CAMPUR ADUK

Sunday, March 29, 2026

ALL IS WELL

Malam hari yang gelap, ya bulan bersinar dengan baik. Setelah nonton Tv yang acara menarik dan bagus...musik dangdut di chenel MNCTV, ya seperti biasa sih Budi duduk dengan santai di depan rumahnya sedang membaca cerpen yang cerita menarik dan bagus sambil menikmati minum kopi dan makan kue-kue lebaran.

Isi cerita yang di baca Budi :

Cerita ini dimulai dengan Inder Bhalla, yaaa seorang calon komposer lagu yang diusir dari rumahnya oleh ayahnya, Bhajanglal. Bhajanglal menjalankan toko roti yang tidak benar-benar "berjalan". Dia ingin Inder bekerja di toko roti itu, tetapi karena ambisi Inder untuk menjadi komposer lagu yang sukses, dia dengan jelas menolaknya. Bhajanglal menganggap ini sebagai penghinaan dan mengusir Inder dari rumahnya dengan berpikir bahwa dia sombong dan egois. Hal ini membuat Inder membenci ayahnya selamanya tetapi di suatu tempat di dalam jiwanya, Bhajanglal masih memiliki cinta untuk putranya. Inder melakukan perjalanan ke Thailand bersama temannya Ronny yang juga seorang komposer lagu yang ambisius. Inder merindukan ibunya, Pammi Bhalla tetapi tidak berbicara dengannya selama bertahun-tahun. Tiba-tiba, Inder mendapat panggilan telepon dari Cheema. 

Cheema berbohong kepada Inder bahwa ayahnya telah menjual toko rotinya dan ingin dia mendapatkan bagiannya. Tanpa mengetahui kebohongan ini, Inder meninggalkan semuanya dan terbang kembali ke India. Di bandara dia memeluk pacarnya Nimmi selamat tinggal, sedikit mengetahui bahwa dia juga bepergian ke India dengan penerbangan yang sama. Ketika Inder dan Nimmi tiba di India, mereka naik taksi yang sama karena Nimmi ingin mengunjungi tempat Inder. Inder mengantar Nimmi ke tempatnya dan kemudian pergi mengunjungi Cheema. Di sana dia melihat ayahnya telah diculik oleh Cheema dan para penjahatnya. Inder mengetahui bahwa selama bertahun-tahun ayahnya meminjam banyak uang dari Cheema karena kebutuhan rumah tetapi tidak dapat membayarnya kembali. Cheema memperingatkan bahwa jika dia ingin dirinya dan ayahnya tetap hidup maka dia perlu mengatur uang. Inder dan Bhajanglal pulang untuk memikirkan sesuatu. Di sana, Inder mengetahui bahwa ibunya menderita penyakit Alzheimer dan Bhajanglal mengirimnya ke ashram. Inder berpikir bahwa ayahnya sangat egois tetapi dia belum mengetahui kebenarannya.

Inder, Bhajanglal, Pammi, dan Nimmi melakukan perjalanan darat untuk mencoba melarikan diri dari Cheema. Mereka pergi ke bank dalam perjalanan mereka dan ingin mengambil uang saudara laki-laki Pammi, yang sebenarnya merupakan hak Pammi. Bhajanglal dipaksa menandatangani formulir karena kehilangan ingatan Pammi. Di sana, Inder mengetahui bahwa ayahnya telah menceraikan ibunya. Hal ini membuat kebenciannya terhadap ayahnya meningkat. Bhalanglal memberi tahu Inder bahwa itu bukan salahnya dan kebenaran gelap ada di balik perceraiannya dan Pammi. Setelah mengembalikan apa yang telah dipelajarinya, Inder menyadari bahwa ayahnya selalu tidak bersalah dan mulai mencintainya lagi. Inder menjual semua lagunya yang telah ia buat untuk membayar kembali Cheema, menikahkan orang tuanya lagi, menikahi Nimmi, dan merenovasi toko roti ayahnya. Film berakhir dengan Inder, Nimmy, Bhajanglal, dan Cheema (sekarang teman mereka) bekerja di toko roti yang sekarang menguntungkan.

***

Budi selesai membaca cerpen yang ceritanya menarik dan bagus, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja.

