CAMPUR ADUK

Tuesday, July 26, 2022

THE PRINCESS AND THE FROG

Budi dan Eko duduk di depan rumah Budi, ya asik mendengarkan lagu-lagu yang bagus dari radionya Budi.

"Lagu-lagunya bagus, ya Eko?" kata Budi.

"Ya realita begitu," kata Eko.

"Salah satu penggerak ekonomi, ya musik, ya kan Eko?" kata Budi.

"Realitanya begitu," kata Eko.

Keduanya tetap asik mendengarkan musik-musik dari radio, ya sambil menikmati minum kopi dan juga makan gorengan lah.

"Eko. Apakah cewek dari orang tuanya kaya raya, ya ceweknya mau mengikuti cowok miskin dengan alasan cinta. Apalagi keturunan Lampung asli?" kata Budi.

"Relatif jawabannya dari pemahaman ilmu agama saja," kata Eko.

"Relatif toh. Ya kalau di pikirkan dengan baik memang relatif," kata Budi.

"Sejauh apa pemahaman agama tuh cewek keturunan Lampung asli dan juga orang tua, ya begitu juga kerabatnya?" kata Eko.

"Kalau itu sih mana aku tahu lah? Yang aku tahu sih cewek keturunan Lampung asli, ya masih kekeh pada budaya nenek moyangnya gitu. Ya alasan yang umum sih, ya menaikan budaya Lampung, ya agar tidak tergerus oleh waktu, ya perubahan zaman gitu," kata Budi.

"Budaya. Tujuannya ekonomi lokal," kata Eko.

"Omongan Eko benerlah. Budaya adalah salah satu penggerak ekonomi," kata Budi.

"Ilmu agama saja sudah jauh banget dengan pembuktiannya kebenarannya," kata Eko.

"Ya salah satunya cerita kita kan, ya tentang pemuda melampaui batasan sebagai manusia, ya mendengarkan Roh untuk di jelaskan kebenaran ini dan itu," kata Budi.

"Emmmmm," kata Eko.

"Sudah ah tidak perlu ngomongin cewek lagi. Lebih baik apa ya?" kata Budi.

"Biasanya artis!" kata Eko.

"Kalau artis sih. Ya beritanya artis lagi bahagia dengan keluarganya. Cerita bayi, ya anak," kata Budi.

"Emmmmmmmmm. Bayi, ya anak. Kaitannya ada dengan ekonomi," kata Eko.

"Kalau ngomongin ekonomi, ya barang-barang di pasar. Ya ada saja yang membelinya barang keperluan bayi, ya anak lah. Roda ekonomi berjalan dengan baik," kata Budi.

"Emmmmm," kata Eko.

"Kalau begitu lebih baik aku bercerita dengan wayang terbuat kardus bekas, ya kreatif. Sekedar cerita saja. Radio di matikan!" kata Budi.

"Aku jadi penonton yang baik!" kata Eko.

Budi telah mengambil wayang yang di taruh di kursi. Ya wayang pun di mainkan Budi dengan baiklah. Eko menonton pertunjukkan wayang Budi dengan baik lah.

Isi cerita yang di ceritakan Budi :

Tiana merupakan penghuni muda New Orleans tahun 1926. Sejak kecil, dia memiliki semangat dalam seni kuliner dan bekerja pada dua pekerjaan sekaligus untuk menghemat uang dan akhirnya membuka restoran sendiri. Charlotte La Bouff, teman masa kecil Tiana, mempekerjakannya untuk menyediakan minuman untuk pesta menyamar Mardi Gras yang diatur oleh ayahnya yang kaya, Eli La Bouff. Eli, Raja abadi dari Mardi Gras, berusaha untuk menyambut Pangeran Naveen dari Maldonia yang baru saja tiba, sebagai pelamar yang layak untuk putri kesayangannya. Tiana sangat senang akhirnya dapat membeli dan merenovasi sebuah pabrik gula tua menjadi restorannya.

Pangeran Naveen telah dicabut hak warisnya, miskin dan tidak terampil tetap berniat menikahi seorang wanita kaya daripada belajar berdagang. Dia dan pelayannya, Lawrence menemui Dr. Facilier, seorang dokter penyihir voodoo yang meyakinkan mereka bahwa dia dapat memperbaiki kehidupan mereka. Sebaliknya, Facilier mengubah Naveen menjadi katak dan memberikan Lawrence jimat voodoo, diisi dengan darah Naveen, apabila dipakai dapat mengubah penampilannya menjadi seperti Naveen. Facilier mempunyai maksud tertentu untuk Lawrence di bawah kedok Naveen, untuk menikahi Charlotte dan mendapatkan jalan ke kekayaan ayahnya.

Di pesta, Charlotte menggoda Lawrence saat Tiana mengetahui dia mungkin akan kehilangan pabrik karena ada penawar yang lebih tinggi. Tiana kemudian bertemu dengan Naveen, yang percaya bahwa Tiana adalah seorang putri karena kostum yang dipakainya, meminta Tiana untuk menciumnya dan mematahkan kutukan Facilier. Tiana setuju, tetapi dengan imbalan berupa uang yang dibutuhkan untuk mengalahkan pembeli lain. Namun bukan Naveen yang berubah menjadi manusia, malah Tiana yang berubah menjadi katak. Naveen dan Tiana melarikan diri ke sebuah rawa.

