CAMPUR ADUK

Monday, February 19, 2024

THE LONE RANGER

Budi duduk santai di depan rumahnya sedang membaca cerpen yang cerita menarik, ya sambil menikmati minum kopi dan makan singkong rebus. 

Isi cerita yang di baca Budi :

Pada tahun 1933, di pasar malam San Francisco, ya seorang anak laki-laki bernama Will yang mengidolakan Lone Ranger yang legendaris bertemu dengan Comanche Tonto yang sudah tua, yang melanjutkan untuk menceritakan pengalamannya dengan petualangan Old West. Pada tahun 1869, pengacara John Reid pulang ke Colby, Texas melalui Transcontinental Railroad yang belum selesai, ya yang dikelola oleh taipan kereta api Latham Cole. Tanpa diketahui Reid, kereta itu juga membawa Tonto dan Butch Cavendish, yang diangkut untuk di gantung setelah ditangkap oleh Dan Reid, saudara John Texas Ranger. Geng Cavendish menyelamatkan Butch dan menggelincirkan kereta. Tonto kemudian dipenjara. Dan mewakili John sebagai Texas Ranger, memberinya lencana bintang perak milik mendiang ayah mereka, dan bersama enam orang lainnya mereka mengejar geng Cavendish. 

Pasukan Cavendish menyergap dan membunuh pengejar mereka sementara Cavendish membunuh Dan dengan belati dan nelsgap hatinya sebagai balas dendam atas pemenjaraannya. Tonto, yang telah melarikan diri dari penjara, menemukan orang-orang mati dan mengubur mereka. Namun, seekor kuda roh putih membangunkan John sebagai "pejalan roh", dan Tonto menjelaskan bahwa John tidak dapat dibunuh dalam pertempuran. Tonto juga memberitahu dia Collins, salah satu Rangers, mengkhianati Dan dan bekerja dengan Cavendish. Karena John dianggap sudah mati, dia memakai topeng untuk melindungi identitasnya dari musuh. Tonto memberi John peluru perak yang terbuat dari lencana Rangers yang jatuh dan memintanya untuk menggunakannya pada Cavendish, yang dia yakini sebagai binatang mistis yang disebut wendigo.

Di rumah bordil Hell on Wheels yang baru-baru ini dikunjungi Collins, Red Harrington memberi tahu keduanya tentang pertarungan Dan dan Collins atas batu perak terkutuk. Sementara itu, orang-orang Cavendish, yang menyamar sebagai Comanches, menyerbu pemukiman-pemukiman perbatasan. John dan Tonto tiba setelah perampok menculik janda dan putra Dan, Rebecca dan Danny. Menyesali tindakan sebelumnya, Collins mencoba untuk membantu ibu dan anak melarikan diri, tetapi ditembak mati oleh Cole, yang menyelamatkan mereka. Mengklaim para perampok adalah Comanches yang bermusuhan, Cole mengumumkan pembangunan rel kereta api yang berkelanjutan dan mengirimkan Kapten Kavaleri AS Jay Fuller untuk melenyapkan Comanches. Suku Comanche menangkap John dan Tonto setelah pasangan itu menemukan rel kereta api di wilayah Pribumi. Pemimpin memberi tahu John tentang masa lalu Tonto: Sebagai seorang anak laki-laki, Tonto telah menyelamatkan Cavendish dan pria lain dari kematian dan kemudian menunjukkan kepada mereka sebuah gunung yang penuh dengan bijih perak untuk ditukar dengan arloji saku. Orang-orang itu membunuh suku itu untuk merahasiakan lokasinya, meninggalkan Tonto dengan rasa bersalah yang besar yang membuatnya percaya bahwa keduanya adalah wendigo.

