Malam hari, ya bintang berkelap-kelip di langit sih. Setelah nonton Tv yang acara menarik dan bagus gitu....seni dan kebudayaan...suku Sunda gitu....di chenel TVRI gitu, ya seperti biasa sih Budi duduk santai di depan rumahnya sambil menikmati minum kopi dan makan singkong goreng gitu.
"Baca cerpen saja!!!" kata Budi.
Budi mengambil buku di bawah meja, ya buku di buka dengan baik dan cerpen di baca dengan baik gitu.
Isi cerita yang di baca Budi :
Cerita ini diceritakan dari sudut pandang Cindy dan Jim Green, saat mereka menjelaskan pengalaman mereka dengan seorang anak laki-laki bernama Timothy dalam upaya membujuk lembaga adopsi agar mengizinkan pasangan itu mengadopsi seorang anak.
Cindy, yang bekerja di museum lokal kota, dan Jim, yang bekerja di pabrik pensil bersejarah kota, tinggal di kota fiktif Stanleyville, yang digambarkan sendiri sebagai "ibu kota pensil dunia". Keluarga Green diberi tahu oleh dokter bahwa mereka tidak dapat hamil. Bingung dengan berita itu, Jim meyakinkan Cindy untuk memimpikan anak idaman mereka dan menulis karakteristik dan peristiwa kehidupan anak itu di secarik kertas catatan.
Pasangan itu meletakkan catatan-catatan itu di dalam kotak kayu dan menguburnya di taman belakang rumah mereka. Setelah badai petir tiba-tiba, yang tampaknya hanya mempengaruhi properti mereka, seorang anak laki-laki berusia sepuluh tahun tiba di rumah mereka dan mengaku bahwa keluarga Green adalah orang tuanya. Setelah menemukan kotak yang mereka kubur hancur berkeping-keping di sekitar lubang besar di tanah tempat mereka awalnya menguburnya, dan menemukan anak laki-laki itu di dalam rumah mereka, berlumuran lumpur, mereka menyadari bahwa anak laki-laki itu, bernama Timothy, sebenarnya adalah puncak dari semua keinginan mereka tentang seperti apa anak mereka nantinya. Keluarga Green juga menemukan bahwa Timothy memiliki fitur yang mengejutkan: ia memiliki daun yang tumbuh di kakinya, yang hanya bisa ditutupinya dengan mengenakan kaus kaki panjang berwarna hijau.
Keesokan harinya, di sebuah piknik keluarga, Timothy diperkenalkan kepada anggota keluarganya: Brenda Best, saudara perempuan Cindy yang sombong; James Green Sr. , ayah Jim yang sudah lama tidak ada; dan Mel dan Bub, bibi dan paman dari pihak ayah Cindy. Orang tuanya membawa Timothy ke teman dan ahli botani kota mereka, Reggie, di mana mereka mengetahui bahwa daun-daun Timothy tidak dapat dicabut.
Timothy mulai bersekolah, di mana ia bertemu Joni Jerome, seorang gadis yang ditemuinya selama insiden bullying. Jim mengajak Timothy untuk menghadapi para pengganggu dan Timothy diundang ke pesta kolam renang ulang tahun. Di sana, Joni mencoba melepaskan kaus kakinya dan ditendang di kepala oleh Timothy, meskipun mereka kemudian menjadi teman. Sementara itu, pabrik pensil kota, pemberi kerja terbesar di Stanleyville, mulai memberhentikan karyawannya. Timothy meyakinkan Cindy dan Jim untuk merancang prototipe pensil baru dalam upaya untuk menjaga bisnis produksi pensil tetap berjalan.
Tanpa sepengetahuan orang tuanya, salah satu daun Timothy rontok setiap kali ia memenuhi salah satu sifat yang tercantum pada kertas asli. Timothy akhirnya mengungkapkan kepada Cindy dan Jim bahwa hidupnya singkat dan ia akhirnya akan menghilang. Selama badai petir hebat lainnya, ia menghilang dari rumah mereka dan yang dapat mereka temukan hanyalah tumpukan kertas.