"Emmm," kata Budi.

Budi menikmati dengan baik minum kopi dan makan kue-kue lebaran. Eko datang ke rumah Budi, ya motor Eko di parkirkan di depan rumah Budi. Eko duduk dengan baik dekat Budi.

"Emmm," kata Budi.

"Main permainan Monopoli...Budi!" kata Eko.

"Ya oke...main permainan Monopoli!" kata Budi.

Budi mengambil permainan Monopoli di bawah meja, ya permainan Monopoli di taruh di atas meja. Eko dan Budi main permainan Monopoli dengan baik.

"Budi mau cerita?" kata Eko.

"Aku mau cerita Eko!" kata Budi.

"Silakan Budi bercerita dengan baik!" kata Eko.

"Begini ceritanya!" kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Adam dan Syifa menjalankan dengan baik rumah tangganya. Anak Adam dan Syifa punya ada dua sih. Anak pertama Adam dan Syifa adalah Valen dan anak kedua Adam dan Syifa adalah Mentari. Adam menjalankan dengan baik usaha bengkel motornya, ya memang sih Syifa membantu dengan baik sih usaha bengkel motornya Adam dan kerjaannya Syifa bagian keuangan. Mentari menjalankan dengan baik sih sekolah SMA yang ada di Palembang. Valen tidak tinggal di Palembang, ya Valen tinggal di Jakarta gitu. Alasan Valen ke Jakarta sih untuk pengalaman hidup ini. Memang Valen punya bekal ilmu gitu, ya Valen memang lulusan Universitas yang ada di Palembang gitu. Memang Valen di Jakarta...tinggal di rumah kontrakan gitu. Pemilik rumah kontrakan adalah Randa dan Nia. Rumah tangga yang di jalankan Randa dan Nia baik. Selfi adalah anaknya Randa dan Nia. Selfi memang menjalankan kuliah dengan baik di Universitas yang ada di Jakarta gitu. Setiap cewek punya keinginan punya pacar atau suami, ya Selfi ingin punya pacar sih. Cewek yang berpendidikan seperti biasa membuat dengan baik standar cowok yang pantas dengan diri cewek gitu. Selfi memang membuat dengan baik sih standar cowok yang jadi pacar atau suami gitu. Selfi yang punya teman baik yang bernama Rara. Ya Rara memang satu fakultas dengan Selfi. Rara anaknya Trian dan Adila. Trian menjalankan usaha toko perhiasan emas gitu. Rara tidak punya standar sih untuk cowok yang jadi pacar atau suami. Rara mengambil nilai kebiasaan seperti cewek pada umumnya gitu, ya cowok yang jadi pacar atau suami...cukup baik saja gitu. Selfi dan Rara pertemanannya memang baik, ya keduanya biasa sih jalan-jalan dengan baik sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Jakarta dengan tujuannya happy-happy. Valen yang berusaha dengan baik kerja di perusahaan, ya memang kompetisi sengit sih jadi Valen belum mendapatkan kerja di perusahaan gitu. Demi hidup di Jakarta, ya Valen harus kerja gitu jadi Valen kerja di rumah makan Nusantara gitu. Pemilik rumah makan Nusantara adalah Dimitri. Rumah tangga yang di jalankan Dimitri dan Diandra baik, ya bahagia dengan anak bernama Aqella. Ya Aqella menjalankan sekolah SMP yang ada di Jakarta. Valen kerja dengan baik di rumah makan Nusantara gitu. Rara yang dekat dengan teman kuliah yang bernama Aladul. Rara menilai Aladul baik sih. Rara suka dengan Aladul. Hubungan pertemanan Rara dan Aladul baik, ya keduanya jadian gitu. Irfan dan Bunga adalah orang tuanya Aladul. Irfan menjalankan usaha toko kelontongan gitu. Selfi belajar dengan baik kisah cinta Rara dan Aladul. Jika Selfi masih urusan standar cowok yang jadi pacar, ya kemungkinan sih Selfi bisa jadi perawan tua gitu. Selfi mengikuti dengan baik sih seperti Rara atau cewek pada umumnya...untuk cowok jadi pacar....cukup baik saja gitu. Valen yang kerja dengan baik di rumah makan Nusantara. Ya Valen memang suka sih dengan cewek yang bernama Sandra yang biasa ke rumah makan Nusantara bersama kedua orang tuanya. Fattah dan Rose adalah orang tuanya Sandra. Fattah pemilik perusahaan PT. CAKRA gitu. Valen memang mencari tahu dengan baik sih tentang Sandra. Ya Sandra memang berpacaran dengan cowok yang bernama Kenzo. Ya Kenzo kerjaannya pengacara gitu. Valen yang tahu bahwa Sandra sudah punya pacar sih, ya Valen cukup suka saja dengan Sandra gitu. Sebenarnya sih Valen ada pikiran sih untuk mendapatkan Sandra dengan cara ke dukun, ya pake ilmu pelet dari dukun gitu. Valen yang masih punya iman karena beragama Islam jadi Valen menghapus pikiran ke dukun gitu. Valen kerja dengan baik di rumah makan Nusantara. Selfi