CAMPUR ADUK

Saturday, June 12, 2021

KENANGAN MANIS YANG MERESAHKAN

Dono berada di sebuah bangunan tua yang runtuh karena karena tragedi perang. Dono duduk, ya sambil bersandar di tembok. Bayangan masa kecil muncul di hadapan di Dono yang bermain bersama dengan Lestiana. Dono membuatkan sebuah mahkota bunga untuk Lestiana. Dengan senang hati Lestiana memakai mahkota bunga tersebut. Keduanya seperti layaknya Pangeran dan Putri yang sedang melaksanakan pernikahan.

"Haaaa," kata Dono sambil menghelakan nafas.

Bayangan masa kecil pun menghilang.

"Kenangan masa kecil yang indah," kata Dono.

Dono bangun dari tempat duduknya, ya berjalan menuju sungai. Sampai di pinggir sungai. Dono duduk sambil melihat dirinya di air, ya berkaca di air gitu. Bayangan Dono dan Lestiana muncul lagi. Dono menjalin hubungan persahabatan dengan baik banget....sampai perasaan itu tumbuh cinta yang bersemi di hati. Diam-diam...cinta itu di jalan dengan baik. Dono dan Lestiana bahagia. Sampai Lestiana di jodohkan sama orang tuanya dengan Risky, ya anak bangsawan gitu. Lestiana tidak ingin menentang orang tuanya dan ingin jadi anak yang berbakti pada orang tua dengan baik banget.

Lestiana pun bicara dengan Dono di pinggir sungai, ya di saat ulang tahunnya Lestiana ke 18 tahun. Dono ingin mengabulkan permintaan apa saja permintaan Lestiana.

"Hubungan kita sebatas teman saja. Tidak boleh ada cinta. Karena aku telah di jodohkan sama Risky. Mas Dono harus berjanji. Ini permintaan ku. Mas Dono harus mengabulkannya," kata Lestiana.

Dono memang terkejut dengan permintaan Lestiana itu. Dono memang akan mengabulkan permintaan Lestiana apa saja di saat ulang tahunnya ke 18 tahun. 

"Kita teman saja. Tidak ada cinta. Aku akan memegang janji dengan baik banget," kata Dono.

Lestiana senang dengan mendengar omongan Dono. 

"Haaaaa," kata Dono menghelakan nafasnya.

Bayangan di air itu pun menghilang.

"Sebuah janji harus di tepati dengan baik," kata Dono.

Dono beranjak dari duduknya di pinggir pantai. Berjalan Dono dengan baik. Tiba-tiba muncul seekor monster ular yang besar banget gitu dari dalam air, ya menyerang Dono. Dengan sigap Dono menghindari serangan monster ular tersebut. Memang suasana hati Dono lagi resah karena memikirkan kenangan bersama Lestiana demi memenuhi sebuah janji dengan baik. Dono memang mengeluarkan pedangnya dari sarungnya untuk bertarung dengan monster ular. Pertarungan memang sengit banget.

Dono mulai marah. Dengan kemampuan Dono mempunyai sihir elemen air tingkat tinggi, ya membuat keadaan menjadi dingin sedingin es. Sampai-sampai monster ular yang menyerang Dono membeku. Dengan pedangnya Dono memenggal kepala monster ular tersebut. Monster ular telah di kalahkan dengan baik, ya keadaan kembali normallah dan pedang di sarungkan. Dono melanjukan perjalannya dengan baik.

"Aku harus bisa melupakan kenangan manis bersama Lestiana. Agar tidak mengganggu pikiran ku. Sekarang ini aku telah menjalin hubungan dengan baik dengan Rara. Aku tidak ingin menyakiti perasaan Rara," kata Dono.

Dono berjalan dengan baik menuju tempat kafenya Saskia. Sampai di kafe. Dono segera ngobrol dengan Kasino dan Indro dengan baik banget.

***

Di kediaman Lestiana. Sedang mengadakan acara lamaran dengan baik banget.....Lestiana dan Risky. Pesta memang meriah banget gitu. Rara menemani Mbak Lestiana dengan baik gitu, ya ada Saskia, Zahra dan Selfi. Dono tidak mau dateng ke acara Lestiana karena tidak ingin merusak acaranya, karena suasana hati Dono saja. Kasino dan Indro bukannya tidak mau dateng ke acara Lestiana karena Kasino dan Indro baru sampai di tempat kafe, setelah menyelesaikan misi dengan baik.

"Kehidupan tidak ada wanita....rasa hidup jadi hambar ya?!" kata Indro.

"Iya," kata Kasino dan Dono bersamaan.

"Hidup di jalanin dengan petualangan ini dan itu. Hidup jadi lebih berarti," kata Indro.

"Iya," kata Kasino dan Dono bersamaan.

Ketiganya terus membicarakan tentang ini dan itu, yang penting obrolan menarik gitu. Dono melupakan kenangan manis yang meresahkan hatinya itu dengan baik banget setelah ngobrol dengan teman-teman baiknya.

BEAUTY AND THE BEAST

Dono memang main ke rumah Lesti bersama Rara. Ya Lesti kan emang Mbaknya Rara. Dono memang ngobrol dengan asik sih sama Lesti dan Rara di ruang tengah. Karena ada keperluan penting, ya kerjaan. Obrolan ketiganya berhenti. Dono dan Rara, ya pamit sama Lesti. Dono dan Rara, ya meninggalkan rumah Lesti dengan menggunakan mobil sih. Lesti menutup pintu depan dengan baik dan ingin membereskan gelas yang di gunakan gitu. Lesti menemukan buku di bawah meja.
"Buku siapa ya?" kata Lesti.

Lesti duduk dengan baik, ya di sofa. Lesti membaca judul buku tersebut dengan baik "Beauty And The Beast", Lesti segera membaca buku tersebut.

Isi buku yang di baca Lesti :

Seorang pedagang memiliki tiga putri yang sangat cantik. Putrinya yang bungsu sangat penyayang dan sederhana, Bella namanya. Sedangkan kedua kakaknya selalu meminta barang-barang yang mewah kepada ayahnya.

Suatu hari, pedagang itu akan pergi ke kota. Ia pun berpamitan kepada ketiga anaknya.

“Oleh-oleh apa yang kalian inginkan, putriku?” tanya pedagang itu.

“Aku ingin baju dan perhiasan yang mahal, Ayah.” jawab putri sulungnya.

Begitu pun dengan kakak kedua Bella. Ia menginginkan hal yang sama seperti kakak sulungnya. Bella hanya diam. Ia sebenarnya merasa kasihan dengan ayahnya. Ayahnya selalu bekerja keras untuk menghidupi ketiga putrinya, tapi kedua kakaknya selalu meminta barang-barang yang mewah dari ayahnya.

“Apakah kamu mau baju mahal dan perhiasan juga, Bella?” tanya ayahnya.

Bella menggeleng. Ia hanya ingin ayahnya kembali ke rumah dengan selamat. Ayahnya sungguh menyayangi Bella. Putri bungsunya itu memang berbeda dari kedua kakaknya. Tetapi, ayahnya tetap meminta Bella untuk menyebutkan oleh-oleh yang dia inginkan.

“Baiklah jika Ayah memaksa. Aku meminta setangkai mawar,” ujar Bella.

Ayahnya tersenyum mendengar jawaban Bella. Ia berjanji akan membawakan setangkai mawar untuknya. Lalu, pedagang itu pun berangkat menuju kota. Hingga satu minggu lamanya. Setelah urusan di kota selesai, sang Ayah segera pulang. Namun, dalam perjalanan, ia tersesat. Pedagang itu sungguh bingung. Ia sama sekali tak mengenal hutan yang ia lalui. Olala… pedagang itu melihat kastil yang cukup besar. Ia pun menuju ke kastil tua itu. Sesampainya di kastil, sang Ayah membuka pintu kastil. Ia memanggil-manggil pemilik kastil.

Namun, tak ada seorang pun yang menjawabnya. Pedagang itu terus saja berjalan. Wah, ia melihat banyak sekali makanan di meja makan. Kebetulan sekali, pedagang itu sedang kelaparan. Melihat makanan yang berlimpah, ia pun langsung melahapnya.

“Siapa pun penghuni kastil ini, pastilah ia orang yang sangat baik,” ujar pedagang itu.

Setelah kenyang, si Pedagang kembali berjalan. Kali ini ia menuju taman. Di sana ada banyak sekali bunga mawar yang mekar dengan indahnya. Pedagang itu ingat pada Bella, putri bungsunya yang menginginkan setangkai mawar. Maka ia pun memetik beberapa tangkai mawar itu.

“Sungguh indah bunga mawar ini,” gumamnya.

Saat dirinya hendak melangkah keluar, ia dicegah oleh makhluk buruk rupa. Makhluk besar seperti monster.

