CAMPUR ADUK

Sunday, July 4, 2021

BERHENTI CERITA ROH

Kasino dan Indro sedang duduk di ruang tengah, ya nonton Tv. Acara Tv yang di tonton berita sih.

"Beritanya bidang kedokteran," kata Indro.

"Masih menanggulangi covid-19. Ya beritanya berkaitan dengan bidang kedokteran. Dokter menjelaskan ini dan itu untuk menanggulangi penyakit yang mengganggu kesehatan manusia," kata Kasino.

Kasino dan Indro terus menonton berita di Tv. Dono selesai mengetik di leptopnya, ya leptop di matikan. Dono mengambil buku di meja dan segera keluar dari kamar. Saat di ruang tengah, ya Dono melihat Kasino dan Indro sedang asik nonton berita di Tv.

"Beritanya masih urusan kesehatannya," kata Dono.

"Beritanya masih urusan kesehatan manusia," saut Indro.

"Keadaan sekarang terus di beritakan dengan baik," kata Kasino.

"Oooo iya. Don masih mendengarkan suara Roh kan?" kata Indro.

"Masih sih. Tidak perlu di ceritakan lah!" kata Dono.

"Kenapa Don!" kata Indro dan Kasino bersamaan.

"Ya bisa di ambil dari berita di Tv. Manusia lebih senang bidang kedokteran dan teknologi dari pada ilmu gaib," kata Dono.

"Kenyataan kehidupan memang sih. Manusia lebih senang bidang kedokteran dan teknologi dari pada ilmu gaib. Karena ilmu gaib itu......susah untuk di buktikan kecuali Dono bisa membuktikan," kata Indro.

"Ilmu pengetahuan telah berkembang dengan baik, ya membangun ini dan itu. Bukti kenyataan gitu," kata Kasino.

"Lebih baik cerita Roh di hentikan saja!" kata Dono.

"Rahasia tentang kebenaran ini dan itu....tertutup selamanya dong?!" kata Indro.

"Ya," kata Dono.

"Keputusan Dono. Mau di kata apa?!" kata Kasino.

"Keputusan Dono. Cerita Roh di hentikan. Manusia itu lebih tertarik ilmu pengetahuan yang membangun ini dan itu dari pada ilmu gaib," kata Indro.

"Kalau begitu aku baca buku ah!" kata Dono.

"Iya!" kata Indro dan Kasino bersamaan.

Kasino dan Indro masih terus nonton Tv lah. Dono ke ruang tamu. Duduk dengan baik Dono di sofa dan segera membaca buku. Dono males membaca buku yang berat, ya seperti buku ilmu pengetahuan tingkat Sarjana.....maka itu Dono membaca buku yang ringan isinya, ya buku cerita seperti Dongeng dan Legenda Rakyat. 

"Berita PPKM Darurat berjalan dengan baik ya," kata Indro.

"Kenyataan beritanya di beritakan seperti itu. Walaupun ada kendala ini dan itu kan di evaluasi dengan baik," kata Kasino.

"Sudah lah tidak perlu di  bahas lebih jauh!" kata Indro.

"Emmmm," kata Kasino.

Kasino dan Indro fokus nonton Tv. Acara Tv terus memberitakan seputar ini dan itu dengan baik banget.

PEMALU

Billy seorang pemuda yang baik dan juga pekerja keras. Billy bekerja dengan baik di perusahaan swasta dengan tujuannya Billy telah cukup uang tabungannya melamar Memes. Ya Memes cewek yang di sukai Billy sih. Billy berteman baik sama Memes, ya tetap teman baik tidak ada cinta gitu. Billy memang pemalu untuk menyatakan cintanya pada Memes. Anwar teman baik Billy, ya tahu hubungan Billy dengan Memes. Billy sering bercerita tentang Memes kepada Anwar. Dengan baik Anwar mendengarkan cerita Billy.

Sampai suatu ketika. Billy sedang duduk santai di taman. Anwar melihat Billy duduk di taman, ya menghampirinya. Anwar duduk di selah Billy. Anwar berkata "Billy aku dapet info bahwa Memes telah di lamar orang,"

Billy kaget mendengarkan omongan Anwar bahwa Memes telah di lamar orang. Billy menunduk kepala dan berkata "Beginilah nasif jadi cowok pemalu yang tidak bisa mengungkapkan cinta pada cewek yang di sukai."

"Aku mengerti keadan mu Billy. Yang sabar ya!" kata Anwar.

"Iya," kata Billy.

"Seharusnya Billy mengungkapkan rasa suka dari dulu....sama Memes. Jadi tidak di duluin orang," kata Anwar.

"Aku diam membisu di hadapan Memes. Jadi tidak bisa mengungkapkan perasaan ku," kata Billy.

"Susah dengan sifat mu itu. Malu mengungkapkan perasaan," kata Anwar.

"Iya," kata Billy.

"Billy kalau punya sifat pemberani menyatakan cinta.....bisa mendapatkan Memes dengan baik," kata Anwar.

"Sebenarnya aku pernah mencoba beberapa kali untuk menyatakan cinta sama Memes. Tetap tidak bisa," kata Billy.

"Billy. Billy. Billy. Sebenarnya sih Billy....masih bisa sih menyatakan perasaan Billy ke Memes. Sebelum akad nikah terjadi," saran Anwar.

"Kalau aku di tolak gimana?" kata Billy.

"Yang terpenting itu Billy mengungkapkan perasaan suka sama Memes. Di tolak kan tidak ada masalah. Yang terpenting rasa penasaran itu tidak ganjel di hati kan. Plong rasa!!!!" kata Anwar.

"Iya juga ya. Aku coba ah menyatakan rasa suka pada Memes," kata Billy.

Billy dan Anwar meninggalkan taman. Billy ke rumah Memes. Billy bertemu dengan Memes dan ngobrol baik di teras rumah. 

"Memes...aku mau bilang sesuatu," kata Billy dengan menunduk malu karena sifat Billy yang malunya tinggi gitu.

"Abang Billy mau ngomong apa?" kata Memes.

"Abang cinta sama Memes," kata Billy yang melantang omongannya.

Memes terkejud dengan omongan Billy yang menyatakan cinta. Billy sudah siap dengan penolakan dari Memes.

Memes pun berkata dengan baik "Aku juga cinta sama Abang Billy. Memes nungguin dari Abang Billy menyatakan cinta pada aku."

Billy terkejud banget dengan omongan Memes, ya di terima cintanya sama Memes. Memang sih perasaan Billy senang banget. 

"Memes jadi menerima cinta Abang?!" kata Billy.

"Iya," kata Memes.

Billy teringat dengan omongan Anwar tentang Memes yang di lamar orang dan kemungkinan Billy menyatakan cinta di tolak sama Memes. Billy pun berkata "Memes katanya sudah di lamar orang ya?!"

"Info dari siapa aku sudah di lamar orang?!" kata Memes.

"Jangan-jangan Anwar bohong tentang Memes di lamar orang," kata hati Billy.

Billy pun berkata pada Memes "Ah....mungkin info yang salah. Aku dapatkan."

"Oooo," kata Memes.

Billy dan Memes resmi jadian gitu. Setelah obrolah itu, ya Billy pun pamit pulang sama Memes. Billy pun ke rumah Anwar. Sampai di rumah Anwar. Memang Anwar ada di depan rumah.

"Anwar bohong tentang Memes di lamar orang?!" kata Billy.

"Duduk dulu!" kata Anwar.

Billy duduk dengan baik.

"Aku jelaskan dengan baik. Aku memang berbohong tentang Memes di lamar orang. Memang rencana ku agar Billy berani menyatakan cinta sama Memes. Gimana hasilnya?" kata Anwar.

"Ya...di terimalah," kata Billy.

"Rencana ku berhasil dong," kata Anwar.

"Iya," kata Billy.

"Gimana perasan Billy?!" kata Anwar.

"Senang banget. Aku berani menyatakan cinta. Sebenarnya di tolak tidak apa-apa karena Memes di lamar orang. Ternyata Memes tidak di lamar orang. Aku di bohongin sama kamu Anwar. Akhirnya aku mendapatkan pernyataan terima dari Memes. Aku dan Memes telah jadian gitu," kata Billy.

"Selamat telah jadian sama Memes. Hanya cowok yang berani mendapatkan cinta Memes. Bukan cowok pemalu," kata Anwar.

"Iya aku mengerti," kata Billy.

Billy telah menyelesaikan urusannya dengan baik sama Memes dengan bantuan sedikit kebohongan Anwar tujuan Billy menjadi cowok pemberani dalam menyatakan cinta, ya bukan pemalu. Billy kerja keras dengan baik di perusahaan swasta untuk mengumpulkan tabungan, ya menikahi Memes. Ketika waktunya. Tabungan Billy cukup. Billy melamar Memes, ya menikahlah. Keduanya hidup dengan bahagia.

Saturday, July 3, 2021

SI BODOH ONDAL

Jojo keluar dari kamarnya membawa tas sekolahnya. Jojo pun duduk di ruang tengah dengan baik. Jojo mengeluarkan buku dari dalam tasnya. Buku yang mau di baca adalah buku yang di pinjam di perpustakaan sekolah. Jojo segera membaca buku tersebut dengan baik.

Isi buku yang di baca Jojo :

Pada zaman dahulu kala, di sebuah kerajaan yang bernama Kaguryeo, hiduplah seorang pemuda bernama Ondal. Si Ondal adalah pemuda yang sangat bodoh. Karena kebodohannya, dia menjadi bahan tertawaan oleh orang-orang di sekitarnya. Si Ondal hidup miskin dan tinggal bersama ibunya. Ibunya adalah seorang janda yang serba kekurangan. Akan tetapi, Si Ondal sangat menyayangi ibunya. Dia akan mengerjakan apa saja untuk membantu ibunya. Dengan tidak segan, Si Ondal melakukan hal bodoh seperti meniru gaya binatang untuk menghibur tetangganya. Para tetangganya akan tertawa terpingkal-pingkal melihat kelucuan Si Ondal. Mereka akan memberi Si Ondal makan apabila Si Ondal dapat menghibur mereka. Kebodohan dan keluncuan Si Ondal pun akhirnya terkenal sampai ke penjuru negeri.

“Hei Ondal ! Coba kau tiru bagaimana monyet berjalan,” seru salah seorang tetangganya.

“Baiklah...,” dengan senang hati, Si Ondal meniru bagaiamana monyet berjalan.

“Ondal, coba kau tiru suara harimau,” kata salah seorang dari mereka.

Si Ondal pun akhirnya mengaum seperti harimau. Semua tertawa terpingkal-pingkal. Mereka akan memberi upah kepada Si Ondal. Si Ondal dapat membeli makanan untuk dirinya sendiri dan ibunya dari upah para tetangganya. Dia tidak peduli dengan ejekan orang lain. Bagi Si Ondal, yang terpenting adalah dapat membantu orang tuanya. Kebahagiaan ibunya adalah kebahagiaan bagi Si Ondal juga.

Di istana, raja sedang pusing menghadapi putrinya yang sering menangis. Putri tersebut bernama Pyeongkang. Sang putri dikenal sangat cengeng namun berhati mulia, cantik, dan juga cerdas. Namun, jika sang putri mengalami kekesalan, dia tidak segan-segan menangis sejadi-jadinya di hadapan khalayak umum. Jika sang putri telah berbuat demikian, sang raja suka mendiamkan putrinya dengan peringatan akan menikahkannya dengan Si Ondal. 

