CAMPUR ADUK

Wednesday, April 6, 2022

TAKJIL

Dono selesai sholat magrib di mesjid, ya salah satu mesjid yang ada di kota Batam. Dono sudah buka puasa dengan makan kurma saja yang ia bawa sih. Dono memutuskan pulang ke rumahnya, ya dengan berjalan kaki. Sebenarnya sih Dono, ya bisa pake motor kemana-mana....jadinya mudah dan cepat gitu. Dono memilih jalan kaki, ya tujuannya sehat dan menikmati keadaan lingkungan dengan baik.

Dono melihat seorang anak jalanan yang ada di jalanaan. Anak jalanannya, ya kerjaannya apa ya? Ooooo ini saja....penjual koran. Ya koran banyak memberikan infomasi ini dan itu, ya jadi wawasan tentang ini dan itu....bertambah dengan baik banget. Ternyata masih ada penjual takjil dan juga gorengan di depan toko gitu, ya bisa di bilang di pinggir jalan. Dono memutuskan untuk membeli takjil dan juga gorengan pada pedagang yang berjualan takjil dan gorengan.

Setelah Dono membeli takjil dan gorengan, ya Dono menghampiri anak jalanan yang berjualan koran. Dono membeli koran dan memberikan takjil sama anak jalanan. Ya anak jalanan senang dagangan korannya di beli dan juga di beri makanan takjil. Dono pun meninggalkan anak jalanan, ya Dono bergerak menuju rumahnya, ya sambil makan gorengan lah, ya bisa di bilang menikmati hidup apa adanya...surga dunia, surga kehidupan ini.

"Di bulan Ramadhan berbuat kebaikan dengan memberikan makanan pada anak jalanan, ya berupa makan takjil, ya nilai kebaikan. Ya biasanya anak jalanan, ya anak orang miskin. Anak jalanan miskin tetap berusaha dengan baik mencari rezeki dengan cara yang baik dengan berjualan koran," celoteh Dono. 

Dono terus berjalan, ya sambil menikmati makan gorengan. Sedangkan Indro dan Kasino, ya berada di rumah di kota Jakarta. Indro menikmati makan takjil, ya setelah sholat magrib lah. Ya Kasino, ya sama menikmati makan takjil. 

"Nikmat makan dan minuman itu harus di syukuri dengan baik," kata Indro. 

"Ya omongan Indro bener lah," kata Kasino, ya menegaskan omongan Indro. 

"Cerita di buat Dono di Blog-nya, ya dapat menyinggung pembaca karena...di buat Exrim, ya melebihi dari takaran yang biasanya. Gimana Kasino?" kata Indro. 

"Ya..tulis saja maaf. Kan sekedar cerita. Manusia yang memahami ilmu agama dengan baik, ya pasti bisa memaafkan. Apalagi sekarang ini bulan Ramadhan. Ya pastinya pintu maaf itu di buka selebar-lebarnya," kata Kasino. 

"Manusia yang memahami ilmu agama dengan baik, ya pasti di maafkan. Ya perkara kecil, ya cuma cerita saja," kata Indro. 

"Emmmm," kata Kasino. 

"Padahal...cerita tentang mendengarkan suara Roh, ya beneran. Karena di ambil dari kisah dari seorang pemuda, ya kisah nyata banget," kata Indro. 

"Misterinya kehidupan ini," kata Kasino. 

Kasino dan Indro terus menikmati makan takjilnya, ya sampai kenyang. Setelah itu, ya Kasino dan Indro melaksanakan sholat isya dan tarawih di mesjid. Sedangkan Dono, ya belum sampai rumah sih. Dono mampir di mesjid untuk sholat isya dan juga tarawih. 

Tuesday, April 5, 2022

CINTA SAMPAI MATI

Malam hari, ya di bulan Ramadhan. Budi duduk di depan rumahnya, ya setelah baca al qur’an di ruang tamu, ya biasa sih di usahakan untuk khatam baca al qur’an di bulan Ramadhan. Budi yang telah memegang gitarnya segera di mainkan gitarnya dan menyanyikan sebuah lagu dengan baik.

