Malam hari yang gelap, ya bulan bersinar dengan baik dan bintang berkelap-kelip di langit gitu. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus.....musik dangdut di chenel Tv Indosiar, ya seperti biasa sih Budi duduk dengan santai di depan rumahnya sedang membaca cerpen sambil menikmati minum kopi dan makan singkong rebus.
Isi cerita yang baca Budi :
Gangaram adalah Sarpanch (pemimpin) dari sebuah desa terpencil di Uttar Pradesh, India. Desanya telah menderita kelaparan dan gagal panen, diperburuk oleh perambahan satwa liar. Selama kunjungan yang tidak berhasil ke kantor pemerintah untuk mencari bantuan kemiskinan, ia melirik poster yang menyatakan bahwa keluarga korban pertemuan harimau yang fatal di daerah yang berbatasan dengan cagar harimau akan berhak atas kompensasi ₹10,00,000 dari Pemerintah India.
Dalam upaya putus asa untuk meringankan kondisi desanya, Gangaram berencana untuk mengorbankan dirinya dalam serangan harimau. Selama pencariannya untuk seekor harimau, jalannya bersilangan dengan seorang pemburu Jim Ahmed dengan siapa ia membentuk kemitraan yang tidak konvensional. Cerita kemudian mengikuti perjalanannya, menyoroti masalah sosial yang dihadapi oleh mereka yang kurang beruntung.
Gangaram bersatu dengan pemburu itu dan keduanya pergi mencari harimau. Setelah beberapa hari, mereka menemukan seekor harimau. Gangaram berjalan ke arah harimau itu dan pemburu itu siap menembaknya. Namun, harimau itu sudah kenyang dan pergi. Petugas kehutanan mengikuti mereka dan menembak pemburu itu serta menahan Gangaram. Kisah Gangaram menjadi terkenal di seluruh India. Ia diampuni oleh pengadilan.
Di adegan terakhir, Gangaram kembali ke hutan dengan kendaraan roda empat bersama petugas yang ingin mempromosikan pariwisata. Gangaram ingin buang air kecil dan dia pergi ke hutan sendirian dan diserang oleh seekor harimau.
***
Budi selesai membaca cerpen yang ceritanya bagus, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja gitu.
"Emmm," kata Budi.
Budi menikmati minum kopi dan makan singkong rebus gitu. Eko datang ke rumah Budi, ya Eko memarkirkan dengan baik sih motornya di depan rumah Budi. Eko duduk dengan baik dekat Budi gitu.
"Emmm," kata Budi.
"Main permainan kartu kwartet...saja Budi!" kata Eko.
"Oke....main permainan kartu kwartet!" kata Budi.
Budi mengambil permainan kartu kwartet di bawah meja, ya kartu kwartet di kocok dengan baik dan kartu kwartet di bagikan dengan baik. Budi dan Eko main permainan kartu kwartet dengan baik gitu.
"Emmm," kata Eko.
"Aku mau cerita Eko!" kata Budi.
"Silakan Budi bercerita dengan baik!" kata Eko.