Pertemuan keluarga Green dengan konselor adopsi diakhiri dengan Cindy yang menunjukkan sepucuk surat yang ditinggalkan Timothy sebelum mereka pergi. Dalam surat itu, ia menjelaskan kepada mereka apa yang ia lakukan dengan setiap helai daunnya yang gugur, dengan rangkaian montase yang memperlihatkan setiap orang yang hidupnya tersentuh oleh Timothy. Setelah waktu yang tidak ditentukan, konselor adopsi tersebut terlihat datang ke rumah keluarga Green dengan mobil bersama gadis kecil yang akan menjadi putri keluarga Green, Lily.
***
Budi selesai membaca cerpen yang ceritanya menarik dan bagus gitu, ya buku di tutup dan buku di taruh di bawah meja gitu.
"Emmm," kata Budi.
Budi menikmati minum kopi dan makan singkong goreng gitu. Eko datang ke rumah Budi, ya motor Eko di parkirkan di depan rumah Budi gitu. Eko duduk dengan baik sih dekat Budi gitu.
"Emmm," kata Budi.
"Langsung saja...main permainan gaplek!" kata Eko.
"Ya oke...main gaplek!" kata Budi.
Budi mengambil permainan gaplek di bawah meja, ya permainan gaplek di kocok dengan baik, ya dan permainan gaplek di bagikan dengan baik sama Budi gitu. Eko dan Budi main permainan gaplek dengan baik gitu.
"Emmm," kata Budi.
"Budi mau cerita apa tidak?" kata Eko.
"Aku mau cerita...Eko!" kata Budi.
"Silakan Budi bercerita dengan baik!" kata Eko.
"Begini ceritanya!!!" kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"April tinggal dengan baik sih di Jakarta dengan kedua orang tuanya. Valen dan Mila adalah orang tua April gitu. Ya April punya abang sih yang bernama Arbil gitu. Arbil tidak tinggal di Jakarta, ya Arbil tinggal di Batam gitu. Memang sih Arbil tinggal dengan baik sih di rumah kontrakan sih. Pemilik rumah kontrakan adalah Fattah gitu. Ya Fattah memang menjalankan usaha rumah kontrakan sepuluh pintu dan dua ruko gitu. Aqella adalah istri Fattah gitu. Rumah tangga yang di jalankan dengan baik sih Fattah dan Aqella, ya bahagia dengan anak bernama Melly gitu. Melly menjalankan kuliah dengan baik sih di Universitas yang ada di Batam gitu. Arbil memang kerja dengan baik sih di perusahaan PT. SEJAHTERA yang ada di Batam gitu. Valen, Mila, dan April…senang sih Arbil kerja di perusahaan yang ada di Batam gitu. Arbil memang berteman baik sih sama Melly gitu. Melly memang cantik dan perilakunya baik, ya Arbil suka sih. Valen memang tetap sih menjalankan usaha bengkel mobil gitu. April kuliah dengan baik sih di Universitas yang ada di Jakarta gitu. Mila kegiataannya sih biasa sih ngumpul dengan ibu-ibu di lingkungan sekitar rumah sih…urusannya pengajian di mesjid gitu. April memang punya teman baik..teman kuliah yang bernama Della. Ya Della anaknya Rangga dan Cinta gitu. Rangga dan Cinta menjalankan usaha toko Hp gitu. Pertemanan yang baik April dan Della sih, ya keduanya sering jalan-jalan dengan baik sih dengan motor masing-masing sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Jakarta dengan tujuannya happy-happy gitu. Tempat favoritnya April dan Della sih….Warkop gitu. Ya pemilik Warkop adalah Yusuf gitu. Yusuf teman April dan Della dari masa SMA sampai sekarang gitu. Yusuf tidak kuliah gitu, ya makanya Yusuf menjalankan usaha Warkop gitu. Memang sih Yusuf berpacaran dengan Syakirah gitu. Ya Syakirah kerja dengan baik di mall yang ada di Jakarta gitu. April dan Della memang berpendapat dengan baik sih tentang makanan dan minuman di Warkop…enak gitu. Di