Lawrence kemudian melamar Charlotte, yang dengan gembiranya setuju, tetapi sihir Facilier habis dan Lawrence kembali ke bentuk aslinya. Facilier memberitahu Lawrence kalau mereka membutuhkan satu sampel darah pangeran untuk memperpanjang mantra, tetapi Facilier mengetahui bahwa Lawrence dengan bodoh telah melepasnya. Facilier berbalik kepada dewa voodoo untuk meminta bantuan dengan janji apabila Lawrence telah menikahi Charlotte, dia akan memiliki kuasa penuh atas New Orleans dan akan menawarkan nyawa penduduknya sebagai bayaran. Para dewa voodoo memberikan setan bayangan Facilier yang kemudian dikirim untuk mencari Naveen.

Di rawa, Tiana dan Naveen bertemu Louis, seekor buaya yang bermain terompet dan Ray, kunang-kunang Cajun. Louis dan Ray menawarkan untuk memimpin mereka menuju pendeta voodoo yang baik, Mama Odie, yang mereka percaya dapat membatalkan kutukan. Mama Odie memberitahu katak bahwa Naveen harus mencium seorang putri yang benar bagi mereka untuk menjadi manusia. Mereka memutuskan apabila Eli La Bouff adalah Raja Mardi Gras, maka Charlotte adalah seorang putri. Empat kawanan tersebut kembali ke New Orleans dalam rangka untuk menemukan Charlotte sebelum pesta Mardi Gras berakhir di tengah malam. Tiana dan Naveen menyadari bahwa mereka saling mencintai, tetapi sebelum mereka bisa mengakui perasaan mereka, Naveen tertangkap dan dibawa ke Facilier.

Sebelum Lawrence, ya menyamar sebagai Naveen dan Charlotte bisa menikah, Ray membantu Naveen melarikan diri dan mencuri jimat. Ray memberikan jimat kepada Tiana dalam rangka untuk menahan pelayan Facilier, tetapi Ray dibunuh oleh Facilier. Facilier kemudian menghadapi Tiana dan menawarkan untuk membuat restoran impiannya menjadi kenyataan dengan menukar jimat tersebut, tetapi Tiana menolak dan menghancurkannya. Roh-roh voodoo yang marah menuntut Facilier sebagai pembayaran atas janjinya dan menyeretnya ke neraka.

Tiana dan Naveen mengungkapkan cinta mereka satu sama lain dan menjelaskan situasi ke Charlotte, yang setuju untuk mencium Naveen. Sayangnya, jam sudah mencapai tengah malam sebelum dia bisa menciumnya, tetapi keduanya memutuskan bahwa mereka puas untuk hidup bersama sebagai katak. Setelah pemakaman Ray, Tiana dan Naveen dinikahi oleh Mama Odie. Karena status baru Tiana sebagai putri, mereka dikembalikan kembali ke bentuk manusia setelah mereka berciuman. Pasangan itu kembali ke New Orleans untuk merayakan dan dengan bantuan Louis, akhirnya Tiana dapat membeli dan membuka restoran baru.

***

Budi bercerita dengan wayang, ya cukup lama dan akhirnya selesai juga. Eko memuji pertunjukkan wayang Budi dan juga ceritanya bagus gitu. Budi menaruh wayang di kursi kosong lah. Ya keduanya melanjutkan acaranya main catur lah.

PUTRI SERINDANG BULAN


Budi dan Eko duduk di depan rumah Budi, ya sedang mendengarkan radionya Budi.

"Hidup ini singkat, ya di nikmati dengan baik. Salah satu mendengarkan lagu-lagu bagus dari radio, ya kan Eko?" kata Budi.

"Omongan Budi bener. Hidup yang singkat ini di nikmati dengan jalan baik. Hidup ini mudah, ya jangan di persulit dengan hal-hal yang memaksakan kehendak gitu, ya contohnya : ingin pergi ke luar negeri, ya maksain gitu demi liburan kaya orang kaya gitu dengan cara jual harta warisan atau merampok gitu, ya pada akhirnya masuk penjara gitu," kata Eko.

"Warisan siapa ya?" kata Budi berpikir panjang.

"Cuma contoh!" kata Eko.

"Aku paham omongan Eko," kata Budi.

"Ya kalau di pikir dengan baik. Kita ini harus mengucapkan terima kasih pada orang-orang yang membuat lagu bagus, ya penyanyi gitu karena kita ini menikmati hidup singkat ini dengan mudah, ya cukup dari radio saja," kata Eko.

Budi mengambil bakwan gorengan  di piring, ya di makan gorengan dengan baik. 

"Omongan Eko bener lah. Ya sama aja kita harus berterima kasih pada petani yang menanam tanaman dengan baik dan hasil di jual di pasar, ya ekonomi berjalan dengan baik. Aku membeli bahan buat gorengan di pasar dan di masak dengan baik, ya aku makan sekarang ini. Bener-bener berterima kasih pada petani karena aku menikmati makan gorengan dengan baik. Menikmati hidup ini mudah dengan baik," kata Budi.

Eko mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum kopi dengan baik.

"Menikmati minum kopi, ya berterima kasih pada petani kopi karena bisa menikmati hidup ini yang singkat. Menikmati dengan mudah," kata Eko.

Eko menaruh gelas berisi kopi di taruh di meja. Budi mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum kopi dengan baik lah.

"Hidup benar-benar di nikmati dengan baik. Minum kopi yang enak. Bener omongan Eko. Harus berterima kasih sama petani kopi. Hidup ini jadi mudah," kata Budi.

"Eeemmmm," kata Eko.