 “Sudahlah putriku, jangan menangis lagi. Jika kamu terus-terusan menangis, kau akan aku nikahkan dengan Si Bodoh Ondal,” kata sang raja untuk menenangkan putrinya tersebut.

Raja tentu saja tidak berniat menikahkan putrinya dengan Si Bodoh Ondal. Hal tersebut dilakukan raja untuk menenangkan putrinya. Ketika sang putri beranjak dewasa, sang raja berniat menikahkan sang putri dengan pangeran dari negeri seberang.

“Anakku, kau telah dewasa. Sudah saatnya dirimu dinikahkan dengan seseorang yang pantas dan terhormat. Ayahmu telah merencanakan akan menikahkan dirimu dengan pangeran dari negeri seberang,” kata sang raja.

“Mohon maaf ayah, saya tidak mau dinikahkan dengan siapapun,” jawab sang Putri Pyeongkang.

“Kenapa kamu tidak mau menikah dengan siapapun?” tanya sang raja keheranan kepada putrinya.

Sang raja akhirnya mendapatkan jawaban yang tidak terduga dari putrinya.

“Ayah pernah berkata bahwa aku akan dinikahkan dengan Si Ondal. Maka, aku tidak ingin menikah dengan siapapun, kecuali dengan Si Ondal,” jawab sang anak.

Seketika sang raja sangat marah mendengarkan penjelasan dari putrinya sendiri. Dia tidak bisa membayangkan apabila putri kesayangannya menikah dengan Si Bodoh Ondal. Dia tidak dapat menerima Si Ondal sebagai menantunya. Sebab, Si Ondal telah dikenal sebagai seorang pemuda bodoh yang mau melakukan apa saja, termasuk meniru gaya hewan demi memenuhi kebutuhan hidupnya dan ibunya. Sang raja tetap membujuk putrinya agar menikah dengan seorang pangeran dari negeri tetangga, yang dia harapkan menjadi seorang pasangan yang pantas bagi anaknya. Namun, Putri Pyeongkang terus menolak. Sang raja naik pitam dan mengusir sang putri dari istana.

Akhirnya sang Putri Pyeongkang pergi dari istana. Dia membawa sedikit perhiasan pribadinya dan beberapa kain sutra. Putri Pyeongkang yang cantik dan cerdas tersebut pergi keluar dari istana. Dia berniat untuk pergi ke desa tempat tinggal Si Ondal.

Putri Pyeongkang akhirnya menemukan rumah Si Ondal. Si Ondal dan sang ibu tidak percaya akan kedatangan Putri Pyeongkang. Namun, akhirnya mereka menerima kedatangan sang putri untuk menetap di rumahnya. Suatu kehormatan bagi mereka untuk menerima sang putri. Sang putri akhirnya menjual perhiasan dan kain sutranya, lalu mengajarkan Si Ondal tentang ilmu pengetahuan, bahasa, berhitung, dan keahlian lainnya agar Si Ondal tidak bodoh.

Sang putri dengan sabar mengajarkan Si Ondal untuk menjadi pemuda yang cerdas. Akhirnya sang Putri dan Si Ondal menjadi sahabat yang baik. Pada suatu ketika, Kerajaan Kaguryeo mendapatkan serangan dari kerajaan lain. Sang raja menjadi sangat cemas akibat serangan yang membabi buta dari kerajaan lawan. Sebab, rakyatnya pasti akan sengsara akibat peperangan. Ditambah lagi kesedihannya karena mengusir anaknya sendiri, Putri Pyeongkang.

Namun, akhirnya Kerajaan Kaguryeo mendapatkan kemenangan yang tidak diduga-duga. Kemenangan tersebut ternyata berasal dari seorang pemuda yang tidak dikenal yang ikut dalam pertempuran melawan pasukan musuh. Seorang pemuda yang tidak dikenal tersebut dapat memimpin perang dengan baik.

Sang raja penasaran dengan keberadaan pemuda hebat itu. Raja ingin berkenalan dengan sang pemuda yang telah menjadi pahlawan dalam menyelamatkan kerajaannya. Raja ingin mengucapkan terimakasih sekaligus memberikan penghargaan kepada sang pahlawan itu. Namun raja menjadi kaget, karena sang pemuda tersebut adalah Si Ondal. Pemuda yang dikenal miskin dan bodoh serta menjadi bahan olok-olokannya kepada Putri Pyeongkang.

Raja menjadi malu kepada dirinya sendiri. Seorang pemuda yang dianggap bodoh ternyata telah menyelamatkan kerajaanya. Sang raja kemudian mengangkat Si Ondal menjadi panglima tertinggi. Putrinya, Pyeongkang, akhirnya dinikahkan dengan Si Ondal. Mereka akhirnya hidup bahagia.

***

Jojo menghentikan baca bukunya.

"Cerita yang bagus, ya asal dari Korea di tulis di buku sih," kata Jojo.

Jojo membaca hikmah yang di ambil dari cerita yang di tulis di buku dengan baik "Tidak ada orang yang bodoh, orang menjadi pandai dan pintar karena dia mau belajar. Selain itu, jangan remehkan orang lain, karena setiap manusia memiliki kepandaian yang belum tentu kita miliki."

Jojo memahami hikmah dari cerita yang ia baca dengan baik banget. Jojo segera mengambil buku pelajaran di dalam tasnya. Jojo belajar dengan baik, ya mengulang pelajaran yang di ajarkan guru dengan tujuan Jojo menjadi anak yang pintar yang di banggakan orang tua.

TIGA BENDA WARISAN

 
Ari membaca bukunya.

Isi buku yang di baca Ari :

Pada zaman dahulu, di sebuah desa, tinggalah seorang ibu bersama anak laki-lakinya. Anak laki-lakinya berjumlah 3 orang. Sang ibu yang telah tua renta memiliki firasat bahwa umurnya sudah tidak lama lagi. Sang ibu akhirnya meminta semua anaknya untuk berkumpul dan memberikan penjelasan kepada anak-anaknya.
 
“Anak-anakku, umurku sudah tua, mungkin aku pun tidak lama lagi akan meninggalkan dunia ini. Aku akan memberikan 3 benda wasiat kepada kalian,” kata sang ibu panjang lebar.
 
Sang ibu akhirnya memberikan batu berbentuk bening kepada anak pertama. Anak kedua mendapatkan seruling bambu dari sang ibu. Sedangkan anak ketiga mendapatkan pakaian lusuh dari sang ibu. 

Anak pertama dan kedua tampak keheranan dan protes. Mereka menganggap benda tersebut tidak ada harganya sama sekali. Si bungsu hanya terdiam, dia hanya menerima dengan senang hati atas pemerian ibunya. Apa pun pemberian ibunya, selalu di terima dengan baik oleh anak bungsu tersebut. Sang ibu akhirnya menjelaskan kepada mereka bahwa benda tersebut memiliki kekuatan dan keajaiban untuk membantu mereka.

“Anak pertamaku, cobalah kau lihat ini,” kata sang ibu.

Sang ibu menggelindingkan batu bening tersebut sehingga tampaklah koin emas yang bermunculan dari belakang batu itu. Anak pertama menerima batu tersebut dengan mata berbinar. Dia tidak percaya sekaligus bahagia menerima batu berharga yang diberikan ibunya.

“Anak keduaku, lihatlah ini,” jelas sang ibu sambil membunyikan seruling bambu.

Tidak lama kemudian, sekumpulan prajurit dalam jumlah yang banyak bermunculan di hadapan mereka. Anak kedua akhirnya dengan senang hati menerima pemerian ibunya berupa seruling bambu tersebut.
 
Sang ibu akhirnya menjelaskan kepada anak bungsunya bahwa jika dia mengenakan pakaian lusuh itu, sang anak tidak akan terlihat oleh orang lain.

Mereka akhirnya masing-masing memiliki benda ajaib warisan ibunya.

Sang sulung yang berwatak sombong tersebut selalu memamerkan benda ajaibnya di hadapan orang banyak. Berita tersebut akhirnya sampai kepada seorang putri raja yang tamak. Sang putri akhirnya memerintahkan pengawalnya untuk mencari dimana orang yang memiliki benda tersebut.

“Coba kau tunjukkan, apa kehebatan batu ajaibmu !” pinta sang putri.

Anak sulung lalu dengan bangganya menggelindingkan batu ajaib miliknya. Batu ajaib itu menggelinding sambil mengeluarkan koin-koin emas. Beberapa kali batu ajaib itu digelindingkan, sehingga koin-koin emas pun bertaburan di halaman istana. Sang putri yang tamak akhirnya menangkap batu ajaib itu dan memerintahkan para pengawalnya untuk menangkap anak sulung. Sang anak sulung akhirnya dipenjarakan dan tidak dapat berbuat apa-apa.

Anak kedua yang memiliki sifat sombong juga sering memainkan seruling bambunya. Dengan memainkan seruling bambu, maka bermunculan lah sekelompok prajurit. Semua orang terkejut sekaligus kaget dengan keadaan demikian. Berita tersebut akhirnya sampai kepada putri yang tamak. Sang putri akhirnya memerintahkan agar anak kedua tersebut diundang ke istana.

“Apa keistimewaan seruling ajaibmu, hai anak muda !” tanya sang putri.

“Baiklah tuan putri, apabila seruling ini dimainkan, maka munculah sekumpulan prajurit yang akan melindungi dan mematuhi perintah kita,” jelas anak kedua dengan bangganya.

Sang putri yang tamak akhirnya tersenyum licik dan berkata “Wah hebat sekali, bolehkah aku mencobanya ?”

“Tentu saja,” jawab anak kedua.

Sang putri memainkan seruling bambu itu. Tidak lama kemudian, sekumpulan prajurit bermunculan. Dengan penuh kelicikan, sang putri tamak memerintahkan kepada parajurit tersebut untuk menangkap anak tengah.

“Tangkap orang itu !” perintah sang putri sambil menunjuk anak kedua.

Si anak kedua akhirnya juga dijebloskan ke dalam penjara. Dia sadar bahwasanya dia dijebak, namun dia tidak dapat berbuat apa-apa. Serulingnya telah dirampas oleh sang putri yang tamak.

Di rumah, si anak bungsu gelisah menunggu kedatangan kakak-kakaknya. Namun, menurut beberapa orang di desanya, kakak si bungsu dibawa ke istana. Sang anak bungsu merasakan firasat buruk terhadap kakak-kakaknya. Dia lalu memakai baju lusuhnya dan pergi ke istana.

Setelah sampai di istana, sang anak bungsu berhasil menyelinap masuk. Ketika sampai di lorong istana, dia mendengar suara batu yang digelindingkan di salah satu ruangan. Ternyata ruangan tersebut adalah kamar sang putri yang tamak. Sang putri tengah asik memainkan batu ajaib yang mengeluarkan koin-koin emas itu. Di sebelahnya terdapat seruling bambu milik kakak keduanya. Akhirnya si bungsu mengetahui bahwa kedua kakaknya pasti dalam keadaan bahaya.

