ya Yudistira berlatih dengan tombak buatan Mpu Gandring. Ternyata apa yang di tulis kitab kuno ternyata benar banget, Yudistira di kendalikan tombak dan jadi sang penghancur.

Yudistira mengamuk di mana-mana sampai warga kota ketakutan dengan kebrutalannya menghancur apa pun dihadapannya?!. Godam pun turun dari langit dan berhadapan dengan Yudistira sang penghancur. Yudistira menyerang Godam, ya Godam melayanin Yudistira. Pertarungan pun sengit banget antara Yudistira dan Godam. Sampai-sampai Godam pun kewalahan menghadapi Yudistira.

***

Dokter Satan pun kembali memerintahkan robot raksasa untuk menghancurkan kota. Godam yang masih sibuk bertarung dengan Yudistira, harus menyelamatkan kota dari kehancuran robot raksasa. Maka itu Godam pun terbang menuju robot raksasa menghancurkan kota. Yudistira pun bergerak cepat mengejar Godam. Segera Godam mau meninju robot raksasa, tapi ternyata robot raksasa langsung meninju Godam sampai terpental jauh dan akhirnya menabrak batu besar.

"Robot raksasa yang merepotkan," kata Godam.

Godam bangkit dari keadaannya dan terbang menuju robot raksasa. Yudistira yang menjadi sang penghancur...ya langsung menyerang robot raksasa dengan sangat brutal banget. Robot raksasa meninju Yudistira, tapi di tahan serangan dengan tombak tetap Yudistira terpental juga. Mulai Yudistira sadar dengan keadaannya saat tombak terlepas dari tangan Yudistira. Robot raksasa terus menghancurkan kota.

"Aku di kendalikan tombak, jadi penghancur," kata Yudistira.

Yudistira masih ingin menolong warga kota yang butuh pertolongan dari serangan robot raksasa, jadi Yudistira mengambil tombak yang tergeletak di jalan beraspal. Lagi-lagi Yudistira di kendalikan tombak dan menjadi sang penghancur. Keinginan yang murni di dalam diri Yudistira yang ingin menolong manusia yang susah dan menetapkan diri menjadi pahlawan. Yudistira pun dapat mengenalikan tombak buatan Mpu Gandring.

Segera Yudistira menyerang robot raksasa. Godam bertarung dengan robot raksasa. Dengan kombinasi serangan Godam dan Yudistira dapat menghancurkan robot raksasa. Setelah pertarungan yang hebat mengalahkan robot raksasa buatan Dokter Satan dan juga Dokter Satan kesal karena dua robot raksasa buatannya di hancurkan Godam.

Yudistira meminta maaf ke Godam karena menyerang Godam di saat dirinya dikendalikan tombak buatan Mpu Gandring, ya di maafkan lah sama Godam kesalahan Yudistira dan juga meminta maaf pada warga kota juga yang takut karena dirinya Yudistira yang brutal menghancurkan kota. Memang di maafkan warga kota, tapi Yudistira harus membereskan apapun ia rusak?! Yudistira membereskan semuanya dengan bantuan Godam jadi lebih cepat selesai.

Urusan telah selesai semuanya, ya Godam terbang ke menuju kota Yogyakarta dan berubah menjadi Awang. Yudistira, ya latihan silat lagi dan seperti biasa Lesti berkunjung ke tempat Yudistira dengan membawa kue buatan Lesti yang enak. Yudistira menikmati makan kue buatan Lesti sambil ngobrol ini dan itu.

***

Dono pun selesai mengetik cerita Godam di leptopnya dan segera di simpan dengan baik, setelah itu leptop di matikan. Dono mengambil gelas di meja berisi teh dan meminumnya.

"Santai," kata Dono.

Dono pun menaruh gelas berisi teh ke meja dan segera mengambil Hp di meja untuk main game. Indro dan Kasino, lagi asik di ruang tengah nonton Tv yang acaranya bagus gitu.

Friday, July 17, 2020

RENCANA

Dono sedang asik baca komik, ya di ruang tamu. Indro baru selesai pisang goreng, ya di bawalah satu piring pisang goreng ke ruang tamu.

"Don....pisang goreng!"kata Indro sambil menaruh pisang goreng di meja.

"Iya," saut Dono.

Dono menghentikan baca komiknya dan segera mengambil pisang goreng dan segera di makannya.

"Emmm....enak," kata Dono

Dono terus makan pisang goreng yang enak buatan Indro. Ya Indro lagi asik baca artikel di Hp-nya.

"Artis Riski....menikah," kata Indro.

Indro menghentikan baca artikelnya di Hp-nya dan berkata ke Dono "Don, apa pendapatmu tentang Rizki menikah tapi tidak dengan Lesti?"

"Oh, berita tentang Riski menikah, tapi kenapa tidak dengan Lesti? Mana aku tahu!" kata Dono.

"Kok cuma gitu aja pendapatnya?!" kata Indro.

"Ya lebih baik pendapat seperti itu kan atau seperti ini saja. Biarkan semuanya sesuai rencana manusia yang punya rencana sampai ke tujuanya dari rencana tersebut," kata Dono.

"Rencana. Manusia berencana Tuhan yang menentukan segalanya," kata Indro.

"Itu tahu jawaban tepat," kata Dono yang tegas.

Dono pun mengambil gelas berisi teh di meja, ya segera di minumnya. Indro pun segera membaca artikel lagi, tapi sebelumnya ngecek Youtobe dulu. 

"Ya Lesti dateng di pernikahannya Riski. Wah....wah....manusia berencana Tuhan juga menentukan segalanya," kata Indro.

Indro pun berhenti nonton Youtobe dan kembali baca artikel lainnya sampai selesai baru deh Indro main game di Hp-nya. Dono menaruh gelas berisi teh di meja dan segera pindah duduknya dari ruang tamu ke ruang tengah untuk nonton Tv. Kasino Lagi asik nonton acara Tv. Dono, ya duduk di sebelah Kasino.

"Loe...beritanya tentang Riski menikah dengan cara Taaruf," kata Dono.

"Riski menikah. Lesti pun dateng ke pernikahan Riski, biasa mengucapkan selamat menempuh hidup yang baru," kata Kasino.

"Rencana semuanya," kata Dono

"Semua memang di rencanakan. Nama juga manusia. Manusia berencana Tuhan yang menentukan segalanya," kata Kasino

"Jodoh, rezeki...sampai maut," kata Dono.

"Semuanya ada takdirnya masing-masing dalam menjalankan kehidupan berdasarkan ketentuan Tuhan," kata Kasino.

"Ya...itulah hidup manusia," kata Dono menegaskan omongan Kasino.

Dono pun diam dan juga Kasino, ya fokus nonton Tv yang acaranya bagus banget.

Thursday, July 16, 2020

AQUANUS

Seekor monster buaya yang diperintahkan ratu Medusa untuk menghancurkan kota. berenang di lautan menuju pantai. Sampai di pantai. Monster buaya pun mengamuk dan menghancurkan kota. Warga kota berlari menjauh dari monster buaya. Yudistira mengambil tombak dan segera ke luar dari rumah, ya berlari menuju monster buaya yang menghancurkan kota.

Sampai di mana monster buaya menghancurkan kota. Yudistira mulai kuda-kuda untuk menyerang monster buaya dan berkata "Dengan tombak ini aku akan membunuh monster buaya tersebut".

Yudistira menyerang monster buaya dengan tombak yang ia pegang. Monster buaya menerima serangan dari Yudistira. Ternyata kulit monster buaya sangat kuat sekali sampai-sampai mata tombak pun hancur dan juga Yudistira terkena sabetan ekor monster buaya sampai terpental jauh dan efek terkena ekor monster buaya, ya Yudistira muntah darah.

Yudistira pun berusaha bangkit dari keadaannya dan berkata "Aku tidak akan pernah menyerah!"

Yudistira menyerang monster buaya dengan tombak yang rusak. Tiba-tiba seorang pahlawan yang menjaga kota telah muncul dan berdiri di depan Yudistira.

"Aquanus," kata Yudistira.