"Begini ceritanya!" kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"Randa dan Selfi menjalankan rumah tangganya dengan baik dengan dasarnya cinta dan keimanan dengan baik, ya keduanya memang beragama Islam gitu. Randa dan Selfi punya anak dua sih. Anak pertama Randa dan Selfi adalah Adam. Ya anak keduanya Randa dan Selfi adalah Mentari. Randa menjalankan dengan baik sih usaha bengkel motor demi istri dan anak gitu. Selfi memang membantu dengan baik kerjaan Randa menjalankan usaha bengkel, ya bagian kerjaannya Selfi adalah keuangan gitu. Mentari menjalankan dengan baik sih sekolah SMA yang ada di Palembang. Adam tidak tinggal di Palembang, ya Adam tinggal di Jakarta Selatan. Di Jakarta Selatan memang Adam tinggal di rumah kontrakan. Pemilik rumah kontrakan adalah Ridwan dan Rara. Rumah tangga yang di jalankan Ridwan dan Rara baik sih, ya bahagia dengan anak bernama Valen gitu. Valen memang kerjaanya polisi. Menjalankan kerjaannya polisi di jalankan dengan baik sama Valen. Memang sepak terjangnya Valen sebagai polisi banyak sih menangkap penjahat ini dan itu dengan tujuannya lingkungan sosial masyarakat jadi baik untuk kebaikan bersama gitu. Mila yang kerjaannya guru SD gitu. Menjalankan dengan baik kerjaan Mila menjadi guru SD gitu. Hary dan Rani memang orang tua Mila. Hary menjalankan usaha toko kelontongan gitu. Valen dan Mila memang bertetangga gitu, ya rumah keduanya tidak jauh gitu. Valen memang menyukai Mila, ya Mila menyukai Valen jadinya keduanya menjalankan kisah cinta dengan baik. Adam yang tinggal dengan baik di rumah kontrakan dan berusaha dengan baik sih untuk mendapatkan kerjaan di perusahaan yang ada di Jakarta Selatan. Masuk kerja di perusahaan atau pemerintahan memang berkompetisi dengan orang-orang yang telah lama tinggal di Jakarta Selatan dan juga baru sih tinggal di Jakarta Selatan gitu. Adam yang belum mendapatkan kerjaan di perusahaan, ya demi hidup di Jakarta Selatan sih jadi Adam kerja dengan baik jadi pelayan di kafe gitu. Pemilik kafe adalah Fattah. Memang Fattah punya istri sih yang bernama Aqella. Rumah tangga yang di jalankan Fattah dan Aqella baik, ya bahagia dengan anak bernama Adila. Ya Adila...balita gitu. Urusan rumah tangga yang di jalankan Fattah dan Aqella memang ada ujiannya sih dari cewek yang bernama Rose. Ya Rose sebenarnya mantannya Fattah gitu. Karena cinta Rose sama Fattah, ya Rose ingin bersama Fattah gitu. Ya Fattah yang cinta istri dan anaknya, ya Fattah tidak mau balikan sama Rose gitu. Rose masih di butakan cinta, ya Setan yang selalu membisikan dengan baik dari telinga kiri dan kanan sampai ke lubuk hati yang paling dalam jadi Rose berusaha dengan baik untuk bersama Fattah dan Rose berusaha menyingkirkan Aqella gitu. Fattah berulang kali menyelamatkan Aqella dari ulahnya Rose yang kepribadiannya berubah seperti kerasukan Setan gitu. Rose pada akhirnya di tangkap dan masukkan sama polisi ke penjara gitu. Adam kerja dengan baik di kafe Fattah gitu. Memang sih Fattah merasakan dengan baik usaha yang di jalankannya bersaing dengan jenis usaha yang sama dan beda gitu. Fattah memang mengatur dengan baik strategi urusan kafe tetap bertahan karena kompetisi yang sengit dan juga Fattah berusaha kafenya maju demi diri, istri, dan anak gitu. Sebagai orang yang beriman, ya Fattah menjalankan dengan baik ibadah dan berdoa dengan baik tujuannya sih usaha kafe tetap lancar untuk kebaikkan diri Fattah, istri, anak, dan karyawan kafe gitu. Hasil kafe yang di jalankan Fattah sih, ya sama sih seperti omongan orang-orang yang menjalankan usaha ini dan itu gitu....seperti air laut yang pasang surut. Adam senang kerja di kafe karena Fattah menjadi bos yang baik gitu. Mentari yang menjalankan sekolah SMA dengan baik, ya Mentari berteman baik sih dengan teman sekelas yang bernama Bulan gitu. Ya Bulan anaknya Faul dan Aulia gitu. Faul menjalankan usaha toko mainan gitu. Memang rumah Mentari dekat sih dengan rumah Bulan. Pertemanan Mentari dan Bulan baik, ya keduanya biasa sih jalan-jalan dengan baik sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Palembang dengan tujuannya happy-happy gitu. Adam kerja dengan baik di kafe gitu. Ya Adam suka sih dengan cewek yang bernama Syifa gitu. Memang Syifa dan teman-temannya sering ke kafe dengan tujuannya makan dan minum sambil ngobrol gitu. Syifa dan teman-temannya kerja dengan baik sih di perusahaan PT. MAJU gitu. Pertemanan Adam dan Syifa baik gitu. Adam memang berteman baik dengan Tono. Ya