Si bungsu akhirnya memikirkan bagaimana caranya agar membebaskan kedua kakaknya. Dia akhirnya pergi ke belakang istana untuk memikirkan jalan keluar. Belakang istana adalah sebuah hutan yang banyak sekali ditumbuhi pohon apel. Apel tersebut ada yang berwarna merah dan ada yang berwarna kuning. Karena kehausan, si bungsu akhirnya memakan apel merah yang berada di dekatnya. Namun, alangkah kagetnya sang bungsu, karena hidungnya bertambah panjang. Akhirnya si bungsu memakan apel kuning yang pohonnya berada di sebelah pohon apel merah. Hidung si bungsu pun akhirnya kembali ke bentuk semula.

Akhirnya si bungsu menemukan cara untuk menjebak si putri yang tamak. Dia lalu memetik apel sebanyak-banyaknya lalu menyamar menjadi penjual apel.

“Apel... apel.. apel lezat..,” seru si bungsu.

Sang putri yang tamak mendengarkan teriakan penjual apel yang merupakan anak bungsu tersebut. Dia lalu memerintahkan pengawalnya untuk merampas apel itu. Apel itu tampak ranum, manis dan segar. Sehingga membuat putri yang tamak tersebut tergoda untuk memakannya.

“Pengawal, ambil apel itu. Aku ingin memakannya !” perintah sang putri.

Sang putri akhirnya memakan apel itu dengan rakus. Lama-kelamaan, hidung sang putri akhirnya menjadi bertambah panjang. Dia akhirnya terkejut dengan keadaan tersebut. Sang putri berteriak meminta tolong untuk mengembalikan hidungnya ke bentuk semula.

“Tolong, tolong aku...,” kata sang putri tamak dengan kebingungan.

Situasi menjadi kacau, para pengawal berusaha mencarikan tabib agar bisa menyembuhkan hidung sang putri. Dalam situasi tersebut, si anak bungsu menggunakan baju ajaibnya dan langsung menyelinap untuk mengambil batu ajaib dan seruling bambu milik kakaknya.

Keberuntungan menimpa si anak bungsu, penjaga penjara kebetulan sedang tertidur pulas. Si anak bungsu berhasil membebaskan kedua kakaknya dari penjara. Mereka akhirnya bisa membebaskan diri, meskipun sempat dikejar oleh pengawal istana. Dengan sigap, anak kedua memainkan seruling bambunya untuk menghadapi pengawal istana. Semua itu akibat pertolongan anak bungsu yang baik hati serta tidak sombong. Mereka akhirnya selamat dan dapat berkumpul bersama di rumah.

***
Ari menghentikan baca buku.

"Cerita yang bagus asal cerita katanya dari Korea," kata Ari.

Ari menutup bukunya dan menaruh buku di meja. Ari pun main mobil remot kontrol di halaman depan rumahnya.

ISSUN BOSHI

Doni membaca bukunya dengan baik.

Isi buku yang di baca :

Pada zaman dahulu kala, di sebuah kuil yang berada di Jepang, sepasang suami istri sedang berdoa untuk meminta seorang anak. Mereka telah lama hidup bersama, namun kebahagiaan mereka terasa kurang lengkap karena tidak dikaruniai seorang anak. Setelah mereka selesai berdoa, mereka pulang ke rumah. Namum, mereka mendengar suara tangisan seorang bayi di balik semak belukar ketika mereka berjalan menuju rumah. Mereka berusaha mencari bayi tersebut, sehingga tampaklah seorang bayi berukuran kerdil yang tergeletak di atas rerumputan.

Dengan sangat hati-hati, sang istri lalu menggendong bayi tersebut. Sang bayi tampak lucu. Mereka sangat menyukai bayi itu. Akhirnya mereka sepakat untuk mengangkat bayi tersebut menjadi anak mereka. Mungkin inilah jawaban dari hasil mereka berdoa di kuil.

Sepasang suami istri tersebut tampak bahagia merawat bayi mungil itu. Namun, sang bayi tidak tumbuh besar dan meninggi. Dia tetap saja memiliki tubuh sesuai dengan ketika dia masih bayi. Anak itu akhirnya diberi nama Issun Boshi. Issun Boshi berarti biksu satu sun, karena tingginya hanya 3 sentimeter. Issun Boshi tumbuh menjadi pemuda remaja yang ceria. Dia memiliki kebaikan hati dan tidak pernah minder dengan tinggi badannya yang mungil.

Ketika beranjak dewasa, Issun Boshi meminta izin kepada ayah dan ibu yang telah membesarkannya untuk pergi mengembara. Kedua orang tuanya keberatan dengan niat Issun Boshi, namun tidak bisa melarang keinginan anak satu-satunya. Dengan berat hati, mereka melepas kepergian anak yang disayanginya untuk pergi mengembara.

Issun Boshi di beri sebuah mangkuk oleh ibunya untuk berlayar, sepasang sumpit untuk mendayung, dan sebuah jarum untuk dijadikan sebuah pedang. Sang ibu berharap agar Issun Boshi dapat menjaga diri ketika sedang mengembara. Issun Boshi menerima pemberian ibunya dengan senang hati.

“Terimakasih ayah dan ibu, semoga aku bisa melalui rangkaian perjalanan kehidupan dengan baik. Terimakasih karena engkau telah merawatku dengan penuh kasih sayang. Aku selalu menyayangi ayah dan ibu,” jelas Issun Boshi sambil terharu.

Issun Boshi tau bahwa dengan usianya yang beranjak dewasa, dia harus belajar hidup mandiri, tanpa tergantung lagi dengan orang tua angkatnya. Untuk itulah Issun Boshi pergi mengembara.

Setelah pergi dengan jarak yang cukup jauh, Issun Boshi berlayar menyusuri sungai, berbekal mangkuk sebagai perahu dan sepasang sumpit yang digunakan sebagai dayung. Nasib malang menghampirinya, dia ditabrak oleh seekor katak yang melompat dari arah berlawanan. Issun Boshi akhirnya masuk ke dalam sungai. Dia berusaha menyelamatkan diri, untungnya Issun Boshi dapat berenang hingga ke tepi sungai.

Setelah sampai di tepi sungai, Issun Boshi beristirahat sejenak. Alangkah terkejutnya Issun Boshi, sebab dia menemukan sebuah rumah yang sangat megah. Ternyata sebuah rumah megah itu adalah istana kerajaan. Dengan kepercayaan diri yang tinggi, Issun Boshi mendatangi rumah tersebut. Dia berharap ada lowongan pekerjaan yang dapat dia lakukan. Di halaman istana, seorang raja tengah berjalan santai. Sang raja mendengar suara anak muda yang tidak tau darimana sumber suara itu berasal.

“Permisi Tuan, apakah aku boleh bekerja di sini ?” tanya sang pemilik suara, Issun Boshi.

Raja masih saja bingung karena tidak menemukan darimana asal sumber suara itu. Dia menoleh ke kiri dan ke kanan.

“Aku di sini Tuan, di bawah,” jelas Issun Boshi lagi.

Raja lalu melihat ke bawah. Alangkah terkejutnya sang raja, sebab dia menemukan seorang pemuda kerdil yang berdiri gagah dengan jarum sebagai pedangnya.

“Apakah itu adalah suaramu, anak muda ?” tanya sang raja.

“Benar, Tuan,” jawab Issun Boshi dengan tersenyum. “Apakah aku boleh bekerja di sini ?”

Raja mengerinyitkan dahinya dan berpikir sejenak. Dia masih mencari pekerjaan apa yang bisa dilakukan oleh manusia sekerdil Issun Boshi.

“Aku memang memiliki tubuh yang kerdil, Paduka, tapi aku bisa melindungimu karena aku memiliki kemampuan bela diri yang tinggi,” Issun Boshi tidak patah semangat.

“Mungkin kau tidak akan aku jadikan sebagai pengawalku, melainkan pengawal putriku,” kata sang raja sambil tersenyum.

“Terimakasih Paduka yang mulia,” Issun Boshi mengucapkan terimakasih atas kebaikan sang raja.

Akhirnya Issun Boshi diperkenalkan kepada putri raja. Sang putri yang cantik jelita menyambut baik atas kedatangan Issun Boshi sebagai pengawal pribadinya. Sang putri yang baik hati tidak memperdulikan postur tubuh Issun Boshi yang kerdil, mereka justru tampak akrab dan menjadi sahabat yang baik. Pada suatu hari, Issun Boshi mengawal sang putri untuk beribadah di kuil. Tanpa disadari, ada setan hijau yang berusaha menculik sang putri. Setan hijau tersebut menggunakan palu ajaib sebagai senjatanya.

Gerak gerik setan hijau akhirnya disadari Issun Boshi. Melihat gerak-gerik setan hijau, Issun Boshi langsung menyerang untuk melumpuhkan setan hijau. Dia berusaha naik ke tubuh setan hijau hingga sampai di kepalanya. Setelah sampai di kepala setan hijau, Issun Boshi melompat ke dalam mulut setan hijau. Dia lalu merobek mulut setan hijau hingga membuat setan hijau merasa kesakitan. Setan hijau berteriak kesakitan, mulutnya banyak mengeluarkan darah. Dia berhasil kabur dari kuil, namun palu ajaibnya tertinggal.

Sang putri yang melihat kejadian tersebut akhirnya bersyukur telah ditolong oleh Issun Boshi. Dia tidak menduga akan diculik oleh setan hijau yang membawa palu ajaib. Sang putri tau bahwa palu ajaib itu bisa mengabulkan permintaan. Akhirnya sang putri mengambil palu ajaib tersebut sambil membacakan sebuah permintaan “Tuhan, Aku mohon, jadikanlah Issun Boshi seperti manusia biasa.”

Tubuh Issun Boshi akhirnya berubah menjadi postur manusia pada umumnya. Setelah memiliki postur tubuh yang normal, wajah Issun Boshi justru terlihat tampan dan rupawan.

“Terimakasih tuan putri, kau telah memberikan keajaiban kepadaku. Tubuhku menjadi normal seperti manusia pada umumnya,” kata Issun Boshi.

Akhirnya putri raja dan pengawalnya, Issun Boshi, kembali ke istana. Raja tampak keheranan karena anak perempuannya bersama seorang pemuda tampan dan rupawan. Setelah dijelaskan oleh sang putri, ternyata pemuda tersebut adalah Issun Boshi. Raja mengetahui bahwa sang putri dan Issun Boshi telah jatuh cinta. Akhirnya sang raja menikahkan putrinya dengan Issun Boshi. Issun Boshi dan putri raja hidup bahagia.

***

Doni berhenti baca buku.

"Bagus ceritanya asal dari Jepang katanya sih. Pandai yang buat certitanya. Ya hikmah dari cerita yang aku baca ini adalah jangan sampai kekurangan yang kita miliki menjadi penghalang untuk berbuat kebaikan. Selalu berbuat kebaikan dan keberuntungan akan menghampirimu," kata Doni.

Doni menutup buku dan buku di taruh di meja. Doni keluar dari rumahnya, ya ingin main bersama teman-temannya di lapangan.

Friday, July 2, 2021

MENGIKUTI ATURAN

Dono, Kasino dan Indro berjalan bersama menuju rumah. Saat melewati daerah kuburan. Dono berkata “Istirahat dulu!”.

“Istirahat Don. Dimana?” tanya Indro.