yang dekat dengan cowok teman kuliah yang bernama Jhon gitu. Ya Jhon memang suka Selfi gitu. Jhon anaknya Raja dan Indah. Raja menjalankan usaha toko pakaian gitu. Pertemanan yang baik Jhon dan Selfi jadinya keduanya jadian dengan baik. Rara senang sih dengan hubungan kisah cinta Selfi dan Jhon. Selfi memang senang sih mengikuti cara Rara seperti cewek pada umumnya urusan cowok jadi pacar...cukup baik gitu. Penilaian Selfi tentang Jhon...baik perilakunya gitu. Hubungan kisah cinta Selfi dan Jhon berjalan dengan baik gitu. Ceritanya sih Valen cukup lama kerja di rumah makan Nusantara gitu. Usaha Valen yang ingin kerja di perusahaan....akhirnya berhasil juga gitu, ya Valen kerja di perusahaan PT. MAJU. Pemilik perusahaan PT. MAJU adalah Robi. Rumah tangga yang di jalankan dengan baik Robi dan April baik, ya bahagia dengan anak bernama Zahra. Ya Zahra menjalankan dengan baik kuliah di Universitas yang ada di Jakarta gitu. Memang Zahra berpacaran dengan Eby. Ya Eby kerjaannya menjalankan usaha dealer mobil gitu. Valen kerja dengan baik di perusahaan PT. MAJU. Adam, Syifa, dan Mentari senang sih...Valen kerja dengan baik di perusahaan yang ada di Jakarta gitu. Valen berteman baik dengan teman kerja yang bernama Tono. Ya Tono anaknya Rangga dan Cinta. Rangga menjalankan toko mainan gitu. Pertemanan yang baik Valen dan Tono, ya keduanya biasa sih jalan-jalan dengan baik ke tempat-tempat yang baik tujuannya happy-happy gitu. Valen dan Tono pernah sih ke acara musik dangdut, yaaa acara Tv chenel TVRI, MNCTV, dan juga INDOSIAR gitu. Pendapat Valen dan Tono tentang musik dangdut acara Tv chenel TVRI, MNCTV, dan INDOSIAR...bagus sih jadi suasana keadaan happy-happy gitu. Valen dan Tono biasa sih ke Warkop gitu. Pemilik Warkop adalah Ateng gitu. Ateng duda sih, ya anak bernama Paul gitu. Istri Ateng yang bernama Juminten telah lama meninggal gitu. Paul menjalankan sekolah SMP gitu. Di Warkop, ya Valen dan Tono biasa sih ngobrol dengan baik sih tentang tata lingkungan yang ada di Jakarta, ya memang sih banyak permasalahan yang harus di selesaikan sama orang-orang yang kerja di pemerintahan tentang tata lingkungan yang kurang bagus dikarenakan faktor ini dan itu sih. Valen dan Tono memang berpendapat dengan baik sih tentang makanan dan minuman di Warkop, ya enak gitu. Keinginan Valen dan Tono sih ingin ngobrol dengan baik sih dengan menteri pertahanan tentang politik dinasti dan juga tentang perusahaan-perusahaan yang membuat persenjataan militer karena berkaitan dengan baik urusan ekonomi...zaman sekarang yang penuh dengan kompetisi dengan tujuannya keuntungan perusahaan dan memikirkan dengan baik karyawan yang kerja di perusahaan. Memang sih obrolan Valen dan Tono di Warkop sekedar saja seperti obrolan orang-orang yang berpendidikan tinggi yang tinggal dengan baik di Jakarta gitu. Valen dan Tono kerja dengan baik di perusahaan. Tono memang sedang suka dengan cewek yang bernama Keyla gitu. Keyla anaknya Surya dan Amanda. Surya menjalankan usaha toko elektronik gitu. Keyla kerja di perusahaan PT. CAKRA gitu. Memang rumah Tono dekat rumah Keyla gitu. Hubungan pertemanan Tono dan Keyla baik sih. Keyla memang punya adik yang bernama Mila. Ya Mila kuliah dengan baik sih di Universitas yang ada di Jakara gitu. Keyla pernah cinta bertepuk sebelah tangan pada cowok yang bernama Adit. Ya Adit kerja di perusahaan PT. CAKRA. Memang Adit berpacaran dengan baik sama Victoria. Ya Victoria kerjaannya model gitu. Tono yang suka dengan Keyla, ya Tono berusaha dengan baik untuk jadian dengan Keyla. Valen yang berteman dengan Keyla karena Tono, ya Valen jatuh hati dengan Mila gitu. Valen yang suka dengan Mila, ya Valen berusaha dengan baik jadian dengan Mila. Pertemanan memang baik sih Valen dan Mila gitu. Tono berhasil jadian dengan Keyla karena Keyla suka Tono. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Tono dan Keyla gitu. Valen senang sih dengan Tono menjalin kisah cinta dengan Keyla. Urusan Valen dengan Mila, ya keduanya jadian dengan baik karena keduanya saling suka gitu. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Valen dan Mila. Tono dan Keyla senang sih dengan kisah cinta Valen dan Mila gitu. Begitulah ceritanya!" kata Budi.

