CAMPUR ADUK

Wednesday, June 9, 2021

BODY CANTIK

Rara bersama teman-teman ceweknya berolahraga di Gym Fitnes dengan instrukur yang baik gitu....artis Maria Vania. Tujuan Rara dan teman-teman berolahraga dengan baik untuk membentuk body yang cantik. 

Ya, beberapa bulan kemudian. 

Terbentuklah body Rara dan teman-teman yang cantik kaya artis Maria Vania yang luar biasa gitu. Rara mengirimkan foto-foto dirinya ke Hp-nya Dono. Ya Dono ruang tamu sedang asik baca buku. Tahu-tahu Hp-nya berbunyi. Dono menghentikan baca bukunya dan mengambil Hp di meja. Dono membuka kiriman foto dari Rara. Dono melihat satu persatu foto Rara yang cantik banget bodynya dan juga pakaian yang di kenakannya. Indro yang selesai memasak di dapur, ya ke ruang tamu untuk istirahat gitu. Indro duduk di sebelah Dono..

"Dono asik amat lihat Hp?!' kata Indro.

"Lagi asik. Lihat foto Rara yang body cantik banget," kata Dono.

"Mana aku lihat," kata Indro yang antusias banget.

"Niii!!!" kata Dono sambil menyerahkan Hp ke Indro.

Indro mengambil Hp-nya Dono dan segera melihat foto Rara. Satu persatu Indro melihat foto Rara yang bodynya cantik banget.

"Cantik banget Rara Don. Kaya artis Maria Vania, ya body cantiknya itu," kata Indro.

"Rara. Olahraga dengan teman-temannya untuk membentuk body cantik kaya artis Maria Vania. Intrukturnya Artis Maria Vania," kata Dono.

"Cewek. Kalau ingin cantik. Ya dengan usaha yang bener. Pasti hasilnya memuaskan," kata Indro.

"Haaaaa!!!!," kata Dono menghelakan nafas.

"Don. Kenapa berkata 'Haaaaa!!!' dan juga menghelakan nafas gitu?!" kata Indro.

"Jadi repot jagain Rara dengan body yang cantik gitu," kata Dono.

"Repot," kata Indro sambil berpikir panjang, "Iya juga...repot. Jagain Rara yang bodynya cantik. Banyak pandangan cowok tertuju pada Rara yang bodynya cantik. Dan juga cowok-cowok berkata'"Hai cewek cantik', ya tanda menggoda gitu," kata Indro.

"Cowok yang menggoda itu kan termasuk Indro. Yang antusias lihat foto Rara yang body cantik," kata Dono.

"Oooooo iya aku termasuk, ya Don. Maaf Don. Tapi kan jadi konsumsi publik.....jika Rara jadi artis dengan body cantik kaya artis Maria Vania," kata Indro.

"Kalau jadi artis," kata Dono.

"Artis dengan body yang bagus kan kaya Model atau Putri Kecantikan Indonesia. Jadi sasaran sponsor yang mau mengiklankan produknya. Masyarakat tahu dengan produk yang di iklan dengan baik. Ekonomi berjalan dengan baik juga kan," kata Indro.

"Kaya dan terkenal," kata Dono.

"Kalau Rara jadi artis gimana Don?!" kata Indro.

"Ya aku legowo dengan baik. Bodynya Rara yang cantik itu jadi konsumsi publik. Aku menggunakan jaringan informan ku dengan baik, ya tujuannya jagain Rara dengan baik. Agar mencegah dari hal-hal tidak inginkan gitu," kata Dono.

"Kekasih yang sabar dan juga waspada dengan keadaan demi keselamatan orang yang di cintai," kata Indro.

"Emmmm," kata Dono.

"Niiii...Hp-nya," kata Indro sambil menyerahkan Hp ke Dono.

Dono mengambil Hp dari tangan Indro dan berkata Dono "Terima kasih".

"Iya," kata Indro.

Indro pindah duduknya, ya ke ruang tengah untuk nonton Tv. Dono menaruh Hp-nya di meja dan melanjutkan baca bukunya dengan baik. Indro menonton Tv dengan baik, ya dengan acara yang bagus gitu. Acara yang di tonton Indro adalah berita yang memberitakan seputar ini dan itu....tetap menarik di tonton dengan baik. Kasino di halaman belakang, ya sedang latihan bela diri dengan baik....silat gitu.

Tuesday, June 8, 2021

MEMBENTUK OTOT

Dono sedang duduk di ruang tamu, ya sedang baca buku. Kasino di ruang tamu juga, ya sedang asik main game di Hp-nya. Indro berhenti nonton Tv di ruang tengah, ya jadinya Tv di matikan pake remot gitu. Indro pindah duduknya ke ruang tamu. Di ruang tamu, ya Indro duduk di sebelah Kasino yang sedang asik main game di Hp-nya.

"Kasino, Dono!" kata Indro.

"Apa?" saut Kasino, ya tetap asik main game di Hp-nya.

"Apa?" saut Dono juga, ya tetap asik baca bukunya.

"Lagi asik main dan lagi asik baca buku. Kasino, Dono.....!" kata Indro.

"Apa?" kata Kasino dan Dono bersamaan.

Kasino menghentikan main game di Hp-nya. Dono menghentikan baca bukunya.

"Sebenarnya....Indro Mau ngomongin tentang apa?" kata Kasino.

"Olahraga," kata Indro.

"Olahraga. Capek ah!" kata Kasino.

"Olahraga. Membuat tubuh jadi bugar dan juga sehat," kata Dono.

"Olahraga menarik Kasino," kata Indro.

"Memangnya olahraga apa?" kata Kasino.

"Membentuk otot gitu. Di Gym Fitnes gitu," kata Indro.

"Oooooo Gym. Membentuk otot...jadinya kaya artis Deddy.......dong," kata Kasino.

"Artis Deddy itu tubuhnya....berotot. Gagah banget gitu. Padahal udah berumur gitu...ya," kata Dono.

"Mau nggak Kasino....?!" kata Indro.

"Ok. Gym Fitnes," kata Kasino.

"Gimana dengan Dono?!" kata Indro.

"Idemlah," kata Dono.

Dono, Kasino sepakat dengan Indro untuk olahraga di Gym Fitnes. Ketiga berbenah diri dengan baik banget di kamar masing-masing. Setelah itu, ya berangkatlah dengan mobilnya Kasino ke Gym Fitnes terdekat gitu. Singkat waktu. Sampai di Gym Fitnes. Dono, Kasino dan Indro masuk ke Gym Fitnes untuk olahraga. Di dalam ruangan Gym Fitnes Dono, Kasino dan Indro melihat artis Deddy dengan artis Ivan sedang ngobrol gitu, ya pokoknya sama dengan apa yang di beritakan di Tv. Dari hal kecil bertengkar...omongan saja. Dari hal besar juga bertengkar...omongan saja. Artis Deddy dan artis Ivan.....jadinya kaya Tom dan Jerry deh keadaannya.

Dono, Kasino dan Indro.....mau foto sih bareng tapi keadaan tidak memungkinkan. Artis Deddy dan artis Ivan...masih heboh dengan obrolan keduanya. Dono, Kasino dan Indro memutuskan untuk olahraga saja. Mulai ketiganya olahraga dengan baik. Sekitar satu jamlah Dono, Kasino dan Indro....olahraga dengan baik. Artis Maria Vania masuk ruangan Gym Fitnes. Kosentrasi Kasino dan Indro buyar karena melihat bodynya artis Maria Vania yang luar biasa. Pokoknya pikiran fantasi cowok gitu...tidak perlu di jelaskan dengan baik.

Dono mengambil papan catur di tas ranselnya dan di berikan pada Kasino dan Indro, ya berkata "Untuk konsentrasi".

Kasino dan Indro mengerti di berikan papan catur sama Dono dan juga omongan Dono, ya berhenti berolahraga dan segera main catur dengan baik. Kasino dan Indro jadinya kembali konsentrasi keduanya, ya main catur itu. Dono mendekati artis Maria Vania dengan baik banget, ya tujuannya ngajak makan dan minum di kafe terdekat gitu. Artis Maria Vania, ya mau di ajak Dono untuk ke kafe. Kasino dan Indro mencari Dono. Tahu-tahu sudah jalan bareng dengan artis Maria Vania, ya keluar ruangan.

"Dono...dasar playboy," kata Indro.

"Aturan jangan main catur. Lebih baik ajak jalan artis Maria Vania kaya Dono gitu!" kata Kasino.

"Iya juga ya. Kalah sama Dono dalam pendekatan dengan cewek gitu," kata Indro.

Indro dan Kasino berhenti main caturnnya dan berhenti olahraganya, ya keluar dari ruangan Gym Fitnes. Tahu-tahu di depan Gym Fitnes, ya Dono duduk diam saja.

"Dono...kenapa duduk diam di sini. Kan tadi jalan sama artis Maria Vania?!' kata Indro.

"Memang aku jalan sama artis Maria Vania. Ingin aku ajak makan dan minum di kafe gitu. Eeeeee ketemu Rara saat keluar Gym Fitnes. Kacau jadinya," kata Dono.

"Jadi ketahuan Rara toh," kata Indro.

"Emangnya di hukum Rara apaan Don?!" kata Kasino.

