Malam hari bertabur bintang di langit. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus.....musik dangdut di chenel TVRI.....seperti biasa sih...Budi duduk santai di depan rumahnya sedang membaca cerpen yang ceritanya menarik, ya sambil menikmati minum teh dan makan kue-kue lebaran.
Isi cerita yang di baca Budi :
Cerita ini menceritakan kisah Rahul Khanna dan dua gadis dalam hidupnya. Yang pertama adalah Anjali Sharma, sahabatnya semasa kuliah. Rahul dan Anjali dulunya menghabiskan sebagian besar waktu mereka bersama, hingga datangnya Tina Malhotra. Tina adalah putri kepala sekolah yang cantik, dan Rahul langsung jatuh cinta. Tak lama kemudian, keduanya mulai berpacaran. Anjali, yang diam-diam jatuh cinta pada Rahul, sangat terpukul dengan perubahan peristiwa ini. Ia memutuskan untuk meninggalkan kuliah, dan meskipun ia dan Rahul saling mengucapkan selamat tinggal, mereka gagal untuk tetap berhubungan di tahun-tahun berikutnya.
Tina merasa bersalah karena menghalangi cinta Anjali untuk Rahul. Meskipun begitu, dia dan Rahul menikah dan akan segera menjadi orang tua karena Tina sedang hamil. Komplikasi muncul selama kehamilannya dan dia mulai mengalami pendarahan dalam. Dengan waktu yang tersisa sedikit untuk hidup, Tina menulis delapan surat untuk bayi perempuannya yang baru lahir, meminta agar setiap surat diberikan kepadanya pada hari ulang tahunnya, sehingga dia dapat mengetahui kisah tentang ibunya. Tina meninggal dan Rahul menamai putri mereka Anjali, sesuai dengan permintaan terakhir Tina.
Selama delapan tahun berikutnya, Anjali Khanna tumbuh di bawah asuhan Rahul, yang tidak pernah menikah lagi. Pada ulang tahunnya yang kedelapan, ia membacakan surat terakhir ibunya kepadanya, yang merinci kisah persahabatan Rahul dengan Anjali lainnya (Sharma). Dalam surat itu, Tina meminta putrinya untuk menyatukan kembali Rahul dengan Anjali Sharma, percaya bahwa keduanya selalu dimaksudkan untuk bersama. Anjali Khanna melacak Anjali yang lebih tua ke sebuah perkemahan musim panas di Shimla, yaaa di mana ia adalah instruktur musik dan tari. Ia segera mendaftar dan berangkat ke perkemahan, bertentangan dengan keinginan ayahnya yang tidak menyadari surat itu dan misi baru Anjali.
Di kamp, kedua Anjali bertemu dan menjalin keakraban. Rahul adalah ayah yang protektif dan datang ke kamp di Shimla, tetapi terkejut saat melihat Anjali Sharma di sana, setelah hampir satu dekade. Keduanya awalnya canggung satu sama lain, tetapi segera kembali menjalin persahabatan lama mereka. Rahul mulai menyadari bahwa ia merasakan lebih dari sekadar cinta platonis untuk Anjali. Namun, sebelum ia dapat melakukan apa pun, tunangan Anjali, Aman, datang ke kamp. Anjali, yang tidak dapat memutuskan antara Rahul dan Aman, memutuskan untuk pulang di tengah-tengah kamp. Ia juga meminta agar pernikahan dimajukan dari tanggal semula.
Rahul menyadari bahwa ia akan kehilangan Anjali lagi dan patah hati. Ia dan putrinya mengunjungi kediaman Anjali pada malam pernikahan. Mendapati Anjali sendirian di ruang atas, Rahul menyatakan cintanya padanya, meskipun ia akan segera menikah. Anjali, yang tidak pernah melupakan rasa sukanya pada Rahul, goyah di altar pernikahan. Aman tahu bahwa Rahul adalah cinta pertama Anjali, dan bahwa ia masih sangat mencintainya. Ia memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai mempelai pria, sehingga Rahul dan Anjali dapat menikah dalam upacara yang sama. Saat perayaan berlangsung, Anjali Khanna merasa puas karena telah memenuhi permintaan terakhir ibunya melalui suratnya.
***
Budi selesai membaca cerpen yang ceritanya menarik dan bagus, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja gitu.
"Emmm," kata Budi.
Budi menikmati minum teh dan menikmati dengan baik makan kue-kue lebaran gitu. Eko datang ke rumah Budi, ya Eko memarkirkan dengan baik motor di depan rumah Budi. Eko duduk dengan baik dekat Budi. Di meja memang Eko melihat dengan baik ada tekok kaleng yang seperti biasa sih berisi teh, gelas dan toples-toples yang berisi kue lebaran.
"Emmm," kata Budi.
"Teh," kata Eko.
Eko mengambil gelas dan tekok kaleng, ya ya tekok kaleng di tuangkan dengan baik...air teh masuk ke dalam gelas gitu. Gelas...cukup terisi air teh gitu, ya tekok kaleng di taruh di meja dengan baik sama Eko. Ya Eko mengambil gelas yang berisi teh dan teh di minum dengan baik gitu.