Warkop, ya April dan Della biasa sih ngobrol dengan asik sih tentang penanggulangan banjir di daerah ini dan itu sih berdasarkan berita di media ini dan itu. Keinginan April dan Della sih…ngobrol dengan Wakil Presiden Indonesia tentang Politik Islam dan Politik Kristen karena berkaitan dengan kedudukan di pemerintahan dan juga berkaitan dengan ekonomi gitu pastinya urusan pertumbuhan ekonomi di Inonesia gitu. Obrloan April dan Della sih sekedar obrolan saja seperti obrolan muda dan mudi yang berpendidikan tinggi gitu. April dan Della menjalankan kuliah dengan baik sih. April dan Della suka sih dengan cowok yang bernama Robi gitu. Memang sih Robi kuliah dengan baik sih di Universitas yang ada di Jakarta gitu. April dan Della memang satu fakultas dengan Robi gitu. Robi anaknya Kenzo dan Keyla gitu. Kenzo menjalankan usaha dealer mobil gitu. Memang Robi punya adik yang bernama Mutiara gitu. Ya Mutiara menjalankan sekolah SMA gitu. Ya Mutiara sedang dekat dengan teman satu kelas yang bernama Ivan gitu. Ivan anaknya Sandra dan Jhon gitu. Jhon kerjaannya pengacara gitu. Hubungan pertemanan Robi dengan Della dan April baik sih. Della suka sama Robi, ya Della sadar sih sudah punya pacar sih yang bernama Farhan gitu. Ya Farhan kerjaannya menjalankan usaha toko Leptop gitu. April suka sih dengan Robi, ya keinginan April sih jadian sama Robi gitu. Robi memang suka dengan April gitu. Robi punya teman dekat sih yang bernama Tono gitu, ya pertemanan sih sudah dari masa SMA sampai sekarang gitu. Tono kuliah dengan baik sih di Universitas yang ada di Jakarta gitu. Memang sih Robi dan Tono beda tempat kuliah gitu. Surya dan Ayu adalah orang tua Tono gitu. Surya menjalankan usaha bengkel motor gitu. Pertemanan Robi dan Tono baik sih, ya keduanya biasa sih jalan-jalan sih dengan motor masing-masing sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Jakarta dengan tujuannya happy-happy gitu.Tempat favoritnya Robi dan Tono sih….kafe gitu. Pemilik kafe sih…Gibran dan Adara gitu. Memang sih Gibran dan Adara…suami istri gitu. Di kafe, ya Robi dan Tono biasa sih ngobrol dengan baik sih tentang permasalahan lingkungan sosial masyarakat di Jakarta berdasarkan berita media ini dan itu gitu. Keinginan Robi dan Tono sih ngobrol dengan Wakil Presiden Indonesia…tentang Politik Dagang Sapi gitu. Obrolan Robi dan Tono sih…sekedar obrolan saja gitu, ya seperti obrolan orang-orang yang berpendidikan tinggi gitu. Robi dan Tono menjalankan dengan baik sih kuliah gitu. Tono menjalankan dengan baik sih pacaran dengan Melati gitu. Memang Melati tidak kuliah, ya Melati kerja dengan baik di mall gitu. Raja dan Indah adalah orang tua Melati gitu. Arbil yang tinggal dengan baik di Batam dan kerja dengan baik di perusahaan gitu, ya memang sih Arbil berteman baik sih sama teman kerja yang bernama Devan gitu. Memang sih Devan punya istri yang bernama Aliya gitu. Rumah tangga di jalankan dengan baik sih…Devan dan Aliya gitu, ya bahagia dengan anak bernama Jolina gitu. Ya Jolina…balita gitu. Arbil dan Devan biasa sih jalan-jalan dengan baik sih dengan motor sih ke tempat-tempat yang baik sih yang ada di Batam dengan tujuannya happy-happy gitu. Tempat favoritnya Arbil dan Devan sih kafe gitu. Kafe pemiliknya Dinda dan Ferdi gitu. Memang sih Ferdi dan Dinda…suami istri gitu. Pendapat Arbil dan Devan sih tentang makanan dan minuman di kafe enak sih. Di