“Kau telah mencuri mawar-mawarku! Kau harus membayarnya dengan tetap tinggal di sini sebagai pelayanku!” seru si Buruk Rupa.

Pedagang itu lalu menceritakan tentang Bella yang menginginkan mawar. Si Buruk Rupa akhirnya mengizinkan si Pedagang pulang, tapi dengan syarat si Pedagang harus kembali lagi ke kastil bersama salah satu putrinya, dan putrinya itu harus mau menjadi pelayan menggantikan si Pedagang.

“Aku beri kau waktu satu minggu untuk kembali ke sini bersama salah satu putrimu,” ujar si Buruk Rupa.

Pedagang itu lalu pulang. Tetapi, ia merasa sangat sedih, sebab ia harus kehilangan salah satu putrinya untuk tinggal di kastil milik si Buruk Rupa dan menjadi pelayan di sana.

***

Lesti berhenti baca bukunya dan mengambil gelas berisi minuman, ya sirup jeruk sih. Lesti minum sirup tersebut. Gelas pun di taruh di meja lagi. Lesti pun membaca pesan moral yang tertulis di buku itu dengan baik.

"Sayangilah selalu orang tua kita. Jangan membebani orang tua dengan permintaan yang sulit di penuhi," kata Lesti.

Lesti memahami pesan moral yang tertulis di buku. Ya Lesti melanjutkan baca ceritanya dengan baik.

Isi cerita yang di baca Lesti dengan baik banget :

Pedagang lalu kembali ke rumahnya. Ia terlihat sangat sedih. Ia mengumpulkan ketiga putrinya, lalu menceritakan semuanya kepada mereka. Putri sulung dan putri kedua menyalahkan adiknya, Bella.

“Itu karena kamu minta setangkai mawar pada Ayah.” seru putri sulung.” Coba kau minta baju indah seperti kami, pasti Ayah tidak akan tersesat di kastil milik si Buruk Rupa.”

“Aku sudah berjanji pada Si Buruk Rupa untuk membawa salah satu putriku ke sana untuk menggantikanku,” ucap pedagang itu. 

Tentu saja putri sulung dan putri keduanya tak mau menggantikan ayahnya. Sebaliknya, Bella ikhlas dan mau menggantikan ayahnya. Ayahnya tahu, pasti Bella akan melakukan itu. Seminggu kemudian, Bella dan ayahnya pergi ke kastil untuk menemui Si Buruk Rupa. Alangkah senangnya Si Buruk Rupa, sebab pedagang itu menepati janjinya. Lihatlah, putri pedagang itu sangat cantik.

Pedagang itu lalu pulang dan meninggalkan Bella di kastil untuk menjadi pelayan si Buruk Rupa. Bella sangat baik hati. Mula-mula Bella sangat takut dengan si Buruk Rupa. Tetapi, rupanya si Buruk Rupa sangat baik. Bella diberikannya pakaian layaknya seorang putri, juga perhiasan yang banyak. Kini, penampilan Bella terlihat sangat berbeda. Ia terlihat sangat cantik.

Setiap hari, Bella melayani si Buruk Rupa, seperti menyiapkan makanan, menyapu, dan yang paling ia sukai: merawat mawar merah di taman kastil. Rupanya si Buruk Rupa juga sangat menyukai mawar. Mereka bersama-sama merawat mawar-mawar itu dengan penuh cinta. Bella sangat nyaman tinggal di kastil. Ia sama sekali tak kekurangan. Hingga sebulan kemudian, ia merasakan rindu pada ayah dan saudara-saudaranya. Bella pun meminta izin untuk menengok ayahnya.

“Kembalilah dalam satu minggu. Jika kau tak kembali, aku akan mati kesepian di kastil ini sendirian,” ucap Si Buruk Rupa.

Bella berjanji akan kembali seminggu lagi. Ia pun segera pulang. Alangkah senang ayahnya melihat Bella yang terlihat lebih cantik dari sebelumnya. Kedua saudara Bella bahkan iri dengan adik bungsunya itu. Bella lalu menceritakan semuanya. Tentang Si Buruk Rupa yang baik hati. Tentang mawar-mawar yang indah. Juga tentang janjinya untuk kembali tepat satu minggu lagi.

Kedua saudaranya memiliki siasat jahat. Mereka tak ingin Bella bahagia. Saat tiba waktunya Bella kembali ke kastil milik si Buruk Rupa, kedua saudara Bella meminta Bella untuk tinggal sehari lagi di rumah. Meskipun berat, akhirnya Bella menyetujuinya. Ia berpikir kakaknya masih merindukannya. Keesokan harinya, Bella bergegas kembali ke kastil. Alangkah terkejutnya Bella saat melihat si Buruk Rupa tergeletak di taman mawar. Si Buruk Rupa seperti sudah mati. Bella sangat sedih. Dia telah melanggar janjinya, hingga si Buruk Rupa meninggal dunia.

“Aku mohon, bukalah matamu. Aku mencintaimu. Maafkan aku telah mengingkari janjiku,” isak Bella.

Air mata Bella jatuh tepat di pipi si Buruk Rupa. Olala… tiba-tiba terjadi keajaiban. Si Buruk Rupa berubah menjadi pangeran yang sangat tampan. Bella sangat terkejut. Lalu, Pangeran menjelaskan bahwa dirinya dikutuk oleh peri jahat. Kutukan itu baru akan hilang jika ada gadis yang mencintainya dengan tulus. Akhirnya pangeran pun menikah dengan Bella. Setelah menikah, Bella mengajak ayahnya dan saudaranya tinggal di kastil. Akhirnya, mereka pun hidup bahagia selamanya.

***

Lesti berhenti baca bukunya.

"Cerita yang bagus," kata Lesti.

Lesti membaca pesan moral yang tertulis di buku.

"Jadilah anak yang patuh dengan orangtua agar selalu menjadi anak yang beruntung," kata Lesti.

Lesti memahami pesan moral yang tertulis di buku. Lesti menutup buku tersebut dan di taruh di meja.

"Bukunya Mas Dono, ya tertinggal. Kalau Mas Dono main kesini lagi. Lesti berikan bukunya," kata Lesti.

Lesti membereskan gelas habis di gunakan, ya mau di cuci di belakang. Saat berjalan menuju belakang, ya Lesti berkata "Cerita Beauty And The Beast. Cerita yang angkat ke film dengan baik banget. Memang cerita yang bagus banget. Cerita sepanjang masa....!" kata Lesti.

Lesti membersihkan gelas di belakang dengan baik, ya di cuci sampai bersih dan setelah itu di taruh di rak. Lesti bergerak ke ruang tengah untuk nonton Tv. Ya Tv di hidupkan dengan menggunakan remotlah. Lesti memilih chenel Tv yang acaranya bagus banget, ya acara musik dangdut karena memang Lesti suka musik dangdut. Dengan santai Lesti menonton Tv. Sampai pikirannya mengingat sesuatu yang baik.

"Aku si cantik dan Kak Risky adalah Pangeran idaman Lesti," kata Lesti. 

Pipi Lesti merona merah, ya tanda senang banget gitu. Lesti terus nonton Tv dengan penuh kesantaian gitu.

BUKA-BUKAAN

Keadaan lingkungan, ya memang panas sih karena cuacanya gitu. Indro merasakan gerah banget karena cuaca panas. Indro berjalan menuju pulang rumah, ya setelah tempat Saskia....main gitu. Sampai di pengkolan gang. Indro melihat sekelompok orang sibuk menangani sesuatu. Ya Indro bertanya pada salah satu orang, warga setempat. Ternyata orang yang meninggal. 

"Inalilahi wainalilahi rojiun," kata Indro.

Indro meninggalkan tempat tersebut dan berjalan terus dengan baik sampai menuju rumah. Dono di ruang tamu seperti biasanya sedang asik baca bukunya. Pintu depan rumah memang terbuka. Indro langsung mengucap salam "Assalamualaikum."

Dono menjawab "Waalaikumsalam."

Indro duduk di ruang tamu. Dono melanjutkan baca bukunya. Indro teringat sesuatu tentang berita kematian, memang sih keadaan lingkungan dan berita di Tv masih masalah covid-19. Indro berkata pada Dono "Dono!"

Dono mendengar omongan Indro dan menghentikan baca bukunya dan berkata Dono "Apa?"

"Aku ingin membicarakan tentang cerita Roh...Don!' kata Indro.

"Oooooo itu," kata Dono.

Kasino selesai nonton Tv, ya ke ruang tamu dan duduk di sebelah Indro. Memang Kasino mendengarkan omongan keduanya tentang Roh, jadi Kasino berkata "Tumben....Indro mau membicarakan tentang...Roh?!"

"Karena saat aku berjalan menuju  rumah. Ada orang yang meninggal gitu. Jadi aku berpikir baik. Umur kan tidak ada yang tahu gitu. Jadi aku ingin membicarakan tentang Roh!" kata Indro.