"Emmm...enak tehnya!" kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
Eko menaruh gelas berisi teh di meja gitu.
"Hidup ini di nikmati dengan baik kan Eko?" kata Budi.
"Hidup ini memang harus di nikmati dengan baik. Keadaan kita," kata Eko.
"Menikmati hidup ini dengan nilai-nilai budaya suku pribumi....sederhana," kata Budi.
"Sederhana," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
Eko membuka salah satu toples dan kue di ambil dengan baik dan di makan dengan baik kue gitu.
"Emmm...enak kuenya!" kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
Eko selesai makan kue lebaran, ya gelas berisi teh di ambil dengan baik dan di minum teh dengan baik gitu.
"Emmm," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
Eko selesai minum teh, ya gelas di taruh di meja dengan baik.
"Bersyukur dengan baik keadaan kita, ya kan Budi?" kata Eko.
"Iya....Eko...bersyukur dengan baik keadaan kita!" kata Budi.
"Tuhan," kata Eko.
"Tuhan yang memberikan dengan baik kenikmatan hidup ini," kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
"Main permainan Ular Tangga saja Budi!" kata Eko.
"Oke...main permainan Ular Tangga!" kata Budi.
Budi mengambil permainan Ular Tangga di bawah meja, ya permainan Ular Tangga di taruh di atas meja. Eko dan Budi main permainan Ular Tangga dengan baik.
"Aku mau cerita Eko!" kata Eko.
"Silakan Budi bercerita dengan baik!" kata Budi.
"Begini ceritanya!" kata Eko.
"Emmm," kata Eko.
"Valen dan Mila menjalankan dengan baik rumah tangga. Anak pertama Valen dan Mila adalah Arbil. Anak keduanya Valen dan Mila adalah April. Arbil tidak tinggal di Batam, ya Arbil tinggal dengan baik sih di Jakarta gitu. Memang sih Arbil tinggal di rumah kontrakan gitu. Pemilik rumah kontrakan adalah Gilang dan Rina gitu. Rumah tangga di jalankan dengan baik sih Gilang dan Rina, ya anak dua sih. Anak pertamanya Gilang dan Rina adalah Lesti. Anak keduanya Gilang dan Rina adalah Zahra gitu. Lesti tidak tinggal di Jakarta, ya Lesti tinggal dengan baik di London dengan suami yang bernama Ridho dan anak bernama Aqella. Ya Aqella…balita gitu. Ridho anaknya Farhan dan Jihan gitu. Farhan menjalankan usaha bengkel mobil gitu. Memang Farhan dan Jihan tinggal dengan baik di Jakarta gitu. Ridho memang kerja dengan baik di perusahaan yang ada di London gitu. Ridho, Lesti, dan Aqella…jalan-jalan dengan baik sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di London dengan tujuannya happy-happy gitu. Zahra menjalankan kuliah dengan baik di Universitas yang ada di Jakarta gitu. Memang Zahra berpacaran dengan baik sama Eby. Ya Eby kerjanya polisi kepolisian Lapor Pak. Fildan dan Selfi adalah orang tuanya Eby. Fildan menjalankan usaha toko kelontongan gitu. Eby yang kerjaannya polisi, ya sepak terjangnya Eby sih berhasil menangkap dan memenjarakan dengan baik penjahat dari kelas teri dan kelas kakap gitu. Hubungan kisah cinta Eby dan Zahra baik sih, ya keduanya merencanakan menikah dengan baik gitu. Arbil kerja dengan baik di perusahaan PT. SEJAHTERA gitu. Valen, Mila, dan April senang sih…Arbil tinggal dan kerja dengan baik di perusahaan gitu. Valen menjalankan dengan baik sih usaha bengkel mobil gitu. Mila tetap seperti biasa sih menjalankan kegiatan ngumpul dengan Ibu-Ibu di lingkungan sekitar rumah….urusan pengajian gitu. April menjalankan dengan baik sekolah SMA yang ada di Batam gitu. April berteman dengan baik dengan teman satu kelas yang bernama Lisa. Ya Lisa anaknya Rara dan Ridwan. Ya Ridwan menjalankan usaha toko perhiasaan emas gitu. Arbil yang kerja dengan baik di perusahaan, ya Arbil berteman baik dengan teman kerja yang bernama Afan gitu. Afan anaknya Irfan dan Jelita gitu. Irfan menjalankan usaha toko kelontongan gitu. Arbil dan Afan yang berteman baik, ya keduanya biasa sih jalan-jalan dengan baik sih dengan motor masing-masing ke tempat-tempat yang baik yang ada di Jakarta dengan tujuannya happy-happy gitu. Tempat favoritnya Arbil dan Afan sih kafe gitu. Kafe pemiliknya adalah Tasya dan Rangga. Rangga dan Tasya memang suami dan istri. Di kafe, ya Arbil dan Afan ngobrol dengan baik sih tentang Politik Era Kerjaan Gowa-Tallo gitu. Pendapat Arbil dan Afan makanan dan minuman di kafe…enak gitu. Keinginan Arbil dan Afan memang sih ingin ngobrol dengan Wakil Gubernur Jakarta tentang