Maya adalah mantan penerbit buku dan ibu sempurna yang hidupnya berputar di sekitar ketiga anaknya, Aaliya, Ankush, dan Anjali. Meski sudah bercerai dengan Aman, Maya memastikan bahwa mereka tetap menjadi satu kesatuan keluarga yang bahagia. Namun, hal-hal berubah tak terduga ketika pacar Aman, Shreya Arora, seorang perancang busana berorientasi karir dengan banyak belajar tentang anak-anak, bergabung dengan keluarga.
Saat Aman memperkenalkan Shreya di pesta ulang tahun Anjali, dia secara tidak sengaja menjatuhkan kue ulang tahun Anjali, yang membuat anak-anak menganggapnya jahat dan mereka menamainya "dayaan" yang berarti penyihir. Aman yang seharusnya memiliki anak untuk hari itu, menyuruh Shreya untuk menjaga mereka karena dia sibuk dengan rapat. Di hari yang sama, di peragaan busana, Anjali membantu Shreya dengan salah satu pakaian untuk para model. Ketika Shreya pergi membeli es krim untuk anak-anak, Aaliya memberi tahu saudara-saudaranya bahwa dia menggunakan mereka agar dia dapat membawa ayah mereka pergi, dan Anjali menghilang setelahnya. Di kantor polisi, Anjali ditemukan dan Aman memberi tahu Shreya bahwa dia tidak dapat mendekati anak-anak tanpa izin Maya setelah Maya menegurnya dan mengancam akan mengajukan gugatan.
Maya mengetahui bahwa dia menderita kanker serviks dan memberi tahu Aman, yang mendorongnya untuk kembali bersama keluarga dan meninggalkan Shreya. Namun, dia tidak bisa melupakannya, yang diperhatikan Maya. Maya memberi tahu anak-anak mereka bahwa dia menderita kanker dan Aaliya membalas dengan pergi ke pesta bersama anak laki-laki yang lebih tua. Maya kemudian memberi tahu Shreya bahwa dia menderita kanker, dan mengatakan kepadanya bahwa dia ingin dia merawat anak-anak setelah dia pergi, karena mereka membutuhkan seorang ibu dalam hidup mereka. Shreya menolak pada awalnya, tidak percaya dirinya sebagai 'tipe ibu', tetapi setuju untuk pindah dan meninggalkan kariernya. Di hari-hari berikutnya, anak-anak mengembangkan keterikatan terhadap Shreya tetapi ketika Maya dan Shreya bertengkar, terungkap bahwa Shreya adalah seorang yatim piatu sejak lahir, sehingga dia tidak pernah diajari apapun tentang menjadi seorang ibu. Setelah pertengkaran tersebut, Aman memberi tahu Maya bahwa mereka tidak boleh bersaing satu sama lain untuk mendapatkan cinta anak-anak dan dia menegur Maya. Maya pingsan dan dibawa ke rumah sakit, di mana dokter mengatakan kepadanya bahwa dia hanya memiliki beberapa hari lagi. Shreya memutuskan untuk mengasuh anak-anak sementara Aman merawat Maya.
Saat Shreya dan anak-anaknya pergi mengunjungi Maya di rumah sakit, kedua wanita itu melakukan percakapan pribadi. Shreya mengakui bahwa anak-anak membutuhkan ibu kandung mereka, bukan dia. Maya mewariskan perwalian anak-anak kepada Shreya dan mengakui kesalahan yang dia buat yang hampir membunuh Anjali bertahun-tahun yang lalu karena kecerobohannya. Dia menjelaskan kepada Shreya bahwa tidak setiap ibu sempurna tetapi dia harus terus berusaha. Maya memberi tahu Aman bahwa dia ingin pulang ke rumah untuk Diwali sebagai kesempatan terakhir untuk melihat rumahnya sebelum dia meninggal. Selama festival, anak-anak mengadakan acara khusus untuknya, mengingat kembali kenangan yang mereka miliki bersama. Saat mereka mengambil foto keluarga, Maya meminta Shreya untuk bergabung, karena dia sekarang adalah keluarga. Segera setelah itu, Maya meninggal. Aman telah menikah dengan Shreya, dan dia menjadi ibu tiri dari anak-anak tersebut.