Budi menaruh gelas berisi kopi di meja.

"Kalau urusan cinta. Ada cerita cowok, ya jatuh cinta pada cewek yatim piatu. Cewek itu tinggal pada bibinya. Cowok itu senang pada cewek itu karena akhlak baiknya. Tak makan waktu lama dinikahi lah cewek itu. Bahagia deh. Ya intriknya sih cuma dari orang tua cowok gitu. Cowok bisa menyakini orang tuanya dengan ilmu agama gitu," kata Budi.

"Sesulit apa pun urusan cinta? Berserah dirilah pada Tuhan. Tuhan menolong ciptaannya," kata Eko.

"Doa dan usaha," kata Budi.

"Emmmm," kata Eko.

"Kalau begitu aku bercerita pake wayang terbuat dari kardus, ya kreatif. Cerita seperti biasanya. Jadi radio di matikan dengan baik!" kata Budi.

"Emmmmmmm. Aku jadi penonton yang baik!" kata Eko.

Budi mengambil wayang yang di taruh di kursi. Ya wayang di mainkan Budi dengan baik. Eko menonton pertunjukkan wayang Budi dengan baik.

Isi cerita yang di ceritakan Budi :

Alkisah dahulu kala di Bengkulu hidup tujuh perempuan bersaudara. Mereka merupakan putri Raja Wawang. Dari ketujuh bersaudara, Putri Serindang Bulan merupakan putri paling bungsu. Putri Serindang Bulan juga terkenal paling cantik. Telah banyak laki-laki ingin meminangnya tapi selalu ia tolak dengan alasan tidak ingin melangkahi keenam kakaknya. Keenam kakaknya sebenarnya berencana menikah setelah Serindang Bulan menikah. Mereka kemudian meminta agar Serindang Bulan Menikah terlebih dahulu.

“Wahai adikku, sudah banyak laki-laki ingin meminangmu. Segeralah menikah. Jangan kuatir, kami semua akan menyusul menikah.” ujar kakak tertua.

“Baiklah kakakku tersayang, Aku akan menikah. Aku berharap kakak semua cepat mendapat jodohnya.” Putri Serindang Bulan menyanggupi.

Raja Wawang kemudian segera menyebarkan berita bahwa putri bungsunya, Serindang Bulan, telah siap untuk menikah. Para pemuda merasa gembira. Tidak lama, seorang Pangeran Tampan datang menemui Raja Wawang untuk melamar Putri Serindang Bulan. Putri Serindang menerima pinangan sang Pangeran Tampan. Kemudian pihak Kerajaan segera menyiapkan pesta pernikahan meriah. Tiba-tiba kejadian aneh menimpa Putri Serindang Bulan. Menjelang pernikahan, wajahnya berubah menjadi buruk. badan sang putri juga dipenuhi penyakit kulit.

“Ada apa dengan tubuhmu, wahai Putri? Tubuhmu terkena penyakit kulit.” tanya Sang Pangeran keheranan.

“Aku juga tidak tahu. Saat bangun pagi, tiba-tiba wajahku menjadi buruk, tubuhku dipenuhi penyakit kulit.” ujar Putri Serindang Bulan.

Pangeran menjadi merasa kecewa sehingga memutuskan untuk membatalkan pernikahan mereka. Namun anehnya, setelah Pangeran Tampan tersebut pergi, wajah Serindang Bulan kembali cantik. Tubuh sang putri menjadi sehat seperti sedia kala. Setiap ada laki-laki melamar, maka wajah Serindang Bulan akan berubah menjadi buruk, namun akan kembali cantik apabila pernikahan dibatalkan. Hal ini terus terulang hingga sembilan kali. 

Pihak keluarga terutama keenam saudarinya merasa malu. Pada suatu hari, keenam saudari Serindang Bulan mengadakan rapat rahasia. Rapat tersebut menghasilkan keputusan bahwa mereka harus menyingkirkan Serindang Bulan karena dianggap sebagai sumber masalah bagi kerajaan. Salah satu dari mereka, yaitu Karang Nio, awalnya menolak untuk menyingkirkan Serindang Bulan. Karang Nio memang paling dekat dengan Serindang Bulan. Namun dengan penolakannya, justru Karang Nio mendapat tugas untuk menyingkirkan Serindang Bulan. 

Kelima kakaknya meminta bukti berupa setabung darah dan irisan bagian telinga Serindang Bulan, sebagai tanda ia telah menyingkirkannya. Dengan berat hati, Karang Nio memenuhi permintaan kakak-kakaknya. Pada suatu hari, Karang Nio mengajak Serindang Bulan berjalan-jalan. Awalnya Serindang Bulan tidak curiga namun, lama-kelamaan Serindang Bulan merasa takut karena Karang Nio mengajaknya masuk ke dalam hutan. Karang Nio terlihat sangat gelisah. Akhirnya ia berterus terang kepada Serindang Bulan bahwa ia mendapat tugas untuk menyingkirkannya.

“Kalau memang sudah menjadi keputusan kakak semua, maka lakukanlah tugasmu Kak.” kata Serindang Bulan sedih.

Karang Nio akhirnya memutuskan untuk mengelabui kakak-kakaknya. Ia menyembelih seekor anjing hutan. Darah anjing hutan ia simpan dalam tabung. Kemudian ia melukai kuping Serindang Bulan. Kuping putri serindang akan ia bawa sebagai bukti telah menjalankan tugasnya menyingkirkannya. Karang Nio menyuruh Serindang Bulan pergi menaiki rakit dari sungai Ulau Deus. Karang Nio segera kembali ke istana. Sesampainya di istana, ia menunjukan bukti setabung darah serta kuping Serindang Bulan pada kakak-kakaknya. 