Lirik lagu yang dinyanyikan Budi dengan baik dengan judul ‘Cinta Sampai Mati’ : 

“Duhai engkau, sang Belahan Jiwa

Namamu terukir dalam pusara

Di setiap langkah, ku s'lalu berdoa

Semoga kita bersama

Duhai engkau, tambatan hatiku

Labuhkanlah cintamu di hidupku

Ku ingin kau tahu betapa merindu

Hiduplah engkau denganku

Dengarkanlah

Di sepanjang malam, aku berdoa

Bersujud dan lalu aku meminta

Semoga kita bersama

Dengarkanlah

Di sepanjang malam, aku berdoa

Cintaku untukmu s'lalu terjaga

Dan aku pasti setia

Ho-oh-oh

Ho-wo-oh-ho-oh-wo-wo-ho-oh

Ho-wo-uh-wo-oh-uh

Duhai engkau, tambatan hatiku

Labuhkanlah cintamu di hidupku

Ku ingin kau tahu betapa merindu

Hiduplah engkau denganku

Dengarkanlah

Di sepanjang malam, aku berdoa

Bersujud dan lalu aku meminta

Semoga kita bersama

Dengarkanlah

Di sepanjang malam, aku berdoa

Cintaku untukmu s'lalu terjaga

Dan aku pasti setia

dengarkanlah

(Di sepanjang malam, aku berdoa)

Ku berdoa (bersujud dan lalu aku meminta)

Dan meminta (semoga kita bersama)

Wo-oh, dengarkanlah

Di sepanjang malam, aku berdoa

Cintaku untukmu s'lalu terjaga

Dan aku pasti setia

Ku setia”

***

Budi pun selesai main gitarnya dan bernyanyi, ya gitar di taruh di kursi yang kosong. Budi mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik kopi lah. Eko pun dateng ke rumah Budi. Seperti biasa motor di parkirkan dengan baik di depan rumah Budi lah. Eko pun duduk bersama Budi lah. Ya Budi menaruh gelas berisi kopi di meja dengan baik.

“Malam di bulan Ramadhan,” kata Eko.

Eko mengambil bakwan gorengan di piring dan di makan dengan baik bakwan gorengan lah.

“Memang malam di bulan Ramadhan,” kata Budi.

“Tenang banget,” kata Eko.

“Ya…begini keadaan daerah sini,” kata Budi.

Budi mengambil bakwan gorengan di piring, ya di makan dengan baik bakwan goreng lah. Eko selesai makan bakwan satu buah, ya membuat kopi lah.

“Cinta sampai mati…harus apa tidak?” kata Budi.

Eko selesai buat kopinya, ya di minum dengan baik kopinya.

“Cinta sampai mati….harus apa tidak? Ya sebenarnya…tergantung siapa orang yang cintai itu? Ya pantes mendapatkan cinta dengan sepenuh hati, ya sampai mati….tidak masalah sih,” kata Eko.

Eko menaruh gelas berisi kopi di meja.

“Orang yang di cintai itu membuat kesan yang baik. Tidak masalah….cinta sampai mati,” kata Budi.

Budi selesai makan bakwan goreng, ya mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik kopi lah.

“Kaya cerita tentang Dono dan Wulan, ya cinta sampai mati,” kata Eko

Gelas berisi kopi di taruh di meja sama Budi.

“Iya cerita tentang Dono dan Wulan, ya cinta sampai mati,” kata Budi menegaskan omongan Eko.

“Setiap kenangan bersama orang yang di cintai, ya membuat luka terbuka kembali,” kata Eko.

“Memang kenangan yang berkesan susah untuk di lupakan,” kata Budi.

“Obatnya sih. Ya……penggantinya Wulan,” kata Eko.

“Memang sih. Obatnya itu adalah orang yang di sukai, ya penggantinya Wulan, ya bisa menghilangkan kenangan masa lalu dan berusaha berjalan di masa depan dengan baik, ya bersama orang yang di sukai,” kata Budi.

“Jika orang yang di sukai tidak bisa di harapkan. Kenyataan putus karena ada masalah,ya Rara menikah dengan orang pilihan orang tua Rara. Ya obatnya…cuma berserah diri pada Tuhan. Ya menjalankan ibadah dengan baik. Apalagi di bulan Ramadhan. Lebih baik lagi di tekunin ibadahnya. Ketenangan di dapatkan dengan baik,” kata Eko.

“Berserah diri pada Tuhan. Jalan yang terbaik. Obat yang terbaik. Ibadah dengan baik. Ketenangan yang di dapatkan. Keikhlasan hati di dapatkan dengan baik,” kata Budi.

“Sudah ngomongin urusan cinta. Lebih baik main catur!” kata Eko.

“Ok…main catur!”  kata Budi.