Sepuluh tahun kemudian, ini adalah pernikahan Aaliya dan Shreya mengangkatnya sebagai ibunya. Dia memberinya gelang milik Maya. Shreya berbicara kepada foto keluarga dan mengatakan bahwa Maya benar karena dia akhirnya menjadi tipe ibu. Selama putaran pernikahan, Shreya melihat ke langit dan mengingat Maya mengatakan dia memiliki anak kemarin sementara Shreya memiliki hari esok, dan tersenyum.
***
Budi selesai membaca cerpen yang ceritanya menarik dan bagus, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja.
"Emmm," kata Budi.
Budi menikmati dengan baik sih minum kopi dan makan kue-kue lebaran. Eko datang ke rumah Budi, ya motor Eko di parkirkan dengan baik di depan rumah Budi. Eko duduk dengan baik sih dekat Budi.
"Emmm," kata Budi.
"Main permainan kartu Remi saja Budi!" kata Eko.
"Oke....main permainan kartu Remi!" kata Budi.
Budi mengambil permainan kartu Remi di bawah meja, ya kartu Remi di kocok dengan baik dan kartu Remi di bagikan dengan baik. Eko dan Budi main permainan kartu Remi dengan baik, ya main permainan cangkulan gitu.
"Emmm," kata Eko.
"Aku mau cerita Eko!" kata Budi.
"Silakan Budi bercerita dengan baik!" kata Eko.
"Begini ceritanya!" kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"Valen tinggal dengan baik di Jakarta, ya tinggal di rumah kontrakan. Pemilik rumah kontrakan adalah Dimitri dan Diandra. Ya Rumah tangga yang di jalankan Dimitri dan Diandra baik, ya bahagia dengan anak bernama Robi. Ya Robi kerjaannya polisi di kepolisian Lapor Pak!. April anaknya Trian dan Adila. Trian menjalankan usaha toko kelontongan. Ya April kerja dengan baik di surat kabar Suara Rakyat. Memang sih April banyak membuat artikel, ya salah satu artikel yang di buat April sih tentang seorang pemuda yang bernama Burhan mencuri di sebuah toko, ya berdasarkan CCTV yang merekam kegiatan Burhan mencuri di toko jadi pemilik toko yang bernama Yuda melapor pada polisi tentang pencurian di tokonya. Polisi segera menangkap Burhan yang berada di rumahnya. Burhan pun di masukkan ke penjara sama polisi. Robi memang berteman dari masa SMA dengan April. Robi dan April rumahnya dekat sih. Ya Robi dan April menjalin hubungan kisah cinta yang baik, ya keduanya merencanakan menikah. Valen memang kerja dengan baik di perusahaan PT. JAYA. Pemilik perusahaan PT. JAYA adalah Aditiya. Rumah tangga yang di jalankan Aditiya dan Anggelica...baik, ya bahagia dengan anak bernama Khanza. Ya Khanza menjalankan kuliah dengan baik sih di Universitas yang ada di Jakarta. Fattan yang kerjaannya dokter di rumah sakit yang ada di Jakarta. Ya Fattan anaknya Rangga dan Cinta. Rangga menjalankan dengan baik usaha toko elektronik. Fattan memang menjalin hubungan kisah cinta dengan Khanza. Valen yang kerja dengan baik di perusahaan, ya Valen berteman baik dengan teman kerja yang bernama Eby. Ya Eby anaknya Afan dan Sridevi. Memang Afan dan Sridevi kerjaannnya pemulung. Afan dan Sridevi mendidik dengan baik Eby dari kecil sampai dewasa, ya jadinya Eby kerja di perusahaan PT. JAYA. Eby memang dari kecil sampai dewasa memang merasakan dengan baik penghinaan orang-orang karena Eby miskin dan kedua orang tuanya kerjaannya pemulung gitu, yaaa Eby memang selalu bersabar dengan baik dari omongan orang-orang yang ini dan itu. Eby kerja di perusahaan PT. JAYA...membuat bangga kedua orang tuanya. Kehidupan Eby dan kerdua orang tua baik karena Eby kerja dengan baik di perusahaan. Valen dan Eby yang berteman baik, ya keduanya biasa sih ke Warkop. Pemilik Warkop adalah Jhon. Ya Jhon yang berguru dengan dukun, ya Jhon memuja dengan baik patung Dewa. Tujuannya Jhon memuja patung Dewa untuk urusan usaha yang di jalankan berjalan dengan baik. Sebelumnya