Semua kakaknya merasa senang. Sementara di hutan, Serindang Bulan pergi menaiki rakit di sungai. Ia akhirnya turun di daerah Muara Setahun. Disana, Serindang Bulan memanjat tebing. Di atas tebing, sang putri membuat rumah untuk ia tinggali. Setahun telah berlalu semenjak Serindang Bulan pergi dari istana. Suatu ketika, sebuah perahu milik Raja Indrapura bernama Tuanku Raja Alam melewati Muara Setahun. Sang Raja melihat sinar kemilau dari atas bukit. Karena penasaran, Raja pun menepi kemudian turun dari perahu. 

Ia kemudian menaiki tebing sumber sinar kemilau tersebut. Setibanya diatas terbing, Raja melihat sebuah rumah. Sang raja mengetuk pintu rumah. Dari rumah tersebut keluarlah Serindang Bulan yang membuat Raja terkejut.

“Wahai gadis jelita, aku tidak menyangka jika cahaya di atas tebing ternyata berasal darimu.” kata Raja.

Setelah berkenalan, putri Serindang Bulan kemudian menceritakan kejadian yang menimpanya. Cerita Serindang Bulan membuat Raja terharu kemudian mengajaknya untuk tinggal di Kerajaan Indrapura. Serindang Bulan pun menyetujuinya. Sesampainya di Kerajaan Indrapura, Sang Raja menggelar rapat. Sang Raja menceritakan masalah Serindang Bulan. Raja berkeinginan untuk meminang Serindang Bulan. Para Penghulu Kerajaan mengusulkan untuk melihat situasi selama tiga hari untuk melihat apakah wajah Serindang Bulan akan kembali berubah menjadi buruk. 

Setelah ditunggu selama tiga hari, ternyata wajah Serindang Bulan tetap cantik. Akhirnya para penghulu menikahkan Raja dengan Serindang Bulan. Para Penghulu meminta Raja untuk memberitahu wali Serindang Bulan. Raja kemudian mengirim utusan ke tempat Raja Wawang untuk memberitahu tentang rencara pernikahan Serindang Bulan dengan Raja Alam. Mendengar kabar tersebut, kakak-kakak Serindang Bulan kaget bukan main. Mereka menyalahkan Karang Nio karena dianggap gagal menyingkirkan Serindang Bulan.

“Sudahlah kakak-kakakku. Hentikan pertikaian kita. Sebaiknya mari kita sama-sama pergi menghadiri pernikahan Serindang Bulan.” ujar Karang Nio. 

Kakak-kakak Karang Nio akhirnya mengiyakan. Lalu berangkatlah keenam saudari tersebut. Sesampainya mereka di Kerajaan Indrapura, mereka langsung bertemu dengan Tuanku Raja Alam. Keenam saudari meminta mahar berupa emas sebagai syarat menikahi adik mereka, Serindang Bulan. Raja Alam menyetujui permintaan mahar dari keenam saudari tapi dengan satu syarat, mereka harus mengenali adik mereka sendiri, Serindang Bulan. Jika tidak, maka mereka semua akan dihukum. 

Raja kemudian menyiapkan enam orang gadis yang didandani dan wajahnya mirip Serindang Bulan. Mereka dihadapkan pada keenam saudari Serindang Bulan. Keenam saudari Serindang Bulan diminta untuk menunjukkan mana Serindang Bulan asli. Kelima saudari kebingungan karena tidak tahu Serindang Bulan asli. Tapi Karang Nio teringat bahwa ia pernah melukai telinga Serindang Bulan. Dan benarlah, ada satu gadis memiliki bekas luka di telinganya yang berarti dialah Serindang Bulan asli. Akhirnya putri serindang dengan Karang Nio berpelukan sambil menangis melepas rindu.

“Bagus. Berarti kalian masih mengenali Serindang Bulan. Aku akan memenuhi mahar dengan memberikan emas permintaan kalian. Saya anggap tidak ada lagi dendam diantara kalian.” kata Raja.

Akhirnya Tuanku Raja Alam menikahi Serindang Bulan. Sementara Keenam saudari mendapatkan setabung bambu berisi emas. Serindang Bulan sama sekali tidak menyimpan dendam kepada kakak-kakaknya. Meskipun ia telah menikah dan hidup terpisah dari kakak-kakaknya, namun ia masih sering mengirimi mereka hadiah.

***

Budi cukup lama main wayangnya dan akhirnya selesai juga. Ya Eko memuji pertunjukkan wayang Budi, ya begitu dengan ceritanya bagus gitu. Wayang pun di taruh di kursi sama Budi. Keduanya melanjutkan acara main catur lah. Abdul tidak  main ke rumah Budi, ya Abdul di rumahnya, ya tepatnya di ruang tengah. Abdul nonton Tv, ya acara sinetron yang bagus gitu ceritanya.

"Hidup ini singkat, ya dinikmati dengan baik," kata Abdul.

Teman Abdul nonton Tv, ya biasalah kopi dan juga makanannya gorengan lah.

