CAMPUR ADUK

Monday, September 20, 2021

KENAPA DAN KENAPA

Indro dan Kasino duduk di pinggir jalan. Keadaan lingkungan sama saja dengan berita di Tv dan juga media ini dan itu di jaringan internet jadi tidak perlu di ceritakan lagi keadaan lingkungan karena sesuai dengan rencana manusia yang menjalankan kehidupan dengan kepentingan masing-masing. Ekonomi berjalan dengan baik dari tradisional dan moderen, ya tetap beradaptasi dengan keadaan lingkungan yang masih menangulangi pandemi covid-19. Pada akhirnya dari pandemi covid-19 menjadi endemi covid-19, ya berdasarkan berita ini dan itu di jaringan apa pun.

"Kasino," kata Indro.

"Apa...Indro?!" kata Kasino.

"Kenapa suatu negara yang mayoritasnya agama Kristen, ya kehidupan damai saja. Ya beda dengan suatu negara yang mayoritasnya agama Islam, eeeee konflik pertikaian, ya bisa di bilang perang sih?!" kata Indro.

"Urusannya masih kaitannya urusannya pemerintahan. Aku kan bukan orang pemerintahan Indro!" kata Kasino.

"Aku tahu Kasino bukan orang pemerintahan, ya orang biasa-biasa saja. Tapi kan ini obrolan biasa saja Kasino. Ya masih ada kaitannya dengan urusan agama dan urusan sosial ekonomi!" kata Indro.

"Ok lah sekedar obrolan saja. Pertanyaan Indro tadi, ya jawabannya sih....ujiannya manusia!" kata Kasino.

"Ujian manusia yang menetapi agama yang di jalanin dan berkembang dengan suatu wilayah dan menjadi agama mayoritas," kata Indro.

"Maka pertanyaannya untuk apa agama terlahir di muka bumi ini dan juga jadi perdebatan antara manusia yang menjalankan dengan pernyataan agama yang di yakini adalah agama benar?!" kata Kasino

"Iya juga ya Kasino. Untuk apa agama terlahir di muka bumi ini dan menjadi perdebatan antara manusia yang menjalankan dengan pernyataan agama yang di yakini adalah agama benar. Jadi konflik berkepanjangan di buat oleh nenek moyangnya manusia yang menunjukkan kebenaran ini dan itu pada agama?!" kata Indro.

"Dengan di bentuknya suatu wilayah menjadi negara, ya bentuk pemerintahan dan membuat Undang Undang dengan baik. Tujuan Undang Undang di buatkan untuk mengatur manusia dengan baik, ya mencegah hal-hal yang menimbulkan masalah, ya konflik salah satu contohnya : konflik antara agama satu dengan lain, ya sama-sama menunjukkan kebenaran agama yang di yakini dan di jalanin sih dengan dasar perintah Tuhan!" kata Kasino.

"Perintah Tuhan. Pada akhirnya menjadi pertanyaan. Apa benar agama di jalanin itu perintah Tuhan apa tidak. Karena ada masalah tentang perdebatan antara agama yang menyatakan agama yang di yakini dan di jalanin benar?!" kata Indro.

"Indro. Kalau itu sih. Jawabannya cukup di yakini dan jalanin saja, ya jadinya benar saja!" kata Kasino.

"Seandainya aku punya ilmu seperti Dono yang bisa mendengarkan Roh. Pastinya Roh menjelaskan tentang pertanyaan ku itu," kata Indro.

"Ilmunya Dono yang bisa mendengarkan Roh. Iya juga ya," kata Kasino.

"Tapi Dono di tanya ini dan itu, ya berkaitan dengan agama ini dan itu, ya Dono tetap tidak mau memberi tahu. Ya Dono mengalihkan dengan hal yang lain!" kata Indro.

"Ooooo begitu!" kata Kasino.

"Pada akhirnya. Aku setuju dengan omongan Kasino. Urusan agama, ya cukup di yakini dan di jalanin, ya sudah benar!" kata Indro.

"Perselisihan dengan agama lain, ya tidak penting lagi kan. Karena kita hidup di negara yang menjaga agar agama tidak terjadi pertikaian. Maka itu di suruh untuk saling menghargai, menghormati dengan manusia yang beda agama, ya agar keadaan damai dan juga paling penting...bekerja sama dengan baik untuk membangun ekonomi dengan baik untuk kepentingan bersama, ya agar kehidupan ini sejahtera," kata Kasino.

"Ya sudah Kasino. Ngobrol disininya. Kita pulang saja!" kata Indro.

"Ok!!!" kata Kasino.

Kasino dan Indro beranjak dari duduknya di pinggir jalan. Kedua berjalan dengan baik menuju arah rumah.

MENGIKUTI ALUR KEADAAN

Malam gelap bertabur bintang di langit. Indro di halaman belakang, ya main gitar dan bernyanyi.

Lirik lagu yang dinyanyikan Indro dengan judul 'Sahabat Sejati' :

Sahabat sejatiku
Hilangkah dari ingatanmu
Di hari kita saling berbagi
Dengan kotak sejuta mimpi
Aku datang menghampirimu
Kuperlihat semua hartaku
Kita slalu berpendapat
Kita ini yang terhebat
Kesombongan di masa muda yang Indah
Aku raja kaupun raja
Aku hitam kaupun hitam
Arti teman lebih dari sekedar materi
Pegang pundakku jangan pernah lepaskan
Bila ku mulai lelah
Lelah dan tak bersinar
Remas sayapku jangan pernah Lepaskan
Bila ku ingin terbang
Terbang meninggalkanmu hu ho ho ho
Ku slalu membanggakanmu
Kaupun slalu menyanjungku
Aku dan kamu darah abadi
Demi bermain bersama
Kita duakan segalanya
Merdeka kita kita merdeka
Pegang pundakku jangan pernah Lepaskan
Bila ku mulai lelah
Lelah dan tak bersinar
Remas sayapku jangan pernah Lepaskan
Bila ku ingin terbang
Terbang meninggalkanmu ho ho ho ho ha ho
Tak pernah kita pikirkan
Ujung perjalanan ini
Tak usah kita pikirkan
Ujung perjalanan ini ho ho ho ho

***

Indro selesai menyanyi dan main gitar. Kasino, ya baru duduk di halaman belakang.

"Indro tumben nyanyikan lagunya Sheilla On 7 judul kalau tidak salah, ya pastinya benar sih 'Sahabat Sejati'..." kata Kasino.

"Ada iklan di Tv yang lagunya 'Sahabat Sejati'....," kata Indro.

"Oooo iklan di Tv. Pantes di ikuti Indro, ya mengikuti perkembangan yang terjadi di tayangkan di Tv. Maka itu. Biasanya teh di meja ini. Satu gelas kopi yang ada di meja," kata Kasino.

"Ya begitu deh Kasino," kata Indro.

"Ngomong-ngomong kok cuma kopinya kok cuma satu gelas saja Indro?!" kata Kasino.

"Kalau itu sih Kasino. Buat saja sendiri di dapur kopinya. Aku sudah beli kopi yang di iklan Tv, ya biasa stok untuk di rumah sih. Lagi santai-santai ini dan itu, ya minum kopi yang enak sesuai dengan iklan di Tv," kata Indro.

"Ok..ok...ok. Buat sendiri kopi di dapur," kata Kasino.

Kasino beranjak dari duduknya ke dapur untuk membuat kopi. Indro menyanyikan lagu dan main gitarnya.

Lirik lagu yang dinyanyikan Indro dengan judul 'Pejantan Tangguh' :

Jantan pejantan tangguh itu yang kuharap ada padaku
Agar agar diriku bisa melumpuhkan tingkah liarmu
Jangan jangan siakan kehadiranku pada mimpimu
Karna hanya lewat mimpi kubisa menjamahmu juga memilikimu
Ajari aku tuk jadi pejantan tangguh
Mungkin terlalu lama aku tlah bersembunyi
Menatap mataharipun aku tak mampu
Udara malampun terlalu menusuk langkahku
Di persembunyian aku menari
Di persembunyian aku bernyanyi
Pejantan tangguh
Begitu banyak lagu yang tercipta untukmu hanya saja aku tak bisa
Mengungkapnya kepadamu
Ajari aku tuk jadi pejantan tangguh
Mungkin terlalu lama aku tlah bersembunyi
Menatap mataharipun aku tak mampu
Udara malampun terlalu menusuk langkahku
Di persembunyian aku menari
Di persembunyian aku bernyanyi
Pejantan tangguh
Ajari aku tuk jadi pejantan tangguh
Ajari aku tuk jadi pejantan tangguh
Ajari aku tuk jadi pejantan tangguh
Ajari aku tuk jadi pejantan tangguh

***

Indro selesai menyanyi lagu dan main gitar, ya Indro mengambil gelas yang berisi kopi dan di minum dengan baik kopilah. Kasino selesai membuat kopi di dapur, ya membawa dengan baik segelas kopi ke halaman belakang. Sampai di halaman belakang, ya Kasino menaruh gelas berisi kopi di taruh di meja. Indro menaruh gelas yang berisi kopi di meja.