"Oooo begitu toh," kata Kasino.

"Membicarakan tentang Roh sih tidak ada masalah sih. Bicara saja Indro!" kata Dono.

"Buka-bukaan saja kan!" kata Indro.

"Maksudnya buka baju?!' kata Dono.

"Buka apa Indro?!" kata Kasino.

"Buka tentang cerita Roh...dong!" kata Indro.

"Ooooo cerita Roh toh," kata Dono.

"Gimana Don...di buka nggak tentang cerita Roh?!" kata Kasino.

"Kan telah aku jelaskan tentang cerita Roh. Ada di Al-Qur'an...itu saja sudah cukup kan!" kata Dono.

"Lebih terbuka lagi tentang cerita Roh!" kata Indro.

"Ok. Aku jelaskan. Versi pertama adalah Al-Qur'an itu sendiri, ya menceritakan seorang nabi Muhammad SAW mengajarkan kebaikan pada manusia yang ingin mengikuti jalannya di jalan kebaikan, ya bisa di bilang cerita lamalah. Versi kedua adalah diri ku.....Dono sampai cerita tentang Dono di angkat jadi nabi itu pun yang mengangkat adalah Roh. Roh pertama adalah Malaikat adalah Utusan Tuhan. Roh kedua adalah Setan. Cerita Dono...ini cerita sekarang," kata Dono.

"Jadi dua versi cerita," kata Indro.

"Penulis itu mampu mengembangkan cerita dari satu menjadi dua cerita, ya kemungkinan bisa tiga sih," kata Kasino.

"Kerjaan jadi penulis itu harus mengembangkan ilmunya dengan baik," kata Dono.

"Jadi cerita Roh itu benar apa tidak ya Don?!" kata Indro.

"Jawabannya ada di dalam Al-Qur'an," kata Dono.

"Kalau jawabannya di dalam Al-Qur'an.....sih. Hanya Allah SWT tahu kebenaran tentang ciptaannya yang dapat menunjukkan kebenaran di jalan kebaikan untuk umat manusia," kata Kasino.

"Allah SWT Maha Pencipta. Jelas lah itu jawaban yang paling benar. Jujur sih, ya tidak ada bohongnya," kata Indro.

"Dalam membuat ceritakan ada salah ini dan itu sih. Jadi, ya minta maaf....jika ada umur panjang. Kalau umur pendek kan tidak bisa minta maaf gitu," kata Dono.

"Kalau itu sih bener omongan Dono," kata Indro menegaskan omongan Dono.

"Bener omongan Dono," kata Kasino menegaskan omongan Indro.

"Allah SWT Maha Pemaafkan. Gimana dengan manusia?!" kata Dono.

"Kalau urusan manusia sih Don. Tergantung dari ilmunya. Ya amal dan ibadahnya," kata Kasino.

"Bener omongan Kasino tuh," kata Indro menegaskan omongan Kasino.

"Kalau begitu...tidak perlu di bahaslah!" kata Dono.

"Idem," kata Kasino dan Indro bersaman.

"Ngomong-ngomong yang meninggal orang tua apa anak muda, ya Indro?!" kata Dono.

"Orang tua Don!" kata Indro.

"Aku kirain anak muda," kata Dono.

"Orang tua telah berumur mendapatkan vaksin untuk meningkatkan kekebalan tubuh,. Ada berita kematian orang tua yang telah berumur di lingkungan, gimana ya?!" kata Kasino.

"Kita bukan Dokter. Jadi tidak boleh di bahas tentang masalah kesehatan!" kata Indro.

"Kan kita belajar tentang biologi dan kimia. Sedikit tahulah tentang ilmu kesehatan gitu," kata Kasino.

"Tetapkan tidak belajar di bidang kedokteran. Jadi tidak perlu di bahaslah!" kata Indro.

"Omongan Indro ada benerlah. Kita tidak belajar di bidang kedokteran. Tidak perlu di bahas!" kata Dono menegaskan omongan Indro.

"Ok tidak perlu di bahas!" kata Kasino.

"Aku beres diri dulu!" kata Indro.

"Iya," kata Dono dan Kasino bersamaan.

Dono melanjutkan baca bukunya dengan baik banget. Kasino, ya main game di Hp-nya dengan baik banget. Indro bergerak menuju kamarnya untuk mengambil handuk dan ke belakang untuk mandi. Setelah mandi dan berpakaian rapih, ya Indro nonton Tv di ruang tengah. Acara Tv yang di tonton adalah berita.

Friday, June 11, 2021

MAKANAN ENAK

Dono di ruang tamu, ya sedang baca buku dengan asik banget. Kasino ruang tengah sedang asik nonton Tv. Acara Tv yang di tonton Kasino, ya acara musik gitu. Salah satu artis yang mengisi acara musik adalah Ghea. Pokoknya acara musik bangus banget gitu. Indro di dapur.

"Kepala kambing. Mau di masak. Kasino di kasih kepala kambing sama yang punya hajat aqiqah anaknya pengurus mesjid," kata Indro.

Indro mulai mengolah kepala kambing di buat makanan enak banget. Dengan penuh keseriusan Indro mengolah kepala kambing di buat makan menjadi sop kepala kambing. 

Beberapa saat kemudian.

Sop kepala kambing telah matang. Indro mencicipinya dengan baik.

"Emmmmm enak sop kepala kambing buatan ku," kata Indro.

Indro menyajikannya sop kepala kambing di mangkok yang besar banget dan di taruh di meja makan. di meja makan, ya Indro menaruh nasi, lalapan, kerupuk dan sambel. Indro duduk di ruang makan dan berkata dengan suara lantang "Makan.....Kasino dan Dono!"

Kasino mendengar omongan Indro yang lantang dan segera menghentikan nonton Tv. Kasino bergerak ke ruang makan. Dono, ya mendengarkan omongan Indro yang lantang dan segera menghentikan baca bukunya. Ya buku di taruh meja dengan baik sama Dono dan segera ke ruang makan. Kasino dan Dono duduk di ruang makan. Kasino mencium bau enak dari masakan yang di buat Indro, ya begitu juga dengan Dono.

"Sop kepala kambing," kata Kasino.

"Sop kepala kambing," kata Dono.

"Kasino dan Dono.....ayo kita makan sop kepala kambing buatan aku ini. Pokoknya enak rasanya!" kata Indro.

"Ya," kata Kasino dan Dono bersamaan.

Kasino, Dono dan Indro mengambil piring masing-masing di isi nasi dululah baru sop kepala kambing. Ketiga makan dengan baik banget.

"Emmmmm enak," kata Dono.

"Sop kepala kambingnya enak. Tidak sia-sia bahan makan yang aku percayakan pada mu Indro...untuk di buat makan enak," kata Indro.

"Aku gitu gitu loe. Pandai memasak bahan makan menjadi makan yang enak," kata Indro yang bangga pada dirinya.

"Makanan yang terbuat dari daging kambing....bisa naikin darah kan?!" kata Dono.

"Yang darah rendah...ya naik gitu darahnya," kata Indro.

"Berarti yang darah tinggi, ya naik juga dong darahnya," kata Kasino.

"Iya juga ya. Yang darah tinggi naik juga. Kacau itu mah. Ah tidak perlu di bahaslah!" kata Indro.

"Memang tidak perlu di bahas. Orang kita ini bukan dokter," kata Dono.

"Kalau makan makanan yang di buat dari daging kambing......bisa meningkatkan gairah dalam hubungan suami istri..ya?!" kata Kasino.

"Kalau itu sih tidak perlu di bahaslah. Aku belum menikah!" kata Dono.

"Aku juga belum nikah!" kata Indro.

"Aku juga sama belum nikah. Tidak perlu di bahaslah!" kata Kasino.

Kasino, Indro dan Dono, ya terus makan makanan yang enak tersebut.......sampai perutnya kenyang.

"Puas...aku. ," kata Dono.

"Makan memang kaya makan di restoran. Indro Master Chef," kata Kasino.

"Aku puas hasil dari usaha ku. Makannya enak dan kenyang aku,' kata Indro.

Ketiga telah menikmati makan enak. Ya biasa untuk mencuci piring dan gelas yang di gunakan.... ketiganya hompimpa dan suit dan yang kalah.....adalah Kasino jadi Kasino yang mencuci piring dan gelas habis di gunakan. Dono dan Indro pindah duduknya di ruang tengah untuk menonton Tv. Di ruang tengah. Indro memilih chenel Tv yang acaranya bagus dengan remot pastinya. Di pilih lah acara yang paling menarik. Acara berita gitu. Memang acara berita memberitakan keadaan yang ini dan itu.....sampai makan yang enak gitu. Pokoknya berita di Tv memang acaranya bagus gitu. Indro dan Dono santai nonton Tv yang acaranya bagus gitu. Kasino  mencuci piring dan gelas dengan baik di belakang, ya sampai bersih dan di taruh di rak. Kasino pun telah selesai dengan kerjaannya dan segera ke ruang tengah untuk nonton Tv bersama Dono dan Indro.