Monday, July 25, 2022

SURI IKUN DAN DUA BURUNG

Budi dan Eko duduk di depan rumah Budi, ya sambil menikmati minum kopi dan makan gorengan, ya gorengannya beli lah. Ya keduanya mendengarkan radionya Budi. Isi acara radio yang di dengarkan Budi dan Eko, ya dari berita urusan dalam negeri dan luar negeri, ya promosi barang ini dan itu, obrolan ini dan itu, ya sampai dengan musik berbagai genre. 

"Acara radio. Bagus, ya kan Eko?" kata Budi.

"Ya realitanya begitu," kata Eko.

"Hidup ini lebih baik ngomong manis apa pahit, ya bisa di bilang komentar gitu?" kata Budi.

"Tergantung keadaan saja," kata Eko.

"Kalau tergantung sih? Ya pahit tidak masalah. Contoh saja : sinetron di Tv yang di tonton atau acara cerita di radio, ya membosankan gitu, ya ceritanya begitu-begitu saja. Pastinya di komentarnya begini......buat saja sendiri cerita yang sesuai dengan keinginan mu!" kata Budi.

"Wah.....komentarnya...pahit banget," kata Eko.

"Pahit. Seperti rasa jamu pahit," kata Budi.

"Seperti biasanya Budi buat cerita kan?" kata Eko.

"Ya cerita yang di ambil kehidupan sehari-hari. Contoh : setiap orang inginnya karakter cewek Lampung itu baik. Ternyata kan ada karakternya buruk, ya akhlaknya buruk gitu, ya di pengaruhi keadaan lingkungan dan juga suku gitu," kata Budi.

"Realita kehidupan ini kan antara baik dan buruk. Karakter cewek di cerita Budi, ya ada yang baik dan buruk, ya berdasarkan kehidupan sehari-hari," kata Eko.

"Intrik cerita, ya di sesuai dengan baik," kata Budi.

"Aku kalau berpikir baik sih. Untuk proses perjalan hidup ku, ya memilih cewek untuk pendamping hidup gitu. Ya memilih cewek yang karakternya sudah jadi di didik orang tuanya, ya tuh cewek tidak terpengaruhi lagi dari lingkungan dan suku, ya tradisi yang gak penting gitu. Dari pada yang belum jadi karakternya, ya buruk gitu," kata Budi.

"Kepribadian cewek yang baik, ya mudah menjalankan hidup ini. Kepribadian cewek buruk, ya repot mendidiknya, ya jadi suami pusing deh membimbingnya dan di tambah lagi repot urusan kerjaan. Kerjaan butuh fokus, ya agar kerjaan berjalan lancar. Hasilnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," kata Eko.

"Punya kerjaan yang mapan, ya hidup jadi mudah menjalankannya. Banyak cerita tentang orang-orang yang telah menikah, ya kerjaannya nanggung-nanggung gitu. Urusan rumah tangganya kacau dan akhirnya cerai karena tidak kuat menjalankan keadaan yang ke kurangan ini dan itu, ya hidup di kota lagi," kata Budi.

"Sekali berhasil dari kerjaan. Cerita orang-orang, ya inginnya punya istri dua. Nama juga manusia, ya pake topeng ini dan itu untuk menutupi kebenaran di dalam dirinya," kata Eko.

"Ya sudah ah. Sekedar obrolan lulusan SMA. Seperti biasa aku bercerita pake wayang terbuat dari kardus bekas, ya kreatif dan sekedar cerita. Jadi radio aku matikan!" kata Budi.

"Emmmmmm. Kalau begitu aku jadi penonton yang baik!" kata Eko.

Budi yang telah mematikan radio, ya mengambil wayang yang di taruh di kursi dan wayang di mainkan dengan baik. Eko menonton pertunjukkan wayang Budi dengan baik.

Isi cerita yang ceritakan Budi :

Cerita rakyat, ya Suri Ikun dan Dua Burung dari daerah Nusa Tenggara Timur. 

Alkisah jaman dahulu, di pulau Timor, Nusa Tenggara Timur, hidup seorang petani dengan isteri beserta empat belas anaknya. Dari keempat belas anaknya, tujuh orang merupakan anak laki-laki & tujuh orang merupakan anak perempuan. Keluarga besar ini hidup dari hasil kebun mereka yang cukup besar. Namun, kendati mereka memiliki kebun besar, hasil kebun tersebut tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarga tersebut. 

Penyebabnya adalah seekor babi hutan sering merusak tanaman di kebun mereka. Untuk mengatasi masalah babi hutan, Si Petani kemudian menugaskan para anak laki-lakinya untuk bergiliran menjaga kebun mereka dari gangguan babi hutan. Sayangnya, dari ketujuh anak laki-laki Pak Tani hanya anak laki-laki bernama Suri Ikun saja yang pemberani. 

Keenam saudara laki-laki Suri Ikun adalah anak-anak penakut lagi pendengki. Hanya karena mendengar dengusan babi hutan saja mereka akan lari tunggang langgang meninggalkan kebun. Berbeda halnya dengan Suri Ikun, jika mendengar suara dengusan babi hutan, ia akan dengan cekatan mengambil busur & memanahnya.

Jika Suri Ikun berhasil membunuh seekor babi hutan, ia akan membawanya kerumah. Di rumah sudah menunggu saudara-saudaranya. Biasanya, saudara laki-laki tertua Suri Ikun bertugas membagi-bagikan daging babi hutan tersebut. Karena penyakit dengkinya, ia biasa hanya memberi Suri Ikun kepala dari babi hutan. Sudah tentu tidak banyak daging bisa diperoleh dari bagian kepala. 