"Indro masih menyanyikan lagu Pop?!" kata Kasino.

"Barusan aku menyanyikan lagu Pop dengan judul 'Pejantan Tangguh'..." kata Indro.

"Kemarin-kemarin yang sering banget lagu dangdut. Sekarang lagu Pop. Mengikuti alur keadaan," kata Kasino.

"Kalau aku sering menyanyikan lagu Pop berarti mempopuler lagu kan Kasino, ya kaya iklan di Tv gitu atau acara Tv?!" kata Indro.

"Ya memang sih mempopuler lagu sih Indro. Sekarang ini kan paling populer lagu dangdut, ya karena memang acara Tv-nya terus terusan mempopulerkan lagu dangdut" kata Kasino.

"Nama juga manusia merencana segalanya demi membuat acara ini dan itu di Tv untuk menghibur penonton di rumah. Kerja dan kerja. Menghasilkan uang, ya demi memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga dengan baik," kata Indro.

"Emmm," kata Kasino.

Kasino mengambil gelas berisi kopi dan diminumlah kopi dengan baik.

"Oooo iya Kasino. Gimana kerjaan hari ini?!" kata Indro.

"Baik. Kerjaan ku. Gimana dengan Indro?!" kata Kasino.

"Baik juga," kata Indro.

"Nyanyi lagi Indro!" kata Kasino.

"Ok nyanyi lagi. Dengan judul 'Shepia'....," kata Indro.

Lirik lagu yang dinyanyikan Indro dan Kasino dengan judul 'Shepia' :

Hei, Sephia
Malam ini ku takkan datang
Mencoba 'tuk berpaling sayang
Dari cintamu
Hei, Sephia
Malam ini ku takkan pulang
Tak usah kau mencari aku
Demi cintamu
Hadapilah ini
Kisah kita takkan abadi
S'lamat tidur, kekasih gelapku
S'moga cepat kau lupakan aku
Kekasih sejatimu
Takkan pernah sanggup untuk melupakanmu
S'lamat tinggal, kasih tak terungkap
S'moga kau lupakan aku cepat
Kekasih sejatimu
Takkan pernah sanggup untuk meninggalkanmu
Hei, Sephia
Jangan pernah panggil namaku
Bila kita bertemu lagi
Di lain hari
Hadapilah ini
Kisah kita takkan abadi
S'lamat tidur, kekasih gelapku (oh, Sephia)
S'moga cepat kau lupakan aku (oh, Sephia)
Kekasih sejatimu
Takkan pernah sanggup untuk melupakanmu
S'lamat tinggal, kasih tak terungkap (oh, Sephia)
S'moga kau lupakan aku cepat (oh, Sephia)
Kekasih sejatimu
Takkan pernah sanggup untuk meninggalkanmu
S'lamat tidur, kekasih gelapku (oh, Sephia)
S'moga cepat kau lupakan aku (oh, Sephia)
Kekasih sejatimu
Takkan pernah sanggup untuk melupakanmu (wo-oh)
S'lamat tinggal, kasih tak terungkap (oh, Sephia)
S'moga kau lupakan aku cepat (oh, Sephia)
Kekasih sejatimu
Takkan pernah sanggup untuk meninggalkanmu, oh-ho
Wo-ho-wo-ho
(Oh, Sephia) Wo-ah
Oh-ho, wo-ho, wo-uh-oh-ho
Wo-uh-oh-ho-oh
Wo, oh-wo-wo-wo-oh
(Oh, Sephia) Wo-ah-ho-oh, yeah, yeah
Wo-ho-wo-ho-oh
Wo-wo-wo-ho-ho
Yeah, eh, e, e, ey
(Oh, Sephia)

***

Indro dan Kasino menyanyikan lagu, ya Indro selesai main gitarnya.

"Indro main catur!" kata Kasino.

"Catur terus Kasino. Yang lain!" kata Indro.

"Oooo main kartu remi saja!" kata Kasino.

"Main kartu remi lagi," kata Indro.

"Jadi main apa. Ooooo ini saja. Main tenis meja saja!" kata Kasino.

"Ya ampun Kasino. Main tenis meja berarti kita pergi ke sekolahan atau ke Universitas yang ada alat tenis meja di sana!" kata Kasino.

"Abisnya tidak ingin main catur dan main kartu remi. Jadi main apa dong?!" kata Indro.

"Nyanyi lagi aja!" kata Indro.

"Maunya Indro itu mah. Kalau begitu kita putuskan dengan suit saja!" kata Kasino.

"Ok suit untuk memutuskan segalanya!" kata Indro.

Indro dan Kasino, ya main suit sih. Pada akhirnya yang menang adalah Kasino.

"Aku menang jadi main catur!" kata Kasino.

"Ya kalah ikut yang menang main catur!" kata Indro.

Indro menaruh gitar di samping kursi. Kasino mengambil papan catur di bawah meja dan papan catur di taruh di atas meja. Kasino dan Indro main catur dengan baik banget.

Sunday, September 19, 2021

YANG PERTAMA YANG TERBAIK

Kota Batam, ya ceritanya masih sama seperti berita di Tv sih. Jadi cerita kota Batam, ya tidak perlu di ceritakanlah. Dono berada di rumah, ya tepatnya di kamarnya. Dono sedang mengetik di leptopnya mengolah data yang ia dapet dari teman-temannya untuk di buat menjadi makalah, ya kerjaannya orang yang kuliah lah. Lagi asik-asik mengetik Dono mendapatkan kiriman vidio dari temannya di Jakarta. Bisa di bilang sih mata-mata Dono sih, ya teman Dono itu di bayar dengan baik untuk meliput aktivitas dua orang cewek, yaitu Rara dan Ratna. Dono menonton vidio itu di leptopnya.

"Vidio tentang Rara. Ya Rara hidup bahagia dengan suaminya dan juga Rara telah hamil," kata Dono.

Dono menonton dengan baik vidio tentang Rara, ya memang pengambilan vidio sembunyi-sembunyi sih agar tidak ketahuan Rara. Ya vidio di tonton Dono sampai selesai.

"Aku sekarang sudah benar-benar ikhlas melepaskan Rara," kata Dono.

Roh muncul di atas kepala Dono, ya berwujud kecil sih.

"Ternyata ia bisa melepaskan cintanya pada cewek yang di sukai," kata Roh, ya Malaikat.

"Iya," kata Dono.

"Mana yang terbaik. Cewek mu yang pertama atau cewekmu yang kedua?!" kata Roh, ya Malaikat.

"Cewek yang terbaik ternyata yang pertama. Wulan yang telah lama tidur dengan baik di makamnya!" kata Dono.

"Pilihan yang baik. Yang pertama adalah yang terbaik. Ujian tentang cewek adalah memilih yang terbaik!" kata Roh, ya Malaikat.

Roh kedua muncul.

"Seharusnya kamu jadi cowok itu serakah dalam mendapat cewek. Ya satu dan dua diambil, ya sampai tiga, empat dan lima. Ini malah memilih yang terbaik dengan tujuannya setia pada yang pertama. Jengkel aku!" kata Roh, ya Setan.

"Aku yang menjalankan hidup. Aku yang menentukan pilihan aku!" kata Dono dengan tegas.

"Dari dulu sampai sekarang. Adam selalu setia pada Hawa. Sepasang," kata Roh, ya Malaikat.

"Masa lalu, masa sekarang sampai masa depan. Tetap saja mengajarkan pada ini anak manusia harus setia pada Hawa yang pertama di pilih!" kata Roh, ya Setan.

"Aku kan harus membimbing anak manusia dengan baik, ya atas perintah Tuhan. Sedang kamu kan, ya mengujinya untuk jatuh pada lumpur kehidupan sampai anak manusia menyesal bahwa jalannya salah, ya nerakanya kehidupan," kata Roh, ya Malaikat.

"Ya sudahlah kalau begitu aku pergi saja!" kata Roh, ya Setan.

Roh kedua pergi dengan cara menghilang.

"Selalu berbuat kebaikan pada cewek yang kedua. Agar silaturahmi tetap terjaga!" kata Roh, Malaikat memberikan masukan pada Dono.

"Aku mengerti!" kata Dono.

"Kalau begitu aku pergi saja!" kata Roh, ya Malaikat.

Roh pun pergi dengan cara menghilang. Dono melanjutkan nonton vidio yang kedua tentang Ratna yang menjalankan kehidupan sehari-harinya.