Tono yang rumahnya di depan rumah kontrakan Adam gitu. Tono kerja sih di perusahaan PT. JAYA gitu. Memang Tono sudah punya istri yang bernama Melati dan anak bernama Ayu. Ya Ayu...balita gitu. Adam dan Tono memang sering ngobrol dengan baik di depan rumah Tono sambil menikmati minum kopi dan makan kue-kue kering gitu. Yang di obrolin Adam dan Tono sih banyak hal sih, ya salah satunya sih ngobrol tentang orang-orang yang pensiunan pemerintahan ini dan itu...masih membicarakan dengan baik KKN ini dan itu sih. Pertemanan Adam dan Tono baik banget gitu. Kerjaannya Tono di perusahaan baik gitu. Kerjaannya Adam di kafe baik gitu. Bulan di sukai sama teman sekelas yang bernama Devan. Ya Devan anaknya Kenzo dan Keyla. Kenzo menjalankan dengan baik sih usaha dealer motor gitu. Bulan suka sih dengan Devan gitu. Mentari teman baiknya Bulan sih, ya Mentari mengetahui dengan baik sih Bulan menyukai Devan gitu. Hubungan pertemanan Bulan dan Devan baik gitu. Mentari fokus sekolah SMA karena perintah orang tua gitu. Memang sih ada teman sekelas Mentari yang suka dengan Mentari, ya nama cowok yang suka Mentari adalah Trian gitu. Trian anak Andre dan Wulan gitu. Andre menjalankan usaha dealer mobil gitu. Hubungan pertemanan Mentari dan Trian baik sih. Keinginan Trian sih ingin jadian dengan Mentari gitu. Adam yang berusaha dengan baik ingin kerja di perusahaan, ya Adam berhasil kerja di perusahaan PT. MAJU gitu. Yaaa memang Adam keluar dari kerjaan di kafenya Fattah gitu. Adam kerja dengan baik sih di perusahaan PT. MAJU gitu. Randa, Selfi, dan Mentari senang sih karena Adam berhasil kerja dengan baik di perusahaan yang ada di Jakarta Selatan gitu. Tono senang sih Adam berhasil kerja di perusahaan PT. MAJU gitu. Adam kerja dengan baik di perusahaan PT. MAJU. Memang Adam bertemu dengan Syifa di tempat kerja gitu. Hubungan pertemanan Adam dan Syifa baik gitu. Surya dan Amanda adalah orang tuanya Syifa gitu. Surya menjalankan usaha toko pakaian gitu. Orang tua Syifa merencanakan perjodohan Syifa dengan Roy gitu. Roy yang kerjaannya menjalankan usaha rumah makan Nusantara gitu. Syifa sebenarnya sukanya Adam dari pada Roy gitu. Adam memang benar-benar suka dengan Syifa gitu. Bulan berhasil jadian dengan Devan gitu. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Bulan dan Devan gitu. Mentari senang sih Bulan menjalankan kisah cinta dengan baik sama Devan gitu. Devan dan Bulan jalan-jalan dengan baik sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Palembang dengan tujuannya happy-happy gitu. Adam dan Tono yang berteman baik, ya Adam dan Tono jadinya biasa sih ke Warkop gitu. Warkop...pemiliknya Tukul gitu. Ya Tukul duda sih dengan anak satu bernama Tarzan gitu. Tarzan menjalankan sekolah SD gitu. Istri Tukul yang bernama Juminten telah lama meninggal gitu. Pendapat Adam dan Tono tentang makanan dan minuman di Warkop...enak gitu. Adam dan Tono memang ngobrol dengan baik sih di Warkop sih tentang urusan kerjaan di perusahaan masing-masing sih dan juga ngobol keduanya tentang berita perang negara ini dan itu dengan persoalan ini dan itu gitu....berdasarkan media ini dan itu. Adam dan Tono ingin ngobrol dengan baik sih menteri pertahanan Indonesia tentang militer Indonesia gitu dengan tujuannya melindungi dengan baik tanah air Indonesia gitu demi kebaikkan rakyat Indonesia. Memang sih obrolan Adam dan Tono sekedar obrolan saja sih seperti obrolan orang-orang yang berpendidikan tinggi yang tinggal dengan baik di Jakarta Selatan gitu. Adam dan Tono kerja dengan baik di perusahaan masing-masing gitu. Trian yang suka dengan Mentari, ya Trian menyatakan cinta sama Mentari. Ya Mentari yang masih fokus sekolah SMA karena di perintah sama orang tuanya gitu, ya Mentari memutuskan untuk menolak cinta Trian gitu. Trian menerima sih cintanya di tolak Mentari. Trian masih ingin menyatakan cinta sama Mentari yang kedua kalinya. Pertemanan Trian dan Mentari tetap baik, ya keduanya tetap menjalankan sekolah SMA dengan baik gitu. Adam dan Syifa saling suka gitu, ya keduanya memutuskan jadian dengan baik gitu. Syifa menolak perjodohan dengan Roy. Hubungan kisah cinta yang di jalankan Adam dan Syifa baik, ya keduanya jalan-jalan dengan baik sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Jakarta Selatan dengan tujuannya happy-happy gitu. Tono senang sih dengan kisah cinta Adam dan Syifa di jalankan dengan baik gitu. Memang sih Adam dan Syifa merencanakan menikah gitu. Begitulah ceritanya!" kata Budi.