"Hukumannya. Cuma uang ku di dompet di ambil semua, ya di tinggal kan sepuluh ribu untuk pulang kata Rara. Ya Raranya ke kafe sama artis Maria Vania, ya pastinya makan, minum dan sekalian ngobrol biasa urusan cewek apalagi yang di ajak ngobrol artis gitu," kata Dono.

"Sudahlah Don. Hal sudah terjadi. Mau di kata apa ya?!" kata Indro.

"Pulang aja yuk!" kata Kasino.

"Ayo," kata Dono.

Dono, Kasino dan Indro naik mobilnya Kasino dan segera pulang ke rumah. Singkat waktu. Di rumah, ya Dono baca buku di ruang tamu. Kasino, ya main game di Hp-nya di ruang tamu. Indro nonton Tv di ruang tengah dengan asik banget karena memang acaranya bagus banget.

Monday, June 7, 2021

PUTUS CINTA

Kasino dan Indro duduk di ruang tengah sedang nonton Tv dengan baik banget. Acara Tv yang di tonton dengan baik, ya acara berita seputar ini dan itu......memang menarik sih di chenel CNN Indonesia. 

"Kasino," kata Indro.

"Apa?" kata Kasino.

"Patah hati itu......rasanya sakit ya?!" kata Indro.

"Patah hati. Memang rasa sakit. Kaya serangan jantung ringan. Keadaan pada diri penuh dengan kecewa. Harapan tidak sesuai dengan kenyataan," kata Kasino.

"Kasihan juga dengan orang-orang yang putus cinta itu," kata Indro.

"Memang kasihan sih. Orang-orang putus cinta. Tapi mau di kata apa? Terjadi juga tuh putus cinta....timbul patah hati," kata Kasino.

"Butuh waktu untuk mengobati luka di dalam hati," kata Indro.

"Memang butuh waktu untuk mengobati luka di dalam hati. Maka itu kalau sudah tahu sakitnya karena patah hati....jadi jangan main-main cinta!" kata Kasino.

"Emmmm," kata Indro.

Berita di Tv terus menayangkan tentang berita yang menarik banget........seperti musik, makan yang enak, pemerintahan, kesehatan dan lain-lain.

"Artis putus cinta. Cerita menarik juga ya?!" kata Indro.

"Ya....sebagai pembelajaran saja bagi yang menonton acara Tv yang menayangkan artis putus cinta," kata Kasino.

"Kenapa menikah dan akhirnya bercerai?" kata Indro.

"Mana aku tahu kalau itu. Aku belum menikah," kata Kasino.

"Kan...Kasino. Bisa di ambil dari proses pacaran kan bisa. Untuk menanggapi omongan ku!" kata Indro.

"Memang bisa di ambil dari proses pacaran. Kalau masuk ranah aturan agama sih. Pacaran itu tidak boleh karena dapat menimbulkan hal-hal yang tidak baik gitu. Lebih baik segera menikah," kata Kasino.

"Sekedar obrolan saja. Serius amat. Kalau salah memutuskan jadinya...cerai gimana?!" kata Indro.

"Istri satu....cerai. Istri dua kaya cerita artis....poligami, ya cerai juga. Sebenarnya....dasarnya menikah itu cinta apa keadaan ya?" kata Kasino.

"Dasarnya menikah itu.....cinta atau keadaan. Maka itu timbul cerai?" kata Indro.

"Cinta, iya. Keadaan...juga iya," kata Kasino.

"Lebih baik jomlo," kata Indro.

"Jomlo. Meratap...mikirin dapet cinta," kata Kasino.

"Realitanya memang begitu sih. Jomlo, ya meratap mikirin dapet cinta. Pusing ah. Cuma muter-muter saja!" kata Indro.

"Yang baik itu. Cukup satu cinta di jaga dengan baik, maka urusan putus cinta atau patah hati...sampai cerai itu tidak ada!" kata Kasino.

"Pola berpikir dengan penuh kedewasaan banget. Aku suka pendapat Kasino. Cukup satu cinta di jaga dengan baik. Saskia yang aku cintai!" kata Indro.

"Emmmm," kata Kasino.

Kasino dan Indro, ya fokus nonton Tv dengan baik banget. Acara Tv, ya terus memberitakan tentang hal yang menarik untuk di tonton dengan baik gitu. Dono ada urusan kerjaan di tempat kerjanya.

TUHAN SATU

Dono duduk di halaman belakang sambil menikmati minum teh dan makan keripik pisang. Kasino dan Indro di ruang tengah nonton Tv. Acara yang di tonton, ya memang acara musik gitu. 

"Dunia ini cuma begini saja," kata Dono.

Dono menaruh cangkir teh di meja.

Roh muncul di atas kepala Dono, ya wujudnya kecil.

"Dunia memang begini aja. Yang berubah itu manusia. Mengubah dunia ini sesuai dengan maunya manusia," kata Roh.

"Manusia yang mengubah dunia. Waktu silih berganti. Tua berganti muda. Demi berjalan di muka bumi ini dengan tujuan yang sama. Masa depan lebih baik dari hari ini," kata Dono.

"Masa depan lebih baik dari hari ini. Kata-kata yang sering di omongin para ulama yang membimbing mu dan menetapkan agama yang kamu yakini," kata Roh.

"Dengan ilmu itu menuntunku pada jalan kebaikan dunia ini. Ya walau sebenar ujiannya berat juga sih," kata Dono.

"Kamu sadar di uji dengan segala bentuk ujian untuk sampai....tahap terakhir...ingin di bimbing Roh. Pada akhirnya kamu berhasil di bimbing aku. Aku jelaskan kebenarannya dengan baik," kata Roh.

"Maka itu. Roh lebih baik dari pada ulama karena kematian telah datang pada ku. Aku berhasil dari ujiannya dan di jelaskan semua yang ingin aku tahu. Ternyata Roh utusan Tuhan Penguasa Alam Semesta," kata Dono.

"Tuhan Satu. Manusia mencari kebenaran tentang masa lalu dan masa depan. Tuhan tetap satu. Semua ilmu yang di gunakan dari dulu dan sekarang....sampai masa depan tetap Tuhan memberikan ilmu itu pada manusia untuk di manfaatkan dengan baik banget," kata Roh.

"Ya....aku paham," kata Dono.

"Kamu telah paham dengan baik. Aku pergi dulu," kata Roh.

Roh pun menghilang dengan baik. Dono mengambil cangkir di meja dan meminumnya dengan baik banget. Dono menikmati keadaan dengan baik banget. Kasino dan Indro di ruang tengah tetap menonton Tv dengan baik, ya karena memang acaranya bagus banget.

"Rising Star Indonesia.....bagus ya Kasino," kata Indro.

"Iya," kata Kasino.

Kasino dan Indro terus menikmati acara musik yang bagus banget gitu.

"Artis Ayu Ting Ting......canttik ya?!" kata Indro.

"Ya...artis Ayu Ting Ting cantiklah. Nama juga cewek dan juga artis ternama gitu," kata Kasino.

Kasino dan Indro, ya fokus nonton Tv dengan baik banget gitu. Dono tetap santai di halaman belakang.

Sunday, June 6, 2021

BISA DI BILANG JUJUR DAN BOHONG

Dono di ruang tamu sedang baca buku dengan baik banget. Kasino dan Indro sedang nonton Tv di ruang tengah, ya biasa nonton berita. Acara berita di Tv, ya memberitakan keadaan kehidupan sehari-hari yang ini dan itu dengan baik banget gitu. Saat iklan di Tv. Indro pindah duduknya ke ruang tamu, ya ingin ngobrol dengan Dono gitu. Kasino tetap asik nonton Tv. Indro duduk di ruang tamu, ya di sebelah Dono.

"Dono," kata Indro.

Dono menghentikan baca bukunya dan berkata "Apa?" 

"Dono telah menulis cerita di Blog tentang Rimar dan Mark, ya juara Indonesian Idol 2021...kan?!" kata Indro.

"Iya," kata Dono.

"Berarti Dono telah memasukkan nama Rimar dan Mark masuk dalam permainan di dalam cerita Blog...ya kan?!" kata Indro.

"Seperti biasanya sih. Cuma sekedar cerita saja!" kata Dono.

"Jadi Dono jujur dalam bercerita dong!" kata Indro.

"Bisa di bilang jujur sih dalam bercerita. Tetap saja aku bisa di bilang berbohong....karena cerita ku cuma rekayasa saja!" kata Dono.

"Omongan Dono bener juga sih. Di tulis jujur bisa di bilang bohong. Di tulis kebohongan bisa di bilang kejujuran. Kaya cerita kenyataan kejadian kriminalias di lingkungan....contohnya pencurian : bunga atau buah nangka di pohon gitu di tulisnya dengan penuh kejujuran, ya bisa di bilang kebohongan. Bisa juga seperti ini, ya memuji seorang cewek cantik yang kerjaannya artis....contoh salah satunya adalah Rimar....cantik, suara merdu dan penampilan di panggung pertunjukkan cantik gitu......jadinya di tulis dengan penuh rekayasa dalam bentuk cerita yang begini dan begitu, ya bisa di bilang kebohongan kan," kata Indro menjelaskan panjang lebar gitu.