"Ratna cewek yang baik. Seperti biasa aktivitas Ratna membantu orang tuanya dengan kerja keras memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ratna yang ikut permainan aku. Aku memang membayar Ratna dalam permainan agar aku putus dengan Rara. Memang aku salah sih sama Rara, tapi aku putus dengan Rara juga dengan jalan baik-baik. Rara telah bisa melupakan aku, ya hidup bahagia dengan suaminya, ya orang yang di jodohkan orang tuanya. Orang itu lebih baik dari aku, ya memiliki kesempurnaan lebih baik dari aku," kata Dono.

Dono menonton dengan baik vidio itu sampai selesai.

"Ratna baik-baik saja keadaannya. Rara juga keadaannya baik-baik saja. Keputusan aku tepat pisah dengan Rara. Cewek memang lebih baik mendapatkan cowok yang lebih baik dari aku. Aku sadar dengan kecacatan di dalam tubuh ku," kata Dono.

Dono melanjutkan mengetiknya di leptopnya, ya membuat makalah dari data-data yang di kumpulkan dengan baik. Sedangkan Kasino dan Indro di Jakarta. Ya cerita tentang kehidupan di kota Jakarta sama dengan berita di Tv jadi tidak perlu di ceritakan. Kasino masih sibuk dengan urusan kerjaannya di tempat kerjaannya, ya bersama Selfi karena teman kerja Kasino lah. Indro juga lagi kerjaanlah dengan teman-temannya. Pokoknya Kasino dan Indro lagi sibuk, ya ceritanya sih tentang kerja dan kerja, ya hasil dari kerjakan uang. Uang itu digunakan dengan baik, untuk membeli barang ini dan itu, ya ekonomi berjalan dengan baik.

Saturday, September 18, 2021

RASA SUKA ITU CINTA

Indro selesai memasak gorengan, ya membuat bakwan goreng sih. Sepiring bakwan goreng di bawa Indro ke halaman belakang. Indro menaruh sepiring bakwan goreng di meja dan Indro duduk dengan santai, ya mengambil bakwan goreng di piring dan di makan dengan baik. Kasino selesai merawat tanaman di potnya, ya mencuci tangan pake sabut dan air mengalir dari keran. Setelah itu. Kasino duduk santai.

"Indro hari ini buat bakwan goreng?!" kata Kasino.

"Iya," kata Indro.

Indro menuangkan tekok berisi teh ke cangkir dan segera di minum teh. Bakwan goreng, ya di ambil di piring sama Kasino sih.

"Cabenya mana ya?!" kata Kasino.

Indro menaruh cangkir berisi teh di meja.

"Maaf Kasino. Aku lupa membeli cabe rawit. Jadi makan cabenya tidak pake cabe!" kata Indro.

"Lupa membeli cabe rawit toh," kata Kasino.

"Cabe yang di tanam di pot ada yang berbuah?!" kata Indro.

"Oooo iya. Aku nanam cabe di pot. Ada cabe rawit yang berbuah. Aku ambil dulu ah cabe rawitnya!" kata Kasino.

Kasino menaruh bakwan goreng ke piring, ya Kasino beranjak dari duduknya langsung ke tempat pot tanaman yang di tanam cabe rawit. 

"Cabe ku berbuah bagus bagus," kata Kasino.

Kasino memetik cabe rawit dengan baik, ya dapetnya lumayan banyak sih. Cabe rawit di cuci bersih di air kran. Setelah itu. Kasino duduk dengan baik, ya cabe rawit di taruh di piring yang ada bakwan goreng.

"Makan bakwan goreng sama cabe rawit," kata Kasino.

Kasino mengambil bakwan goreng di piring dan cabe sudah di tangan sih. Kasino makan bakwan goreng dengan cabe sih.

"Emmm enak bakwan goreng buatan Indro. Cabe rawit pedas rasanya. Rasanya jadi kelop deh!" kata Kasino.

Kasino menikmati makan bakwan goreng dan juga cabe. Indro makan bakwan goreng dan juga cabe sih.

"Kasino," kata Indro.

"Apa?!" kata Kasino.

"Artis yang cewek cantik, ya di sukai sama cowok ganteng, ya artis gitu. Keduanya saling suka gitu. Ya ada rasa gitu. Jadi orang yang menontonnya, ya terbawa suasana sih seperti nonton film cinta yang romantis," kata Indro.

"Chemistrinya dapet gitu?!" kata Kasino.

"Itu maksudnya Kasino....chemistrinya!" kata Indro.

 "Kan memang di rencana dengan baik sama pembuat cerita di film sampai lagu, ya duet gitu. Tujuannya dapet chemistrinya!" kata Kasino.

"Jadi aku rasa kepingin dengan hubungan yang baik dan romantis gitu. Ya rasa menggelitik gitu!" kata Indro.

"Iri namanya itu Indro!" kata Kasino.

"Kan irinya, ya iri yang baik. Ingin merasakan hal yang sama," kata Indro.

"Ooooo begitu. Menurutku sih. Hal biasa saja, ya lumrah lah!" kata Kasino.

"Kadang aku ingin bersama dengan artis yang aku sukain, ya mengajak makan malem yang romantis sampai menyanyikan lagu, duet gitu yang romantis," kata Indro.

"Khayalan apa permainan seandainya seperti biasanya?!" kata Kasino.

"Ya permainan seandainya saja Kasino. Kalau khayalan kan, ya tidak kesampaian jadinya sakit hati gitu!" kata Indro.

"Masa sampai sakit hati?!" kata Kasino.

"Kan cuma di hiperbolakan saja Kasino!" kata Indro.

"Ooooo hiperbola saja toh!" kata Kasino.

Kasino mengambil cangkir berisi teh di meja, ya di minum dengan baik teh itu. Indro menuangkan tekoh berisi teh ke cangkir dan segera di minum dengan baik teh itu. Lalu keduanya menaruh bersamaan cangkir berisi teh di meja.

"Kasino," kata Indro.

"Apa?!" kata Kasino.

"Ngobrolin tentang topik-topik yang berkaitan dengan pemerintahan kaya acara Tv gitu!" kata Indro.

"Indro. Aku ini bukan orang pemerintahan. Jadi tidak perlu membicarakan topik-topik yang berkaitan dengan pemerintahan kaya acara di Tv. Padahal orang-orang yang membicarakan urusan pemeritahan di acara Tv kan, ya sudah menjelaskan dengan baik berdasarkan topik-topik yang di angkat, ya heboh sih pokok permasalahannya," kata Kasino.

"Aku paham Kasino!" kata Indro.

"Emmmm," kata Kasino.

"Cowok muda panteskan menyukai cewek yang lebih tua dari cowok, ya umur sih Kasino?!" kata Indro.

"Ya pantes saja sih. Kalau sama sama suka sih," kata Kasino.

"Jadi gimana cowok, ya anak tiri menyukai ibu tirinya, ya rasa suka itu cinta sih?!" kata Indro.

"Kalau urusan itu sih lebih baik di jauhkan dari rasa suka itu. Bahaya!!!," kata Kasino.

"Bahaya!!! Aku mengerti omongan Kasino," kata Indro.

"Ya sudahlah jangan membahas itu. Dunia ini banyak yang pinter membahas urusan itu, ya para ahli agama. Para ahli agama membimbing manusia di jalan kebaikkan, ya agar menjauh dari permasalahan ini dan itu. Bisa di bilang ujian dari Setan membalikkan pemikiran manusia jadi melanggar aturan ini dan itu," kata Kasino.

"Ok. Kasino. Aku paham!" kata Indro.

"Main kartu remi saja!" kata Kasino.

"Ok!" kata Indro.

Indro mengambil kartu remi di atas papan catur, ya di bawah meja. Indro mengocok kartu remi dengan baik dan di bagikan dengan baik. Indro dan Kasino, ya main kartu remi dengan baik.....main cangkulan sih.

MARI BERCINTA

Malam gelap bertabur bintang di langit. Indro duduk di halaman belakang, ya sedang main gitar dan juga menyanyi.

