"Malam yang tenang, ya keadaan lingkungan baik," kata Budi.
Setelah nonton Tv sinetron tema cinta di chenel SCTV, yaaa seperti biasa Budi duduk santai di depan rumahnya sedang membaca cerpen yang ceritanya menarik sambil menikmati minum kopi dan makan kue-kue lebaran gitu.
Isi cerita yang di baca Budi :
Berlatar tahun 1983, cerita dimulai dengan Ravi yang memenangkan kompetisi pertarungan di sebuah klub. Ia dikenal sebagai Himmatwala (pria pemberani). Ia kemudian pergi ke desa Ramnagar, di mana ia bertemu ibunya, Savitri, dan adik perempuannya, Padma, yang menjalani kehidupan yang menyedihkan.
Ibu Ravi, Savitri, memberi tahu Ravi bahwa ayah Ravi, Dharamurthy, adalah orang yang jujur dan terhormat, dan dia adalah pendeta di kuil tersebut. Ayahnya dijebak oleh Sher Singh, zamindar (tuan tanah) yang kejam, karena merampok kuil tersebut sejak dia melihatnya melakukan pembunuhan. Karena muak, ayah Ravi bunuh diri. Sebagai balas dendam, Ravi muda mencoba membunuh Sher Singh tetapi gagal. Ketika rumah Ravi dibakar, Savitri menyuruhnya melarikan diri karena Sher Singh akan membunuhnya.
Dengan dendam di benaknya, Ravi menghajar Narayan Das, manajer dan saudara ipar Sher Singh, serta mengancam Sher Singh. Keesokan harinya, ia mempermalukan putri Sher Singh, Rekha, di depan umum karena ia menghajar sopirnya yang tidak bersalah. Sebagai balasan, Rekha melepaskan seekor harimau di desa di hadapan Ravi. Namun, rencananya tidak berhasil karena menjadi bumerang. Rekha jatuh dari teras dan hendak diserang oleh binatang itu ketika Ravi melompat dan menyelamatkan hidupnya. Rekha jatuh cinta pada Ravi, dan setelah itu, menyelamatkan hidup Ravi dari rencana ayahnya, Sher Singh.
Di sisi lain, Ravi mengetahui bahwa Padma jatuh cinta pada Shakti, putra Narayan Das. Ia keberatan, begitu pula Narayan. Namun, Sher Singh memberi tahu Narayan Das bahwa menikahkan Shakti dengan Padma akan memberi mereka keunggulan atas Ravi karena mereka dapat menganiaya Padma dan mengendalikan Ravi. Sementara itu, Padma sekarang tahu bahwa Ravi, yang tinggal bersamanya, bukanlah Ravi yang sebenarnya, dan Ravi meninggal dalam kecelakaan lalu lintas. Sebelum meninggal, Ravi yang asli memintanya untuk mengurus keluarganya. Padma awalnya kesal tetapi kemudian berbaikan setelah Ravi menyelamatkan hidupnya.
Tak lama setelah Padma dan Shakti menikah, baik ayah maupun anak mulai memperlakukan Padma dengan buruk. Sebagai balas dendam, Ravi menggunakan Rekha untuk melawan ayahnya sendiri, seperti yang Padma sarankan. Setelah Rekha memberi tahu ayahnya, Sher Singh, bahwa ia mengandung anak Ravi, Sher Singh memohon Ravi untuk menikahi Rekha. Akhirnya, Ravi menghukum Narayan Das dan Shakti dengan melakukan semua pekerjaan rumah tangga. Ia juga memenangkan pemilihan Sarpanch, dan Sher Singh akhirnya mengembalikan semua dokumen kepemilikan kepada penduduk desa, yang sebelumnya telah diambil secara ilegal oleh Sher Singh.
Namun, Shakti mendengar percakapan Rekha dan Ravi tentang kehamilan palsu dan bahwa dia bukanlah Ravi yang sebenarnya. Marah, Sher Singh mencoba membunuhnya dengan membawa 20 pejuang dari kota. Saat mereka memukuli Ravi, harimau (yang pernah dilawan Ravi) datang dan menyelamatkan hidupnya. Ravi kemudian memukuli Shakti dengan brutal dan hendak membunuh Sher Singh ketika ibunya menghentikannya. Pada akhirnya, Sher Singh, Narayan Das, dan Shakti meminta maaf kepada Ravi, Savitri, Padma, dan penduduk desa lainnya.
***
Budi selesai membaca cerpen yang ceritanya bagus, ya bukunya di tutup dan buku di taruh di bawah meja.
"Emmm," kata Budi.
