CAMPUR ADUK
Friday, December 17, 2021
AKHLAKNYA
Thursday, December 16, 2021
DIA BAHAGIA AKU PUN BAHAGIA
Wednesday, December 15, 2021
SUAMI PENYABAR
Tuesday, December 14, 2021
KISAH CINTA
Monday, December 13, 2021
PENJAGA HATI
"Eko. Apa menurutmu tentang foto cewek-cewek cantik di koran ini?!" kata Budi, ya sambil menunjukkan foto di koran sama Eko.
Eko memang sedikit terkejut dengan omongan Budi, sambil menunjukkan foto di koran, ya cewek-cewek cantik.
"Belum apa-apa urusan dengan foto di koran cewek-cewek cantik," kata Eko.
Eko melihat dengan baik foto di koran, ya cewek-cewek cantik.
"Menurut ku sih.....cantik cewek-cewek di foto di koran," kata Eko.
Budi tidak lagi menunjukkan foto di koran, ya sama Eko, ya Budi pun merapihkan koran dan dan di taruh di meja, ya selesai baca gitu.
"Ya memang sih....cewek-cewek yang di foto di koran....cantik," kata Budi.
"Jangan-jangan ingin di buat permainan lagi, ya Budi?!" kata Eko.
"Maunya gitu sih," kata Budi.
"Memang permainan seperti apa?!" kata Eko.
"Permainannya sih mudah sih. Ya cuma pilih cewek yang ada di foto di koran sih!" kata Budi.
"Ooooo cuma pilih cewek di foto di koran toh. Kalau aku pilih salah satu cewek di foto di koran. Apa akan di kaitan dengan dunia kenyataan tentang aku dan Budi, ya cerita ini dan itu?!" kata Eko.
"Biasanya?!" kata Budi.
"Dikaitkan, ya permainan seadainya!" kata Eko dengan tegas.
"Memang sih dikaitkan, ya seperti biasanya permainan seadainya. Tapi kali ini tidak perlu dikaitkan, ya cukup pilih saja!" kata Budi.
"Ok....aku pilih dengan baik. Menurut ku berdasarkan permainan seadainya, ya aku tidak memilih salah satu cewek di foto di koran!" kata Eko.
"Kok....tidak pilih. Kenapa Eko?!" kata Budi.
"Cewek-cewek di foto di koran kan......sudah dekat dengan cowok sih. Kalau memilih, ya takut ada yang marah saja," kata Eko.
"Memang sih....cewek-cewek di foto di koran, ya sudah dekat dengan cowok. Kalau di pilih, ya takutnya ada yang marah. Kalau cewek masih jomlo, ya enak di pilih sih, ya tidak ada yang marah sih," kata Budi.
"Maka itu....cewek-cewek di foto koran itu mempopulerkan lagu 'Jangan Coba-Coba'. Kalau di pikir baik lebih baik tidak pilih lah karena dekingannya banyak, ya takut marah sama kita," kata Eko.
"Iiiiiiii takut banget. Penjaga hatinya banyak banget!" kata Budi.
"Lebih baik pilih lain!" kata Eko.
"Pilih lain. Siapa ya?!" kata Budi.
"Mungkin....Findi saja!" kata Eko.
"Findi. Kan ada cowok yang deket sama Findi," kata Budi.
"Findi di dekat sama cowok. Kalau gitu tidak jadi ah. Nanti penjaga hatinya marah-marah sama aku. Aku takut deh. Serem...gitu!" kata Eko.
"Jadi gimana dengan permainan kita....jadi milih apa tidak, ya foto cewek-cewek di koran?!" kata Budi.
"Tidak jadi milih. Ada penjaga hatinya. Nanti marah-marah!" kata Eko dengan tegas.
"Ya....sudah ah. Permainan udahan ah. Milih Cewek-cewek di foto di koran, ya grubgirl Byoode. Lebih baik main catur saja!" kata Budi.
"Ok....lebih baik main catur!" kata Eko.
Budi mengambil papan catur di bawah meja, ya di taruh papan catur di atas meja. Budi dan Eko, ya menyusun dengan baik bidak catur di atas papan catur. Keduanya main catur dengan baik.
Sunday, December 12, 2021
PEMIMPIN KOTA
Saturday, December 11, 2021
HAPPY
Friday, December 10, 2021
BUKAN HOAX
HUJAN
Wednesday, December 8, 2021
TENTANG KEMATIAN
GHIBAH
Tuesday, December 7, 2021
SUASANA HATI
Monday, December 6, 2021
PASAR
Friday, December 3, 2021
GUBUK DERITA
"Gubuk derita," kata Budi.
"Ada apa dengan gubuk derita?!" kata Eko.