Aquanus pun menyerang monster buaya. Pertarungan sengit antara Aquanus dan monster buaya. Sampai akhirnya, Aquanus mengalahkan monster buaya. Aquanus pun meninggalkan tempat tersebut. Yudistira pun, ya ingin seperti Aquanus yang hebat bisa mengalahkan monster buaya. Yudistira pun pulang ke rumahnya dan segera membimbing dirinya untuk menjadi pahlawan super. Ratu Medusa marah besar, karena anak buahnya mati di bunuh Aquanus.

Yudistira pun membaca kitab kuno untuk membuat tombak yang kuat banget yang dapat membunuh monster. Yudistira mengumpulkan logam-logam yang langka dan di jadikan satu dan di tempa dengan baik sampai menjadi tombak yang kuat. Tombak pun telah selesai di buat. Yudistira pun mulai menggunakan tombak dengan teknik silatnya. Latihan pun membuahkan hasil, karena serangan tombak dapat menghancurkan batu besar.

Ratu Medusa memerintahkan monster kepiting untuk menyerang kota. Monster kepiting  bergerak menuju kota. Sampai di kota. Segera monster kepiting menghancurkan kota. Yudistira pun berlari dengan membawa tombak menuju di mana monster mengamuk. Monster kepiting sedang bertarung dengan Aquanus. Ya Aquanus sedikit kesulitan menghadapi monster kepiting. Yudistira membantu Aquanus dalam pertarungan melawan monster kepiting.

Yudistira menggunakan teknik tombak andalannya menyerang monster kepiting sampai akhirnya tombak pun menjebol tubuhnya monster kepiting, ya monster kepiting pun mati.

"Kamu hebat, bisa mengalahkan monster kepiting," pujian Aquanus.

"Iya," kata Yudistira dan rasa senang dengan omongan Aquanus. Ya Aquanus meninggalkan tempat tersebut, begitu juga dengan Yudistira.

Ratu Medusa marah banget anak buahnya mati di bunuh pahlawan baru, Yudistira. Ratu pun memerintahkan anak buahnya untuk menghancurkan kota demi mengumpulkan energi ketakutan dari warga kota demi membangkitkan raja Darknes.

Semenjak itu, Yudistira dan Aquanus terus bertarung menghandapi monster-monster yang menghancurkan kota untuk menolong para warga kota dari serangan monster yang diperintahkan ratu Medusa.

***

Dono pun berhenti mengetik di leptopnya dan menyimpan hasil ketikannya, baru leptop di matikan.

"Selesai juga," kata Dono.

Dono pun mengambil gelas di meja berisi teh dan segera meminumnya. Indro pun berhenti main game di Hp-nya.

"Dono...nulis cerita apa?" tanya Indro.

Dono menaruh gelas berisi teh di meja.

"Cerita Campur Aduk," kata Dono.

"Iya, aku ngerti...Blog mu itu namanya Campur Aduk. Tapi yang aku tanya itu Don, Tema ceritanya?!" kata Indro.

"Pahlawan super," kata Dono.

"Pahlawan super toh," kata Indro.

"Pahlawan super karya Indonesia, ya Aquanus. Ceritanya sih lebih menonjolkan cerita pahlawan baru yang diadaptasikan dari wayang sih, Yudistira. Aquanus teman bertarung Yudistira dalam pertarungan mengalahkan monster yang di perintahkan ratu Medusa demi menciptakan teror ketakutan para warga kota dan energi ketakutan di gunakan untuk membangkitkan raja Darknes," cerita Dono.

"Oh, begitu toh ceritanya," saut Indro.

Indro pun kembali main game di Hp-nya. Dono, ya mengambil gelas berisi teh di meja dan meninum teh tersebut. Sedangkan Kasino di ruang tengah lagi asik nonton Tv, ya acara Tv-nya....'Ruang Guru'.

"Acara yang bagus," kata Kasino.

Kasino, ya terus nonton Tv dengan asik banget.

Wednesday, July 15, 2020

ITU DAN ITU SAJA

Dono duduk di halaman belakang ya nonton Youtobe di Hp-nya, ya kartun Putri Duyung. Cerita kartun di mulai.

Yoyo berada di pantai tepatnya dekat batu karang yang besar banget dan sedang melempar jaring untuk menangkap ikan. Dengan sabar Yoyo menjalankan pekerjaan tersebut, tapi ternyata ikan tidak dapet juga.

Yoyo pun menaruh jaring di batu karang dan langsung melompat ke air laut dan berenang ke sana ke sini. Tahu-tahu kakinya terkena karang, ya terluka....jadi Yoyo berusaha ke luar dari laut. Tapi Yoyo kehabisan nafas. Untung ada Putri Duyung, jadi Yoyo di tolong di bawa sampai pinggir pantai. Putri Duyung pun mengobati kaki Yoyo yang terluka

Saat Yoyo sadar dari keadaannya melihat sosok gadis cantik tapi setengah tubuhnya ikan dan Yoyo berkata "Putri Duyung".

Yoyo pun tahu nama Putri Duyung menolongnya 'Ariel' dan akhirnya jadi sahabat baik Yoyo dan Ariel. Ya Ariel pun kembali ke laut. Yoyo pun menemukan kerang yang kaya punya Ariel dan Yoyo ingin mengembalikannya ke Ariel, tapi Ariel sudah jauh berenang di laut yang luas.

Yoyo pulang ke rumahnya tidak membawa ikan. Lisa adik Yoyo sakit. Ayah dan Ibu menjaga Lisa dengan baik, walau sudah di obati sama Pak Totong seorang tabib tetap keadaan Lisa tidak ada perkembangan untuk sembuh. Yoyo benar-benar khawatir dengan Lisa. Kerang yang di pegang Yoyo bercahaya. Yoyo pun mencoba menyembuhkan Lisa dengan cara tangan kanan memegang kepala Lisa  dan tangan kiri memegang kerang.

Beberapa saat Lisa sembuh dari sakitnya sedangkan Yoyo merasa lemas setelah menyembuhkan Lisa. Ya Lisa senang sembuh dari sakitnya. Yoyo senang adiknya sembuh dari sakit. Esok harinya, Yoyo bertemu dengan Ariel di pinggir pantai dan ingin mengembalikan kerang ke Ariel. Ya Ariel memberikan kerang tersebut ke Yoyo sebagai tanda persahabatan. Yoyo pun bercerita tentang kerang yang bercahaya dan Yoyo bisa menyembuhkan Lisa, adik Yoyo yang sakit.

Ariel pun menjelaskan tentang kerang tersebut. Yoyo pun mengerti penjelasan dari Ariel bahwa kerang mentransfer energi kehidupan pada Yoyo ke Lisa, ya Lisa jadi sembuh dan Yoyo merasa lemas setelah menyembuhkan Lisa. Ariel pun kembali ke laut lagi dan meninggalkan Yoyo di pantai. Yoyo pun pulang kerumahnya.

***

Dono, ya berhenti nonton kartun di Youtobe di Hp-nya dan Hp pun di taruh di meja. Dono pun mengambil gelas berisi teh di meja dan segera di minumnya. Indro selesai urusan kerjanya jadi duduklah di halaman belakang bersama Dono langsung  asik baca artikel di Hp-nya. Beberapa artikel selesai di baca Indro dan Hp di taruh di meja dan segera Indro mengambil gelas berisi teh dan di minumnya.

Dono menaruh gelas yang berisi teh di meja, begitu juga Indro.

"Indro, ada yang menarik nggak berita yang kamu baca Indro?" tanya Dono.

"Ada sih Don. Tapi beritanya tetap berlanjut cerita yang kemarin," kata Indro.

"Beritanya seputar itu dan itu saja," kata Dono.

"Ya....adanya itu saja!" kata Indro.

"Sudahlah tidak perlu di bahas!" kata Dono.

Dono pun menyambil Hp di mejanya dan kembali menonton kartun di Youtobe, ya Putri Duyung. Indro, ya mengambil Hp di meja segera main game di Hp-nya. Kasino selesai mengerjakan pekerjaannya jadi, ya nonton Tv di ruang tengah seperti biasa berita hari ini.