Tonto dan John melarikan diri saat kavaleri menyerang Comanche. Di tambang perak, keduanya menangkap Cavendish. Tonto menuntut John menggunakan peluru perak untuk membunuh Cavendish, tetapi John menolak. Setelah kembali Cavendish ke tahanan Cole dan Fuller, Cole diturunkan menjadi mitra dan saudara Cavendish. Fuller, takut dicap sebagai penjahat perang karena membantai suku tanpa alasan, berpihak pada Cole. Rebecca disandera, dan John dikembalikan ke tambang untuk dieksekusi. Tonto menyelamatkannya dan keduanya melarikan diri. Menyadari Cole terlalu kuat untuk dijatuhkan secara sah dan menyesal karena kesombongannya dalam mengabaikan Tonto menyebabkan pembantaian massal Comanches dan penculikan orang yang dicintainya, John mengenakan topeng lagi.

Di Promontory Summit, selama upacara serikat kereta api, Cole mengungkapkan rencananya yang sebenarnya: untuk mengambil kendali perusahaan kereta api dan menggunakan perak yang ditambang untuk mendapatkan lebih banyak kekuatan. John dan Tonto mencuri nitrogliserin dan menggunakannya untuk menghancurkan jembatan kereta api. Dengan bantuan Red, Tonto mencuri kereta dengan perak, dan Cole, Cavendish, dan Fuller mengejarnya di kereta kedua tempat Rebecca dan Dan Jr. ditawan. Di atas kuda, John mengejar kedua kereta. Setelah pengejaran dan perkelahian yang sengit di kedua kereta, John membunuh Cavendish dan Fuller, dan menyelamatkan Rebecca dan Dan Jr. Tonto mengembalikan arloji saku yang dia simpan selama bertahun-tahun, sebelum kereta melaju dari jembatan yang hancur, menenggelamkan Cole di bawah semua perak.

Kota mengakui John sebagai pahlawan dan menawarkan dia posisi penegakan hukum, tapi John menolak dan pergi dengan Tonto. Kembali pada tahun 1933, Will mempertanyakan kebenaran cerita, yang Tonto memberinya peluru perak, memberitahu dia untuk memutuskan sendiri dan pergi dalam bentuk burung gagak. Terinspirasi, Will memasang topeng di wajahnya.

***

Budi selesai baca cerpen yang cerita menarik, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja gitu. 

"Emmm," kata Budi.

Budi menikmati minum kopi dan makan singkong rebus. 

"Baca koran saja!" kata Budi.

Budi mengambil koran di bawah meja, ya koran di baca dengan baik. Berita-berita di koran, ya ceritanya menarik-menarik untuk di baca dari berita pemerintahan di dalam negeri, pemerintahan di luar negeri, olahraga, yaaa sampai cerita artis yang ini dan itu. Eko datang ke rumah Budi, ya motor di parkirkan di depan rumah Budi. Karena Eko sudah dateng, ya Budi berhenti baca koran dan koran di taruh di atas meja. Eko duduk dengan baik, ya dekat Budi. 

"Singkong rebus," kata Eko.

Eko mengambil singkong rebus di piring, ya singkong rebus di makan dengan baik gitu. Budi mengambil aqua gelas di bawah meja, ya tepatnya di dalam kardus. Aqua gelas di taruh di atas meja.

"Singkong rebus yang enak," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

Eko mengambil aqua gelas di meja, ya aqua gelas di minum dengan baik gitu.

"Hidup kita tetap di jalankan dengan sederhana," kata Budi.

Eko menaruh gelas aqua di meja.

"Realita hidup kita," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

"Koran," kata Eko.

Eko mengambil koran di meja, ya di baca dengan baik koran lah. Budi menunggu Eko selesai baca koran, ya menikmati minum kopi dan makan singkong rebus gitu. Eko membaca koran dengan teknik baca cepat, ya jadi cepat selesai bacanya dan koran di taruh di meja gitu.

"Berita tentang hasil Pemilu. Tetap bergulir dengan baik," kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

"Pro dan kontra," kata Eko.

"Nama juga berita," kata Budi.

"Yaaa. Memang nama juga berita," kata Eko.

"Orang-orang yang berhasil duduk di pemerintahan, ya lebih baik hidupnya dari pada orang miskin yang kerjaannya jualan minuman dan makanan dengan modal kecil demi hidup di kota," kata Budi. 

"Realita kehidupan dengan bentuk perbandingan," kata Eko. 