"Zaman sekarang ini. Hidup di kota. Ya terlihat bermacam-macam bangunan rumah yang ini dan itu......pokoknya rumahnya sesuai rencana manusia, ya di buat gedong gitu. Aku teringat lagu gubuk derita dan juga tentang rumahnya orang miskin, ya gubuk sih," kata Budi.
Budi mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik kopi lah.
"Nama juga ruang lingkup di kehidupan sehari-hari dari orang kaya sampai miskin," kata Eko.
Eko mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik kopi lah. Budi menaruh gelas berisi kopi, ya di meja lah.
"Orang miskin yang hidup di gubuk derita, ya kalau masak masih pake kayu," kata Budi.
Eko menaruh gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik kopi lah.
"Kaya acara Tv yang menceritakan masak ini dan itu, ya pake tungku sih," kata Eko.
"Hasil makan yang di masak pake tungku, ya enak juga sih," kata Budi.
"Orang desa hidup di gubuk derita masih mau. Karena cinta sih," kata Eko.
"Tapi kan kalau orang kaya, ya mana mau hidup di gubuk derita. Ya terbiasa hidup enak ini dan itu," kata Budi.
"Maka itu Budi. Carilah cewek yang bisa di ajak susah dan senang. Jangan cari cewek yang ingin seneng saja!" kata Eko.
"Omongan Eko sih, ya ada bener sih. Cari cewek itu, ya bisa di ajak susah dan senang. Jangan cari cewek yang inginnya seneng saja, ya cewek kaya raya sih," kata Budi menegaskan omongan Eko.
"Mengikuti maunya cewek kaya itu, ya jadi kelimpungan banget sih, ya enggak Budi?!" kata Eko.
"Ya begitulah. Karena harus menyesuaikan derajatnya sih," kata Budi.
"Main catur saja!" kata Eko.
"Ok....main catur!" kata Budi.
Budi mengambil papan catur di bawah meja, ya di taruh di atas meja papan catur. Budi dan Eko, ya menyusun bidak catur di atas papan catur.
"Eko. Liburan. Main ke pantai," kata Budi.
"Liburan. Boleh sih main ke pantai. Ya ngajak Abdul juga kan?!" kata Eko.
"Ya iyalah ngajak Abdul juga," kata Budi.
"Main ke pantai. Berenang dan juga mancingkan Budi?!" kata Eko.
"Iya Eko. Berenang dan mancing," kata Budi.
Budi teringat gubuk di pinggir pantai.
"Eko....di pinggir pantai, ya ada gubuk kan?!" kata Budi.
"Ada sih. Tempat yang di sediakan pengelola pantai, ya sampai penginapan. Tujuannya tradisional sih, ya tetap ada moderen juga," kata Eko.
"Daya tarik, ya kan Eko?!" kata Budi.
"Iya daya tarik," kata Eko.
"Kadang orang kaya, yang menghilangkan rasa stresnya hidup di kota, ya main ke pantai dan tinggal di penginapan yang di kelola pantai," kata Budi.
"Maka itu, ya pengola pantai menyiapkan segala fasilitas yang ini dan itu, ya tujuannya membuat senang pengunjung dan rasa stresnya hilang," kata Eko.
"Konsep sederhana dalam menjalankan hidup itu lebih baik, ya kan Eko?!" kata Budi.
"Iya. Konsep sederhana menjalankan hidup lebih baik!" kata Eko menegaskan omongan Budi.
"Gubuk derita, ya sudahlah. Lebih baik fokus main catur!" kata Budi.
"Ok!" kata Eko.
Eko dan Budi, ya main catur dengan baik.
Wednesday, December 1, 2021
MENIKMATI MAKAN BAKSO
Monday, November 29, 2021
MAKAN MALAM DI RESTORAN
BUNGA YANG SUSAH UNTUK DI LUPAKAN
SEANGGUN BIDADARI
Friday, November 26, 2021
PROSES HIDUP
"Abdul. Kita ini berasal dari keluarga miskin....kan?!" kata Budi.
"Iya," kata Abdul.
"Karena dari keadaan kemiskinan, ya jadi berusaha untuk jadi kaya, ya harus kerja keras lebih dari usahanya orang sudah kaya dari lahir kan....Abdul?!" kata Budi.
"Ya memang sih. Kita dari keadaan miskin, ya jadinya kita berusaha lebih keras lagi untuk jadi kaya, ya beda dengan orang lahir dari kecil, ya sudah kaya," kata Abdul menegaskan omongan Budi.
"Sabar dan terus berusaha dengan baik, ya diiringi ibadah yang baik, ya pasti berhasil jadi kaya," kata Budi.