Namun demikian, Suri Ikun selalu berbesar hati. Suri Ikun tetap menghormati saudara-saudaranya. Suatu ketika, gerinda milik Pak Tani tertinggal di tengah hutan. Ia kemudian menyuruh anaknya tertuanya untuk mengambil gerinda miliknya di hutan. 

Suri Ikun kemudian diminta oleh kakak laki-laki tertua untuk ikut mencari gerinda milik ayahnya yang tertinggal di tengah hutan. Hari sudah mulai malam. Menurut cerita, hutan tersebut di malam hari dihuni oleh para hantu jahat. Dengan perasaan takut Suri Ikun berjalan mengikuti kakaknya. Ia tidak tahu bahwa kakaknya yang penakut itu malah mengambil jalan lain untuk pulang kerumah. 

Tinggallah Suri Ikun seorang diri di tengah hutan lebat. Ia berjalan tak tentu arah semakin lama semakin masuk ke tengah hutan. Berulang kali ia memanggil-manggil nama kakaknya. Panggilan Suri Ikun terdengar oleh hantu-hantu jahat di hutan. Para hantu jahat kemudian menjawab pangilan Suri Ikun. Mereka menjawab seolah-olah mereka adalah kakak Suri Ikun. Mereka sengaja menyesatkan Suri Ikun dengan tujuan ingin menangkapnya. 

Setelah Suri Ikun berada ditengah-tengah hutan, lalu hantu-hantu tersebut menangkapnya. Suri Ikun terkejut menyadari bahwa yang menjawab panggilannya ternyata hantu-hantu jahat. Untungnya Ia tidak langsung dimakan, karena menurut hantu-hantu itu ia masih terlalu kurus. Ia kemudian dibawa oleh para hantu untuk dikurung ditengah gua. 

Ia diberi makan dengan teratur oleh para hantu jahat. Gua itu gelap sekali. Namun untunglah di dalam gua tersebut ada celah disampingnya, sehingga Suri Ikun masih bisa melihat ada sinar masuk ke dalam gua. Dari celah gua, Suri Ikun melihat ada dua ekor anak burung kelaparan. Ia kemudian membagi makanan miliknya dengan anak-anak burung.

Setelah sekian tahun Suri Ikun ditawan di dalam gua gelap, anak-anak burung itupun tumbuh menjadi burung sangat besar & kuat. Burung-burung tersebut merasa kasihan dengan nasib Suri Ikun. Para burung ingin membebaskannya dari hantu jahat. Pada suatu ketika, hantu-hantu itu membuka pintu gua, dua burung segera mengambil kesempatan itu untuk menyerang dan mencederai hantu hantu tersebut. 

Lalu mereka membawa dan menerbangkan Suri Ikun ke suatu daerah berbukit-bukit & tinggi. Ternyata kedua burung yang ditolong Suri Ikun selama ini adalah burung sakti. Dengan kekuatan saktinya, burung-burung besar tersebut membangun sebuah istana megah lengkap dengan para pengawal & pelayan istana. 

Akhirnya Suri Ikun kini tinggal bahagia di sebuah istana megah lengkap beserta pengawal & pelayan istana.

***

Budi cukup lama main wayangnya dan akhirnya, ya selesai juga gitu. Eko memuji pertunjukkan wayang Budi, ya begitu juga ceritanya bagus gitu. Budi menaruh wayang di kursi kosong.

"Melanjutkan omongan kita yang tadi. Kadang lebih baik sih, ya baik-baik saja omongannya atau komentar ini dan itu, ya manis gitu dari pahit, ya bisa menyinggung gitu," kata Budi.

"Omongan baik-baik, ya manis, ya baik sih. Dari pada pahit. Berkata manis-manis itu seperti pedagang, ya agar barang dagangan laku," kata Eko.

"Memang pedagang itu berkata manis, ya agar barang dagangannya laku. Jadi ekonomi berjalan dengan baik, ya barang dagangannya laku," kata Budi.

"Emmmm," kata Eko.

Eko dan Budi, ya melanjutkan acaranya main catur lah. Sedangkan Abdul, ya tidak main ke rumah Budi, ya Abdul sedang mendengarkan musik di radio, di Hp-nya.....sambil menikmati minum kopi dan makan rotilah.

BUJANG AWANG TABUANG

Budi dan Eko duduk di depan rumahnya Budi, ya sambil menikmati minum kopi dan juga makan gorengan, ya gorengannya beli lah.

"Kalau di pikir dengan baik, ya banyak orang yang lebih baik cerita, ya dari pada aku, ya kan Eko?" kata Budi.

"Kenyataannya begitu. Ya banyak orang bercerita, ya lebih baik dari Budi. Yang buat cerita terkenal dari bentuk novel atau cerpen, ya di angkat ke sinetron, komedi dan film, ya tujuannya nilai ekonomi, ya uang. Ya tayangnya di Tv, bioskop dan Youtobe," kata Eko.

"Tambahan Eko. Cerita cerita di radio," kata Budi.

"Ya cerita cerita di radio, ya kaya zaman dulu saja," kata Eko.

"Maka itu. Aku cuma sekedar cerita saja!" kata Budi.

"Aku paham omongan Budi!" kata Eko.

"Ngomong-ngomong aku pernah menggombal sama cewek," kata Budi.

"Terus!!!" kata Eko.

"Ceweknya susah untuk di taklukin," kata Budi.

"Cewek punya pertahan yang hebat, ya tidak bisa di taklukkan," kata Eko.

"Ya gimana enggak hebat tuh cewek. Cowoknya tuh cewek ada," kata Budi.