"Penilaian, ya seperti itu adanya. Jadi penulis itu bisa membaca dari dua sudut baik dan buruk," kata Dono.

"Tetap saja jujur dalam tulisan itu. Ketika cerita di tulis bentuk apa-apa pun dan di publikasikan dengan baik!" kata Indro dengan tegasnya.

"Emmm," kata Dono.

"Pendapat Dono...gimana penampilan Rimar...pokoknya jujur aja deh!" kata Indro.

"Sama dengan omongan Indro yang tadi!" kata Dono.

"Ooooooo. Rimar itu...cantik, suara merdu dan juga penampilannya cantik di panggung pertunjukkan!" kata Indro yang tegas.

"Emmmm,"kata Dono.

"Gimana dengan Mark?" kata Indro.

"Mark bagus juga sih. Ganteng, suara merdu dan juga penampilan di panggung pertunjukkan keren!" kata Dono.

"Pendapat Dono seperti itu, ya jadinya samain aja deh. Idem," kata Indro.

"Obrolan ini sebatas penonton saja di Tv. Kan masih banyak orang lebih baik dari aku dalam menilai ini dan itu," kata Dono.

"Itu sih omongan merendah Don. Tapi memang lebih baik gitu. Padi itu makin berisi makin menunduk," kata Indro.

"Ilmu yang di pelajari di pendidikan!" kata Dono.

"Iya. Memang guru mengajarkan dengan baik di pendidikan. Setinggi apa dan sehebat apa? Tetap harus menundukkan kepala agar menjadi orang yang rendah diri. Jangan menjadi orang yang sombong," kata Indro.

"Emmm," kata Dono.

"Kalau begitu aku nonton Tv lagi!" kata Indro.

"Emmm," kata Dono.

Dono kembali membaca buku dengan baik. Indro pindah duduknya dari ruang tamu ke ruang tengah......untuk nonton Tv bersama Kasino. Acara berita di Tv berganti ke acara lain gitu. Kasino dan Indro tetap asik nonton Tv yang acara bagus banget gitu.

D'CAFE

Setelah membeli di buku di toko buku, ya Dono langsung pulang lah. Ziva selesai beli es krim di toko, ya segera ingin ke D'Cafe. Di jalan....Ziva makan es krim dengan asik banget gitu. Ziva bertemu dengan Dono di jalan. 

"Mas Dono," kata Ziva.

Dono mengenali cewek yang memanggilnya, Ziva....teman dan dianggap adiknya Dono karena memang umurnya di bawah Dono sih.

"Ziva," kata Dono.

Ziva melihat bawaan Dono, ya buku di dalam plastik gitu.

"Mas Dono abis beli buku ya?!' kata Ziva.

"Iya," kata Dono.

"Mas Dono tidak ada kerjaan kan?!" kata Ziva.

"Memang tidak ada kerjaan," kata Dono.

"Kalau begitu. Mas Dono nemenin Ziva nonton penyanyi yang keren banget di D'Cafe," kata Ziva.

"Bisa apa enggak ya?" kata Dono berpikir panjang.

"Ayolah Mas Dono!" kata Ziva membujuk dengan halus banget untuk meluluhkan Dono.

"Baiklah," kata Dono.

Dono dan Ziva telah sepakat untuk nonton penyanyi yang keren banget di D'Cafe. Sambil berjalan, ya Ziva menghabiskan es krimnya. Singkat waktu sampai di D'Cafe. Dono dan Ziva duduk tempat yang terbaik. Ziva segera memesan makan dan minuman pada pelayan kafe, ya Dono mengikuti maunya Ziva. D'Cafe rame sih. Tempat makan dan minum pemiliknya seorang artis terkenal gitu....Raffi Ahmad. Rimar dan Mark pemenang Indonesian Idol 2021 menyanyikan lagu yang bagus dengan baik banget untuk menghibur pengunjung D'Cafe.

Semua senang banget dengan Rimar dan Mark karena suaranya bangus gitu. Ziva pun senang menonton Rimar dan Mark bernyanyi...live gitu di D'Cafe. 

"Bagus ya Mas Dono penampilan Rimar dan Mark?!" kata Ziva.

"Iya," kata Dono.

Dono mengikuti maunya Ziva saja dengan baik banget. Raffi Ahmad pemilik D'Cafe, ya ngobrol dengan Rimar dan Mark dengan baik banget seputar ini dan itu sampai singgel terbarunya Rimar. Ziva pun ingin foto bareng dengan Rimar dan Mark gitu. Ziva foto bareng deh dengan juara Indonesian Idol 2021. Rasa senang di diri Ziva. Dono senang melihat Ziva senang.

Ziva pun ingin bernyanyi dengan Rimar dan Mark. Jadinya sih Ziva dan Rimar dan Mark bernyanyi bersama gitu. Suasana D'Cafe penuh dengan kegembiraan banget gitu. Raffi Ahmad, ya senang suasana D'Cafe yang meriah dan juga rame.

"Kaya aku. Kalau D'Cafe...rame terus," kata Raffi Ahmad.

"Hebat. Boss. Mengundang Rimar dan Mark. D'Cafe jadi rame," kata Rigen.

Ziva telah selesai menyanyi dengan Rimar dan Mark, ya duduk lagi bersama Dono.

"Ziva seneng," kata Dono.

"Senang banget," kata Ziva.

Ziva dan Dono menghabiskan makan dan minumnya dengan baik banget. Setelah itu, ya Dono yang bayarlah. Dono dan Ziva pulang. Di tengah jalan. Ziva dan Dono pisah karena Dono bertemu dengan Rara. Ziva pulang sendiri deh, ya tetap dengan perasaan senang telah bertemu dengan penyanyi yang keren abis Rimar dan Mark.

Saturday, June 5, 2021

ADA RASA

Dono ada urusan, ya keluar rumah sih biasa di bilang ada kerjaan sama teman-temannya pengurus mesjid gitu. Kasino dan Indro nonton Tv di ruang tengah dengan baik banget. Acara yang di tonton Tv, ya acara musiklah...tujuannya menghibur gitu.

"Kasino," kata Indro.

"Apa?" kata Kasino.

"Nonton acara musik....gaya anak muda kan?!" kata Indro.

"Iya. Gaya anak muda," kata Kasino.

"Kalau nonton acara ceramah. Kaya gaya orang tua ya?!" kata Indro.

"Kalau aku inget dengan baik sih. Memang sih. Ibu ku sering nonton ceramah gitu. Bisa di bilang gaya orang tua gitu," kata Kasino.

"Ternyata bener. Gaya orang tua. Tujuannya...meningkatkan pemahaman agama dengan baik banget. Jadi bisa di terapkan ke anaknya tuh ilmu di dapatkan. Untuk mendidik anak dengan baik. Bergaul dengan masyarakat dengan lebih baiklah," kata Indro.

"Emmmm," kata Kasino.

"Ooooo iya. Kasino. Dono sering membuat cerita tentang...tokoh cewek di Blognya, ya nama artis....contohnya saja : Rara. Jadi bisa di bilang Dono menyayangi tuh artis bernama Rara. Jika Dono pindah ke tokoh cewek yang lainnya, namanya artis...contohnya : Tiara. Jadi bisa di bilang Dono menyanyangi tuh artis bernama Tiara. Apakah ada rasa iri dan cemburu berkaitan dengan pindah rasa sayang gitu, ya Kasino?" kata Indro.

"Dono sekedar bercerita dalam Blognya. Memang nama tokoh cewek di ambil dari nama artis. Dunia cerita sih di anggap tidak ada sih. Tapi kalau di buat kenyataan sih. Ada sih iri dan cemburu tentang berkaitan dengan rasa sayang itu," kata Kasino.

"Berarti. Jika nonton Tv yang di tulis chenel Tv-nya di dalam tulisan cerita di Blognya Dono...contohnya : iNews. Padahal bisanya di tulis chenelnya Tv...contohnya : Tv One Jadi bisa saja ada rasa iri dan cemburu...ya berkaitan rasa sayang itu atau di sebut menyukai tontonan di chenel sedang di tonton," kata Indro.

"Kalau saling di kaitan tujuannya ada kesamaan sih. Bisa di bilang omongan Indro ada benernya juga," kata Kasino.

"Sekedar omongan saja. Bahan obrolan gitu," kata Indro.

Acara musik yang di tonton Indro dan Kasino di Tv memang berlangsung bagus banget, ya gaya anak muda gitu.

"Banyak bener bintang muda ya Kasino?!" kata Indro.

"Dimana ada kesempatan. Ya anak muda sih maju untuk menunjukkan kebolehannya. Tujuannya....kaya dan terkenal," kata Kasino.

"Kalau begitu. Jika Dono menulis cerita di Blognya terus menerus. Bisa saja jadi terkenal ya....?!" kata Indro.

"Jawaban...relatif itu mah," kata Kasino.

"Ooooo relatif toh. Karena masih banyak yang lebih baik dari cerita yang di buat Dono di Blognya. Sedangkan Dono, ya sekedar bercerita saja gitu. Hoby saja!" kata Indro.

"Emmmm," kata Kasino.

Kasino dan Indro, ya fokus nonton Tv karena memang acara musik bagus banget. Dono masih sibuk urusan dengan teman-temannya.