kafe, yaaa Arbil dan Devan ngobrol dengan baik sih tentang permasalahan lingkungan sosial di Batam berdasarkan media ini dan itu sih. Yang diinginkan Arbil dan Devan sih ngobrol dengan baik sih sama Wakil Presiden Indonesia tentang Politik Bebas Aktif gitu. Memang sih obrolan Arbil dan Devan sekedar obrolan saja sih, ya seperti obrolan orang-orang yang pendidikan tinggi gitu. Yaaa Arbil dan Devan biasa sih menjalankan kerjaan dengan baik sih di perusahaan gitu. Arbil yang suka dengan Melly memang sih Arbil berusaha dengan baik sih jadian dengan Melly dengan cara pertemanan yang baik sih. Fattah tidak pulang-pulang gitu. Aqella dan Melly khawatir gitu. Memang Aqella dan Melly mencari Fattah gitu. Sampai Fattah ketemu gitu, ya Aqella dan Melly kaget sih Fattah sudah tinggal bersama dengan Mawar gitu. Aqella dan Melly bersedih karena Fattah bersama Mawar gitu. Arbil yang berteman baik sama Melly, ya Arbil ingin membantu Melly gitu kenapa Fattah meninggalkan Aqella demi bersama Mawar gitu?. Arbil bersama Melly ke tempat Mawar gitu untuk menemui Fattah gitu. Memang sih Arbil dan Melly bertemu dengan Fattah gitu. Arbil merasa ganjil dengan Fattah gitu. Arbil yang belajar mengaji dengan baik sama guru Andre dari masa kecil sampai dewasa gitu, ya Arbil membaca doa gitu tujuannya untuk memental ilmu hitam yang kemungkinan kena pada Fattah gitu. Fattah mulai sadar siapa dirinya gitu?. Mawar yang tidak mau kehilangan Fattah jadi Mawar berusaha dengan baik mengikat Fattah dengan ilmu hitam, ya ilmu pemikatnya Mawar gitu. Fattah kembali lagi nurut sama Mawar gitu. Arbil mengerti dengan baik sih bahwa Mawar lah membuat Fattah meninggalkan Aqella dan Melly gitu. Ya Arbil bertarung dengan Mawar gitu. Pertarungan sengit sih Arbil dan Mawar gitu. Pada akhirnya sih Arbil mengalahkan Mawar gitu. Ilmu hitam Mawar di musnahkan sama Arbil gitu. Mawar pun di tangkap polisi kepolisian Lapor Pak! gitu dan polisi memasukkan Mawar ke penjara gitu. Fattah yang sadar siapa dirinya gitu? Ya Fattah kembali ke keluarganya gitu. Aqella dan Melly senang Fattah kembali ke rumah gitu. Melly berterima kasih sih karena pertolongan Arbil gitu. Ya Arbil dan Melly saling suka sih, ya keduanya jadian gitu. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih Arbil dan Melly gitu. Devan senang sih dengan kisah cinta Arbil dan Melly gitu. Arbil dan Melly yang menjalankan pacaran dengan baik, ya keduanya sih jalan-jalan dengan baik sih ke tempat-tempat yang baik yang ada di Batam dengan tujuannya happy-happy gitu. Robi yang berteman dengan baik sama April, ya Robi suka dengan April gitu. April suka dengan Robi gitu. Robi dan April jadian dengan baik gitu. Hubungan kisah cinta di jalankan dengan baik sih….Robi dan April gitu. Tono senang sih dengan kisah cinta Robi dan April gitu. Della senang sih dengan kisah cinta April dan Robi gitu. Robi dan April jalan bersama dengan motor Robi sih ke tempat-tempat yang baik sih yang ada di Jakarta dengan tujuannya happy gitu. Begitulah ceritanya!" kata Budi.
"Cerita yang bagus," kata Eko.
"Sekedar cerita saja!!!" kata Budi.
"Kisah cinta," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
"Pertemanan yang baik sih tokoh April dan tokoh Della," kata Eko.
"Yaaa begitulah ceritanya!!!" kata Budi.
"Emmm," kata Eko.
"Emmm," kata Budi.
Budi dan Eko tetap asik sih main permainan gaplek gitu.
No comments:
Post a Comment