Lirik lagu yang dinyanyikan Indro dengan berjudul 'Mari Bercinta' :

Wo-hoo
Ha-la, ha-la, ha-la-la-la
Ha-la, ha-la, ha-la-la-la (wo-hoo)
Ha-la, ha-la, ha-la-la-la
Ha-la, ha-la, mari, mari
Berdansa dan menari, ikuti alunan lagu
Semua mata pun kini hanya tertuju padaku
Tapi tatap matamu seolah inginkan aku
Ingin dekatku, peluk aku, dan sentuh cintaku
Tapi tunggulah dulu, kau jangan coba merayu
(Tunggu, tunggu) Tunggu, tunggulah dulu, kau jangan dekati aku
(Sabar, sabar) Sabar, sabarlah dulu, kau jangan marah padaku
(Bukan salahku) Bukan salahku jika banyak yang mau padaku
Mari semua dansa denganku
Dekap aku dan hanyutkanku
Dengan irama yang menggoda
Melepaskan hasrat dirimu (wo-hoo)
Mari semua dansa denganku
Dekap aku dan hanyutkanku (wo-hoo)
Dengan irama yang menggoda
Melepaskan hasrat dirimu
Berdansa dan menari, ikuti alunan lagu
Semua mata pun kini hanya tertuju padaku
Tapi tatap matamu seolah inginkan aku
Ingin dekatku, peluk aku, dan sentuh cintaku
Tapi tunggulah dulu, kau jangan coba merayu
Tunggu, tunggulah dulu, kau jangan dekati aku
Sabar, sabarlah dulu, kau jangan marah padaku
Bukan salahku jika banyak yang mau padaku
Mari semua dansa denganku
Dekap aku dan hanyutkanku
Dengan irama yang menggoda
Melepaskan hasrat dirimu (wo-hoo)
Mari semua dansa denganku
Dekap aku dan hanyutkanku (wo-hoo)
Dengan irama yang menggoda
Melepaskan hasrat dirimu
La-la-la, la-la-la-la-la-la
La-la-la-la-la-la, la-la-la-la-la, la-la-la-la-la
La-la-la, la-la-la-la-la-la
La-la-la-la-la-la, la-la-la-la-la
Kamu inginkan aku
Peluk aku (peluk aku)
Cium aku (cium aku)
Kamu inginkan aku
Ingin bercinta denganku
Mari semua dansa denganku
Dekap aku dan hanyutkanku
Dengan irama yang menggoda
Melepaskan hasrat dirimu (wo-hoo, wo-hoo)
Mari semua dansa denganku
Dekap aku dan hanyutkanku (wo-hoo)
Dengan irama yang menggoda
Melepaskan hasrat dirimu
Tapi malam ini bukan hanya untukmu
(Bersenanglah bersama, bergoyanglah bersama)
Malam ini kita bercinta bersama
Mari semua dansa denganku
Dekap aku dan hanyutkanku
Dengan irama yang menggoda
Melepaskan hasrat dirimu
Wo-hoo

***

Indro selesai menyanyi dan main gitar. Kasino, ya baru duduk di halaman belakang.

"Lagu yang dinyanyikan Indro....bagus," kata Kasino.

"Terima kasih Kasino atas pujiannya," kata Indro.

"Oooo iya Indro. Kenapa menyanyikan lagu 'Mari Bercinta' ?!" kata Kasino.

"Kasino. Sekedar saja!" kata Indro.

"Ooooo sekedar saja toh!" kata Kasino.

Kasino mengambil keripik di plastik, ya ada di meja dan di makan deh keripik.

"Cewek cantik itu kebanyakan menggoda cowok kan Kasino?!" kata Indro.

"Memang sih cewek cantik menggoda cowok sih. Ya kaya lagu yang dinyanyikan Indro barusan. Bentuknya mengajak gitu!" kata Kasino.

Kasino menuangkan tekok berisi teh, ya ke cangkir dan segera di minum teh dengan baik.

"Aku nyanyi lagi ah!" kata Indro

"Tunggu aku ikutan nyanyi!" kata Kasino, ya sambil menaruh cangkir berisi teh di meja.

Indro memainkan gitarnya dengan baik dan bernyanyi dengan baik, ya Kasino ikutan nyanyi dengan baik sih.

Lirik lagu yang di nyanyikan Indro dan Kasino dengan judul 'Mari Bercinta 2' :

I know you want me, baby
And I want you too
Baby, baby, baby
Saat ku lihat dirimu
Saat ku tatap matamu
Kau pun hampiri diriku
Dan mulai mendekatiku
Dengan sejuta rayumu
Dengan sentuhan halusmu
Kau telah menyentuh hatiku
Yang membuatku melayang
Ku ingin bercinta dengan dirimu
Habiskan malamku
Menikmati hembus cintamu
Di sekujur ragaku
Ku ingin bercinta dengan dirimu
Habiskan malamku
Menikmati indah cintamu
Di dalam diriku
Mari bercinta, mari bercinta
Mari mari mari mari mari mari bercinta
Saat ku lihat dirimu
Saat ku tatap matamu
Kau pun hampiri diriku
Dan mulai mendekatiku
Dengan sejuta rayumu
Dengan sentuhan halusmu
Kau telah menyentuh hatiku
Yang membuatku melayang
Ku ingin bercinta dengan dirimu
Habiskan malamku
Menikmati hembus cintamu
Di sekujur ragaku
Ku ingin bercinta dengan dirimu
Habiskan malamku
Menikmati indah cintamu
Di dalam diriku
Mari bercinta, mari bercinta
Mari mari mari mari mari mari bercinta
Mari bercinta
Mari bercinta, mari bercinta
Mari mari mari mari mari mari bercinta
Alunan lagu ini
Membuat aku ingin
Menikmati indah cinta
Yang ku dapat dari dirimu
Hasrat ingin ku selalu
Menikmati indahmu
Malam ini di dekatmu, dalam pelukmu
Mari bercinta
Ku ingin bercinta dengan dirimu
Habiskan malamku
Menikmati hembus cintamu
Di sekujur ragaku
Ku ingin bercinta dengan dirimu
Habiskan malamku
Menikmati indah cintamu
Di dalam diriku
Ku ingin bercinta dengan dirimu
Habiskan malamku
Menikmati hembus cintamu
Di sekujur ragaku
Ku ingin bercinta dengan dirimu
Habiskan malamku
Menikmati indah cintamu
Di dalam diriku
Mari bercinta, mari bercinta
Mari mari mari mari mari mari bercinta
Mari bercinta
Mari bercinta, mari bercinta
Mari mari mari mari mari mari bercinta
Mari bercinta

***

Indro dan Kasino selesai menyanyi, ya Indro berhenti bermain gitar.

"Suasana hati Indro tetap berhasrat ingin bercinta. Aku cuma mengikuti alur saja!" kata Kasino

"Nama juga gairah pemuda," kata Indro.

"Lagu "Mari Bercinta', ya fenomenal di masanya sih," kata Kasino.

"Memang fenomenal di masanya karena penyanyi, ya cantik sih. Membuat tergoda dengan pesonannya yang cantik yang luar biasa. Kalau aku beri nilai sih, ya nilai sempurna saja agar cewek lain iri saja dengan penilaian aku," kata Indro.

"Iri karena ingin di nilai Indro, ya nilai kecantikan yang sempurna kan Indro!" kata Kasino.

"Yo,...i..," kata Indro.

"Kalau begitu aku pinjem gitarnya Indro!" kata Kasino.

"Nieee Kasino," kata Indro sambil memberikan gitar sama Kasino.

Kasino telah mengambil gitar dari Indro. Ya Indro mengambil keripik singkong di plastik di meja, ya keripik di makan dengan baik.

"Nyanyi lagu apa ya?!" kata Kasino masih berpikir.

"Kata cowok-cowok yang telah menikah. Goyangan istri lebih yahut dari pada goyangan pada biduan atau artis, ya sama saja sih yang goyang di panggung, ya seperti lagu 'Mari Bercinta'. Kan bentuknya mengajak sih tuh lagu gitu," kata Indro. 

Indro mengambil cangkir berisi teh dan di teh dengan baik.

"Cowok yang telah menikah kan sudah dapet enaknya dari istrinya. Kalau mendengarkan omongan ini, ya pasti cowok-cowok yang telah menikah diam dan kata hati berkata "Emang iya goyangan istri ku yahut".....," kata Kasino.

Indro menaruh cangkir berisi teh di meja.

"Gimana dengan cowok-cowok yang belum nikah kaya kita ini Kasino?!" kata Indro.

"Anggap saja buta urusan itu. Jadi urusan bereskan!" kata Kasino.

"Memang sih di anggap buta saja. Dari pada cowok yang lain, ya mencari hasrat dengan cara pacaran sana sini dan mendatangi tempat-tempat yang bisa melampiaskan hasrat," kata Indro.

"Kalau itu sih. Ketahuan petugas, ya di tangkap dan di bawa ke kantor polisi. Orang tuanya jadi malu dengan ulah anak-anak yang pacaran begini dan begitu sampai ke tempat begituan," kata Kasino.

"Maka itu banyak orang munafik kan Kasino di kaum islam?!" kata Indro.