BAGUS

Kasino di halaman belakang sedang merawat tanaman di pot, ya hal biasa di hari minggu apa yang di kerjaan Kasino. Dono di ruang tamu sedang mengetik di leptopnya dengan baik banget. Indro memang sedang nonton Tv di ruang tengah. Acara yang di tonton di Tv, ya berita seputar ini dan itu sih, ya chenel iNEWS.

"Berita kriminal ini dan itu," kata Indro.

Indro terus menonton Tv dengan baik banget. Sampai Indro teringat dengan kejadian di lingkungan gitu, yang di obrolin di masyarakat gitu.

"Tukang rumput itu yang sering mengambil rumput untuk kambing di mana saja di lahan yang di penuhi rumput gitu, ya bisa saja jadi pencuri dengan cara menyembunyikan curiannya di dalam rumput yang di ambil," kata Indro berpikir panjang.

Indro memang memahami omongannya itu.

"Ya menipu keadaan. Sama aja dengan orang yang berpura-pura baik mau membeli di toko. Ketika pemilik toko lengah, ya mencurilah. Cerita di masyarakat memang bener terjadi sih......realita banget. Jadi harus waspada dengan keadaan gitu," kata Indro.

Indro terus menonton Tv dengan baik. Sampai acara Tv berganti dengan baik. Saat iklan Indro pindah duduknya ke ruang tamu. Ya Indro duduk di sebelah Dono.

"Dono," kata Indro.

"Apa?" kata Dono sambil menghentikan mengetiknya di leptopnya.

"Gimana pendapat Dono dengan perlombaan menyanyi sekarang.....di berbagai acara Tv gitu. Pokoknya bentuknya, ya tetap sama maksudnya...menyanyi gitu?" kata Indro.

"Bagus aja sih. Kita yang nontonkan bisa belajar dari kesalahan dan kelebihan dari orang yang ikut lomba menyanyi itu. Jadi bisa memperbaiki diri untuk lebih pandai menyanyi," kata Dono.

"Ooooo pendapat Dono......bagus seperti biasanya.Ya memang omongan Dono bener sih. Berarti sama aja dengan perlombaan memasak dong. Kita menonton dengan baik perlombaan memasak di Tv. Kita bisa tahu kelebihan dan kekurangan orang yang ikut perlombaan memasak. Jadi kita bisa menerapkan apa yang kita tonton dengan baik dan akhirnya pandai memasak, ya membuat masakan yang enak gitu," kata Indro menegaskan omongan Dono.

"Emmmmm," kata Dono.

"Jadi menonton acara perlombaan ini dan itu di Tv, ya banyak manfaat toh," kata Indro.

"Emmmm," kata Dono.

"Ya sudahlah Don ngobrolnya. Aku nonton Tv aja!" kata Indro.

"Iya," kata Dono.

Dono melanjutkan mengetik di leptopnya dengan baik banget. Indro kembali ke ruang tengah untuk nonton Tv dengan baik. Kasino tetap asik merawat tanaman di potnya.

AKU BUKAN BANG TOYIB

Indro melakukan perjalanan dengan menggunakan kudanya. Sampai di sebuah gunung dan juga ada goa, ya berdasarkan informasi di dapatkan Indro......bahwa di dalam ada kelompok monster hijau di kenal dengan nama ogre. Ya keberadaan ogre menggangu manusia karena memang ogre menyerang manusia. Indro turun dari kudanya dan tali di ikatkan di pohon dengan baik, ya agar kuda tidak lari gitu. Indro mengeluarkan pedang dari sarungnya dan berjalan menuju goa. Ternyata goa gelap gitu, ya Indro membuat obor gitu untuk penerangan gitu.

Dengan pelan-pelan Indro masuk goa. Memang terdengar suara monster di dalam goa. Indro terus berjalan dengan baik dan bertemu dengan ogre, ya dengan memegang senjata berupa gada kecil.

"Prajurit," kata Indro.

Segera Indro bertarung dengan ogre. Dengan pedangnya Indro menjatuhkan satu persatu ogre, ya di buat matilah. Sampai bertemu dengan pemimpin ogre yang tubuhnya besar banget gitu dan membawa senjata gada besar. Pertarungan Indro dengan ogre makin sengit banget. Sampai-sampai Indro terdesak dengan serangan ogre yang menggunakan senjata gada besar. Indro mengeluarkan sihirnya elemen apinya dan di lemparkan ke ogre. Ternyata ogre bisa menahan serangan Indro.

"Tipe pemimpin susah untuk di kalahkan," kata Indro.

Indro terus menembakkan sihir elemen api ke ogre. Ya ogre merasakan dampak serangan Indro dengan baik. Indro menggunakan teknik pedangnya, ya memenggal kepala ogre. Jatuhlah kepala ogre ke tanah. 

"Pertarungan selesai juga," kata Indro.

Indro pun menemukan sebuah batu yang cantik banget. 

"Berlian....besar banget. Sebesar kepalan tangan ku. Pasti Saskia senang jika di berikan berlian ini," kata Indro.

Indro menyimpan berlian itu di tasnya. Indro keluar dari goa. Baru deh pedangnya di sarungin setelah berada di luar goa. Indro ke tempat kuda yang di ikat di pohon. Ternyata kuda hilang. Indro memeriksa keadaan, ya ternyata ada jejak kaki manusia.

"Pencuri yang mencuri kuda ku," kata Indro.

Indro terpaksa berjalan kaki menuju kota terdekat, jadinya bisa berhari-hari begitu. Saskia di tinggal Indro merasa kesepian. Selesai mengerjakan pekerjaannya, ya istirahat di kamar bersama Zahra.

"Mas Indro belum pulang ke rumah ya?" kata hati Saskia.

"Ibu. Ayah belum pulang ya?" kata Zahra.

"Belum. Ayah mu belum pulang. Mungkin kerjaannya belum selesai," kata Indro.

"Ayah masih kerja," kata Zahra.

"Zahra tidur ya!" kata Saskia.

"Iya ibu," kata Zahra.

Zahra memeluk ibunya dengan baik dan memejamkan mata. 

"Anak baik," kata Saskia.

Saskia dan Zahra tidur tenang di kamarnya. Indro tidur di bawah pohon rindang, ya tetap berjaga-jaga siapa tahu monster menyerang?. Sampai esok harinya. Indro melanjutkan perjalannya dengan baik ke kota terdekat. Saskia menjalankan usahanya dengan baik, ya penginapan dan juga kafe. Zahra sekedar bantu ibunya dengan baik, nama juga anak-anak. Indro terus berjalan kaki. Ternyata di jalan bertemu dengan petani yang membawa gerobak gitu dan tarik dengan kerbau. Indro numpang gitu ke petani sampai ke kota. Tujuan petani dengan Indro sama ke kota terdekat untuk menjual hasil panennya.

Perjalan pun berlanjut menuju kota. Di tengah jalan. Tiba-tiba muncul sekelompok perampok yang ingin merampok petani. Indro segera bertarung dengan perampok. Terjadi adu pedang dan juga sihir. Indro mengalahkan satu persatu perampok. Perjalan pun di lanjutkan dengan baik. Singkat waktu saja. Sampai juga di kota. Indro berterima kasih pada petani karena telah di berikan tumpangan dengan baik.

Indro ke tempat penjualan kuda. Sampai di tempat penjualan kuda. Indro memang ingin membeli kuda. Tapi ternyata Indro ciren dengan kuda yang ingin ia beli adalah kuda miliknya. Indro segera mencurigai penjual kuda. Setelah di usut dengan baik ternyata penjual kuda, hanya penampung dari hasil curian. Jadi Indro mengambil kudanya dengan baik dan menghajar penjual kuda dan juga pencuri kuda....sampai babak belur karena Indro kesal kudanya di curi dan harus berjalan kaki.

Indro pun meninggalkan tempat tersebut dengan naik kudanya, ya di bawa dengan secepat mungkin sampai menuju tujuan. Singkat waktu. Indro sampai di penginapan Saskia. Ya Zahra senang ayahnya pulang.....termasuk Saskia.

"Bang Toyib sudah pulang...," kata Saskia  niatnya becanda.

"Bang Toyib. Aku kan bukan Bang Toyib yang tidak pulang-pulang demi mencari rezeki," kata Indro.

"Iya. Mas Indro...bukan Bang Toyib. Saskia cuma becanda kok," kata Saskia.

"Aku punya sesuatu untuk Saskia," kata Indro sambil mengeluarkan benda di tasnya.

"Apa itu ya?" kata Saskia.

Indro memberikan berlian sebesar sekepel tangan kepada Saskia. Langsung Saskia seneng banget menerima hadiah dari Indro berupa berlian itu. 

"Terima kasih hadiahnya Mas Indro," kata Saskia. 

Saskia mencium pipi Indro.

"Hadiah Saskia aku suka," kata Indro.

Indro pun istirahat dengan baik di penginapan. Saskia melanjutkan kerjaanya. Zahra membantu ibunya dengan baik. Setelah itu. Indro ngumpul dengan Dono dan Kasino di kafe untuk sekedar ngobrol saja ini dan itu, ya sambil makan dan minumlah.

