Isi cerita yang di baca Budi :
Savitri Rao, seorang janda, berharap putra tunggalnya, Wishwa, tumbuh menjadi Inspektur yang pemberani. Tapi Vishwas ingin menjadi aktor. Berpakaian sebagai Inspektur Polisi untuk pemotretan, ia bertemu pekerja sosial Kajal saat mengejar mobil. Kajal salah mengira dia sebagai inspektur dan berterima kasih padanya karena membantunya menangkap preman, sementara Vishwas ikut bermain. Dia keliru diterbitkan di surat kabar sebagai Inspektur, yang dilihat Savitri. Dia tiba di Mumbai untuk melihat mimpinya menjadi kenyataan, dan keadaan membuat Vishwa melakukan kebohongannya tidak hanya kepada Kajal, tetapi juga kepada ibunya.
Saat syuting untuk sebuah film, ibu Vishwas menemukan bahwa dia bukan seorang inspektur. Dia pingsan dan dirawat di rumah sakit, di mana dokter mengatakan kepadanya bahwa dia perlu dioperasi dan jumlah yang dibutuhkan adalah1 juta. Dia setuju untuk bekerja untuk Gundappa (bos dari preman yang ditangkap Vishwa dan Kajal) untuk uang di mana dia perlu membawa CD untuk mereka. Saat melarikan diri setelah mendapatkan CD dia ditangkap oleh polisi dan secara tidak sengaja menembak dua petugas polisi. Karena dia sekarang adalah seorang pembunuh, dia tidak punya pilihan selain bergabung dengan geng Gundappa.
Sementara itu, Kajal, yang mendapat kesan bahwa Vishwa telah menjadi jahat, bersama dengan beberapa pria berencana untuk menyelamatkannya dari melakukan kejahatan apa pun. Jadi mereka pergi ke sarang geng dan memberi tahu Gundappa yang bodoh bahwa dia datang untuk menikahi Vishwa. Sehingga menimbulkan kebingungan sehingga Gundappa meninggalkan Wiswas. Di sisi lain, Komisaris Gabungan (yang juga diculik) memberi tahu Savitri bahwa Vishwas sebenarnya tidak melakukan kejahatan apa pun tetapi bekerja untuk polisi. Kajal mengetahui ini dari Savitri nanti dan pergi untuk meminta maaf kepada Vishwas karena salah paham dengannya. Tidak tahu bahwa mereka sedang diawasi di CCTV, dia meminta maaf kepada Vishwa dan membocorkan rincian rencananya. Entah bagaimana, Vishwa dan teman-temannya bisa melarikan diri.
Tapi ibunya dan Kajal dipegang oleh Napoleon (Don pamungkas, bos Gundappa). Setelah melawan preman, Vishwas menyerahkan Napoleon (yang diturunkan menjadi ayahnya sendiri) ke polisi dan memberitahu semua orang bahwa dia akan menjadi seorang perwira polisi karena mereka adalah pahlawan kehidupan nyata. Dia melakukan semua tindakan film sebagai petugas polisi palsu dan sekarang ingin menjadi polisi sejati. Impian ibunya akhirnya tercapai. Tapi ibunya dan Kajal dipegang oleh Napoleon (Don pamungkas, bos Gundappa). Setelah melawan preman, Vishwas menyerahkan Napoleon (yang diturunkan menjadi ayahnya sendiri) ke polisi dan memberitahu semua orang bahwa dia akan menjadi seorang perwira polisi karena mereka adalah pahlawan kehidupan nyata.
Dia melakukan semua tindakan film sebagai petugas polisi palsu dan sekarang ingin menjadi polisi sejati. Impian ibunya akhirnya tercapai. Tapi ibunya dan Kajal dipegang oleh Napoleon (Don pamungkas, bos Gundappa). Setelah melawan preman, Vishwas menyerahkan Napoleon (yang diturunkan menjadi ayahnya sendiri) ke polisi dan memberitahu semua orang bahwa dia akan menjadi seorang perwira polisi karena mereka adalah pahlawan kehidupan nyata. Dia melakukan semua tindakan film sebagai petugas polisi palsu dan sekarang ingin menjadi polisi sejati. Impian ibunya akhirnya tercapai.
***
Budi selesai membaca cerpen, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja.
"Emmm," kata Budi.
