Setelah nonton Tv yang acaranya sinetron tema cinta, ya Eko duduk di depan rumahnya sambil menikmati minum kopi dan makan gorengan gitu.
"Baca buku ah!" kata Eko.
Eko mengambil buku di meja, ya buku di buka dengan baik, ya di pilih-pilih dengan baik cerpen yang ingin di baca. Terpilihlah salah satu cerpen yang di baca Budi dengan baik gitu.
Isi cerita yang di baca Eko :
Pada 2600 SM, raja tirani Ahk-Ton dari Kahndaq menciptakan Mahkota Sabbac untuk mendapatkan kekuatan besar. Setelah mencoba melakukan pemberontakan, seorang budak laki-laki diberi kekuatan Shazam oleh Dewan Penyihir, mengubahnya menjadi juara heroik Kahndaq, yang melawan Ahk-Ton, membunuhnya dan mengakhiri pemerintahannya.
Saat ini, Kahndaq ditindas oleh Intergang, ya sebuah organisasi tentara bayaran, ketika Adrianna Tomaz, seorang arkeolog dan pejuang perlawanan, mencoba menemukan Mahkota Sabbac dengan bantuan saudara laki-lakinya Karim dan rekan mereka Samir dan Ismael. Saat Adrianna mendapatkan mahkota, Intergang menyergap mereka dan membunuh Samir, memaksa Adrianna membaca mantra yang membangunkan Teth-Adam, yang dia yakini sebagai juara Kahndaq, dari tidurnya. Saat dia membantai sebagian besar pasukan Intergang, pejabat pemerintah AS Amanda Waller menganggap Adam sebagai ancaman dan menghubungi Justice Society untuk menangkapnya. Anggota Justice Society Hawkan, Doctor Fate, Topan, dan Atom Smasher tiba tepat waktu untuk menghentikan pembunuhan besar-besaran Adam dan menjelaskan kepada Adrianna bahwa Adam bukanlah penyelamat yang dimakamkan, tetapi pembunuh yang dipenjara.
Ismael mengungkapkan dirinya sebagai pemimpin divisi Kahndaq Intergang dan menculik putra remaja Adrianna, Amon, yang telah mencuri dan menyembunyikan mahkotanya. Adam, Adrianna, dan Justice Society menemukan mahkota tersebut dan berniat menukarnya dengan Amon. Mencapai Ismael, dia mengungkapkan dirinya sebagai keturunan terakhir Raja Ahk-Ton dan menginginkan tempatnya yang sah di atas takhta. Adrianna dengan rela memberikan mahkota untuk menyelamatkan nyawa Amon, tetapi Ismael mengkhianati bagiannya dari kesepakatan dan menembak Amon, menyebabkan Adam kehilangan kendali dan menghancurkan tempat persembunyian dengan kekuatannya, membunuh Ismael dan melukai Amon. Merasa bersalah, Adam melarikan diri ke reruntuhan istana Ahk-Ton dan mengungkapkan kepada Hawkman bahwa legenda juara Kahndaq salah dikaitkan; itu adalah putra Adam, Hurut, yang diberikan kekuatan Shazam dan menjadi juara Kahndaq. Mengetahui bahwa Hurut tidak terkalahkan, Ahk-Ton menginstruksikan para pembunuh untuk mengeksekusi keluarga Hurut, termasuk ibu Adam dan Hurut. Hurut memberi Adam kekuatannya untuk menyelamatkan nyawanya dan pembunuh Ahk-Ton segera membunuh Hurut yang tidak bertenaga, menyebabkan Adam yang marah membantai semua anak buah raja dan secara tidak sengaja menghancurkan istananya. Selanjutnya, dianggap tidak layak oleh Dewan Penyihir, Adam menyerang dan membunuh mereka semua dalam kemarahan kecuali Shazam, yang memenjarakannya bersama dengan Mahkota Sabbac di dalam apa yang menjadi makam Adam. Dengan Mahkota Sabbac di dalam apa yang menjadi makam Adam.
Merasa tidak mampu menjadi pahlawan sejati, Adam menyerah dan Justice Society membawanya ke situs hitam Gugus Tugas X bawah air rahasia di Antartika, di mana Takdir memiliki firasat tentang kematian Hawkman yang akan datang. Saat Lembaga Keadilan kembali ke kota, mereka menyadari Ismael dengan sengaja memprovokasi Adam untuk membunuhnya saat dia mengenakan Mahkota tepat saat Ismael terlahir kembali sebagai Sabbac, juara dari enam setan eponim dan bangkit dari dunia bawah untuk merebut tahtanya.