PINOKIO BONEKA KAYU YANG LUCU

Indro selesai nonton Tv di ruang tengah, ya memang Tv di matikan dengan pake remot gitu. Indro pindah duduknya ke ruang tamu. Sebenarnya sih Indro ingin main game di Hp gitu, ya jadi tidak jadi karena tertarik dengan buku di taruh Dono di ruang tamu. 

"Pinokio...Pinokio...Boneka Kayu Yang Lucu," kata Indro bernyanyi karena memang Indro teringat lagu saat masih anak-anak gitu. 

Indro mengambil buku di meja dan segera di bacanya buku tersebut dengan baik banget.

Isi buku yang di baca Indro dengan baik banget :

Pada jaman dahulu kala hiduplah seorang tukang kayu bernama Geppeto. Dia tinggal sendiri di rumah sederhananya yang hanya berisi barang barang dari kayu. Gepeto bermimpi memiliki anak laki laki yang akan menemaninya. Pada suatu malam ketika dia merasa kesepian. Dia membuat sebuah boneka kayu. Gapeto adalah pemahat yang handal. Boneka itu sangat terlihat nyata.

“Aku akan memanggilmu Pinokio.” Ucapnya.” Oh aku berharap kamu adalah benar benar anak laki laki..”

Setelah selesai membuat boneka itu Gapeto pun tertidur.

Ketika Gapeto tertidur, peri biru datang dan berbisik padanya. “Gapeto yang baik kamu selalu menjadi orang yang baik untuk semua orang. Aku akan memberikan kehidupan untuk pinokio kecilmu.” Dan Peri biru mengayunkan tongkat ajaibnya. (suara sihir) Pinokio pun hidup.

Lihat aku, aku bisa bicara, aku bisa berjalan dan aku bisa menari.” Ucap pinokio bersemangat.

Gapeto bangun mendengar suara berisik di rumahnya. Dia sangat terkejut, dia menemukan bahwa mimpinya menjadi kenyataan.

“Boneka kayu anakku kamu hidup.” Gapato sangat bahagia dan memeluk Pinokio.

Di pagi hari berikutnya. Gapeto memberi pinokio uang untuk membeli buku dan mengirimnya ke sekolah.

“Pinokio sekarang kamu harus sekolah. Jangan berhenti sebelum sampai ke sekolah. Disana kamu akan mendapatkan banyak ilmu pengetahuan.” Gapeto berpesan kepada Pinokio.

Pinokio sangat bergembira, dia berjalan menuju sekolahnya. Di perjalanan dia bertemu seorang anak laki laki yang sedang bermain.

“Hai kamu mau pergi kemana dengan uang sebanyak itu.” Tanya si anak laki laki.

“Aku akan pergi ke sekolah dan membeli buku.” Jawab Pinokio.

“Hai dari pada ke sekolah lebih baik uang itu untuk membeli permen. Rasanya sangat enak.” Ucap anak laki laki itu lagi.

Seekor belalang ajaib meloncat ke pundak Pinokio dan berbisik.” Jangan lakukan itu Pinokio. Jangan dengarkan anak itu.”

Tapi Pinokio tidak mendengarkan belalang ajaib, di pergi masuk ke toko permen.

“Apakah semua uang ini hanya untuk permen.” Pelayan toko bertanya kepada Pinokio.

“Iya ayahku ingin aku membelikan semua uang ini untuk permen.” Ucap Pinokio. Tiba tiba hidung Pinokio bertambah panjang.

Pada saat Pinokio keluar dari Toko, Si anak laki laki dengan cepat mencuri semua permen dari Pinokio dan melarikan diri. Pinokio telah di tipu. Belalang ajaib bertemu Pinokio kembali. 

Belalang ajaib bertanya kepada Pinokio "Kenapa uang Pinokio berkurang?"

Pinokio menjawab, ”Uang nya jatuh dan hilang.”

Pada saat Pinokio berbohong hidungnya kembali bertambah panjang.

Pinokio pun melanjutkan perjalananya ke sekolah. Di perjalanan dia bertemu serigala dan seekor kucing. Mereka menegur Pinokio.” Hai. Kami akan mengajak kamu ke sebuah pertunjukan boneka. Kami punya satu tiket untukmu. Harganya hanya 5 coin.”

Pinokio berpikir itu adalah tawaran yang sangat menarik. Dan dia memutuskan untuk ikut. “Aku punya lima koin, ayahku menyuruh ku pergi ke pertunjukan yang menarik.”

Dan hidung Pinokio pun kembali bertambah panjang.

Pinokio pun pergi ke pertunjukan boneka. Namun ternyata tiket yang di belinya adalah tiket palsu. Penjaga pertunjukan tidak memperbolehkannya masuk. Pinkio pun duduk di pojok dan menangis. Seorang laki laki asing dengan rambut dan janggut panjang, menemunkan Pinokio menangis. Dia adalah Stromboli pemilik pertunjukan boneka. Dia sangat terpesona saat melihat Pinokio yang merupakan boneka hidup namun tidak memakai tali pengatur. Stromboli kemudian mengajak Pinokio bergabung kedalam pertujukan.

Pinokio naik ke panggung. Dia menari dan bernyanyi. Para penonton menyukai Pinokio. Mereka bertepuk tangan untuk Pinokio. Pinokio semakin bersemangat dan dia tidak melihat arah gerakannya. Dan tanpa sadar hidungnya yang panjang tersangut tali boneka yang lain. Akhirnya pertunjukan berhenti karena menjadi kacau. Seluruh penonton menertawakan pertunjukan itu.

Pinokio sangat lelah, dia merindukan Gapeto. Pinokio pun meminta ijin kepada Stromboli bahwa dia ingin pulang. Namun ternyata Strombolli memiliki pendapat yang lain. Dia memasukan Pinokio kedalam sangkar. “Kamu milikku sekarang.” Kata Stormbolli.

Ketika Pinokio duduk dan menangis di dalam sangkar. Belalang ajaib muncul kembali. ”Lihat Pinokio? Jika kamu pergi ke sekolah seperti apa yang minta oleh Geppeto, tentu kejadian ini tidak akan pernah terjadi.”

Belalang ajaib memberi kesempatan kedua untuk Pinokio agar mau berubah. Dia dengan cepat pergi ke rumah Gapeto dan memberitahunya apa yang telah terjadi pada Pinokio. Segera Gapeto pergi ke pertunjukan boneka dan menyelamatkan Pinokio dari Sangkar Stromboli.

“Pencuri, Pencuri.” Terikan Stromboli dan dia berlari mengejar Gepeto. “Boneka itu milikku.” Teriaknya.

Pinokio berpikir cepat. Dia membuat jebakan sehingga Stromboli jatuh menimpa kotak boneka BRAKK. Pinokio dan Gepeto pun bisa pergi melarikan diri.

“Oh Pinokio.” Kata Gepeto.” Lihatlah hidungmu. Itu yang akan terjadi jika kamu berbohong.”

Pinokio sangat malu. Dan dia akhirnya memutuskan selalu berkata jujur. Dan dia pun menepati janjinya, sehingga hidungnya mengecil mengecil mengecil dan kembali seperti semula. Dan akhirnya karena Pinokio mengetahui kesalahannya dan berubah menjadi anak yang baik. Peri biru memberi mantera sehingga Pinokio menjadi anak laki laki yang sesungguhnya. Gapeta dan Pinokio pun hidup bahagia.

***

Indro selesai baca bukunya.

"Cerita Pinokio bagus. Yang pinter itu pembuat ceritanya. Cerita Pinokio...memang pernah di angkat ke film, ya filmnya bagus gitu. Cerita sepanjang masa," kata Indro.

Indro menaruh buku di meja dengan baik.

"Pinokio...Pinokio....Boneka Kayu Yang Lucu," kata Indro bernyanyi.

Indro segera main game di Hp-nya dengan baik banget. Dono ada urusan dengan Rara dan juga ada Tiara, ya ketiganya ngobrol asik di sebuah D' Cafe terkenal milik....artis yang terkenal Raffi Ahmad. Sedangkan Kasino ada urusan dengan remaja mesjid, potong kambing acara aqiqah anak pengurus mesjid gitu.

Thursday, June 10, 2021

GHOSTING

Kasino dan Indro di ruang tengah sedang nonton Tv dengan asik banget. Acara Tv memberitakan artis yang ini dan itu. 

"Kasino," kata Indro.

"Apa?" kata Kasino.

"Kata Ghosting...ini populer banget...kan Kasino?!" kata Indro.

"Ya...begitu sih. Sampai-sampai. Kata Ghosting di bahas di obrolan artis sih. Acara Tv yang sedang kita tonton," kata Kasino.