Budi mengambil papan catur di bawah meja, ya di taruh di atas meja papan catur. Budi dan Eko menyusun dengan baik bidak catur di atas papan catur. Keduanya main catur dengan baik. Sedangkan Abdul, ya di rumahnya, ya tepatnya di kamarnya. Abdul sedang baca al-qur’an dengan baik dengan tujuannya khatam baca al-qur’an di bulan Ramadhan.

Sunday, April 3, 2022

APA KURANGNYA AKU?

Malam yang tenang bulan Ramadhan. Eko dan Budi, ya telah selesai sholat tarawih di mesjid. Eko dan Budi duduk di depan rumah Budi, ya sambil menikmati makan gorengan dan juga minum kopi lah.

“Apa kurangnya aku?” kata Budi.

Eko merasa aneh dengan omongan Budi. Eko berkata “Budi….omongan tadi maksudnya apa?”

“Omongan aku tadi, ya tentang cewek yang belum mendapatkan cowok,” kata Budi.

“Cewek toh!” kata Eko.

“Cerita…Eko,” kata Budi.

“Oooooo cerita toh. Ceritanya seperti apa?,” kata Eko.

“Begini ceritanya,” kata Budi.

Eko mendengarkan dengan baik cerita Budi lah.

Isi cerita yang di ceritakan Budi :

Nama tokohnya siapa ya? Ini saja…….Vita. Vita kuliah di Jakarta. Dengan baik, ya Vita menjalankan kehidupan mahasiswi dengan baik. Vita telah berpikir dengan baik, ya ingin menikah dengan cowok yang baik yang menyukainya. Apalagi Vita sudah semester trakhir, ya belum juga punya cowok. Sedangkan Tina temannya Vita, ya teman kuliah yang paling dekat banget. Tina sudah berganti pacar sampai tiga kali karena cowoknya, ya tukang selingkuh sih. Tina berharap cowok yang ketiga, ya terakhir menurut Tina, ya tidak jadi cowok selingkuh sih. Vita banyak belajar dari Tina, ya tetang cowok karena pengalaman Tina yang pacaran dan juga telah pernah sakit hati karena cowok juga sih.

Vita tetap belum mendapatkan cowok yang di jadikan pacar. Vita hatinya berkata di saat Vita di depan cermin “Kenapa ya cowok tidak tertarik pada aku? Padahal aku ini cantik. Apa kurangnya aku?”. Vita  tidak mau berlarut-larut dengan dirinya yang belum punya pacar, ya masih jomlo lah. Vita menjalankan aktivitasnya seperti biasa saja. Sampai urusan skripsi pun selesai, ya berarti Vita telah selesai menyesaikan pendidikannya, ya tinggal wisuda saja.

“Keberhasilan aku dalam pendidikan karena aku fokus kuliah dengan baik,” kata Vita.

Tina yang kerjaannya pacar, ya belum menyelesaikan pendidikannya. Wisuda Tina di tunda tahun depan. Vita pun menjalankan wisudanya dengan baik, ya bersama teman-teman satu angkatan. Vita telah wisuda, ya berpikir untuk bekerja di perusahaan. Pikiran yang lain, ya Vita ingin santai dulu gitu. Vita ingin menghilang kepenatan dirinya karena fokus kuliah sampai selesai. Vita pun pulang kampung di Sidoharjo. Ya di kampung, ya Vita tinggal dengan kakek dan nenek lah. Vita menjalankan kehidupannya dengan baik sebagai gadis desa yang baik, ya tapi sudah punya gelar pendidikan S1, berarti Vita tidak bisa dianggap enteng dari segi kepintaran gitu.

Vita bertemu dengan cowok yang menyebalkan bernama Ivan. Ya Ivan anak orang kaya sih dan pendidikannya tinggi S1. Vita tidak tahu siapa Ivan itu ? Vita tidak suka dengan Ivan gitu. Ya Ivan suka dengan Vita. Rasa suka Ivan dengan Vita, ya suka-suka banget gitu. Karena rasa suka Ivan sama Vita, ya jadinya Ivan terus berusaha bertemu dengan Vita. Ya Vita merasa jengkel banget terus-terusan bertemu dengan Ivan. Sampai Ivan bertemu dengan kakek dan nenek di rumah sih. Ivan menyatakan untuk menikah dengan Vita. Ya kakek dan nenek setuju sih Ivan menikah dengan Vita. Tetap saja Vita menolaknya Ivan. Vita yang liburan di kampung kacau karena ada cowok yang menyukainya sampai ingin menikahinya. Vita memutuskan untuk kembali ke Jakarta, ya untuk kerja lah.