Friday, June 4, 2021

MAIN SEPEDAH

Kasino sedang duduk di ruang tengah, ya main game di Hp-nya. Dono di ruang tamu sedang baca buku dengan baik banget. Indro selesai urusan memasaknya di dapur, ya ke ruang tengah. Indro duduk di sebelah Kasino yang lagi asik main game di Hp-nya.

"Kasino," kata Indro.

"Apa?" kata Kasino sambil menghentikan main game di Hp-nya.

"Main sepedah yuk!" kata Kasino.

"Main sepedah. Berita di Tv....sering banget tentang main sepedah. Dari orang biasa, artis....sampai pejabat main sepedah. Ok lah main sepedah," kata Kasino.

"Sip. Kasino setuju main sepedah," kata Indro.

Indro menemui Dono di ruang tamu. Kasino berhenti main game di Hpnya dan bersiap-siap untuk main sepeda. Indro duduk di sebelah Dono yang sedang asik baca buku dengan baik.

"Dono," kata Indro.

"Apa?" kata Dono sambil menghentikan baca bukunya.

"Main sepedah yuk!"kata Indro.

"Main sepedah. Trennya sekarang ini, ya berita di Tv....tentang main sepedah. Ada pokok masalah tentang sepedah, ya salah satunya tentang jalur sepedah di jalan raya. Ok. Main sepedah," kata Dono.

"Dono setuju main sepedah," kata Indro.

Indro bersiap-siap untuk main sepedah. Dono berhenti benaran baca bukunya dan menaruh buku di meja. Dono bersiap-siap untuk main sepedah. Kasino dan Indro menunggu Dono di depan rumah, ya Kasino dan Indro sudah menaikin sepedahnya. Dono pun keluar dari rumah dan membawa sepedah. Kasino dan Indro terkejut dengan Dono yang mengendarai sepedah roda tiga.

"Dono kok sepedah roda tiga yang di kendarai," kata Indro.

"Dasar anak kecil," kata Kasino.

"Salah ya. Aku ku kirain main sepedah roda tiga," kata Dono.

"Becandakan!" kata Indro.

"Biasa...tuh becandaan," kata Kasino.

"Ya becanda lebih baikkan. Lawak gitu," kata Dono.

"Ya becanda lebih baik!" kata Indro.

"Idem," kata Kasino.

"Tunggu sebentar aku ganti sepedah dulu!" kata Dono.

"Iya," kata Indro dan Kasino bersamaan.

Dono kembali masuk rumah, ya sepedah roda tiga di geletakin di ruang tamu dan membawa sepedah yang sebenarnya gitu keluar dari rumah.

"Sepedah yang bener itu Dono!" kata Indro.

"Iya," kata Dono.

"Main sepedahnya...muter komplek perumahan daerah sini!' kata Kasino.

"Tidak perlu main di jalan raya kan?!" kata Indro.

"Tidak perlu main di jalan raya kaya berita di Tv lah. Cuma sekedar olahraga saja dengan tujuan sehat gitu," kata Kasino.

"Setujulah....main sepedahnya muter komplek perumahan!" kata Dono

"Emmmm," kata Indro.

"Emmmm," kata Kasino.

Kasino, Indro dan Dono mulai mengayuh sepedahnya dengan baik. Ketiganya menikmati main sepedahnya sambil melihat keadaan di lingkunagan dengan baik, ya berkeliling komplek rumah dengan baik banget.

MAIN CATUR

Dono kamarnya sedang main game di leptopnya, ya game catur gitu. Kasino dan Indro sedang asik nonton Tv di ruang tengah. Acara yang di tonton di Tv, ya memang berita sih.

"Kasino," kata Indro.

"Apa?" kata Kasino.

"Acara beritanya membahas tentang PON (Pekan Olahraga Nasional)," kata Indro.

"Emmmm," kata Kasino.

"Waktu ajang menunjukkan kebolehan. Setelah berlatih demi pencapaian yang luar biasa. Tujuannya menjadi nomor satu di bidang olahraga yang di gelutin dengan baik banget," kata Indro.

"Emmmm," kata Kasino.

"Berita tentang olahraga selalu di kaitkan dengan artis terkenal...ya kan Kasino?" kata Indro.

"Memang di kaitkan dengan artis terkenal berita tentang olahraganya. Jadi beritanya heboh gitu," kata Kasino.

Kasino dan Indro terus fokus nonton Tv. Berita di Tv terus memberitakan macam-macam berita pokoknya menarik di tonton dengan baik gitu. Dono tetap main game catur di leptopnya.

"Melatih otak. Main game catur itu baik," kata Dono.

Dono terus game catur dengan baik banget. Acara berita di Tv selesai, ya berganti ke acara lain gitu.

"Kasino main catur aja!" kata Indro.

"Main catur. Boleh juga," kata Kasino.

Kasino dan Indro sepakat main catur. Jadi Tv di matikan sama Indro, ya pake remot lah. Indro mengambil papan catur di bawah meja. Kasino dan Indro menyusun pion catur dengan baik di atas papan catur. Indro menjalankan pion putihnya dengan baik. Kasino menjalankan pion hitam dengan baik juga.

"Kasino," kata Indro.

Indro menjalankan pion putihnya.

"Apa?" kata Kasino.

Kasino menjalankan pion hitamnya.

"Catur termasuk dalam olahraga kan?" kata Indro.

Indro menjalankan kuda putihnya.

"Catur termasuk dalam olahraga. Tujuannya melatih otak," kata Kasino.

Kasino menjalankan peluncur hitamnya.

"Hebat...ya. Orang-orang yang juara di bidang catur," kata Indro memuji.

Indro memainkan memajukan pion putihnya.

"Memang hebat. Orang-orang yang juara di bidang catur," kata Kasino memuji.

Kasino memajukan kuda hitamnya.

"Kalau kita sekedar main catur saja," kata Indro.

Indro dengan kuda putihnya memakan pionnya hitamnya Kasino.

"Iya," kata Kasino.

Kasino memakan pion putihnya Indro dengan peluncurnya. Permainan catur makin serius, ya sudah makan memakan gitu. Kasino dan Indro serius banget main catur. Dono di kamarnya, ya masih asik main game catur.

Thursday, June 3, 2021

MAIN SEPAK BOLA

Seusai sholat jum'at. Dono dan Indro ngobrol di teras mesjid.

"Kasino," kata Indro.

"Apa?" kata Kasino.

"Main bola," kata Indro.

"Main sepak bola di lapangan atau di ruangan khusus main sepak bola gitu.... futsal?!" kata Kasino.

"Futsal aja deh," kata Indro.

"Ok setuju," kata Kasino.

"Kalau begitu ngumpulin teman-teman," kata Indro.

"Biasakan remaja mesjid aja...diajak main futsal gitu!" kata Kasino.

"Emmm," kata Indro.

Indro dan Kasino segera melaksanakan rencananya untuk ngumpulin remaja di mesjid untuk main futsal. Jumlah orang main futsal telah cukup. Jadi Kasino dengan kawan-kawan pergi ke tempat futsal. Sampai di tempat segera menyewa tempat futsal. Kasino dan Indro membagi dua tim dalam permainan sepak bola. Permainan berlangsung dengan baik banget. Main bolanya realitalah. Sebenarnya inginnya kaya cerita Capten Tsubasa. Permainan sepak bolanya mengeluarkan tendangan yang luar biasa hebat gitu.

Kasino dan Indro terus bermain bersama kawan-kawan dengan penuh kegembiraan.....tetap tujuannya sih sehat karena berolah raga dengan baik gitu. Saat istirahat. Indro dan Kasino duduk bersama sambil minum air mineral di botol.

"Kasino," kata Indro.

"Apa?" kata Kasino.

"Dono tidak ikut main bola sama kita," kata Indro.

"Dono....main bulu tangkis di rumah Rara, ya di halaman depan rumah Rara," kata Kasino.

"Bentuk apa olah raganya tetap tujuannya kesehatan kan?!" kata Indro.

"Emmmm," kata Kasino.

"Artis Raffi Ahmad....kata beritanya punya punya klub bola gitu," kata Indro.

"Hebat punya klub bola!" pujian Kasino.

"Sultan," kata Indro.

"Kata di beritanya sih begitu tentang Raffi Ahmad. Sultan!" kata Kasino.

"Main lagi yuk!' kata Indro.

"Ayok!!!" kata Kasino.

Kasino dan Indro melanjutkan main bolanya bersama kawan-kawan. Pokoknya permainan bola di mainkan dengan penuh kegembiraan dengan baik banget. Sampai waktunya juga, ya permainan pun berakhir. Kasino dan kawan-kawan pulang ke rumah masing-masing. Di rumah. Kasino dan Indro duduk di ruang tamu, ya asik nonton Tv dengan acara sepak bola yang menayangkan, ya chenel khusus bolalah. Dono memang telah selesai main bulu tangkisnya dengan Rara, ya di rumahlah. Dono duduk santai di ruang tamu, ya biasa sedang asik baca buku dengan baik banget.