"Memanglah banyak kaum munafik di kaum islam. Karena bilangnya tidak pacaran, eee ternyata pacaran. Mungkin mengikuti dosa orang tua. Kata pepatahkan buah tidak jauh dari pohonnya. Kelakuan orang tua di masa muda, ya di turunkan sama anaknya. Jadi, ya dosa orang tua kena ke anak lah. Kalau di ajaran agama lain, ya di sebut Karma dari apa yang tanam. Kalau urusan agama lain urusan pemuda pemudi pacaran, ya aku tidak perlu membicarakannya," kata Kasino.

"Dosa...dosa..dosa. Semoga Budha memberikan pencerahan pada orang-orang tersebut," kata Indro.

"Kok Budha?!" kata Kasino.

"Kaya cerita di Sun Go Kong, Kasino. Yang ada Budha-nya. Kata Biksu Tong kan "Dosa....Dosa...Dosa"....," kata Indro.

"Ooooo kaya cerita di Sun Go Kong toh!" kata Kasino.

"Kita ini bukan orang munafik kan Kasino?!" kata Indro.

"Ya bukan orang munafik. Karena aku dan Indro, ya pacaran ngomong, ya pacaran dan ingin menikahi orang yang kita suka," kata Kasino.

"Memang sih aku dan Indro ingin menikahi orang aku suka. Jadi hubungan halal gitu. Ya tetap proses mencapai urusan menikah kan ada ujian ini dan itu. Nama juga cerita ada intrik ini dan itu!" kata Indro.

"Nyanyi lagu ini saja!" kata Kasino.

Kasino main gitar dan menyanyikan lagu dengan baik, ya Indro menyanyi lagu dengan baik.

Lirik lagu yang dinyanyikan Kasino dan Indro berjudul 'Sedang Ingin Bercinta' :

Setiap ada kamu mengapa jantungku
Berdetak lebih kencang
Seperti genderang mau perang
Setiap ada kamu mengapa darahku
Mengalir lebih cepat dari ujung kaki ke ujung kepala
Setiap ada kamu otakku berfikir
Bagaimana caranya untuk berdua bersama kamu
Aku sedang ingin bercinta karena
Mungkin ada kamu di sini aku ingin
Aku sedang ingin bercinta karena
Mungkin ada kamu di sini aku ingin
Setiap ada kamu mengapa jantung ini
Berdetak lebih kencang
Seperti genderang mau perang
Setiap ada kamu mengapa darah ini
Mengalir lebih kencang dari ujung kaki ke ujung kepala
Di setiap ada kamu mengapa jantungku berdetak
Berdetaknya lebih kencang seperti genderang mau perang
Di setiap ada kamu mengapa darahku mengalir
Mengalir lebih cepat dari ujung kaki ke ujung kepala
Aku sedang ingin bercinta karena
Mungkin ada kamu di sini aku ingin
Aku sedang ingin bercinta karena
Mungkin ada kamu di sini aku ingin
Di setiap ada kamu mengapa jantungku berdetak
Berdetaknya lebih kencang seperti genderang mau perang
Di setiap ada kamu mengapa darahku mengalir
Mengalir lebih cepat dari ujung kaki ke ujung kepala
Aku sedang ingin bercinta karena
Mungkin ada kamu di sini aku ingin
Aku sedang ingin bercinta karena
Mungkin ada kamu di sini aku ingin
Aku sedang ingin (akusedang ingin) bercinta karena (aku sedang)
Mungkin ada kamu (mungkin ada kamu) di sini aku ingin (aku sedang)
Aku sedang ingin (akusedang ingin) bercinta karena (aku sedang)
Mungkin ada kamu (mungkin ada kamu) di sini aku ingin

***

Kasino dan Indro selesai menyanyi, ya Kasino berhenti bermain gitar.

"Kalau lagu baru dinyanyikan, ya gaya cowok banget," kata Indro.

"Memang lah gaya cowok!" kata Kasino.

"Cowok dan cewek, ya selalu ingin merasakan rasa cinta yang berhasrat luar biasa," kata Indro.

"Lama-lama omongan Indro kaya iklan jualan alat-alat penggairah bercinta saja," kata Kasino.

"Masa?!" kata Indro.

"Ah. Sekedar saja Indro. Obrolan kita. Pemuda yang normal dari pada pemuda yang tidak normal, ya pemuda yang ngondek gitu," kata Kasino.

"Omongan kita ini sekedar omongan saja," kata Indro menegaskan omongan Kasino.

"Benar kata orang tua. Kalau sudah mampu, ya segera menikah dari pada pacaran begini dan begitu, ya gak jelas sih," kata Indro.

"Memang orang tua bener ngomongnya. Kalau sudah mampu menikah. Kalau tidak mampu, ya puasa dulu dan jangan bikin ulah. Ya pacaran kan orang tua sudah tahu ceritanya yang begini dan begitu kalau berbuat sembunyi-sembunyi. Kalau di film barat, ya terang-terangan sih pacaran," kata Kasino.

"Film barat, ya tidak bisa di omongin sih. Sampai film yang lainnya mengikuti sih," kata Indro.

"Emmmmm," kata Kasino.

"Ngomong itu lebih baik tidak perlu jauh-jauh sih! Gimana kalau ngomongin pemerintahan?!" kata Indro.

"Aku ini bukan orang pemerintahan. Jadi lebih baik, ya tidak ngomongin pemerintahan," kata Kasino.

"Ok Kasino. Tidak ngomongin pemerintahan. Masih banyak orang yang ingin duduk di pemerintahan, ya karena cita-cita ingin duduk di pemerintahan atau ingin mempertahankan kedudukannya karena alasannya mampu menangulangi masalah ini dan itu," kata Indro.

"Emmm," kata Kasino.

"Main catur saja Kasino!" kata Indro.

"Ok!" kata Kasino.

Kasino menaruh gitar di samping kursi. Indro mengambil papan catur di bawah meja dan di taruh di atas meja papan catur. Kasino dan Indro main catur dengan baik. 

Friday, September 17, 2021

PETUALANGAN DI DALAM MIMPI

Indro lelah menjalankan aktivitasnya, ya kerja gitu. Indro istirahat di sofa ruang tamu, ya tidur sih. Kasino membiarkan Indro yang tidur di sofa, ya Kasino ke kamarnya untuk mengerjakan kerjaannya. Indro terbangun di suatu tempat yang asing banget, ya di atas bukit.

"Dimana aku ini?!" kata kata Indro.

Indro melihat keadaan lingkungan dengan baik banget. 

"Aku tidak tahu di mana aku?!" kata Indro.

Indro pun berjalan menurunin bukit dengan hati-hati untuk mencari penduduk sekitar. Sampai di pinggir sungai. Muncul seekor ular besar, ya kaya naga.

"Naga," kata Indro.

Indro ketakutan, ya bersembunyi di balik batu.

"Itu Naga moga-moga tidak tahu aku di sini," kata Indro.

Naga mendekati keberadaan Indro. Indro yang bersembunyi di balik batu ketahuan sama Naga. Ya Naga ingin memakan Indro. Ya Indro berusaha menjauh dari Naga dengan berlari cepat. Muncullah sosok cewek cantik dengan mengendarai kuda. Cewek cantik itu menolong Indro, ya menarik Indro untuk naik ke kuda. Dengan mengendarai kuda dengan baik, ya cewek cantik itu memacu kuda untuk menjauhi Naga. Ya Naga mengejar dengan baik sih. Sang Naga juga menyemburkan bola api gitu. Pokoknya keadaan jadinya lebih mencekam antara hidup dan mati. Sampai-sampai Naga menangkap kuda, ya cewek cantik dan Indro selamat sih dari cengkraman tangan naga sih. Naga memakan kuda. Cewek cantik mengeluarkan pedang dari sarungnya dan menyerang Naga. Indro melihat kegigihatan cewek cantik itu melawan Naga. 

"Sebenarnya aku ini mimpi apa kenyataan," kata Indro.

Indro tetap memastikan keadaannya, ya di taboklah pipinya dengan tangannya.

"Sakit!!!" kata Indro.

Indro menyadari keadaannya, ya ternyata bukan mimpi. Cewek cantik itu bertarung dengan baik, ya melawan Naga. Memang sih cewek cantik itu kewalahan melawan Naga yang ganas sih, ya walau cewek cantik menggunakan ilmu tenaga dalam yang luar biasa sih untuk mengalahkan Naga sih. Indro ingin menolong cewek itu dalam mengalahkan Naga, tapi Indro tidak ada kekuataan sih untuk menolong cewek cantik yang masih bertarung melawan Naga. Muncul seekor Kera yang membawa senjata gada. 

"Naga nakal!" kata Kera.

Kera pun menyerang Naga, ya menolong cewek cantik yang kewalahan menghadapi Naga. Dengan kekuatan Kera, ya menggunakan senjata gada. Kera menghajar Naga sampai Naga kalah dan di matikan sama Kera.