"Di sinetron saja di masukin pokok masalah tentang hubungan percintaan, ya di sebut Ghosting gitu," kata Indro.

"Istilah hubungan percintaan....generasi sekarang ini aneh tapi unik. Kadang orang tua saja bingung juga dengan istilah yang baru yang ini dan itu," kata Kasino.

"Masalah harusnya di hadapi dengan baik dan harus segera di selesaikan dengan baik. Agar tidak berlarut-larut. Eeeeee ternyata menghindar dan menghilang, ya tidak ada kabarnya. Jadi Ghosting deh," kata Indro.

"Mungkin dengan cara menghindar dan menghilang, ya tidak ada kabarnya. Maka urusan masalah telah selesai gitu. Komunikasi di matikan dengan baik," kata Kasino.

"Kalau di pikir dengan baik. Ya masalah di anggap sudah selesai," kata Indro.

Indro dan Kasino terus menonton acara Tv yang bangus itu.

"Kalau Dono di tinggal Wulan pergi selama-lamanya. Lagi sayang-sayangnya di tinggal. Jadi Wulan  itu Ghost," kata Indro.

"Ya.....ceritanya memang begitu. Wulan bisa di bilang Ghost," kata Kasino.

"Kemarin-kemarin Dono ngobrol dengan aku. Jika Dono meninggal dunia, ya di usia muda.....jadi Dono meninggalkan Rara selamanya. Ya Dono bisa di bilang Ghost...deh. Rara lagi sayang-sayang sama Dono di tinggal selamanya. Sedih banget itu mah," kata Indro.

"Dono ngomong tentang dirinya meninggal dunia di usia muda?!" kata Kasino.

"Iya. Sekedar obrolan saja sih Kasino," kata Indro.

"Oooooo begitu. Tapi kebanyakan orang sih kalau ngobrol tentang mati muda banyak yang takut. Karena.....masih banyak impian yang belum tercapai dan juga kemungkinan besar sih dosanya banyak gitu....takut masuk neraka gitu," kata Kasino.

"Kalau di pikir dengan baik. Ya omongan Kasino ada benernya sih. Takut mati muda karena banyak dosanya. Ya takut masuk neraka gitu," kata Indro.

"Emmmm," kata Kasino.

"Ya Dono bisa bilang Ghost, tapi tidak bilang Ghosting. Karena Dono menghadapi semua masalahnya sampai selesai agar hidupnya tenang," kata Indro.

"Dono bisa di bilang Ghost, tapi tidak bilang Ghosting. Jadi Rara pun kalau di tinggal Dono pun harus menerima kehilangan dengan baik. Rasa sedih berlarut itu tidak baik. Hidup harus di jalankan dengan baik. Sama seperti Dono yang di tinggal Wulan. Ya Dono tidak berlarut-larut dengan kesedihan, ya harus terus maju dan bertemu dengan  Rara, ya pengganti Wulan," kata Kasino.

"Berarti. Dono telah pergi meninggal dunia ini. Rara harus bergerak maju dan bisa mendapatkan penggantinya Dono, ya lebih baik dari Dono.....memberikan cinta segalanya dengan baik jadi hidup Rara bahagia," kata Indro.

"Sudah lah tidak perlu di bahas lebih jauh lagi!" kata Kasino.

"Iya," kata Indro.

Indro dan Kasino, ya fokus nonton Tv dengan baik karena acara Tv bagus banget. Sedangkan Dono di ruang tamu sedang baca buku dengan baik. Walau pun Dono jadi bahan obrolan sama Kasino dan Indro, ya kedengaran samar gitu.....tetap Dono jojong baca buku dengan baik.

CINDERELLA PUTRI YANG CANTIK

Dono duduk di ruang tamu, ya mengambil buku di atas meja. 

"Buku cerita tentang Cinderella Putri Yang Cantik," kata Dono.

Dono segera membaca buku tersebut dengan baik banget.

Isi buku yang di baca Dono :

Di sebuah kerajaan, tinggalah seorang anak perempuan yang cantik dan baik hati. Ia tinggal bersama ibu dan kedua kakak tirinya, karena orangtuanya sudah meninggal dunia. Di rumah tersebut ia selalu di suruh mengerjakan seluruh perkerjaan rumah. Ia selalu di bentak dan hanya di beri makan satu kali sehari oleh ibu tirinya. Kakak-kakaknya yang jahat memanggilnya “Cinderella”. Cinderella artinya gadis yang kotor dan penuh dengan debu. “Nama yang cocok buatmu!” kata mereka.

Setelah beberapa lama, pada suatu hari datang pengawal kerajaan yang menyebarkan surat undangan pesta dari Istana.

“Asyik… kita akan pergi dan berdandan secantik-cantiknya. Kalau aku jadi putri raja, ibu pasti akan gembira”, kata mereka. 

Hari yang dinanti tiba, kedua kakak tiri Cinderella mulai berdandan dengan gembira. Cinderella sangat sedih sebab ia tidak diperbolehkan ikut oleh kedua kakaknya ke pesta di Istana. “Baju pun kau tak punya, apa mau pergi ke pesta dengan baju sepert itu?”, kata kakak Cinderella.

Setelah semua berangkat ke pesta, Cinderella kembali ke kamarnya. Ia menangis sekeras-kerasnya karena hatinya sangat kesal. 

“Aku tidak bisa pergi ke istana dengan baju kotor seperti ini, tapi aku ingin pergi.”

Tidak berapa lama terdengar sebuah suara. “Cinderella, berhentilah menangis.” 

Ketika Cinderella berbalik, ia melihat seorang peri. Peri tersenyum dengan ramah. “Cinderella bawalah empat ekor tikus dan dua ekor kadal.” Setelah semuanya dikumpulkan Cinderella, peri membawa tikus dan kadal tersebut ke kebun labu di halaman belakang. 

“Sim salabim!” sambil menebar sihirnya, terjadilah suatu keajaiban. Tikus-tikus berubah menjadi empat ekor kuda, serta kadal-kadal berubah menjadi dua orang sais. Yang terakhir, Cinderella berubah menjadi Putri yang cantik, dengan memakai gaun yang sangat indah.

Karena gembiranya, Cinderella mulai menari berputar-putar dengan sepatu kacanya seperti kupu-kupu. Peri berkata,”Cinderella, pengaruh sihir ini akan lenyap setelah lonceng pukul dua belas malam berhenti. Karena itu, pulanglah sebelum lewat tengah malam. 

“Ya Nek. Terimakasih,” jawab Cinderella. 

Kereta kuda emas segera berangkat membawa Cinderella menuju istana. Setelah tiba di istana, ia langsung masuk ke aula istana. Begitu masuk, pandangan semua yang hadir tertuju pada Cinderella. Mereka sangat kagum dengan kecantikan Cinderella. “Cantiknya putrid itu! Putri dari negara mana ya ?” Tanya mereka. 

Akhirnya sang Pangeran datang menghampiri Cinderella. “Putri yang cantik, maukah Anda menari dengan saya ?” katanya. 

“Ya…,” kata Cinderella sambil mengulurkan tangannya sambil tersenyum. Mereka menari berdua dalam irama yang pelan. Ibu dan kedua kakak Cinderella yang berada di situ tidak menyangka kalau putri yang cantik itu adalah Cinderella.

Pangeran terus berdansa dengan Cinderella. 

“Orang seperti andalah yang saya idamkan selama ini,” kata sang Pangeran. 

Karena bahagianya, Cinderella lupa akan waktu. Jam mulai berdentang 12 kali. 

“Maaf Pangeran saya harus segera pulang..,”. Cinderela menarik tangannya dari genggaman pangeran dan segera berlari ke luar Istana. 

Di tengah jalan, sepatunya terlepas sebelah, tapi Cinderella tidak memperdulikannya, ia terus berlari. Pangeran mengejar Cinderella, tetapi ia kehilangan jejak Cinderella. Di tengah anak tangga, ada sebuah sepatu kaca kepunyaan Cinderella. Pangeran mengambil sepatu itu. 

“Aku akan mencarimu,” katanya bertekad dalam hati. 

Meskipun Cinderella kembali menjadi gadis yang penuh debu, ia amat bahagia karena bisa pergi ke pesta. Esok harinya, para pengawal yang dikirim Pangeran datang ke rumah-rumah yang ada anak gadisnya di seluruh pelosok negeri untuk mencocokkan sepatu kaca dengan kaki mereka, tetapi tidak ada yang cocok. Sampai akhirnya para pengawal tiba di rumah Cinderella. 

“Kami mencari gadis yang kakinya cocok dengan sepatu kaca ini,” kata para pengawal. 

Kedua kakak Cinderella mencoba sepatu tersebut, tapi kaki mereka terlalu besar. Mereka tetap memaksa kakinya dimasukkan ke sepatu kaca sampai lecet. Pada saat itu, pengawal melihat Cinderella. 