"Jadi keinginan rakyat kecil, ya walau keadaan miskin, ya ingin hidup ini.....tenang dan aman. Jauh-jauh dari keburukan ini dan itu," kata Budi.

"Untuk aman dan tenang, ya lingkungan mana pun. Orang-orang yang berkelakuan buruk, ya lebih baik di tangkap polisi," kata Eko.

"Harus di tangkap polisi, ya yang buruk," kata Budi.

"Emmm," kata Eko.

"Sekedar bahan obrolan lulusan SMA!" kata Budi.

"Memang sekedar bahan obrolan lulusan SMA!" kata Eko.

"Emmm," kata Budi.

"Main permainan ular tangga saja!" kata Eko.

"Ya oke main permainan ular tangga!" kata Budi.

Budi mengambil  koran di meja, ya di taruh di bawah meja dan permainan ular tangga di taruh di atas meja. Eko dan Budi main permainan ular tangga dengan baik gitu. 

Sunday, February 18, 2024

NINJA IN THE DRAGON'S DEN


Budi duduk di depan rumah sedang membaca cerpen yang ceritanya menarik sambil menikmati minum kopi dan singkong rebus. 

Isi cerita yang di baca Budi :

Di Jepang pada masa Tokugawa Ieyasu, seorang ninja muda bernama Genbu dengan ceroboh membunuh samurai dan pejabat pemerintah lainnya, meninggalkan klannya untuk disalahkan. Ketika mereka memburunya, Genbu dan istrinya Akane berlayar ke Tiongkok untuk melarikan diri dari saudara mereka yang murka dan agar Genbu menyelesaikan balas dendamnya dengan menemukan orang terakhir yang dianggapnya bertanggung jawab atas kematian ayahnya.

Pria itu, Fukusa, menjalani kehidupan yang damai sebagai pembuat cermin dengan nama Paman Fu. Dia memiliki anak didik muda, Sun Jing, seorang seniman bela diri sombong yang terus-menerus berusaha membuktikan dirinya dengan mengambil setiap kesempatan untuk bertarung. Jing juga terus-menerus menggoda pelayannya yang bejat, Chee, dan menanggapi beberapa hal dengan sangat serius. Ketika dia melihat ayah penggantinya diserang, Jing segera bergegas membantunya, tetapi setelah beberapa bentrokan dia mengetahui bahwa dia dan ninja tersebut berimbang.

Terungkap bahwa ayah Genbu tidak dibunuh oleh anggota klannya; dia malah mati sebagai pahlawan dalam pemberontakan. Malu atas kepengecutannya sendiri saat melarikan diri ke Tiongkok bertahun-tahun sebelum upaya pemberontakan tersebut, Fu berdamai dengan Genbu. Namun sebelum pertemuan terakhir mereka, Fu meminum racun untuk mengembalikannya dengan kematiannya sendiri. Fu meminta Genbu untuk membunuhnya agar dia terhindar dari penderitaan terakhir, yang segera menyebabkan kesalahpahaman antara Genbu dan Jing. Keduanya bertarung satu sama lain hingga mencapai puncak kuil keluarga Jing dan akhirnya menyelesaikan perbedaan mereka tepat pada waktunya untuk menghadapi The Magician, seorang petinju spiritual yang putranya telah dihina Jing. 

Pada akhir dengan Jing dan Genbu membunuh Penyihir, tanpa disadari bantuan dari Akane dan Chee. Yang terakhir segera mencobai takdir dengan mengklaim sebagian besar pujian atas kemenangan ini, mendorong Genbu dan Jing memberinya pelajaran.

***
Budi selesai baca cerpen yang cerita menarik, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja. 

"Emmm," kata Budi.

Budi menikmati minum kopi dan makan singkong rebus. 

"Nyanyi. Main gitar. Menghibur diri," kata Budi.

Budi mengambil gitar yang di taruh di samping kursi, ya gitar di mainkan dengan baik dan bernyanyi. 