"Kemampuan Naga hanya seperti ini saja," kata Kera.

Cewek cantik itu berterima kasih telah di bantu mengalahkan Naga. Indro berterima kasih juga sama Kera, ya karena telah di tolong dengan baik karena dirinya selamat dari Naga yang buas itu, ya telah mati di tangan Kera. Indro berkenalan dengan cewek cantik yang menolong itu. Ternyata nama cewek cantik yang menolong itu Ratna. Memang Indro memperhatikan wajahnya Ratna mirip banget dengan peserta menyanyi di Tv yang telah menang dan menjadi artis gitu. Sedangkan Kera, mirip seperti kera seperti biasanyalah. 

Indro di ajak ke tempat kediaman Ratna. Sedangkan Kera berpisah dengan Ratna dan Indro. Kera melanjutkan perjalannya untuk menemui seseorang yang dianggap Kera gurunya bernama Rama. Indro sampai di rumah Ratna. Indro di jamu dengan baik sama Ratna, ya selayak tamu dan juga teman baik. Indro pada akhirnya tinggal di rumah Ratna.

Ratna memang setiap hari melatih dirinya untuk jauh mahir lagi dengan ilmu bela dirinya. Indro, ya ikutan juga sih, ya berlatih dengan Ratna. Keduanya latih tanding pedang dengan baik sampai Indro belajar ilmu tenaga dalam, ya Indro berhasil mengeluarkan tenaga dalam dengan baik. Indro dan Ratna makin dekat banget, ya ada rasa gitu sih. Indro dan Ratna benar-benar jatuh cinta, ya menjalin hubungan baik. Keduanya pacaran dengan baik.

Ratna dan Indro berjalan bersama di taman. Tahu-tahu muncul sosok cewek dan marah-marah sama Indro. Cewek itu adalah Saskia. Indro kesal di marahin sama Saskia karena Indro di bilang cowok yang tidak setia. Ratna malu karena di anggap cewek perusak hubungan orang. Indro tenggelam dalam kegelapan dan akhirnya terbangun dari tidurnya. Indro dalam keadaan duduk di sofa dan berkata "Aku tadi bermimpi."

Indro masih bingung dengan mimpinya. Kasino ke ruang tamu setelah selesai urusan kerjaannya. Kasino melihat keadaan Indro yang bingung dengan keadaannya. Kasino duduk dan berkata "Kenapa Indro?"

"Kasino aku bermimpi yang aneh," kata Indro.

"Mimpi tentang apa?!" kata Kasino.

"Mimpinya. Aku bertemu dengan Naga, ya di tolong cewek cantik dan juga Kera. Aku jadian sama cewek cantik itu, ya namanya Ratna. Tahu-tahu Saksia marah-marah karena aku tidak setia. Dan akhirnya aku bangun dari tidur," kata Indro cerita.

"Mimpi cuma kembangnya tidur kan Kasino," kata Kasino.

"Mimpi memang kembangnya tidur sih Kasino. Mimpi ku ini kaya bentuk petualangan sih. Lebih tepatnya petualangan di dalam mimpi sih," kata Indro.

"Kayanya ada cerita lama yang menjelaskan tentang pemuda yang menjelajahi dunia mimpi. Ya bertualang sih. Pemuda itu koma setelah mengalami setelah kecelakaan mobil. Pemuda itu menjalin hubungan dengan cewek cantik sih. Setelah pemuda itu bangun dari keadaannya koma. Pemuda itu bingung dengan keadaannya antara mimpi dan kenyataan. Karena cewek yang di dalam mimpi itu ada di dalam kenyataan sih, ya menjalin hubungan dengan pemuda itu dengan baik," kata Kasino cerita.

"Berarti aku ada kesamaan cerita sih. Aku memang menjalin hubungan baik sih cewek yang di dalam kenyataan sih, Saksia. Tapi kenapa ada Ratna? Dan aku menjalin hubungan dengan Ratna, ya pacaran gitu!" kata Indro.

"Kalau itu sih aku tidak tahu lah!" kata Kasino.

"Jangan-jangan pertanda mimpi ku adalah petunjuk bahwa aku akan mengalami ujian dari kesetian dari hubungan dengan Saskia dan pihak ketiganya Ratna," kata Indro.

"Indro terlalu jauh berpikir. Mimpi sekedar mimpi saja!" kata Kasino.

"Kalau mimpi bisa jadi kenyataan gimana Kasino?!" kata Indro.

"Kalau mimpi jadi kenyataan, ya Indro jalanin hidup dengan bijaksanalah. Pilih Saksia atau Ratna. Maksudnya, ya Indro bisa setia hubungan dengan Saskia atau Indro malah memilih Ratna, ya menjalin hubungan dengan baik...pacaran gitu," kata Kasino.

"Kalau begitu aku doa kepada Tuhan. Agar mimpi ku tidak jadi kenyataan," kata Indro.

Indro pun berdoa dengan baik agar mimpinya tidak jadi kenyataan, ya tidak ingin menjalan ujian seperti itu dan tetap setia sama Saskia. Setelah berdoa, ya Indro kebelakang untuk mandi, ya agar diri Indro segerlah. Kasino tetap di ruang tamu, ya main game di Hp-nya. Setelah Indro mandi, ya dirinya telah seger dan juga telah berganti baju. Indro duduk di ruang tamu, ya main game di Hp-nya dengan baik.

Thursday, September 16, 2021

DIINGATKAN

Selesai sholat jum'at di mesjid. Indro dan Kasino, ya memang pulang ke rumah dan duduk di halaman belakang. Indro main gitar dengan baik dan menyanyikan lagu, ya Kasino ikutannya nyanyi sih.

Lirik lagu yang dinyanyikan Indro dan Kasino dengan judul 'Sebujur Bangkai' :

Badan pun tak berharga
Sesaat ditinggal nyawa
Anak istri tercinta
Tak sudi lagi bersama
Secepatnya jasad dipendam
Secepatnya jasad dipendam
Karena tak lagi dibutuhkan
Diri yang semula dipuja
Kini bangkai tak berguna
Dari kamar yang indah
Kasur empuk tilam putih
Kini harus berpindah
Terkubur dalam perut bumi
Kalau selama ini
Diri berhiaskan
Emas intan permata
Bermandi cahaya
Tetapi kali ini
Di dalam kuburan
Gelap pekat mencekam
Tanpa seorang teman
Terputuslah
Pergaulan
Terbujurlah sendirian
Diri terbungkus kain kafan
Wajah dan tubuh indah
Yang dulu dipuja-puja
Kini tiada lagi
Orang sudi menyentuhnya
Jadi santapan cacing tanah
Jadi santapan cacing tanah
Sampai yang tersisa kerangka
Begitulah suratan badan
Ke bumi dikembalikan
Kebanyakan manusia
Terlena sehingga lupa
Bahwa maut 'kan datang menjelang

***

Sampai lagu selesai di nyanyikan Indro dan Kasino, ya Indro selesai main gitar.

"Indro kenapa nyanyikan lagu 'Sebujur Bangkai'...?!" kata Kasino.

"Aku nonton Youtobe di Hp ku. Ada banyak artis menyanyikan lagu 'Sebujur Bangkai' , ya dingatkan dengan akhir dari perjalanan manusia," kata Indro.

"Oooooo karena nonton Youtobe di Hp. Ada bayak artis menyanyikan lagu 'Sebujur Bangkai'....," kata Kasino.

"Semua orang pasti mati, ya Kasino?!" kata Indro.

"Iyalah!" kata Kasino.

"Nyanyi lagi Kasino!" kata Indro.

"Ok!" kata Kasino.

Kasino dan Indro menyanyikan lagu dengan baik, ya Indro bermain gitar dengan baik pula.

Lirik lagu yang dinyanyikan Kasino dan Indro yang berjudul 'Dunia Sementara Akhirat Selamanya' :

Wahai manusia, jangan engkau tertipu daya
Oleh dunia yang fana sebagai tempat ujian bagi kita
Dunia sementara, akhirat selama-lamanya
Orang kaya mati, orang miskin mati
Raja-raja mati, rakyat biasa mati
Semua pergi menghadap Ilahi
Dunia yang dicari, tak ada yang berarti
Wahai manusia, jangan engkau tertipu daya
Oleh dunia yang fana sebagai tempat ujian bagi kita
Dunia sementara, akhirat selama-lamanya
Orang kaya mati, orang miskin mati
Raja-raja mati, rakyat biasa mati
Orang kaya mati, orang miskin mati
Raja-raja mati, rakyat biasa mati
Orang kaya mati, orang miskin mati
Raja-raja mati, rakyat biasa mati
Orang kaya mati, orang miskin mati
Raja-raja mati, rakyat biasa mati
Orang kaya mati, orang miskin mati
Raja-raja mati, rakyat biasa mati
Orang kaya mati, orang miskin mati
Raja-raja mati, rakyat biasa mati
Semua pergi menghadap Ilahi
Dunia yang dicari, tak ada yang berarti
Dunia yang dicari, takkan dibawa mati

***

Kasino dan Indro selesai menyanyikan lagu, ya Indro selesai main gitarnya.