“Baru jalan seperti ini sudah capek. Istirahat. Idem aja aku,” kata Kasino.

“Duduk bawah pohon dekat kuburan sana!” kata Dono.

“Ok,” kata Indro dan Kasino bersamaan.

Indro, Kasino dan Dono segera duduk di bawah pohon yang rindang, ya dekat dengan kuburan gitu…memang daerah kuburan umum gitu.

“Duduk di sini. Dekat kuburan. Kaya cerita film misteri tentang mencari petunjuk di makam orang sakti kata orang gitu,” kata Indro.

“Hantunya muncul gitu!” kata Kasino.

“Iiiiii serem,” kata Indro.

“Duduk di sini cuma istirahat saja. Tidak ada urusannya dengan mencari petunjuk di makam orang sakti,” kata Dono.

“Kenapa kita harus istirahat dekat kuburan sih Don?!” kata Indro.

“Inget mati saja. Lebih baik kan,” kata Dono.

“Inget mati. Memang baik sih,” kata Indro.

“Manusia itu sibuk dengan urusan membangun ini dan itu dengan tujuan masing-masing. Pada akhirnya kematianlah yang menghentikan perjalan hidup manusia,” kata Kasino.

“Dalam keadaan sekarang ini menanggulangi wabah covid-19, ya di Tv di perlihatkan dengan baik kuburan kan?!” kata Dono.

“Iya Don,” kata Kasino dan Indro bersaman.

“Kuburan tempat yang tidak di larang untuk manusia duduk istirahat sebentar dan mengingat kematian kan?!” kata Dono.

“Masalah covid-19. Tempat yang tidak di larang, ya kuburan sih Don tidak di larang sih. Siapa yang mau kumpul di kuburan? Kecuali ada kematian, ya orang berkumpul untuk menguburkan jenazah!” kata Indro.

“Entah kapan berakhirnya masalah wabah covid-19 ini?!” kata Kasino.

“Seluruh dunia merasakan masalah tentang wabah covid-19,” kata Indro.

“Hidup tetap harus di jalankan sesuai dengan mematuhi peraturan yang telah di tetapkan,” kata Dono.

“Ngomong-ngomong. Ada kekesalan aku tentang masalah sesuatu,” kata Indro.

“Apa itu,” kata Dono dan Kasino bersaman.

“Aturan ibadah gitu. Dulu orang tua, ya para ulama bicara dengan baik banget. Agar tidak mengubah tata cara ibadah. Sekarang tata cara ibadah berubah karena wabah penyakit dan harus menjalankan protokol kesehatan. Sampai-sampai sholat jum’at di ganti sholat dzuhur, ya sholat di rumah saja…tidak boleh sholat di mesjid. Berita di Tv sih,” kata Indro.

“Ya orang kecil sih ikut saja aturan. Kan ada omongan yang sering di omongin para ulama. Taat perintah Allah SWT, Nabi, Pemimpin di antara kalian. Pemimpin boleh di ikutin dengan baik jika jalan di jalan kebaikan. Jika pemimpin di jalan keburukan berarti tidak boleh di ikuti pemimpin tersebut!” kata Kasino.

“Memang sih. Di tulis di Al-Qur’an…tentang wabah penyakit. Mau gimana lagi jika memang benar wabah penyakit itu telah turun di muka bumi ini. Menyerang manusia yang hidup dan mati satu persatu. Maka itu aku sih patuh saja mengikuti aturan yang telah di tetapkan….protokol kesehatan. Demi diri ku dan orang lain,” kata Indro.

“Warga negara yang baik,” kata Dono.

“Orang tua tetap saja menyakini ajaran dengan baik, ya di jalan dengan baik. Walau keadaan. Harus mengikuti aturan yang di tetapkan,” kata Indro.

“Orang tua. Sudah merasakan baik buruknya jalan kehidupan, ya lebih dulu dari kita. Orang tua memilih menyakini ajaran dengan baik dekat pada Allah SWT. Umur. Mempung ada umur tetap menjalankan ibadah dengan baik…..kata orang tua,” kata Kasino.

“Menegakkan agama. Baik itu. Jika agama tidak di tegakkan dengan baik. Maka kehancuran terjadi,” kata Dono.

“Aku paham omongan Dono. Banyak orang-orang berensek ingin menciptakan kehancuran di mana-mana kan. Keadaan jadi kacau kan,” kata Indro.

“Bisa di ambil dari contoh di Tv tentang minuman arak. Seorang pemuda yang tekun ibadah, ya imannya kuat. Saat pemuda itu bergaul dengan lingkungan yang kacau, ya pemuda-pemuda yang suka minum arak. Pemuda yang tekun ibadah itu jatuh kelumpur kehidupan dari pergaulan yang salah. Pemuda itu minum arak. Awalnya dari arak. Pemuda mulai melanggar lagi dengan mencuri. Pemuda itu berhubungan dengan cewek, ya pacaran dan melakukan hubungan suami istri. Sampai terjadi pertengkaran antara cowok dan cowok, ya bisa di bilang urusan cewek, uang dan kekuasaan daerah. Pemuda itu membunuh,” kata Dono.

“Maka itulah. Agama terus di tegakkan dengan baik sama orang tua. Untuk mencegah lah hal yang di omongin Dono,” kata Kasino.

“Agama itu memang harus di pahamin dengan baik. Agar kita memahami tujuannya dengan baik. Untuk membimbing manusia di jalan kebaikan dan menjauhkan keburukan, ya bisa di bilang petaka,” kata Indro.

Terdengarlah suara adzan dari mesjid. Indro, Kasino dan Dono mendengarkan dengan baik adzan. Setelah adzan selesai. Dono, Kasino dan Indro berdoa setelah mendengarkan adzan.

“Don, Kasino…..sholat di mana?!” tanya Indro.

“Mengikuti aturan yang ada kan. Sholat di rumah saja!” kata Dono.

“Di rumah saja. Mengikuti aturan yang ada!” kata Kasino.

“Ok. Sholat di rumah saja!” kata Indro.

Indro, Kasino dan Dono beranjak dari duduknya di bawah pohon dekat kuburan. Ketiganya berjalan dengan baik menuju rumah. Sampai di rumah. Ketiganya berbenah diri dengan baik. Setelah itu melaksanakan sholat di rumah dengan baik juga.

Wednesday, June 30, 2021

KEINGINAN MENIKAH

Dono di ruang makan sedang baca buku sambil menikmati gorengan dan minum teh. Kasino dan Indro duduk di ruang tengah sedang nonton Tv, ya sambil menikmati makan gorengan dan minum kopi.

"Swasta kerjaan kita kan Kasino?" kata Indro.

"Iya," kata Kasino.

"Kerja swasta itu enaknya mengatur kerjaan sendiri. Beda dengan kerja jadi pegawai negeri, ya di atur dengan aturan yang telah di tetapkan," kata Indro.

"Iya," kata Kasino.

Acara Tv menberitakan tentang artis muda yang ingin menikah, ya dilihat dari umur artis muda memang sudah pantes untuk nikah.

"Keinginan menikah," kata Indro.

"Beritanya tentang artis muda, ya ingin menikah di usia muda," kata Kasino.

"Cewek itu maunya sama cowok yang mapan dari segi ekonominya agar jalan kehidupannya berjalan dengan baik," kata Indro.

"Kenyataannya begitu sih," kata Kasino.

"Ada sebuah  cerita kenyataan. Cewek sudah jadian sama cowok bisa di bilang pacaran. Cowoknya memang awalnya kaya. Seiring waktu cowok jadi miskin, bangrut gitu usahanya. Cewek tetap mau sama cowoknya. Sampai biaya apa pun yang banyak berkorban itu ceweknya, ya menikah gitu. Bisa di bilang sudah telanjur jatuh cinta gitu," kata Indro.

"Kalau bertengkarkan pastinya yang di ungkit ekonomi juga," kata Kasino.

"Kaya berita di Tv tentang harta gono gini," kata Indro. 

"Cerita itu pasti ada kesamaan di mana-mana," kata Kasino.

"Hidup tidak bisa hanya urusan cinta doang. Banyak orang tua yang menjalankan hidup lebih dulu dari kita berkata dengan baik tujuannya memberikan nasehat yang baik untuk menjalankan hidup ini. Kerja dengan baik dulu baru menikah, ya agar urusan rumah tangga berjalan dengan baik.....jauh dari kata cerai," kata Indro.

"Dalam urusan kerjaan. Sekarang ini. Kompetisi dengan baik. Pinter melawan pinter demi mendapatkan pekerjaan yang baik," kata Kasino.

Kasino dan Indro terus menoton Tv yang acara bagus banget gitu.

"Oooo iya Kasino. Aku mau nanya sesuatu?!" kata Indro.

"Apa?" kata Kasino.

"Kalau cowok mengatur pola makan dan minumnya dengan baik dan juga olahraga dengan baik. Berarti staminanya luar biasa. Apalagi jika hubungan suami istri. Cowok yang staminanya luar biasa bisa mengalahkan ceweknya di kasur dong?!" kata Indro.

"Bisa mengalahkan ceweknya di kasur," kata Kasino.

"Jadi tidak seimbang hubungan suami istrinya?!" kata Indro.

"Iya," kata Kasino.

"Untuk seimbang hubungan suami istri. Berarti ceweknya harus mengatur pola makan dan minumnya dengan baik dan juga olah raga dengan baik. Stamina cewek juga luar biasa," kata Indro.

"Bener omongan Indro," kata Kasino menegaskan omongan Indro.

"Ya sudah tidak perlu di bahas lebih jauh lagi. Sekedar saja. Fokus nonton Tv!" kata Indro.

"Emmmm," kata Kasino.

Kasino dan Indro, ya fokus nonton Tv yang acaranya bagus gitu dan tetap menikmati minum kopi dan gorengan. Dono tetap baca buku dengan baik.

SI KANCIL DAN KERBAU DUNGU

Alex duduk di ruang tengah.

"Baca buku apa nonton Tv ya?" kata Alex berpikir panjang.

Alex berpikir dengan baik dan akhirnya memutuskan "Baca buku!"

Alex mengambil buku di mejanya dan segera di baca dengan baik.

Isi buku yang di baca Alex :

Di suatu pagi, Si Kancil merasa perutnya lapar. Saat itu ia sangat ingin memakan buah ke timun lezat di ladang Pak Tani. Tapi Ia takut tertangkap oleh Pak Tani. Jika sampai tertangkap lagi, Pak Tani pasti akan menghukumnya dengan menjadikannya sebagai sate. Namun karena sudah merasa lapar, Si Kancil akhirnya pergi ke ladang ke timun Pak Tani. Ia mengendap-endap menunggu kesempatan untuk mencuri timun, namun tidak berani karena Pak Tani selalu menjaga ladangnya. Akhirnya Si Kancil menyerah, Ia pun pergi meninggalkan ladang Pak Tani. Saat pergi meninggalkan kebun Pak Tani, Si Kancil bertemu seekor Sapi tengah memakan rumput.

“Hai Sapi! Kamu lagi makan siang Sapi!” kata Si Kancil pada Sapi.

“Iya Cil. Mari makanlah rumput bersamaku,” jawab Sapi.

“Ah kamu ada-ada saja sapi. Aku kan tidak makan rumput. Aku mau makan ketimun, kamu mau ketimun tidak hai Sapi?” kata Si Kancil lagi.

