Siswa kelas empat McKenna Brooks berkompetisi untuk senam Bintang Menembak bersama sahabatnya Toulane Thomas. Mereka berdua bermimpi berlaga di Olimpiade 2016. Untuk saat ini, tujuan langsung mereka adalah membuat tim kompetitif regional. Mckenna berlatih backhandspring turun untuk rutinitas balok keseimbangannya. Namun, pelatihnya Isabelle Manning memberi tahu dia bahwa gerakan itu terlalu maju untuknya dan dia harus tetap berpegang pada penurunan yang lebih mudah untuk saat ini. McKenna dan Toulane mengakui seorang gadis baru Sierra, seorang siswa lurus-A, tetapi juga berkomentar tentang seorang gadis dari tim lain yang umumnya dianggap yang terbaik dan yang mereka rasa pasti akan mendapatkan salah satu dari tiga tempat.
Setelah latihan, McKenna mengadakan makan malam keluarga di rumah bersama orang tua dan dua saudara perempuannya. Tuan dan Nyonya Brooks kemudian memberi tahu dia bahwa gurunya, Tuan Wu, mengirim email kepada mereka dengan mengatakan bahwa nilai McKenna merosot. Dia merekomendasikan dia mendapatkan tutor membaca dari sekolah menengah. Orang tua McKenna percaya bahwa dia menghabiskan terlalu banyak waktu untuk senam dan tidak cukup waktu untuk sekolah. McKenna menolak dan berjanji untuk menaikkan nilainya karena akan ada kuis sains keesokan harinya. Dia mulai membaca buku sains, tetapi tidak memahaminya dan berhenti.
Keesokan harinya di sekolah McKenna berjuang selama kuis dan akhirnya menyontek kertas Sierra. McKenna tertangkap oleh Tuan Wu. dan diberi nol. Orang tua McKenna kemudian memberinya ultamatium untuk bertemu dengan tutor atau berhenti senam, membuatnya dengan enggan menyetujui yang pertama. Keesokan harinya, McKenna bertemu dengan tutornya Josie Myers, yang menggunakan kursi roda, di perpustakaan sekolah. McKenna bersembunyi dari Sierra untuk menghindari rasa malu. Setelah menunjukkan sedikit kemajuan, Josie menyarankan McKenna membaca "buku bayi", membuatnya marah. Dia keluar dari perpustakaan dan meminta Tuan Wu untuk mencarikannya guru baru. Dia mencoba tiga tutor berbeda yang tidak mau bekerja untuknya dan memutuskan untuk kembali ke Josie.
Pada acara presentasi, tim senam Shooting Stars tampil untuk para orang tua. Toulane dan Sierra melakukan rutinitas lantai mereka dengan baik. McKenna melakukan rutinitas sinarnya dan tidak mematuhi pelatihnya, tetapi jatuh dan pergelangan kakinya patah. McKenna absen selama 8 minggu tetapi dapat melakukan latihan yang tidak melibatkan kakinya yang patah dalam 2 minggu. Orang tuanya mengatakan ini memberinya kesempatan untuk fokus pada tugas sekolahnya tetapi dia marah karena mengatakan orang tuanya senang hal ini terjadi.
McKenna bertemu dengan Josie lagi tetapi ditangkap oleh Sierra yang mengaku pernah memiliki tutor juga. McKenna merasa lebih baik dan meminta maaf kepada Josie dan kemudian mengetahui bahwa dia menyukai kuda. McKenna menyarankan Josie untuk melihat program yang memungkinkannya mengendarainya. Saat mereka maju, mereka mulai menjalin persahabatan. Namun, Toulane menangkap mereka dan kesal pada McKenna karena berbohong. Keluarga Brooks mengundang keluarga Myers untuk berkemah. Saat berbagi tenda, McKenna mengungkapkan perjuangan Josie Toulaine untuk memenuhi harapan ibunya. Sementara McKenna sedang membaca A Little Princess, dia mulai mengerti apa yang dia baca. Dalam kegembiraannya, McKenna menunjukkan jabat tangan kemenangan rahasianya dan Toulane kepada Josie, tidak menyadari bahwa Toulane telah menonton. Setelah itu, Josie memberi tahu McKenna bahwa dia menginspirasinya dan menemukan program yang memungkinkan anak-anak penyandang disabilitas menunggang kuda. Dia mengundang McKenna untuk pergi tetapi dia menolak, mengingat dia dikeluarkan pada hari yang sama. McKenna kemudian memutuskan untuk memberikan dukungan kepada Josie, hanya untuk bertemu dengan Toulane. Josie mengungkapkan dia mengundangnya juga, dan mereka berbaikan. Sementara itu, Tuan Wu. menugaskan kelasnya proyek membaca yang melibatkan presentasi sehari setelah pertemuan kualifikasi. McKenna mulai merasakan banyak tekanan.