"Lagu yang baru kita nyanyikan, ya menjelaskan semuanya kan Kasino?!" kata Indro.

"Ya iyalah. Lagu yang baru kita nyanyikan menjelaskan semuanya. Semua orang pasti mati. Dunia ini tempatnya ujiannya manusia, ya antara baik dan buruk," kata Kasino.

"Maka itu hidup ini pilihan kan Kasino?!" kata Indro.

"Memang hidup ini pilihan," kata Kasino.

"Jalan yang kita di jalan kebaikan, ya menciptakan kebaikan di sekitar kita kan?!" kata Indro.

"Iyalah," kata Kasino.

"Ooooo iya Kasino. Apa pendapat mu dengan acara Gus Mitfah, ya acara Tv sih Kasino?!" kata Indro.

"Acara Gus Mitfah. Secara umum saja lah menilainya. Bagus!" kata Kasino.

"Cuma bagus saja?!" kata Indro.

"Ya kan aku sebatas penonton saja. Beda dengan orang-orang kerjaannya jadi wartawan ini dan itu yang bisa menaikkan nama sampai acara Tv dengan baik," kata Kasino.

"Aku dan Kasino sekedar penonton saja. Jadi menilainya sekedar saja. Bagus. Cukup!" kata Indro.

"Main catur saja Indro!" kata Kasino.

"Nyanyi lagi Kasino lagi!" kata Indro.

"Nyanyi masih kaitan dengan urusan kematian lagi. Lebih baik main catur saja!" kata Kasino.

"Ok lebih baik main catur!" kata Indro.

Indro menaruh gitar di samping kursi. Kasino mengambil papan catur di bawah meja dan di taruh di atas meja dengan baik. Indro dan Kasino main catur dengan baik.

PERNYATAAN

Indro dan Kasino berada di atas gedung, ya melihat keadaan semuanya dengan baik.

"Kota ini terlihat maju ya Kasino," kata Indro.

"Dari bagunannya kan Indro?!" kata Kasino.

"Iya sih dari bangunannya yang tinggi sih," kata Indro.

"Manusia membangun kan mengikuti perkembangan zaman," kata Kasino.

"Tiada Tuhan Selain Allah," kata Indro.

"Ada apa ngomong itu Indro?!" kata Kasino.

"Kata-kata itu sebuah pernyataan bahwa Tuhan itu Allah......kan Kasino!" kata Indro.

"Memang kata-kata itu menyatakan Tuhan itu Allah. Untuk umat Islam sih sudah jelas. Untuk umat agama lain menjelaskan dengan baik....Tiada Tuhan Selain Allah. Baru kelanjutannya Muhammad utusan Allah," kata Kasino.

"Dono yang mendengarkan suara Roh, ya di jelaskan dengan baik. Dari dulu sampai sekarang dan terus sampai masa depan, ya Tuhan itu Allah," kata Indro.

"Roh menjelaskan Tuhan itu Allah," kata Kasino.

"Apa ada yang percaya cerita kita tentang Roh menjelaskan Tuhan itu Allah, ya Kasino?!" kata Indro.

"Sebagai teman sih percaya sih dengan omongan Dono bahwa Roh menjelaskan Tuhan itu Allah. Ya beda dengan orang lain," kata Kasino.

"Kalau orang lain itu percaya dengan cerita Dono. Berarti menunjukkan kebenaran pada agama yang di yakini kan Kasino?!" kata Indro.

"Mungkin sih?!" kata Kasino.

"Antara iya dan tidak, ya Kasino?!" kata Indro.

"Begitulah!" kata Kasino.

"Bisa dengan dasar keimanan pada agama yang di yakini berarti percaya dengan cerita Dono, ya Kasino?!" kata Indro.

"Ya bisa sih!" kata Kasino.

"Ilmu Dono memang beda. Dari mustahil menjadi tidak mustahil," kata Indro.

"Nama juga kelebihannya Dono," kata Kasino.

Kasino dan Indro terus melihat keadaan dengan baik, ya indah gitu.

"Apakah orang yang agama lain percaya dengan cerita kita tentang Dono mendengarkan suara Roh. Ya Roh menjelaskan dengan baik Tuhan itu Allah?!" kata Indro.

"Kalau itu sih. Susah di omongin. Karena orang agama lain kan percaya dengan agama yang di jalaninnya dan juga menyembah Tuhan yang di ajarkan agama dengan baik," kata Kasino.

"Iya juga susah untuk di omongin, ya beda keyakinan sih," kata Indro.

"Indro udahan kita melihat keadaan lingkungan dari atas gedung!" kata Kasino.

"Ok lah Kasino udahan melihat keadaan lingkungan dari atas gedung!" kata Indro.

Indro dan Kasino sepakat udahan melihat keadaan lingkungan, ya turun dari gedung lah. Sampai di bawah gedung, ya Kasino dan Indro segera meninggalkan gedung tersebut dengan menggunakan motorlah. Indro membawa motor dengan baik menuju arah rumah, ya Kasino di gonceng dengan baik.

CEWEK NGETES COWOK

Malam yang gelap bertabur bintang di langit. Indro duduk di halaman belakang sama Saskia, ya menjalin kisah cinta yang romantis gitu. Sebenarnya itu khayalan Indro saja sih, ya Indro duduk sendiri di halaman belakang sambil menikmati minum teh dan juga makan keripik singkong. Indro lebih baik tidak duduk bersama dengan Saskia, ya beduaan gitu, ya takutnya jatuh pada godaan setan sih karena belum menikah walau sebenarnya menikah itu mudah sih, ya tinggal lamar saja sih Saskianya. Saskia kan orangnya biasa-biasa saja, ya jadi mudah dalam urusan menjalankan pernikahan. Beda dengan cewek yang lain, ya ribet gitu. Menikah harus ini dan itu. 

Kasino duduk di halaman belakang, ya menuangkan tekok berisi teh ke cangkir dan segera di minum dengan baik teh. Indro menaruh cangkir berisi teh di meja sih. Teh yang di minum ada, ya beda dengan cerita komedi di acara Tv sih. Kan tidak ada teh yang di minum. Akting gitu. Bohong-bohongan minum teh. Kecuali mengiklankan produk teh yang enak banget.

"Kasino," kata Indro.

Kasino menaruh cangkir berisi teh di meja.

"Apa?!" kata Kasino.

"Ada sebuah cerita sih Kasino," kata Indro.

"Cerita apa?!" kata Kasino.

"Cerita saja!" kata Indro.

"Cerita tidak penting dong," kata Kasino.

"Penting enggak tidak penting yang penting jadi bahan obrolan saja kan Kasino!" kata Indro.

"Oooo bahan obrolan," kata Indro.

"Ada seorang cewek cantik. Cewek itu hamil dan meminta pertanggungjawabkan sama pacarnya. Tapi ternyata pacarnya tidak ingin bertanggung jawab. Cewek itu, ya tidak masalah putus dengan pacarnya. Cewek itu tetap menjalankan rencananya dengan keadaan dirinya hamil itu. Sampai cewek itu bertemu dengan cowok yang baik, ya menerima keadaannya itu," kata Indro.

"Cerita cewek hamil dulu sebelum nikah. Kaya berita di Tv saja," kata Kasino.

"Memang sih dari berita di Tv sih Kasino. Seorang cewek di bilang hamil sebelum menikah. Cowoknya membuat pernyataan bahwa dirinya dengan ceweknya didik dari orang tua yang di jalan baik-baik, ya tidak melanggar ini dan itu," kata Indro.

"Gosip atau fakta jadinya?!" kata Kasino.

"Gosip. Biasalah kontrafersinya berita yang ini dan itu untuk menaikkan nama dan acara Tv gitu," kata Indro.

"Ooooooo kontrafersi," kata Kasino.

"Gimana dengan tanggapan cerita aku tadi?!" kata Indro.

"Kalau ada Dono. Pasti bilang begini. Aku sih bisa menerima cewek yang hamil itu, ya aku nikahin jadi istri. Aku bisa menjadi cowok yang lugu dan bodoh dengan keputusan aku, ya demi melindungi cewek yang hamil itu," kata Kasino.

"Memang sih Dono bisa bicara seperti itu sih. Sekarang Kasino gimana?!" kata Indro.