“Oh mau mau. Mana ketimunnya Cil?” kata Sapi.

“Itu banyak ketimun di ladang Pak Tani. Mari kita ambil timun Pak Tani,” ajak Kancil.

“Ah tidak. Kalau timun Pak Tani aku tak mau. Pak Tani sudah susah payah menanamnya. Kalau tertangkap mencuri, Pak Tani bisa marah,” Sapi menolak ajakan Kancil.

Si Kancil kemudian pergi meninggalkan sapi makan rumput. Belum lama berjalan, Kancil bertemu kambing tengah makan daun. 

“Kau lahap sekali makan daun hai Kambing!” seru Kancil pada Kambing.

“Oh itu kamu Kancil. Marilah makan daun bersamaku,” ajak Kambing.

“Aku tidak makan daun hai Kambing, tapi ketimun. Kamu mau makan ketimun lezat hai Kambing? Ayo kita ambil ketimun milik Pak Tani di ladang. Kalau cuma ambil sedikit kan tidak apa-apa,” kata Kancil.

“Ah aku tidak mau ambil timun Pak Tani, Kancil. Pak Tani menanam ketimun tersebut untuk dijual ke pasar. Uang hasil penjualan digunakan Pak Tani untuk membiayai keluarganya Cil.” jawab Kambing.

“Ya sudah aku pergi sendiri saja,” kata Si Kancil seraya pergi meninggalkan Kambing.

Kancil kemudian berjalan mencari teman lain untuk diajak mencuri ketimun Pak Tani. Ia sangat khawatir jika mencuri sendirian akan kembali tertangkap oleh Pak Tani. Ia tidak mau dipenggal kepalanya kemudian dijadikan sate oleh Pak Tani. Sampailah Kancil di suatu kubangan lumpur. Ia melihat seekor Kerbau tengah mandi di kubangan lumpur. Pada siang terik, Kerbau memang senang berkubang di kubangan lumpur. 

“Hai Kerbau! Sedang apa kamu di kubangan lumpur? Tubuhmu kan jadi kotor hai Kerbau?” tanya Kancil.

“Aku sedang mandi lumpur Kancil. Saat siang panas sekali jadi aku mandi di kubangan. Tak apa-apa tubuhku kotor, yang penting tidak kepanasan. Mari Kancil mandi di kubangan,” kata Kerbau.

“Ah tidak mau. Tubuhku nanti kotor. Ngomong-ngomong, siang hari ini kamu sudah makan belum Kerbau? Kalau belum, mari kita mengambil ketimun Pak Tani di ladang. Ketimun milik Pak Tani sangat lezat loh,” ajak Si Kancil.

“Aku takut mengambil ketimun Pak Tani, Cil!” kata Kerbau.

“Iya aku tahu. Tapi kita kan hanya mengambil beberapa buah saja Kerbau! Kalau kamu takut, biar aku saja yang memetik buah-buah ketimun itu. Kamu hanya berjalan saja ke ladang Pak Tani bersamaku. Bagaimana mau?” Kancil membujuk Kerbau.

“Baiklah. Tapi ingat ya, kamu yang memetik buah ketimun itu Cil. Aku hanya berjalan menemanimu saja ke ladang Pak Tani,” kata Kerbau.

Si Kancil dan Kerbau Dungu tersebut kemudian berjalan beriringan menuju ladang Pak Tani. Saat itu Pak Tani tengah membersihkan ladangnya. Kancil dengan cerdiknya berjalan di balik tubuh besar kerbau sehingga tidak terlihat Pak Tani. Sedangkan Pak Tani tidak curiga sedikit pun melihat Kerbau melintas di ladangnya, karena Kerbau tidak pernah mencuri ketimun miliknya. Ketika Pak Tani lengah, Si Kancil dengan cekatan mengambil ketimun-ketimun milik Pak Tani. Kancil dan Kerbau dungu kemudian segera pergi ke tempat sepi untuk menikmati ketimun-ketimun segar tersebut.

“Kamu cerdik sekali Kancil. Pak Tani tidak curiga sedikit pun melihat aku berjalan di ladangnya,” kata Kerbau sambil memakan ketimun.

Keesokan harinya Si Kancil dan Kerbau kembali mengulangi perbuatannya mencuri ketimun Pak Tani. Berbeda dengan hari kemarin, kali ini Pak Tani merasa curiga melihat Kerbau terus menerus berlalu-lalang di ladangnya. Pak Tani kemudian memeriksa ketimun-ketimun miliknya yang sebentar lagi akan dipanen. Betapa kagetnya Pak Tani begitu mengetahui bahwa ketimun-ketimun berukuran besar miliknya banyak hilang. 

“Kurang ajar! Kenapa ketimun-ketimun besarku banyak hilang? Jangan-jangan dicuri oleh Kerbau. Awas kau Kerbau!” gumam Pak Tani sangat marah.

Keesokan harinya Pak Tani kembali berjaga di ladang. Ia sudah menyiapkan tambang dan pecut untuk menangkap pencuri ketimunnya. Beberapa saat kemudian, Pak Tani melihat Kerbau berjalan mondar-mandir di ladangnya. Pak Tani mendekati Kerbau secara perlahan.

Kerbau mengetahui dirinya di dekati oleh Pak Tani merasa panik. “Kancil! Pak Tani mendekati kita. Bagaimana Kancil?” kata Kerbau cemas.

“Tenang saja kau Kerbau. Engkau pegang dulu ketimun bagianmu. Aku akan menyembunyikan ketimun bagianku di sana,” kata Si Kancil seraya belari kencang meninggalkan Kerbau sendirian.

Setelah berada di dekat Kerbau, Pak Tani kemudian melemparkan tambang ke arah kepala Kerbau kemudian langsung mengikatnya. 

“Oh tenyata kamu pencuri ketimunku hai Kerbau?” teriak Pak Tani.

“Bu... bu... bukan aku pencurinya..., tapi Si Kancil,” kata Kerbau ketakutan.

“Buktinya itu apa? Engkau memegang ketimun milikku? Si Kancil sudah tidak berani mencuri di ladangku hai Kerbau! Beberapa hari terakhir aku sering melihatmu hilir-mudik di ladangku. Sebagai hukuman dari perbuatanmu, mulai sekarang engkau harus membajak sawahku,” teriak Pak Tani Marah.

“Baik, baiklah Pak Tani. Aku mau membajak sawah milikmu,” kata Kerbau.

Pak Tani memegang erat tambang pengikat kepala Kerbau agar tidak lari. Sejak saat itu kerbau bekerja membajak sawah Pak Tani.

***

Alex selesai baca buku.

"Cerita yang bagus," kata Alex.

Alex menutup bukunya dan di taruh di meja. 

"Main ke rumah Tony apa main game ya?" kata Alex berpikir panjang.

Alex berpikir dengan baik dan memutuskan "Main ke rumah Tony ah!"

Alex keluar dari rumahnya, ya ke rumah Tony untuk main bersama.

KANCIL DAN SAPI

Tony minjem buku sama Andi, ya buku ceritalah. Tony duduk di ruang tamu, ya di rumahnya. Tony memegang buku ia pinjem dari Andi, ya segera di baca dengan baik.

Isi buku yang di baca Tony :

Di hutan terdapat suatu padang rumput luas, dihuni oleh keluarga Sapi. Mereka memiliki seekor anak sapi yang tengah beranjak dewasa. Anak sapi memiliki rasa ingin tahu sangat besar. Suatu ketika anak sapi melihat sebuah sungai. Ia meminta izin ibunya untuk berjalan-jalan.

 "Ibu, aku mau berjalan-jalan di sekitar sungai. Boleh kan bu?" tanya Anak Sapi.

 "Boleh anakku, tapi kau harus berhati-hati. Banyak Buaya di sungai. Kau jangan mudah percaya Buaya nak," ibunya menasehati.

Anak Sapi dengan riang segera pergi menuju sungai untuk bermain. Ia sangat senang melihat ikan-ikan kecil berenang kesana-kemari di sungai. Tiba-tiba saja ia mendengar teriakan minta tolong yang ternyata seekor Buaya. Pak Buaya terhimpit oleh sebuah pohon besar yang tumbang. 

Anak Sapi teringat akan nasehat ibunya agar berhati-hati dengan Buaya.

"Tolong aku hai sapi yang baik." kata Pak Buaya.

"Ada apa Pak Buaya? Kenapa tubuhmu terhimpit pohon tumbang?" tanya Anak Sapi.

"Pada saat terjadi gempa bumi, tak kusadari ada sebuah pohon besar di dekatku yang tumbang. Jadi aku terhimpit pohon. Tolong lepaskan aku Anak Sapi baik," Pak Buaya memelas meminta tolong.

"Aku tak mau menolongmu, karena jika engkau terlepas dari pohon itu engkau pasti akan memakanku." Anak Sapi menolak menolong Pak Buaya.

"Jika engkau tak menolongku sekarang aku pasti akan mati, jadi aku berjanji tak akan memakanmu Anak Sapi." Pak Buaya memelas.

"Baiklah kalau begitu aku akan menolongmu," kata Anak Sapi.

Anak Sapi kemudian dengan susah payah mendorong batang pohon besar. Pak Buaya akhirnya terlepas dari himpitan pohon. Setelah terlepas, tiba-tiba saja mulut Pak Buaya menggigit kaki Anak Sapi. Anak Sapi tentu saja kaget.

"Aduh...Apa-apaan Pak Buaya? Kenapa menggigitku? Kau ingkar janji Pak Buaya! Aku menyesal telah menolongmu," Anak Sapi marah.

"Diamlah Anak Sapi bodoh. Aku sudah tiga hari tidak makan. Silahkan kau tanya binatang lain, mereka pasti akan melakukan hal sama jika ada di posisiku," Pak Buaya tidak perduli.

Kebetulan saat itu ada sebuah tikar lapuk hanyut di sungai. Anak Sapi meminta pendapatnya setelah menceritakan pada tikar kejadian yang menimpanya. Tapi tikar justru membela Pak Buaya.

"Itu sudah nasibmu hai Anak Sapi jadi terimalah. Waktu aku masih dalam kondisi baru, selalu dipakai oleh manusia. Tapi sekarang lihatlah aku dibuang di sungai begitu saja," kata Tikar Lapuk.

Tidak lama ada keranjang tua hanyut di sungai. Anak Sapi menanyakan hal sama pada keranjang tua tapi jawaban keranjang tua sama dengan jawaban tikar lapuk. Kemudian muncul seekor Bebek tua. Setelah Anak Sapi menceritakan masalahnya pada bebek tua, lagi-lagi si bebek justru membela Buaya. Bebek tua mengatakan ia melarikan diri karena hendak disembelih oleh majikannya. Setelah Bebek tua pergi, munculah Si Kancil. Anak Sapi menceritakan masalahnya pada Si Kancil. 

Pak Buaya tenang-tenang saja karena yakin Si Kancil pasti membelanya. Si Kancil mengatakan ia harus tahu kejadian sebenarnya. Ia meminta Pak Buaya dan Anak Sapi agar mengulang kembali kejadiannya dari awal. Pak Buaya dan Anak Sapi setuju. Pak Buaya melepaskan gigitannya pada kaki Anak Sapi. Kemudian Anak Sapi mendorong kembali batang pohon ke tubuh Pak Buaya.