program-program kerja pemerintahan Jakarta yang berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi di Jakarta, ya dampak baiknya sih kemungkinan sih....dapat mengurangi pengangguran gitu. Memang sih obrolan Arbil dan Afan di kafe sekedar obrolan saja sih seperti obrolan orang-orang yang berpendidikan tinggi yang tinggal dengan baik di Jakarta. Arbil dan Afan kerja dengan baik di perusahaan gitu. Afan sekarang ini sedang berpacaran dengan cewek yang bernama Sridevi, ya panggilannya Sri gitu. Sri anaknya Raja dan Amanda gitu. Raja menjalankan usaha toko pakaian gitu. Sri kerjaannya wartawati gitu. Hubungan kisah cinta yang di jalan Afan dan Sri baik sih, ya keduanya ada rencana menikah gitu. Arbil masih jomlo sih, ya Arbil ada keinginan sih ingin punya pacar gitu. Sekarang ini Arbil dekat dengan cewek yang bernama Melly gitu. Ya Melly tinggal bersama Ibu tercinta bernama Jihan dan Ayahnya Melly yang bernama Toto telah lama meninggal gitu. Melly kerja dengan baik di perusahaan PT. JAYA gitu. Pertemuan Arbil dan Melly sih di kafe. Pertemanan Arbil dan Melly baik, ya keduanya memang ada rasa sih. Afan mendukung saja sih jika Arbil ingin jadian dengan Melly gitu. April berteman baik sih dengan Robi tetangga depan rumah gitu. Robi anaknya Toni dan Melati. Toni menjalankan usaha rumah makan Seafood gitu. Robi menjalankan dengan baik sih kuliah di Universitas yang ada di Batam gitu. Robi yang berteman baik sama April, ya Robi suka dengan April gitu. April memang suka dengan Robi sih. Di kampus, ya Robi di sukai dengan baik sama cewek yang bernama Mawar gitu. Mawar anaknya Andhika Mahesa dan Bunga gitu. Andhika Mahesa menjalankan dengan baik sih usaha dealer mobil gitu. Robi yang dekat dengan baik sama Mawar, ya Robi tetap berteman baik saja sama Mawar dan memang sih Robi tahu sih Mawar suka Robi gitu. Robi suka dengan baik sama April gitu. Hubungan pertemanan April dan Lisa tetap baik gitu. Robi dan April saling suka jadinya keduanya jadian gitu. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik Robi dan April gitu. Lisa senang sih dengan kisah cinta April dan Robi. Yang tidak senang kisah cinta Robi dan April adalah Mawar gitu. Ya Mawar sadar sih bahwa cintanya hanya bertepuk sebelah tangan pada Robi, ya jadi Mawar memutuskan fokus kuliah saja gitu. Robi dan April jalan-jalan dengan baik sih dengan motor Robi ke tempat-tempat yang baik yang ada di Batam dengan tujuannya happy-happy gitu. Cerita Arbil yang suka dengan Melly, ya keduanya jadian dengan baik gitu. Afan senang sih kisah cinta Arbil dan Melly gitu. Arbil dan Melly jalan-jalan dengan baik sih dengan motor Arbil sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Jakarta dengan tujuannya happy-happy gitu. Begitulah ceritanya!" kata Budi.
“Cerita yang bagus,” kata Eko.
“Sekedar cerita saja!” kata Budi.
“Kisah cinta,” kata Eko.
“Emmmmm,” kata Budi.
“Pertemanan yang baik tokoh April dan tokoh Lisa,” kata Eko.
“Begitulah ceritanya!!!!!” kata Budi.
“Emmmmm,” kata Eko.
“Emmmmm,” kata Budi.
Budi dan Eko, ya asik main permainan Ular Tangga gitu.
"Emmm," kata Budi.
"Hidup ini....tetap samakan Budi?" kata Eko.
"Yaaa hidup ini tetap sama sih Eko!" kata Budi.
"Cewek dan cowok....tetap sama sih keinginannya mendapatkan pasangan hidup yang kaya, ya kan Budi," kata Eko.
"Iya sih Eko....cewek dan cowok tetap sama sih keinginannya mendapatkan pasangan hidup yang kaya karena kaya enak untuk menikmati hidup ini, ya sedangkan miskin adalah penderitaan. Jika tidak sabar dengan keadaan miskin, ya biasa sih cerita orang miskin yang berbuat keburukan ini dan itu di lingkungan sosial masyarakat di mana pun gitu," kata Budi.
"Kaya menyenangkan," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
"Hidup ini....jika berusaha dengan baik, ya orang miskin bisa jadi kaya...kan Budi?" kata Eko.
"Iya sih...Eko...orang miskin bisa jadi kaya. Jika ada orang yang menghalangi jalan orang miskin yang ingin merubah nasib, ya jadinya tetap miskin lah orang miskin," kata Budi.
"Tetap harus berhati-hati dalam hidup ini...ada orang-orang yang berperilaku buruk di lingkungan sosial mana pun," kata Eko.
"Omongan Eko benar sih!" kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
Budi dan Eko tetap asik main permainan Ular Tangga gitu.
No comments:
Post a Comment