"Cerita yang bagus," kata Eko.
"Sekedar cerita saja!" kata Budi.
"Kisah cinta," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
"Pertemanan yang baik sih tokoh Mentari dan tokoh Bulan," kata Eko.
"Ya begitulah ceritanya!" kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
Budi dan Eko, ya asik sih main permainan kartu kwartet gitu.
"Hidup ini tetap sama kan Budi?" kata Eko.
"Ya hidup ini tetap sama sih...Eko!" kata Budi.
"Cerita pergaulan tua dan muda di pengaruhi perkembangan zaman...teknologi Hp...aplikasi ini dan itu," kata Eko.
"Realitanya memang begitu sih tentang pergaulan tua dan muda di pengaruhi perkembangan zaman....teknologi Hp...aplikasi ini dan itu. Menggunakan aplikasi ini dan itu tujuannya happy-happy gitu dan juga sih urusannya uang membuat content ini dan itu pake Hp gitu," kata Budi.
"Orang-orang di pemerintahan dan wartawan merekam dengan baik pake Hp ketika memeriksa orang-orang yang bermasalah dan juga orang-orang yang di curigai dengan baik berdasarkan perintah pimpinan," kata Eko.
"Bener sih omongan Eko!" kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"Hidup ini antara baik dan buruk perilaku manusia gitu antara paham agama dan tidak paham agama, ya 6 ajaran agama yang berkembang di Indonesia gitu," kata Budi.
"Realita memang begitu sih tentang hidup ini," kata Eko.
"Orang-orang pemerintahan curiga dengan orang-orang di lapisan masyarakat, ya orang-orang di lapisan masyarkat juga curiga juga dengan orang-orang pemerintahan yang perilakunya masih buruk sampai pimpinannya untuk menutupi dengan baik kesalahan dengan citra yang baik gitu," kata Budi.
"Saling curiga," kata Eko.
"Yang di takutin sih menjatuhkan gitu.....karena memang masih banyak orang-orang yang perilaku buruk yang belum di tangkap dan di masukkan penjara sama polisi gitu karena licinnya main permainan sanak family di struktur sistem kerja di swasta dan pemerintahan," kata Budi.
"Hidup ini...harus masih berhati-hati dengan baik di lingkungan ini dan itu demi keselamatan diri," kata Eko.
"Memang hiduo ini....harus berhati-hati dengan baik di lingkungan ini dan itu demi keselamatan diri," kata Budi.
"Sekedar obrolan luluan SMA!" kata Eko.
"Memang sekedar obrolan lulusan SMA!" kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"Yang lebih baik obrolan sih di acara Tv dan acara Radio yang membahas ini dan itu...karena obrolan orang-orang yang berpendidikan tinggi gitu. Obrolan di acara Tv dan acara Radio...berkaitan dengan urusan ekonomi!" kata Budi.
"Omongan Budi bener sih!" kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
Eko dan Budi tetap asik sih main permainan kartu kwartet gitu.
No comments:
Post a Comment