"Oh jadi begitu kejadian awalnya," kata Si Kancil.

"Iya betul Kancil," kata Pak Buaya.

"Sekarang giliranmu hai Anak Sapi! Lepaskan batang pohon ini," kata Pak Buaya pada Anak Sapi.

Mendengar itu Si Kancil segera membisiki Anak Sapi agar cepat melarikan diri. Anak Sapi sangat senang mengetahui bahwa ini hanyalah akal Si Kancil untuk membantunya melarikan diri dari Pak Buaya. Mereka berdua segera berlari kencang meninggalkan Pak Buaya yang tidak bisa bergerak terhimpit pohon. Mengetahui hal tersebut Pak Buaya sangat marah.

"Hai Anak Sapi! Hai Kancil! Mau kemana kalian? Kurang ajar kau Kancil ternyata ini tipu muslihatmu," Pak Buaya sangat marah.

"Rasakan akibatnya Pak Buaya! Kau tak bisa dipercaya. Sudah dibantu tapi malah mau memakan Anak Sapi. Selamat tinggal Pak Buaya," teriak Si Kancil.

***

Tony selesai baca buku.

"Bagus ceritanya," kata Tony.

Tony menutup bukunya dan menaruh di meja. 

"Main game ah!" kata Tony.

Tony ke ruang tengah dan segera menghidupkan Tv dan juga Playstasion. Tony dengan asik main game mobil.

KANCIL MENIPU HARIMAU

Andi pulang sekeloh, ya seperti biasa berganti baju dengan baik. Makan Andi di ruang makan, ya ibu menyiapkan makan untuk Andi. Dengan lahapnya Andi makan makanan yang di buat ibu. Sampai perut Andi kenyang. Andi pun ke ruang tengah. Sebenarnya Andi ingin main keluar rumah karena hari hujan, ya di dalam rumah saja. Andi mengambil buku di meja dan segera di bacanya dengan baik banget.

Isi buku yang di baca Andi :

Si Kancil setelah menyeberangi sungai. Si Kancil beristirahat sejenak di tengah hutan. Perutnya sudah tidak merasa lapar lagi karena terus berlari setelah menyeberangi sungai, takut dikejar Buaya. Setelah rasa lelahnya sedikit hilang, ia kemudian berjalan-jalan di tengah hutan untuk mencari makan. Pada saat itu, seekor Harimau lapar tiba-tiba muncul di depannya.

"Wah, senang sekali bertemu denganmu Kancil. Kebetulan perutku lapar," kata Harimau kepada Kancil sambil nyengir memperlihatkan taringnya yang tajam. 

Kancil terlihat tenang meski sebenarnya dia sangat ketakutan. Dia berpikir tentang bagaimana menipu Harimau lapar ini. Akhirnya ia berpikir untuk menggunakan tipuan yang sama dengan tipu daya pada buaya, yaitu mencari makan terlebih dahulu.

"Biar saya cari makan dulu, Harimau. Setelah saya kenyang, Anda bisa memakan saya," jawab Kancil.

"Benarkah aku bisa memakanmu ? Kamu jangan coba-coba membodohiku Kancil. Aku akan memberimu kesempatan untuk mencari makanan dulu, tapi jika kamu kabur, aku pasti bisa menangkapmu Kancil," Pak Harimau mengancam Kancil.

 "Tentu saja Pak Harimau, bagaimana bisa tubuh kecilku keluar dari kejaranmu? Aku akan mencari makan dulu, tapi tolong bisakah Pak Harimau berbalik dulu? Aku takut melihat taring yang tajam," kata Kancil.

"Baiklah, aku membalikkan badanku. Setelah aku selesai makan, beri tahu aku Kancil," kata Pak Harimau.

Setelah Pak Harimau membalikkan badannya, Kancil langsung kabur. Sementara itu, Pak Harimau menunggu Kancil makan dengan tidak sabar.

“Kamu belum makan Kancil?" Pak Harimau bertanya, mulai marah.

Lama tak ada jawaban dari Kancil, Pak Harimau membalikkan badannya. Setelah membalikkan badannya, Pak Harimau terkejut menyadari bahwa Kancil telah melarikan diri. Pak Harimau marah dan ditipu oleh Kancil. Ia langsung mengejar Si Kancil dengan melihat jejak kaki yang ditinggalkan Si Kancil.

"Betapa bodohnya aku bisa tertipu oleh Kancil. Awas Kancil! Kemanapun kamu pergi, aku akan mengejarmu," Harimau berteriak dengan sangat marah.

Sementara itu, Si Kancil terus berlari di tengah hutan dengan cepat dan terengah-engah. Suatu ketika dia melihat seekor Ular sedang tidur. Si kancil langsung berhenti berlari karena takut membangunkan Ular.

"Oh, ada Ular tidur. Saya harus berhenti sejenak, agar Ular ini tidak bangun. Tapi jika saya tetap di sini, Harimau pasti akan menangkap saya. Bagaimana ini?" Kancil itu mencoba masuk akal.

Tapi bukan namanya Si Kancil kalau tidak pandai. Masuk akal untuk kembali membodohi Harimau yang lapar.

"Biarkan aku duduk di sini menunggu Harimau dulu," kata Kancil dalam hati.

Tak lama kemudian Harimau tiba di tempat Si Kancil dan mengancam akan segera memakannya.

"Rupanya kau di sini Kancil. Kau Kancil kasar berani menipuku. Aku akan memakanmu sekarang juga," kata Harimau.

"Sssst... tolong jangan bicara keras-keras Harimau. Sekarang saya disuruh oleh Baginda Sulaiman untuk menjaga ikat pinggangnya," kata Kancil sambil menunjuk Ular yang sedang tidur.

"Kamu pikir aku bodoh Kancil? Itu Ular bukan ikat pinggang. Sini Kancil biar aku makan tubuhmu. Aku muak dengan tipu dayamu," kata Harimau dengan sangat marah.

“Waduh, ternyata Harimau tidak tahu tentang sabuk Baginda Sulaiman, penguasa binatang. Waktu Raja Hutan tidak tahu? Siapa yang memakai sabuk Baginda Sulaiman, maka dia akan ditakuti. Oleh semua binatang di hutan," Kancil mencoba menipu Harimau lagi.

"Jangan bodohi Kancil lagi! Aku tidak percaya!" Harimau membentak Kancil

“Kalau tidak percaya, coba pakai ikat pinggang ini dulu. Tidak ada salahnya mencoba kan?” kata Kancil

"Hmmm... ada benarnya juga. Aku coba ke sini dulu," Harimau berpikir tidak ada salahnya mencoba ikat pinggang yang sebenarnya Ular itu.

Harimau menjulurkan lidahnya untuk membelai ikat pinggang sebelum memakainya. Itu membangunkan Ular yang sedang tidur. Ular kemudian menjadi sangat marah pada Harimau yang mengganggu waktu istirahatnya.

"Harimau kasar! Kenapa kamu mengganggu tidurku?" teriak Ular pada Harimau.

Harimau itu kaget, ternyata ikat pinggang itu adalah Ular. Harimau segera mundur untuk menjauh dari Ular, tetapi Ular itu lebih cepat membungkus tubuh Harimau sambil menggigitnya. Harimau itu tidak mau kalah, ia menggigit tubuh Ular itu dan mencakar tubuh Ular itu dengan cakarnya yang tajam. Untuk waktu yang lama, Harimau bertarung sengit dengan Ular. Sang Kancil pun segera mengambil kesempatan itu. Dengan cerdik, dia langsung kabur dari mereka berdua.

"Aku harus berlari cepat sebelum mereka berdua menyadari apa yang sebenarnya terjadi," Kancil itu segera berlari dan menghilang di tengah hutan. 

***

Andi selesai baca buku.

"Cerita yang bagus," kata Andi.

Andi menutup buku dan menaruh buku di meja. Keadan di luar masih hujan. Andi ke kamarnya dan segera belajar di kamar, ya mengulang pelajaran yang di ajarkan guru di sekolah.

PUTRI TANABATA

Haruka berada di rumahnya dan duduk di ruang tengah.

"Hari melelahkan kerjaan ku banyak di kantor," kata Haruka.

Haruka ingin nonton Tv, ya ingin mengambil remot di meja untuk menghidupkan Tv. Haruka melihat buku di meja, ya di ambil lah.

"Buku ini aku beli di toko buku belum aku baca," kata Haruka.

Haruka membuka buku dan segera membaca buku.

Isi buku yang di baca Haruka.

Pada zaman dahulu kala, tinggalah seorang pemuda yang hidup di desa. Pemuda tersebut sangat rajin bekerja. Dia bekerja di sebuah hutan yang dekat dengan tempat tinggalnya. Di suatu pagi yang cerah, dia pergi ke hutan dengan hati bahagia. Namun, langkah kakinya terhenti ketika kakinya tersandung sebuah baju di tepi sungai. Dia memperhatikan baju tersebut, baju itu sangat indah. Menyangka bahwa baju itu tidak ada pemiliknya, akhirnya sang pemuda mengambil baju tersebut lalu disimpannya. Sang pemuda akhirnya melanjutkan perjalanan. Ketika di tengah jalan, seorang wanita cantik menemui sang pemuda dan bertanya tentang sesuatu hal.

 “Permisi, apakah anda menemukan baju bidadariku ?” tanya sang wanita.

Sang pemuda terkejut melihat kecantikan wanita tersebut. Sang wanita sangat cantik layaknya bidadari. Karena sang pemuda baru mengetahui bahwa wanita di hadapannya adalah seorang bidadari, dia lantas berbohong. Pria itu berbohong karena telah jatuh cinta kepada sang wanita.

 “Tidak, aku tidak menemukan baju bidadarimu,” jawab sang pria.

Sang wanita akhirnya tertunduk sedih. Dia tidak bisa membayangkan apabila dia tidak dapat kembali ke kahyangan. Sebab, baju bidadarinya tidak ditemukan kembali. Dia dapat terbang ke kahyangan apabila menggunakan baju bidadarinya. Melihat kesedihan sang bidadari, akhirnya sang pemuda angkat bicara. Dia menawarkan agar wanita tersebut tinggal di rumahnya.

“Jika kamu tidak dapat kembali ke kahyangan, sebaiknya engkau tinggal bersamaku saja, aku akan menikahimu,” kata sang pemuda.

Akhirnya bidadari tersebut menyetujui ajakan sang pemuda. Mereka segera menikah dan tinggal bersama. Wanita tersebut akhirnya di kenal dengan Putri Tanabata. Waktu demi waktu pun berlalu, tanpa di duga seekor merpati hinggap ke rumah Putri Tanabata dan sang pemuda. Merpati itu bermain-main di rumah mereka. Tanpa di sadari, sang merpati menemukan baju bidadari Putri Tanabata. Merpati tersebut memainkan baju tersebut dengan mematuk-matukan paruhnya pada baju bidadari Putri Tanabata. Putri Tanabata terkejut sekaligus kegirangan karena telah menemukan baju bidadarinya. Di tidak sabar untuk kembali ke kahyangan.