MENJENGUK PAK OGAH YANG SAKIT

Si Unyil sedang main gundu dengan adiknya Kinoy, ya di halaman depan rumahnya. Keduanya main gundu dengan baik. Yang menang dalam permainan adalah Unyil tetap permainan gundu berjalan dengan baik. Ucrit dan Usro ke rumah Unyil. Di halaman rumah Unyil, ya Usro dan Ucrit berkata bersamaan "Unyil." Unyil berhenti main gundu dan berkata "Ada apa Usro dan Ucrit main ke rumah ku?"

"Ini anu?" kata Usro.

"Berita penting si Unyil," kata Ucrit.

"Ada sesuatu yang penting toh," kata Unyil

"Ya begitu lah," kata Usro.

"Emmm," kata Ucrit.

"Dek Kinoy main gundunya udahan ya!" kata Unyil.

"Iya..Kak Unyil," kata Kinoy.

Kinoy membereskan gundu dan di bawa gundu bawa masuk ke dalam rumah. 

"Pak Ogah sakit..Unyil," kata Usro.

"Iya...Unyil Pak Ogah sakit," kata Ucrit.

"Pak Ogah sakit. Kasihan juga ya. Sudah di bawa ke dokter," kata Unyil.

"Kata Pak Ableh udah," kata Usro

"Berarti kita jenguk Pak Ogah...ya?" kata Unyil.

"Iya," kata Usro.

"Kalau begitu sih kabarin semua teman-teman untuk jenguk Pak Ogah sakit. Dan juga sekalian beliin buah-buahan gitu.....untuk Pak Ogah gitu. Biasa kalau jenguk orang sakit..," kata Unyil.

"Jadi kita kumpulin uang jajan kita untuk beli buah dong," kata Ucrit.

"Ya iyalah," kata Usro.

"Ok lah," kata Ucrit.

Uncit,Usro dan Unyil sepakat dengan mengumpulkan teman-teman, ya dengan mendatengi rumah teman-teman dan sekalian mengumpulkan uang untuk membeli buah untuk Pak Ogah. Anak-anak telah berkumpul dengan baik dan juga uang telah terkumpul dengan baik, ya uang di beliin buah. Unyil dan teman-teman bergerak ke rumah Pak Ogah. Di jalan bertemu dengan Pak Raden.

"Anak-anak mau kemana?" tanya Pak Raden.

"Pak Raden mau ke rumah Pak Ogah karena Pak Ogah lagi sakit," kata Unyil.

"Pak Ogah sakit. Kalau begitu nanti Pak Raden jengung Pak Ogah sakit," kata Pak Raden.

"Iya Pak," kata Unyil.

Unyil pun meninggalkan Pak Raden, ya bergerak bersama teman-temanlah Unyil ke rumah Pak Ogah. Pak Raden ke rumah Pak RT ada urusan dan sekalian ngobrol tentang Pak Ogah yang sakit...tujuannya jenguk gitu. Unyil dan teman-teman sampai di rumah Pak Ogah. Ya Pak Ogah senang di datengin Unyil dan kawan-kawan tujuannya menjenguk Pak Ogah yang sakit. Memang ada Pak Ableh yang jagain Pak Ogah dengan baik di rumah agar cepat sembuh dari sakitnya. Unyil menyerahkan buah ke Pak Ogah, ya di ambil Pak Ablehlah karena Pak Ogah masih sakit gitu.

Semua anak-anak berdoa semoga Pak Ogah sembuh dari sakitnya. Setelah itu. Ya Unyil dan teman-teman meninggalkan rumah Pak Ogah dan memutuskan bermain di lapangan. Pak Raden dateng menjenguk Pak Ogah di rumah dengan Pak RT gitu. Pak Ogah seneng di jenguk Pak Raden dan juga Pak RT. 

"Pak Ogah cepat sembuh..ya!" kata Pak Raden.

"Iya," kata Pak Ogah.

Pak RT memberikan uang di dalam amplop ke Pak Ogah untuk biaya pengobatannya gitu. Pak Ogah terima kasih kebaikan dari Pak RT dan juga Pak Raden. Ya Pak Raden dan Pak Ogah pun pamit pulang sama Pak Ogah dan juga Pak Ableh yang menjaga dengan baik Pak Ogah agar cepat sembuh. Pak Raden dan Pak RT pulang ke rumah masing-masing. Unyil dan teman-teman main dengan gembira di lapangan.

Wednesday, June 2, 2021

POLIGAMI

Dono sedang asik baca buku di ruang tamu dengan baik banget. Kasino dan Indro di ruang tengah sedang nonton Tv. Acara Tv yang di tonton dengan baik, ya acara Stasiun Dangdut yang di tayangkan JTV. 

"Kasino," kata Indro.

"Apa?" kata Kasino.

"Ada pembicaraan yang lagi naik di acara Tv tentang.....Poligami...?" kata Indro.

"Jadi obrolan ini. Bisa di bilang obrolan....cerita opini kan?!" kata Kasino.

"Iya," kata Indro.

"Ya....Poligami naik lagi kan. Karena ada Sinetron Suara Hati Istri," kata Kasino.

"Dono....memang mengambil nama tokoh cewek bernama Zahra dari sinetron Zahra : Suara Hati Istri di jadikan nama anaknya Indro dalam cerita Fantasi," kata Indro.

"Memang sih Dono mengambil nama Zahra. Untuk cerita Fantasi saja," kata Kasino.

"Memangnya pernikahan di bawah umur itu masalah ya Kasino?" kata Indro.

"Menikah di bawah umur. Bisa di bilang anak-anak beralih remaja dan proses untuk kedewasaan. Pola pikirnya masih labil gitu. Hal dalam menikah harus penuh dengan pikiran dan tindakan kedewasaan.......tanggung jawabnya itu di pertanyakan dengan baik," kata Kasino.

"Jadi bener....menikah di bawah umur itu bisa jadi masalah. Karena hukum telah di buat di negara ini. Tujuannya melindungi anak-anak gitu," kata Indro.

"Zaman masa lalu sih memang banyak cerita menikah di bawah umur sih," kata Kasino.

"Zaman masa lalu memang banyak yang menikah di bawah umur. Karena hukum pada saat itu belum di buat. Sekarang sudah di buat berarti...harus di tegakkan dengan baik. Menikah harus ketentuan umur yang telah cukup kedewasaan dari pola pikir dan tindakannya," kata Indro.

"Belajar dari kesalahan masa lalu tujuannya di masa depan kehidupan anak-anak yang masih proses remaja bisa lebih baik menggapai masa depannya," kata Kasino.

"Bila mampu....Poligami, ya istri dua gitu," kata Indro.

"Bila mampu memang di bolehin Poligami, ya istri dua gitu. Bila tidak mampu, ya satu saja cukup gitu," kata Kasino.

"Memang sih satu saja sudah cukup. Hidup itu kan repotnya ngurus anak dan istri. Maka itu satu saja cukup," kata Indro yang tegas.

"Ada cerita masa lalu tentang kawin cerai kawin cerai," kata Kasino.

"Kawin cerai...memang ada ceritanya. Mungkin bisa di bilang karena tidak cocok kan Kasino," kata Indro.

"Setelah menikah......tidak cocok.....jadinya cerai. Memang aneh," kata Kasino.

"Cowoknya tidak bisa mendidik ceweknya......jadi bisa terjadi perceraian gitu," kata Indro.

"Bisa jadi sih. Cowoknya tidak bisa mendidik ceweknya. Maka terjadi perceraian. Ada juga karena cowoknya betingkah......jadinya ceweknya minta cerai gitu. Selingkuh gitu," kata Kasino.

"Cowok betingkah. Tidak setia. Selingkuh. Ya otomatislah......ceweknya minta cerai," kata Indro.

"Ya...sudahlah tidak perlu di bahas lebih jauh lagi. Fokus nonton Tv!" kata Kasino.

"Iya," kata Indro.

Indro dan Kasino fokus nonton Tv dengan baik. Acara Tv Stasiun Dangdut di JTV...makin menarik untuk di tonton karena ada artis yang cantik gitu....menyanyikan lagu dangdut populer gitu. Dono tetap asik baca buku di ruang tamu.

RIVAL

Setelah beberapa tahun di kota lain, ya Tiara kembali ke kota kelahirannya. Tiara senang sekali berjalan-jalan di kota dan juga kota banyak sekali perubahan. Tiara bertemu dengan Rara di jalan teman baiknya. Memang Rara dan Tiara bertemu berpelukan degan baik. Setelah itu. Rara dan Tiara mulai bertengkar. Sama halnya seperti masa kecil, ya Rara dan Tiara bertengkar untuk menentukan siapa yang terbaik? Bisa di bilang rival abadi gitu.

Orang-orang yang mengenal Rara dan Tiara, ya berusaha menghindari keduanya karena tidak mau ikut campur dalam urusan keduanya dalam menentukan siapa yang terbaik?. Dono pacarnya Rara, ya Dono ingin ke kafe ingin bertemu dengan Kasino dan Indro....seperti biasa ngumpul di kafe sekedar makan dan minum dan juga bercerita ini dan itu. Dono bertemu Rara di jalan. Tiara belum tahu Dono pacarnya Rara. Yang di tahu Tiara adalah Dono berteman baik sama Rara dan juga Lestiana adalah teman paling spesialnya Dono dari kecil sampai dewasa.