“Hai kamu, cobalah sepatu ini,” katanya. Ibu tiri Cinderella menjadi marah,” tidak akan cocok dengan anak ini!”. 

Kemudian Cinderella menjulurkan kakinya. Ternyata sepatu tersebut sangat cocok. 

“Ah! Andalah Putri itu,” seru pengawal gembira. “Cinderella, selamat..,” Cinderella menoleh ke belakang, peri sudah berdiri di belakangnya. “Mulai sekarang hiduplah berbahagia dengan Pangeran. Sim salabim!.,” katanya.

Begitu peri membaca mantranya, Cinderella berubah menjadi seorang Putri yang memakai gaun pengantin. 

“Pengaruh sihir ini tidak akan hilang walau jam berdentang dua belas kali”, kata sang peri. Cinderella diantar oleh tikus-tikus dan burung yang selama ini menjadi temannya. Sesampainya di Istana, Pangeran menyambutnya sambil tersenyum bahagia. Akhirnya Cinderella menikah dengan Pangeran dan hidup berbahagia.

***

Dono selesai baca buku dengan baik banget. 

"Cerita Cinderella ini memang bagus dari masa ke masa. Pinter yang buat ceritanya. Sampai-sampai cerita Cinderella ini di angkat ke dalam film, ya jadinya luar biasa bagus banget. Ketegaran dari tokoh cewek menjalankan hidupnya dan pada akhirnya mendapatkan cinta sejati yang membuat diri bahagia," kata Dono.

Dono menaruh buku di meja dengan baik banget dan segera main game di Hp-nya. Kasino dan Indro di ruang tengah sedang asik nonton film di Tv, ya film tentang Cinderella karena memang ceritanya bagus banget gitu.....sepanjang masa.

Wednesday, June 9, 2021

REALITA

Dono duduk di taman, ya bersama Indro.

"Keadaan lingkungan sama aja dengan berita di Tv ya," kata Dono.

"Iya. Don. Sama aja keadaan lingkungan dengan berita di Tv," kata Indro.

"Sampai kapan pokok masalah tentang covid-19 ini berlangsung?!" kata Dono.

"Sampai semua manusia di dunia ini telah di vakinasi dengan baik. Jadi program kerja pemerintahan untuk menanggulangi kesehatan di kata kan berhasil," kata Indro.

"Berarti positif lama dong," kata Dono.

"Aku tidak positif, aku negatif Don!" kata Indro yang niatnya becanda.

"Iya aku tahu. Indro negatif......covid-19!" kata Dono, ya ikut becanda gitu.

"Yo, i...," kata Indro.

Indro dan Kasino pun beranjak dari duduknya di taman. Keduanya berjalan dengan penuh kesantaian sambil melihat lingkungan dengan baik banget.

"Oooo iya Don. Apa tanggapan dengan berita pembatalan Haji?!" kata Indro.

"Ya, Kasihan aja dengan orang-orang yang tidak jadi melaksanakan Haji. Tapi mau di omongin apa. Pemerintahan memutuskan...bahwa pembatalan Haji?!" kata Dono.

"Iya juga ya. Kasihan juga. Tapi sudah keputusan dari Pemerintahan," kata Indro.

"Aku saja yang dapat mendengar dan melihat Roh saja....sudah tidak ingin ke Haji. Jika aku mati di usia muda dan tidak menikah pun. Aku telah menyempurnakan jalan hidupku. Karena aku telah berhasil mengetahui kebenaran yang sebenarnya," kata Dono.

"Ilmu yang menghantarkan Dono pada kebenaran. Rasa penasaran tentang dunia ini sudah hilang. Di bimbing dengan baik sama Roh," kata Indro.

"Kalau Indro gimana?!" kata Dono.

"Aku belum bisa melihat dan mendengar Roh, ya masih penasaran dengan dunia ini Don. Jadi ingin hidup lebih lama lagi. Ya menikah dengan Saskia Don!" kata Indro.

"Senang Saskia. Bahwa Indro mencintai Saskia dengan baik," kata Dono.

"Yo,....i," kata Indro.

Indro dan Dono melihat keadaan lingkungan dengan baik. Keduanya melihat kerumunan orang-orang yang heboh melihat sesuatu dengan baik. Indro pun bertanya pada pedagang di toko, ya sambil membeli minuman botol dua buah, ya Dono ikut menemanilah. Pemilik toko memberi tahu tentang kerumunan orang-orang yang heboh melihat sesuatu. Ternyata ada acara Uang Kaget Reborn. Dono dan Kasino meninggalkan toko, ya melanjutkan perjalanan dengan baik.

"Uang Kaget Reborn...Don," kata Indro.

"Heboh juga. Masyarakat menonton acara Tv Uang Kaget Reborn," kata Dono.

"Orang yang mendapatkan Uang danri acara Tv Uang Kaget Reborn. Pasti bahagianya luar biasa. Karena yang dapet orang miskin. Jadi tertolong dari kesusahan gitu," kata Indro.

"Masih banyak orang baik," kata Dono.

"Iya, masih banyak orang baik," kata Indro.

Indro dan Dono terus berjalan dengan baik banget, ya sambil minum minuman botol gitu.

"Acara Baim Wong...yang Rumah Teka-Teki....ternyata bagus juga ya Don," kata Indro.

"Iya. Bagus untuk di tonton. Realita kehidupan dari sudut orang-orang di lingkungan yang begini dan begitu," kata Dono.

"Pinter yang buat acara," pujian dari Indro.

"Emmmm," kata Dono.

Kasino yang membawa motor berhenti di samping Dono dan Indro.

"Naik Don, Indro!" kata Kasino.

"Ya......," kata Dono dan Indro bersamaan.

Dono dan Indro naik motornya Kasino. Segera Kasino membawa motor dengan baik sampai ke rumah. Memang jarak sampai ke rumah sudah dekat sih. Jadi cepat sampai di rumah dengan motor gitu. Di rumah. Dono duduk di ruang tamu, ya baca buku dengan baik. Indro di ruang tamu, ya main game di Hp-nya dengan baik. Kasino, ya duduk santai di ruang tengah dan sedang mengerjakan kerjaannya di leptopnya dengan baik banget.

ALUTSISTA

Indro sebagai panglima tertinggi negara Hitam, ya memerintahkan tentaranya untuk menyerang negara Putih. Tentara Hitam bergerak dengan persenjataan yang luar biasa. Kasino yang tahu kabar bahwa tentara negara Hitam telah bergerak untuk menyerang. Kasino sebagai panglima tertinggi negara Putih, ya memerintahkan tentaranya untuk melawan tentara Hitam. Pertemuan terjadi di medan perang. Teng-teng menembak ke arah tujuan serangan dengan baik dari kedua belah pihak yang bertikai. Tentara yang membawa senjata terus menembakan senjata dengan baik, ya dari kedua belah pihak bertikai.

Pesawat tempur menembakan roket dengan baik. Keadaan jadi hancur berantakan. Banyak tentara yang tumbang di medan perang. Perang di darat penuh dengan ke hancuran. Perang di udara pun penuh dengan kehancuran. Perang di laut di jalankan kedua belah pihak. Kapal perang menembakan roket dengan baik. Kapal selam menembakan torpedo dengan baik juga. Perang di lautan....luar biasa berkecamuk sampai hancur kedua belah pihak. Indro sebagai panglima perang makin menggila dengan strategi perang dengan tujuan menang mengalahkan negara Putih. Kasino terus berusaha melawan serangan negara Hitam, ya mempertahankan negara Putih dengan baik agar tidak di runtuhkan oleh negara Hitam.

Dono selesai mengetik di leptopnya, ya segera di matikan leptop dengan baik. Dono keluar dari kamarnya. Saat di ruang tengah, ya Dono tidak melihat Kasino dan Indro .

"Tumben. Kasino dan Indro tidak menonton Tv. Kemana keduanya ya?" kata Dono.

Dono mendengar kehebohan Kasino dan Indro di ruang tamu. Dono ke ruang tamu untuk mengeceknya. Di ruang tamu. Ternyata Kasino dan Indro sedang main perang-perangan dengan tentara mainan, teng mainan, pesawat tempur, kapal perang dan kapal selam. Dono duduk dengan baik.

"Duh....kelakuan anak kecil," kata Dono.

Kasino dan Indro berhenti main perang-perangannya. 

"Memang kaya anak kecil. Cuma mainan Don!" kata Kasino.

"Cuma main perang-perangan," kata Indro.

"Jangan-jangan karena berita di Tv....tentang Alutsista?!" kata Dono.

"Beritanya heboh tentang Alutsista," kata Kasino.

"Mainan ini sudah lama aku simpan dengan baik. Karena ada berita kehebohan Alutsista. Jadi aku keluarkan mainan ku. Ya perang-perangan gitu. Pokoknya seru deh!" kata Indro.