Budi menikmati dengan baik sih minum kopi dan makan keripik talas. Eko datang ke rumah Budi, ya Eko memarkirkan dengan baik sih motornya di depan rumah Budi. Eko duduk dengan baik sih dekat Budi.
"Hidup ini," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
"Kritik," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
"Kritikan kita....ke polisi dan tentara....tetap sama kan Budi?" kata Eko.
"Ya tetap sama sih Eko....kritikan kita ke polisi dan tentara!" kata Budi.
"Putih dan Hitam," kata Eko.
"Ya Putih dan Hitam," kata Budi.
"Putih, ya polisi dan tentara menjalankan dengan baik peraturan ini dan itu dengan tujuan ini dan itu. Hitam, ya polisi dan tentara melanggar peraturan ini dan itu dengan tujuannya ini dan itu," kata Eko.
"Ya penjelasan Eko tentang Putih dan Hitam," kata Budi.
"Jika polisi dan tentara melakukan kesalahan, ya harus di hukum dengan baik gitu!" kata Eko.
"Bener sih omongan Eko!" kata Budi.
"Ya di berita di Tv saja...menceritakan dengan baik sih tentang polisi dan tentara yang melakukan kesalahan jadi di proses dengan baik hukumannya," kata Eko.
"Nama juga berita Tv....memang menceritakan dengan baik tentang polisi dan tentara yang melakukan kesalahan jadi di proses dengan baik hukumannya!" kata Budi.
"Sekedar obrolan lulusan SMA kan Budi?" kata Eko.
"Memang sekedar obrolan lulusan SMA!" kata Budi.
"Kritikan ke orang-orang pemerintahan yang kerja di dinas ini dan itu...tetap sih Putih dan Hitam," kata Eko.
"Aku sependapat dengan Eko tentang kritikan ke orang-orang yang kerja di dinas ini da itu....tetap Putih dan Hitam!" kata Budi.
"Orang-orang pemerintahan yang kerja di dinas ini dan itu yang melanggar peraturan harus di hukum dengan baik!" kata Eko.
"Aku setuju dengan omongan Eko!" kata Budi.
"Demokrasi negeri ini," kata Eko.
"Ya Demokrasi negeri ini," kata Budi.
"Aku sebagai rakyat kecil menggunakan dengan baik hak rakyat untuk menyuarakan dengan baik kebebasan berpendapat dengan cara mengkritik kinerja orang-orang pemerintahan!" kata Eko.
"Ya aku sama dengan Eko sih....menggunakan dengan baik sih hak rakyat kecil menyuarakan dengan baik kebebasan berpendapat dengan cara mengkritik kinerja orang-orang pemerintahan!" kata Budi.
"Hidup....Demokrasi!" kata Eko.
"Hidup...Domokrasi!" kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
"Ya aku memahami dengan baik ilmu agama jadi berjalan di jalan yang baik demi kebaikkan diri, keluarga dan orang lain," kata Eko.
"Ya aku juga sih memahami dengan baik ilmu agama jadi berjalan di jalan yang baik demi kebaikkan diri, keluarga, dan orang lain," kata Budi.
"Aku tetap mengikuti peraturan yang ada demi kebaikan aku," kata Eko.
"Ya aku juga sih....mengikuti dengan baik sih peraturan yang ada demi kebaikan aku," kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
"Main permainan Ular Tangga saja Budi!" kata Eko.
"Oke....main permainan Ular Tangga saja!" kata Budi.
Budi mengambil permainan Ular Tangga di bawah meja, ya permainan Ular Tangga di taruh di atas meja. Eko dan Budi main permainan Ular Tangga dengan baik gitu.
"Pendapat aku dan Budi....di lindungin dengan baik sama Undang-Undang yang ada di negeri ini," kata Eko.
"Benerlah omongan Eko!" kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
Budi dan Eko, ya asik sih main permainan Ular Tangga gitu.
"Ngomongin acara Tv," kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"Acara Tv DMD Panggung Rezeki.....bagus kan Eko?" kata Budi.
"Yaaa memang sih Budi....acara Tv DMD Panggung Rezeki....bagus sih!" kata Eko.
"Menghibur penonton di rumah," kata Budi.
"Ya memang menghibur penonton di rumah!" kata Eko.
"Suasana keadaan happy-happy!!!" kata Budi.
"Omongan Budi benar lah!" kata Eko.
"Emmmm," kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
Eko dan Budi tetap asik sih main permainan Ular Tangga gitu.
No comments:
Post a Comment