Rara dan Tiara membujuk Dono untuk mengadakan duel menyanyi antara Rara dan Tiara untuk menunjukkan siapa yang terbaik?. Dono sebenarnya tidak mau gitu karena masih banyak urusan kerjaan. Rara dan Tiara terus mendesak Dono....jadi Dono mengiyakan mengadakan mengadakan duel menyanyi di sebuah gedung pertunjukkan. Rara dan Tiara kembali ke rumah masing-masing untuk berlatih karena duel akan di adakan seminggu lagi. Dono ke kafe. Di kafe. Dono bertemu dengan Kasino dan Indro untuk membicarakan pengadaan perlengkapan duel menyanyinya Rara dan Tiara.

Untung saja ada Anwar yang sedang santai makan dan minum di kafe....jadi mengadakan duel menyanyi di gedung pertunjukkan bisa di adakan dengan baik dan juga Anwar memang mau mengadakan pertunjukkan juga, bisa di bilang sekalian gitu. Dono merasa tenang karena urusan duel menyanyi bisa di adakan dengan baik banget. Dono bersama teman-teman ngobrol asiklah sambil makan dan minumlah.

Di rumah Rara. Ya Rara berlatih menyanyi dan juga menari karena tidak ingin kalah dengan Tiara. Lestiana memang melihat latihan Rara dengan baik. Teman-teman Rara pun ikut dalam latihan gitu karena ada grub juga dalam duel pertandingan menyanyi. 

"Gairah muda....terus terbakar jika ada rival dari kecil sampai dewasa," kata Lestiana.

Lestiana terus menyaksikan dengan baik latihan Rara dan kawan-kawannya. Ya Rara dan teman-teman latihan dengan sungguh-sungguh. Di rumahnya Tiara. Ya Tiara latihan dengan baik karena tidak ingin kalah dari Rara. Tiara juga berlatih dengan teman-temannya, ya menyanyi dan juga menari dengan baik. Arsy kekasih Tiara selalu membimbing Tiara dan teman-temannya agar jadi pemenang dalam duel menyanyi.

Seminggu kemudian.

Anwar bersama Dono dan juga kawan-kawan sudah ada di gedung pertunjukkan untuk mengadakan pertandingan duel menyanyi antara Rara dan Tiara. Juri untuk memutuskan pemenangnya adalah Anwar, Kasino dan Indro. Sedangkan Dono tidak bisa jadi juri karena masih ada kaitannya dengan Rara karena bisa tidak adil jadinya. Penonton sudah pada dateng ke gedung pertunjukkan. Ya di bangku depan sih ada Lestiana yang mendukung Rara dan teman-temannya. Lestiana tidak sendirian, ya membawa banyak orang yang mendukung Rara. Arsy memang duduk di depan sih tujuan mendukung Tiara dengan teman-temannya. Arsy tidak sendiri, ya bersama orang-orang yang mendukung Tiara.

Pertunjukkan pun di mulai. Rara mengisi acara pertama setelah undian di tentukan siapa yang pertama? Rara mulai menyanyi dengan baik di panggung pertunjukkan dengan baik banget. Lagu di nyanyikan Rara genrenya....Dangdut gitu.

Isi lagu yang di nyanyikan Rara dengan judul 'Panggung Gemilang' :

'Ku hanyalah seorang penghibur
Penghibur di kala gundahmu
Tak pernah kubayangkan
'Ku 'kan menjadi bintang
Berdendang di panggung gemilang

Panggung megah bagaikan mimpi
Tak pernah kubayangkan 'ku di sini
'Kan bernyanyi, 'kan berdendang
Bersama bintang bintang

Lihat bintang malam
Bersinar di langit terang
Oh, wahai angin malam
Bawakan kabar sayang
Salamkan rindu lewat dendang
Dendang bintang

'Ku hanyalah seorang penghibur
Penghibur di kala gundahmu
Tak pernah kubayangkan
'Ku 'kan menjadi bintang
Berdendang di panggung gemilang

Panggung megah bagaikan mimpi
Tak pernah kubayangkan 'ku di sini
'Kan bernyanyi,…

Selesai menyanyikan lagu. Semua penonton senang penampilan Rara. Ya juri Anwar, Kasino dan Indro senang dengan penampilan Rara dan segera menilai dengan baik. Rara mendapatkan nilai bagus dari para juri yang menilai dengan baik. Setelah itu. Tiara mulai menyanyi di panggung pertunjukkan dengan baik. Lagu yang dinyanyikan Tiara genrenya....Pop.

Isi lagu yang di nyanyikan Tiara dengan judul '365'.

365 hari
Bayangmu masih menghalangi hatiku berlari
Bagaimana ku bisa temukan cinta yang baru
Bila kau masih di fikiranku?

Masih jelas di telinga
Manisnya suara
Derap langkah kita yang biasa seirama
Kau tuntunku 'tuk mencinta
Namun tiba-tiba
Kau melangkah ke arah berbeda

Meski waktu memang bisa sembuhkan luka
(Ke arah, melangkah ke arah beda)
Namun waktu tak bisa ajak hati melupa, hoo

365 hari
Bayangmu masih menghalangi hatiku berlari
Bagaimana ku bisa temukan cinta yang baru
Bila kau (kau) masih di fikiranku?

Entah mengapa (entah mengapa)
Luka yang ada (luka yang ada)
Berat hati sulit melupa? (Dan)
Meski kuhapus (meski kuhapus)
Kenangan di dada (kenangan di dada)
Namun dirimu selalu ada (hoo-oh)

Meski waktu…

Setelah menyanyikan lagu. Semua penonton senang dengan penampilan Tiara. Ya juri Anwar, Kasino dan Indro memang senang dengan penampilan Tiara. Para juri menilai dengan baik penampilan Tiara dan juga memberikan nilai yang baik juga. Setelah itu. Rara dan teman-teman untuk menunjukkan kebolehannya dalam hal menyanyi dan menari...ya grub gitu. Karena tantangan dalam duel, ya lagu korea gitu. Rara dan teman-teman menyanyi dan menari dengan baik.

Isi lagu yang dinyanyikan Rara dan teman-temannya dengan judul 'How You Like That'.

BLACKPINK in your area

보란 듯이 무너졌어
바닥을 뚫고 저 지하까지
옷 끝자락 잡겠다고
저 높이 두 손을 뻗어 봐도

다시 캄캄한 이곳에 light up the sky
네 두 눈을 보며, I'll kiss you goodbye
실컷 비웃어라 꼴 좋으니까
이제 너희 하나, 둘, 셋

Ho-how you like that?
You gon' like that, that-that-that-that, that-that-that-that
How you like that? (Bada-bing, bada-boom-boom-boom)
How you like that, that-that-that-that, that-that-that-that?

Now look at you, now look at me, look at you, now look at me
Look at you, now look at me, how you like that?
Now look at you, now look at me, look at you, now look at me
Look at you, now look at me, how you like that?

Your girl need it all and that's a hunnid
백 개 중에 백 내 몫을 원해
Karma come and get some
딱하지만 어쩔 수 없잖아
What's up? I'm right back
방아쇠를 cock back
Plain Jane get hijacked, don't like me?
Then tell me how…

Rara dan teman-teman selesai menyanyi dan menari. Penonton senang dengan penampilan Rara dan teman-temannya. Ya juri Anwar, Kasino dan Indro senang sekali dengan penampilan Rara dan teman-teman. Para juri menilai dengan baik penampilan Rara dan teman-teman dan memberikan nilai terbaik. Setelah itu. Tiara dan teman-teman....grub mulai tampil di panggung pertunjukkan dengan menyanyi dan menari. Tantangan dalam duel tetap sama dengan Rara, ya lagu korea.

Isi lagu yang di nyanyikan Tiara dan teman-temannya dengan judul 'Kill This Love'.

Yeah, yeah, yeah
Blackpink in your area!
Yeah, yeah, yeah

천사 같은 "hi" 끝엔 악마 같은 "bye"
매번 미칠듯한 high 뒤엔 뱉어야 하는 price
이건 답이 없는 test
매번 속더라도 yes
딱한 감정의 노예
얼어 죽을 사랑해 yeah

Here I come kick in the door, uh
가장 독한 걸로 줘 uh
뻔하디 뻔한 그 love (love)
더 내놔봐 give me some more
알아서 매달려 벼랑 끝에
한마디면 또 like 헤벌레 해
그 따뜻한 떨림이 새빨간 설렘이
마치 heaven 같겠지만
You might not get in it

Look at me, look at you
누가 더 아플까
You smart (you smart) 누가 you are
두 눈에 피눈물 흐르게 된다면
So sorry (so sorry) 누가 you are
나 어떡해 나약한 날 견딜 수 없어
애써 두 눈을 가린 채
사랑의 숨통을 끊어야겠어

Let's kill this love!
Yeah, yeah, yeah, yeah, yeah
Rum, pum, pum, pum, pum, pum, pum
Let's kill this love!
Rum, pum, pum, pum, pum, pum, pum

Feelin' like a sinner
It's so fire with him I go boo, ooh
He said you look crazy
Thank you, baby
I owe it all to you
Got me all messed up…

Tiara dan teman-teman selesai menyanyi dan menari. Para penonton senang dengan penampilan Tiara dan teman-temannya. Ya juri Anwar, Kasino dan Indro senang dengan penampilan Tiara dan teman-temannya. Para juri memberikan nilai terbaik sama Tiara dan teman-temannya. Acara duel menyanyi sudah selesai antara Rara dan Tiara. Para juri memutuskan siapa pemenangnya?. Sebelum di putuskan pemenangnya Lestiana menyanyi di panggung pertunjukkan karena memang Anwar menyusun acara dengan baik salah satu bintangnya adalah Lestiana.