Budi menikmati minum kopi dan makan kue-kue lebaran. Eko datang ke rumah Budi, ya motor Eko di parkirkan di depan rumah Budi. Eko duduk dengan baik dekat Budi. Memang Eko melihat dengan baik sih di meja ada anglo di atasnya ada tekok kaleng yang seperti biasa berisi air panas, dan toples-toples yang berisi kue-kue lebaran.
"Emmm," kata Budi.
"Hidup ini tetap sama kan Budi?" kata Eko.
"Memang sih hidup ini tetap sama...Eko!" kata Budi.
"Kaya dan miskin," kata Eko.
"Ya realitanya memang sih kaya dan miskin," kata Budi.
"Ya yang miskin ini, ya frustasi dengan keadaannya yang miskin," kata Eko.
"Ya memang sih yang miskin frustasi dengan keadaannya yang miskin. Contohnya orang stres yang di jalanan ini dan itu," kata Budi.
"Yang kaya tetap ceritanya sombong ini dan itu," kata Eko.
"Manusia punya karena kekayaan ini dan itu jadi sombong gitu," kata Budi.
"Yang miskin ingin sekali merubah nasifnya dengan usaha ini dan itu," kata Eko.
"Memang sih yang miskin berusaha dengan baik untuk mengubah nasifnya," kata Budi.
"Karena hidup ini masih banyak orang-orang yang perilaku buruk di lingkungan jadinya, ya orang miskin yang ingin merubah nasif di jatuhkan dengan baik sama orang-orang yang berperilaku buruk," kata Eko.
"Kenyataan hidup ini memang pait banget, ya orang miskin yang ingin merubah nasifnya di jatuhkan dengan baik sama orang-orang yang berperilaku buruk," kata Budi.
"Harus kuat dan sabar menghadapi ujian hidup ini," kata Eko.
"Omongan Eko...benar lah!" kata Budi.
"Orang-orang yang berperilaku buruk lebih baik di masukkan penjara sama polisi dengan tujuannya lingkungan sosial masyarakat jadi baik," kata Eko.
"Aku setuju dengan omongan Eko!" kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"Main permainan...Dam saja Budi!" kata Budi.
"Okey...main permainan Dam!" kata Eko.
Budi mengambil permainan Dam di bawah meja, ya permainan Dam di taruh di atas meja. Eko dan Budi main permainan Dam dengan baik.
"Budi mau cerita apa tidak?" kata Eko.
"Aku mau cerita Eko!" kata Budi.
"Silakan Budi bercerita dengan baik!" kata Eko.
"Begini ceritanya!" kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"Ridwan dan Selfi menjalankan rumah tangganya dengan baik dengan dasarnya cinta gitu. Ridwan dan Selfi punya anak dua gitu. Anak pertama Ridwan dan Selfi adalah Adam. Anak keduanya Ridwan dan Selfi adalah Mentari. Adam tidak tinggal di Bandar Lampung, ya Adam tinggal di Jakarta Selatan gitu. Di Jakarta Selatan...Adam tinggal di rumah kontrakan gitu. Pemilik rumah kontrakan adalah Rara dan Randa. Rumah tangga yang di jalankan Randa dan Rara bahagia dengan anak bernama Syifa. Ya Syifa menjalankan kuliah dengan baik sih di Universitas yang ada di Jakarta Selatan. Adam memang berteman sih dengan Syifa gitu. Adam memang berusaha dengan baik sih kerja di perusahaan gitu. Nama juga sudah rezeki Adam jadinya Adam berhasil kerja dengan baik sih di perusahaan PT. JAYA yang ada di Jakarta Selatan gitu. Adam kerja dengan baik di perusahaan. Ridwan, Selfi, dan Mentari senang sih dengan Adam yang berhasil sih kerja dengan baik di perusahaan yang ada di Jakarta Selatan. Ridwan tetap dengan baik sih menjalankan usaha toko kelontongannya, ya Selfi dan Mentari membantu dengan baik usaha Ridwan gitu. Mentari menjalankan dengan baik sekolah SMA yang ada di Bandar Lampung gitu. Ridwan yang menjalankan usaha toko kelontongan demi hidup ini, ya Ridwan merasakan dengan baik sih kompetisi yang terjadi dengan jenis usaha yang sama dan beda gitu. Terkadang ada pikiran Ridwan sih untuk melariskan tokonya dengan cara ke dukun gitu. Ya Ridwan masih punya iman sih karena menjalankan ajaran agama Islam dengan baik gitu, ya Ridwan tidak menjalankan sih ke dukun gitu demi melariskan tokonya. Nama juga rezeki sih, ya usaha Ridwan tetap berjalan dengan baik sih dan memang hasil sih seperti air laut gitu kadang pasang gitu kadang surut gitu. Mentari yang menjalankan sekolah SMA dengan baik, ya Mentari berteman baik sih dengan teman satu kelas yang bernama Bulan