Sebenarnya, Putri Tanabata juga sedih apabila pergi meninggalkan suaminya di bumi. Namun, walau bagaimana pun dia sebenarnya adalah seorang biadadari. Seorang bidadari sewajarnya tinggal di kahyangan. Putri Tanabata lalu menghampiri suaminya untuk membicarakan perihal kepergiannya.

“Suamiku, baju bidadariku telah kutemukan. Aku akan berencana pergi ke kahyangan,” jelas Putri Tanabata.

Mendengar penjelasan istrinya, sang pemuda terkejut.

“Jika kamu pergi ke kahyangan, bagaimana dengan diriku ? aku pasti akan kesepian,” sahut sang pemuda sedih.

Putri Tanabata menghela nafas, lalu berkata “Dengarlah suamiku, kita masih akan tetap bertemu. Buatlah 1000 pasang sendal yang terbuat dari jerami. Sendal-sendal tersebut harus engkau kuburkan di bawah pohon bambu. Itu adalah syarat supaya engkau bertemu kembali denganku.”

Putri Tanabata dan suaminya akhirnya berpisah. Sang istri harus pergi ke kahyangan, sementara suaminya harus sabar menunggu hingga pertemuan itu bisa terwujudkan. Akhirnya sang pemuda membuat 1000 pasang sendal jerami sebagai syarat untuk bertemu kembali dengan istrinya, Putri Tanabata. Pembuatan sendal jerami itu membutuhkan waktu berbulan-bulan. Hingga dirasa cukup, sang pemuda menguburkan sendal-sendal jerami itu di bawah pohon bambu. Pohon bambu itu akhirnya meninggi dan terus meninggi, sampai menjulang ke langit. Ternyata, sang pemuda hanya membuat 999 pasang sepatu jerami. Hal tersebut membuat tinggi pohon bambu kurang satu langkah mencapai kahyangan. Dengan sekuat tenaga dan semangat yang tinggi, sang pemuda berhasil mencapai pucuk pohon bambu yang tinggi. Sang pemuda akhirnya memanggil istrinya, Putri Tanabata.

“Istriku, Putri Tanabata... ini aku suamimu,” teriak sang pemuda.

Mendengar suara yang telah dikenalinya, Putri Tanabata bergegas menuju asal sumber suara. Akhirnya mereka bertemu setelah sekian lama berpisah.

Sang ayah Putri Tanabata mendatangi mereka. Dia lalu bertanya perihal pemuda yang menemui putrinya.

“Dia adalah suamiku, Ayah. Ketika aku berada di bumi, aku menikahi penduduk bumi,” jelas Putri Tanabata.

Sebenarnya ayah Putri Tanabata tidak menyukai manusia penduduk bumi. Namun, karena putrinya tampak mencintai sang pemuda, dia lalu mengizinkan mereka untuk tinggal bersama. Sang pemuda akhirnya diberi tugas untuk menjaga kebun labu selama 3 hari sebagai syarat untuk bisa tinggal di kahyangan bersama Putri Tanabata.

“Engkau boleh tinggal di sini, dengan syarat harus menjaga kebun labu selama 3 hari. Labu-labu tersebut tidak boleh engkau santap, karena akan menyebabkan bencana dan kamu harus kembali lagi ke bumi,” jelas sang ayah Putri Tanabata.

Mendengar penjelasan ayah mertuanya, sang pemuda menyanggupi. Dengan semangat, suami Putri Tanabata menjalankan tugasnya. Namun, takdir berkata lain. Pada saat sang pemuda masih menjaga kebun labu, tiba-tiba cuaca menjadi sangat panas. Sang pemuda akhirnya memakan buah labu tersebut untuk melepas dahaganya. Perbuatan sang pemuda akhirnya memunculkan bencana. Sebagian buah labu yang belum dimakan ternyata mengeluarkan air yang cukup deras. Air tersebut lama kelamaan bertambah besar, hingga munculah sebuah sungai. Kahyangan pun akhirnya digenangi oleh air. Perbuatan sang pemuda terdengar oleh ayah mertuanya. Hingga sang ayah mertua mengusir sang pemuda dari kahyangan.

Sang pemuda dan istrinya, Putri Tanabata, berpisah. Mereka terpisah jarak yang sangat jauh, karena sang pemuda berada di bumi dan istrinya berada di kahyangan. Mereka hanya dapat bertemu pada tanggal 17 Juli saja.

***

Haruka berhenti baca buku.

"Bagus ceritanya. Pinter yang membuat ceritanya. Hikmah dari cerita yang aku baca ini adalah jangan melanggar peraturan, karena hal tersebut dapat merugikan diri sendiri." kata Haruka.

Haruka menutup bukunya dan di taruh di meja.

"Kayanya cerita yang aku baca pernah di angkat ke film kartun," kata Haruka.

Haruka mengambil remot di meja dan segera mengghidupkan Tv. Di pilihlah acara yang bagus di Tv. Acara yang di tonton Haruka, ya musik gitu....Girlband dan Boyband. Haruka menikmati tontonannya di Tv, ya bagus banget untuk di tonton.

PENGENDALIAN KEPRIBADIAN

Dono di ruang tamu sedang asik membaca buku. Kasino dan Indro sedang asik nonton Tv.

"Kasino," kata Indro.

"Apa?" kata Kasino.

"Aku ingin tanggapan mu tentang cerita yang di buat Dono!" kata Indro.

"Tanggapan aku. Boleh!" kata Kasino.

"Tokoh Lestiana, ya diambil dari nama 'Lesti'....cuma di tambah 'ana' saja. Dalam cerita fantasi. Lestiana ada hubungan Dono, ya teman masa kecil sampai dewasa. Lestiana di jodohkan dengan Risky, ya jadinya menikah gitu. Dono di buat untuk tidak mendapatkan cinta Lestiana, ya cinta pertama. Jadi Dono di buat kecewa dengan keadaan gitu. Kenapa di buat cerita seperti ini?" kata Indro.

"Kalau itu tanya sama Dono. Kan yang membuat cerita Dono!" kata Kasino.

"Aku kan minta tanggapan Kasino!" kata Indro.

"Ok. Aku tanggapin. Ceritanya memang sengaja di buat begitu. Lestiana di buat beruntung ada dua cowok yang menyukai dirinya, ya Risky dan Dono. Dono di buat kecewa dengan keputusan Lestiana, ya tidak boleh ada cinta hanya teman saja dengan alasannya Lestiana telah di jodohkan sama Risky. Biasanya yang kecewa itu kebanyakan cewek. Di cerita ini di buat Dono kecewa. Memang sih dunia kenyatan kecewa karena putus cinta itu sakit. Data di dapatkan... cowok mengalami depresi karena putus hubungan dengan cewek. Dono sebagai tokoh utama mengajarkan bagaimana menghilangkan rasa kecewa, ya dengan cara menyadari kesalahan diri sendiri dan belajar untuk memperbaiki diri agar lebih baik lagi. Ketenangan itulah kunci jawaban pengendalian kepribadian yang labil...gara-gara kecewa gitu," penjelasan Kasino.

"Menyadari kesalahanan diri sendiri dan memperbaiki diri agar lebih baik lagi. Kalau begitu kan Dono bisa saja mendapatkan Lestiana..dong?!" kata Indro.

"Seharusnya Dono bisa mendapatkan Lestiana. Cerita yang menentukan penulisnya. Kita kan tokoh dalam cerita jadi harus menjalankannya sesuai apa yang di ketik penulis di leptopnya dengan baik. Dono tidak bisa mendapatkan Lestiana karena sebuah janji yang di sepakatin Dono dengan Lestiana," kata Kasino.

"Janji yang harus di jalanin dengan baik karena telah sepakat. Cowok di katakan baik, ya bisa di pegang kan omongannya dan tindakannya," kata Indro.

"Tujuannya itu. Cowok yang baik itu yang di pegang omongannya dan tindakkannya," kata Kasino menegaskan omongan Indro.

"Sama aja dengan janji pernikahan kan. Lestiana dengan Risky?!" Indro.

"Sama aja," kata Kasino.

"Berarti. Benar-benar Lestiana beruntung mendapatkan dua cowok yang mencintai dirinya. Risky menikahin Lestiana. Dono tetap menjadi teman Lestiana dan tidak boleh ada cinta keduanya....hanya teman saja!" kata Indro.

"Eeeemmmm," kata Kasino.

Acara Tv tetap berlangsung dengan baik banget, ya Kasino dan Indro tetap nonton Tv dengan baik.

"Oooo iya Kasino bagimana dengan Konser Juara Di Hati...kemarin malam?!" kata Indro.

"Kemarin malam memang tidak ada cerita yang di publikasikan, ya bisa di bilang istirahat gitu. Tentang Konser Juara Di Hati....kemarin malam. Seperti biasa sih Konser Musik bagus banget," kata Kasino.

"Seperti biasa bagus toh," kata Indro.

"Fokus nonton Tv saja. Tidak perlu di bahas lebih jauh gitu!" kata Kasino.

"Iya," kata Indro.

Indro dan Kasino, ya fokus nonton Tv dengan baik banget karena acara Tv memang bagus banget untuk di tonton. Dono tiba-tiba berhenti baca bukunya. Raoh muncul di atas kepala Dono dengan wujud kecil banget.

"Dunia ini tetap begini-begini aja," kata Dono.

"Yang menggerakkan tetap manusia dengan tujuan masing-masing. Dari dulu sampai sekarang," kata Roh.

"Manusia yang menggerakkan segalanya dengan baik dengan tujuannya masing-masing," kata Dono.

"Pandai-pandai bersyukur!" kata Roh.

"Iya," kata Dono.

"Aku pergi dulu!" kata Roh.

"Emmm," kata Dono.

Roh pergi dengan cara menghilang. Dono melanjutkan baca bukunya dengan baik banget.

Tuesday, June 29, 2021

ITIK BURUK RUPA

Putri di kamarnya. 

"Ngapain ya?" kata Putri berpikir panjang.

Putri teringat sesuatu tentang sebuah buku jadi Putri mengambil buku di rak buku. Judul buku itu di baca dengan baik sama Putri "Itik Buruk Rupa."

Duduk di kursi dengan baik dan segera Putri membaca bukunya dengan baik.

Isi buku yang di baca Putri :

Pada suatu ketika, seekor induk itik sedang mengerami telur-telurnya. Telur-telur itu diharapkan akan menjadi penerus generasi dari induknya. Tidak lama kemudian, telur-telur tersebut mulai menetas. Mereka berwarna kuning. Namun ada satu anak itik yang memiliki bulu berwarna abu-abu. Karena memiliki warna abu-abu, sang anak itik tersebut menjadi bahan olok-olokan bagi saudaranya, karena anak itik tersebut terlihat jelek dengan bulunya yang berwarna abu-abu. Sang induk itik yang mengerami telur itu pun juga keheranan dengan anaknya yang berbulu abu-abu.

Setiap hari, itik berbulu abu-abu selalu menjadi bahan ejekan bagi saudaranya. Sang itik dijuluki si buruk rupa. Hal ini membuat sang anak itik menjadi minder. Dia tidak mau tinggal bersama saudara dan keluarganya. Dia akhirnya kabur dari rumah untuk bertemu dengan itik yang memiliki bulu yang sama dengan dirinya, yaitu abu-abu.

Sang anak itik abu-abu akhirnya pergi meninggalkan keluarganya. Setiap dia bertemu dengan itik lainnya, dia selalu bertanya, apakah mereka pernah bertemu dengan itik yang memiliki bulu yang sama dengan dirinya.