"Kalau itu sih. Aku bisa bertengkar dengan Selfi kalau aku menerima tuh cewek yang hamil. Urusan cinta ku dengan Selfi, ya bisa putus sih," kata Kasino.

"Drama cinta itu mah Kasino!" kata Indro.

"Kan cerita Indro memang drama cinta," kata Kasino.

"Memang sih. Drama cinta!" kata Indro.

"Kalau pikir dengan baik sih. Ok lah bisalah menerima cewek yang hamil itu. Jadi aku sama dengan Dono," kata Kasino.

"Dono dan Kasino bisa menerima cewek yang hamil itu berarti Kasino dan Dono, ya cowok yang baik bisa menerima cewek apa adanya gitu," kata Indro.

"Emmmm," kata Kasino.

"Kelanjutan ceritanya, ya Kasino. Cewek itu sebenarnya tidak hamil. Cuma ngetes cowoknya saja sih," kata Indro.

"Oooo cuma ngetes toh," kata Kasino.

"Kasino termasuk cowok yang baik sih memilih cewek yang pinter itu," kata Indro.

"Tetap saja aku putus dari Selfi demi cewek pinter itu," kata Kasino.

"Kan Kasino sendiri yang menghubungkan urusan pribadi di kaitkan dengan urusan cerita," kata Indro.

"Iya juga ya. Aku sendiri yang mengkaitkan cerita. Berarti aku tetap jadian sama Selfi. Drama cinta," kata Kasino.

"Ya iyalah Kasino!" kata Indro.

"Kalau begitu kita main kartu remi saja!" kata Kasino.

"Ok. Main kartu remi!" kata Indro.

Indro mengambil kartu remi yang ada di bawa meja di atas papan catur. Kartu remi di kocok dengan baik sama Indro dan di bagikan dengan baik. Indro dan Kasino main kartu remi dengan baik, ya main cangkulan gitu.

Wednesday, September 15, 2021

KEPUTUSAN

Indro di halaman belakang, ya sedang main gitar dan bernyanyi dengan baik.

Lirik lagu yang dinyanyikan Indro yang berjudul 'Surat Cinta Untuk Starla' :

Teruntuk kamu, hidup dan matiku
Aku tak tahu lagi harus dengan kata apa aku menuliskannya
Atau dengan kalimat apa aku mengungkapkannya
Karena untuk keberkian kalinya
Kau buat aku kembali percaya akan kata cinta
Dan benar, bahwa cinta masih berkuasa di atas segalanya
Ketika hati yang mudah rapuh ini
Diuji oleh duniawi, diuji oleh materi untuk kesekian kali
Lagi, lagi, dan lagi
Kutuliskan kenangan tentang
Caraku menemukan dirimu
Tentang apa yang membuatku mudah
Berikan hatiku padamu
Takkan habis sejuta lagu
Untuk menceritakan cantikmu
'Kan teramat panjang puisi
'Tuk menyuratkan cinta ini
Telah habis sudah cinta ini
Tak lagi tersisa untuk dunia
Karena telah kuhabiskan
Sisa cintaku hanya untukmu
Aku pernah berfikir tentang
Hidupku tanpa ada dirimu
Dapatkah lebih indah dari
Yang kujalani sampai kini?
Aku selalu bermimpi tentang
Indah hari tua bersamamu
Tetap cantik rambut panjangmu
Meskipun nanti tak hitam lagi
Bila habis sudah waktu ini
Tak lagi berpijak pada dunia
Telah aku habiskan
Sisa hidupku hanya untukmu
Dan telah habis sudah cinta ini
Tak lagi tersisa untuk dunia
Karena telah kuhabiskan
Sisa cintaku hanya untukmu
Untukmu hidup dan matiku
Bila musim berganti
Sampai waktu terhenti
Walau dunia membenci
'Ku 'kan tetap di sini
Bila habis sudah waktu ini (Bila musim berganti)
Tak lagi berpijak pada dunia (Sampai waktu berhenti)
Telah aku habiskan (Walau dunia membenci)
Sisa hidupku hanya untukmu ('Ku 'kan tetap di sini)
Telah habis sudah cinta ini (Bila musim berganti)
Tak lagi tersisa untuk dunia (Sampai waktu terhenti)
Karena telah kuhabiskan (Walau dunia membenci)
Sisa cintaku hanya untukmu ('Ku 'kan tetap di sini)
Karena telah kuhabiskan
Sisa cintaku hanya untukmu

***

Indro selesai main gitar dan menyanyi. Kasino baru duduk di halaman belakang.

"Kasino," kata Indro.

"Apa?" kata Kasino.

"Gimana lagu yang baru aku nyanyikan dengan baik?!" kata Indro.

"Kan aku baru duduk Kasino sudah bertanya tentang lagu yang di nyanyikan Indro," kata Kasino.

"Kasino kan mendengarkan aku menyanyi kan?!" kata Indro.

"Iya sih mendengar sih. Saat aku berjalan menuju halaman belakang. Sampai duduk di halaman belakang. Ya Indro selesai menyanyi dan main gitarnya. Ok lah. Lagu yang di nyanyikan Indro bagus sih," kata Kasino.

"Aku ingin ku habiskan sisa cintaku hanya untuk bersamanya," kata Indro.

"Drama cinta itu mah Indro!" kata Kasino.

"Memang sih drama cinta. Tapi aku suka sih. Menarik gitu," kata Indro.

"Emmm," kata Kasino.

"Ooooo iya Kasino. Apa tanggapan Kasino, ya bisa pendapat Kasino sih. Ada orang yang tidak menggunakan ijazah pendidikan tingginya, ya untuk kerja di pemerintahan atau perusahaan gitu?!" kata Indro.

"Tanggapan aku dengan orang yang tidak menggunakan ijazah pendidikan tingginya, ya untuk kerja di pemerintahan atau perusahanan, ya keputusan orang itu yang menjalankan hidup. Bisa di bilang pilihan orang itu sih," kata Kasino.

"Padahal dengan ijazah pendidikan tinggi, ya bisa kerja di pemerintahan atau perusahaan," kata Indro.

"Memang sih dengan ijazah pendidikan tinggi, ya bisa kerja di pemerintahan atau perusahaan. Tapi kadang tidak sesuai dengan bidang sih. Contoh : Lulusan Dokter, ya kerjaannya jadi penyanyi," kata Kasino.

"Memang sih Kasino tidak sesuai dengan bidang, ya jadinya kurang profesional gitu. Tapi kan kalau Dokter jadinya kerjaannya jadi penyanyi berarti tujuannya gelarnya Dokternya hanya status saja, ya strategi promosiin untuk dirinya pendidikan Dokter dan mampu bidang lain untuk kerja...menyanyi gitu," kata Indro.

"Ya memang mempromosiin gelar saja untuk dirinya punya kualitas dan tujuannya bisa menang dalam lomba menyanyi. Kalau kalah dalam lomba menyanyi dengan status gelar, ya malu-maluin sih," kata Kasino.

"Resiko kan harus di jalankan Kasino. Tapi kan kenyataannya menang," kata Indro.

"Karena ada gejala sih jadinya menang," kata Kasino.

"Ooooo ada gejala ini dan itu toh!" kata Indro.

"Jadi orang yang tidak menggunakan ijazah pendidikan itu kerjaannya apa?!" kata Kasino.

"Kerjaannya Wirausaha, ya Swasta juga si bilang sih. Ya dalam kehidupan sehari-hari, ya biasa-biasa saja orangnya tidak menunjukkan diri pendidikan tinggi. Ijazah di simpan dengan baik. Sebenarnya orang itu menyelesai pendidikan tingginya karena keinginan orang tua saja sih," kata Indro.

"Ternyata kerjaannya Swasta. Ya pilihannya baik," kata Kasino.

"Berarti orang itu memahami ilmunya, ya Kasino?!" kata Indro.

"Ya iyalah orang itu memahami ilmu. Tanpa ijazah ada yang bisa kerja dengan baik, ya memenuhi kebutuhan sehari-hari. Contoh : pedagang somay sajalah!" kata Kasino.

"Kalau itu sih. SD saja tidak lulus karena keadaan. Yang penting membantu orang tua. Ya dengan belajar keadaan, ya kerja jadi penjual ini dan itu sampai dewasa menetapkan jadi penjual somay saja," kata Indro.

"Indro main catur saja!" kata Kasino.

"Ok!" kata Indro.

Indro menaruh gitar di samping kursi. Kasino, ya mengambil papan catur di bawah meja dan di taruh di atas meja dengan baik papan catur. Kasino dan Indro main catur dengan baik.

CAMPUR ADUK

BAD NEWS BEARS

Malam hari, ya bulan bersinar dengan baik. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus...tema cinta di chenel MDTV, ya seperti biasa s...

CAMPUR ADUK