sih Jhon keadaan miskin. Ya Miskin memang di hina-hina orang-orang, ya dan juga tidak ada menolong gitu. Istri Jhon yang bernama Juleha meninggalkan Jhon karena kemiskinan gitu. Juleha pun menikah dengan cowok kaya yang bernama Roy. Ya Roy menjalankan usaha dealer mobil. Hidup Juleha baik karena bersama Roy. Rumah tangga yang di jalankan Roy dan Juleha baik gitu. Jhon tetap duda gitu, ya Jhon fokus dengan baik menjalankan usaha Warkopnya dan pemujaan pada patung Dewa tetap berjalan dengan baik. Valen dan Eby memang berpendapat baik sih tentang makanan dan minuman di Warkop...enak gitu. Valen dan Eby memang di Warkop biasa ngobrol sih tentang kerjaan di perusahaan dan ngobrolin tentang kinerja orang-orang pemerintahan Jakarta berdasarkan media ini dan itu. Keinginan Valen dan Eby ingin ngobrol dengan baik sih dengan Menteri Pertahanan tentang politik media masa berkaitan dengan kedudukan di pemerintahan dan juga ekonomi. Obrolan Valen dan Eby di Warkop sekedar obrolan saja sih seperti obrolan orang-orang yang berpendidikan tinggi yang tinggal dengan baik di Jakarta. Valen dan Eby seperti biasa sih kerja dengan baik di perusahaan. Zahra anaknya Fattah dan Aqella. Ya Fattah menjalankan usaha toko perhiasan emas. Zahra memang menjalankan kuliah dengan baik di Universitas yang ada di Jakarta. Ya Zahra dengan teman-teman kuliahnya, ya biasa sih ke Warkopnya Jhon. Ya Zahra memang merasa ada keganjilan sih dengan Warkopnya Jhon, ya Zahra merasa di awasi dengan baik sama makluk yang tidak terlihat. Memang Zahra berpikir dengan baik sih, ya mungkin cuma perasaan Zahra saja sih diawasi sesuatu. Rose dan Lisa yang kerja dengan baik di perusahaan PT. MAJU. Rose dan Lisa memang biasa dengan baik ke Warkopnya Jhon. Lisa yang punya kemampuan ilmu kebatinan berdasarkan turunan dari orang tuanya gitu. Lisa memang bisa merasakan dengan baik sih keberadaan makluk yang tidak terlihat dengan mata biasa gitu, ya makluk itu melindungi dengan baik pemilik Warkop. Lisa bersikap tenang saja sih di Warkop seperti biasa sih. Lisa dan Rose di Warkop menikmati dengan baik makanan dan minuman yang enak sambil ngobrol ini dan itu. Eby memang sedang dekat sih dengan cewek yang bernama Zahra. Ya pertemuan pertama sih Eby dengan Zahra di Warkop, ya memang sih Eby jatuh hati pada Zahra yang cantik gitu. Hubungan pertemanan Eby dan Zahra baik gitu. Keinginan Eby jadian dengan Zahra. Ya Zahra di sukai sih dengan cowok yang bernama Devan. Ya Devan memang satu fakultas dengan Zahra. Devan anaknya Aliya dan Tono. Ya Tono menjalankan usaha dealer motor gitu. Devan yang suka dengan Zahra, ya Devan berusaha dengan baik sih jadian dengan Zahra. Eby yang tahu bahwa Zahra di sukai cowok yang bernama Devan. Ya Eby bersaing dengan baik sama Devan urusan Zahra gitu. Ya Zahra suka dengan Eby sih karena Eby ganteng, baik, dan juga kerja dengan baik di perusahaan. Valen mendukung dengan baik sih Eby untuk jadian dengan Zahra. Usaha Eby berhasil jadian dengan Zahra karena Zahra suka dengan Eby. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Eby dan Zahra. Devan yang gagal jadian sama Zahra karena Eby, ya Devan fokus kuliah saja gitu. Valen senang sih Eby yang menjalin kisah cinta dengan Zahra. Ya Valen tinggal dengan baik di Jakarta dan kerja dengan baik di perusahaan gitu jadi Valen merindukan dengan baik orang tua dan adik yang tinggal dengan baik di Palembang gitu. Adam dan Syifa adalah orang tuanya Valen. Mentari adalah adiknya Valen. Adam menjalankan dengan baik sih usaha rumah makan Nusantara, ya Syifa dan Mentari membantu dengan baik usaha Adam gitu. Mentari menjalankan dengan baik sekolah SMP yang ada di Palembang. Mentari berteman baik dengan