Di perjalan menuju Jakarta, ya Vita berpikir dengan baik tentang Ivan. Vita merasa dirinya suka dengan Ivan karena Ivan berusaha dengan baik untuk mendapatkan Vita dengan caranya yang dapat menyenangkan Vita. Vita menyembunyikan rasa suka sama Ivan dan yang di tunjukkan rasa jengkel saja di depan Ivan . Vita membuang pikiran itu, ya berusaha fokus dengan keinginannya untuk bekerja di perusahaan, ya di Jakarta. Ivan tahu Vita ke Jakarta. Ivan memutuskan untuk mengejar cintanya ke Jakarta.

Vita melamar kerjaan di perusahaan bonafit di Jakarta. Wawancara pun berhasil dengan baik, ya Vita pun masuk kerjaan di perusahaan yang bonafit. Vita menjalankan dengan baik, ya kerja di perusahaan sih. Sampai akhirnya Vita bertemu dengan Ivan juga di perusahaan. Vita memang terkejut bertemu dengan Ivan di satu perusahaan dan juga Vita tidak menyangka kalau Ivan itu pinter, ya bergelar S1. Vita mengingat dengan baik di kampung, ya Ivan itu kelakuannya selayaknya orang kampung dan tidak terlihat pendidikan tinggi gitu. Ivan yang suka dengan Vita, ya Ivan terus dekat Vita dengan tujuan sih, ya menikahi Vita. Vita membuka hati untuk Ivan, ya urusan tetap saja masih sebatas teman. Lisa teman kerja Vita di perusahaan, ya menyukai Ivan sih. Lisa terus berusaha dekat dengan Ivan. Vita makin jengkel banget dengan kedekatan Ivan dan Lisa.

Lisa berusaha dengan baik agar Ivan menerima cinta Lisa. Ivan dengan baik, ya menolak Lisa dan menerima Lisa sebagai teman baik saja. Ivan terus menjalankan rencananya ingin menikahi Vita, ya cewek yang benar-benar di sukai Ivan. Ivan bertemu dengan orangtua Vita di rumah. Ya orang tua Vita setuju Ivan jadian dengan Vita, ya menikah gitu. Sebenar sih Vita tetap jengkel dengan Ivan, ya hanya di depan Ivan saja. Di dalam hati Vita, ya Vita telah menyukai Ivan sih. Pergolakan terjadi di dalam diri Vita. Ivan tahu banget tentang Vita masih menolaknya. Ivan pun memutuskan untuk tidak memaksakan dirinya untuk menikahin dengan Vita.

Vita telah mengecewakan Ivan sekian kalinya. Ivan ingin bersikap biasa-biasa saja dengan Vita. Akhirnya Vita memutuskan menerima menikah dengan Ivan. Vita telah setuju menikah dengan Ivan, ya jadinya di segerakan menikah dengan Ivan. Pernikahaan pun di jalankan dengan baik banget, ya teman dekat Vita…..si Tina, ya di undang di pernikahan Vita dengan Ivan. Tina tetap bersama cowoknya ketiga, ya urusan pacaran langgeng sih. Acara pernikahan di jalankan dengan baik sampai selesai. Bulan madu pun, ya Vita dan Ivan memilih untuk di kampung, ya Sidoharjo sih. Di kampung, ya Ivan pun bercerita dengan baik siapa dirinya pada Vita. Ivan ternyata teman baik Vita semasa SD, ya berjanji dengan baik ingin menikahi Vita karena permintaan Vita yang masih kekanak-kanakan pada masa SD sih. Vita merasa senang banget menikah dengan Ivan karena Ivan adalah cowok yang baik yang dapat memenuhi janji masa kecil di masa SD, ya janji kekanak-kanakan banget sih. Ivan dan Vita hidup bahagia.

***

Cerita pun selesai di ceritakan Budi.

“Begitulah ceritanya,” kata Budi.

“Cewek yang belum dapet pacar, ya memang sih merasa dirinya kurang apa. Kok belum dapet pacar gitu? Padahal diri cewek itu cantik,” kata Eko.

“Emmmm,” kata Budi.

“Kalau belum waktunya bertemu dengan jodoh, ya biasanya sih….cewek masih sendiri gitu,” kata Eko.