Tuesday, July 14, 2020

DARI JENDELA SMP

Pendidikan di sekolah SMP pun sudah selesai. Toto segera keluar dari kelas bersama teman-teman, lalu mengambil sepedahnya di parkirkan. Toto pun mulai menggoes sepedahnya keluar melewati gerbang sekolah. Tiba-tiba sepedah di rem Toto, saat melihat Joko dan Wulan bicara di pinggir jalan begitu seriusnya. Sampai-sampai Wulan meninggalkan Joko karena kesal.

"Ah, jangan mencapuri urusan Joko dan Wulan, mending aku pulang," kata Toto dengan suara samar.

Toto pun menggoes sepedahlah lagi sampai di rumahnya. Toto pun segera berbenah diri dan setelah itu duduk di teras depan sambil melihat keadaan lingkungan.

"Sekolah menyenangkan. Setelah masa PSBB ke new normal dan ke next normal. Semua karena pandemi covid-19," kata Toto.

Alex pun main ke rumah Toto untuk mengajak main layangan. Toto pun berangkat bersama Alex ke lapangan untuk main layangan. Sampai di lapangan. Mulai Toto dan Alex main layangan. Layangan pun terbang tinggi banget.

"Hari ini menyenangkan kan Toto," kata Alex.

"Iya," saut Toto.

Toto dan Alex pun terus bermain layangan sampai waktu sudah sore banget. Toto dan Alex menurunkan layangan yang terbang di udara, ya setelah itu pulang ke rumah masing-masing. Toto sudah di dalam rumah, ya tepatnya di kamarnya.

"Hari ini hari yang menyenangkan," kata Toto.

Toto pun duduk di meja belajar dan segera mengeluarkan buku dari tasnya untuk mengulas pelajaran yang di berikan guru. Toto belajar dengan serius banget. Beberapa jam kemudian Toto mengakhiri belajarnya dan keluar dari kamarnya dan langsung duduk di sofa dan menyetel Tv. Resti, mbaknya Toto baru pulang dari urusannya dan di anter pulang sama Salim. Ya Salim calon suami Resti lah.

Resti pun duduk di sebelah Toto.

"Toto, gimana masuk sekolah hari ini?" tanya Resti.

"Menyenangkan mbak," kata Toto.

"Menyenangkan...ya," kata Resti.

"Oh, Iya mbak. Toto mau tanya sesuatu!" kata Toto.

"Apa itu?" kata Resti.

"Ini tentang masa depan mbak. Esok hari Toto harus jadi apa? Padahal Toto hanya belajar dan belajar!" kata Toto.

"Mbak akan memberikan pandangan pada mu, adik ku sayang. Mbak dulu sama seperti mu...penuh tanda tanya dengan masa depan. Mbak membimbing diri untuk menggapai masa depan yang baik dengan cara menekuni pelajaran yang mbak sukai yaitu Bahasa Indonesia. Sampai selesai pendidikan sarjana, ya mbak pun jadi guru. Jadi sesuailah dengan apa yang mbak tanam dari kecil saat waktunya berbuah manis?!" penjelasan Resti.

"Toto harus jadi guru," kata Toto.

"Ya, sebenarnya tidak harus jadi guru, bisa bidang yang lain," kata Resti.

"Bidang lain. Toto, suka Matematika, jadi apa ya?!" kata Toto.

"Matematika ya. Teman mbak ada yang jadi guru Matematika. Saran mbak sih, ya jadi Insiyur saja!" kata Resti.

"Jadi Insiyur kaya menarik," kata Toto.

"Memang menarik sih jadi Insiyur. Kalau Toto pilih masa depan menjadi Insiyur, berarti harus giat belajar dari sekarang agar di kemudian hari tercapai tujuan Toto. Ingat jangan pacaran!" kata Resti.

"Iya mbak tidak pacaran. Toto harus belajar dan belajar untuk menggapai masa depan sesuai dengan tujuan. Oh Iya mbak perlu nggak Toto bimbel gitu, ya tujuannya meningkatkan kemampuan Toto," kata Toto.

"Sebenarnya sih tergantung Toto sih, karena yang menjalankan Toto," kata Resti.

 "Berarti penting dong. Saran mbak harus bimbel di tempat bimbel atau di jaringan internet maksudnya aplikasi bimbel gitu!" kata Toto.

"Saran mbak sih, semuanya sama aja. Toh yang menjalankan Toto sendiri. Keputusan ada di diri Toto," kara Resti.

"Sebenar sih Toto inginnya di bimbing mbak, gimana mbak!" kata Toto.

"Ya, bisa aja sih mbak membimbing adik tersayang. Mbak harus ngatur waktu. Ya sudahlah mbak bimbing adik tersayang demi menggapai masa depan sesuai tujuannya," kata Resti.

"Asik di bimbing mbak. Terima kasih mbak Kemungkinan di masa depan aku jadi Insiyur," kata Toto yang senang.

"Iya," saut Resti.

Resti pun meninggalkan Toto, ya ke kamarnya. Toto pun nonton Tv dengan asik. Ayah dan Ibu pulang, ya Toto menyambutnya. Resti sudah menyiapkan makan malam, jadi makan malam bersama Ayah dan Ibu...ya Toto juga. Setelah makan malam. Toto ke kamarnya, ya belajar. Ayah dan Ibu, ya nonton Tv. Resti di kamarnya, ya istirahat tidur. Waktu makin larut. Toto pun tidur di kasur. Ayah dan Ibu pun tidur di kamarnya.

Esok harinya. Toto pun berangkat pagi-pagi ke sekolah dengan sepedahnya. Sampai di sekolah, ya bertemu dengan Wulan dan Joko di depan pintu gerbang, ya jalan bareng gitu.

Toto menghentikan laju sepedahnya.

"Kayanya Wulan dan Joko, pacaran. Ah...tidak penting ikut campur urusan Wulan dan Joko. Yang penting menggapai masa depan yang telah aku pilih dengan penuh tanggung jawab," kata Toto dengan suara samar.

Toto pun menggoes sepedahnya sampai di tempat parkiran, ya sepedah pun di taruh di tempat parkir. Toto pun masuk kelas dan segera duduk di bangkunya dekat Wulan. Toto dan teman-teman sudah siap menerima pelajaran hari ini dari guru yang membimbing dengan baik.

Saturday, July 11, 2020

PERCAYA ENGGAK!

Dono sedang asik duduk di halaman belakang sambil baca artikel di Hp-nya.

"Lobster....di buat makan enak, wah sipp banget!!!" kata Dono.

Dono pun terus membaca satu artikel sampai selesai ke artikel yang lain.

"Artis Dinda, menikah. Selamat menempuh hidup yang baru," kata Dono.

Dono pun membaca artikel tersebut sampai selesai, ya ke artikel yang lain.

"Partai Politik ini dan itu. Wah ada yang lagi kacau ini dan itu. Menarik juga ceritanya untuk menyelesaikan pokok masalah yang harus di selesaikan," kata Dono.

Dono pun terus membaca artikel itu sampai selesai, ya baca artikel yang lain.

"Artis Amanda. Hubungan dengan Billy terus berlanjut....toh jalan ceritanya. Menarik!!!" kata Dono.

Dono pun menyelesaikan baca artikelnya di Hp-nya, jadi Hp pun di taruh di meja. Dono mengambil gelas berisi teh dan meminumnya. Indro selesai mengerjakan pekerjaannya, ya duduk bersama Dono di halaman belakang sambil minum teh. Kasino pun selesai juga kerjaan ya merawat tanaman di pot, ya duduk bersama Dono dan Indro untuk minum teh.

"Don, Kasino. Aku kemarin jalan bareng sama Amanda," kata Indro.

"Amanda yang artis itu?" kata Dono.

"Amanda. Jalan bareng," kata Kasino.

"Percayakan kalian berdua kalau aku jalan bareng dengan Amanda!" kata Indro.

"Aku sih percaya aja. Kalau Indro jalan bareng sama Amanda," kata Dono.