Dengan pertemuan kualifikasi 3 minggu lagi, McKenna dibebaskan tetapi menjadi gugup dengan turunnya (keterampilan yang membuatnya cedera). Sementara itu, nilainya mulai membaik dan dia memutuskan untuk melakukan presentasi tentang atlet dan tertarik mempelajarinya.
Pada pertemuan kualifikasi, McKenna menemukan Toulane yang kesal dan mengakui kepadanya bahwa dia muak dengan senam kompetitif sejak ibunya mendorongnya sehingga Toulane dapat mengikuti jejak kakak perempuannya, seorang pesenam bintang. Dia memberi tahu McKenna bahwa dia telah menonton latihan senam ritmik dan berharap dia bisa melakukannya.
McKenna meyakinkannya untuk berbicara dengan ibunya setelah pertemuan itu. Mereka berdua melakukan rutinitas lantai dengan baik dan Toulane bahkan mendukung Sierra selama rutinitas barnya. McKenna ragu-ragu untuk turun dari baloknya, tetapi setelah melihat Josie di antara hadirin, dia melakukannya dan tetap mendarat. Dia dan Toulane sama-sama masuk dalam tim kompetitif regional, tetapi Toulane akhirnya menghadapi ibunya, dan akhirnya diizinkan beralih ke senam ritmik. Dia memberikan tempatnya di tim kompetitif ke Sierra yang jauh lebih baik sejak dia dinobatkan sebagai alternatif pertama.
Toulane berteman dengan Josie dan mereka berdua menonton presentasi McKenna. McKenna memberikan pidato tentang betapa bersyukurnya dia memiliki keseimbangan dan mengatakan tidak ada yang mencapai kehebatan tanpa bantuan dari orang lain.
Budi selesai membaca cerpen, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja.
"Emmm," kata Budi.
Budi menikmati dengan baik sih minum kopi dan makan kue-kue lebaran. Eko datang ke rumah Budi, ya motor Eko di parkirkan di depan rumah Budi. Eko duduk dengan baik sih dekat Budi.
"Emmm," kata Budi.
"Main permainan kartu gaplek...Budi!" kata Eko.
"Oke....main permainan kartu gaplek!" kata Budi.
Budi mengambil kartu gaplek di bawah meja, ya kartu gaplek di kocok dengan baik dan kartu gaplek di bagikan dengan baik. Eko dan Budi main permainan kartu gaplek dengan baik.
"Hidup ini...tetap sama kan Budi?" kata Eko.
"Ya hidup ini tetap sama sih Eko!" kata Budi.
"Anak-anak dan remaja jika tidak didik dengan baik akan berbuat keburukan ini dan itu," kata Eko.
"Ya memang sih Eko....anak-anak dan remaja jika tidak didik dengan baik akan berbuat keburukan ini dan itu," kata Budi.
"Pentingnya pendidikan anak-anak dan remaja dari orang tua dengan tujuannya terbentuk dengan baik akhlak baik," kata Eko.
"Omongan Eko...benar sih!" kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
"Budi mau cerita apa tidak?" kata Eko.
"Aku mau cerita Eko!" kata Budi.
"Silakan Budi bercerita dengan baik!" kata Eko.