"Omongan Budi bener lah. Contohnya : motor yang masih kredit Budi. Setelah lulus sekolah SMA, ya Budi berusaha dengan baik kerja di perusahaan, ya jadi buruk pabrik. Dari gaji tempat Budi bekerja, ya bisa kredit motor. Padahal awalnya pergi kerja naik angkot. Dari usaha yang keras yang di iringi ibadah yang baik, ada nilai kesabaran tinggi dalam diri Budi. Ya Budi berhasil mengubah nasif dari miskin jadi mampu. Kalau di tekunin dengan baik, ya bisa jadi kaya, ya dengan jalan mengikuti perkembangan zaman, ya lewat pendidikan lah," kata Abdul.
"Memang dengan ketekunan bisa jadi kaya, ya harus mengikuti perkembangan zaman, ya lewat pendidikan," kata Budi menegaskan omongan Abdul.
"Aku saja berusaha dengan baik mengolah usaha ku, ya agar jadi kaya. Walau masih menggunakan ilmu SMA. Tapi aku mengikuti perkembangan zaman, ya membeli buku ini dan itu yang berkaitan dengan usaha ku yang aku jalankan dengan baik, ya agar maju lah usaha ku. Kalau aku berhasil aku kuliah lah, ya ngambil bidang ekonomi lah, ya tujuan aku sih bisa sejajar dengan cewek yang aku sukai, ya Putri. Putri kan kuliah dengan baik di Jakarta," kata Abdul.
"Usaha Abdul berjalan dengan baik, ya karena mengikuti perkembangan zaman. Ya aku memang ingin kuliah juga, ya tujuannya untuk maju jadi orang kaya," kata Budi.
"Sama aja dengan Eko, ya ingin kuliah, ya tujuannya ingin maju dan juga kaya. Karena hidup di tuntut mengikuti perkembangan zaman, ya lewat pendidikan lah untuk mendapat pengetahuan lebih baik lagi," kata Abdul.
"Main catur saja!" kata Budi.
"Ok....main catur!" kata Abdul.
Budi sudah mengambil papan catur di bawah meja, ya di taruh dengan baik papan catur di atas meja. Budi dan Abdul menyusun dengan baik bidak catur di atas papan catur.
"Kalau seandainya aku lahir dari keadaan kaya, ya pastinya aku sudah kuliah, ya sama seperti Erwin. Ya Erwin sedang menjalankan kuliahnya dengan baik di Jakarta," kata Budi.
"Ya kalau lahir dari keadaan kaya. Kenyataan tetap lahir dari keadaan miskin, ya di jalan kan dengan baik. Selama ada jalan untuk mencapai jadi kaya, ya bisa jadi kaya. Contohnya : banyak sekali. Dari keadaan miskin, ya mengikuti proses kehidupan dengan baik, ya jadi kaya, " kata Abdul.
"Ya harus mengikuti proses hidup. Suatu saat aku jadi kaya, ya bisa beli mobil. Mungkin bisa kontan atau kredit, ya beli mobilnya....kan di perhitungkan dari keuangan," kata Budi.
"Hp saja kan Budi bisa kontan. Berarti ada kemungkinan Budi di masa depan yang di ingin Budi, ya bisa beli mobil. Kalau keputusan Budi beli mobil kaya sama beli motor, ya antara kontan atau kredit, ya tidak masalah sih. Kalau aku berhasil dengan usaha ku, ya pasti aku beli mobil sampai rumah," kata Abdul.
"Ya sudahlah tidak perlu di obrolin lebih jauh. Kan masih proses semuanya dalam menjalankan hidup. Ya Abdul fokus main caturnya!" kata Budi.
"Ok!" Abdul.
Abdul dan Budi, ya main catur dengan baik. Sedangkan Eko, ya sedang ada urusan cinta lah seperti biasanya dengan Purnama. Eko dan Purnama sekedar ngobrol saja di ruang tamu.
Thursday, November 25, 2021
PERMAINAN SEANDAINYA
"Eko.....pasar sekarang masih lagu-lagu jawa?!" kata Budi.
"Kalau aku nonton Tv, ya masih lagu jawa di nyanyikan dengan baik," kata Eko.
"Berarti....cewek ini cantik!" kata Budi.
Eko memang kaget, ya mendengar omongan Budi, ya memuji cewek cantik.
"Cewek yang mana yang di puji Budi?!" kata Eko.
"Cewek yang ada di koran ini lah. Fotonya!" kata Budi.
Eko mengambil koran dari tangan Budi, ya untuk melihat foto cewek yang di puji Budi....cantik.
"Oooooo cewek ini. Relatif lah....cantik," kata Eko.