gitu. Bulan anaknya Aulia dan Faul gitu. Faul menjalankan usaha toko pakaian gitu. Pertemanan yang baik Mentari dan Bulan gitu, ya keduanya biasa sih jalan-jalan dengan baik ke tempat yang baik yang ada di Bandar Lampung gitu. Memang sih pergaulan di Bandar Lampung....tua dan muda...antara baik dan buruk gitu karena ragam suku sih dan banyak agama yang di yakini manusia jadi Mentari dan Bulan tetap berhati-hati dalam pergaulan gitu. Ya pergaulan yang buruk sih di jauhkan dengan baik sama Mentari dan Bulan gitu. Lingkungan yang buruk yang ada di Bandar Lampung memang di jauhkan dengan baik sih sama Mentari dan Bulan gitu. Adam yang kerja dengan baik di perusahaan, ya Adam dekat sih dengan teman kerja....Tono dan Melati gitu. Tono memang sudah punya istri yang bernama Mawar gitu. Rumah tangga yang di jalankan Tono dan Mawar baik, ya bahagia dengan anak bernama Lisa. Ya Lisa...balita gitu. Melati memang masih jomlo gitu. Ya Melati suka sih dengan Adam gitu. Pertemanan Adam, Melati, dan Tono baik sih, ya ketiganya biasa sih ke kafe gitu. Di kafe, ya Adam, Tono, dan Melati...ngobrol dengan baik sih tentang kerjaan di perusahaan dan juga tentang politik ini dan itu berkaitan dengan kedudukan di pemerintahan gitu. Keinginan Adam, Melati, dan Tono...ingin ngobrol dengan Wakil Gubernur Jakarta...tentang program kerja pemerintahan berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi gitu. Memang obrolan Adam, Melati, dan Tono di kafe sekedar obrolan saja sih. Adam, Melati, dan Tono seperti biasa kerja dengan baik di perusahaan gitu. Mentari dan Bulan memang tetap menjalankan sekolah SMA dengan baik gitu. Hary teman sekelasnya Mentari dan Bulan. Hary anaknya Rose dan Tony. Ya Tony menjalankan usaha toko elektronik gitu. Hary suka sih dengan Mentari gitu. Ya Hary berusaha dengan baik sih untuk bisa jadian dengan Mentari gitu. Bulan memang merasa sih gerak-gerik Hary menyukai dengan baik Mentari gitu. Bulan dan Mentari ngobrol dengan baik sih tentang Hary dan Mentari suka sih dengan Hary gitu. Bulan mendukung saja sih jika Mentari jadian dengan Hary gitu. Melati suka sih dengan Adam gitu. Adam sukanya sama Syifa gitu. Pertemanan Melati dan Adam baik. Pertemanan Adam dengan Syifa baik gitu. Adam berusaha dengan baik sih untuk jadian dengan Syifa. Memang sih Adam sering jalan bareng sih dengan Syifa gitu. Melati sampai tahu sih bahwa Adam suka dengan cewek yang bernama Syifa gitu. Melati memutuskan dengan baik sih jadian sama Daniel yang kerjaannya tentara gitu. Daniel rumahnya di depan rumah Melati. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih...Melati dan Daniel gitu. Hary yang berusaha dengan baik untuk jadian dengan Mentari, ya usaha Hary berhasil sih jadian dengan Mentari gitu. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Hary dan Mentari gitu. Bulan senang sih dengan kisah cinta Mentari dan Hary gitu. Adam yang suka dengan Syifa, ya Adam berhasil jadian dengan Syifa gitu. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Adam dan Syifa gitu. Memang sih Adam dan Syifa jalan bareng sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Jakarta Selatan dengan tujuannya happy-happy gitu. Begitulah ceritanya!" kata Budi.
"Cerita yang bagus," kata Eko.
"Sekedar cerita saja!" kata Budi.
"Kisah cinta," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
"Pertemanan yang baik tokoh Mentari dan tokoh Bulan," kata Eko.
"Ya begitulah ceritanya!" kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
Budi dan Eko memang asik main permainan Dam gitu.
"Acara Tv," kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"Acara Tv...musik dangdut di chenel Indosiar...bagus kan Eko?" kata Budi.
"Memang sih acara Tv di chenel Indosiar....musik dangdut bagus!" kata Eko.
"Terhibur dengan baik menonton acara Tv musik dangdut," Budi.
"Omongan Budi...benar lah!" kata Eko.
"Keadaan happy-happy!" kata Budi.
"Happy-happy!" kata Eko.
Eko dan Budi tetap asik dengan baik sih main perminan Dam gitu.
No comments:
Post a Comment