"Kalau aku tidak percayalah. Indro jalan dengan artis cantik seperti Amanda," kata Kasino.

"Padahal aku sampe mencium Amanda loe. Percaya...enggak!" kata Indro.

"Aku, ya percaya aja....omongan Indro. Indro mencium Amanda," kata Dono.

"Mana mungkin ah. Indro mencium artis Amanda. Nanti Billy nya marah lah," kata Kasino.

"Kalau Billynya marah, ya biar in aja! Tandanya cinta sama Amanda," kata Dono.

"Iya, biarin aja Billy marah," kata Indro.

"Biarin aja Billy marah, kalau pacarnya di cium sama Indro. Padahal Billy itu playboy..kan," kata Kasino.

"Billy, artis playboy. Ya iyalah. Dulu artis terkenal playboy kan Raffi. Setelah Raffi menikah dengan Nagita, jadinya tidak bisa jadi playboy lagi. Sekarang kan Billy. Ya berteman dengan Raffi jadi di tularin penyakitnya Raffi sebelum menikah. Playboy lah Billy," penjelasan Indro.

"Artis sih biasa playboy alias gonta ganti pasangan. Jadinya pemberitaan di media kan jadi menarik juga di baca gitu," kata Dono.

"Emang sih beritanya menarik," kata Kasino.

"Dono, Kasino. Percaya..enggak. Aku tidur bareng sama Amanda!" kata Indro.

"Percaya, aku Indro. Kamu tidur dengan Amanda," kata Dono.

"Tidur bareng dengan Amanda. Aku tidak percaya. Don kok kamu percaya omongan Indro!" kata Kasino.

"Ya aku memang percaya aja omongan Indro lah. Indro sampai mandi bareng sama Amanda kan!" kata Dono.

"Iya," kata Indro.

"Benerkan. Indro mandi bareng sama Amanda," kata Dono.

"Aku tetap tidak percaya," kata Kasino.

"Kasino tetap tidak percaya. Dono percaya. Padahal yang sebenarnya aku bawa foto Amanda untuk jalan bareng. Aku mencium foto Amanda. Aku bawa foto Amanda, ya tidur bareng dan juga terakhir foto Amanda aku masukin dalam plastik agar tidak basah, kalau basah fotonya rusak baru deh aku mandi bareng dengan foto Amanda di plastikin," penjelasan Indro.

"Benerkan Indro melakukan semuanya bersama Amanda, tepatnya cuma foto Amanda. Aku percayalah. Cuma permainan," kata Dono menegaskan omongan Indro.

"Kalau cuma begitu saja sih semua orang bisa lah. Melakukan kegiatan bersama artis yang di sukai," kata Kasino.

"Yo....i," saut Indro.

Indro pun mulai main game di Hp-nya. Kasino, ya baca komik lah. Dono, ya asik minum teh yang enak dengan keadaan  lingkungan yang tenang di hari minggu yang tenang.

Friday, July 10, 2020

DEMI TEMAN

Lutung pun jatuh dari langit dan menabrak tanah. Lutung pun bangun dari keadaannya. Anjing melayang di udara.

"Lutung kau harus mati di tangan ku!" kata Anjing yang murka.

Lutung tidak peduli dengan omongan Anjing, lalu Lutung melompat dan langsung menyerang Anjing yang melayang di udara. Anjing pun menyerang Lutung. Pertarungan sengit antara Lutung dan Anjing di udara. Lutung mengerahkan seluruh ilmu silatnya beserta ilmu sihir ya untuk mengalahkan Anjing. Ya Anjing pun mengeluarkan seluruh ke mampuan silat dan ilmu sihirnya.

Lutung pun akhirnya kalah juga dengan Anjing dan mau di bunuh. Tapi datang Kerbau penasehat agung kerjaan binatang, ya turun dari langit dan menghentikan panglima Anjing yang ingin membunuh Lutung. Maka itu Anjing menghentikan niatnya mau membunuh Lutung.

Kerbau pun membuat penjara batu untuk menghukum Lutung, yang telah melanggar aturan kerjaan binatang.

"Lutung, diam lah kamu di situ selama 100 tahun. Setelah 100 tahun ada seorang yang akan melepaskan mu seorang Mpu Prapanca. Belajar dengan Mpu Prapanca dan lindungilah ia dari makluk yang akan mencelakainya," kata Kerbau.

Lutung hanya diam saja dan tidak peduli omongan Kerbau. Ya Kerbau dan Anjing pun meninggalkan tempat tersebut dengan terbang menuju kerjaan binatang. Lutung pun di dalam penjara batu, yabersabar di dalam penjara batu dan mengingat kejadian dirinya bertemu dengan seorang Dwi Sekar yang cantik. Lutung pun berteman baik dengan Dwi Sekat tersebut. Saat Dwi Sekar di serang Iblis Serigala, ya Lutung berusaha menolong Dwi Sekar. Iblis Serigala dapat di kalahkan Lutung. Dwi Sekar terluka karena serangan Iblis Serigala dan hampir mati. Demi menolong teman. Lutung pun pergi ke kekerajaan binatang untuk mengambil ramuan ajaib di istana yang di jaga ketat oleh penjaganya panglima Anjing. Lutung memang berhasil mencuri ramuan ajaib dan menyelamatkan Dwi Sekar. Anjing tahu yang mencuri ramuan ajaib adalah Lutung, jadi segera mendatangi Lutung sedang bersantai di pohon di atas gunung sambil makan buah apel.

Anjing langsung menyerang Lutung karena terbukti dirinya Lutung pencuri. Lutung pun membela dirinya dan akhirnya pertarungan sengit di puncak gunung sampai melayang di udara. Lutung pun terkena pukulan Anjing sampai terpental jauh. Ya Lutung pun jatuh dari langit menuju tanah. Pada akhirnya Lutung kalah dalam pertarungan dan di penjara Kerbau di penjara batu. Seratus tahun pun bersabar Lutung di dalam penjara. Sampai Candi Borobudur pun berdiri di sebelahnya. Mpu Prapanca membebaskan Lutung, ya setelah seratus tahun berlalu karena perintah Kerbau. Lutung pun belajar membimbing dirinya di bimbing Mpu Prapanca. Malam yang tenang sekali. Sinar bulan purnama begitu bagusnya di malam itu. Tiba-tiba kabut hitam pun menyelimuti rumah Mpu Prapanca.

Iblis Kalong sudah berada di dalam rumahnya Mpu Prapanca, ya ingin membunuh Mpu Prapanca karena menginginkan kitab kedikjayaan yang di tulis di tubuh Mpu Prapanca. Lutung yang menjaga Mpu Prapanca, ya melindungi Mpu Prapanca dari serangan Iblis Kalong.

Pertarungan sengit antara Lutung dan Iblis Kalong. Sampai akhirnya Lutung membunuh Iblis Kalong. Mpu Prapanca, ya selamat gitu. Lutung pun terus belajar bersama Mpu Prapanca sampai Mpu Prapanca meninggal dunia dan mewariskan kitab kedikjayaan sama Lutung.

Ya Lutung pulang ke rumahnya di puncak gunung. Sampai di rumahnya. Lutung bertemu dengan Dwi Sekar teman baik Lutung. Ya lutung pun merayakan pertemuannya dengan Dwi Sekar setelah seratus tahun lebih, kebahagian pun kembali.

***

Dono, ya selesai mengetik di leptopnya tentang cerita Lutung. Jadi di simpan baik oleh Dono dan leptop di matikan.

"Waktunya istirahat," kata Dono.

Dono pun mengambil gelas berisi teh dan meminumnya. Dono berpikir tentang cerita yang baru di tulisnya dan berkata "Fantasi atau fabel, ya?!"

Dono pun memikirkannya sambil minum teh dan akhirnya memutuskan.

"Fantasi aja!" kata Dono.

Dono pun terus minum teh menikmati keadaan yang tenang banget di hari sabtu yang tenang dengan keadaan lingkungan yang tenang banget.