“Realita kehidupan ini,” kata Budi.

“Memang,” kata Eko.

Abdul sampai di rumah Budi, ya memarkirkan dengan baik motornya di depan rumah Budi. Abdul duduk dengan baik bersama Eko dan Budi.

“Puasa di jalankan dengan baik. Sholat tarawih di jalankan dengan baik,” kata Abdul.

“Sebagai muslim yang baik, ya menjalankan aturan agama dengan baik,” kata Eko.

“Memang muslim yang baik menjalankan ibadah di bulan Ramadhan dengan baik,” kata Budi.

“Kalau begitu main kartu remi saja,” kata Eko.

“Apa lebih baik kita baca al-qur’an?” saran Abdul.

“Di mesjid kan sudah,” kata Budi.

“Aku juga sudah sih baca al-qur’an di mesjid,” kata Eko.

“Ya…aku juga sudah sih baca al-qur’an di mesjid. Di bulan Ramadhan ini lebih baik khatam baca al-qur’an. Jadi baca al-qur’an lagi,” kata Abdul.

“Khatam baca al-qur’an di bulan Ramadhan. Ok baca al-qur’an. Main kartu reminya lain kali saja!” kata Eko.

“Memang lebih baik….baca al-qur’an,” kata Budi.

“Baik..kan baca al-qur’an di bulan Ramdhan, ya sampai khatam, ya di usahakan dengan baik,” kata Abdul.

Abdul, Budi dan Eko yang sepakat untuk baca al-qur’an. Ya Budi mengambil kitab al-qur’an, di meja di dalam rumah. Kitab al-quran, ya diberikan sama Budi ke Eko dan Abdul untuk di baca dengan baik. Ketiganya pun baca al-qur’an dengan baik banget.

Friday, April 1, 2022

ASMARA

Budi duduk santai di depan rumahnya. Budi sedang memegang gitar, ya di memainkanlah gitarnya dengan baik dan juga menyanyikan sebuah lagu dengan judul 'Asmara'.

Lirik lagu yang dinyanyikan Budi :

"Bila tak ada lagi cintamu

Yang indah untukku

Harusnya kau tahu betapa hidupku

Sepi tak sempurna

Bila tak ada lagi sayangmu

Yang tulus untukku

Harusnya kau tahu betapa hidupku

Sakit dan kuterluka

Hingga aku terjatuh tersiksa batinku

Sudah tak sempurna

Rusaklah harapanku dan lalu kau pergi

Kini terbang jauh hilang

Asmara ini telah menyakitkanku

Cinta menusuk jantungku

Dan merusak hidupku

Oh

Asmara kurang apa ku padamu

Sampai kau tak kenal aku

Hingga kuterluka

Oh

Oh hingga aku terjatuh tersiksa batinku

Sudah tak sempurna

Rusaklah harapanku terlalu kau pergi

Kini terbang jauh hilang

Asmara ini telah menyakitkanku

Cinta menusuk jantungku

Dan merusak hidupku

Oh

Asmara kurang apa ku padamu

Sampai kau tak kenal aku

Hingga kuterluka

Asmara ini telah menyakitkanku

Cinta menusuk jantungku

Dan merusak hidupku

Oh

Asmara kurang apa ku padamu

Sampai kau tak kenal aku

Oh hingga kuterluka"

***

Budi selesai menyanyikan lagunya dengan baik, ya menaruh gitar di kursi yang kosong lah. Budi mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik.

"Nikmatnya minum kopi enak," kata Budi.

Budi pun menaruh gelas berisi kopi di meja. 

"Emmmm baca koran ah," kata Budi.

Budi mengambil koran di bawah meja dan di baca dengan baik koran lah.

"Oooooooo berita tentang agama, ya penetapan puasa bulan Ramadhan, ya telah di tetapkan dengan sidang Isbad. Ok. Puasa Ramadhan di jalankan dengan baik. Karena aku beragama Islam. Selayaknya menyakini agama Islam dengan baik, ya menjalankan aturan-aturan agama Islam dengan baik lah," kata Budi.

Budi terus membaca berita di koran dengan baik dari berita dalam negeri, ya urusan pemerintahan, ekonomi, sosial, politik, budaya, seni, olah raga, hiburan, ya sampai dengan berita kriminalitas. Sedang berita luar negeri, ya dari urusan pemerintahan negara lain yang ini dan itu. Eko pun sampai di rumah Budi, ya memarkirkan dengan baik motornya di depan rumah Budi lah. Eko pun duduk bersama dengan Budi lah.