"Begini ceritanya!" kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"Valen yang tinggal dengan baik di Jakarta, ya memang sih tinggal di rumah kontrakan. Pemilik rumah kontrakan adalah Trian. Rumah tangga yang d jalankan dengan baik sih Trian dan Adila, ya bahagia dengan anak bernama Afan. Ya Afan kerjaannya polisi kepolisian Lapor Pak!. Sridevi anaknya Dimitri dan Diandra. Ya Dimitri menjalankan usaha toko kelontongan gitu. Sridevi memang kerja dengan baik sih di surat kabar Suara Rakyat. Memang sih Sridevi banyak membuat artikel sih, ya salah satu artikel yang di buat Sridevi tentang dua pencuri motor di hajar massa karena mencuri motor warga yang bernama Toto, ya dan dua pencuri tangkap dan di masukkan ke dalam penjara sama polisi gitu. Rumah Afan dan Sridevi dekat sih. Afan dan Sridevi menjalin kisah cinta dengan baik, ya keduanya ada rencana menikah gitu. Valen kerja dengan baik sih tukang ojek online gitu. Ya memang sih keinginan Valen sih, ya ingin kerja di perusahaan gitu. Ya Valen suka sih dengan cewek yang bernama Mila. Ya Mila rumahnya dekat sih dengan rumah kontrakan Valen gitu. Mila menjalankan kuliah dengan baik di Universitas yang ada di Jakarta gitu. Raja dan Indah adalah orang tua Mila. Raja menjalankan usaha toko elektronik gitu. Mila memang punya adik sih yang bernama Tono. Ya Tono menjalankan sekolah SMA dengan baik. Tono memang suka sih dengan musik gitu, ya jadi Tono membentuk grub band dengan Jhon, dan Andi yang suka dengan musik gitu. Nama grub band yang di buat Tono dengan teman-teman adalah Segita Cinta. Tono dan teman-teman memang giat berlatih musik band gitu. Memang sih Tono dengan teman-teman...ikut sih audisi band academy Indosiar gitu. Hasil dari audisi, ya grub band Tono dan teman-kalah gitu karena lawannya memang hebat-hebat banget. Tono dan teman-teman menerima keadaan yang kalah gitu dan tetap berlatih band dengan baik karena suka musik, ya dan sekolah SMA Tono dan teman-teman....tetap baik gitu. Pertemanan Valen dan Mila baik sih. Valen memang merindukan dengan baik sih kedua orang tuanya dan adik yang ada di Palembang. Adam dan Syifa adalah orang tuanya Valen dan Mentari adalah adiknya Valen. Adam menjalankan dengan baik usaha bengkel motor gitu, ya Syifa membantu dengan baik usaha bengkel Adam gitu kerjaannya Syifa bagian keuangan gitu. Mentari menjalankan dengan baik sih sekolah SMA yang ada di Palembang gitu. Suatu hari, ya Valen bertemu dengan cewek di jalan dan tahu-tahu tuh cewek pingsan gitu. Valen menolong cewek yang pingsan dengan baik. Cewek yang pingsan itu...siuman, ya ketika melihat Valen lagi pingsan lagi. Ya Valen berusaha dengan baik membuat cewek itu...siuman dari pingsannya. Cewek siuman dengan baik dan melihat Valen dengan baik dan memeluk Valen sambil berkata "Yusuf". Valen dan cewek itu tidak berpelukan dan Valen berkata dengan baik "Aku...Valen bukan Yusuf". Cewek mulai menyadari dengan baik cowok yang di depannya adalah Valen, ya bukan Yusuf gitu. Valen berkenalan dengan cewek itu, ya nama cewek adalah Della. Ya Della anaknya Arbil dan Melly. Arbil menjalankan usaha dealer motor. Della kerjaannya model gitu. Valen memang bertanya sih pada Della kenapa diri Valen di anggap Yusuf?. Della menunjukkan foto di Hp pada Valen, ya foto Yusuf. Valen yang melihat foto Yusuf di Hp...memang Yusuf wajahnya mirip Valen gitu. Della menceritakan dengan baik sih kisah cintanya dengan Yusuf. Ya Yusuf anaknya Ferdi dan Dinda. Ferdi pemilik perusahaan PT. JAYA. Yusuf meninggal dunia karena kecelakaan motor gitu. Della kehilangan banget sih karena Yusuf meninggal gitu. Dinda...Ibunya Yusuf sakit sih karena Yusuf meninggal gitu. Della membawa Valen sih ke rumahnya Ferdi dan Dinda dengan tujuannya Dinda sembuh dengan baik dari sakitnya. Dinda yang melihat Valen seperti anaknya Yusuf gitu, ya Dinda senang sekali dan merasa sembuh dari sakit gitu. Valen mengerti dengan keadaan Dinda, ya seorang Ibu yang kehilangan anak tercintanya Yusuf karena kecelakaan motor. Valen dianggap anak sama Dinda dan Ferdi gitu. Valen pun kerja di perusahaan Ferdi gitu. Ya Valen kerja dengan baik sih di perusahaan gitu. Hubungan Valen dan Della baik sih. Ya Della suka dengan Valen. Ya Valen tetap sukanya sama Mila gitu. Valen memang memberitahukan pada kedua orang tuanya dan adiknya tentang Valen telah kerja dengan baik di perusahaan, ya pemberitahuan sih dengan