"Cerita yang bagus," kata Eko.

"Sekedar cerita saja!" kata Budi.

"Kisah cinta Valen," kata Eko.

"Ya begitulah ceritanya!" kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

Budi dan Eko...asik sih main permainan Monopoli gitu.

"Hidup ini tetap sama kan Budi?" kata Eko.

"Ya hidup ini tetap sama sih...Eko!" kata Budi.

"Orang-orang yang kerja jadi anggota DPRD dan DPR...tetap menjalankan dengan baik kerjaan sesuai dengan program kerja di buat dengan baik dan di gaji dengan baik," kata Eko.

"Realitanya memang begitu sih!" kata Budi.

"Hidup di negeri ini...berdemokrasi," kata Eko.

"Realitanya memang begitu!" kata Budi.

"Orang-orang tetap mengkritik dengan baik kerja dari anggota DPRD dan DPR dengan tujuannya ini dan itu," kata Eko.

"Realitanya memang begitu!" kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Orang-orang yang kerja jadi anggota DPRD dan DPR...enak hidupnya dari pada orang-orang miskin yang susah hidupnya gitu, ya contohnya sih : orang-orang miskin yang di jalan ini dan itu," kata Budi.

"Memang hidup orang-orang miskin di jalanan hidupnya susah dan hidup orang-orang kerja jadi anggota DPRD dan DPR...enak hidupnya," kata Eko.

"Orang-orang miskin di jalanan memang antara baik dan buruk perilakunya. Tetap sih orang-orang pemerintahan harus mengurus dengan baik orang-orang miskin di jalanan yang perilaku buruk di bereskan karena membuat lingkungan sosial masyarakat jadi buruk," kata Budi.

"Demi kebaikan lingkungan sosial masyarakat, ya memang harus sih orang-orang pemerintahan mengurus dengan baik orang-orang miskin di jalanan yang perilaku buruk di tangkap dan di buat efek jera agar tidak melakukan perbuatan buruk lagi," kata Eko

"Emmm," kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

Eko dan Budi tetap asik sih main permainan Monopoli gitu.

No comments:

Post a Comment

CAMPUR ADUK

LINGAA

Malam hari....bulan bersinar dengan baik. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus....musik dangdut di chenel MNCTV, ya seperti bia...

CAMPUR ADUK