Thursday, July 9, 2020

REALITA HIDUP

Jono sedang asik duduk di bawah pohon setelah bermain sepedah. Dedi pun ikutan duduk juga duduk di bawah pohon.

"Hari menyenangkan main sepedah, ya...Jono," kata Dedi.

"Iya," kata Jono.

"Jono...apa kamu melanjutkan sekolah ke SMA?" tanya Dedi.

"Enggaklah. Orang tua ku hanya mampu membiayai sekolah ku sampai SMP saja," kata Jono.

"Jadi sebatas SMP saja. Kalau orang tua ku mampu...Jono. Jadi sekolahku lanjut ke SMA," kata Dedi.

"Sekolah itu hanya belajar dan belajar saja. Pada akhirnya untuk kerja agar dapat menghasilkan uang yang di gunakan membeli ini dan itu yang kita butuh kan. Sudah jalan nasif ku sebatas SMP saja pendidikan ku. Aku tidak perlu menyesal dengan jalan nasif karena keadaan keluarga ku yang tidak mampu," kata Jono yang bercerita tentang keadaan dirinya.

"Aku mengerti Jono, keadaan dirimu. Ya aku tahu sih sebenarnya aku yang melanjutkan sekolah pun sadar. Apakah setelah aku lulus SMA, bisa bekerja di tempatnya bagus dan gajinya bagus? Atau sebaliknya aku hanya membuat usaha saja demi melanjutkan hidup," kata Dedi.

"Ada seorang berpendidikan yang tinggi gitu. Aku lupa namanya. Tapi orang tersebut menjelaskan tentang kebenaran yang terjadi tentang keadaan yang sebenarnya jadi pandangan aku. Katanya, 200 anak SMA lulus sekolah berlomba untuk masuk bisa bekerja di perusahaan. Tapi ternyata perusahaan hanya butuh 20 orang, jadi sisanya ada yang nganggur, melanjutkan sekolahnya ke Universitas dengan biaya mencekik leher, ada juga yang membuat usaha. Itu di lihat dari 1 perbandingan dari 100 perbandingan," kata Jono bercerita.

"Berarti, benar lah pengangguran itu tinggi banget karena jaminan untuk kerja lewat pendidikan ya....rendah banget," kata Dedi.

"Pengangguran memang tinggi lah. Mau gimana lagi. Sudah keadaannya dari dulu sampai sekarang," kata Jono.

"Aku pun akan berusaha agar tidak jadi nganggur setelah lulus SMA," kata Dedi yang optimis.

"Banyak orang yang bicara seperti itu. Setelah SMA...pasti bekerja. Sampai merantau ke kota lain atau negeri lain sekali pun tetap saja nganggur," kata Jono.

"Masa depan yang suram. Aku yang bingung," kata Dedi.

"Memang masa depan yang suram seperti aku. Hanya sebatas pendidikan SMP saja. Ya aku yang sadar hanya bisa kerja bantu orang tua atau ikut orang yang punya usaha dan terakhir ya....dagang apa aja yang penting bisa bertahan hidup?!" kata Jono.

"Ya sudahlah jangan di bicara kan lagi. Lebih baik main sepedah lagi. Hari ini bersenang-senang dulu baru kita pikirkan masa depan yang baik untuk kita...walau masa depan tetap tidak bisa di tebak karena keadaan yang sebenarnya. Kata orang-orang yang ngomong di Tv, karena ekonomi atau kebijakan pemerintahan dalam menjalankan pemerintahan itu sendiri," kata Dedi.

"Lebih baik main sepedah menyenangkan hari ini, esok aku pilih jalan hidup berdagang," kata Jono.

Jono dan Dedi pun mulai mengayuh sepedahnya dengan baik dan melupakan pembicaraan tersebut yang hanya sekedar saja sebatas obrolan anak SMP yang hanya tahu sedikit tentang pendidikan. Sampai waktu sudah sore hari, ya Jono dan Dedi pulang ke rumah masing-masing. Dedi yang punya ke optimisan untuk melanjutkan sekolah SMA jadi belajar di rumah dengan baik. Jono pun sadar dengan keadaan dirinya dan keluarganya yang miskin. Jadi ia mulai memikirkan dagangan apa yang mau ia jual? Jono pun dapet masuk kan dari Ayah dan Ibunya, ya jualan cilok.

Jono pun mulai belajar membuat cilok dengan modal pas-pasan sampai hasilnya bisa membuat cilok yang enak. Sepedah kesayangan Jono pun di modifikasi oleh Jono dan Ayah untuk jualan. Waktu yang tepat pun Jono berkeliling menjajakan jualannya sampai ngetem di sekolahnya SMA di mana Dedi bersekolah di situ. Saat jam istirahat. Dedi pun menghampiri Jono yang berjualan cilok.

"Jon, jadi pedagang killing," kata Dedi.

"Jadi lah demi hidup. Aku bukan pengangguran, tapi anak yang produktif," kata Jono.

"Keadaan yang membuat mu jadi lebih baik dari aku, karena langsung kerja dan kerja. Sedang aku hanya belajar dan belajar...entah kapan aku akan memulai kerja?" kata Dedi.

"Setelah lulus SMA," kata Jono.

"Mungkin atau aku melanjutkan kuliah karena permintaan orang tua ku," kata Dedi.

"Kalau begitu sih, belajar lah jadi orang menguasai ilmu ini dan itu. Siapa tahu di masa depan kamu bisa jadi orang hebat, ya bisa menghapus masa depan yang suram?!" kata Jono.

"Aku paham. Persaingan ketat untuk bisa jadi orang yang sukses," kata Dedi.

"Ya, ilah...kenyataannya seperti itu," kata Jono.

Jojo pun menjual ciloknya, ya lumayan sih. Dedi pun membeli juga. Waktu istirahat pun habis, ya Dedi pun masuk kelasnya. Jono pun meninggalkan sekolahannya Dedi, ya mulai berjalan ke sana ke sini sampai jualannya habis. Sore pun tiba. Jono pun pulang ke rumah dan segera memberikan uang hasil jualannya ke Ibunya. Jono pun berbenah diri baru deh beristirahat sambil nonton Tv, ya Tv-nya juga Tv butut gitu dan warna di Tv pun tidak ada lagi jadinya Tv hitam putih. Tetap saja Jono asik nonton Tv bersama Ayah dan Ibu.

Dedi pun seperti biasa dengan keoptimisannya untuk jadi sukses, ya terus membimbing dirinya belajar dan belajar di rumah untuk mengubah masa depan yang suram jadi masa depan yang gemilang

SI GAGAP

Lolo berjalan dengan santai di pinggir jalan dengan memegang setangkai bunga mawar putih, yang di berikan oleh Dinda teman baik Lolo. Terjadilah pertengkaran di pinggir jalan. Pak Tua penjual somay di palak dua preman dan juga Pak Tua pun terjatuh ke jalan beraspal karena memang di dorong preman. Dua preman pun mengambil uang Pak Tua.

Lolo pun menolong Pak Tua tersebut dan berkata "Ke...mbali...kan u...ang ya...ng ka...mu ram...pas!"

"Apa yang kamu bilang? Hey bocah gagap, pulangkan uang ini! Nehiiii," kata preman berkepala botak.

"Kem... balikan!" kata Lolo.

Dua preman pun kesal dengan Lolo, jadi merampas bunga di tangan Lolo dan di buang di jalan, ya di injak-injak sama preman.

"Bu...nga da...ri...Din...da," kata Lolo.

Lolo pun marah besar, ya menyerang preman dengan tinjuan dan tendangan. Pertarungan sengit banget. Sampai akhirnya Lolo pun mengalahkan preman dan mengambil uang di rampas preman. Ya preman pun pergi dari situ. Uang pun Lolo berikan pada Pak Tua.

"Terima kasih, ya nak atas bantuannya," kata Pak Tua.

"I....ya..Pa..k," kata Lolo.