"Suasana keadaan lingkungan sini tenang," kata Eko.

Eko mengambil bakwan goreng di piring, ya di makan dengan baik bakwan goreng lah. Budi berhenti membaca korannya, ya koran di taruh di atas meja lah. 

"Sidang Isbad telah menetapkan puasa Ramadhan," kata Eko.

"Beritanya aku baca dengan baik di koran," kata Budi.

"Ya...seperti biasanya aku menjalankan puasa di bulan Ramadhan," kata Eko.

Eko selesai makan bakwan satu buah, ya Eko membuat kopi dengan baik. 

"Aku juga menjalankan puasa di bulan Ramadhan," kata Budi.

Budi mengambil bakwan di piring, ya di makan dengan baik bakwan lah. Eko selesai membuat kopi, ya di minum dengan baik kopi lah.

"Berkumpul dengan orang-orang sholeh di mesjid, ya menjalankan sholat tarawih, ya memperkuat tali persaudaraan dan juga keimanan jadi kuat," kata Eko.

"Memang berkumpul dengan orang-orang sholeh di mesjid, ya menjalankan sholat tarawih, ya memperkuat tali persaudaraan dan juga keimanan semakin kuat," kata Budi, ya menegaskan omongan Eko.

Eko menaruh gelas berisi kopi di meja. Budi selesai makan bakwan goreng, ya mengambil gelas berisi kopi di meja, ya di minum dengan baik kopi lah.

"Acara Tv, ya seperti biasa menyuguhkan acara-acara Ramadhan dengan baik," kata Eko.

Budi menaruh gelas berisi kopi di meja lah.

"Realitanya kan seperti itu, ya acara Tv di bulan Ramadhan," kata Budi.

Eko melihat gitar di kursi, ya Eko berkata "Budi abis main gitar ya?"

"Iya aku abis main gitar," kata Budi.

"Lagu apa yang di nyanyikan Budi?" kata Eko.

"Lagu...dengan judul 'Asmara'....," kata Budi.

"Asmara toh. Kisah cinta," kata Eko.

"Emmmm," kata Budi.

"Jangan-jangan Budi menyanyikan lagu asmara, ya merasani cewek yang Budi sukai, ya sesuai dengan alur cerita dari lagu yang di nyanyikan Budi lah?" kata Eko, ya niatnya becanda gitu.

"Sekedar menyanyi saja Eko. Hiburan gitu," kata Budi.

"Aku paham sekedar hiburan, ya menyanyi dan bermain gitar. Kalau begitu main catur saja!" kata Eko.

"Ok...main catur!" kata Budi.

Budi mengambil papan catur di bawah meja, ya papan catur di atas meja lah. Budi dan Eko, ya menyusun dengan baik bidak catur di atas papan catur. 

"Kisah cinta itu ada yang bahagia, ya kan Eko?" kata Budi.

"Ya memang sih kisah cinta......ada yang bahagia. Contohnya : artis saja, yang kisah cintanya bahagia sampai pernikahan dan di karuniai buah cinta yang baik dan juga lucu. Jadinya menjalankan kehidupan rumah tangganya dengan baik, ya agama yang di yakini dengan baik, ya di jalankan juga baik," kata Eko.

"Ada pun kisah cinta.....tidak bahagia, ya bisa di bilang patah hati, ya kan Eko?" kata Budi.

"Ya memang sih kisah cinta.....ada yang tidak bahagia, ya patah hati. Contohnya : artis saja, yang kisah cintanya putus atau cerai dengan persoalan yang ini dan itu," kata Eko.

"Asmara," kata Budi.

"Asmirandah," kata Eko niatnya becanda.

"Kalau Asmirandah, ya nama artis itu mah Eko," kata Budi.

"Ya memang Asmirandah nama artis. Aku cuma becanda. Abisnya Budi....ngomong Asmara," kata Eko.

"Ya...ya....ya. Sekedar obrolan saja," kata Budi.

"Emmmmm," kata Eko.

Keduanya main catur dengan baik banget, ya sambil menikmati minum kopi dan juga gorengan lah.

CAMPUR ADUK

BAD NEWS BEARS

Malam hari, ya bulan bersinar dengan baik. Setelah nonton Tv yang acaranya menarik dan bagus...tema cinta di chenel MDTV, ya seperti biasa s...

CAMPUR ADUK