"Kok....relatif? Jangan-jangan di kaitan dengan Purnama, ya Eko, ya perbandingan gitu?!" kata Budi.
"Tidak ada kaitan dengan Purnama untuk menilai sesuatu, ya hanya foto cewek di koran!" kata Eko.
"Iya deh. Aku mengerti omongan Eko. Ya tidak ada kaitan dengan Purnama. Cewek yang di foto yang di koran itu, ya memang sih cantik itu relatif. Tergantung siapa yang menilai sih?!" kata Budi.
"Cewek di koran ini. Pernah menjalin asmara dengan cowok, ya sesama penyanyi," kata Eko.
"Memang sih cewek di koran itu pernah menjalin asmara dengan cowok, ya sesama penyanyi gitu. Kalau main seandainya....aku ingin menjalin kisah cinta sama cewek di koran," kata kata Budi.
"Khayalan ya Budi?!" kata Eko.
"Ya...khayalan lah Eko. Kan main seandainya. Kalau sebenarnya, ya tidak mungkin lah. Siapa aku? Siapa dia?" kata Budi.
"Budi kan. Cowok yang berani bersaing dalam urusan cinta," kata Eko.
"Memang sih aku cowok yang berani bersaing urusan cinta. Ya modal ku kan cuma modal motor kredit, ya kalau lunas kreditannya jadi milik aku sepenuhnya lah motor lah," kata Budi.
"Kalau cewek biasa-biasa....Budi. Ya cewek mau sama Budi lah. Karena kan Budi tipe cowok yang pekerja keras dan bertanggungjawab ketika sesuatu telah di putus kan dengan baik," kata Eko.
"Cewek biasa-biasa saja aku bisa mendapatkan sih. Oiya. Kalau motor ku lunas, ya di modalin untuk lamar cewek. Harga motor naik apa turun?!" kata Budi.
"Ya motor Budi jadi motor bekas lah, ya harganya turun, ya beda dengan harga motor barulah yang belum di pakai," kata Eko.
"Paling kisaran harganya, ya sesuai dengan omongan sana sini tentang harga motor bekas kan Eko?!" kata Budi.
"Ya begitu lah," kata Eko.
"Berarti aku kalah dalam permainan kekayaan. Ya tidak bisa mendapatkan cewek yang ada di foto kan...Eko?!" kata Budi.
"Masih permainan seandainya?!" kata Eko, ya sambil menaruh koran di meja.
"Ya masih sih!" kata Budi.
"Masih toh. Ya kalau begitu Budi kalah lah dalam permainan. Cowok yang pernah menjalin asmara dengan cewek di foto di koran, ya karirnya menyanyi bagus, ya kaya gitu. Budi, ya tidak ada apa-apa ya dalam urusan kerjaan dan kekayaan. Apa lagi cewek yang foto ya di koran, ya tipe cewek pekerja keras, ya karir menyanyi lagi bagus-bagusnya. Cewek zaman sekarang ini, ya pinter-pinter, ya hidup tidak bisa makan cinta. Harta itu penting untuk menjalankan hidup, ya jauh dari hidup susah, ya kemiskinan. Kaya itu enak, ya serba bercukupan, ya lebih gitu. Ya kemungkinan sih cewek yang berhasil ini dan itu, ya memilih cowok yang sama kedudukannya, ya jalan hubungan jadi baik gitu," kata Eko.
"Kalau umur gimana Eko?!" kata Budi.
"Kalau umur sih tidak ada masa lah sih. Yang penting itu...jaminan hidup!" kata Eko.
"Ya sudah lah permainan seandainya di sudahin saja, ya sekedar obrolan, ya ngomongin cewek yang fotonya ada di koran. Ya artis Happy Asmara!" kata Budi.
"Emmmm," kata Eko.
"Main catur saja!" kata Budi.
"Ok!" kata Eko.
Eko dan Budi, ya mulai menyusun bidak catur di atas papan catur. Keduanya main catur dengan baik lah.
CAMPUR ADUK
BAD NEWS BEARS
Malam hari, ya bulan bersinar dengan baik. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus...tema cinta di chenel MDTV, ya seperti biasa s...
CAMPUR ADUK
-
1. Asal Usul Pangeran Jayakusuma Alkisah cerita, ada sebuah kerajaan yang besar di daerah Timur dengan rajanya yang bernama Prabu Braw...
-
Sekurang-kurangnya sepuluh atau lima belas orang, laki-laki dan perempuan, berdiri dalam satu deretan panjang, berbaris dari belakang dan...
-
Pagi indah sekali di Baturaden. Matahari bersinar cerah menimpa pohon-pohon ceramah yang kelihatan hijau berkilat. Puncak Gunung Slamet m...