Pak Tua pun mendorong gerobak somaynya lagi, ya meninggalkan Lolo. Sedangkan Lolo meratapin setangkai bunga mawar putih yang di injak-injak preman. Lolo pun mengambil tangkai bunga tersebut dan segera berjalan menuju rumah. Sampai di rumah Lolo menanam setangkai bunga mawar putih, ya berharap tumbuh sih. Padahal Lolo di ledek Abangnya, Tito "Lolo setangkai bunga rusak itu tidak tumbuh lagi jadi bunga lagi."

Lolo yang kekeh dengan keinginannya, ya di tanam setangkai bunga tersebut. Berhari-hari di rawat tanaman Lolo di pot akhirnya tumbuh juga setangkai bunga mawar tersebut sampai-sampai Abang Lolo, Tito berkata "Keajaiban."

Lolo pun segera ke rumah Dinda, ya ingin memberikan tahu tentang setangkai bunga yang ia tanam. Dinda ternyata bersama dengan cowok yang Lolo tidak kenal dan Dinda pun memberitahukannya siapa cowok tersebut adalah Bram, calon suaminya Dinda. Lolo pun langsung kaget bener, ya patah hati sih. Lolo pun pamit pulang dan tidak jadi memberitahu tentang setangkai bunga mawar putih yang telah tumbuh.

Lolo pun, ya segera pulang ke rumahnya. Saat di tengah jalan. Dua preman, ya lagi rampok cewek cantik saat mobilnya mogok. Lolo bergerak cepat menolong cewek cantik. Pertarungan, ya terjadi dengan sengit banget. Dua preman pun di kalah kan Lolo sampai kabur dari situ.

"Terima kasih atas pertolongannya," kata Maria.

"I...ya," kata Lolo.

"Nama...adik siapa?" tanya Maria.

"A..ku. Lo..lo..," kata Lolo.

"Lolo. Aku Maria. Sekali lagi terima kasih atas bantuannya," kata Maria Vania.

"I...ya," kata Lolo.

Lolo pun menawarkan bantuan untuk membenarkan mobil yang mogok ke Maria, ya di persilakan oleh Maria membenarkan mobilnya. Lolo memeriksa mobil dengan baik. Ya akhirnya berhasil menghidupkan mobil. Maria, ya berterima kasih kembali pertolongan Lolo sekian kalinya.

Maria pun meninggalkan tempat tersebut. Lolo pun, ya pulang ke rumah. Lolo pun tetap merawat setangkai bunga mawar putih sampai berbunga bagus banget. Tito tetap memperhatikan adiknya Lolo yang tidak sempurna itu, ya gagap kekurangan Lolo. Ya Lolo pun berharap Dinda bisa bersama Lolo seperti dulu. Lolo pun harus sadar dengan kenyataan, mau gak mau harus mengikhlaskan Dinda.

Lolo pun tetap ke rumah Dinda sebagai teman dan juga menolong orang-orang yang kesusahan karena musibah dari kejahatan di jalanan. Lolo terus membimbing dirinya dengan melatih bela diri di rumahnya, yang mengajarkan almarhum Ayahnya Lolo. Ketika waktunya turnamen bela diri diadakan. Lolo ikut dalam turnamen tersebut. Pertarungan terus bergulir sampai akhirnya pertarungan terakhir. Lolo melawan Yoga juara turnamen tahun lalu. Lolo mengerahkan seluruh kemampuannya untuk mengalahkan Yoga. Walau sebenarnya Lolo susah juga mengalahkan juara turnamen bela diri tahun lalu. Ternyata Lolo pun berhasil mengalahkan Yoga dan jadi pemenang. Dinda pun hadir menonton pertandingan Lolo dan mengucapkan selamat atas ke berhasilan Lolo memenangkan turnamen bela diri. Dinda pun memberitahukannya dirinya telah menolak Bram, karena Bram orangnya jahat...ya penipu gitu dan sudah masuk penjara atas perbuatannya.

Lolo pun senang Dinda telah putus hubungan dengan Bram, jadi hubungan Lolo dan Dinda kembali seperti dulu lagi dan akhirnya Lolo berani menyatakan cintanya ke Dinda dan Dinda terima Cinta Lolo. Ya Lolo pun menceritakan tentang setangkai bunga mawar  putih ke Dinda yang tumbuh karena di rawat baik, padahal sudah rusak di injak-injak preman. Dinda pun berkata "Keajaiban bunga mawar putih itu tumbuh."

Lolo pun senang mendengar omongan Dinda tentang bunga tersebut karena sama dengan Abangnya Lolo, Tito "Keajaiban". Dinda pun melihat bunga mawar putih yang di rawat Lolo dengan baik. Hubungan Lolo dan Dinda ya bagus bagusnya seperti bunga mawar putih yang tumbuh sampai berbunga bagus karena di jaga dengan baik.

Wednesday, July 8, 2020

PERKATAAN DAN PERBUATAN

Dono sedang asik duduk di ruang tamu, ya asik menggambar di buku gambar. Indro sedang asik nonton Tv, chanel TRANS 7...nonton Okay Boss. Saat iklan. Indro, ya pindah duduk ke ruang tamu untuk ngobrol dengan Dono. Ya Dono tetap asik menggambar di buku gambar.

"Don, gambar apa?" tanya Indro.

Dono menunjukkan gambarnya di buku gambar dan berkata "Lihat aku gambar apa?"

"Gambar cewek cantik," kata Indro.

"Aku gambar cewek cantik," kata Dono menuliskan gambarnya di buku gambar.

"Don, kenapa menggambar cewek cantik?" tanya Indro.

Dono pun menghentikan menggambar ya dan berkata "Suasana hati aja!"

"Suasana hati. Tapi cewek yang di gambar. Harusnya yang lain gitu....seperti buah-buahan, binatang dan pemandangan alam gitu," kata Indro.

"Terserah aku yang gambar, suasana hati tetap suasana hati," kata Dono.

"Kenapa Rara yang di gambar. Harusnya Bella, yang masuk dalam mimpi kamu?" tanya Indro.

"Jawab adalah yang jadi kekasih aku siapa sekarang ini?" tanya Dono.

"Rara," kata Indro yang tegas.

"Rara...kan, bukan Bella kan," kata Dono.

"Berarti setia pada komitmen awal," kata Indro.

"Iya lah," kata Dono.

"Secantik cewek seperti Bella, kaya Bidadari kamu lepaskan demi satu komitmen setia," kata Indro.

"Iya...lah. Kenyataan tetap kenyataan. Di mimpi aku cuma bertemu, ya ngobrol aja. Kalau kodarnya bertemu sesuai dengan mimpi, jadinya kodar pertemuan alias jodoh bertemu," kata Dono.

"Kalau benaran jadi jodoh gimana Don! " kata Indro.

"Keputusan tetap satu. Kesetian. Rara yang di pilih," kata Dono yang tegas.

"Setia. Laki-laki dapat di percaya dari perkataannya dan perbuatannya. Ya bener Don, kamu setia," kata Indro.

"Iya," kata Dono.

"Kalau kodarnya dapet dua Don. Kaya Wulan dan Rara...gimana Don?" tanya Dono.

"Ya, aku pilih pertemuan yang pertama, yang kedua, ketiga dan seterusnya aku lupakan," kata Dono.

"Berarti...benar Wulan duluan yang kamu pilih, setelah Wulan tiada...ya Rara yang kedua di jadikan pertama pengganti Wulan. Kodar yang bener," kata Indro menegaskan omongan Dono.

"Gimana...urusan mu dengan Saskia, Indro?" tanya Dono.

"Masih adem ayem. Tidak ada konfik. Kalau aku mendua, ya jadi perang besar sih sama Saskia," kata Indro.

"Kebiasaan...cari masalah sama Saskia. Supaya menguji cintanya Saskia saja," kata Dono.

"Kadang dengan bertengkar aku tahu bete bete betenya Saskia menghadapi aku, jadi aku bisa memperbaiki diri," kata Indro.

"Seru juga cara menjalankan cinta mu, Indro," kata Dono.

"Iya, memang seru banget sih. Ya sudah lah aku nonton Tv lagi. Don lanjutin gambarnya!" kata Indro.

"Iya," kata Dono.