Lestiana pun bernyanyi dengan baik di panggung pertunjukkan. Memang ada Risky dateng menonton Lestiana menyanyi dengan baik.

Isi lagu yang di nyanyikan Lestiana dengan judul 'Kejora'

Kejora, temanilah malamku
Sampaikan rinduku yang terlarang
Dia yang kucinta, kini t'lah berdua
Tak mampu diriku menahan rindu padanya

Kejora, pancarkanlah sinarmu
Temani keheningan malamku
Padamu kejora, kutitipkan rindu
Untuknya yang kini jauh di mata

Kuberkhayal, angankan dirimu
Seakan hadir di sini
Temaniku, memelukmu
Indah dalam belai kasih sayang

Tak terganti rasa cinta ini
Meski kini kau tak sendiri
Sisa cinta 'kan jadi cerita
Tersimpan selamanya bersama kejora

Kejora, sampaikan rindu ini

Kejora, pancarkanlah sinarmu
Temani keheningan malamku
Padamu kejora, kutitipkan rindu
Untuknya yang kini…

Lestiana selesai menyanyikan lagu dengan baik. Semua penonton senang dengan penampilan Lestiana. Risky naik ke panggung memberikan bunga pada Lestiana. Dono tidak punya rasa keresahan di hatinya saat Lestiana dan Risky di atas panggung pertunjukkan....memang momentnya begitu romantis gitu. Dono memenuhi janji masa kecil sama Lestiana....lupakan cinta masa kecil. Lestiana memang melihat Dono di antara teman-temannya. Lestiana tidak ada keresahan di dalam hatinya karena memenuhi janji pada dirinya melupakan cinta masa kecil.....dan menerima dengan baik cinta Risky. Lestiana dan Risky kembali duduk. Tiara baru tahu hubungan Lestiana dengan Risky hubungan cinta sedangkan hubungan Dono dan Lestiana hanya teman saja. Tiara baru tahu bahwa Rara pacarnya Dono. Anwar naik panggung dengan Kasino dan Indro untuk memutuskan siapa pemenangnya? Dengan pertimbangan yang baik. Keputusan dari tidak bisa di ganggu gugat......pemenangnya adalah Rara. 

Rara senang menang dari Tiara. Ya Tiara menerima kekalahannya dengan baik. Rara dan Tiara berpelukan dengan baik layak teman karena telah mengakhiri duel keduanya. Acara pertunjukkan masih di lanjutkan, ya Anwar memanggil bintang-bintang yang mengisi acara pertunjukkan di panggung dengan baik. Semuanya bergembira semua dengan baik banget. Sampai acara pun selesai dengan baik.

Esoknya. Tiara pergi ke kota lain setelah berpamitan dengan Rara. Dono dan Rara, ya berkecanlah dengan jalan-jalan keliling kota gitu. Selfi dan Kasino juga kencan dengan jalan-jalan keliling kota. Indro membantu Saskia di kafe karena pengunjung banyak. Zahra membantu ayah dan ibunya dengan baik. Anwar bersama Tiara untuk melanjutkan pertunjukkan di kota lain bisa di bilang Tiara di kontrak kerja sama Anwar. Rumor masyarakat tentang Tiara adalah juara dua lebih populer dari juara pertama.

Tuesday, June 1, 2021

ZAHRA

Indro mengendarai kuda dengan baik banget, ya tujuannya pulang setelah menjalankan misi. Zahra anak angkat Saskia, ya di rawat dengan baik selayaknya anak kandung di berikan cinta kasih yang baik. Zahra main di depan rumah. Saat melihat burung kecil mencelok pohon yang rindang. Zahra melihat burung kecil yang bagus dan juga bernyanyi dengan merdu. Rasa senang di hati Zahra melihat burung kecil tersebut. Zahra mendekati burung tersebut. Burung pun terbang. Ya Zahra mengejar burung tersebut. Saskia memang mewanti-wanti Zahra untuk main depan rumah saja. Saat Saskia melihat Zahra....ternyata Zahra tidak ada di depan rumah. Saskia panik dan mencari Zahra dengan baik banget.

Burung tidak bisa di kejar lagi. Zahra ingin pulang, tapi ternyata dirinya jauh dari rumah. Zahra mencoba untuk pulang ke rumah, tapi malah tersesat. Saskia makin khawatir dengan Zahra. Ya Zahra bersedih sih tapi berusaha untuk pulang ke rumah. Andi, Bono dan Tono melihat anak yang kebingungan.....jadi menghampiri anak tersebut.

"Kenapa kamu?" kata Andi.

"Aku?" kata Zahra yang bingung.

"Andi jangan-jangan anak ini terpisah dari orang tuanya?" kata Bono.

"Tersesat," kata Tono.

"Jadi tidak tahu jalan pulang ya?" kata Andi.

"Rumah mu di mana?" kata Andi.

"Aku.......?" kata Zahra yang bingung.

"Kaya beneran dia tidak tahu jalan pulang," kata Andi.

Leni melihat Andi dan kawan-kawan. Ya Leni tahu Andi dan kawan-kawan termasuk anak bandel gitu. 

"Andi kau apakan dia?" kata Leni dengan gaharnya.

Andi dan kawan-kawan memang takut sama Leni.

"Anu....anu?" kata Andi dn juga kawan-kawannya.

Leni langsung menghajar Andi. Terjadi perkelahian anak-anak. Leni memang mengalahkan Andi sampai berkata "Ampun."

Leni berhenti menghajar Andi.

"Aku sebenarnya ingin menolong dia yang tersesat itu!" kata Andi.

"Jadi Andi dan kawan-kawan mau berbuat baik. Aku kirain mau berbuat nakal," kata Leni.

"Maka dengerin dulu keterangan aku dulu. Malah menghajar. Sakit tahu!" kata Andi.

Bono dan Tono, ya diam saja. Zahra pun menggunakan sihir penyembuhan untuk mengobati anak yang terluka karena perkelahian. Andi sembuh dari lukanya. 

"Ternyata dia punya ilmu sihir penyembuhan," kata Bono.

"Hebat juga....masih kecil bisa ilmu sihir," kata Tono.

"Kamu bisa ilmu sihir apa lagi?" kata Andi yang antusias.

"Aku cuma bisa ilmu sihir penyembuhan," kata Zahra.

"Ilmu sihir yang di kuasai cuma itu saja," kata Andi.

"Yang terpenting dia termasuk anak yang hebat. Punya ilmu sihir.....di masa anak-anak," kata Leni.

Leni dan kawan-kawannya berkenalan dengan Zahra dengan baik banget. Ternyata memang benar Zahra tersesat. Leni dan kawan-kawan sepakat untuk mengantarkan Zahra pulang. Sampai hari sudah malam. Ya sebenarnya Leni dan kawan-kawan harus pulang dari bermain. Zahra yang belum bisa pulang ke rumahnya, ya bingung. Leni dan kawan-kawan terus berusaha untuk mencari rumahnya Zahra.

Saskia menemukan Zahra dengan teman-temannya.

"Ibu," kata Zahra sambil memeluk Saskia.

"Anak ibu yang baik," kata Saskia.

Leni dan kawan-kawan telah mengantarkan Zahra pada ibunya. Jadi Leni dan kawa-kawan memutuskan untuk pulang. Saskia berterimakasih pada teman barunya Zahra dengan cara mengundang di kafe untuk makan dan minum. Leni dan kawan-kawan menerima tawaran dari ibunya Zahra, ya makan dan minum di kafe. Beberapa saat sampai di kafe. Zahra duduk bersama dengan teman barunya satu meja. Saskia membawakan makan dan minuman yang enak. Semuanya segera menikmati makan dan minuman enak tersebut dengan baik banget dengan penuh kegembiraan. Saskia senang melihat Zahra berteman baik. Indro sampai juga kota dan langsung ke penginapan Saskia. Sebenarnya Indro mau istirahat gitu di penginapan, ya Indro memutuskan ke kafe. 

Di kafe Indro melihat Zahra dan teman-temannya sedang makan dan minum yang enak. Saskia jadinya menemani Indro dengan baik sambil mengawasi Zahra dan teman-temannya. Leni dan kawan-kawan  kenyang dari makan dan minum, ya pamit pulang sama ayah dan ibunya Zahra. Saskia membawa Zahra ke kamarnya untuk berbenah diri dengan baik baru tidur. Indro masih di kafe. Dono dan Kasino masuk kafe, ya baru pulang dari misi. Dono, Kasino dan Indro duduk bersama sambil makan dan minum, ya seperti biasa bercerita ini dan itu...pokoknya menarik deh.

CAMPUR ADUK

BAD NEWS BEARS

Malam hari, ya bulan bersinar dengan baik. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus...tema cinta di chenel MDTV, ya seperti biasa s...

CAMPUR ADUK