"Aku mengerti. Kenapa aku dengerin......pake negara Hitam dan Putih?!" kata Dono.

"Ya karena. Kita berdua sering main catur Don. Jadi sepakat. Main negara Hitam dan Putih," kata Indro.

"Aku Putih dan Indro....Hitam," kata Kasino.

"Ooooo begitu toh!" kata Dono.

"Negara di katakan kuat. Berarti militernya kuat kan!" kata Indro.

"Idem," kata Kasino.

Dono berpikir dengan baik dan berkata "Iya. Negara di katakan kuat. Berarti militernya kuat."

"Berarti penting dong. Alutsista itu," kata Indro.

"Idem," kata Kasino dan Dono bersamaan.

"Kalau begitu. Sudah ah main perang-perangannya Kasino!" kata Indro.

"Iya," kata Kasino.

"Emmmm," kata Dono.

Dono, ya mengambil buku di meja dan segera di bacanya dengan baik. Kasino dan Indro membereskan mainan dengan baik, ya di taruh di kotak kardus. Kasino dan Indro, ya main game di Hp-nya dengan baik. Tetap saja yang di mainkan di Hp-nya Kasino dan Indro, ya perang-perangan gitu.

BODY CANTIK

Rara bersama teman-teman ceweknya berolahraga di Gym Fitnes dengan instrukur yang baik gitu....artis Maria Vania. Tujuan Rara dan teman-teman berolahraga dengan baik untuk membentuk body yang cantik. 

Ya, beberapa bulan kemudian. 

Terbentuklah body Rara dan teman-teman yang cantik kaya artis Maria Vania yang luar biasa gitu. Rara mengirimkan foto-foto dirinya ke Hp-nya Dono. Ya Dono ruang tamu sedang asik baca buku. Tahu-tahu Hp-nya berbunyi. Dono menghentikan baca bukunya dan mengambil Hp di meja. Dono membuka kiriman foto dari Rara. Dono melihat satu persatu foto Rara yang cantik banget bodynya dan juga pakaian yang di kenakannya. Indro yang selesai memasak di dapur, ya ke ruang tamu untuk istirahat gitu. Indro duduk di sebelah Dono..

"Dono asik amat lihat Hp?!' kata Indro.

"Lagi asik. Lihat foto Rara yang body cantik banget," kata Dono.

"Mana aku lihat," kata Indro yang antusias banget.

"Niii!!!" kata Dono sambil menyerahkan Hp ke Indro.

Indro mengambil Hp-nya Dono dan segera melihat foto Rara. Satu persatu Indro melihat foto Rara yang bodynya cantik banget.

"Cantik banget Rara Don. Kaya artis Maria Vania, ya body cantiknya itu," kata Indro.

"Rara. Olahraga dengan teman-temannya untuk membentuk body cantik kaya artis Maria Vania. Intrukturnya Artis Maria Vania," kata Dono.

"Cewek. Kalau ingin cantik. Ya dengan usaha yang bener. Pasti hasilnya memuaskan," kata Indro.

"Haaaaa!!!!," kata Dono menghelakan nafas.

"Don. Kenapa berkata 'Haaaaa!!!' dan juga menghelakan nafas gitu?!" kata Indro.

"Jadi repot jagain Rara dengan body yang cantik gitu," kata Dono.

"Repot," kata Indro sambil berpikir panjang, "Iya juga...repot. Jagain Rara yang bodynya cantik. Banyak pandangan cowok tertuju pada Rara yang bodynya cantik. Dan juga cowok-cowok berkata'"Hai cewek cantik', ya tanda menggoda gitu," kata Indro.

"Cowok yang menggoda itu kan termasuk Indro. Yang antusias lihat foto Rara yang body cantik," kata Dono.

"Oooooo iya aku termasuk, ya Don. Maaf Don. Tapi kan jadi konsumsi publik.....jika Rara jadi artis dengan body cantik kaya artis Maria Vania," kata Indro.

"Kalau jadi artis," kata Dono.

"Artis dengan body yang bagus kan kaya Model atau Putri Kecantikan Indonesia. Jadi sasaran sponsor yang mau mengiklankan produknya. Masyarakat tahu dengan produk yang di iklan dengan baik. Ekonomi berjalan dengan baik juga kan," kata Indro.

"Kaya dan terkenal," kata Dono.

"Kalau Rara jadi artis gimana Don?!" kata Indro.

"Ya aku legowo dengan baik. Bodynya Rara yang cantik itu jadi konsumsi publik. Aku menggunakan jaringan informan ku dengan baik, ya tujuannya jagain Rara dengan baik. Agar mencegah dari hal-hal tidak inginkan gitu," kata Dono.

"Kekasih yang sabar dan juga waspada dengan keadaan demi keselamatan orang yang di cintai," kata Indro.

"Emmmm," kata Dono.

"Niiii...Hp-nya," kata Indro sambil menyerahkan Hp ke Dono.

Dono mengambil Hp dari tangan Indro dan berkata Dono "Terima kasih".

"Iya," kata Indro.

Indro pindah duduknya, ya ke ruang tengah untuk nonton Tv. Dono menaruh Hp-nya di meja dan melanjutkan baca bukunya dengan baik. Indro menonton Tv dengan baik, ya dengan acara yang bagus gitu. Acara yang di tonton Indro adalah berita yang memberitakan seputar ini dan itu....tetap menarik di tonton dengan baik. Kasino di halaman belakang, ya sedang latihan bela diri dengan baik....silat gitu.

Tuesday, June 8, 2021

MEMBENTUK OTOT

Dono sedang duduk di ruang tamu, ya sedang baca buku. Kasino di ruang tamu juga, ya sedang asik main game di Hp-nya. Indro berhenti nonton Tv di ruang tengah, ya jadinya Tv di matikan pake remot gitu. Indro pindah duduknya ke ruang tamu. Di ruang tamu, ya Indro duduk di sebelah Kasino yang sedang asik main game di Hp-nya.

"Kasino, Dono!" kata Indro.

"Apa?" saut Kasino, ya tetap asik main game di Hp-nya.

"Apa?" saut Dono juga, ya tetap asik baca bukunya.

"Lagi asik main dan lagi asik baca buku. Kasino, Dono.....!" kata Indro.

"Apa?" kata Kasino dan Dono bersamaan.

Kasino menghentikan main game di Hp-nya. Dono menghentikan baca bukunya.

"Sebenarnya....Indro Mau ngomongin tentang apa?" kata Kasino.

"Olahraga," kata Indro.

"Olahraga. Capek ah!" kata Kasino.

"Olahraga. Membuat tubuh jadi bugar dan juga sehat," kata Dono.

"Olahraga menarik Kasino," kata Indro.

"Memangnya olahraga apa?" kata Kasino.

"Membentuk otot gitu. Di Gym Fitnes gitu," kata Indro.

"Oooooo Gym. Membentuk otot...jadinya kaya artis Deddy.......dong," kata Kasino.

"Artis Deddy itu tubuhnya....berotot. Gagah banget gitu. Padahal udah berumur gitu...ya," kata Dono.

"Mau nggak Kasino....?!" kata Indro.

"Ok. Gym Fitnes," kata Kasino.

"Gimana dengan Dono?!" kata Indro.

"Idemlah," kata Dono.

Dono, Kasino sepakat dengan Indro untuk olahraga di Gym Fitnes. Ketiga berbenah diri dengan baik banget di kamar masing-masing. Setelah itu, ya berangkatlah dengan mobilnya Kasino ke Gym Fitnes terdekat gitu. Singkat waktu. Sampai di Gym Fitnes. Dono, Kasino dan Indro masuk ke Gym Fitnes untuk olahraga. Di dalam ruangan Gym Fitnes Dono, Kasino dan Indro melihat artis Deddy dengan artis Ivan sedang ngobrol gitu, ya pokoknya sama dengan apa yang di beritakan di Tv. Dari hal kecil bertengkar...omongan saja. Dari hal besar juga bertengkar...omongan saja. Artis Deddy dan artis Ivan.....jadinya kaya Tom dan Jerry deh keadaannya.

Dono, Kasino dan Indro.....mau foto sih bareng tapi keadaan tidak memungkinkan. Artis Deddy dan artis Ivan...masih heboh dengan obrolan keduanya. Dono, Kasino dan Indro memutuskan untuk olahraga saja. Mulai ketiganya olahraga dengan baik. Sekitar satu jamlah Dono, Kasino dan Indro....olahraga dengan baik. Artis Maria Vania masuk ruangan Gym Fitnes. Kosentrasi Kasino dan Indro buyar karena melihat bodynya artis Maria Vania yang luar biasa. Pokoknya pikiran fantasi cowok gitu...tidak perlu di jelaskan dengan baik.

Dono mengambil papan catur di tas ranselnya dan di berikan pada Kasino dan Indro, ya berkata "Untuk konsentrasi".