Dono, ya menggambar di buku gambar. Indro pindah duduk ke ruang tengah untuk melanjutkan nonton Tv. EEE acara Tv, Okay Boss habis dan di ganti chanel ke TRANS sama Kasino...ya nonton Santuy Malam. Indro mengikuti maunya Kasino...lah nonton Santuy Malam, ya komedi lucu sih.

Tuesday, July 7, 2020

PENJAGA WAKTU

Dono sedang diam di ruang tamu. Indro melihat Dono, ya hanya diam saja di ruang tamu...tidak biasanya gitu kalau biasanya membaca buku. Indro pun meninggalkan pekerjaan, ya memasak dan duduk bersama Dono lalu berkata "Don kenapa kamu diam?"

"Ah, kamu Indro. Aku diam lagi mendengarkan suara gaib," kata Dono.

"Suara gaib lagi Don," kata Indro.

"Iya, suara gaib," kata Dono.

"Suara gaib itu bicara tentang apa?" tanya Indro.

"Suara gaib itu adalah penjaga waktu. Ya menjelaskan tentang mimpi aku bertemu dengan Bella. Ternyata amalan aku yang mampu melewati ruang dan waktu di alam tidur," penjelasan Dono.

"Jadi memang mimpi itu lintasan masa depan bukan sekedar bunga tidur," kata Indro.

"Ya begitu lah," kata Dono.

"Jadi semua manusia bermimpi ternyata melintasi ruang dan waktu ke masa depan," kata Indro.

"Ya ilah," kata Dono.

"Kalau terlalu lama di alam mimpi, bisa mati kan?" kata Indro.

"Iya bisa mati kalau terlalu lama di alam mimpi. Sebenarnya di alam mimpi ada penjaga waktu, ya malaikat maut. Jadi manusia mati, langsung bertemu malaikat maut," penjelasan Dono.

"Apakah mimpi mu bisa jadi kenyataan Don?" tanya Indro.

"Bisa jadi kenyataan sih mimpi itu. Berdasarkan ketepatan waktunya. Beberapa kali...mimpi ku jadi kenyataan. Itu semua berdasarkan kodarnya saja," kata Dono menjelaskan.

"Kalau kodarnya, berarti benarlah Allah SWT yang mengatur jodoh, rezeki dan maut setiap makluk di ciptakannya," kata Indro menegaskan omongan Dono.

"Iya....iyalah," kata Dono.

"Enak Dono punya kemampuan mendengarkan penjelasan penjaga waktu alias malaikat maut," kata Indro.

"Bagi kamu enak Indro. Bagi aku lebih baik tidak mendengarkan penjaga waktu. Semua ini kodar aku yang bangkit dari kematian," kata Dono.

"Kalau di pikir baik-baik, ya benar omongan mu Don. Lebih baik sih hidup itu penuh rahasia. Dari pada mendengarkan malaikat maut bicara, menjelaskan ini dan itu. Jadinya sudah sesuai dengan surat takdir," kata Indro.

"Sudahlah jangan di bahas lagi. Aku mau baca buku!" kata Dono.

"Iya," saut Indro.

Indro pun beranjak dari duduknya bersama Dono, ya langsung ke dapur untuk masak. Dono langsung mengambil buku di meja dan segera di bacanya. Sedangkan Kasino lagi asik nonton Tv di ruang Tengah. Indro langsung mengolah bahan yang mau di masaknya. Selang berapa saat, ya masakan jadi dan di hidangkan di meja makan. Indro pun memanggil Dono dan Kasino untuk makan, ya sarapan gitu. Dono dan Kasino mendengarkan panggilan Indro, segera ke ruang makan untuk makan alias sarapan pagi.

TAFSIR MIMPI

Dono lagi asik santai duduk di halaman belakang, ya baca buku. Indro selesai masak tahu goreng dan di bawa ke halaman belakang, ya duduk bersama Dono dan berkata "Don....tahu goreng!"

"Iya," saut Dono sambil menaruh buku yang di bacanya di meja.

Dono mengambil tahu goreng dan memakannya.

"Emmm...enak. Tapi ada yang kurang ya!" kata Dono.

"Apa yang kurang Don?" tanya Indro sambil makan tahu goreng.

"Kurang cabe rawit," kata Dono.

"Cabe toh. Ya tinggal ngambil aja cabe yang di tanam Kasino di pot," saran Indro.

"Cabe...rawit yang di tanam Kasino di pot," kata Dono.

Dono pun beranjak dari duduknya  ke tempat tanaman cabe rawit yang di tanam di pot dan segera di petik Dono, lalu cabe rawit pun di cuci bersih di air yang mengalir....baru deh di taruh di piring. Dono makan tahu goreng pake cabe rawit.

"Emmmm...enak dan pedas. Sipp!!" kata Dono.

Indro pun makan tahu goreng dengan cabe rawit juga.

"Inilah baru enak. Pedas yang enak," kata Indro.

Indro terus makan tahu goreng pake cabe rawit, ya begitu juga Dono. Indro teringat dengan berita ya berkata ke Dono "Don apa tanggapan mu tenggang berita tentang cowok memberikan maharnya ke cewek....berupa sandal jepit?"

"Berita itu. Menarik," kata Dono.

"Don...kok cuma menarik aja. Lebih kongrit menjelaskannya!" kata Dono.

"Aku kan bukan pembuat berita tentang Mahar sendal jepit. Ya biasa aja!" kata Dono.

"Harusnya luar biasa....gitu jadinya lebih menarik!" kata Indro.

"Baiklah. Tentang berita mahar sendal jepit. Itu kan salah satu mahar... cuma sarat aja, ya permintaan cewek yang di sukai alias di cintai. Kenyataan setelah rumah tangga, ya segala harta suami di pegang istri," penjelasan Dono.

"Iya benar juga ya, cuma sarat aja. Yang asli ya segala harta suami jadi milik istri. Berarti benar beritanya viral dari sekian banyak berita menunjukkan sarat dari permintaan cewek untuk maharnya dia di nikahi," kata Indro menegaskan omongan Dono.

Indro pun makan tahu goreng dengan cabe rawit, ya begitu juga Dono. Indro pun teringat dengan tulisan Dono jadi berkata " Don, tulisan mu yang baru di Blog tentang mimpi bisa maksudnya dua kan?"

"Satu," kata Dono yang tegas.

"Dua, Don...tentang mimpi. Satu tentang mimpi kedewasaan dan satu mimpi tentang tafsirnya kaya cerita Nabi Yusuf," kata Indro.

"Yang kedewasaan di abaikanlah. Umur aku berapa! Kaya anak baru gede aja dan juga kaya cerita sinetron 'Dari Jendela SMP' saja. Yang benar sih tafsir mimpi Nabi Yusuf," kata Dono yang tegas.

"Jadi tafsir mimpi Nabi Yusuf, untuk menegaskan tentang tulisan yang di angkat cerita mimpi. Ya bener sih Don, kamu menulis dua penjelasan mimpi. Satu tentang mimpi sekedar mimpi jadi bunga tidur dan  ke dua, mimpi adalah lintasan masa depan," kata Indro menegaskan omongan Dono.

Indro, ya asik makan tahu goreng pake cabe rawit begitu juga Dono. Kasino, ya selesai urusan kerjaannya dengan Teguh yang bertamu jadinya Kasino ngobrol dengan Teguh di ruang tamu. Teguh, ya pulang gitu. Kasino langsung menutup pintu depan rumah dan ke halaman belakang dan duduk bersama Dono dan Indro langsung makan tahu goreng pake cabe rawit.

"Emmm...enak. Pedasnya sipp! Tapi ngomong-ngomong ini cabe rawit beli apa ngambil di tanaman di pot aku?" kata Kasino.

"Ya, dari tanaman mu di potlah Kasino," kata Dono.

"Iya, dari pot tanamanmu Kasino," kata Indro.

"Ooooo...dari pot tanaman ku. Ya tidak masalah. Enak juga cabe rawit yang selama ini aku rawat dari kecil sampai berbuah," kata Kasino.

"Hoby mu...Kasino banyak manfaatnya!" kata Dono.