Lirik lagu yang dinyanyikan Budi :

"Sumribit angin ratri tansah angenteniSetya najang telenging atiAngen angen tumlawung suwung ing wengi sepiTansah angranti tekamu dhuh yayi
Wong ayu age nyedhak a ing sandhingkuNyawang manising esemuGawe lerem e rasaku tentrem ing atikuHaywa pegat tresnamu sayangku
Pindha samudra pasang kang tanpo wangenanTresnaku mring sliramu sayangCahyaning bulan kang sumunar abyor ing tawangYekti sliramu kang dadi lamunan
Wong ayu age nyedhak a ngekep ragakuSirnakna lara branta ing atikuAmerga kabidhung wewayangmu ing pikirkuHaywa pegat tresnamu dhuh sayangku
Pindha samudra pasang kang tanpo wangenanTresnaku mring sliramu sayangCahyaning bulan kang sumunar abyor ing tawangYekti sliramu kang dadi lamunanYekti sliramu kang dadi lamunan"

***
Budi selesai bernyanyi, ya gitar pun berhenti di mainkan dan gitar di taruh di samping kursi gitu. 

"Emmm," kata Budi. 

Budi menikmati minum kopi dan makan singkong rebus. Eko datang ke rumah Budi, ya motor di parkirkan di depan rumah Budi. Eko duduk dengan baik, ya dekat Budi. 

"Hidup ini. Ada-ada saja," kata Eko. 

Eko mengambil singkong rebus di piring, ya singkong rebus di makan dengan baik. 

"Ada-ada saja....apa Eko?" kata Budi. 

"Berita di Tv," kata Eko. 

"Berita di Tv tentang apa?" kata Budi. 

Budi mengambil gelas aqua di bawah meja, ya tepatnya di dalam kardus gitu. Gelas aqua di taruh di atas meja gitu. 

"Berita tentang Ustad yang kontraversi," kata Eko. 

"Oooo berita itu," kata Budi. 

"Emmm," kata Eko. 

Eko mengambil gelas aqua di meja, ya di minum dengan baik gitu. 

"Tersesat," kata Budi. 

"Iya. Ujian hidup ini. Tersesat," kata Eko. 

Eko menaruh gelas aqua di meja. 

"Kalah dari Setan," kata Budi. 

"Ya pastinya kalah dari Setan," kata Eko. 

"Selama bisa di sadarkan dengan baik. Orang yang tersesat, ya bisa kembali ke jalan yang benar," kata Budi. 

"Yaaa yang bisa menyadarkan orang tersesat, ya orang yang paham ilmu agama," kata Eko. 

"Paham ilmu agama. Kita ini termasuk, ya kan Eko?" kata Budi. 

"Ya bisa di bilang paham ilmu agama," kata Eko. 

"Belajar ilmu agama dengan baik di SMA. Ya untuk meningkatkan kemampuan, ya belajar ilmu-ilmu tingkat Universitas," kata Budi. 

"Kemampuan memang harus di tingkatkan. Dengan membaca ilmu-ilmu tingkat Universitas. Wawasan jadi luas banget," kata Eko. 

"Emmm," kata Budi. 

"Sekedar bahan obrolan lulusan SMA. Karena ada yang lebih baik, ya obrolan di Tv dengan tujuan ini dan itu," kata Eko. 

"Memang sekedar bahan obrolan lulusan SMA!" kata Budi. 

"Main kartu remi saja!" kata Eko. 

"Oke main kartu remi!" kata Budi. 

Budi mengambil kartu remi di bawah meja, ya kartu remi di kocok dengan baik dan di bagikan dengan baik gitu. Eko dan Budi main kartu remi dengan baik gitu. 

"Berita Tv tentang artis, ya tetap kontraversi ini dan itu," kata Budi. 

"Ya realitanya begitu," kata Eko. 

"Apalagi....berita Tv berkaitan dengan urusan pemerintahan ini dan itu, ya kontraversi," kata Budi. 

"Realitanya begitu," kata Eko. 

"Menarik untuk di tonton berita Tv," kata Budi. 

"Emmm," kata Eko. 

Eko dan Budi terus main kartu remi dengan baik gitu. 

CAMPUR ADUK

BAD NEWS BEARS

Malam hari, ya bulan bersinar dengan baik. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus...tema cinta di chenel MDTV, ya seperti biasa s...

CAMPUR ADUK