Saat Sabbac memanggil Legiun Neraka untuk meneror Kahndaq, orang-orang dikumpulkan oleh Amon, Adrianna, dan Karim untuk mengusir mayat hidup karena Justice Society gagal menghentikan Sabbac. Namun, Takdir menciptakan medan kekuatan sihir di sekitar reruntuhan yang mencegah rekan satu timnya masuk, mengungkapkan bahwa kematian Hawkman dapat dihindari dengan pengorbanannya. Saat dia melawan Sabbac sendirian, Takdir menggunakan proyeksi astral untuk melepaskan Adam saat berbicara dengannya dalam tidur cryo. Sabbac membunuh Takdir, dan sebagai hasilnya, melarutkan medan gaya. Hawkman segera masuk untuk menghadapi Sabbac sementara Atom Smasher dan Cyclone membantu melindungi warga sipil. Sabbac dengan cepat mengalahkan Hawkman, tetapi Adam tiba tepat pada waktunya untuk bergabung dalam pertarungan. Dengan bantuan dari Hawkman yang menggunakan helm Takdir, Adam membunuh Sabbac, dan Justice Society berpisah dengan Adam, yang menerima peran barunya sebagai pelindung Kahndaq setelah menghancurkan tahta lama dan mengadopsi nama baru: Adam Hitam.
Waller berkomunikasi dengan Adam yang memberontak dan memperingatkannya agar tidak meninggalkan Kahndaq. Setelah itu, Superman datang dan menyarankan agar mereka berbicara.
***
Cukup lama membaca cerpen yang ceritanya menarik, ya akhirnya selesai gitu, ya Eko menutup buku dan buku di taruh di bawah meja. Ya Budi datang ke rumah Eko, ya memarkirkan motornya dengan baik gitu. Budi pun duduk dengan baik, ya dekat Eko.
"Berhala," kata Budi.
"Ada apa dengan kata itu?" kata Eko.
"Zaman dulu, ya pada masa Nabi Ibrahim, ya manusia memuja berhala," kata Budi.
"Nabi Ibrahim menghancurkan berhala," kata Eko.
"Bagaimana kalau zaman sekarang, ya ada manusia memuja berhala?" kata Budi.
"Gimana ya?" kata Eko.
"Berpikir panjang, ya Eko?" kata Budi.
"Iya berpikir panjang sih. Hidup zaman sekarang, ya beda dengan zaman dulu. Hidup ini pilihan manusia sih," kata Eko.
"Memang sih hidup ini pilihan manusia. Jika bertindak seperti Nabi Ibrahim, ya menghancurkan berhala. Terlalu bertindak menghakimi, ya kan Eko?" kata Budi.
"Memang sih menghakimi banget gitu. Keras tindakan," kata Eko.
"Memang keras tindakan. Apa dengan cara lembut saja, ya?" kata Budi.
"Memang lebih cara lembut saja. Membimbing dengan baik, ya agar meninggalkan ajaran menyembah berhala," kata Eko.
"Bagaimana jika manusia yang menyembah berhala itu, ya konsep ajarannya itu.....berjalan di jalan baik?" kata Budi.
"Mungkin sih, ya konsep ajaran menyembah berhala itu, ya berjalan di jalan baik. Bisa saja di biarkan saja. Tujuannya tidak ingin membuat pertengkaran," kata Eko.
"Di biarkan saja. Jadi bisa berkembang dengan baik, ya ajaran menyembah berhala," kata Budi.
"Jika konsep ajaran yang menyembah berhala itu, ya jalan buruk. Harus itu mah di hancurkan ajaran menyembah berhala itu," kata Eko.
"Kalau buruk harus di hancurkan dengan baik," kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"Sekedar bahan obrolan lulusan SMA!" kata Budi.
"Memang sekedar bahan obrolan SMA!" kata Eko.
"Manusia yang dapat melampaui batasannya, ya bisa mendengarkan Roh. Ya pemuda yang dapat mendengarkan Roh, ya gimana pendapatnya. Pada zaman sekarang, ya kalau ada manusia menyembah berhala ya?" kata Budi.
"Pemuda yang mendengarkan Roh. Pendapatnya. Paling di biarkan saja. Manusia yang menyembah berhala," kata Eko.
"Di biarkan saja," kata Budi.
"Ya kata pemuda yang mendengarkan Roh "Berhala di sembah sekali pun, ya tidak akan menjelma jadi Tuhan. Cuma jadinya kebodohan manusia saja"....," kata Eko.
"Kebodohan manusia," kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"Pemuda yang dapat mendengarkan Roh. Ya Roh menjelaskan tentang Tuhan yang pantas di sembah manusia. Tuhan Pencipta Alam Semesta," kata Budi.
"Tuhan Yang Maha Esa yang pantas di sembah," kata Eko.
"Maka tentang penjelasan Tuhan satu dan pantas di sembah di tegas dengan baik "La ilaha illallah".....," kata Budi.
"La ilaha illallah," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
"Kalau begitu. Main kartu remi saja!" kata Budi.
"Ok. Main kartu remi!" kata Eko.
Eko mengambil kartu remi di bawah meja, ya kartu remi di kocok dengan baik dan di bagikan dengan baik gitu.
"Ngomong-ngomong, ya acara musik yang di tayangkan Tv. Bagus kan Eko?" kata Budi.
"Ya seperti biasanya. Acara Tv. Bagus!" kata Eko.
Budi dan Eko main kartu remi dengan baik gitu.
No comments:
Post a Comment