"Bener omongan Dono. Hoby mu Kasino banyak manfaatnya!" kata Indro.

"Terima kasih atas pujiannya," kata Kasino.

Kasino, ya menikmati makan tahu goreng page cabe rawit begitu juga Dono dan Indro.

Monday, July 6, 2020

BIDADARI MIMPI

Dono dan Kasino sedang asik main catur di ruang tamu. Ya Indro sedang asik di ruang tengah....nonton Tv. Dono memajukan langkah pion putihnya. Kasino pun memajukan pion hitamnya, lalu Kasino pun berkata "Don sekian banyak artis cewek di tulis di Blog mu....siapa yang paling kamu sukai?"

Dono pun memajukan pion putih lagi, lalu berkata "Paling aku sukai, artis cewek. Siapa ya?"

"Dono kebanyakan berpikir. Pilih satu saja. Gampang," kata Kasino.

Kasino memajukan kuda hitamnya. Dono tetap diam tidak melangkahkan bidak caturnya karena lagi berpikir.

"Ok ini saja yang aku pilih, Bella," kata Dono sambil memajukan peluncur putih dan memakan pion hitamnya Kasino.

"Bella, Don. Bukannya Bella...jarang di tulis di Blog. Kenapa Don?" kata Kasino sambil memajukan langkah kuda hitam dan memakan pion putih.

"Karena...Bella itu masuk ke dalam mimpi aku. Sampai sekarang aku juga masih bingung. Amalan apa yang membuat Bella bisa masuk ke dalam mimpi aku. Benar tanda tanya besar buat aku," kata Dono sambil memajukan pion putihnya.

"Oh...jadi alasannya karena masuk dalam mimpi. Ah Don.....mimpi bunganya tidur," kata Kasino sambil memajukan langkah peluncur hitamnya.

Dono pun memajukan langkah pion putihnya dan berkata "Memang sih mimpi bunganya tidur. Padahal mimpi juga lintasan masa depan".

"Lintasan masa depan. Mungkin juga jodoh di dalam mimpi tapi kenyataannya belum tentu...Don," kata Kasino sambil memajukan ster hitamnya.

"Mungkin juga. Tetap saja aneh. Amalan apa yang membuat aku bisa memimpikan Bela?!" kata Dono sambil memajukan langkah kuda putihnya.

"Amalan....mu ya Don. Kalau aku pikir baik-baik...ya entahlah amalan apa? Aku tidak tahu. Kalau kenyataan apa kamu pernah bertemu dengan Bella?" kata Kasino sambil memajukan langkah kuda hitam dan memakan pion putih punya Dono.

"Tidak pernah bertemu di kenyataan," kata Dono sambil memajukan langkah kuda putih dan memakan pion hitamnya Kasino.

"Berarti sekedar mimpi aja Don," kata Kasino sambil memajukan langkah ster dan memakan kuda putihnya Dono.

"Ya...memang sekedar mimpi....aja, tetap saja Bella menjadi Bidadari Mimpi...buat aku," kata Dono sambil memajukan ster putih dan memakan peluncur hitamnya Kasino.

"Bidadari Mimpi. Aku akui sih Bella cantik, tapi Bella sudah cerai dengan suaminya orang Malaysia...ya nama juga jalan kehidupan artis. Hari ini A besok B lalu kembali lagi ke A," kata Kasino sambil memajukan benteng hitamnya.

"Ya sudahlah jangan ngomongin tentang Bella lagi!" kata Dono memajukan langkah ster putih dan memakan kuda hitam Kasino dan berkata "Skak."

"Waduh...skak," kata Kasino.

Kasino pun berpikir dengan cermat untuk menyelamatkan raja hitamnya, lalu di langkahkan raja hitam pun di langkahkan dengan baik. Dono langsung memajukan langkah benteng putih dan memakan pion hitam dan berkata Dono "Skak lagi...Kasino."

"Haaaa...skak lagi," kata Kasino.

Kasino pun tidak bisa menyelamatkan raja hitam, jadi kalah main caturnya sama Dono.

"Aku menang," kata Dono yang senang.

"Kita berhenti main catur Don," kata Kasino.

"Iya," saut Dono.

Dono pun segera mengambil buku di meja dan membacanya. Kasino ya membereskan catur setelah itu main game di Hp-nya. Indro tetap asik nonton Tv....ya berita-berita yang menarik yang di sajikan chanel METRO TV.

Sunday, July 5, 2020

MASUK AKAL GAK YA!

Dodo bersama Jojo ke rumah sakit untuk menjengukku Dadang yang sakit. Sampai di rumah sakit, ya malem sih. Jojo langsung markirin motor dengan baik.

"Dodo, ayo!" kata Jojo.

"Ayo, kemana?" tanya Dodo.

"Ayolah, ke dalam. Ke ruangan di mana Dadang di rawat!" kata Jojo.

"Ayo!" kata Dodo.

Tiba-tiba Dodo merasakan hal gak enak sampai bulu kuduknya merinding.

"Jojo, pulang aja yuk! Rasanya hari ini kita bisa sial," kata Jojo.

"Jangan hal yang aneh-aneh ah! Baru juga nyampe udah mau pulang. Temui Dadang dulu baru pulang!" kata Jojo.

"Iya," saut Dodo.

Dodo dan Jojo berjalan menuju ruangan di mana Dadang di rawat. Muncullah orang-orang berpakaian putih. Dodo yang ketakutan melihat orang-orang berbaju putih dan berkata "Hantu."

"Dodo, itu bukan hantu. Itu orang-orang pake baju seragam putih nama lainnya APD...ya tertutup semuanya sih, emang sih kaya hantu... tujuannya menanggulangi penyakit covid-19," kata Jojo menjelaskan.

"Oh begitu," kata Dodo.

Dodo pun tidak ketakutan lagi. Jojo dan Dodo pun masuk ruangan. Tiba-tiba pintu tertutup.

"Jojo...jangan-jangan kita salah masuk ruangan," kata Dodo.

"Enggaklah salah ruangan. Ayo jalan terus ke ruangan Dadang di rawat," kata Jojo.

"Iya," saut Dodo.

Dodo dan Jojo terus berjalan menuju ruangan Dadang di rawat. Dodo pun membaca tulisan di kaca 'Kamar Mayat', jadi berkata pada Jojo "Kita salah masuk ruangan Jojo, kan sial."

"Masa iya," kata Jojo.

"Baca sendiri tulisan di kaca!" kata Dodo.

Jojo membaca tulisan di kaca "Kamar Mayat. Waduh salah masuk. Pantes banyak mayat terbaring di ranjang," kata Jojo.

"Ini mayat. Matinya kenapa...ya?" tanya Dodo dengan rasa takut.

"Paling...sakit jantung," kata Jojo.

"Kok sakit jantung," kata Dodo.

"Kalau fungsi jantung tidak berdetak lagi, jadinya mati. Jadi penyebab kematiannya jantung," kata Jojo menjelaskan.

"Jadi kalau kena penyakit diabetes sama aja kena penyakit jantung," kata Dono.

"Iya lah, kalau matinya karena penyakit diabetes itukan dianosa awal pada akhirnya jantung juga. Detak jantung berhenti," kata Jojo.

"Masuk akal juga ya. Kalau kena penyakit di sebab kan virus covid-19, ya pernapasan sih dan mati. Jadi bisa di bilang penyakit jantung," kata Dodo.

"Iya, iyalah. Dianosa awalnya pernapasan dan akhirnya jadi jantung juga karena jantungnya tidak berdetak lagi," kata Jojo.

"Masuk akal juga," kata Dodo.

Dodo dan Jojo, ya keluar dari ruangan tersebut dan segera ke ruangan di mana Dadang di rawat. Sampai di ruangan Dadang di rawat, ya Dodo dan Jojo melihat keadaan Dadang baik-baik saja. Setelah itu baru pulang deh Dodo dan Jojo.

CAMPUR ADUK

BAD NEWS BEARS

Malam hari, ya bulan bersinar dengan baik. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus...tema cinta di chenel MDTV, ya seperti biasa s...

CAMPUR ADUK