Kasino dan Indro mengerti di berikan papan catur sama Dono dan juga omongan Dono, ya berhenti berolahraga dan segera main catur dengan baik. Kasino dan Indro jadinya kembali konsentrasi keduanya, ya main catur itu. Dono mendekati artis Maria Vania dengan baik banget, ya tujuannya ngajak makan dan minum di kafe terdekat gitu. Artis Maria Vania, ya mau di ajak Dono untuk ke kafe. Kasino dan Indro mencari Dono. Tahu-tahu sudah jalan bareng dengan artis Maria Vania, ya keluar ruangan.

"Dono...dasar playboy," kata Indro.

"Aturan jangan main catur. Lebih baik ajak jalan artis Maria Vania kaya Dono gitu!" kata Kasino.

"Iya juga ya. Kalah sama Dono dalam pendekatan dengan cewek gitu," kata Indro.

Indro dan Kasino berhenti main caturnnya dan berhenti olahraganya, ya keluar dari ruangan Gym Fitnes. Tahu-tahu di depan Gym Fitnes, ya Dono duduk diam saja.

"Dono...kenapa duduk diam di sini. Kan tadi jalan sama artis Maria Vania?!' kata Indro.

"Memang aku jalan sama artis Maria Vania. Ingin aku ajak makan dan minum di kafe gitu. Eeeeee ketemu Rara saat keluar Gym Fitnes. Kacau jadinya," kata Dono.

"Jadi ketahuan Rara toh," kata Indro.

"Emangnya di hukum Rara apaan Don?!" kata Kasino.

"Hukumannya. Cuma uang ku di dompet di ambil semua, ya di tinggal kan sepuluh ribu untuk pulang kata Rara. Ya Raranya ke kafe sama artis Maria Vania, ya pastinya makan, minum dan sekalian ngobrol biasa urusan cewek apalagi yang di ajak ngobrol artis gitu," kata Dono.

"Sudahlah Don. Hal sudah terjadi. Mau di kata apa ya?!" kata Indro.

"Pulang aja yuk!" kata Kasino.

"Ayo," kata Dono.

Dono, Kasino dan Indro naik mobilnya Kasino dan segera pulang ke rumah. Singkat waktu. Di rumah, ya Dono baca buku di ruang tamu. Kasino, ya main game di Hp-nya di ruang tamu. Indro nonton Tv di ruang tengah dengan asik banget karena memang acaranya bagus banget.

Monday, June 7, 2021

PUTUS CINTA

Kasino dan Indro duduk di ruang tengah sedang nonton Tv dengan baik banget. Acara Tv yang di tonton dengan baik, ya acara berita seputar ini dan itu......memang menarik sih di chenel CNN Indonesia. 

"Kasino," kata Indro.

"Apa?" kata Kasino.

"Patah hati itu......rasanya sakit ya?!" kata Indro.

"Patah hati. Memang rasa sakit. Kaya serangan jantung ringan. Keadaan pada diri penuh dengan kecewa. Harapan tidak sesuai dengan kenyataan," kata Kasino.

"Kasihan juga dengan orang-orang yang putus cinta itu," kata Indro.

"Memang kasihan sih. Orang-orang putus cinta. Tapi mau di kata apa? Terjadi juga tuh putus cinta....timbul patah hati," kata Kasino.

"Butuh waktu untuk mengobati luka di dalam hati," kata Indro.

"Memang butuh waktu untuk mengobati luka di dalam hati. Maka itu kalau sudah tahu sakitnya karena patah hati....jadi jangan main-main cinta!" kata Kasino.

"Emmmm," kata Indro.

Berita di Tv terus menayangkan tentang berita yang menarik banget........seperti musik, makan yang enak, pemerintahan, kesehatan dan lain-lain.

"Artis putus cinta. Cerita menarik juga ya?!" kata Indro.

"Ya....sebagai pembelajaran saja bagi yang menonton acara Tv yang menayangkan artis putus cinta," kata Kasino.

"Kenapa menikah dan akhirnya bercerai?" kata Indro.

"Mana aku tahu kalau itu. Aku belum menikah," kata Kasino.

"Kan...Kasino. Bisa di ambil dari proses pacaran kan bisa. Untuk menanggapi omongan ku!" kata Indro.

"Memang bisa di ambil dari proses pacaran. Kalau masuk ranah aturan agama sih. Pacaran itu tidak boleh karena dapat menimbulkan hal-hal yang tidak baik gitu. Lebih baik segera menikah," kata Kasino.

"Sekedar obrolan saja. Serius amat. Kalau salah memutuskan jadinya...cerai gimana?!" kata Indro.

"Istri satu....cerai. Istri dua kaya cerita artis....poligami, ya cerai juga. Sebenarnya....dasarnya menikah itu cinta apa keadaan ya?" kata Kasino.

"Dasarnya menikah itu.....cinta atau keadaan. Maka itu timbul cerai?" kata Indro.

"Cinta, iya. Keadaan...juga iya," kata Kasino.

"Lebih baik jomlo," kata Indro.

"Jomlo. Meratap...mikirin dapet cinta," kata Kasino.

"Realitanya memang begitu sih. Jomlo, ya meratap mikirin dapet cinta. Pusing ah. Cuma muter-muter saja!" kata Indro.

"Yang baik itu. Cukup satu cinta di jaga dengan baik, maka urusan putus cinta atau patah hati...sampai cerai itu tidak ada!" kata Kasino.

"Pola berpikir dengan penuh kedewasaan banget. Aku suka pendapat Kasino. Cukup satu cinta di jaga dengan baik. Saskia yang aku cintai!" kata Indro.

"Emmmm," kata Kasino.

Kasino dan Indro, ya fokus nonton Tv dengan baik banget. Acara Tv, ya terus memberitakan tentang hal yang menarik untuk di tonton dengan baik gitu. Dono ada urusan kerjaan di tempat kerjanya.

TUHAN SATU

Dono duduk di halaman belakang sambil menikmati minum teh dan makan keripik pisang. Kasino dan Indro di ruang tengah nonton Tv. Acara yang di tonton, ya memang acara musik gitu. 

"Dunia ini cuma begini saja," kata Dono.

Dono menaruh cangkir teh di meja.

Roh muncul di atas kepala Dono, ya wujudnya kecil.

"Dunia memang begini aja. Yang berubah itu manusia. Mengubah dunia ini sesuai dengan maunya manusia," kata Roh.

"Manusia yang mengubah dunia. Waktu silih berganti. Tua berganti muda. Demi berjalan di muka bumi ini dengan tujuan yang sama. Masa depan lebih baik dari hari ini," kata Dono.

"Masa depan lebih baik dari hari ini. Kata-kata yang sering di omongin para ulama yang membimbing mu dan menetapkan agama yang kamu yakini," kata Roh.

"Dengan ilmu itu menuntunku pada jalan kebaikan dunia ini. Ya walau sebenar ujiannya berat juga sih," kata Dono.

"Kamu sadar di uji dengan segala bentuk ujian untuk sampai....tahap terakhir...ingin di bimbing Roh. Pada akhirnya kamu berhasil di bimbing aku. Aku jelaskan kebenarannya dengan baik," kata Roh.

"Maka itu. Roh lebih baik dari pada ulama karena kematian telah datang pada ku. Aku berhasil dari ujiannya dan di jelaskan semua yang ingin aku tahu. Ternyata Roh utusan Tuhan Penguasa Alam Semesta," kata Dono.

"Tuhan Satu. Manusia mencari kebenaran tentang masa lalu dan masa depan. Tuhan tetap satu. Semua ilmu yang di gunakan dari dulu dan sekarang....sampai masa depan tetap Tuhan memberikan ilmu itu pada manusia untuk di manfaatkan dengan baik banget," kata Roh.

"Ya....aku paham," kata Dono.

"Kamu telah paham dengan baik. Aku pergi dulu," kata Roh.

Roh pun menghilang dengan baik. Dono mengambil cangkir di meja dan meminumnya dengan baik banget. Dono menikmati keadaan dengan baik banget. Kasino dan Indro di ruang tengah tetap menonton Tv dengan baik, ya karena memang acaranya bagus banget.

"Rising Star Indonesia.....bagus ya Kasino," kata Indro.

"Iya," kata Kasino.

Kasino dan Indro terus menikmati acara musik yang bagus banget gitu.

"Artis Ayu Ting Ting......canttik ya?!" kata Indro.

"Ya...artis Ayu Ting Ting cantiklah. Nama juga cewek dan juga artis ternama gitu," kata Kasino.

Kasino dan Indro, ya fokus nonton Tv dengan baik banget gitu. Dono tetap santai di halaman belakang.

CAMPUR ADUK

BAD NEWS BEARS

Malam hari, ya bulan bersinar dengan baik. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus...tema cinta di chenel MDTV, ya seperti biasa s...

CAMPUR ADUK