menggunakan telponan pake Hp gitu. Adam, Syifa, dan Mentari senang sih dengan Valen yang kerja dengan baik di perusahaan yang ada di Jakarta gitu. Mentari menjalankan sekolah SMA dengan baik, ya Mentari berteman baik sih dengan teman satu kelas yang bernama Bulan. Ya Bulan anaknya Kenzo dan Sandra. Kenzo menjalankan usaha toko perhiasan emas gitu. Pertemanan Mentari dan Bulan, ya keduanya biasa sih jalan-jalan dengan baik ke tempat-tempat yang baik yang ada di Palembang dengan tujuannya happy-happy gitu. Valen memang berteman baik dengan teman kerja di perusahaan yang bernama Eby. Ya Eby memang beragama Kristen gitu. Ya Eby memang sudah menikah sih dengan Zahra gitu. Ya Zahra memang beragama Kristen. Keadaan Zahra sekarang ini hanya duduk di kursi roda karena kecelakaan motor gitu. Eby yang cinta sama Zahra, ya Eby merawat Zahra dengan baik gitu. Rumah tangga yang di jalankan Eby dan Zahra baik sih, ya keduanya sering berdoa dengan baik sih ke gereja. Memang sih Eby dan Zahra berdoa di gereja meminta pada Tuhan agar Zahra bisa berjalan dengan baik gitu. Menurut dokter Fattan, ya Zahra bisa berjalan lagi gitu. Zahra memang berusaha dengan baik untuk bisa berjalan lagi, ya Zahra menjalankan dengan baik terapi pemulihan dengan tujuan untuk bisa berjalan dengan baik gitu. Valen yang berteman baik sama Eby, ya keduanya biasa sih ke Warkop. Pemilik Warkop adalah Opik gitu. Ya Opik duda sih, ya istri tercinta yang bernama Juleha telah lama meninggal gitu. Opik memang tidak dapat anak dari Juleha. Opik memang mengangkat anak jalanan sih yang bernama Entong gitu. Ya Entong menjalankan sekolah SMP yang ada di Jakarta. Valen dan Eby memang berpendapat dengan baik sih tentang makanan dan minuman di Warkop...enak gitu. Ya di Warkop....Valen dan Eby ngobrol dengan baik sih tentang kerjaan di perusahaan dan juga berdasarkan media gitu....pertandingan sepak bola ini dan itu. Keinginan Valen dan Eby sih ingin ngobrol dengan baik sih sama Menteri Pertananan sih tentang program swasembada pangan berkaitan dengan baik sih dengan pertumbuhan ekonomi gitu. Obrolan Valen dan Eby di Warkop sekedar obrolan saja sih seperti obrolan orang-orang yang berpendidikan tinggi yang tinggal dengan baik di Jakarta. Valen dan Eby seperti biasa sih kerja dengan baik di perusahaan. Valen memang tetap di anggap anak sih sama Ferdi dan Dinda gitu. Della yang berteman baik sama Valen, ya Della suka sama Valen gitu. Ya Valen merasakan sih Della suka sama Valen. Ya Valen sukanya Mila gitu. Valen berusaha dengan baik jadian dengan Mila, ya usaha Valen berhasil jadian dengan Mila karena Mila suka dengan Valen gitu. Hubungan kisah cinta Valen dan Mila di jalankan dengan baik. Eby senang sih Valen menjalin kisah cinta dengan Mila gitu. Della mengerti dengan baik sih....bahwa Valen menjalin kisah cinta dengan Mila. Ya Della memutuskan dengan baik sih jadian dengan Fattah gitu. Ya Fattah duda anak satu yang bernama Aqella. Ya Aqella menjalankan sekolah SD gitu. Istri Fattah yang bernama Rose telah lama meninggal gitu. Fattah memang pemilik perusahaan PT. CAKRA gitu. Hubungan kisah cinta yang di jalankan Fattah dan Della baik gitu, ya keduanya ada rencana menikah gitu. Terapi yang di jalankan Zahra berhasil, ya Zahra berjalan dengan baik. Eby senang sih Zahra berjalan dengan baik gitu. Rumah tangga yang di jalankan Eby dan Zahra baik, ya keduanya merencanakan punya anak gitu. Begitulah ceritanya!" kata Budi.
"Cerita yang bagus," kata Eko.
"Sekedar cerita saja!" kata Budi.
"Kisah cinta tokoh Valen dan tokoh Mila," kata Eko.
"Yaaa begitulah ceritanya!" kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
Budi dan Eko asik sih main permainan kartu gaplek gitu.
"Berita Tv," kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"Berita Tv...tetap menceritakan dengan baik perang negara ini dan itu dengan permasalahan ini dan itu," kata Budi.
"Nama juga berita Tv...Budi, ya memberitakan dengan baik tentang perang," kata Eko.
"Pendapat yang biasa sih, ya tentang perang sih...seperti permainan catur...kan Eko?" kata Budi.
"Iya Budi...tentang perang seperti biasa pendapatnya seperti permainan catur!" kata Eko.
"Tuhan Yang Maha Tahu tentang kebenaran ciptaannya," kata Budi.
"Omongan Budi benar!" kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
Eko dan Budi tetap asik sih main permainan kartu gaplek gitu.
No comments:
Post a Comment