"Cewek yang di gombalin Budi ternyata sudah punya cowok. Ya pantes tidak mudah di taklukin," kata Eko.

"Untungnya cewek yang aku gombalin baik. Cowoknya cewek itu baik. Karena niat ku kan cuma membuktikan gombalan aku saja," kata Budi.

"Coba ke cewek jomlo. Kemungkinan Budi di terima gombalan Budi sama cewek jomlo," kata Eko.

"Kemungkinan sih. Kan ada cerita tentang cowok yang gombalin cewek jomlo. Eeeeeee cowok mau di hajar sama cewek itu, ya di kirain cewek itu...cowok penggangu gitu," kata Budi.

"Kalau gitu sih salah sasaran target," kata Eko.

"Sifat tuh cewek liar banget. Sangking beraninya gitu," kata Budi.

"Kalau tahu sifat cewek seperti itu sih. Lebih baik menghindar lah. Kena pukul tuh cewek, ya sakit  juga lah," kata Eko.

"Ya aku sih, ya jadinya aku masih menikmati keadaan ku.... jomlo lah," kata Budi.

"Emmmm," kata Eko.

"Ya seperti biasanya saja. Aku bercerita pake wayang yang aku buat dari kardus, ya kreatif. Ya sekedar hiburan kita, ya kan Eko?!" kata Budi.

"Sekedar hiburan kita. Jadinya aku jadi penonton yang baik!" kata Eko.

Budi telah mengambil wayang yang di taruh di kursi, ya wayang di mainkan dengan baik gitu. Eko, ya menonton pertunjukkan Budi dengan baik gitu.

Cerita yang di ceritakan Budi :

Bujang Awang Tabuang, bercerita tentang seorang pemuda tampan dengan sihir mandraguna. Ia adalah putra Raja Kramo Kratu Agung dan permaisurinya Putri Rimas Bangesu. Karena dianggap tidak bisa melahirkan, Putri Rimas Bangesu diasingkan ke tengah hutan oleh suaminya sendiri atas saran seorang penasehat kerajaan.

Dahulu di Kabupaten Bengkulu terdapat sebuah kerajaan yang bernama Peremban Panas. Kerajaan Peremban Panas diperintah oleh Raja Kramo Kratu Agung. Permaisuri bernama Putri Rimas Bangesu. Raja memerintah dengan adil dan bijaksana. Orang-orang Kerajaan Peremban Panas sangat menghormati dan mencintai raja mereka.

Namun, kebahagiaan Prabu Kramo Kratu Agung sedikit terganggu, karena setelah enam tahun menikah dengan Putri Rimas Bangesu, mereka belum juga dikaruniai seorang anak. Sang Raja khawatir, siapa yang akan melanjutkan tahta kerajaannya nanti. Kerabat pemerintah kemudian bertemu untuk membahas masalah ini. 

Setelah mereka berdiskusi, hasil diskusi keluarga kerajaan mengejutkan Putri Rimas Bangesu. Mereka memutuskan bahwa Raja harus menikahi wanita lain. Sedangkan Putri Rimas Bangesu harus diasingkan ke tengah hutan. Tak lama kemudian, Putri Rimas Bangesu diasingkan ke tengah hutan. Ia ditemani seekor harimau dan sepasang kera. Pemerintah membuat gubuk di tengah hutan sebagai tempat pengasingan Ratu. Bahkan, saat diasingkan, Permaisuri sedang hamil, hanya Raja Kramo Kratu Agung yang tidak tahu. 

Setelah tinggal di pengasingan begitu lama, seorang anak laki-laki tampan dan sehat lahir dari rahim Permaisuri. Permaisuri memberinya nama Bujang Awang Tabuang. Di bawah asuhan ibunya, ditemani oleh seekor harimau dan sepasang kera, Bujang Awang Tabuang tumbuh menjadi seorang pemuda yang kuat, tampan, tangguh dan sakti. Waktu terus bergulir hingga Bujang Awang Tabuang mencapai usia tujuh belas tahun. Ibunya selalu membohonginya, setiap kali Bujang menanyakan siapa ayahnya. Ibunya akan mengatakan bahwa ayahnya Bujang adalah Dewa.

Namun kini Bujang telah menjadi dewasa muda. Permaisuri merasa sudah saatnya Bujang mengetahui siapa ayah kandungnya. Putri Rimas Bangesu akhirnya mengatakan bahwa Raja Kramo Kratu Agung adalah ayah kandungnya. Ia pun menceritakan peristiwa yang menimpa dirinya diasingkan dari istana.

Mengetahui hal tersebut, Bujang meminta izin kepada ibunya untuk pergi ke istana Kerajaan Peremban Panas untuk mencari ayahnya. Meski merasa enggan, namun Putri Rimas Bangesu tetap mengizinkan. "Hati-hati kamu Bujang. Sebisa mungkin hindari pertengkaran atau pertengkaran di jalan. Aku akan terus berdoa untukmu.” kata Ibu.

Keesokan harinya, Bujang Awang Tabuang berangkat ke istana Kerajaan Peremban Panas. Dari hutan dia berjalan sendirian selama berhari-hari. Setiap kali bertemu dengan warga, dia akan menanyakan kemana arah Istana Pemerintah Peremban Panas. Akhirnya, Bujang tiba di istana Kerajaan Peremban Panas. Sesampainya di gapura keraton, Bujang langsung masuk ke dalam keraton. Tingkah lakunya membuat para pengawal istana berusaha menghentikannya. "Saya ingin bertemu Raja Kramo Kratu Agung." kata Bujang kepada para penjaga gerbang istana.