“Hai teman, aku mau bertanya, apakah kau pernah bertemu dengan itik yang berbulu abu-abu sama dengan diriku ?” tanya itik buruk rupa.

“Aku tidak perah bertemu dengan itik yang berbulu abu-abu yang jelek seperti dirimu,” kata mereka.

Si itik uruk rupa akhirnya bertambah sedih mendengar pernyataan itik-itik yang dia temui. Dia menyadari bahwa dia adalah itik terjelek di dunia. Dia harus tau diri bahwa dia harus menerima kenyataan pahit untuk dijauhi oleh kawanan itik lainnya. Sang itik selalu termenung. Dia tidak dapat membendung kesedihan akibat nasibnya yang malang.

Ketika sang itik termenung, seorang perempuan tua menangkap itik abu-abu tersebut, lalu memasukannya ke dalam kandang. Sang itik sedikit berontak, karena dia tidak tau akan diperlakukan seperti apa oleh perempuan tua tersebut. Ketika di dalam kandang, si itik buruk rupa berjumpa dengan induk ayam yang sedang mengerami telurnya.

“Darimana kamu ? hai itik !” tanya sang induk ayam.

“Aku baru saja ditangkap di sebuah tempat oleh nenek tua itu, lalu aku dijebloskan ke kandang ini,” jawab si itik buruk rupa.

“Mungkin, kau tidak lama lagi akan disemblih dan disantap oleh nenek tua itu,” jelas si induk ayam.

Si itik terkejut mendengar penjelasan dari induk ayam tersebut, dia langsung mencoba meloloskan diri dari kandangnya. Dia berusaha mencari celah agar dirinya dapat keluar dari kandang. Akhirnya, dia dapat meloloskan diri. Dia mengetahui bahwa semua itik benci akan dirinya. Hingga akhirnya, si itik buruk rupa hanya bisa berdiam di semak-semak.

Musim dingin pun tiba, si itik buruk rupa merasa lapar dan ingin mencari makan. Dia berusaha keluar dari semak belukar meski badannya lemah dan tidak sehat. Perasaan sedih selalu dirasakan si itik akibat dijauhkan oleh kawanan itik lainnya. Dengan langkah tertatih-tatih, si itik berusaha membawa tubuhnya untuk mencari makan. Mungkin ada cacing-cacing tanah yang masih tersedia di luar sana. Namun, karena badannya telah lemah, si itik buruk rupa mengalami pingsan.

Si itik yang pingsan akhirnya ditemukan oleh seorang petani yang baik hati. Dia membawa sang itik ke rumahnya. Petani dan anak-anaknya merawat si itik buruk rupa dengan penuh kasih sayang. Mereka senang dengan kehadiran si itik abu-abu. Menurut mereka, si itik memiliki bulu yang lucu dan tingkahnya dapat menghibur mereka.

Ketika si itik telah tumbuh dewasa, petani itu langsung melepaskannya ke alam bebas. Alangkah terkejutnya sang itik, dia melihat wujudnya pada pantulan kolam. Dia telah berubah. Sang itik telah menjelma menjadi angsa yang cantik.

“Oh tidak, wujudku ternyata menjadi cantik,” kata si itik buruk rupa tidak percaya.

Di kolam tersebut, tampaklah sekelompok angsa yang sedang berenang. Wujud mereka sama dengan itik si buruk rupa. Mereka sama-sama terlihat cantik dan menawan. Si itik buruk rupa menyadari bahwa dia sebenarnya adalah seekor angsa muda yang cantik. Dia mengepakkan sayapnya yang indah dan terlihat sangat bahagia. Akhirnya, dia berenang di atas kolam sambil berbaur dengan kawanann angsa lainnya. Ternyata, angsa muda yang cantik itu, pada saat menjadi telur, dikelompokkan ke dalam telur itik. Pantas saja berbeda dengan kelompok itik.

***

Putri selesai baca buku.

"Cerita yang bagus. Pinter yang membuat cerita. Ceritanya pernah di angkat ke film seri kartun kalau tidak salah. Hikmah yang di ambil dari cerita yang aku baca dengan baik adalah jangan mudah putus asa. Setiap makhluk pasti memiliki kelebihan dan kekuarangannya masing-masing," kata Putri.

Putri menutup buku dan buku di taruh di meja. Putri keluar dari kamarnya, ya membantu ibu di dapur....memasak untuk makan malam.

HARPA AJAIB

Nanu duduk di taman, ya membawa buku. Nanu membuka bukunya dan segera membaca buku dengan baik.

Isi buku yang di baca Nanu :

Pada suatu desa, tinggalah seorang bernama Morgan. Morgan tinggal serumah bersama istrinya. Kehidupan mereka cukup bahagia. Morgan memiliki hobi menyanyi. Namun, banyak orang yang mengatakan bahwa suara Morgan jelek. Hal tersebut kadang membuat Morgan minder dengan suara nyanyiannya.

Ketika malam tiba, Morgan sedang duduk santai dekat perapian. Dia meminum secangkir kopi sambil sesekali bersenandung. Tidak lama kemudian, dia didatangi oleh tiga orang tamu. Tamu Morgan adalah 3 orang laki-laki. Mereka adalah seorang mengembara. Morgan mempersilahkan masuk tamunya. Ternyata ketiga pengembara tersebut kehabisan bekal makanan. 

“Pak Morgan, kami kehabisan bekal makanan. Maukah engkau memberikan sedikit makanan kepada kami yang sedang kelaparan ?” pinta mereka.

“Tentu saja akan aku berikan. Bagaimanapun kalian adalah tamuku. Kebetulan, aku memiliki roti dan susu coklat hangat yang bisa kalian santap,” sahut Morgan.

Ketiga pengembara itu tampak senang. Mereka sangat berterimakasih dengan kebaikan Morgan pada malam itu.

“Kami sangat senang diberi jamuan oleh anda, Pak Morgan yang baik. bagaimana kami membalas jasa anda ?” tanya salah satu dari mereka.

“Ah tidak perlu. Menjamu kalian saja saya sudah bahagia, apalagi kalian kan sedang dalam kekurangan finansial,” kata Morgan.

“Ayolah Pak Morgan, silahkan utarakan keinginanmu,” desak mereka.

“Hmmm, sebenarnya aku memiliki suatu keinginan,” kata Morgan sambil menerawang.

“Keinginan apakah itu ?” tanya salah satu dari pengembara itu.

Morgan melanjutkan keinginannya, “Aku ingin memiliki harpa ajaib yang apabila aku mainkan, semua orang menjadi menari dan senang mendengarnya.”

“Baiklah kalau itu keinginanmu, kami akan mengabulkannya,” kata salah satu dari pengembara.

Tiba-tiba, harpa itu datang dan ketiga pengembara tersebut menjadi hilang. Morgan terkejut dengan apa yang dia alami. Sebuah harpa indah ada di hadapannya. Ternyata ketiga pengembara itu adalah peri. Mereka akan mendatangi rumah seseorang. Apabila mereka di terima dengan baik oleh seseorang tersebut, maka keberuntungan akan menghinggapi pemilik rumah itu. Namun, jika mereka di terima dengan cara yang tidak baik atau tidak menyenangkan, niscaya kesulitan akan didapatkan oleh pemilik rumah itu.

“Wah, harpa ini sungguh indah, mereka pasti adalah tiga malaikat yang membalas kebaikanku ! Harpa ini pasti memiliki suara yang indah juga,” gumam Morgan sambil memperhatikan harpa ajaib itu.

Morgan akhirnya memainkan harpa ajaib itu. Bunyinya sangat indah. Dia mulai menyanyi sambil memainkan harpa. Tiba-tiba istri Morgan datang dan ingin menari. Dia sangat tertarik dengan alunan musik harpa ajaib itu. Mereka akhirnya menari bersama mengikuti alunan suara harpa ajaib itu.

Tidak lama kemudian, orang-orang yang melewati rumah Morgan mendengarkan suara harpa yang indah. Mereka akhirnya ikut menari. Tetangga Morgan juga ikut keluar rumah. Morgan dan istrinya pindah ke halaman depan rumah untuk menari bersama dengan tetangga mereka. Suasana pada saat itu sangat menyenangkan.

Esok harinya, Morgan didatangi tamu yang pernah menghina suaranya. Dia dan Morgan sedang asik meminum secangkir kopi sambil bersenda gurau. Akan tetapi, Morgan masih memiliki dendam dengan orang yang mengejek suaranya.

“Sekarang, ketika kau mendengarkan aku menyanyi dengan bermain harpa, kau tidak akan mungkin lagi mengejek suaraku,” kata Morgan.

“Ah tidak mungkin, suaramu pasti sama saja dengan suaramu yang dulu,” jelas si tamu Morgan.

Morgan yang mendengarkan penejelasan tamunya langsung ingin balas dendam. Dia segera mengambil harpa ajaibnya, lalu memainkan harpanya samil bernyanyi. Mendengar demikian, sang tamu akhirnya menari setelah mendengarkan suara harpa itu.

Akan tetapi, Morgan mempercepat tempo alunan harpanya, sehingga sang tamu menjadi kelalahan dan mulai berteriak. Sang tamu kelelahan menari karena mengikuti tempo lagu dari harpa Morgan. Morgan tidak berhenti memainkan alat musik itu. Morgan justru tertawa kegirangan melihat tamunya yang lelah menari. Sang tamu tidak bisa berhenti menari, dia terus menari dan menari. Dia tidak bisa menghentikan tubuhnya untuk berhenti menari, padahal sang tamu memohon kepada Morgan untuk berhenti memainkan harpanya. Akhirnya sang tamu lemas tidak berdaya, wajahnya pucat dengan keringat yang bercucuran, dia akhirnya jatuh pingsan. Morgan akhirnya tertawa lepas karena dendamnya sudah terbalas.

Pagi harinya, Morgan terkejut karena harpa ajaib yang baru dimilikinya tidak berada di tempat. Morgan terus mencari-cari harpanya yang hilang, namun tetap saja tidak ditemukan. Rupanya ketiga peri yang memberi Morgan sebuah harpa itu menarik kembali barang pemberian mereka. Mereka sangat murka dengan apa yang diperbuat oleh Morgan terhadap tamunya. Tamu Morgan menjadi pingsan dan jatuh sakit akibat perbuatan Morgan. Kini Morgan tidak memiliki harpa ajaib itu kembali.

***

Nanu berhenti baca buku.

"Cerita yang bagus. Pinter yang membuat ceritanya," kata Nanu.

Nanu membaca hikmah dari cerita tersebut yang tertulis dengan baik di buku "Kita harus menjadi orang yang baik, keburukan harusnya dibalas dengan kebaikan. Janganlah menjadi manusia pendendam, sebab kita akan mendapatkan balasan keburukan."

Nanu memahami dengan baik hikmah yang di tulis dalam buku tersebut dan segera menutup bukunya dengan baik. Nanu pun beranjak duduknya di taman, ya bergerak berjalan ke rumahnya.

CAMPUR ADUK

BAD NEWS BEARS

Malam hari, ya bulan bersinar dengan baik. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus...tema cinta di chenel MDTV, ya seperti biasa s...

CAMPUR ADUK