teman sekelas yang bernama Bulan. Ya Bulan anaknya Arbil dan Melly. Arbil menjalankan usaha toko perhiasan emas. Pertemanan Mentari dan Bulan baik, ya keduanya biasa sih jalan-jalan dengan baik sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Palembang dengan tujuannya happy-happy. Valen yang rindu pada orang tuanya dan adiknya biasa sih menelpon dengan Hp gitu jadi Valen mengetahui dengan baik keadaan orang tuanya dan adiknya baik-baik gitu. Valen dan Eby biasa sih ke Warkop. Di Warkop, ya Valen dan Eby ngobrol dengan baik sih tentang cewek-cewek yang berperilaku buruk yang ada di lingkungan sosial masyarakat, ya cewek-cewek itu merugikan orang-orang baik jadi lebih baik berhati-hati di lingkungan sosial masyarakat karena ada cewek-cewek yang berperilaku buruk dan sebaiknya sih di tangkap dan di penjara sama polisi. Valen dan Eby memang ngobrol topik lain sih tentang keinginan pemimpin agama yang ingin punya ilmu seperti pemuda yang mampu melampaui batasannya mendengarkan Roh dengan tujuannya kejayaan dari agama yang di yakini, ya 6 ajaran agama yang berkembang dengan baik di Indonesia. Keinginan Valen dan Eby tetap sih ngobrol dengan baik dengan Menteri Pertahaan tentang perang yang terjadi di negara ini dan itu berdasarkan media ini dan itu. Obrolan Valen dan Eby di Warkop sih sekedar obrolan saja sih seperti obrolan orang-orang yang berpendidikan tinggi yang tinggal dengan baik di Jakarta. Valen dan Eby seperti biasa sih kerja dengan baik di perusahaan. Kisah cinta Eby dan Zahra tetap baik sih. Jhon tetap memuja dengan baik patung Dewa dengan tujuannya sih usahanya berjalan dengan baik. Valen sekarang ini sedang dekat sih dengan cewek yang bernama Mila. Pertemuan pertama Valen dan Mila ketika keduanya selesai sholat di mesjid. Mila memang menjalankan kuliah dengan baik di Universitas yang ada di Jakarta. Penampilan Mila seperti cewek muslimah gitu. Yusuf dan Della adalah orang tuanya Mila. Ya Yusuf kerjaannya menjalankan usaha toko pakaian gitu. Valen yang suka dengan Mila, ya Valen berusaha dengan baik untuk jadian sama Mila. Ya Mila suka sih dengan Valen karena Valen ganteng, baik perilakunya, dan juga kerja dengan baik di perusahaan. Usaha Valen berhasil sih jadian dengan Mila karena Mila suka dengan Valen. Hubungan kisah cinta di jalankan Valen dan Mila baik gitu. Eby senang sih dengan kisah cinta Valen dan Mila gitu. Untuk kebaikan Valen dan Mila, ya keduanya segera menikah gitu. Begitulah ceritanya!" kata Budi.
"Cerita yang bagus," kata Eko.
"Sekedar cerita saja!" kata Budi.
"Kisah cinta," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
"Hidup ini masih pilihan manusia yang menjalankan hidup ini, ya tokoh Jhon memilih memuja patung Dewa demi urusan usahanya berjalan dengan baik," kata Eko.
"Memang hidup ini....masih pilihan manusia yang menjalankan hidup ini!" kata Budi.
"Realita hidup ini.....aku sih tidak ada masalah sih tentang urusan orang yang memuja patung Dewa," kata Eko.
"Aku juga tidak ada masalah...tentang urusan orang yang memuja patung Dewa, ya terpenting orang itu baik di lingkungan sosial masyarakat," kata Budi.
"Dunia ini...memang masih ada orang yang tidak suka dengan orang yang memuja patung Dewa," kata Eko.
"Realita hidup ini....manusia banyak karena beranak pinak jadi hal wajar sih ada orang yang tidak suka dengan orang yang memuja patung Dewa," kata Budi.
"Hidup ini harus berhati-hati dengan orang-orang yang tidak suka," kata Eko.
"Omongan Eko benar sih!" kata Budi.
"Kisah cinta tokoh Valen dan tokoh Mila...tetap oke!" kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
Budi dan Eko tetap asik sih main permainan kartu Remi gitu.
No comments:
Post a Comment