"Kamu tidak bisa begitu saja memasuki istana dengan perutmu. Baginda Raja Kramo Kratu Agung tidak bisa diganggu. Dia ingin menikahi Putri Rambut Perak dari Kerajaan Pinang Jarang.” kata para penjaga.

Namun, Bujang tetap memaksanya masuk, sehingga penjaga harus mengusirnya. Tidak diterima diusir, Single melawan penjaga. Alhasil, terjadilah perkelahian di antara mereka. Bujang Awang Tabuang tampaknya terlalu tangguh bagi para penjaga gerbang istana. Ketika tentara lain datang untuk menyerang Bujang, Bujang dengan mudah mengalahkan mereka semua. Para prajurit akhirnya melarikan diri dari Bujang. Beberapa prajurit segera melaporkannya ke Patih Kerajaan.

Merasa lelah setelah menempuh perjalanan jauh, Bujang kemudian tidur di bawah pohon di alun-alun keraton. Suara dengkurannya begitu keras hingga membuat istana kerajaan bergetar seperti baru saja diguncang gempa. Getaran seperti gempa bumi, membuat seluruh istana bergetar. Raden Tumenggung, Patih Kerajaan Peremban Panas segera keluar mencari sumber kekacauan. Dia menemukan Bujang Awang Tabuang tidur mendengkur di bawah pohon di alun-alun istana. "Hey bangun! Jangan membuat keributan di istana Pemerintah. Apa maksudmu membuat kekacauan! ” teriak Raden Tumenggung dengan kasar.

Bujangan itu bangun, lalu ia masuk ke dalam istana mencari Raja Kramo Kratu Agung. Dia sama sekali tidak peduli dengan Raden Tumenggung. Melihat sikapnya yang kasar, Raden Tumenggung langsung menyerang Bujang tanpa ragu. Terjadilah perkelahian antara keduanya. Lagi-lagi Bujang menunjukkan ketangguhannya dalam bertarung. Dalam waktu singkat ia mampu mengalahkan Raden Tumenggung.

Bujang Awang Tabuang kemudian memasuki istana. Di dalam istana dia mengamuk menghancurkan apa pun yang ada di depannya. Para prajurit istana dibuat berantakan karena tidak mampu menghadapinya. Raja Kramo Kratu Agung akhirnya turun tangan langsung menghadapi pemuda pembuat onar itu. Keduanya bertarung sengit selama satu hari satu malam. Keduanya belum tahu bahwa mereka berdua adalah ayah dan anak. Karena tidak ada tanda-tanda siapa yang menang dan siapa yang kalah, akhirnya Raja Kramo Kratu Agung meminta Bujang menghentikan pertarungan.

"Ayo, anak muda. Sepertinya perjuangan kita tidak akan pernah berakhir. Siapa yang berani membuat kekacauan di istana? Saya Raja Kramo Kratu Agung. Katakan padaku apa kebutuhanmu?” kata Raja.

Si bujangan terkejut bahwa lawannya adalah ayah yang dia cari. "Maaf, Raja. Pelayannya adalah Bujang Awang Tabuang, anak dari Putri Rimas Bangesu. Saat ibuku diasingkan ke hutan, ternyata ibuku sedang mengandung seorang budak.” kata Bujang.

"Jadi kamu anakku, anak muda?" kata Raja.

"Dia baik-baik saja. Sekarang ibuku masih di hutan.” kata Bujang.

Raja Kramo Kratu Agung segera memeluk putranya. Dia meminta maaf karena telah mengasingkan dan menyia-nyiakan ibunya. Raja mengaku tidak mengetahui bahwa Putri Rimas Bangesu saat diasingkan sedang hamil. Raja kemudian membatalkan pernikahannya dengan Putri Berambut Perak.

Keesokan harinya, Raja bersama Bujang Awang Tabuang dan para prajurit pergi ke hutan tempat Putri Rimas Bangesu diasingkan untuk menjemputnya. Kemudian Raja Karmo Kratu Agung bertemu kembali dengan istrinya Putri Rimas Bangesu. Keduanya berpelukan sambil menangis. Sang Raja kemudian membawa istrinya kembali ke istana Kerajaan Peremban Panas dengan menaiki kereta yang indah.

Akhirnya Bujang Awang Tabuang hidup bahagia bersama orang tuanya di istana Kerajaan Peremban Panas. Meski tinggal di keraton, Bujang Awang Tabuang tidak melupakan harimau dan kera yang menemaninya sejak kecil. Para lajang sering mengunjungi mereka di hutan. Dia biasa mengobrol dengan mereka seperti ketika dia masih kecil.

***

Budi cukup lama main wayang dan akhirnya selesai gitu. Ya Eko memuji pertunjukkan wayangnya Budi dan juga ceritanya, ya bagus gitu. Budi menaruh wayang di kursi kosong lah. Keduanya melanjutkan acara main caturlah. Sedangkan Abdul, ya tidak main ke rumah Budi. Ya Abdul sedang duduk santai di rumahnya, ya tepatnya ruang tengah, ya menikmati minum teh, makan gorengan dan mendengarkan musik radio di Hp lah.

CAMPUR ADUK

BAD NEWS BEARS

Malam hari, ya bulan bersinar dengan baik. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus...tema cinta di chenel MDTV, ya seperti biasa s...

CAMPUR ADUK